• Tidak ada hasil yang ditemukan

BERIMAN TANPA RASA TAKUT Oleh By IRSHAD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BERIMAN TANPA RASA TAKUT Oleh By IRSHAD"

Copied!
223
0
0

Teks penuh

(1)

BERIMAN TANPA RASA TAKUT

Ole h / By : I RSH AD M AN JI

(2)

K a t a P e n g a n t a r o l e h P r o f e s o r K h a l e e l

M o h a m m e d

KATA PEN GAN TAR

Ole h Pr ofe sor Kh a le e l M oha m m e d

I m a m da n Pr ofe sor Sa n D ie go St a t e Un iv e r sit y

SEBUAH FAKTA yang sederhana: Saya sepat ut nya m em benci I rshad Manj i. Jika kaum m uslim m endengar kat a- kat anya, m ereka akan berhent i m endengar orang- orang sepert i saya, seorang im am yang m elew at kan w akt u bert ahun- t ahun di universit as I slam .

Dia m engancam ot orit as lelak i saya dan berkat a banyak hal t ent ang I slam yang saya harap t idak benar. Dia berm ulut besar dan m enj alin fakt a di at as fakt a unt uk m em benarkan analisisnya. Dia t idak t akut m at i; dia hanya t akut j ika pikiran seseorang m at i. Dia seorang lesbian, dan pendidikan m adrasah saya t elah m erasuk ke dalam diri saya, ham pir t ert anam ke dalam DNA saya, di m ana Allah m em benci kaum gay dan lesbian. Saya seharusnya m em benci perem puan ini.

Tet api kem udian saya m elihat ke dalam hat i saya dan m enggunakan nalar saya, dan saya sam pai pada sebuah kesim pulan yang t idak m engenakkan: I rshad berkat a benar. Dan Tuhan saya m em erint ah saya unt uk m enegakkan kebenaran—yang berart i bahwa saya harus berdam pingan dengannya.

Bagaim anapun, ini bukanlah alasan kenapa saya m enulis pengant ar ini. Saya m enulis kat a pengant ar ini karena saya perlu bert obat unt uk t idak lagi berlaku sepert i seorang m unafik.

Saya sering m enghargai keberanian saya dalam m enent ang para ekst rem is I slam dan t erorism e. Saya t idak m am pu m engecilkan art i penghargaan- penghargaan t ersebut karena hal it u m enunt ut keberanian yang t inggi. Dan, sebab t idaklah m em erlukan pengorbanan t est ost eron besar- besaran unt uk m em bela I rshad j ika ia m em but uhkan pem belaan.

Akan t et api baru- baru ini, saya m endapat kan kesem pat an it u, dan saya gagal

(3)

“ penegak dan pelindung” kaum perem puan, dianggap dem ikian oleh am anat ilahi dalam naskah abad ke- 7 di m ana para guru m adrasah m encekokiku sepanj ang w akt u. Aku pun t ak kuasa berkat a sepat ah kat a pun.

I t ulah sebuah m om en ket ika saya m enyadari bahw a sem ua om ong kosong ini harus

diakhiri. Apakah saya seorang m uslim at au t idak? Apakah saya peduli pada kebenaran at au t idak? I t ulah sebabnya sekarang saya m enyat akan, t idak hanya unt uk orang I slam yang m enem ui saya, t et api unt uk sem ua m uslim : Saya m endukung perj uangan I rshad Manj i. Dia ingin kit a m elakukan apa yang diperint ahkan oleh Kit ab Suci pada kit a: Akhirilah sikap-sikap kesukuan, bukalah m at a Anda, dan law anlah penindasan, bahkan j ika penindasan it u dirasionalisasi oleh im am - im am t erhorm at kit a, syekh- syekh kit a, m ullah- m ullah kit a, profesor- profesor kit a, dan oleh dogm a apa saj a yang dikem as dengan rapi oleh orang I slam .

Sangat j arang seorang m uslim m enyat akan secara t erbuka apa yang banyak kit a ket ahui t api t idak berani m engonfirm asinya. I rshad sedikit bersem angat saat m em aparkan

serangan orang Yahudi, sebagaim ana saat berbicara t ent ang dorongan unt uk m elem parkan t anggung j awab at as sem ua penyakit I slam pada kolonisasi Barat ; ia m engabaikan sej arah I slam sendiri t ent ang im perialism e dan pelanggaran hak asasi m anusia yang t erus

berlanj ut at as nam a Allah. Sepanj ang bukunya, I rshad t et ap pat uh pada Perint ah I lahi: “

Wahai orang- orang yang berim an, j adilah kam u orang yang benar- benar m enegakkan keadilan, m enj adi saksi karena Allah biarpun t erhadap dirim u sendiri at aupun ibu- bapak dan kerabat m u.” ( An- Nisa: 135) .

Dengan hanya pat uh kepada Allah, I rshad m enyerang para m ullah dengan segala perm ainan m ereka. Salah sat u prasyarat berat dari ij t ihad, t radisi I slam dalam berpikir independen, adalah seseorang harus akrab dengan sem ua ulam a salaf I slam . Pada poin ini, I rshad berbeda dengan banyak ulam a I slam . Dalam fakt anya, bukunya ini dapat m enj adi pengant ar at as pandangan- pandangan int elekt ual m uslim m odern. Di m ana lagi kit a dapat m enem ukan analisis yang t aj am t ent ang Saad Eddin I brahim , Mahm oud Taha, Khaled Abou El Fadl, Nasr Ham ed Abu- Zeid, dan beberapa yang lainnya?

(4)

j uga t idak m erepresent asikan nyanyian rom ant is t ent ang I slam yang berm akna hanya bagi pengikut nya. Alih- alih, gaya, kej uj uran, dan ket erbukaan I rshad m em buat bukunya

m em iliki kelas t ersendiri.

Anda para pem baca m ungkin t idak sepakat dengan sem ua kesim pulan I rshad. Saya pun dem ikian. Tet api j ust ru it ulah t uj uan dia. I a m engharapkan seseorang yang

m em pert anyakan pem ikirannya, unt uk diaj ak berdialog dan bert anya t ent ang I slam .

DR. KHALEEL MOHAMMED m engaj ar agam a di San Diego St at e Universit y dan m erupakan anggot a Pusat St udi I slam dan Arab di universit as t ersebut . Dia j uga seorang im am yang m em pelaj ari ilm u Syariah di Muham m ad bin Saud Universit y di Riyadh ( Sunni) dan Zeinabiyya di Dam askus ( Syiah) . Mendapat gelar Ph.D dalam hukum I slam dari McGill Universit y. I nform asi lebih j auh t ent ang Dr. Moham m ed bisa didapat kan di

w ww.forpeoplewhot hink.org.

* * * *

S e k a p u r S i r i h

SETI AP AGAMA yang hadir di m uka bum i selalu m em bawa harapan hidup yang lebih baik bagi set iap pem eluknya. Merosot dan j ayanya suat u agam a sangat bergant ung pada seberapa besar um at nya m eyakini dan m engakui kebesaran harapan hidup yang lebih baik t ersebut . Harapan yang t erpenuhi akan sem akin m em perkuat keyakinannya pada agam a yang dipeluknya. Sebaliknya, harapan yang “ t ak t erpenuhi” akan m erunt uhkan panj i- panj i keyakinannya.

I slam dengan m isi rahm at an lil ‘alam in m em berikan rahm at bagi seluruh alam dengan t idak m endiskrim inasik an um at nya karena perbedaan kelam in, suku, w arna kulit , bent uk t ubuh, usia, pandangan polit ik, et nis, ras, agam a, orient asi seksual, dan perbedaan-perbedaan lainnya. Para m ufassir ( ahli t afsir) t idak ada yang m em iliki pem aham an yang berbeda t ent ang m isi I slam , t et api problem m uncul ket ika para m ufassir m em aham i ayat -ayat lain dalam Al- Quran dan hadis- hadis yang disabdakan oleh Rasulullah Saw. Sebut saj a yang berkait an dengan orient asi seksual t erhadap sesam a j enis dan segala aspek

(5)

pada kelom pok yang dianggap m enyim pang, dan m em iliki konflik dalam beragam a.

Kaj ian- kaj ian m ut akhir t ent ang hom oseksualit as m ulai m enyent uh “ t afsir klasik” dan m engundang agam aw an unt uk m enggunakan pisau analisis ilm u sosial, gender, hak asasi m anusia, dan ilm u keislam an m urni.

Di ant aranya adalah I rshad Manj i. Dia adalah fem inis m uslim ah yang m enulis buku yang berj udul Berim an Tanpa Rasa Takut yang sekarang ada di t angan Anda ini. Buku ini perlu dibaca dan dipaham i secara krit is, didialogkan secara sehat dan berkeadilan. Nasr Ham ed Abu- Zeid m enyat akan bahwa realit as sosial adalah dasar dan t idak m ungkin diabaikan. Dari realit as sosial lahirlah t eks. Dari bahasa dan kebudayaan t eks t erbangunlah sist em . Realit as adalah yang pert am a, kedua dan yang t erakhir. Mengabaikan realit as karena m em pert im bangkan t eks yang beku t anpa perubahan at as pem aknaannya akan

m enj adikan t eks sebagai sebuah legenda ( Nasr Ham ed Abu- Zeid dalam bukunya Naqd Al-Khit ab Al- Diniy) .

Unt uk it u, kehadiran buku ini diharapkan dapat m enam bah khazanah keilm uan dan w acana keislam an, seksualit as dari perspekt if krit is, kont ekst ual, dan kem anusiaan.

Terim a kasih saya ucapan kepada sem ua pihak yang m em berikan sum bangsih dalam proses penerbit an buku ini. Terut am a kepada Sdri. I rshad Manj i yang t elah m em berikan izin unt uk m enerbit kan bukunya ke dalam edisi bahasa I ndonesia; Sdri. Herlina dari Lem bayung I nst it ut e yang t elah m enerj em ahkannya; Sdr. Ahm ad Suaedi yang bersedia m em baca ulang t erj em ahan Sdri. Herlina; Kiai Husein Muham m ad yang m em berikan cat at an pendam ping secara krit is at as pem ikiran Manj i; para endorser dengan kom ent ar-kom ent arnya at as buku ini. Yang t ak kalah pent ing, kepada Nun Publisher at as kerj a sam a baiknya dalam proses penerbit an buku ini; t em an- t em an Koalisi Perem puan I ndonesia yang m endukung pent ingnya penerbit an buku ini, t erut am a kepada Sdri. RR. Sri Agust ine dan Mike V. Tangka yang t urut m em proses dengan baik hingga buku ini bisa dinikm at i oleh pem baca di I ndonesia.

Jakart a, Januari 2008 Masruchah

(6)

Ca t a t a n P e n g a r a n g

ASSALAAMU ‘ALAI KUM.

Kepada para pem baca sem ua, unt uk t erj em ahan Bahasa I ndonesia at as buku ini, aku m em ilih j udul: Berim an Tanpa Rasa Takut : Tant angan Um at I slam Saat I ni ( Fait h Wit hout Fear: A Challenge t o I slam Today).

Judul ini sepenuhnya baru.

Dalam t erj em ahan- t erj em ahan sebelum nya at as buku ini—Arab, Urdu, dan Persia—j udul aslinya adalah The Trouble wit h I slam. Aku m em ilih sebuah j udul yang provokat if t ersebut karena pent ing bagiku unt uk m enyam paikan bahwa kit a um at I slam m em punyai sebuah m asalah besar di depan m at a. Aku harus m enyat akan bahwa kebungkam an bukanlah sebuah pilihan. Pesan sederhanaku adalah bahw a hanya kaum m uslim yang bisa m em ast ikan kekerasan dan pelanggaran hak asasi m anusia yang dilakukan dengan m engat asnam akan Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Tet api banyak um at I slam salah m em aham i m aksudku dan m enuduh diriku t elah

m enyerang im an I slam . I t u t idak benar sam a sekali. Aku seorang m uslim yang berim an. Dalam versi- versi pert am a bukuku, aku m enekankan bahwa I slam m em ilik i pot ensi unt uk m enj adi bij aksana dan m anusiaw i. Adalah kit a um at I slam yang harus m em iliki keberanian unt uk berubah.

Pendek kat a, I slam adalah cara kit a bersikap t erhadapnya. Oleh karena it u, t ant angan apa pun t erhadap I slam sudah past i j uga t ant angan bagi para pem eluknya.

Aku percaya bahw a t ant angan paling pent ing yang harus kit a lakukan adalah upaya unt uk m engakhiri rasa t akut dari int im idasi agam a. Pat ut kit a ingat , ulam a bukanlah Allah.

I t ulah sebabnya kenapa aku m erevisi j udul bukuku dengan Berim an Tanpa Rasa Takut : Tant angan Um at I slam Saat I ni. Dalam spir it kej uj uran dan kerendahhat ian, aku

m em berikan j udul baru t ersebut unt uk edisi I ndonesia ini.

(7)

S u r a t T e r b u k a

“ Wahai orang- orang yang berim an, j adilah kam u orang yang benar- benar m enegakkan keadilan, m enj adi saksi karena Allah, biarpun t erhadap dirim u sendiri at aupun ibu- bapak dan kerabat m u.”

( An - N isa : 1 3 5 )

AKU HARUS j uj ur pada kalian sem ua. Hubunganku dengan I slam kurang begit u

m enyenangkan. Hidupku bergant ung pada fat wa yang dikeluarkan oleh orang- orang yang m engklaim diri sebagai w akil Allah.

Saat kurenungkan sem ua fat w a yang dilont arkan oleh para pem ikir agam a kit a, aku m erasa sangat m alu. Tidakkah Anda j uga m erasakannya? Aku m endengar dari seorang t em an Saudiku bahwa “ polisi agam a” di negerinya m enangkap perem puan yang m em akai warna m erah pada hari Valent ine. Lalu aku berpikir: Sej ak kapan Tuhan Yang Maha Pengasih m elarang ham ba- Nya berbahagia—at au bersenang- senang?* Aku m endengar berit a t ent ang korban perkosaan yang dihukum raj am karena t uduhan zina. Kem udian aku bert anya- t anya: Bagaim ana m ungkin m assa yang krit is di ant ara kaum m uslim kit a t et ap bungkam m enget ahui hal it u?

Ket ika kaum non- m uslim m em int a kit a bicara, aku m endengar Anda berkeluh kesah bahwa kit a t ak perlu m enj elaskan perilaku kaum m uslim lain. Nam un, ket ika kit a disalahpaham i, kit a gagal unt uk m elihat bahwa kesalahpaham an it u t erj adi karena kit a belum m em berikan penj elasan kepada m ereka, agar m ereka m em aham i kit a dengan cara yang berbeda. Terlepas dari it u sem ua, saat aku berbicara secara publik t ent ang kegagalan t ersebut , sebagian besar kaum m uslim yang sering berpikir secara st ereot ip, kem udian m encurigaiku sebagai pengkhianat . Pengkhianat t erhadap apa? Kem urnian m oral? Kesusilaan

m asyarakat ? At au peradaban?

Ya, aku berbicara apa adanya. Anda hanya harus m em biasakan diri dengan

ket erust erangan ini. Dalam surat ku ini, kuaj ukan pert anyaan- pert anyaan yang t ak lagi t erhindarkan buat kit a. Kenapa pikiran kit a sem ua t erpaku pada kej adian yang m enim pa orang- orang Palest ina dan I srael? Kenapa orang I slam begit u sulit unt uk m engubah pandangannya t ent ang ant i- Sem it ism e? Siapa penj aj ah kaum m uslim yang

(8)

m enyat akan bahwa segala sesuat u yang dicipt akan Tuhan bersifat “ sem purna” ? Tent u saj a Al- Quran m enyat akan lebih dari it u, t et api apa sebet ulnya alasan kit a bersikukuh unt uk m em aham i Al- Quran secara harfiah j ika cara it u begit u kont radikt if dan am bigu?

Apakah Anda j ant ungan m em baca kom ent arku ini? Lanj ut kan saj a, t ak usah ragu- ragu. Karena j ika kit a t idak bersuara m elawan para im perialis dalam I slam , m ereka akan t erus berj alan dengan aksi dan pert unj ukan m ereka. Dan usaha m ereka akan m engakibat kan hal- hal yang m em at ikan: kerusakan, kekerasan, kem iskinan, dan ket erkungkungan. Keadilan sepert i inikah yang kit a cari dalam dunia yang diam anat kan Tuhan pada kit a? Kalau bukan, lalu kenapa t idak lebih banyak dari kit a yang m engaj ukan keberat an?

Yang kudengar dari Anda adalah, kaum m uslim m enj adi t arget serangan- reakt if. Di Prancis, kelom pok m uslim m engaj ukan seorang penulis ke pengadilan karena m enyebut I slam sebagai “ agam a paling bodoh” . Kelihat annya penulis it u m em propagandakan kebencian. Lant as kit a m enunt ut hak kit a—sesuat u yang j arang kit a dapat kan di negara- negara I slam . Tet api, apakah penulis Prancis it u salah ket ika m enulis bahw a I slam harus m enj adi lebih dewasa? Bagaim ana dengan seruan Al- Quran unt uk m em benci kaum Yahudi? Bukankah m uslim yang m engut ip Al- Quran unt uk m em benarkan ant i- Sem it ism e j uga pat ut diaj ukan ke pengadilan? Tidak bisakah t indakan it u dikat egorikan sebagai “ serangan- reakt if” ? Apa yang m em buat kit a bisa dibilang bij ak, sem ent ara yang lain rasis?

Melalui j er it an m engasihani- diri- sendiri dan kebungkam an yang t ak t ert anggungkan, kit a kaum m uslim t engah berkonspirasi m elaw an diri kit a sendiri. Kit a berada dalam krisis. Dan kit a m enyeret seluruh dunia t urut sert a di dalam nya. Kalaulah ada m om en bagi reform asi I slam , m aka sekaranglah saat nya. Dem i kasih Tuhan, apa yang bisa kit a lakukan unt uk it u?

(9)

Dem ikian halnya, aku m engangkat t opi pada kaum refusenik yang lebih baru—para t ent ara I srael yang m enent ang pendudukan m ilit er di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Dalam spirit yang sam a, kit a pun m est i m enent ang penj aj ahan ideologis t erhadap pikiran kaum m uslim .

Anda past i ingin m eyakinkanku bahw a apa yang kuj elaskan di surat t erbuka ini bukan I slam yang “ sesungguhnya” . Kuharap Anda benar. I t ulah sebabnya aku m enulis surat t erbuka ini. Karena aku yakin kit a m am pu m enj adi lebih bij ak dan hum anis ket im bang sebagian besar pem im pin agam a kit a. Tapi, dem i diskusi yang j uj ur, aku harus m enant ang Anda unt uk bersikap j uj ur t erhadap I slam yang Anda pert ahankan secara refleksif. I slam dalam bent uknya yang riil at au yang ideal? Segala sesuat u t am pak luar biasa sebagai sebuah ideal. Kapit alism e t am pak hebat sebagai sebuah ideal. Sebagai sebuah ideal, Konst it usi Am erika Serikat m enggaransi kebebasan dan keadilan bagi segenap orang. Kaum m uslim t ahu bahw a kenyat aan sangat lah berbeda dengan sebuah ideal. Sebagai m asyarakat yang berhat i nurani, kit a j uga m est i m em perhat ikan realit as- realit as yang t erj adi dalam I slam .

Kupikir Nabi Muham m ad akan m enyat ukan perbedaan ant ara yang riil dan yang ideal. Ket ika beliau dit anya t ent ang definisi agam a, beliau m enj awab: Agam a adalah cara kit a bersikap t erhadap orang lain. Sederhana, t anpa harus m enyederhanakan! Dengan definisi it u, cara m uslim bersikap—bukan dalam t eor i t api dalam kenyat aan—it ulah sesungguhnya

I slam . Perasaan puas t erhadap diri sendiri ( qanaah— Peny.) adalah I slam . I t u j uga berart i bahw a kit a m est i m em perhat ikan hak asasi perem puan dan kelom pok m inorit as. Unt uk m elakukan it u, kit a harus m ent as dari sikap kit a yang t erus m enolak. Dengan m enekankan bahwa t idak ada m asalah dengan I slam saat ini, kit a m enyem bunyikan “ kenyat aan agam a” kit a di balik “ ideal agam a” kit a, yang berart i m em bebaskan diri kit a dari t anggung j awab t erhadap um at m anusia, t erm asuk saudara kit a sesam a m uslim .

Dengan m enulis surat t erbuka ini, aku t idak berm aksud m enyat akan bahwa agam a lain bebas dari m asalah. Sungguh. Perbedaannya adalah, perpust akaan- perpust akaan berj ubal dengan buku- buku t ent ang perm asalahan dalam agam a Krist en. Dem ikian pula dengan agam a Yahudi. Kit a kaum m uslim bisa m elakukan it u.

Apa yang m est i dit akut i?

(10)

B a b 1 - K e n a p a A k u M e n j a d i M u s l i m

R e f u s e n i k ?

“ Di kelas- kelas hari Sabt uku, aku didokt rin: Kalau kau orang yang berim an, kau j angan berpikir. Kalau kau berpikir, m aka kau bukan orang yang berim an.”

( I r sha d M a n j i)

SEPERTI JUTAAN kaum m uslim lainnya selam a 40 t ahun t erakhir, keluargaku berim igrasi ke Barat . Kam i t iba di Richm ond, daerah suburban kelas- m enengah kot a Vancouver, Brit ish Colum bia, Kanada, pada t ahun 1972. Saat it u um urku baru em pat t ahun. Ant ara t ahun 1971 dan 1973, ribuan m uslim Asia Selat an m elar ikan diri dari Uganda set elah sang dikt at or m ilit er, Jenderal I di Am in Dada, m enyat akan bahwa Afrika diperunt ukkan hanya bagi warga kulit hit am . Dia m em beri wakt u kam i yang berkulit cokelat beberapa m inggu saj a unt uk pergi at au m at i.

Kaum m uslim yang t elah m enghabiskan hidup m ereka di Afrika Tim ur bert erim a kasih kepada pem erint ah I nggris, yang t elah m em baw a kam i ke Asia Selat an unt uk m em bant u pem buat an j alan keret a api di koloni- koloni Afrika m ereka. Set elah beberapa generasi, banyak kaum m uslim yang m eningkat hidupnya dan m enj adi pedagang yang m akm ur. Ayah dan saudara- saudara lelakinya, yang m enj alankan bisnis dealer Mercedes- Benz di dekat Kam pala, m em peroleh keunt ungan dari m obilit as kelas sosial yang diwariskan oleh pem erint ah I nggris kepada kam i. Tet api m obilit as kelas sosial it u t idak kam i w ariskan kepada orang kulit hit am , penduduk asli yang kam i pekerj akan.

Pada um um nya, kaum m uslim di Afrika Tim ur m em perlakukan orang kulit hit am sepert i budak. Aku ingat ket ika Ayah m em ukuli Tom asi, pelayan kam i, dengan keras hingga m enyebabkan lebam - lebam m engkilap di bagian- bagian t ubuhnya yang legam . Meskipun aku, kedua saudara perem puanku, dan ibuku m enyayangi Tom asi, t et api kam i akan ikut dihaj ar j ika Ayah m em ergoki kam i m engobat i luka- lukanya. Aku t ahu, hal serupa j uga t erj adi di banyak rum ah t angga m uslim lainnya.

(11)

Saat I bu pergi, aku berpikir lebih dalam lagi t ent ang m akna “ rum ah” . Aku sam pai pada pem ikir an bahwa rum ah adalah t em pat t inggal m art abat ku, bukan sem at a- m at a t em pat nenek m oyangku berasal. Saat it u adalah awal ket ika aku m enyadari m engapa dem am poskolonial pan- Afrikanism e—“ Afrika unt uk orang kulit hit am ” —m enyapu benua t em pat ku dilahirkan. Banyak kaum m uslim kurang m enghargai m art abat orang yang kulit nya lebih gelap daripada kulit kam i. Tanpa perasaan, kam i m engeksploit asi penduduk Afrika asli. Dan, t olong j angan kat akan bahw a kam i m em pelaj ari kekej am an ini dari orang I nggris, sebab it u akan m em unculkan pert anyaan: Kenapa kam i t idak m em pelaj ari cara m em beri ruang gerak bagi orang kulit hit am yang berbakat wirausaha sebagaim ana halnya orang I nggris t elah m em berikannya kepada kam i?

Di sini aku t idak m int a m aaf karena t erserang oleh fakt a bahw a aku pernah m em ilik i seorang Tom asi. Aku yakin, kebanyakan dari Anda pun m enent ang perbudakan. Nam un, bukan I slam yang m em bant u m engem bangkan keyakinanku bahw a set iap m anusia m em iliki m art abat . Lingkungan dem okrat is t em pat keluargaku berm igrasilah yang

m em buat ku m eyakini hal it u. Richm ond adalah t em pat di m ana bahkan seorang gadis kecil m uslim pun dapat m erasa t erikat —bukan t erikat dalam art i pernikahan. Sim aklah

penj elasanku berikut ini.

Beberapa t ahun set elah keluargaku sedikit m apan, Ayah m enem ukan layanan penj agaan bayi grat is di Gerej a Bapt is Rose of Sharon. ( Ucapkan “ grat is” pada seorang im igran, m aka ket erikat annya pada agam anya akan pudar oleh t aw aran m urah yang sangat dibut uhkan saat it u) . Saban m inggu, ket ika I bu m eninggalkan rum ah unt uk m enj aj akan produk- produk Avon dari rum ah ke rum ah, Ayah, yang kurang akrab dengan anak- anak, akan

” m eninggalkan” anak- anaknya di gerej a it u. Di sana, seorang perem puan Asia Selat an yang m engaw asi st udi I nj il m enunj ukkan padaku dan kakakku kesabaran yang sam a sepert i yang dia t unj ukkan kepada anak lelak inya sendiri. Dia m em bikinku percaya bahwa pert anyaan- pert anyaanku cukup berharga unt uk dikat akan. Jelas, pert anyaan- pert anyaan yang kuaj ukan sebagai anak berum ur t uj uh t ahun sederhana saj a: Dari m ana Yesus berasal? Kapan dia hidup? Apa pekerj aannya? Siapa yang dia nikahi? Rent et an pert anyaan ini t ent u t idak m eyusahkan siapa pun. Tapi, yang kum aksudkan di sini adalah, t indakan bert anya—dan bert anya lebih banyak lagi—selalu disam but dengan senyum an yang sangat hangat .

Mungkin it ulah yang m em ot ivasiku, di um ur delapan t ahun, unt uk m em enangkan

penghargaan sebagai Orang Krist en Paling Menj anj ikan Tahun I ni. Aku dikasih hadiah edisi

(12)

harus m enj adi buku pert am a dan sat u- sat unya yang boleh kum iliki, seolah- olah kit ab it u adalah kekayaan t unggal yang diberikan kehidupan kepada orang- orang berim an. Lagi pula, 101 Kisah I nj il m em buat ku t erpana karena gam bar- gam barnya. Sepert i apa kiranya penam pilan buku 101 Kisah Al- Quran? Saat it u, aku belum pernah m elihat buku dan gam bar seindah it u. Saat ini, banyak sekali buku anak- anak t ent ang I slam , t erm asuk A unt uk Allah, karya Yusuf I slam ( seorang m ualaf Barat yang nam a aslinya Cat St evens) . Masyarakat yang bebas t ernyat a m em ungkinkan adanya penem uan- kem bali diri sendiri dan t erj adinya evolusi keim anan.

Tak lam a set elah aku m eraih gelar sebagai Orang Krist en Paling Menj anj ikan Tahun I ni, Ayah m erenggut ku dari gerej a it u. Sebuah m adrasah ( sekolah I slam ) akan segera

dibangun. Si kecil ini t ak sabar lagi m enant i. Jika pengalam an sekolah Minggu- ku m enj adi ukuran, m aka dengan lugu aku beranggapan bahwa m adrasah t ent unya j uga akan

m enyenangkan, at au sam a m enyenangkannya sepert i gerej a.

Sem ent ara it u, dunia baruku ikut t um buh bersam aku. Sebuah m al yang begit u luas, yang akan m enj adi sangat pent ing dalam pendidikanku sebagai seorang m uslim , Landsowne Cent re, dibuka. Nam a pendiri Richm ond ( orang- orang berdarah Skot landia) yang m enghiasi papan- papan pet unj uk di luar m al—Brighouse, McNair, Burnet t , St evest on— segera berdesak- desakan m enarik perhat ian, bersaing dengan kat a- kat a dalam bahasa Hindi, Punj ab, Urdu, Mandarin, Kant on, Korea, dan Jepang. Bahasa- bahasa ini m enyelim ut i int erior Aberdeen Cent re, yang dibangun beberapa t ahun kem udian dan dij uluki sebagai “ plaza belanj a ala Asia t erbesar di Am erika Ut ara” .

Jauh sebelum it u, aku sudah m enyadari bahwa t em pat sepert i Richm ond dapat

m engakom odasi siapa saj a yang m au m engekspresikan isi hat inya. Di kelas sepuluh, aku berkam panye unt uk m enj adi ket ua OSI S di J.N. Burnet t Junior Secondary School. Tahun sebelum nya, aku sudah kalah dalam pem ilihan di t ingkat kelas. Aku kalah gara- gara ada seorang anak m enj engkelkan yang t idak ingin seorang “ Paki” ( orang Pakist an— Peny.) m ewakili kelasnya. Set ahun kem udian, sebagian besar m urid di sekolah m em buat si Paki ini m enj adi ket ua t erpilih m ereka. Di Richm ond, rasism e t idak harus m enghalangi am bisi-am bisiku.

Beberapa bulan kem udian, set elah aku m enj adi ket ua OSI S, wakil kepala sekolah t engah berj alan m elewat i loker ku dan berhent i m em at ung ket ika dia m elihat selint as post er para pej uang revolusi I ran yang kut em pelkan di pint u loker. Dikirim kan oleh seorang pam anku di Prancis, post er it u m em uat gam bar perem puan- perem puan bercadar hit am yang

(13)

bendera Uni Soviet ) , sem ent ara sayap kanan bergam bar bint ang dan garis- garis ( gam bar bendera Am erika Ser ikat ) .

“ I ni t idak pant as,” dia m em beriku peringat an. “ Turunkan post er it u.”

Aku m enunj uk ke loker sebelah yang di pint unya t ergant ung bendera Am erika. Aku lalu bert anya, “ Kalau dia bisa m engungkapkan opininya secara t erbuka, kenapa saya t idak?”

“ Karena kam u kurang m enghargai nilai- nilai dem okrat is kit a. Sebagai ket ua OSI S, harusnya kam u j auh lebih t ahu t ent ang hal it u.”

Kuakui, aku t idak m enyadari bahwa rezim Ayat ollah Khom eini m elahir kan t ot alit arianism e. Aku belum m engerj akan “ PR” - ku. Sebagian t ergoda oleh propaganda dan sebagian lagi oleh kebanggaan hidup di m asyarakat bebas, aku ingin m em bela per bedaan opini agar ” Bendera Am erika” t idak m em bunuh pandangan- pandangan lain. Aku pun berani m endebat w akil kepala sekolah it u.

“ Saya kurang m enghargai dem okrasi? Bagaim ana m ungkin Anda m enyat akan diri Anda m endukung dem okrasi, sem ent ara Anda m elarang saya m engekspresikan diri saya, t et api,” seraya m enuding bendera Am erika di pint u loker lain, “ orang lain bisa?”

Kam i saling m enat ap. “ Kau m em beri cont oh buruk,” kat anya. Dia m enegakkan punggungnya dan berj alan m enj auh.

Anda harus m em beriny a horm at karena dia t elah m em biarkan perbedaan opini t et ap hidup di Burnet t Junior High. Yang bahkan lebih m engagum kan lagi adalah: Dia penganut Krist en Evangelis. Dia t idak m enut up- nut upi keyakinan pribadinya, t api dia j uga t idak m enghasut para siswa—bahkan ket ika ket ua OSI S m em perlihat kan dukungan t erhadap t eokrasinya I m am Khom eini. Dia pun t idak m em perlihat kan dukungan ket ika para siswa m elobinya agar celana pendek seragam sekolah m enam pakkan kaki lebih banyak daripada yang m enurut nya t erlihat waj ar. Set elah debat panas dengan kam i dan m elakukan beberapa penundaan, dia m enyet uj ui perm int aan para siswa t erkait celana pendek t ersebut . Dia sebenarnya bersikukuh dengan pendiriannya, t api m asih m enghorm at i kehendak orang banyak.

(14)

aspirasi, dan t em pat yang berbeda harus bergum ul bersam a. Berapa banyak negara I slam yang m enoleransi pergum ulan sem acam it u?

Tuhan, aku m encint ai negeri ini. Aku m encint ai kenyat aan bahwa negeri ini sepert inya t idak akan pernah selesai m em bent uk dirinya, j awaban- j awaban finalnya belum diket ahui— j ika m em ang ada. Aku m encint ai kenyat aan bahwa dalam renovasi t erus- m enerus ini, kont ribusi para individu sangat lah pent ing.

Akan t et api, di rum ahku sendiri, kepalan t inj u Ayah m enguasai seluruh anggot a keluarga.

Jangan t ert awa saat m akan m alam . Kalau aku m encuri uang t abunganm u, diam lah. Kalau aku m enendang bokongm u, ingat lah bahwa besok akan lebih keras lagi. Saat aku

m enghaj ar ibum u, j angan panggil polisi. Kalau m ereka dat ang, aku akan m em buj uk supaya m ereka pergi, dan kau t ahu bahwa m ereka past i akan pergi. Saat m ereka sudah enyah, aku akan m engiris t elingam u. Kalau kam u m engancam akan m elapor ke pet ugas sosial, aku akan m engiris t elingam u yang sat unya lagi.

Suat u saat , Ayah m engej arku ke seluruh bagian rum ah dengan pisau t erhunus. Aku berhasil m enyelinap dari j endela kam ar t idurku dan t idur di at ap rum ah sem alam an. I bu t idak t ahu keadaanku, karena dia m endapat kan shift yang t idak m engenakkan di suat u perusahaan penerbangan. Aku pun t idak yakin kalau aku m au dibuj uk unt uk t urun, sekalipun dengan j anj i- j anj i I bu bahw a aku t idak akan digebuki. Rasanya, aku m enyukai at ap rum ahku sebagaim ana aku m enyukai sekolahku, Gerej a Bapt is Rose of Sharon dan, beberapa t ahun kem udian, Aberdeen Cent re. Dari ket inggian di m asing- m asing t em pat ini, aku dapat m engawasi sebuah dunia yang penuh kem ungkinan t iada bat as.

Dalam kom unit as m uslim Afrika Tim ur, m ungkinkah aku dibolehkan berm im pi m em peroleh pendidikan form al? Mendapat beasiswa? Berpart isipasi dalam kam panye polit ik, apalagi punya kant or sendiri? Jika m engam at i fot o- fot o hit am put ih dan kabur yang dit unj ukkan padaku, saat aku berusia t iga t ahun sedang berm ain m enj adi pengant in perem puan dengan kepala t ert ut up, t angan t erlipat , m at a m em andang ke bawah, dan kaki m enj unt ai dari sofa, aku hanya bisa m enebak bahwa hanya hierarki kaku yang akan m endekap garis nasibku, kalau saj a kam i t et ap t inggal di dalam bat asan- bat asan m uslim Uganda.

(15)

dalam nya, Anda hanya akan m enem ukan waj ah I slam yang keras. Laki- laki dan

perem puan m em asuki m asj id dari pint u yang berbeda dan m em aku diri m asing- m asing di t em pat yang sudah dit ent ukan, dengan dinding- pem bat as perm anen yang m em belah bangunan it u m enj adi dua bagian.

Bangunan it u m engkarant ina kedua j enis kelam in selam a beribadah. Di dinding ini,

t erdapat sebuah pint u penghubung bagian laki- laki dan bagian perem puan. Pint u ini sangat m enolong set elah pengaj ian, ket ika kaum laki- laki m em int a t am bahan m akanan dari dapur um um dengan m enyodorkan m angkok lew at pint u, sem bari m enggebrak dinding, dan m enunggu beberapa det ik saj a sam pai ada t angan perem puan m enyodorkan kem bali m angkok yang t erisi penuh lagi. Di m asj id, laki- laki t idak pernah bert em u dengan

perem puan, dan perem puan t idak pernah t erlihat . Seandainya kenyat aan ini bukan sebagai m akna dari pengkot ak- kot akan kam i pada dunia- dunia yang sem pit , m aka aku past i

m elewat kan sesuat u yang besar darinya.

Sat u lant ai di at as adalah t em pat m adrasah, dengan dekorasinya yang m em bikin orang depresi. Ruangannya berisi karpet - karpet cokelat t ua, lam pu- lam pu neon, dan part isi-part isi yang dapat dipindah- pindah, yang m em isahkan anak perem puan dari anak laki- laki. Di m ana saj a kelas diadakan, di sisi lebar sebuah ruangan, part isi- part isi it u akan selalu hadir. Yang lebih buruk lagi adalah: part isi ot ak dan j iw a. Di kelas- kelas hari Sabt uku, aku didokt rin: Kalau kau orang yang berim an, kau j angan berpikir. Kalau kau berpikir, m aka kau bukan orang yang berim an. Cara berpikir sederhana ini m enghapus rasa ingin t ahuku yang m eluap- luap, yang selalu dim anj akan di Richm ond. Anda boleh m enyebut perist iw a ini sebuah bent uran peradaban bagiku, barangkali.

Solusinya bukan hanya dengan m enerim a bahwa ada dunia sekuler dan non- sekuler, yang m em iliki caranya sendiri- sendiri. Dengan logika sepert i it u, Gerej a Bapt is Rose of Sharon, yang dianggap non- sekuler, seharusnya t idak m enj awab pert anyaan- pert anyaan m asa kecilku. Sebaliknya, rasa ingin t ahuku j ust ru m em buat ku m endapat kan penghargaan. Burnet t Junior High adalah sat u sekolah sekuler, di m ana pert anyaan- pert anyaanku t elah m em belalak kan m at a kepala sekolahku hingga ia m engeluh kepada Tuhan Yesus- nya. Tet api t idak seorang pun m enyuruhku t ut up m ulut . Di kedua t em pat it u, m art abat seorang individu sangat dij unj ung t inggi. Tidak dem ikian halnya dengan di m adrasah. Aku

(16)

Sebelum m enelanj angi hal- hal lainnya, izinkan aku bercerit a apa adanya t ent ang seorang guru m adrasahku, yang akan kit a panggil Mr. Khaki. Dia adalah seorang m uslim yang keras. Lelaki kurus dengan j enggot yang t ercukur rapi ( m enandakan kebersihan) dan m obil Honda Mini Com pact ( m enunj ukkan kesederhanaan) ini secara suka rela di akhir pekan ( m em bukt ikan am al baik) m em berikan pendidikan agam a kepada anak- anak m uslim im igran agar m ereka t idak larut dalam nilai- nilai rendah di negara m ult ikult ural ini. Bukan t ugas yang m udah m em ang, karena m adrasah m enarik m urid- m urid dari berbagai

t ingkat an usia: ABG narsis yang sedang berj uang m elawan problem j erawat ; anak- anak yang suka cekikikan sem bari ngum pet di kam ar m andi—it u baru cont oh anak- anak gadisnya saj a.

Kebanyakan dari kam i m em andang m adrasah bukan sebagai t em pat belaj ar, t et api sebagai kolam t em pat kam i m em ancing calon j odoh di m asa m endat ang. Karena anak- anak

perem puan yang t erlalu banyak om ong sulit m em peroleh suam i, t em an- t em an

perem puanku j arang sekali berdebat dengan Mr. Khaki. Lalu apa m asalahnya? Tidakkah aku ingin m enj adi ist ri suat u saat nant i? Tapi aku t ak ingin m em bahas m asalah ini. Masalahku adalah: Aku t erpikat oleh dunia di luar m adrasah. Aku bersikukuh unt uk lebih m em ilih m enj adi orang t erdidik daripada m enj adi orang yang t erindokt rinasi.

Masalahku berm ula dari sebuah buku berj udul Paham i I slam Anda, yang waj ib aku bawa di dalam t asku set iap m inggu. Set elah m em bacanya, aku but uh m enget ahui lebih banyak lagi t ent ang I slam - “ ku” . Kenapa anak perem puan harus m enj alankan hal- hal yang waj ib, sepert i shalat lim a w akt u, pada usia yang j auh lebih m uda ket im bang anak laki- laki? Mr. Khaki m em berit ahuku: Karena anak perem puan lebih cepat dewasa. Mereka m encapai “ usia waj ib” beribadah pada usia sem bilan t ahun. Sem ent ara anak laki- laki t iga belas t ahun!

“ Kalau begit u, kenapa t idak m em berikan penghargaan kepada anak perem puan at as kedewasaannya dengan m em biarkan kam i m enj adi im am shalat ?” aku bert anya.

“ Anak perem puan t idak bisa m enj adi im am .”

“ Apa m aksud Anda?”

“ Anak perem puan t idak diperbolehkan m enj adi im am .”

“ Kenapa t idak diperbolehkan?”

(17)

“ Apa alasan- Nya?”

“ Bacalah Al- Quran.”

Aku m encoba m em baca Al- Quran, m eskipun t erasa art ifisial karena aku t idak m em aham i bahasa Arab. Apakah aku m elihat Anda t engah m engangguk- anggukkan kepala?

Kebanyakan kaum m uslim sam a sekali t idak t ahu apa yang kit a ucapkan ket ika m em baca Al- Quran yang berbahasa Arab. Bukan karena kit a bodoh. Lebih karena bahasa Arab adalah salah sat u bahasa dunia yang paling rit m is, dan pelaj aran- pelaj aran di m adrasah t idak akan m em buat kit a m am pu m em aham i kom pleksit asnya. Kat a haram, m isalnya, bisa m engacu pada sesuat u yang dilarang at au sesuat u yang sakral, bergant ung pada huruf “ a” m ana yang Anda beri penekanan. Penguasaan t erhadap bahasa Arab sulit diwuj udkan j ika m engingat kenyat aan- kenyat aan hidup yang dialam i oleh banyak orang. Pada kasusku: aku m em punyai seorang ayah penuh kekerasan yang kebanyakan prakt ik agam anya hanya unt uk pam er belaka, dan seorang ibu yang berusaha m elakukan yang t erbaik unt uk t et ap m enj adi wanit a salehah sem bari bekerj a keras dem i m encukupi kebut uhan rum ah

t angganya. Anda t ent unya dapat m em aham i j ika pelaj ar an bahasa Arab t idak dapat m enj adi priorit as keluarga kam i. Sej uj urnya, j awaban inst an Mr. Khaki at as pert anyaan-pert anyaanku—“ Bacalah Al- Quran” —m enj adi ham bar dan t anpa m akna sebagaim ana kucelnya ram but ku yang t ert ut up oleh j ilbab.

Seir ing wakt u, j awaban “ Bacalah Al- Quran” m em icu lebih banyak pert anyaan: Kenapa aku harus belaj ar dan m em baca aksara Arab j ika kegiat an it u t idak m em beri m akna prakt is dan t idak m enyent uh get ar em osi sam a sekali? Kenapa kit a harus m encurigai set iap

t erj em ahan Al- Quran dalam bahasa I nggris sebagai sesuat u yang m ereduksi m akna t eks aslinya? Maksudku, j ika Al- Quran m em ang bersifat “ t erus- t erang” sepert i yang dikat akan kaum purit an kepada kit a, m aka t idakkah pengaj arannya harus dengan m udah dapat dit erj em ahk an ke dalam ribuan bahasa? Yang t erakhir, kenapa st igm a harus dit uj ukan kepada kit a yang belum m enguasai bahasa Arab j ika kenyat aannya hanya t iga belas persen saj a kaum m uslim yang beret nis Arab? Berart i, delapan puluh t uj uh persen dari um at I slam bukan orang Arab, bukan? “ Paham i I slam Anda,” kat a m ereka dengan gem bira. I slam versi siapa?

Baiklah, kit a ist irahat sej enak.

(18)

m adrasah. Sungguh sukar bagiku unt uk m em asukinya. Perpust akaan m adrasah t erdiri dari beberapa deret rak yang t erlet ak di at as anak t angga t erakhir di bagian ruang laki- laki di m asj id—t ert ut up bagi perem puan t anpa m em buat j anj i t erlebih dulu dengan pengurusnya. Karena sudah berusia sebelas t ahun dan “ sudah akil balik” , aku t idak dapat bert em an dengan laki- laki dewasa. Jadi aku harus m em buj uk seorang anak laki- laki yang belum balik—yang um urnya dua belas t ahun ke bawah—agar aku bisa naik ke at as dan m em peroleh izin kapan saj a aku ingin m em baca di perpust akaan.

Mengira aku sudah m em peroleh lam pu hij au, sem ua laki- laki harus m engosongkan t em pat it u sebelum aku bisa naik t angga dan m em ilih- m ilih di ant ara koleksi brosur- brosur

sederhana yang ada di rak. Tent u saj a w akt uku sangat t erbat as karena para laki- laki t ersebut m enunggu unt uk kem bali ke t em pat m ereka. Aku berusaha m em inj am beberapa buku, yang isinya am at sulit unt uk diikut i. Aku t idak t ahu di m ana para penulisnya belaj ar. Dua t ahun usahaku bolak- balik ke perpust akaan di dalam m asj id it u t erbukt i sia- sia. Pada usia t iga belas t ahun, aku m enyadari bahw a aku harus m engelak dari Mr. Khaki dan m adrasah agar pert anyaanku dapat t erj awab.

Aku m enj adi “ t ikus m al” . Misiku? Unt uk m elacak Al- Quran berbahasa I nggris. Lansdowne Cent re t ernyat a m em ilikinya, sem oga Tuhan m em berkahi kot a Richm ond yang m enam pung banyak agam a dan kepercayaan di dalam nya. Kebebasan inform asi barangkali m em buat Mr. Khaki t akut , t et api j ust ru kebebasan sem acam inilah yang m em ungkinkan sat u dari sekian banyak m uridnya m enem ukan m akna agam anya lebih dalam —sebuah m akna yang t idak akan diberikan oleh m adrasah.

Apa yang kupelaj ar i t ent ang alasan perem puan t idak dapat m enj adi im am ? Aku t idak bisa m em beri t ahu Anda saat ini. Karena, bahkan j ika para m ullah dan guru- guru m adrasah bisa m em berikan j awaban- j awaban yang t epat , Al- Quran j ust ru t idak. Apa yang dapat kuberit ahukan kepada Anda hanyalah: Di ant ara akt ivit as- akt ivit as sem acam pem ilihan senat , lat ihan dram a, kerj a paruh w akt u, lat ihan voli—baik di dalam m aupun di luar kam pus—aku m em pelaj ari Kit ab Suci dengan kepala yang penuh dengan “ pert anyaan-pert anyaan t ent ang perem puan” . Aku m asih t et ap m em bacanya hingga kini. Pada t ahap ini, m em ber it ahukan kesim pulan- kesim pulanku akan m enj adi sepert i m elom pat ke dalam kehidupan dewasaku. Pert am a, aku harus m enghadapi m asalah lain dulu.

(19)

m enodai kesalehanku j ika aku bergaul dengan m ereka. Aku bert anya- t anya, planet m ana yang dihuni Mr. Khaki? Sengaj akah dia m em but akan diri t erhadap lingkungan sekit ar kam i? Richm ond, daerah suburban di bawah perm ukaan laut , lebih m ungkin t erhanyut oleh

pengaruh kom ersial orang Asia daripada t erkubur di baw ah gunung uang yang dapat dit im bun oleh kaum Yahudi. Kalaupun Richm ond pernah m em iliki sat u saj a sinagog saat it u, m aka aku t idak pernah m enget ahuinya.

Sekali lagi, aku m engganggu pelaj aran- pelaj aran sej arah yang disam paikan Mr. Khaki dengan pert anyaan- pert anyaan t ent ang Yahudi. Aku ingat , aku pernah bert anya: Mengapa Nabi Muham m ad m em erint ah t ent aranya unt uk m em bunuh seluruh kaum Yahudi j ika Al-Quran m em ang diwahyukan kepadanya sebagai pesan perdam aian. Mr. Khaki t idak bisa m enerim a pert anyaan it u. Dia m enat apku penuh hinaan dan m elam baikan t angan pert anda t erganggu oleh pert anyaanku. Lalu dia m enghent ikan pelaj aran sej arah it u, dan

m enyam bungnya dengan pelaj aran Al- Quran.

Set ahun set elah aku m em beli Al- Quran berbahasa I nggris, Mr. Khaki dan aku m enghadapi j alan bunt u. Tidak ada sat u hal pun yang t elah kubaca sam pai sej auh ini, yang

m eyakinkanku t ent ang adanya konspirasi kaum Yahudi. Kuakui, w akt u sat u t ahun sam a sekali t idak cukup unt uk m encerna Al- Quran, apalagi di usia em pat belas t ahun. Masih banyak proses pendewasaan m ent al yang harus kulalui. Aku t idak dapat m elupakan begit u saj a ceram ah ant i- Sem it yang agresif dari Mr. Khaki. Mem angnya aku ini siapa sehingga bisa m em ut uskan apakah dia penuh om ong kosong at au t idak, sebelum aku m em ilik i sem ua bukt inya? Karena it u, aku m enant ang dia unt uk m em berikan bukt i- bukt i adanya persekongkolan kaum Yahudi. Jawabannya adalah sebuah ult im at um : Kam u percaya at au keluar dari sini! Dan kalau kam u keluar dari sini, keluarlah unt uk selam a- lam anya.

Benarkah? Cukup begit u saj a?

Mem ang sepert i it u.

Dengan kepala berdenyut - denyut dan leher berkeringat di bawah j ilbab poliest er yang gat al, aku berdir i. Selagi m elint asi part isi yang m em isahkan anak perem puan dan anak laki- laki, aku bisa saj a m em buka j ilbabku supaya anak laki- laki m elihat ram but ku, t api aku t idak m au m engam bil risiko diperm alukan karena dikej ar keluar oleh Mr. Khaki. Sat

(20)

Set elah perist iwa pengusiranku dari m adrasah, apakah Anda bert anya- t anya m engapa aku t idak m engut uk seluruh agam a dan berlanj ut m erayakan ident it as Am erika Ut ara- ku yang “ t erem ansipasikan” ? Dalam beberapa hal, kebut uhan akan ident it as diri m engham pir iku. Anda past i t ahu yang aku m aksudkan. Sebagian besar dari kit a m enj adi m uslim bukan karena kit a berpikir unt uk m enj adi m uslim , t et api lebih karena kit a dilahirkan sebagai m uslim . Muslim adalah “ siapa kit a” . Apa pun.

Terusirnya aku dari m adrasah m em buat ibuku m alu. Tapi I bu sudah hidup t erlalu lam a denganku. Karena it u, dia m erasa yakin dapat m enyuruhku m em ohon m aaf kepada Mr. Khaki dengan cara apa pun. Tapi t ak m ungkin aku m int a m aaf kepadanya. I bu j uga t idak m em aksaku pergi ke m asj id bersam anya lagi. Nam un dem ikian, selam a beberapa t ahun, nyat anya aku kem bali pergi ke m asj id bersam anya. Masj id adalah sebuah t em pat yang t et ap t erbuka bagiku di dalam pet a kem uslim anku yang rapuh. Aku m encint ai Allah, dan aku t idak berniat m enghukum m asj id karena dosa- dosa m adrasah—sam pai sedikit dem i sedikit m asuk ke ot akku bahwa m adrasah yang aku benci it u sebenarnya m erupakan perpanj angan m asj id j uga. Pergi ke m asj id m ungkin t elah m em bawaku m engident ifikasikan diri sebagai seorang m uslim , t api j uga t elah m ewaj ibkanku unt uk m engorbankan bagian lain ident it as diriku yang sam a sucinya: seorang pem ikir.

I zinkanlah aku m encerit akan kisah yang lain. Di ant ara pilar I slam adalah sedekah. Dem ikianlah, suara pengum um an m em enuhi udara di suat u sore ket ika pengeras suara ( yang t erlet ak di bagian j am aah perem puan) m endengung- dengungkan suara m ullah ( yang berada di bagian j am aah laki- laki) , yang m engum um kan upaya pengum pulan dana bagi saudara- saudara kit a sesam a m uslim di luar negeri. Kit a dim int a m enyiapkan dana dalam beberapa hari. Saat it u aku bert anya kepada salah sat u anggot a pengurus perem puan, ke m ana uang it u akan dikirim kan. Dia m enyebut kan organisasi I slam dengan nam a yang t erdengar m anis. Aku j uga bert anya, dana t ersebut akan digunakan unt uk apa. Unt uk m em beri m akan saudara- saudara m uslim kit a, j awabnya. Teringat berit a di TV t ent ang t uduhan penipuan t erhadap dana am al kaum Krist en, aku bert anya bagaim ana kit a bisa m enget ahui bahw a uang kit a akan sam pai kepada yang berhak. “ Uang it u akan sam pai ke t angan kaum m uslim ,” sergahnya. “ I t u saj a yang perlu kau ket ahui.”

(21)

t idak t erlihat syok saat aku m enj elaskan bahwa aku t idak bisa m em berikan sum bangan keluarga kam i, karena siapa yang peduli pada agam a apa yang dipunyai oleh orang yang lapar? Di sam ping it u, aku bersikap w aspada t erhadap inform asi yang diberikan kepada kam i. Sebaliknya, kat aku, am alku akan kuberikan kepada organisasi am al non- religius yang kesahihannya bisa kuselidiki.

Ket ika m asj id sem akin kurasakan sepert i m adrasah, sem akin j arang aku pergi ke sana. Aku m ulai bersikap krit is t erhadap keim ananku. Aku m ulai m enum buhkan hubungan personal dengan Tuhan daripada percaya begit u saj a bahwa hubungan dengan- Nya harus dim ediasi lew at j am aah. Dengan spir it it u, aku berdoa sendiri dalam kesunyian. Set iap hari selam a bert ahun- t ahun, aku bangun pagi- pagi sekali dan berj alan dengan t ubuh m enggigil ke kam ar m andi yang t idak diberi pem anas—ibuku yang bekas pengungsi ingin m enekan biaya t agihan list rik sekecil m ungkin. Set elah berw udhu, aku kem udian m enggelar saj adah di ruang t engah, m enghadap kiblat , m elet akkan sepot ong t anah liat Arab yang akan t ersent uh dahiku, dan m enghabiskan sepuluh m enit berikut nya unt uk shalat dan berdoa. Kegiat an it u m erupakan lat ihan m em bangun disiplin diri dalam gerakan dan m engucapkan beberapa rangkaian doa.

Nam un dem ikian, seluruh syariat yang m enginst ruksikan unt uk m em bersihkan bagian-bagian t ubuh yang t elah dit et apkan dalam wudhu, m engulang bacaan ayat - ayat t ert ent u dan m em bungkuk dengan sudut yang t idak dapat dit awar- t awar lagi dalam shalat , sem uanya pada w akt u- w akt u yang j uga t elah dit ent ukan, dapat m em bawa kit a pada kepat uhan yang m ekanis dan t anpa j iw a. Jika Anda belum m elihat kecenderungan sepert i ini pada orangt ua at au kakek- nenek Anda, m aka Anda t ergolong m uslim yang langka. Aku m enyadari bahwa apa yang sem ula m erupakan panduan m enuj u ket uhanan t elah m enj adi sesuat u yang ot om at is dan m ekanis. Dan it u m endorongku unt uk m enggant ikan rut init as shalat ku dengan sesuat u yang lebih m engarah pada kesadaran- diri:

percakapan-percakapan yang j uj ur, langsung, dan t idak t erst rukt ur dengan Sang Pencipt a sepanj ang hari. Kedengarannya m ungkin ekst rem , t api set idaknya aku dapat m enyebut kat a- kat a it u sebagai kat a- kat aku sendiri.

Pada t it ik ini, sebenarnya set apak lagi aku akan m encam pakkan keislam anku dan

(22)

anggot a keluarga kit a,” I bu beralasan. “ Dia darah- daging kit a.” Aku m em balas dengan geram bahwa darah- daging t idak berart i apa- apa bagiku. Pert anyaan yang lebih relevan adalah, apakah aku akan m em ilih unt uk bert em an dengannya di sekolah j ika kam i t idak punya hubungan saudara. Karena aku t idak m enyukai kepribadiannya, m aka dia t ak m ungkin m enj adi t em anku. Mem aksakan diri unt uk “ m enyukai” hanya karena dia sepupu adalah sia- sia. Aku punya urusan yang lebih pent ing. Meskipun I bu m em aham i hal it u, dia t et ap t idak set uj u dengan sikapku. Baginya, keluarga lebih pent ing. Bagiku, hubungan darah t idak sam a dengan obj ekt ivit as. Kepribadianlah yang bisa diukur dengan

obj ekt ivit as.

Kugunakan st andar yang sam a unt uk m enilai agam a. Dalam rangka m em ut uskan apakah aku harus m enj alankan I slam at au t idak, m aka aku harus m enem ukan ukuran yang obj ekt if dalam prakt ik I slam —at au t idak sam a sekali. Dan aku harus m enem ukannya sendiri, m enggant ikan lem baga m asj id dan kesalehan- kesalehannya yang t erprogram dengan pencarianku sendiri akan kepribadian I slam . Mungkin Al- Quran benar- benar

m endehum anisasi kaum Yahudi dan m enindas perem puan. At au m ungkin Mr. Khaki adalah guru yang buruk. Mungkin pula Tuhan m em erint ah sem ua orang unt uk berbahasa Arab. At au m ungkin it u hanyalah perat uran bikinan m anusia agar kaum m uslim bergant ung kepada para penguasa. Mungkin, t indakan m enyim pang dari Kit ab Suci berart i m enghina Yang Maha Kuasa. At au, m ungkin kit a m enghorm at i kekuat an kreat if Allah ket ika kit a m enggunakan kekuat an kreat if kit a sendiri. Aku t ak t ahu. Tapi, t anpa adanya eksplorasi unt uk m enem ukan sebuah alt ernat if, m aka m eninggalkan I slam t erasa sepert i m elar ikan diri dar i kenyat aan.

Yang m em buat ku senang adalah kenyat aan bahw a aku hidup di sebuah belahan dunia yang m em bolehkan aku m elakukan eksplorasi. Terim a kasih at as kebebasan Barat yang diberikan kepadaku—unt uk berpikir, m enyelidiki, berbicara, bert ukar pikiran, berdiskusi, m enant ang pikiran orang lain, dit ant ang oleh orang lain, dan berpikir ulang. Sehingga, aku bisa m enilai agam aku secara seim bang dengan sem angat yang t idak akan pernah kum ilik i dalam m ikr okosm os m uslim yang sem pit di m adrasahku. Tak perlu m em ilih I slam at au Barat . Sebaliknya, Barat m em ungkinkan aku unt uk m em ilih I slam , m eskipun secara t ent at if. Sehingga, sekarang t erserah kepada I slam unt uk m em pert ahankan diriku.

Aku t idak t erobsesi dengan agam a. Tapi, set iap saat sebuah pert anyaan selalu m uncul, dan aku m em buru j awabannya di sat u- sat unya t em pat yang m enurut ku m em ungkinkan.

(23)

t anggal 14 Februari 1989, Ayat ollah Khom eini m engum um kan fat wa hukum an m at i bagi Salm an Rushdie, penulis Ayat - ayat Set an. “ Valent ine yang t idak lucu ini,” sebagaim ana Rushdie m enyebut fat wa ini, m endorong orang di Barat unt uk lebih berkerut kening t erhadap t eokrasi. Banyak orang di Barat yang m enent ang hukum an m at i it u. Dan aku past i t idak bersikap j uj ur j ika m engingkari kenyat aan ini. Tapi, penj elasan- penj elasan yang berhasil kulacak di perpust akaan um um t am paknya cukup puas dengan hanya m enj elaskan kem arahan kaum m uslim . Penj elasan- penj elasan yang kudapat sem akin m enj auhkan j awaban dan m em unculkan pert anyaan: Apakah bet ul Al- Quran sesuci yang selalu diyakini oleh para pem basm i pat ung it u? Lalu apa yang t erj adi dengan pem ikiran Barat yang t elah m em buat aku j at uh cint a? Yang secara religius m enghorm at i orang lain t api secara

int elekt ual t ak bisa dikat akan suci? Apakah m ult ikult uralism e m ulai kehilangan pij akan?

Dalam m akna yang krusial, aku rasa dem ikian. Aku m engat akan dem ikian karena akt ivit asku ke perpust akaan kebet ulan bersam aan dengan era Edward Said. Dia adalah int elekt ual Arab- Am erika yang pada t ahun 1979 m enggunakan kat a “ Orient alism e” unt uk m enj elaskan kecenderungan Barat unt uk m engolonisasi kaum m uslim dengan cara m enj uluki kit a sebagai orang gila eksot is dari Tim ur. Teori yang sangat m eyakinkan, t api t idakkah t eori it u j uga m enyuarakan bahw a Barat “ im perialis” t ernyat a m em publikasikan, m endist ribusikan, dan m em prom osikan buku Edw ard Said?

Selam a sat u dekade, Said m enj adi sim bol segala kegusaran yang ada di kalangan akadem ik, yang kem udian m enj adi akt ivis di Am erika Ut ara dan Eropa. Penghorm at an m ereka t erhadapnya dengan efekt if t elah m elum puhkan ide- ide lain t ent ang I slam . Pada saat Salm an Rushdie m uncul dengan novel Ayat - ayat Set an, para pem bant u Said bersiap m enuduhkan “ Orient alis” ( baca: rasis) pada apa pun yang m enghina m uslim arus- ut am a. Berdasarkan pengalam anku, perpust akaan um um j uga t idak t erlepas dari sikap ini.

Aku m ulai m endapat kan kem bali keyakinanku, baik pada Barat m aupun pada I slam , set elah pert engahan 1990- an. Alham dulillah dengan adanya int ernet . Dengan t idak relevannya sensor di dunia Web—orang lain akan m engat akan apa yang t idak akan Anda kat akan—int ernet m enj adi t em pat di m ana para pem berani yang krit is akhirnya bisa bernapas lega. Mereka m enegaskan kem bali hal- hal yang m em buat Barat m enj adi

inkubat or ide- ide yang sengit : kecint aan Barat pada penem uan baru, t erm asuk penem uan at as bias- biasnya sendiri. Dan ket ika para krit ikus m enggali I slam lebih dalam , aku

m enem ukan beberapa aspek dari agam aku yang m em buat ku t ernganga.

(24)

sering kali m ist erius, kapasit as bawaan dalam diri kit a sebagai m ahluk Tuhan, unt uk m em ilih hal- hal yang baik, t uj uan akhir kehidupan duniawi kit a, t idak t erbat asnya hidup sesudah m at i—hal- hal t ersebut dan hal- hal besar lain m enyangkut m onot eism e dat ang kepada kaum m uslim m elalui Yudaism e. Penem uan ini m enyent ak kesadaranku karena m endorong agar kaum m uslim t idak perlu t erlena dalam slogan ant i- Sem it ism e. Kalaupun ada hal yang m engait kan kaum m uslim dengan kaum Yahudi, m aka hal it u adalah: alasan unt uk bert erim a kasih kepada m ereka lebih besar ket im bang m em benci m ereka.

Aku belum m em berikan apresiasi bahwa kaum m uslim m enyem bah Tuhan yang sam a dengan Tuhan kaum Yahudi dan kaum Krist en, sam pai aku m endidik dir iku sendiri. Al-Quran m enegaskan fakt a ini. Nam un, aku m est i m em baca dulu sebuah buku t erbit an baru karya ilm uw an religius I nggris, Karen Arm st rong, sebelum pokok pikiran it u m em asuki pikiran bent ukan m adrasahku. ( Apa m au dikat a? Menghapus fail- fail ot akku yang sudah t elanj ur t erprogram selam a bert ahun- bert ahun adalah sesuat u yang sulit kulakukan) . Arm st rong m enegaskan, Nabi Muham m ad t idak m enyat akan bahwa dia m em perkenalkan Tuhan baru ke seluruh dunia. Misi pribadinya adalah m enunt un bangsa Arab m enuj u keluarga I brahim yang “ dit unj uki kepada j alan yang benar” . I brahim , nabi pert am a yang m enerim a w ahyu bahw a hanya ada sat u Tuhan Yang Mahakuasa.

Selam a m asa perkem banganku, aku t idak pernah m endengar nam a I brahim disebut - sebut dalam pelaj aran sej arah. Penghapusan yang sangat m encolok, m engingat bahwa anak cucu I brahim - lah yang kem udian m em bent uk bangsa Yahudi. Sebagai m onot eis pert am a di m uka bum i, kaum Yahudi m elet akkan dasar- dasar bagi kaum Krist en dan kaum m uslim . Jadi, bukanlah kaum m uslim Arab yang m enem ukan Tuhan yang sat u: Kit a m enam ai- ulang Dia sebagai “ Allah” . Kat a “ Allah” adalah kat a Arab unt uk “ Tuhan” —Tuhan kaum Yahudi dan Krist en.

(25)

Ada kekacuaan dalam m endiskusikan t opik ini. Sej ak di universit as, kapan saj a orang set uj u pada suat u diskusi t ent ang sikap I slam yang t idak t oleran, m aka m ereka akan m ew ant i- want iku unt uk t idak m encam puradukkan agam a dengan kebudayaan. “ Meraj am perem puan dengan bat u sangat berhubungan dengan kebiasaan m asyarakat t ribal dan t idak ada hubungannya dengan I slam ,” seorang perem puan m enguliahiku pada suat u acara m akan m alam . Aku t et ap skept is. Kalaupun I slam m em ang fleksibel, m aka I slam dapat beradapt asi unt uk hal- hal yang baik, dan bukan unt uk hal- hal buruk, bukan? Lalu kenapa t idak ada sat u hal pun di dalam m asj idku yang m irip dengan dem okrasinya Richm ond— sebuah dem okrasi yang m em bolehkan kaum m uslim m endirikan m asj id.

Bukan hanya m uslim m odern dalam diriku yang harus bergulat dengan isu- isu sepert i it u. Karierku sebagai wart awan TV dan kom ent at or, m enem pat kanku di garis depan—

berhadapan langsung dengan—pert anyaan- pert anyaan publik t ent ang I slam . Set elah m enyaksikan waj ahku di layar TV, orang kebanyakan t anpa ragu m endekat i dan

m enyapaku di t oko, rest oran, dan keret a bawah- t anah unt uk m enyuarakan keprihat inan yang m endasar: Kalau kau m enj adi m uslim yang m engut uk j enggot , m enolak j ilbab, m aka sem oga Allah m enolong dan m enyelam at kanm u. Tapi, sepanj ang kau m em ilih unt uk t et ap m enj adi bagian dari I slam , bagaim ana kau m enghadapi begit u banyak kaum fanat ik di bawah bendera I slam ?

Lebih t epat nya, m ereka bert anya, “ Apakah boleh m enj adi m uslim sekaligus fem inis?” “ Apa yang dibut uhkan unt uk m engubah seorang m uslim yang t aat m enj adi seorang pengebom bunuh diri?” “ Kenapa hanya sedikit m uslim yang berbicara di depan publik?” “ Apa kau t akut berbicara?” Dan, “ Kenapa aku t ak pernah m endengar lelucon t ent ang seorang pendet a, seorang rabbi, dan seorang m ullah?” Karena t ert ohok oleh pert anyaan t erakhir it u, m aka aku m elakukan pengkaj ian serius. Dan rasanya aku t elah m em peroleh

pem aham an yang dalam . I zinkan aku m enguraikannya secara ringkas.

I slam m em ilik i aj aran populer yang m elarang “ t ert aw a berlebihan” . Tidak boleh ada lelucon. Dalam sat u buklet berj udul Problem a dan Solusinya, Syekh Muham m ed Salih Al-Munaj j id m enj elaskan aj aran t ersebut . Pada saat “ seorang m uslim t idak boleh

m enam pilkan waj ah m asam ” , t erlalu banyak t ert aw a m em bukt ikan bahwa kaum m uslim t elah dim anipulasi oleh kecerdasan akal, yang akan m elem ahkan karakt er dan kesalehan kit a. Aku t eringat , seorang pam an dengan penuh kasih sayang t api t egas

(26)

Berdasarkan fakt a t ersebut , orang lalu berharap ada lelucon m enohok—yang berbicara t ent ang seorang pendet a, seorang rabbi, dan seorang m ullah—m aka aku harus

m engat akan bahwa aku m enyukai keingint ahuan publik. Selam a bert ahun- t ahun, keingint ahuan it u t elah m enyuburkan keingint ahuanku sendiri. Sem akin banyak

kesem pat an yang kuraih unt uk m enj adi pusat perhat ian, m eribut kan problem sosial ini at au t ren global it u, sem akin banyak aku m em but uhkan orang luar unt uk t erus

m enyadarkanku t ent ang alasan kenapa aku berusaha keras m engasosiasikan diriku dengan keyakinan yang m enj adi pusat dari begit u banyak kekacauan int ernasional dan penderit aan individu. Orang berhak bert anya. Dua pert anyaan, secara khusus, t elah m engguncang duniaku—keduanya dit uj ukan unt uk m em buat keadaan m enj adi lebih baik, t api t idak sat u pert anyaan pun yang t idak m enim bulkan kepedihan.

Pert anyaan pert am a adalah, “ Bagaim ana Anda bisa m em buat I slam m am pu m enerim a hom oseksualit as?” Secara t erbuka, kunyat akan diriku sebagai seorang lesbian. Aku m em ilih unt uk “ m engakuinya kepada dunia luar” . Karena, set elah m enj adi dewasa dalam rum ah t angga yang penuh penderit aan, di baw ah kekuasaan Ayah yang sew enang- w enang, aku t idak akan m enent ang cint a suka- sam a- suka yang m enawarkan kegem biraan sebagai orang dewasa. Aku bert em u kekasih pert am aku pada usia dua puluhan. Beberapa m inggu kem udian, aku m encerit akan hubunganku dengannya kepada I bu. Dia m erespons dengan bij ak, sepert i biasanya. Sehingga, pert anyaan apakah aku bisa m enj adi seorang m uslim dan seorang lesbian pada saat yang bersam aan ham pir t idak m enggangguku sam a sekali.

Yang it u adalah agam a. Yang ini adalah kebahagiaan. Aku t ahu m ana yang lebih

kubut uhkan. Sem bari m em pelaj ar i I slam , aku t erus m em pelaj ari seni m em pert ahankan hubungan dengan perem puan ( yang m erupakan hal yang lain lagi) , m em produksi t ayangan TV, dan secara um um m enj alani hidup yang penuh pilihan bagi seorang yang berusia dua puluhan di Am erika Ut ara.

(27)

Tant angan hebat unt uk “ m enj elaskan diriku” ham pir m enj adi perist iw a sehari- hari set elah t ahun 1998. Pada t ahun it u aku m ulai m em andu acara QueerTelevision, sebuah acara di TV dan I nt ernet yang m engupas budaya gay dan lesbian yang belum pernah ada sebelum nya. Tayangan it u m em bahas orang, bukan pornografi. Nam un dem ikian, acara it u m em buat orang I slam dan Krist en fundam ent alis m engeluarkan pet isi t erbuka yang m elawan kehadiranku di layar TV m ereka. Sebenarnya aku t idak berharap apa pun. Tet api, naifkah diriku j ika berharap agar m ereka t idak langsung m engut ukku, m elainkan m em beriku kesem pat an unt uk berdialog dengan m ereka?

Cara dialog sudah kucoba. Sebagai pencint a perbedaan, t erm asuk perbedaan pandangan, aku t ak pernah m encam pakkan surat - surat dari pihak yang m encelaku ke t ong sam pah. Sungguh, secara t erat ur aku m em bacakan surat - surat t ersebut pada t ayanganku. Misalnya: “ Saya m em beri t ahu Anda bahwa sat u- sat unya Tuhan dan Tuhan yang sej at i, yait u Tuhan di dalam I nj il, t elah m enegaskan dengan sangat j elas bahwa kaum Sodom t elah m engorbankan kem anusiaan dem i hawa nafsu yang kacau dan sesat . Karena

perbuat an yang nist a m ereka dibenci Tuhan. Mereka bukan lagi m anusia, dan akan segera dihukum sesuai dengan hukum Levit ikus dan Deut eronom i…”

Sej um lah m uslim yang m enelepon dan m engirim e- m ail ke QueerTelevision set uj u dengan pendapat orang Krist en ini ( kecuali pada bagian t ent ang sat u- sat unya Tuhan dan Tuhan yang sej at i hanya m ilik I nj il) . Nam un dem ikian, t idak seorang m uslim pun yang

m enanggapi t ant angan balikku, yang kuulang- ulang pada percakapan it u: Bagaim ana m ungkin Al- Quran pada saat yang sam a m encela hom oseksualit as dan m enyat akan bahwa Allah “ m em buat sem purna segala sesuat u yang Dia cipt akan” ? Bagaim ana para

pengkrit ikku m enj elaskan fakt a bahwa, m enurut kit ab yang m ereka anut , Tuhan secara sengaj a m erancang kebinekaan dunia yang m encengangkan? Pert anyaan yang m enyerang hom oseksualit as dengan dalil- dalil I slam sungguh m enguj i keyakinanku. Tapi, m em ikirkan pert anyaan it u m em buat ku sadar bahwa dialog yang sehat adalah sesuat u yang m ungkin dilakukan j ika kit a lebih sedikit peduli pada di m ana posisi kit a ket im bang di m ana kuasa Tuhan.

Sekarang aku akan m em bahas pert anyaan yang kedua. Pert anyaan it u diaj ukan kepadaku hanya beberapa bulan sebelum perist iwa 11 Sept em ber, dan pert anyaan it u m em percepat uj ian t erbesar at as keyakinanku.

Pada bulan Desem ber 2000, sebuah am plop ant ar- kant or t iba di m ej aku di

(28)

m erasa kehabisan energi dan m em but uhkan selingan. Jadi, aku m em buka am plop it u dan m engeluarkan sebuah kliping Koran. Kliping it u m enggam barkan laporan singkat dari

Agence France- Presse:

Ga dis ya ng dipa k sa be r h ubun ga n se k s

dica m bu k 1 8 0 k a li

—Tsafe, Nigeria. Seorang gadis berusia 17 t ahun yang sedang ham il dihukum 180

cam bukan oleh Pengadilan I slam karena dit uduh m elakukan hubungan seks di luar nikah. I a akan segera m elahir kan dalam wakt u dekat . Keluarganya m enyat akan hal it u kem arin.

Bariya I brahim Magazu, nam a gadis it u, m engat akan kepada pengadilan pada bulan Sept em ber bahwa dia t elah dipaksa m elakukan hubungan seks dengan t iga lelaki yang pernah berhubungan dengan ayahnya. I a t elah m em bawa t uj uh saksi. Keluarganya m engat akan bahwa dia akan segera m elahirkan bayinya dalam beberapa hari ini dan diharapkan m enerim a hukum annya set idaknya 40 hari kem udian. AFP

Dengan warna m erah m enyala, Moses m elingkari kat a “ I slam ” , dan dua kali

m enggarisbawahi angka “ 180” , dan m enam bahkan kom ent ar, dalam gaya Talm ud, di pinggir kert asnya. Tulisannya berbunyi:

I RSHAD,

DALAM SATU DUA HARI I NI KAU AKAN

MENGATAKAN PADAKU BAGAI MANA KAU MEMBENARKAN

KEGI LAAN MACAM I NI , DAN MUTI LASI

KELAMI N PEREMPUAN DENGAN I MAN I SLAMMU. M.

(29)

Kusingkirkan am plop it u dan kulanj ut kan pekerj aanku. Tapi, beberapa j am kem udian, t ant angan Moses m engguncang nuraniku. Kat akan padaku kalau hal it u t idak

m engguncang nuranim u j uga. Cerit a t ent ang gadis korban perkosaan yang m asih m uda ini harus m enghant ui set iap m anusia norm al. Karena, bet apapun kecilnya kasus ini, ada sat u fakt a yang t idak dapat dikesam pingkan secara rasional: Harkat dan m art abat gadis ini t elah dihancurkan, dan dengan susah payah ia t elah m engum pulkan t uj uh saksi. Tuj uh! Dan t et ap saj a dia harus m enj alani hukum an 180 cam bukan! Bagaim ana bisa aku m em benarkan kesewenang- wenangan it u dengan im an I slam ku?

Aku akan m enghadapinya secara langsung. Tidak dengan bersikap m em bela diri, t idak dengan t eori- t eori, t api dengan kej uj uran t ot al. Kurang dari set ahun sebelum seluruh dunia t erhent ak oleh perist iwa 11 Sept em ber ( 2001) , aku bersiap- siap m em asuki bab berikut nya dari kehidupanku sebagai seorang m uslim Refusenik.

* * *

B a b 2 - T u j u h P u l u h P e r a w a n ?

“ …Al- Quran m enasihat i um at Yahudi dan Nasrani unt uk t et ap t enang. Tidak ada yang perlu m ereka ‘t akut kan at au sesalkan’ selam a m ereka t et ap set ia pada kit ab suci m ereka. Tet api di sisi lain, Al- Quran secara t erang- t erangan m enegaskan bahw a I slam lah sat u- sat unya ‘keyakinan yang benar’. Aneh, bukan…?”

( I r sha d M a n j i)

SEJAK MENJADI korban inst it usi m adrasah, aku berj uang m enghadapi sat u pert anyaan yang m enyit a pikiranku: Haruskah aku berucap selam at t inggal kepada I slam ? Dem i m enj awab pert anyaan it u, aku harus m enj awab sebuah pert anyaan: Adakah sesuat u yang pokok, yang t ak dapat dilepaskan di dalam I slam , yang m em buat nya lebih kaku di m asa kini daripada saudara- saudara spirit ualnya, Krist ianism e dan Yudaism e? Tant angan bosku bagai m enggerakkan t ubuhku unt uk t erj un ke rawa- rawa.

(30)

diucapkan oleh m ulut para pem bunuh. Di Malaysia, seorang perem puan m uslim t idak bisa m elakukan perj alanan t anpa izin dari seorang lelaki. Di Mali dan Maurit ania, anak- anak lelaki dirayu m asuk perbudakan oleh para pem aksa m uslim . Di Sudan, perbudakan t erj adi di t angan para m ilisi m uslim . Di Yam an dan Yordania, pekerj a kem anusiaan Krist en

dit em bak begit u saj a. Di Bangladesh, senim an yang m engadvokasi hak- hak religius kelom pok m inorit as dipenj arakan at au diusir ke luar negeri. Sem ua it u t erdokum ent asi dengan baik.

Oh ya, aku m encam puradukkan ant ara budaya dan agam a lagi. Tapi, benarkah dem ikian? Bahkan di Toront o, Kanada, yang budayanya sangat berbeda dari budaya Bangladesh, I slam yang kasar dan kej am berkem bang pesat . Mendekat lah padaku karena aku akan bilang kepada Anda, bagaim ana aku dapat m enget ahui hal it u.

Tak lam a set elah m enerim a am plop Moses, aku m endedikasikan sat u episode

QueerTelevision unt uk m enyaj ikan realit as kehidupan gay dan lesbian m uslim . Cerit anya m enayangkan seorang laki- laki gay yang t elah m eninggalkan Pakist an unt uk t inggal di London, dan seorang lesbian yang kabur dari I ran, t anah airnya, unt uk m enet ap di Vancouver.

Miriam , si lesbian, t elah dicap sebagai “ perusak dunia” oleh polisi agam a di kam pung halam annya. Aku m enayangkan rekam an liput an langsung yang diselundupkan dari I ran unt uk m em bukt ikan apa yang akan t erj adi pada Miriam j ika dia t et ap t inggal dan

t ert angkap. Rekam an m enunj ukkan, dua perem puan dibungkus m enj adi sat u dengan kain put ih, dit urunkan ke dalam t anah yang baru saj a digali. Sekelom pok lelaki dewasa dan anak lelaki m engelilingi dua perem puan it u dan m ulai m elem parkan bat u- bat u sekepalan t angan ke kepala m ereka. Kebanyakan bat u- bat u it u m engenai t onj olan di kain dan m ent al, m eninggalkan m uncrat an berwarna m erah darah. Miriam m enj elaskan bahwa sesuai hukum , set iap pelem par bat u seharusnya m em eluk Al- Quran di t angannya unt uk m engurangi t enaga lem paran m ereka. Ket ent uan it u t idak selalu dilaksanakan. Masih dengan perasaan t akut akan keselam at an hidupnya, Miriam m em beberkan kisahnya dalam sebuah siluet .

Adnan, si gay m uslim , set uj u unt uk t am pil di depan kam era. Dia percaya bahwa Al- Quran m elarang hom oseksualit as, t api dia t elah berdam ai dengan hukum it u. Lagi pula, Adnan t idak berniat m em baw a pulang kekasihnya ke sem ua kaum m uslim . I a hanya

(31)

seorang penasihat pada Pusat Kebudayaan I slam London yang berkom ent ar t ent ang pent ingnya kerendahhat ian dalam m enyikapi para gay dan lesbian. Walaupun t am paknya I slam t idak m enoleransi hom oseksualit as, nam un dia berkat a, “ segala sesuat u m ungkin saj a t erj adi” dengan kuasa Allah.

Anda t ahu apa yang t erj adi set elah acara it u dit ayangkan? Dari sem ua kom plain yang kudapat dari kaum m uslim di Toront o, yang paling banyak adalah pernyat aan: “ babi” dan “ anj ing” hom oseks yang kau t ayangkan ini past i orang Yahudi! Lupakanlah t ayangan kej i t ent ang prakt ik raj am di I ran, at au kem auan Adnan unt uk m enerim a kecam an t eologis t erhadap seksualit asnya, at au seruan si penasihat agam a akan perlunya sikap rendah hat i t erhadap kehidupan set iap orang. Tidak sat u pun dari it u sem ua yang diperhat ikan oleh kaum m uslim yang t erbakar am arah lalu m enulis surat at au m enelepon QueerTelevision. Hanya sat u kesim pulan: Bahwa gay dan lesbian t idak m ungkin m enj adi bagian dari “ kam i” . Kaum hom oseks sungguh m enj adi aib bagi “ m ereka” . Pandangan ini t erj adi di kot a

kosm opolit an abad ke- 21.

Aku m erasa m ual. Apa pun budaya di t em pat kaum m uslim hidup, baik budaya pedesaan m aupun budaya digit al, dan apa pun generasinya, apakah disim bolk an oleh sebuah m asj id t ahun 1970- an unt uk para im igr an at au oleh sebuah kot a yang sadar- inform asi di m ilenium baru, I slam m uncul sebagai sebuah agam a t ribal yang m engkhaw at irkan. Kit a m em ang m em erlukan reform asi. Sungguh!

Tet api, apa m akna “ reform asi” ? Sej uj urnya, aku hanya m em ilik i gam baran yang sam ar-sam ar. Apa yang kuket ahui adalah: Para pem eluk yang hidup dalam agam a- agam a yang “ t ereform asi” secara hist oris t idak beroperasi di t ingkat m ent alit as- kaw anan ( herd m ent alit y) sebagaim ana halnya kaum m uslim . Para pem im pin Krist en sadar akan

perbedaan int elekt ual di dalam hier arki kepem im pinan m ereka. Sem ent ara m asing- m asing pem im pin dapat m enolak validit as int erpret asi pem im pin lain—dan banyak yang m elakukan hal ini—t idak ada sat u pun yang dapat m enolak begit u banyaknya int erpret asi yang eksis di luar sana. Sem ent ara it u, Yahudi sudah j auh lebih m aj u. Orang Yahudi sesungguhnya m em publik asikan ket idaksepakat an dengan cara m elingkari kit ab- kit ab suci m ereka dengan beragam t afsir, dan m em asukkan perdebat an- perdebat an int ernal ke dalam Talm ud it u sendiri. Sebaliknya, sebagian besar kaum m uslim m em perlakukan Al- Quran sebagai dokum en yang harus dit iru ( diim it asi) ket im bang harus diint erpret asikan. Dan hal it u m em bunuh kem am puan kit a unt uk berpikir bagi diri kit a sendiri.

Referensi

Dokumen terkait

PENERAPAN METODE PROBLEM POSING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN MINAT BELAJAR SISWA PADA STANDAR KOMPETENSI BERKOMUNIKASI BAHASA INGGRIS KELAS XI

Surat Keterangan Telah Melaksanakan Praktek Kerja Nyata 7.. Jadwal Pelaksanaan Tugas Praktek

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Faktor-faktor yang mempengaruhi penawaran beras Indonesia dari tahun 1998 hingga tahun 2008 adalah produktifitas padi

[r]

[r]

Perdagangan global makanan, mulai dari pembukaan petak luas lahan dan hutan untuk menghasilkan komoditas pertanian hingga makanan beku yang dijual di supermarket, adalah penyebab

[r]

melaksanakan pengamatan ekosistem mangrove sehingga siswa memahami aoa saja yang harus mereka catat dan amati, (2) diperlukan penelitian sejenis untuk