I. BAB I PENDAHULUAN
Bab I Pendahuluan membahas latar belakang masalah yang menjadi fokus penelitian, yaitu bagaimana Corporate Communication di PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk. meningkatkan citra perusahaan di tengah persaingan yang ketat di industri penerbangan. Bab ini juga menyajikan rumusan masalah yang fokus pada fungsi, peran, dan upaya Corporate Communication dalam membentuk citra perusahaan. Tujuan penelitian dijelaskan secara rinci, mencakup penjelasan tentang fungsi, peran, dan upaya pembentukan citra oleh Corporate Communication. Kegunaan penelitian dibagi menjadi kegunaan teoritis dan praktis, yang pertama berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya ilmu komunikasi, sedangkan yang kedua berfokus pada manfaat bagi PT. Garuda Indonesia dan perusahaan lain.
1.1 Latar Belakang Masalah
Bagian ini menguraikan konteks persaingan di industri penerbangan nasional dan internasional, serta tantangan yang dihadapi oleh PT. Garuda Indonesia, termasuk krisis keuangan dan kecelakaan. Dipaparkan pula pentingnya citra perusahaan yang baik menurut Kotler dan Sutojo, serta upaya Garuda Indonesia dalam meningkatkan citra melalui restrukturisasi manajemen dan strategi customer-centric, termasuk program Quantum Leap. Latar belakang ini memberikan landasan yang kuat bagi penelitian dengan menunjukkan relevansi studi terhadap situasi nyata di industri penerbangan dan manajemen perusahaan.
1.2 Rumusan Masalah
Bagian ini merumuskan tiga pertanyaan penelitian yang spesifik dan terarah, semuanya berkisar pada fungsi, peran, dan upaya Corporate Communication dalam meningkatkan citra perusahaan PT. Garuda Indonesia. Rumusan masalah ini memastikan fokus penelitian yang terukur dan terarah, memudahkan peneliti dalam mengumpulkan dan menganalisis data. Rumusan masalah ini juga secara langsung berkaitan dengan tujuan penelitian yang selanjutnya diuraikan.
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Bagian ini menjabarkan tujuan penelitian yang sejalan dengan rumusan masalah, yaitu menjelaskan fungsi, peran, dan upaya Corporate Communication dalam meningkatkan citra perusahaan Garuda Indonesia. Kegunaan penelitian dibagi menjadi dua aspek, yaitu teoritis dan praktis. Kegunaan teoritis menekankan kontribusi penelitian terhadap pengembangan ilmu komunikasi, sementara kegunaan praktis menekankan manfaatnya bagi PT. Garuda Indonesia dan perusahaan lain dalam strategi Corporate Communication. Tujuan dan kegunaan penelitian ini memberikan nilai tambah yang jelas baik dari sisi akademis maupun praktis.
1.4 Kerangka Konseptual
Bagian ini memaparkan kerangka konseptual penelitian yang menggambarkan hubungan antara Corporate Communication, fungsi-fungsinya (PR, Employee Communication, Brand Identity Management, dan CSR), dan pembentukan citra perusahaan. Kerangka ini didasarkan pada teori-teori komunikasi dan manajemen, khususnya tentang Corporate Communication dan citra perusahaan. Kerangka konseptual menjadi panduan dalam pengumpulan dan analisis data, memastikan penelitian memiliki basis teoritis yang kuat dan relevan.
1.5 Definisi Operasional
Bagian ini memberikan definisi operasional dari konsep kunci dalam penelitian, seperti fungsi, peran, Corporate Communication, citra, corporate image, PT. Garuda Indonesia, Quantum Leap, dan Model Pembentukan Citra oleh John S. Nimpoeno. Definisi operasional ini menghindari ambiguitas dan memastikan pemahaman yang konsisten sepanjang penelitian. Ini sangat penting untuk menjaga validitas dan reliabilitas temuan penelitian.
1.6 Metode Penelitian
Bagian ini menjelaskan metodologi penelitian, termasuk lokasi dan waktu penelitian, tipe penelitian (deskriptif kualitatif), teknik pengumpulan data (observasi, wawancara, dan studi pustaka), dan teknik analisis data (deskriptif kualitatif). Penjelasan ini menunjukkan desain penelitian yang sistematis dan terencana. Metodologi yang digunakan memberikan dasar yang kuat untuk validitas dan reliabilitas hasil penelitian.
II. BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab II Tinjauan Pustaka membahas teori-teori dan konsep yang relevan dengan penelitian, termasuk komunikasi organisasi, Public Relations, Corporate Communication, dan model pembentukan citra. Bab ini memberikan landasan teoritis yang kuat untuk penelitian, dengan mengkaji berbagai definisi, fungsi, peran, dan aktivitas dari masing-masing konsep. Penelitian ini mengkaji berbagai teori untuk memberikan perspektif yang komprehensif tentang fenomena yang diteliti. Penggunaan berbagai teori dan model memungkinkan peneliti untuk menganalisis data secara lebih mendalam.
2.1 Komunikasi Organisasi
Subbab ini mendefinisikan komunikasi organisasi, membedakan komunikasi formal dan informal, dan membahas tiga fungsi komunikasi organisasi menurut Conrad: fungsi perintah, fungsi relasional, dan fungsi manajemen ambigu. Pembahasan ini memberikan pemahaman tentang peran komunikasi dalam organisasi dan relevansi dengan konteks penelitian di PT. Garuda Indonesia. Penggunaan teori ini memberikan landasan untuk memahami dinamika komunikasi internal dan eksternal di perusahaan.
2.2 Public Relations
Subbab ini membahas definisi dan berbagai tipe publik dalam Public Relations (internal, eksternal, primer, sekunder, marginal, tradisional, masa depan, pendukung, penentang, dan netral). Kemudian menjelaskan peran, fungsi, dan aktivitas Public Relations menurut berbagai sumber. Subbab ini memberikan pondasi bagi pemahaman tentang peran Public Relations dalam pembentukan citra perusahaan, yang menjadi dasar dari Corporate Communication. Komprehensivitas definisi dan peran PR menjadi landasan dalam menganalisis peran Corporate Communication.
2.3 Corporate Communication
Subbab ini menguraikan definisi dan peran Corporate Communication, membandingkannya dengan Public Relations, dan menjelaskan tugas-tugas utamanya, termasuk strategi dan sasaran dalam manajemen krisis. Subbab ini juga membahas alat-alat Corporate Communication dan peran Corporate Social Responsibility (CSR). Pembahasan ini menunjukan perkembangan dari PR menjadi Corporate Communication dan relevansi dengan penelitian terhadap citra perusahaan.
2.4 Model Pembentukan Citra
Subbab ini memaparkan Model Pembentukan Citra oleh John S. Nimpoeno, menjelaskan komponen-komponennya (persepsi, kognisi, motivasi, dan sikap), dan menunjukkan bagaimana model ini dapat digunakan untuk menganalisis proses pembentukan citra di PT. Garuda Indonesia. Model ini menjadi kerangka analisis utama dalam penelitian, membantu peneliti dalam menginterpretasi data dan memahami proses pembentukan citra yang dipengaruhi oleh Corporate Communication. Model ini menyediakan kerangka analisis yang sistematis dan terarah.
2.5 Citra Perusahaan (Corporate Image)
Subbab ini membahas definisi citra perusahaan menurut berbagai ahli, menekankan pentingnya citra perusahaan yang baik dan multifasetnya. Pembahasan ini memberikan pemahaman menyeluruh tentang konsep citra perusahaan dan relevansi dengan penelitian. Subbab ini menyatukan semua konsep yang dibahas sebelumnya dan memberikan perspektif yang holistik terhadap pembentukan citra perusahaan.