• Tidak ada hasil yang ditemukan

makalah materia medika dan terapi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "makalah materia medika dan terapi"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

MATERIA MEDIKA DAN TERAPI

5 TANAMAN OBAT

”Sirsak, Pule, Pala, Ketumbar dan Jati Belanda ”

Oleh :

NAMA : RACHMAN KADIR

NIM : 12.201.0882

KELAS : K.12

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR

MAKASSAR

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT karena rahmat-Nya lah akhirnya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini dengan lancar. Tidak lupa saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu memberikan pengetahuan dan semangatnya dalam menyelesaikan makalah ini. Namun sebagaimana layaknya seorang pemula, saya menyadari betul bahwa makalah ini masih sangat jauh dari sempurna. Untuk itu kritik dan saran akan senantiasa diterima dengan terbuka demi tersempurnanya makalah ini. Akhirnya saya berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat baik bagi penulis maupun bagi pembaca.

(3)

DAFTAR ISI

Kata Pengantar………... I Daftar Isi………... Ii BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang………….………..……….…... 1

B. Rumusan Masalah………... 2

C. Tujuan ……….………... 2

BAB II PEMBAHASAN A. Sirsak (Annona muricata L. )...………….………... 3

B. Pule (Alstonia scholaris R. Br. )……..…..………. 7

C. Pala (Myristica fragrans Houtt)... 11

D. Ketumbar (Coriandrum sativum L.)... 13

E. Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk)..…...………... 17

BAB III KESIMPULAN DAN SARAN A. kesimpulan………....………. 20

B. Saran………...……… 20 DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

(4)

Tanaman merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Disamping itu tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan makhluk hidup. Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan beraneka ragam tumbuh-tumbuhan atau tanaman. Sebagai negara yang beriklim tropis, Indonesia memiliki tanah yang sangat subur, sangat cocok sebagai tempat tumbuh kembangnya berbagai macam tanaman, dari berbagai macam jenis atau spesies. Tanaman yang tumbuh subur tersebut tidak hanya tanaman yang asli berasal dari tanah Indonesia, banyak juga berbagai tanaman yang berasal dari luar negeri seperti: Asia, Afrika ataupun Amerika latin. Mereka bisa masuk dan tumbuh subur setelah mereka di bawa dan di sebarkan oleh para penjajah (Belanda, Inggris, Jepang).

Tanaman berkhasiat sebagai obat tradisonal yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tanaman berkhasiat tersebut sangat bermanfaat di karenakan berbagai zat-zat bermanfaat yang dikandungnya. Untuk memudahkan mengenali tanaman yang berkhasiat obat maka diperlukan sistem pengklasifikasian atau pengelompokan berdasarkan perawakan, ciri morfologi, habitatnya dan manfaatnya. Tanaman obat bersifat alami, efek sampingnya tidak sekeras efek dari obat-obatan kimia modern. Tubuh manusia secara lebih mudah menerima obat dari bahan tanaman yang natural ini dibandngkan dengan obat kimiawi. Penemuan obat-obatan modern dewasa ini ternyata mendukung penggunaan obat tradisional, banyak obat-obatan modern yang dibuat dari tanaman obat. Dalam makalah ini akan dijabarkan beberapa tanaman yang berkhasiat obat yaitu Sirsak (Annona muricata L.), Pule (Alstonia scholaris R. Br.), Pala (Myristica fragrans Houtt), Ketumbar (Coriandrum sativum L.), Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk) beserta klasifikasian, pendeskripsian, ciri-ciri morfologi, kandungan zat berkhasiat dan kegunaannya di dunia farmasi.

(5)

Sebelum membahas lebih lanjut, pembahasan makalah ini akan dirumuskan sebagai berikut:

1. Bagaimana pendeskripsian dan klasifikasi tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak ?

2. Bagaimana ciri-ciri morfologi tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak ?

3. Apa saja zat berkhasiat atau zat kimia yang terkandung pada tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak ?

4. Apa kegunaan tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak di dunia farmasi khususnya tentang pengobatan ?

5. Bagaimana ciri-ciri makroskopik dan mikroskopik dari tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak?

C. Tujuan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah :

1. Mampu mengetahui klasifikasi, deskripsi, perawakan dan ciri-ciri morfologi dari tanaman Jati belanda, Ketumbar, Pala, Pule dan Sirsak.

2. Mampu menyebutkan zat berkhasiat atau zat kimia yang terkandung di dalamnya. 3. Mampu mengetahui kegunaanya di dunia farmasi.

BAB II

(6)

A. Sirsak (Annona muricata L. )

Nama umum

Indonesia: Sirsak, nangka sabrang, nangka walanda

Inggris : Soursop

Melayu : Durian Belanda, Durian Benggaka, Vietnam : Mang Cau Xiem

Thailand : Thurian Thet, Thurian Khaek

Pilipina : Guyabano, Atti, Illabanos Sirsak

1. Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Magnoliidae

Ordo : Magnoliales Famili : Annonaceae

Genus : Annona

Spesies : Annona muricata L. 2. Morfologi

(7)

dan daun mahkota yang terluar pada kuncup tersusun seperti kutup, daun mahkota terdalam secara genting. Dasar bunga cekung sekali. Benang sari banyak. Biji hitam dan daging buah putih. Pohon buah dari hindia barat.

3. Kandungan Kimia

Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, minyak esensial, reticuline, loreximine, coclaurine, annomurine, higenamine.

Buah sirsak mengandung banyak karbohidrat, terutama fruktosa. Kandungan gizi lainnya adalah vitamin C, vitamin B1 dan vitamin B2 yang cukup banyak. Biji bersifat racun dan dapat digunakan sebagai insektisida alami, seperti juga biji srikaya.

4. Manfaat dan Khasiat

a. Mencegah dan Menyembuhkan Kanker

b. Mencegah dan menyembuhkan kanker payudara, prostat, paru-paru, pankreas

c. Mengobati tekanan darah tinggi

d. Mengobati strok ringan

e. Mengurangi kadar kolesterol

5. Makroskopik (Daun Sirsak)

(8)

panjang helaian daun 6 cm sampai 18 cm, lebart 2 cm sampai 6 cm. Ujung daun meruncing pendek, pangkal daun runcing, tepi rata, panjang tangkai daun lebih kurang 0,7 cm, permukaan licin agak mengkilat, tulang daun menyirip, ibu tulang daun menonjol pada permukaan bawah.

6. Mikroskopik (Daun Sirsak) a. kutikula tebal.

b. sel epidermis bawah lebih kecil dari epidermis atas, bentuk tidak beraturan dengan dinding bergelombang.

c. terdapat stomata tipe anomositik

d. Rambut penutup bentuk lurus, terdiri atas 2 sel sampai 3 sel. e. Terdapat sel sekresi

f. Fragmen pembuluh kayu dengan penebalan ganda.

7. Ramuan Obat Tradisional

 Obat tradisional penyakit kanker

Resep daun sirsak sebagai obat kanker menggunakan dosis 7, 10, 15, 17, 21, atau 31 lembar tergantung dari parah tidaknya (stadium) kanker secara kondisi pasien. Jika kondisi penderita kanker lemah kemudian mengkonsumsi ramuan daun dalam dosis tinggi misal 15 lembar dan menimbulkan efek samping sesak nafas, dosis diturunkan menjadi 7 atau 10 lembar.

Cara membuat ramuan obat :

Rebus daun sesuai stadium kanker pasien, tambahkan 4 gelas air bersih, sepucuk sendok teh garam dan 5 lembar daun sirih. Tunggu hingga tersisa 3 gelas air rebusan daun sirsak. Minum ramuan tersebut 3 kali sehari.

(9)

Manfaat lain daun ini adalah untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi dengan cara meminum air rebusan secara teratur sampai tekanan darah menurun.

Bahan-bahan :

1. 10 lembar daun tanaman sirsak 2. Daun salam secukupnya 3. 4 gelas air

4. Sedikit garam 5. Madu asli jika ada

6. Rambut jagung manis muda Cara membuat obat herbal hipertensi :

Rebus daun sirsak bersama daun salam dan 4 gelas air. Tambahkan garam dan madu kemudian tunggu hingga tersisa 2 – 3 gelas air. Atau bisa juga dengan merebus daun sirsak dengan rambut jagung manis yang masih muda. Minum ramuan tersebut 2 – 3 kali sehari sampai tekanan darah turun.

 Mengobati stroke ringan

Kegunaan tanaman sirsak selanjutnya adalah melancarkan aliran darah pada penderita stroke ringan (belum parah).

Bahan-bahan :

1. 10 – 21 lembar daun sirsak

2. Tanaman sirih bumi (lihat gambar di atas) 3. 5 gelas air

4. Garam dapur

Cara membuat obat stroke ringan :

(10)

 Mengurangi kadar kolesterol

Daun sirsak juga memiliki kegunaan untuk mengurangi kadar kolesterol dalam darah agar menjadi normal. Caranya dengan merebus 3 – 5 lembar daun dalam 3 gelas air. Angkat dan saring setelah tersisa 1 gelas kemudian minum secara rutin setiap hari selama sebulan.

B. Pule (Alstonia scholaris R. Br. ) Nama umum

Indonesia: Pule Pilipina : Dita

1. Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Asteridae

Ordo : Gentianales Famili : Apocynaceae

Genus : Alstonia

Spesies : Alstonia scholaris R. Br. 2. Morfologi

Pohon: sangat tinggi, besar, tinggi sampai 15 m besar 60 cm, banyak getah, kayunya sangat ringan, tidak keras, bingkas, semuanya gubal, tidak ada galihnya, tumbuh 900 m di atas permukaan laut. Kulit: kelabu, tidak berbau, pahit. Getah: putih sangat pahit seperti cautchouc. Akar: kecil, pahit.

(11)

Alkaloida: ditamine, ditaine (echtitamine), echi-kaoetchine; zat pahit: echeretine, echicherine, echitene, dan echieteine.

4. Manfaat dan Khasiat

a. Rasa nyeri karena tusukan

b. obat tukak di dalam hidung (yang bukan difteri) c. sebagai tonikum

d. Ekspektoran

e. pada perut kembung dan ginjal yang membesar f. obat penyakit kulit

g. disentri

Kulit batang dan cabang terdiri dari potongan-potongan menggulung atau kadang-kadang berbentuk pipa, tebal sampai lebih kurang 3 mm. Permukaan luar sangat kasar, tidak rata. Mudah mengelupas, banyak retak-retak membujur dan melintang, warna permukaan hijau kelabu, coklat mudah atau coklat kehitaman, intisel berbentuk lonjong, warna putih kelabu. Terletak melintang. Permukaan dalam bergaris halus, juga terdapat retak-retak melintang, warna permukaan kuning kecoklatan sampai coklat kelabu tua. Mudah dipatahkan, bekas patahan kasar dan agak berserat.

6. Mikroskopik (Kulit Pule) a. Jaringan gabus

b. Jaringan gabus dengan sel membatu

c. Sel parenkim korteks mengandung butir pati d. Hablur kalsium oksalat berbentuk prisma

e. Butir pati berbentuk bulat, umumnya butir pati tunggal, kadang majemuk. f. Korteks bagian dalam dengan sel batu

g. Saluran getah, serabut, jaringan floem, dan jari-jari empulur.

(12)

 Kulit (lapisan dalam digosok dengan air, obat dalam): sebagai tonikum;

ditambah air jeruk dan air sedikit. Ekspektoran, amarum (ditambah cuka): pada perut kembung dan ginjal yang membesar, (ditambah daun kelinci daun sembung dan air) sebagai febrifugum: dibuat bersih, direbus dengan cuka dalam panci tertutup ditambah, kunyit, gula, dan biji pala, obat penyakit kulit. Daun: obat sifilis, obat sakit usus, obat cacing, obat diare menahun, disentri, obat diabetes, dan malaria.

 Demam

kulit batang pulai sebanyak 3 g dicuci bersih lalu direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit, kemudian dinginkan dan disaring, tambahkan 1 sendok makan madu dan diaduk merata, diminum. Atau kulit batang bagian dalam diremas-remas dengan daun kelici (Caesalpinia crista Linn.) dan daun sembung, tambahkan sedikit air, kemudian diperas dan saring, diminum.

 Malaria

kulit batang pulai yang sudah digiling menjadi bubuk sebanyak 2 sendok makan, rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas, dinginkan dan disaring, diminum sekaligus. Lakukan setiap hari sampai sembuh. Selama minum obat ini, hindari makanan yang asam dan pedas. Bila penyakitnya berat, gunakan kulit pulai hitam.

 Memperkuat lambung

kulit batang pulai lapisan sebelah dalam diremas-remas dalam air, kemudian air remasan diminum.

 Perut kembung, limpa membesar

kulit batang pulai bagian dalam diremas-remas dengan air dicampur cuka, lalu diminum.

 Darah tinggi

(13)

 Kencing manis/Diabetes mellitus

kulit batang pulai sebanyak 2 jari, dicuci lalu dipotong-potong, rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa ½ gelas, dinginkan dan disaring, minum 1/2 jam sebelum makan, sehari 2 kali.

 Borok bernanah

daun pulai kering digiling menjadi serbuk, taburkan pada borok bernanah setelah dibersihkan terlebih dahulu. Lakukan 2 kali sehari, sampai sembuh.

C. Pala (Myristica fragrans Houtt)

Nama umum Indonesia : Pala Inggris : Nutmeg Cina : rou dou kou

Pala 1. Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Magnoliidae

Ordo : Magnoliales Famili : Myristicaceae

Genus : Myristica

(14)

Pohon bertajuk rimbun. Tinggi sampai 18 m, kulit kayu kasar, warna coklat kehitaman, cabang-cabang mendatar. Daun bial diremas berbau keras sepertibijinya, bentuk bundar telur, elip lonjong, ujung lancip sampai runcing, permukaan atas berwarna hijau gelap, mengkilat terdapat bintik-bintik halus, bila masih mudah berbulu pendek dan jarang, kemudian menjadi gundul panjang 5 cm sampai 15 cm, lebar 3 cm sampai 7 cm. Perbungaan berupa malai, keluar diketiak daun biasanya berbentuk payung, warna kuning terrang bila masih muda berbulu halus, dan kemudian gundul. Buah licin berwarna kekuningan, agak bulat, panjang 3 cm sampai 6 cm, lebar 3 cm sampai 5,5 cm. Biji coklat, coklat kehtaman, bulat lonjong, dalamnya berongga, kulit ari berwarna putih kekuningan, kemudian berubah menjadi merah tua, mengkilat, berbau wangi yang keras.

3. Kandunag Kimia

Kulit: minyak terbang. Daun: minyak terbang tak berwarna, cair, encer, bau enak.

4. Manfaat dan Khasiat

Obat kejang lambung, obat diare afrodi siakum.

5. Makroskopik (Biji Pala)

Bentuk inti biji bulat telur, panjang 2 cm sampai 3 cm, lebar 1,5 cm sampai 2 cm. Warna permukaan luar coklat mudah sampai coklat kelabu dengan bintik dan garis-garis kecil berwarna coklat tua sampai coklat tua kemerah-merahan. Permukaan luar juga beralur dangkal yang berupa anyaman jala.

6. Mikroskopik (Biji Pala)

a. Perisperm primer terlihat tangensial b. Endosperm dengan butir pati dan aleuron c. Perisperm sekunder dengan sel minyak d. Butir patih

e. Berkas pembuluh

(15)

 Mengatasi mual-mual dan muntah

Pala juga dapat dipakai sebagai ramuan tradisional untuk mengatasi rasa mual dan muntah-muntah, caranya dengan menyeduh 1 sendok teh pala halus dengan ¼ sendok teh garam halus dengan air hangat sebanyak 1 gelas, kemudian diaduk sampai rata dan diminum ketika masih dalam keadaan hangat bersama-sama dengan ampasnya.

 Untuk mengatasi masuk angin, sakit maag dan cegukan

Penggunaan buah pala sebagai ramuan tradisional yang berguna untuk mengatasi masuk angin, sakit maag dan cegukan dapat dilakukan dengan cara mencampurkan 100 ml air hangat dengan 1 sendok teh pala halus dan 2 sendok teh bubuk buah pisang batu, kemudian diminum ketika masih hangat.

D. Ketumbar (Coriandrum sativum L.)

Nama umum

Indonesia : Ketumbar, katuncar (Sunda) Cina : hu sui, yuan sui, xiang cai

1. Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Rosidae

(16)

Genus : Coriandrum

Spesies : Coriandrum sativum L. 2. Morfologi

Batang basah: tegak tinggi sampai 1 m, ditanam (tidak liar), ditanam rendah dan dipegunungan. Tumbuhan yang masih segar (wan soei) selalu dijual dengan bawang cina dan kucai.

3. Kandungan Kimia

Minyak atsiri mengandungd-linalool, geraniol, borneol.

4. Manfaat dan Khasiat

Untuk memperbaiki pencernaan, menghilangkan rasa loyo (mual), karminatif, spasmolitik, stomakik.

5. Makroskopik (Buah Ketumbar)

Buah kremokarp, merikarp saling berikatan pada tepi sehingga buah berbentuk bulat; garis tengah 2 mmsampai 5 mm, warna kuning kecoklatan atau coklat keunguan; pada ujung buah terdapat 5 sisah daun kelopak kecil dan satu stilopodium pendek; pada permukaan tiap merikarp terdapat 4 sekunder yang membujur, menonjol dan lurus; diantara rusuk sekunder terdapat 5 rusuk primer membujur, berkelok-kelok dan kurang menonjol; gagang buah pendek atau tidak ada.

6. Mikroskopik (Buah Ketumbar)

a. Epikarp terdiri dari selapis sel kecil berdinding agak tebal

b. Jaringan parenkim dengan sel-sel termanpat dan berdinding tipis. c. Jaringan sklerenkimatik yang tersusun membujur dan tangensial d. Sel parenkim bernoktah

(17)

Cara meracik:

Semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus kemudian dicampur air dan diaduk sampai merata.

Cara pemakaian:

Ramuan tersebut ditempelkan pada bagian yang sakit (perut).  Sakit Kepala

Bahan yang diperlukan: a. ketumbar

b. biji pinang c. daun sirih

d. rimpang bangle dan e. pacar jawa.

Cara meracik:

Semua bahan tersebut ditumbuk sampai halus kemudian dicampur air dan diaduk sampai merata.

Cara pemakaian:

Ramuan tersebut ditempelkan pada bagian yang sakit.  Tekanan Darah Tinggi

Bahan yang diperlukan: a. ketumbar dan

b. daun seledri secukupnya. Cara meracik:

Ketumbar direbus sampai mendidih kemudian ditambahkan seledri, air rebusannya disaring.

Cara pemakaian:

Air rebusan tersebut diminum secara rutin.  Batuk

Bahan yang diperlukan: a. 100gr ketumbar b. 100 gr kapulaga c. 100 gr daun jinten d. 50 gr jahe

e. 300cc madu

f. 10 gr bawang merah g. 100 gr pegagan Cara meracik:

Semua bahan direbus dengan 800 cc ar, selama 1 jam lalu disaring dan bubuhkan madu.

Cara pemakaian:

(18)

E. Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk)

Sinonim

Guazuma tomentosa Kunth.

Nama umum

Indonesia: Jati belanda

1. Klasifikasi

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil) Sub Kelas : Dilleniidae

Ordo : Malvales Famili : Sterculiaceae

Genus : Guazuma

Spesies : Guazuma ulmifolia Lamk 2. Morfologi

(19)

3. Kandungan Kimia

Kulit: lendir 10 %, asam damar 9,3 %, zat samak 2,7 %. Zat pahit sedikit, glycose (sakar anggur), dan minyak lemak.

4. Manfaat dan Khasiat

Biji: menghentikan diare, juga obat untuk menjadi kurus. Kulit dalam: adstringens, diaforetikum, perekat, obat elemfatiasis.

5. Makroskopik (Daun Jati Belanda)

Daun tunggal bentuk bundar telur sampai lanset, panjang helai daun 4 cm sampai 22,5 cm, lebar 2 cm sampai 10 cm, pangkal dau berbentuk jantung yang kadang-kadang tidak setangkup, ujung dau meruncing, pinggir dau bergigi, permukaan dau kasar, warna hijau kecoklatan sampai coklat muda; tangkai daun panjang 5 mm sampai 25 mm.

6. Mikroskopik (Daun Jati Belanda)

a. Rambut kelenjar dan rambut penutup bentuk bintang b. Epidermis atas dan epidermis bawah

c. Jaringan palisade, bungakarang, stomata, berkas pembuluh, sklerenkim dan hablur kalsium oksalat.

d. Sel lendir atau saluran lendir

7. Ramuan Obat Tradisional  Peluruh kolesterol

Ambil beberapa lembar daun jati belanda kering. Seduh dengan air panas secukupnya, seperti membuat teh. Saring sebelum diminum. Agar tidak hambar, tambahkan satu sendok madu atau gula batu.

 Pereda Diare

Daun jati belanda kering digiling untuk dijadikan serbuk. Ambil 20 gr serbuk ini dan seduh dengan air panas. Kemudian saring dan minum dua kali sehari. Jika suka, bisa dicampur kencur dan madu secukupnya. Catatan: Orang yang bermasalah dengan ginjal sebaiknya menghindari ramuan ini.

(20)

Ambil tujuh lembar daun jati belanda segar lalu cuci bersih. Tambahkan sepotong rimpang bangle, temulawak, atau kunir putih. Rebus dengan satu setengah gelas air bersih sampai tersisa satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum. Saat meramunya harus bersamaan dengan temulawak atau kunir putih guna mengurangi efek iritasi lambung. Selama mengonsumsi ramuan ini, tetaplah minum banyak air putih.

BAB IV

PENUTUP

(21)

Walaupun tanaman yang dipaparkan diatas semuanya sederhana, tapi memiliki khasiat yang luar biasa dalam segi penyembuhan meskipun tanaman herbal umumnya lebih lambat dalam pengobatan penyakit dibanding penyembuhan menggunakan Obat – obatan kimia, namun pengobatan secara tradisional menggunakan tanaman herbal jauh lebih aman bagi tubuh dengan sangat sedikit efek samping yang ditimbulkannya, mudah di produksi, menghilangkan akar penyakit, mudah diperoleh, murah dan mempunyai banyak khasiat.

B. Saran

Seharusnya kita dapat lebih bijak untuk memanfaatkan tanaman herbal yang ada di sekitar kita dengan sebaik mungkin. Serta tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup disekitar kita agar tercipta lingkungan hidup yang sehat.

Daftar Pustaka

Dirjen POM, 1978.”Materia Medika Indonesia, jilid II”. Departemen Kesehatan RI:

(22)

Dirjen POM, 1980.”Materia Medika Indonesia, jilid IV”. Departemen Kesehatan RI:

Jakarta.

Dirjen POM, 1989.”Materia Medika Indonesia, jilid V”. Departemen Kesehatan RI:

Jakarta.

J. Kloppenburgh – Versteegh, 2006.”Tanaman Berkhasiat Indonesia Volume I”, Alih

Bahasa dan Saduran : drh.J.Soegiri, Prof.Dr.drh.Nawangsari, IPB Press.

Sastroamidjojo, Seno, Dr. 1997.”Obat asli Indonesia”. Dian Rakyat: Bandung.

Referensi

Dokumen terkait

Asal bahan stek dari bibit (semai juvenile memberikan persen bertunas, persen hidup, persen berakar, berat basah akar, berat basah tunas, berat kering akar dan

Penelitian ini merupakan studi ekologi atau studi korelasi populasi tentang hubungan unsur iklim (suhu udara rata-rata, kelembaban nisbi, indeks curah hujan, kecepatan

ini, peneliti menyarankan bahwa: (1) para guru sekolah dasar diharapkan mencoba menerapkan metode investigasi dalam pembelajaran matematika karena metode investigasi

Developmental testing merupakan kegiatan uji coba rancangan produk pada subjek yang sesungguhnya. Saat ujicoba, dicari data respon, reaksi, atau tanggapan dari subjek penelitian

Bahan baku tambahan terdiri dari Vitamin Mix (vitmix) dengan perbandingan campuran 1 kg vitmix untuk 1 ton konsentrat, garam dengan kandungan 0,4 persen dari

Bukan lantaran takjub akan kemegahan gedung Taj Mahal, namun saya tersadar, bahwa saat itu saya benar-benar berada di India, ribuan kilometer jauh dari rumah seorang diri,

Pengadaan, peningkatan sarana dan prasarana rumah sakit/rumah sakit jiwa/rumah sakit paru-paru/rumah sakit mata dilakukan menggunakan material yang ramah lingkungan

bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 05 Tahun 1999 sebagaimana diubah