• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (10)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kepribadian pelaku kekerasan dalam kepribadian (10)"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

1. PEMBAHASAN

Pengertian kepribadian adalah ciri – ciri watak seseorang individu yang konsisten, yang memberikan kepadanya suatu identitas sebagai individu yang khusus, yang dimaksudkan adalah bahwa orang tersebut mempunyai beberapa ciri watak yang diperlihatkan secara lahir, konsisten dan konskuen dalam tingkah lakunya sehingga tampak bahwa individu tersebut memiliki identitas khusus yang berada dari individu – individu. ( Koetjaraningrat, 1985:102).

Kepribadian dapat juga diartikan sebagai kualitas prilaku individu yang tampak dalam melakukan penyesuaian dirinya terhadap lingkungan secara unik. Keunikan peyesuaian tersebut sangat berkaitan dengan aspek-aspek kepribadian itu sendiri, yaitu meliputi hal-hal sebagai berikut:

 Kerakter, yaitu kosenkuen tidaknya dalam mematuhi etika prilaku, konsisten atau teguh tidaknya dalam memegang pendirian atau pendapat.

 Temperamen, yaitu disposisi reaktif seseorang, atau cepat lambatnya meraksi terhadap rangsangan-rangsangan yang datang dari lingkungan.

 Sikap, sambutan terhapa objek yang bersifat positif, negative atau ambivalen (ragu-ragu).  Stabilitas emosional, yaitu kadar kestabilanreaksi emosional terhadap rangsangan dari

lingkungan. Seperti mudah tidaknya tersinggung, marah, sedih atau putus asa.

 Responsibilitas (tanggung jawab), kesiapan unutk menerima resiko dari tindakan atau perbutan yang dilakukan.

 Sosialbilitas, yaitu disposisipribadi yang berkaitan dengan hubungan interpersonal. Disposisi ini seperti tampak dala sifat pribadi yang tertutup atau terbuka; dan kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. (Yusuf, 2009:128).

Fase remaja merupakan saat yang paling penting bagi perkembangan dan integrasi kepribadian. Faktor-faktor dan pengalaman baru yang tampak terjadinya perubahan kepribadian pada masa ramaja meliputi:

1. Perolehan pertumbuhan fisik yang menyerupai masa dewasa.

2. Kematangan seksual yang disertai dengan dorongan-dorongan dan emosi baru.

3. Kesadaran terhadap diri sendiri, keinginan untuk mengarah diri dan mengevaluasi kembali tentang standar (norma), tujuan dan cita-cita.

(2)

5. Munculnya konflik sebagai dampak dari masa transisi antara masa anak dan masa dewasa. (Yusuf, 2009:201).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPRIBADIAN REMAJA

Di dalam kepribadian Remaja,ada dua faktor tetap yang mempengaruhi.Yaitu faktor luar (external) dan faktor dalam (internal).Tetapi karena isi faktor luar selalu berubah keadaanya dan penerimaan pengaruh external oleh faktor internal itu juga berubah sebagai akibat perkembanganya.

1. Faktor Ajar, Faktor Luar (External)

Ada dua golongan besar yang termasuk faktor luar yang mempengaruhi manusia.Dua golongan itu ialah golongan organis,yaitu manusia binatang dan tumbuh-tumbuhan dan golongan anorganis,termasuk di dalamnya adalah keadaan alam, dan benda-benda.Termasuk di dalam keadaan alam adalah iklim,perkehidupan (petabi, pelaut, pegungungan, perdagangan,dan sebagainya) dan termasuk keadaan benda yaitu benda-benda alam yang bukan hasil budaya dan yang merupakan hasil budaya,misalnya keadaan perumahan bangunan-bangunan,dan sebagainya.

Ini semua member warna dalam perkembangan seseorang.Oleh karena itu sikap dan sifat seseornag anak kota berlainan dengan anak dari desa.Bukan perbedaanya kualitas dan yang lainya,melainkan hanya berbeda dalam bentuk atau gambarnya.Perbedaan itu disebabkan oleh faktor dalamnya.Faktor dalam yang mankah yang menerima pengaruh itu,sampai di mana ketajaman penerimaanya,untuk apakah pengaruh itu diterima dan sebagainya,menetukan warna seorang remaja,disamping faktor luarnya.

Faktor Dalam, Faktor Dasar (Intern)

Terdapat beberapa faktor intern dala perkembangan kepribadian remaja,yaitu: 1.Perkembangan Seksualitas

Merupakan perkembangan yang terbawa oleh perkembangan jasmani yang mendekati kesempurnaan dalam masa remaja,matang pulalah kalenjar-kalenjar kelamin dalam dirinya,bagi remaja putra maupun remaja putrid.Hal ini menumbuhkan adanya desakan-desakan baru di dalam jiwa si anak ,yaitu desakan-desakan yang menghendaki layanan kebutuhan seksualitas.

2.Perkembangan Fantasi

(3)

pada lawan jenisnya.Remaja putra bangga dengan kumisnya,tetapi ia tidak mengerti untuk apakah fungsi kumis itu sebenarnya.Remaja putrid bangga dengan kukunya,dsb.Kedunya saling berfantasi,walaupun merek tidak tahu faedahnya.hal ini mempengaruhi terhadap faktor kepribadian remaja.

3.Perkembangan Emosi

Perkembangan ini mulai nampak pada masa pemuda fase negatif.Pada saat itu emosi remaja serba tidak menentu.Merasa sangat gelisah,rasa gundah,tetapi ia tidak mengerti.mengapa ia demikian resah,gelisah,sedih.Ia bersikap menolak perintah harapan,tetapi ia tidak mengerti apa yang akan diperbuat setelah menolak semuanya itu. Pada akhir fase ini,para remaja berusah untuk menjadi pusat perhatian dari lingkunganya.Ia bersikap egois,bahkan ia merasa serba super,sehingga mau tidak mau lawan jenisnya tertarik,mengagumi dan akhirnya berserah diri padanya.

Ini semuanya hanya berlangsung dalam waktu yang singkat,kemudian ia berkembang menjadi harmonis sedikit demi sedikit.

Sikap introvertnya mulai kembali ekstovet.Ia mulai memuja sesuatu yang baik,apakah keadaan alam,sesuatu hasil seni ataukah lawan jenisnya.Ia bersikap memuja,baik kepada gurunya yang menghargai karyanya ataukah itu orang tuanya yang memuji kepandainya,apakh itu seorang gadis yang mengaguminya entah karena apapun.Di sinilah ia mulai menemukan akunya kembali.Ia mulai percaya kepada kepribadianyanya lagi.

4.Perkembangan Kemauan/keinginan

Perkembangan kemauan/keinginan ini sedikit demi sedikit berbelok ke arah yang dibutuhkan oleh desakan jasmani dan rohaninya waktu itu.Kadang-kadang keinginan itu demikian mendesak menuntut pemenuhan.Untuk itu di dalam perkembangan kemauan dan keinginan harus perlu pengawasan dari orang tua.

5.Perkembangan Fikiran

Pada tahap perkembangan ini Remaja cenderung akan berkembang sendiri.Anak hanya mampu menerima pengaruh yang bersifat materiil dan kurang dapat menerima pengaruh yang bersifat spiritual,lebih-lebih yang bertingkat tinggi.

6.Perkembangan Aestetika

(4)

7.Perkembangan Religi

Perkembangan di dalam Pribadi Remaja tidak dapat menerima segala sesuatu yang berada di luar pikiranya. Ia selalu meminta bukti konkret untuk mendapatkan kebenaran. Dan kebenaran harus dapat dilihatnya dengan alat indera,dengan mata, telinga,peraba.

Hubungan Kepribadian dengan Keragaman Individu.

Koentjraningrat (1989, 1:95) menyatakan Asumsi–asumsi dasar tersebut di atas (hubungan kepribadian dengan budaya) menunjukkan bahwa adanya pengaruh biologis terhadap pembentukan tingkah laku manusia. Selain unsur biologis, ternyata juga dipengaruhi oleh faktor yang berbeda antara satu dengan lain. Pengakuan pentingnya faktor – faktor biologis tersebut menghilangkan dasar – dasar budaya. Sementara pendapat suatu karakteristik dapat mendasari dan membatasi keragaman budaya, sedangkan pihak lain menjelaskan bahwa berbagai perbedaan bawaan dan keragaman pengalaman individu menyulitkan pembakuan seseorang yang diasumsikan.

Aneka Warna Kepribadian

Koentjraningrat (1985:115) menjelaskan bahwa Aneka warna materi yang menjadi isi dan sasaran dari pengetahuan, perasaan, kehendak, serta keinginan kepribadian serta perbedaan kualitas hubungan antara berbagai unsur kepribadian dalam kesadaran individu, menyebabkan adanya beraneka macam struktur kepribadian pada setiap manusia yang hidup dimuka bumi, dan menyebabkan bahwa peribadian tiap individu itu unik berbeda dengan kepribadian individu yang lain. Hal ini menyebabkan suatu tingkah laku yang berpola yaitu kebiasaan maupun berbagai macam materi yang menyebabkan timbulnya kepribadian , dan berbagai tingkah laku berpola dari individu – individu tersebut.

Kepribadian umum

(5)

DAFTAR PUSTAKA

1. Koentjaraningrat, (1985). Aspek Manusia Dalam Penelitian Masyarakat. Yogyakarta: Yayasan Ob

2. Koentjaraningrat, (1989). Manusia Dan Kebudayaan Di Indinesia . Yogyakarta: Dian rakyat

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai warga indonesia pasti tidak asing lagi dengan alat musik tradisional yang satu ini, alat musik ini berasal dari daerah jawa , alat musik ini dimainkan dengan cara

Jika Pak Dengklek mulai dengan daftar berisi 10 nama yang berbeda, dan diminta untuk menemukan setiap nama persis 1 kali, berapa banyaknya pembandingan maksimal yang

Tinjauan hasil penelitian studi ekologi keong mas yang berupa faktor biotik, pertama ditemukan 10 tumbuhan akuatik yang menjadi produsen keong mas.. Dari

Keywords : education, Humanities 101, power, discursive space, non- traditional adult learner, transformative learning, radical humanities.. This article tells of my observations of

bilangan sebelumnya).. Jika suatu fungsi perkalian matriks “dihargai” sbb. Keempat pria dewasa itu bernama: Santo, Markam, Gunawan, dan Saiful. Keempat anak itu bernama

Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai keanekaragaman dan kelimpahan serangga yang terdapat di kawasan Jakabaring kota Palembang dan dapat

Banjir bandang yang terjadi tepatnya di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat inidisebabkan karena kerusakan yang terjadi di hutan wasior sehingga ketika hujan secara

Berkaitan dengan sarana dan prasaran yang ada disekolah sebaiknya di manfaatkan se maksimal mungkin lapangan basket yang sudah ada sebaiknya di manfaatkan untuk