• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS VI SDN 2 DAHIRANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS VI SDN 2 DAHIRANG"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

727

PENERAPAN METODE THINK PAIR SHARE DAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS VI SDN

2 DAHIRANG Hepiyani

Prodi Pendidkan Profesi Guru, IAIN Palangka Raya Email [email protected]

ABSTRAK

Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Penelitian Tindakan (action Research) yang terdiri dari 2 (dua) siklus, dan setiap siklus terdiri dari:

Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian “ Metode Think Pair Share Dan Media Audio Visual dapat Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Dalam Pembelajaran PAI Kelas VI SDN 2 DAHIRANG “. Selanjutnya peneliti merekomendasikan: (1) Bagi Guru yang mendapatan kesulitan yang sama dapat menerapkan metode pembelajran Think Pair Share dan Media Audio Visual untuk meningkatkan Hasil Belajar. (2) Agar mendapatkan hasil yang maksimal maka dihaharapkan guru lebih membuat metode Think Pair Share dan Media Audio Visual agar pembelajaran lebih bervariasi dan bermakna. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari skor rata-rata keseluruhan yang meningkat pada siklus I dengan nilai rata-rata hasil siswa sebesar 70 dan presentase ketuntasan belajar sebesar 60% dan nilai tersebut mengalami peningkatkan pada siklus II dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 85 dan presentase ketuntasan hasil belajar 90%.

Kata Kunci : Metode Think Pair Share, Media Audio Visual, PTK.

PENDAHULUAN

Proses pembelajaran disekolah sebagai suatu aktivitas mengajar dan belajar yang didalamnya dua subyek yaitu guru ( pendidik ) dan siswa sebagai peserta didik. Tugas dan tanggung jawab utama dari seorang guru adalah menciptakan pembelajaran yang efektif , efisien , kreatif , dinamis , dan menyenangkan.

Hal ini berimplikasi pada adanya kesadaran dan keterlibatan aktif antara dua subyek pembelajaran yaitu guru sebagai penginisiatif awal , pembimbing dan fasilitator dengan peserta didik sebagai orang yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri dalam pembelajaran itu sendiri. untuk

(2)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

728

mengoptimalkan pencapaian hasil belajar maka diperlukan sebuah interaksi edukatif dalam proses pembelajaran.

Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran pokok yang tidak hanya mengantarkan peserta didik untuk dapat menguasai berbagai kajian keislaman, tetapi lebih menekan pada pengalaman dalam kehidupan sehari- hari ditengah- tangah masyarakat. Oleh karena itu, guru pendidikan Agama Islam hendaknya dapat mengembangkan pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik secara menyeluruh yang mencakup ranah kognitif , afektif dan psikomotor.

Materi beriman kepada hari akhir termasuk dalam asfek keimanan. Pada umumnya materi keimanan dipelajari siswa dengan cara mendengarkan ceramah guru. pada tahun pelajaran 2018 / 2019 dari hasil diskusi dengan dewan guru mata pelajaran yang mendapat tugas mengajar dikelas VI diperoleh informasi bahwa hasil belajar siswa dengan model pembelajaran seperti itu siswa yang terlibat aktif dalam kegiatan belajar ini hanya 40 % . selain itu hasil tes formatif yang diberikan menunjukkan bahwa hanya 60 % siswa yang tuntas dalam belajar dengan daya serap 65 %.

Menghadapi kondisi seperti ni penulis tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas ( PTK ) untuk menemukan suatu cara atau teknik pembelajaran yang didukung oleh media pemebelajaran sehingga siswa dapat terlibat secara aktif dan dapat meningkatkan hasil belajarnya.

Melalui sharing dan Media Audio Visual pada Materi Beriman kepada hari akhir diharapkan siswa dapat memperoleh pengetahuan yang berkesan dan bermakna untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam perilaku hidup sehari- hari.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan , maka penulis melakukan penelitian tindakan kelas ( PTK ) dengan judul : PENERAPAN METODE THINK – PAIR- SHARE ( SHARING ) DAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM PEMBELAJARAN PAI KELAS VI.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Reseacrh). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) adalah penelitian praktis yang dimaksudkan untuk memperbaiki pembelajaran

(3)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

729

di kelas. Penelitian ini merupakan salah satu upaya guru dalam bentuk berbagai kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu pembelajaran di kelas.

Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan pernyataan terstruktur yang sama kepada banyak orang, kemudian seluruh jawaban yang diperoleh peneliti dicatat, diolah, dan dianalisis dengan tujuan untuk memperoleh informasi apakah terdapat peningkatan hasil belajar peserta didik di kelas VI pada SDN 2 DAHIRANG Kabupaten Kapuas dengan metode pembelajaran Think- Pair - Share Dan Media Audio Visual pada materi beriman kepada hari akhir.

Penelitian Tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VI pada SDN 2 DAHIRANG Tahun Pelajaran 2022/2023 dengan alamat kapuas seberang II, RT .04 N0.14 Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Terdapat beberapa alasan peneliti memilih lokasi tersebut yaitu SDN 2 DAHIRANG merupakan tempat tugas terdekat dengan tempat tinggal peneliti dan berdasarkan pengamatan dari hasil evaluasi bahwa hasil belajar peserta didik kelas VI pada materi beriman kepada hari akhir masih ada yang belum tuntas.

Adapun yang menjadi sasaran dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VI pada pembelajaran PAI pada materi ‘ beriman kepada hari akhir “ Tahun pelajaran 2022/2023, dengan data sebagai berikut:

Tabel 3.1 Subjek Penelitian

No Jenis Kelamin Jumlah

1 Laki-laki 5

2 Perempuan 5

Jumlah 10

Instrumen penelitian adalah alat yang dapat digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Karena alat atau instrumen ini mencerminkan juga cara pelaksanaanya, maka sering juga disebut dengan teknik penelitian.

Penelitian sebagai suatu cara ilmiah dalam memecahkan masalah termasuk PTK, selamanya berhubungan dengan instrument pengumpulan data. Tanpa instrument yang tepat, penelitian tidak akan menghasilkan sesuatu yang diharapkan (Syafaruddin, 2006). Jenis instrumen yang digunakan dalam penelitian tindakan ini, antara lain observasi, wawancara, pemberian tes dan dokumentasi.

(4)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

730

Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan penulis ada 2 yaitu analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif.

1. Data Kuantitatif

Analisis data kuantitatif terdiri atas proses analisis untuk mengetahui kinerja guru dengan menerapkan metode pembelajaran sharing dan media audio visual dan untuk menilai aktivitas peserta didik selama pembelajaran digunakan lembar observasi. Nilai aktivitas peserta didik dan kinerja guru diperoleh dengan N = R x 100 %

SM Keterangan:

N : nilai persentase capaian R : skor yang diperoleh SM : skor maksimum ideal 100 : bilangan tetap

Persentase keberhasilan aktivitas peserta didik dan kinerja guru memiliki kriteria keberhasilan sebagai berikut.

Tabel 3.2

Kriteria Keberhasilan Aktivitas Peserta Didik dan Guru dalam (%) No Tingkat Keberhasilan Keterangan

1 > 80% Sangat Tinggi

2 60 – 79% Tinggi

3 40 – 59% Sedang

4 20 – 39% Rendah

5 < 20% Sangat Rendah

Berdasarkan hasil penelitian dari siklus I dan siklus II terdapat peningkatan nilai hasil belajar Data hasil belajar diambil dari tes akhir pada peserta didik, dilaksanakan setiap akhir pertemuan dan akhir siklus. Untuk mendapatkan nilai rata-rata dihitung menggunakan rumus:

x = ∑x N

Keterangan:

x = Nilai rata-rata yang dicari Σ𝑥 = Jumlah nilai

N = Jumlah peserta didik

(5)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

731

Untuk menghitung persentase ketuntasan belajar peserta didik digunakan rumus sebagai berikut:

P = Σ𝑛1 x 100%

Σns Keterangan:

P : Persentase ketuntasan belajar peserta didik Σ𝑛1 : Jumlah peserta didik tuntas secara klasikal Σ𝑛𝑠 : Jumlah seluruh peserta didik

2. Data Kualitatif

Analisis data kualitatif dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Reduksi data, yaitu memilih hal-hal pokok yang sesuai dengan fokus masalah. Selain itu, reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian, pengabstraksian dan pentransformasian data kasar dari lapangan.

b. Display data, yaitu menyajikan data dalam bentuk diagram dan sebagainya agar mudah terbaca.

c. Pengambilan keputusan verifikasi, yaitu berusaha mencari pola, model, tema, hubungan, persamaan, hal-hal yang sering muncul dan sebagainya untuk dibuat suatu keputusan sementara. Kemudian dilakukan verifikasi yaitu melakukan pengecekan ulang ke lapangan yang memungkinkan ditemukan data baru mengenai masalah baru (Suwandi, 2008: 209).

d. Setelah itu pengambilan keputusan dengan menggunakan teknik induktif, yaitu menarik kesimpulan dari fakta-fakta yang bersifat khusus pada kesimpulan yang bersifat umum.

HASIL PENELITIAN

(6)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

732

Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas VI di SD Negeri 2 DAHIRANG dalam pembelajaran PAI melalui penerapan metode Sharing Dan Media Audio Visual.

Pembahasan hasil penelitian berdasarkan pada pengamatan selama berlangsungnya proses pembelajaran dan hasil analisisnya, serta hasil refleksi.

Siklus I

1. Tahap Perencanaan (Planning)

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan beberapa hal yang digunakan selama proses belajar berlangsung. Adapun yang disiapkan adalah:

a. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan kegiatan pembelajaran pendekatan yang meliputi langkah pembelajaran mulai dari tahap pendahuluan, kegiatan awal inti dan penutup. Pendahuluan yakni proses dimana guru memberikan pengantar awal sebelum proses belajar mengajar dimulai. Kegiatan awal inti yakni suatu tahapan dimana seseorang guru menyampaikan, menjelaskan, dan memberikan pemahaman kepada peserta dididk tentang materi pembelajaran yang sedang berlangsung. Penutup yakni suatu tahap dimana seseorang guru memberikan kesimpulan tentang pembelajaran dan memberikan evaluasi berupa tes kepada peserta didik.

b. Menyiapkan materi yang akan disampaikan yaitu materi Beriman Kepada Hari Akhir baik itu berupa Power Point maupun Video Sumber Belajar.

c. Mempersiapkan instrumen observasi aktivitas guru.

d. Mempersiapkan instrumen observasi aktivitas peserta didik.

e. Mempersiapkan media pembelajaran ( PTT ) sebagai sumber belajar.

f. Mempersiapkan alat evaluasi (tes) yaitu berupa tes yang dilakukan setiap akhir tindakan tiap siklus. Bentuk alat evaluasi pembelajaran ini yaitu soal tes yang berupa soal pilihan ganda 10 soal dan 5 essay.

2. Tahap Pelaksanaan/Tindakan (Action)

Dalam tahap ini peneliti melaksanakan pembelajaran menggunakan metode Sharing dan Media Audio Visual. Proses pembelajaran dalam siklus I ini dapat dijabarkan sebagai berikut:

a. Kegiatan awal

Pembelajaran diawali mengucapkan salam guru mengelola kelas (mengecek kesiapan, absensi, tempat duduk, dan perlengkapan lainnya), guru mengarahkan peserta didik untuk membaca doa bersama, guru melakukan apersepsi, guru menyampaikan penjelasan tentang tujuan

(7)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

733

pembelajaran yang akan dicapai, guru membagi kelas dalam beberapa kelompok (tiap kelompok 3-4 siswa), guru menjelaskan tentang prosedur kerja kelompok degan dibantu media sebagai sumber belajar.

b. Kegiatan inti

Guru menjelaskan materi pembelajaran, dengan dibantu media audio visual berupa poir point ( PPT ) setelah itu peserta didik diberikan tugas secara berkelompok secara sharing,dan melaui video yang telah ditayangkan siswa dapat menangkap makna dari pembelajaran beriman kepada hari akhir.

Setelah selesai diskusi kemudian guru menjelaskan tentang hal- hal yang masih di anggap perlu agar peserta didik mendapat pemahaman yang utuh. Dari proses pembelajaran tersebut peserta didik dapat mengambil hikmahnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan peserta didik mengerjakan tes formatif dari guru sebagai evaluasi.

c. Kegiatan penutup

Guru bersama dengan peserta didik menarik kesimpulan dan memberikan kesesmpatan kepada peserta didik tentang materi pembelajaran yang belum dipahami, guru memberikan pujian (pemberian reward) dan motivasi kepada peserta didik yang aktif dalam proses pembelajaran dan guru menutup pembelajaran dengan salam.

Pembahasan hasil penelitian didasarkan pada pengamatan selama berlangsunya proses pembelajaran dan hasil analisisnya, serta hasil refleksi. Adapun hasilnya sebagai berikut:

Tabel 4.7

Perhitungan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Siklus I

No

Nama Siswa (Siklus I)

KKM Nila i (x)

Keterangan Tuntas Belum

Tuntas

1 Azzahra 70 90

2 Angel 70 60

3 Farah 70 60

4 Rahmat 70 70

5 Ayu 70 70

6 Ika 70 80

7 Pamadhan 70 50

8 Rika 70 70

9 Deni 70 90

10 Anna 70 60

Jumlah 700

Rata-rata 70

Siswa yang tuntas 6

Siswa yang belum tuntas 4

(8)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

734 Tabel 4.8

Ketuntasan hasil belajar peserta didik Siklus I

No Skor (X) Kategori

1 10-45 Sangat

rendah

2 46-69 Rendah

3 70-79 Cukup

4 80-89 Baik

5 90-100 Sangat baik

Tabel 4.9

Persentase Nilai Peserta Didik Pada Siklus I

No NilaiKK M

Jumlah Peserta Didik

Presentase

(F/N) X 100%) Keterangan

1 ≥70 6 60% Tuntas

2 <70 4 40% Tidak

Tuntas

Total 10 100%

Nilai rata-rata kelas pada siklus I mengalami kenaikan dibandingkan dengan sebelum tindakan (Pra siklus), sesuai harapan yaitu pada pra siklus hanya mendapatkan rata-rata 52 dengan 4 orang peserta didik.

a. Yang mendapatkan nilai ketuntasan sedangkan pada siklus I mengalami kenaikan dengan rata-rata menjadi 70 dengan 6 orang peserta didik yang mendapatkan nilai ketuntasan. Secara aktif tetapi guru perlu mendorong siswa agar lebih termotivasi untuk belajar Pendidikan Agama Islam.

b. Bahwa guru menentukan target cukup tinggi adalah hal yang positif, tetapi hendaknya dapat dilihat potensi objektif peserta didik, janganmenggunakan standar dirinya maupun standar peserta didik dari sekolah lain dalam menyampaikan materi pelajaran, sehingga peserta didik lebih bisa dapat menerima dan mengikutinya.

c. Peserta didik sudah cukup berpartisipasi dalam proses pembelajaran, dominasi guru dalam proses pembelajaran tidak menonjol, sehingga peserta didik dapat berperan aktif dalam mengikuti pembelajaran.

(9)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

735

d. Bahasa yang digunakan oleh guru dalam menyampaikan Penjelasan sudah dapat ditangkap oleh sebagian besar peserta didik, tetapi untuk beberapa peserta didik masih perlu pengantar yang lebih sederhana dan komunikatif.

e. Guru sudah melakukan bimbingan secara klasikal dengan baik, terbukti terjadi peningkatan daya serap, tetapi untuk beberapa peserta didik masih diperlukan bimbingan secara individual.

Siklus II

Pada siklus II ini, guru sudah mampu menerapkan metode pembelajaran Sharing Dan Media Audio Visual dengan baik. Hal ini terlihat dari hasil observasi dan hasil belajar peserta didik, yang mana hasil belajar peserta didik tersebut adalah guru telah jelas menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi pembelajaran,guru memperhatikan kesiapan peserta didik dan diskusi serta kesempatan peserta didik bertanya, peserta didik telah aktif dalam belajardan siswa telah mengerti tentang materi yang disampaikan dengan menggunakan metode Sharing Dan Media Audio Visual.

Hasil belajar peserta didik pada siklus II ini sudah mencapai KKM, dengan rata-rata 85 dengan 9 orang siswa yang mendapatkan nilai ketuntasan.

Berdasarkan hasil yang telah diperoleh.

Berdasarkan uraian diatas peneliti menyimpulkan bahwa penerapan metode Sharing Dan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Pada siklus I dan siklus II hasil belajar peserta didik telah mengalami kenaikan dan telah mencapai KKM.

Adapun hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 4.19

Hasil Aktivitas Guru dalam Setiap Siklus

No Siklus Rata-rata Keteranga

n

1 Pra siklus 3,09 Cukup

2 Siklus I 3,45 Cukup

3 Siklus II 4,09 Baik

(10)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

736

(11)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

737 Tabel 4.20

Hasil Aktivitas Belajar Peserta Didik Setiap Siklus

No Siklus Rata-rata Keteranga

n

1 Pra

siklus

3 Cukup

2 Siklus I 3,27 Cukup

3 Siklus II 4,36 Baik

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat peningkatan skor rata- rata aktivitas guru dan juga aktivitas peserta didik pada siklus I dan siklus II. Skor rata-rata aktivitas guru dalam pembelajaran siklus I sebesar 3,45 dengan kategori cukup mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 4,09 dari dalam kategori baik. Sedangkan skor rata-rata keseluruhan aktivitas belajar peserta didik pada siklus I dengan skor rata-rata 3,45 dengan kategori, dan pada siklus II mengalami peningkatan 4,36 dengan kategori baik.

Dari Hasil yang diperoleh peneliti selama penelitian berlangsung pada pra siklus, siklus I dan siklus II dapat dilihat tabel berikut ini:

Tabel 4.21 Persentase Ketuntasan Belajar Peserta Didik Pada Mata PelajaranPendidikanAgama Islam Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

No Siklus Rata-rata Persentas e

ketuntasa n

Persentase yang belum tuntas

1. Pra Siklus 52 40% 60%

2. Siklus I 70 60% 40%

3. Siklus II 85 90% 10%

Gambar 4.7 Diagram Nilai Rata-rata Aktivitas Peserta Didik

5 4

3

Nilai rata-rata 2

1 0

Pra siklus Siklus I Siklus II

(12)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

738

Gambar 4.8 Diagram Ketuntasan Belajar Peserta Didik Pada Mata PelajaranPendidikanAgama Islam Pra Siklus, Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat peningkatan nilai rata- rata hasil belajar peserta didik, presentase ketuntasan belajar dan persentase peserta didik yang belum mencapai ketuntasan pada pra siklus, siklus I dan siklus II. Nilai rata-rata hasil belajar pra siklus sebesar 52 dengan presentase ketuntasan belajar peserta didik sebesar 40% dan peserta didik yang belum mencapai ketuntasan sebesar 60%, nilai tersebut meningkat pada siklus I dengan rata- rata 70 dan presentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat sebesar 70% dan siswa yang belum tuntas mengalami penuruan sebesar 40% kemudian siklus II mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 85 dan presentase ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatansebesar 90% dan siswa yang belum tuntas mengalami penuruan sebesar 10%. Dapat dikatakan hasil penelitian ini sudah sesuai dengan apa yang diharapkan dengan target ketuntasan siswa diatas 80%

dari seluruh total siswa kelas VI.

Keberhasilan penelitian tindakan kelas ini tidak terlepas dari peran guru yang secara kontinyu memperbaiki kemampuannya dalam menerapkan metode Sharing Dan Media Audio Visual . Pembelajaran terasa menyenangkan dan mudah dipahami oleh peserta didik. Oleh karena itu, guru harus dapat memanfaatkan potensi ini untuk meningkatkan proses pembelajaran.

a. Meningkatkan aktifitas peserta didik

Dalam hal ini dibutuhkan pula kerja sama antar peserta didik. Dalam impelementasinya, peserta didik diharuskan untuk berinteraksi dan

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

Nilai Rata-rata Persentase ketuntasan

Persentase yang belum tuntas

Pra Siklus Siklus I Siklus II

(13)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

739

berkomunikasi dengan teman sekelasnya. Sehingga aktifitas ini menuntut peserta didik untuk lebih aktif dalam pembelajaran.

b. Materi yang disampaikan lebih gampang diingat dan dipahami

Pembelajaran dengan metode Sharing Dan Media Audio Visual sangat menarik sehingga mudah dipahami dan di ingat peserta didik.jadi, selain belajar peserta didik juga akan mendapatkan kesan yang sangat menyenangkan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran metode Sharing Dan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar PAI kelas VI di SDN 2 DAHIRANG . Untuk peningkatan hasil belajar peserta didik dapat dilihat dari skor rata-rata keseluruhan yang meningkat pada siklus I dengan nilai rata-rata hasil siswa sebesar 70 dan presentase ketuntasan belajar sebesar 60% dan nilai tersebut mengalami peningkatkan pada siklus II dengan nilai rata-rata hasil belajar siswa 85 dan presentase ketuntasan hasil belajar 90%

DAFTAR PUSTAKA

Bandung: Nusa Media. Sugiyanto. (2009). ModelModel Pembelajaran Inovatif.

Surakarta: UNS Press

Susilowati. (2009). Pembelajaran Kelas Abdul Majid. (2014). Pembelajaran Tematik Terpadu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.

Ahmad Susanto. (2015). Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta:

Kharisma Putra Utama.

Arends I Richard. (2008). Learning To Teach. Yogyakarta: PUSTAKA PELAJAR.

Endang Supartini. (2001). Diagnostik Kesulitan Belajar dan Pengajaran Remedial.

Modul Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta.

Endang Mulyatiningsih. (2012). Metode Penelitian Terapan Bidang Pendidikan.

Bandung: Alfabeta.

Eveline Siregar dan Hartini Nara. (2011). Teori Belajar dan Pembelajaran. Bogor:

Ghalia Indonesia.

Hamzah B Uno dan Nurdin Mohamad. (2015). Belajar dengan Pendekatan PAILKEM.

Jakarta: PT Bumi Aksara.

Heri Rahyubi. (2014). Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Bandung:

Nusa

Arikunto, S. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksar

Fathurrohman, P & Sutikno, S. (2007). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: PT

(14)

e-ISSN: 2807-8632

Published by : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Palangka Raya

Vol. 2, No 2, Oktober 2022| Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Agama Islam Tema: :

740

Alfabeta. Eveline Siregar dan Hartini Nara. (2011). Teori Belajar dan Pembelajaran.

Bogor: Ghalia Indonesia.

Referensi

Dokumen terkait

Data juga menunjukkan bahwa tingkat kepemimpinan transformasional dan kinerja karyawan untuk responden dengan lama kerja 3 – 5 tahun masuk dalam kategori tinggi,

Pengujian dilakukan pada jaringan syaraf tiruan yang telah dilatih terhadap 20 data baru (data rekam medis 9 faktor risiko penderita penyakit jantung dan orang sehat yang

Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan metode prospektif agar peneliti dapat mengamati secara langsung kondisi pasien dan terapi obat yang diberikan

Penelitian ini membuktikan bahwa perceived usefulness, perceived credibility, dan social influence memberikan pengaruh yang signifikan terhadap intensitas penggunaan layanan

Program-program strategis tingkat kelurahan dalam pemberdayaan masyarakat di Kelurahan Mangunharjo antara lain adalah Pembinaan pemberian ketrampilan bagi

Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif yang bersifat deskriptif untuk mengetahui jumlah trauma mata pada anak di RSUP H Adam Malik Medan,

1) Mengelola data pustaka. 2) Mencatat pengadaan buku dari berbagai sumber, seperti pembelian, sumbangan, kerjasama. 3) Mengelola data anggota, seperti registrasi, dan

Berdasarkan uraian dari latar belakang penyusunan proposal ini, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : “ Apakah bisnis surat kabar yang dikerjakan oleh