• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemecahan Masalah and Pengambilan Keputu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pemecahan Masalah and Pengambilan Keputu"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Pemecahan Masalah

& Pengambilan Keputusan

NAMA : BIAINI NAELI MUNA

NIM : 125020300111098

(2)

Assalamualaikum wr.wb. Bapak/Ibu dan teman-teman di seluruh Indonesia sekalian. Semoga dengan file ini, bisa semakin menambah ilmu pengetahuan, wawasan & dapat bermanfaat bagi sesama.

Dengan senang hati saya menerima saran yang bersifat membangun dari Bapak/Ibu dan teman-teman yang dapat disampaikan melalui jaringan dibawah ini :

PIN BBM : 517EB577

Facebook : Biaini Neli

LinkedID : Biaini Neli

Salam,

(3)

Pengertian pengambilan

keputusan

Adalah proses yang digunakan untuk memilih suatu

tindakan sebagai cara pemecahan masalah.

Pengambilan keputusan meliputi menurut

George P. Huber

:

Kegiatan yang menyangkut

penentuan

adanya pentingnya

masalah.

Kegiatan yang menyangkut

pengenalan perumusan

dan

diagnosa masalah.

Kegiatan yang menyangkut

pencarian pemecahan-pemecahan

alternatif.

Kegiatan yang menyangkut

pengevaluasian dan pemilihan

di

antara pemecahan-pemecahan alternatif.

(4)

penentuan pilihan menurut

Huber :

Yaitu suatu penentuan pilihan yang mengacu pada seperangkat kegiatan yang sempit yang terlibat dalam pemilihan suatu pilihan dari pengambilan keputusan.

Perencanaan adalah langkah pertama dalam mengelola suatu organisasi dan dapat dilihat secara mendasar setiap tingkat.

4 langkah pokok perencanaan : a. Penetapan tujuan

b. Penentuan kondisi sekarang

(5)

Jenis-jenis masalah dan keputusan

Jumlah informasi yang tersedia bagi kita

ketika dalam mengambil suatu keputusan akan

berbeda-beda.

 Bila seorang pemasok dipilih berdasar harga

dan prestasi di masa lalu, maka kita agak yakin

bahwa pemasok yang dipilih itu akan

memenuhi harapan kita.

 Akan tetapi, ketika memutuskan pemasok

yang dipilih itu akan memenuhi harapan kita.

Jika, ketika memutuskan untuk memasuki

(6)
(7)

Teknik-teknik

pengambilan keputusan Terprogram

Jenis-jenis keputusan Tradisional Modern

Keputusan rutin yang

terus berulang Kebiasaan Riset operasi : Analisis matematis

model Organisasi

mengembangkan proses khusus untuk

menanganinya.

Pekerjaan rutin: Prosedur operasi

Pemrosesan data elektronik

Keputusan terprogram adalah keputusan yang

diambil berdasarkan kebiasan, peraturan, atau

(8)

Keputusan tidak terprogram adalah

keputusan untuk menghadapi masalah

yang unik dan khusus

Teknik-teknik

pengambilan keputusan

Terprogram

Teknik-teknik pengambilan keputusan Tidak

Terprogram

(9)

Sistem pendukung keputusan

(decision support system : DSS)

Suatu informasi dan anlisis yang terkomputerisasi adalah suatu aplikasi teknologi komputer yang dapat membantu manajer dalam mengambil keputusan.

Sistem informasi ini memiliki keunggulan dibandingkan dengan sistem informasi manajemen yang mana lebih menuntut para manajer bekerja dengan sistem pemrosesan data organisasi disertai dengan

kemampuan untuk menganalisis informasi tersebut.

Salah perkembangan terbaru dari sistem pendukung keputusan

kelompok (group decision support system). Dengan menggunakan sistem

(10)

Kepastian, resiko dan

ketidakpastian

Kepastian

,

kita dapat mengetahui apa

yang akan terjadi pada waktu yang akan

datang. Tersedia informasi yang akurat

dan dapat diukur.

Resiko,

kita dapat mengetahui seberapa

besar probabilitas dari setiap jalan.

(11)

Pemecahan masalah manjerial

Penemuan masalah dan kesempatan/peluang.

 Menurut Guth dan Tguiri jenis-jenis masalah dan kesempatan yang dipilih oleh para manajer untuk dikerjakan, dipengaruhi oleh :

a. Nilai dan latar belakang.

b. Nilai-nilai ekonomi, mereka biasanya ingin mengambil keputusan tentang hal-hal yang praktis, seperti keputusan yang menyangkut pemasaran, produksi atau laba.

c. Orientasi mereka lebih bersifat teoritis, mereka akan memperhatikan prospek jangka panjang organisasi merek

(12)

Proses penemuan masalah

William Pound melukiskan 4 situasi yang menyiagakan para manajer pada masalah-masalah yang mungkin ada :

 Bila ada penyimpangan dari pengalaman yang lampau.

Contoh : penjualan tahun ini lebih rendah daripada penjualan tahun lalu.

 Bila orang-orang lain menyajikan masalah kepada manajer.

Contoh : keluhan pelanggan tentang keterlambatan pengiriman, manajer yang lebih tinggi menetapkan standar prestasi yang baru untuk departemen manajer tersebut.

 Bila ada penyimpangan dari rencana yang telah ditetapkan. Proyeksi atau pengharapan manajer tidak terpenuhi.

Contoh : tingkat laba lebih rendah dari yang diharapkan.

 Bila para pesaing lebih berprestasi daripada organisasi itu.

(13)

Penemuan kesempatan peluang

 Perangkap-perangkap manajerial dalam penemuan masalah

1. Kaitan palsu peristiwa

a. Asumsi yang salah bahwa peristiwa-peristiwa itu sama.

b. Asumsi yang salah bahwa peristiwa-peristiwa terlibat penting. 2. Penghargaan palsu peristiwa

a. Asumsi yang salah bahwa peristiwa-perstiwa tidak akan terjadi.

b. Asumsi yang salah bahwa peristiwa-peristiwa telah terjadi. c. Gagal menangkap laporan yang diluar dugaan sehingga

pertentangan dengan harapan.

d. Persepsi pribadi serta gambaran masyarakat yang palsu

e. Adanya informasi yang bermakna ganda tentang kenyataan yang sukar sehingga pasti akan menggambarkan

keputusan yang buruk.

(14)

Hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang

manajer ketika menghadapi suatu masalah

 Apakah masalah itu mudah ditangani?

Seberapa sulit masalah itu dihadapi, sedangkan yang lainnya tidak.

Keputusan yang diambil dengan cepat dibenarkan dalam memecahkan masalah yang tidak penting.

 Mungkinkah masalah itu selesai dengan sendirinya?

Seorang manajer dapat menentukan prioritas untuk menangani masalah yang ada. Oleh karena itu, seorang manajer harus mampu menyusun peringkat dasar menurut urutan pentingnya.

 Apakah saya harus mengambil keputusan iti?

Seorang manajer harus mampu memutuskan apa yang dapat

dipertanggung jawabkan untuk mengambil keputusan. Kebiasaan

(15)

Proses pemecahan

masalah yang rasional

Pembuatan

diagnosa

(16)

4 tahap utama dalam

proses pemecahan masalah rasional

 Tahap 1: selidiki situasi

Proses pemecahan masalah dimulai bila masalah telah ditemukan untuk diambil tindakan.

a. Suatu penyelidikan memiliki 3 aspek :

 Rumuskan masalah

 Identifikasikan tujuan keputusan

Diagnosa penyebab

Tahap 2 : kembangkan alternatif

Godaan untuk menerima alternatif pertama yang dapat

dikerjakan dengan mudah, sering membuat manajer tidak

berhasil mencapai pemecahan yang terbaik bagi

masalah-masalah mereka.

Tidak hanya itu, kecenderungan untuk menilai alternatif

lain ketika sedang dikembangkan dapat menjadi pemicu

(17)

Tahap 3: evaluasi alternatif dan pilihan yang terbaik

Jika manajer telah mampu mengembangkan

seperangkat alternatif, mereka harus mengevaluasi

untuk melihat tingkat keefektifan setiap alternatif.

a. Keefektifan dapat diukur dengan 2 kriteria yaitu :

1. seberapa realitiskah.

2. seberapa baikkah alaternatif itu akan mebantu

memecahkan masalah.

Tahap 4 : laksanakan keputusan dan adakan yang

tindak lanjut

.

Melaksanakan suatu keputusan tidak hanya

sekedar memberikan perintah-perintah yang tepat.

Sumber daya harus didapatkan dan dialokasikan

(18)

Meningkatkan keefektifan

pemecahan masalah manajerial

Norman Maiyer memisahkan 2 kriteria

untuk menilai

keefektifan potensial dari suatu keputusan.

Kualitas tujuan keputusan itu.

Penerimaan atau sambutan oleh mereka yang harus

melaksanakannya.

Meningkatkan pemecahan masalah

secara perseorangan

Hampir semua manajer menyadari bahwa suatu keputusan

yang tampaknya sangat baik yaitu keputusan yang didasarkan

(19)

Rintangan-rintangan terhadap pemecahan masalah

Irving L. Janis dan Leon Mann

menemukan 4

pendekatan terhadap masalah :

Penghindaran secara santai

Perubahan yang santai

Penghindaran yang defensif

Panik

Cara lain dalam pengambilan keputusan yang lebih efektif

Menetapkan prioritas

Mendapatkan informasi yang relevan

Informasi yang meluas dan terinci berfokus pada informasi

dasar dapat membantu kita mengevaluasi alternatif-alternatif

lain. Informasi prestasi adalah hasil output bagi organisasi dari

berbagai laternatif.

(20)

Kapan harus melibatkan bawahan

Hal-hal yang harus dilakukan oleh manajer untuk

menetukkan gaya pengambilan keputusan ketika

mengahadapi suatu permasalahan:

1. Apakah kita mempunyai informasi atau kecakapan yang

cukup guna memecahkan masalah.

2. Apakah kita perlu mengambil keputusan yang

berkualitas tinggi yang mungkin tidak disetujui oleh

para bawahan?

3. Apakah masalah itu terstruktur?

4. Apakah dukungan kelompok sangat penting bagi

keberhasilan keputusan?

5. Jika sambutan atau keputusan itu penting, apakah para

bawahan kita mungkin tidak sependapat mengenai

(21)

Jenis-jenis gaya keputusan

manajemen “Vroom dan Yetton”

AI para

manajer

menemukan masalah

atau

mengambil keputusan sendiri, dengan menggunakan

informasi yang tersedia pada waktu itu.

AII para

manajer memperoleh informasi

yang

diperlukan dari para bawahan, kemudian

memutuskan pemecahan masalah itu sendiri.

CI para

manajer berbagi masalah

dengan para

bawahan yang bersangkutan secara peroranagan,

mendapatkan gagasan dan saran mereka.

CII para manajer

berbagi masalah

dengan para

bawahan sebagai suatu kelompok, secara kolektif

mendapatkan gagasan dan saran mereka.

(22)

Referensi

Dokumen terkait

Menurut gambar tersebut, pemecahan masalah secara optimal hanya diperoleh dalam situasi ke dua belah pihak sama-sama memahami dengan benar dan akurat masalah yang

Abstrak — Pembelajaran berbasis masalah (PBM) merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. PBM merupakan model pembelajaran

Langkah- langkah pemecahan masalah dapat disingkat IDEAL, yaitu: Identifikasi masalah, Dipilih masalah yang penting dan mendesak (prioritas), Ekspos pemecahan masalah yang terbaik

Alternative pemecahan masalah ini lebih difokuskan untuk memecahkan masalah kesehatan yang dialami oleh Ni Wayan Mustini dan Ni Wayan Gejer yang sering mengalami sakit kepala,

Kesulitan yang dialami subjek dikarenakan pemecahan masalah dalam matematika sering melibatkan metode dan cara penyelesaian yang tidak standar dan tidak diketahui

Pendekatan pemecahan masalah tidak akan berhasil tanpa perencanaan yang baik. Dalam perencanaan pemecahan masalah, siswa diarahkan untuk dapat mengidentifikasi

Usaha mencari dan menemukan berbagai alternatif lebih penting lagi apabila diingat bahwa faktor-faktor penyebab timbulnya masalah selalu bersifat khas yang

Oleh karena itu, seorang manajer perlu memahami bagaimana membuat keputusan terbaik oleh dirinya sendiri, serta cara paling efektif mengelola proses pengambilan atau pembuatan keputusan