• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manusia Puisi dan Sadar Wisata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Manusia Puisi dan Sadar Wisata"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PROMOSI KEPARIWISATAAN INDONESIA DALAM PUISI

Judul Buku : Puisi Promosi Kepariwisataan

Penulis : Puji Santosa, Pardi, Djamari, Sri Sayekti, Erli Yetti Penerbit : Elmatera, Yogyakarta

▸ Baca selengkapnya: perasaan penyair puisi malaikat juga tahu

(2)

Pada dasarnya promosi kepariwisataan Indonesia itu tidak hanya dilakukan oleh mereka yang bekerja di bidang kepariwisataan, industri kreatif, dan biro periklanan, tetapi juga dilakukan oleh para penyair sastra Indonesia modern. Dua ratus empat belas penyair sastra Indonesia modern, antara lain, Amir Hamzah, Mansur Samin, Hamid Jabbar, Slamet Sukirnanto, Taufiq Ismail, Dimas Arika Miharja, Surasono Rashar, Sensu Alfajrie Hamin, Isbedy Stiawan ZS, Ajip Rosidi, Dodong Djiwapradja, Lilik Mulyadi, Isma Sawitri, Sugiyanta, Abdul Hadi W.M., M. Junaedi, Aliemha, Annisa Al Hadis, Rina Kusmiarsih, Verrianto Madjowa, Ras Agaffar, Anshar Maudin ST, Bambang Widiatmoko, W.S. Rendra, Didi Marsudi, Yoseph Arakei UBD, Zainal Abidin, Sanny Tomasoa, Said Agus Salim, dan Hasballah S.M. Saad, melalui 30 puisi dari 500 puisi bertema kepariwisataan Indonesia menyampaikan makna dan pesan utamanya agar masyarakat, terutama Indonesia, dapat “sadar berwisata”, gemar melakukan traveling, dan mencintai Indonesia sebagai bagian dari hidupnya. Dengan daya penuh pesona melalui 30 puisinya itu mereka menyampaikan pesan tentang wisata daerah yang penuh pesona atas keindahan alam, budaya, dan sejarah yang dapat dikembangkan sebagai industri kreatif.

▸ Baca selengkapnya: hal yang dirasakan dan dipikirkan oleh penyair dalam terungkap dalam puisi melalui

(3)
(4)

kepariwisataan dan industri kreatif, tingkat keberterimaan masyarakat 10 kota provinsi di Indonesia atas makna dan pesan utama 30 puisi kepariwisataan Indonesia, serta bagaimana tanggapan, pesan, dan harapan masyarakat 10 kota provinsi di Indonesia tentang puisi dan kesadaran masyarakat akan gemar berwisata. Dengan masalah dan tujuan ini, hasil yang diharapkan dari penelitian adalah agar masyarakat memiliki kesadaran untuk gemar berwisata dan mencintai Indonesia sepenuh hati.

(5)
(6)

promosi kepariwisataan Indonesia. Dari 500 puisi kepariwisataan itu terdistribusi ke masing-masing daerah koridor ekonomi MP3E, yaitu Sumatera ada 80 puisi, Jawa ada 220 puisi, Kalimantan ada 45 puisi, Sulawesi ada 45 puisi, Bali dan Nusa Tenggara ada 92 puisi, serta Kepulauan Maluku dan Papua ada sebanyak 18 puisi. Konteks sosial masyarakat pembaca sepuluh kota provinsi di Indonesia (Padang, Medan, Yogyakarta, Semarang, Banjarmasin, Palangkaraya, Denpasar, Mataram, Manado, dan Gorontalo) dan tingkat keberterimaan masyarakat tersebut terhadap makna dan pesan utama 30 puisi kepariwisataan adalah cukup besar, berkisar 65%–95%, responden tahu, mengerti, dan paham akan persoalan kepariwisataan Indonesia yang belum dikelola dan dikembangkan secara baik oleh pemangku kepentingan, apalagi dipromosikan kepada masyarakat calon wisatawan yang akan berkunjung ke daerah tersebut dan mereka pun tahu dan paham bagaimana cara mengatasi hal tersebut, serta dapat menerima dengan baik dan tepat atas makna dan pesan utama ketiga puluh puisi kepariwisataan tersebut. Masyarakat berharap agar sosialisasi atau kampanye “sadar berwisata”, melalui penyuluhan ataupun dengan pembacaan puisi-puisi kepariwisataan Indonesia, tetap terus dilakukan secara berencana dan berkesinambungan. Hal ini mengingat bahwa kesadaran masyarakat akan berwisata ria dapat bangkit dan tergugah niatnya apabila sering diingatkan atau dipesankan melalui berbagai cara tersebut.

(7)

DAFTAR ISI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI ... 15

2.1 Tinjauan Pustaka ... 15

2.2 Landasan Teori ... 22

BAB III TUJUAN DAN MANFAAT ... 33

3.1 Tujuan Penelitian ... 33

3.2 Manfaat Penelitian ... 35

BAB IV METODOLOGI ... 39

4.1 Ruang Lingkup Penelitian... 39

4.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 41

4.3 Jenis dan Sumber Data ... 42

4.4 Populasi dan Sampel ………... 44

4.5 Instrumen Penelitian ………... 45

4.6 Metode dan Teknik Pengumpulan Data ………... 46

4.7 Metode dan Teknik Pengolahan Data ………... 48

4.8 Metode dan Teknik Penyajian Hasil Pengolahan Data …... 52

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN... 55

5.1 Pengantar ...………... 55

5.2 Puisi Promosi Objek Wisata Wilayah Sumatera …………... 60

5.3 Puisi Promosi Objek Wisata Wilayah Jawa ... 123

5.4 Puisi Promosi Objek Wisata Wilayah Kalimantan ... 181

5.5 Puisi Promosi Objek Wisata Wilayah Sulawesi ... 204

5.6 Puisi Promosi Objek Wisata Wilayah Bali dan Nusa Tenggara ... 228

(8)

5.8 Konteks Sosial Pembaca dengan Kepariwisataan Indonesia... 280

5.9 Sosialisasi Makna dan Pesan Utama Puisi-Puisi Kepariwisataan Indonesia ... 307

5.10 Tanggapan, Pesan, dan Harapan Masyarakat... 368

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ... 425

6.1 Simpulan... 425

6.2 Saran... 428

DAFTAR PUSTAKA... 431

LAMPIRAN Lampiran 1 Sampel 30 Puisi Promosi Kepariwisataan Indonesia ... 437

Lampiran 2 Kuesioner Penelitian ... 505

Lampiran 3 Biodata Tim Peneliti ... 533

TABEL Tabel 1 ... 282

Tabel 2 ... 284

Tabel 3 ... 309

Referensi

Dokumen terkait

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Keadaan sosial masyarakat Indonesia yang bagaimanakah yang terefleksi dalam puisi dan drama Rendra yang

Tema merupakan gagasan pokok yang dikemukakan oleh penyair. Puisi dengan judul Pencinta ini bertemakan kasih sayang umat kepada Tuhan. Tema kasih sayang umat terhadap Tuhan

Untuk mengetahui makna yang terkandung dalam puisi, terlebih dahulu harus menghayati apa yang dimaksud oleh penyair dalam menciptakan puisi tersebut, begitu pula dengan

Interpretasi tentang nilai estetika terhadap puisi ”Buat Yang Namanya Manusia” menurut Ratna adalah tentang amanat atau pesan yang disampaikan penyair yaitu pentingnya

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini, yaitu (1) bagaimanakah aspek mikrostruktural yang membangun wacana pada Manusia Istana: Sekumpulan Puisi Politik

karya sastra puisi.Struktur batin puisi meliputi tema, nada, suasana,dan amanat. 1) Tema merupakan gagasan pokok atau subject-matter yang dikemukakan oleh penyair. Tema yang

Untuk mengetahui makna yang terkandung dalam puisi, terlebih dahulu harus menghayati apa yang dimaksud oleh penyair dalam menciptakan puisi tersebut, begitu pula dengan

MAKNA PUISI LISAN TUJA’I DALAM UPACARA ADAT MODUTU DAN IMPIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN KARAKTER DI SEKOLAH Supriyadi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia