Skripsi Mahasiswa Universitas Padjadjaran I-2012/2013
Arsi Rakhmanissazly – Konstruksi Makna Profesi Public Relations.. Hubungan Masyarakat
Fakultas Ilmu Komunikasi 2012
http://pustaka.unpad.ac.id viii
ABSTRAK
Arsi Rakhmanissazly, 210110080104, mahasiswa Departemen Hubungan Masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran. Penelitian ini berjudul “Konstruksi Makna Profesi Public Relations oleh Praktisi Konsultan Public Relations” dengan Dra. Hj. Lukiati Komala Erdinaya, M. Si., sebagai pembimbing utama dan Dra. Kokom Komariah, M. Si., sebagai pembimbing pendamping.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna profesi public relations dalam pandangan praktisi konsultan public relations. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori konstruksi social atas realitas Berger dan Luckmann dan teori interaksi simbolik Mead.
Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan jenis penelitian fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan antara lain wawancara mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi atau studi kepustakaan, dengan teknik pengumpulan key informan snowball sampling. Sedangkan teknik analisis data menggunakan tiga tahap, yaitu reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Teknik validitas data menggunakan tringulasi sumber data dan tringulasi teknik pengumpulan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profesi PR menurut praktisi konsultan PR sangat tergantung pada keprofesionalismean yang mereka jalani sebagai praktisi konsultan PR. Profesi PR adalah profesi yang berhadapan dengan multi-stakeholders dan memiliki framework yang jelas. Sebagai posisinya sebagai konsultan PR, profesi ini mempunyai sudut pandang yang lebih objektif. Walaupun begitu, narasumber sepakat profesi ini akan sangat bergantung pada kebijakan organisasi yang menaunginya. Adapun pengalaman mengenai profesi PR diklasifikan pada bagaimana narasumber melihat posisinya sebagai konsultan. Narasumber juga tidak sepakat dengan asumsi konsultan PR yang hanya dianggap sebagai press agentry. Dengan sifat bisnis yang mempunyai barrier to enrty dan barrier to exit yang relatif kecil, peluang dalam industri ini masih terbuka lebar. Sedangkan untuk tindakan komunikasi antara praktisi dengan klien, terdiri dari tahap proses mendapatkan klien, alasan pengerjaan project dan bagaimana pengelolaan hubungan antara konsultan PR dengan klien.
Skripsi Mahasiswa Universitas Padjadjaran I-2012/2013
Arsi Rakhmanissazly – Konstruksi Makna Profesi Public Relations.. Hubungan Masyarakat
Fakultas Ilmu Komunikasi 2012
http://pustaka.unpad.ac.id ix
ABSTRACT
Arsi Rakhmanissazly, 210110080104, student of Public Relations department, Faculty of Communications Science, Padjadjaran University. Title of this research is “The Constructions Meaning of Public Relations as Profession by Public Relations Consultancy Practitioners” with Dra. Hj. Lukiati Komala Erdinaya, M. Sc., as primary counselor and Dra. Kokom Komariah, M. Sc., as secondary counselor.
This research aims to determine the meaning of public relations as profession in consultancy practitioner’s point of view. Theory used in this research are The Social Construction of Reality by Berger and Luckman and Interactional Symbolic by Mead.
This research uses a constructivist paradigm and phenomenological research type. Data collection techniques used is in-depth interviews, participant observation, and documentation and study of literature, with snowball sampling as technique to determine key informant. While analysis data techniques use three steps, which are reduction, presentation, and drawing conclusion. Validity of the data using technique and sources triangulation.
Results from this research shows that the meaning of PR profession according to PR consultancy practitioners depends on how they role as practitioners. PR profession is observed as a profession who dealing with multi-stakeholders and has the obvious framework on project. In PR consultancy practitioner point of view, this profession has an objective and comprehensive valuation because of its unrestricted position. Nevertheless, organizational policies have a sufficient impact for this profession. Next, researchers classified the experience of PR as profession into how the practitioners interpreted its presence. Practitioners agree that an assumption which told consultancy PR just about press agentry is unacceptable. The Bussiness opportunities in consultancy service is still wide open because of the characteristics of its business which has a small barrier to entry and exit. While, their communication actions consists of several stages such as, the process, the reason to work a project and managing the relations between consultancy PR and client.