• Tidak ada hasil yang ditemukan

Chapter 3 Penerapan Hadoop Framework Pa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Chapter 3 Penerapan Hadoop Framework Pa"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Pada bab ini berisikan kerangka pemikiran dan metode yang digunakan dalam penelitian berdasarkan literatur dan jurnal yang berhubungan dengan penerapan Big Data sebagai suatu implementasi di Institusi ANRI. Pembahasan mengenai kerangka pemikiran dijelaskan pada sub bab 3.1.

3.1 Kerangka Pemikiran

Penerapan Big Data melalui Hadoop memerlukan tahapan-tahapan dalam implementasi. Mulai dari tahap analisa informasi sistem IT yaitu dengan melakukan pemrosesan dan melakukan pencarian yang nantinya dapat dirancang melalui portfolio aplikasi. Berikut ini merupakan kerangka pemikiran dari penelitian ini, sebagai berikut:

Start

Pengumpulan Data

Observasi Wawancara

Implementasi di Hadoop Software

Analisa Hasil

Kesimpulan dan Saran

Gambar 3.1. Kerangka Pemikiran

(2)

48

3.2 Tahap Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini berdasarkan literatur dan jurnal yang berhubungan dengan penerapan Big Data sebagai suatu implementasi di Institusi Arsip Nasional RI dengan pendekatan Hadoop Framework. Adapun tahap pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan studi kasus. Pada metode penelitian berisi tahapan-tahapan, sebagai berikut:

Gambar 3.2. Metode Penelitian

A. Studi Pustaka dan Eksplorasi

Studi pustaka mencakup:

(3)

2. Kajian Sistem Pengelolaan data kearsipan, yaitu dengan melakukan penelitian mengenai sistem yang berjalan di ANRI.

3. Studi Konsep Big Data dan teknologi Hadoop, yaitu dengan melakukan riset dan implementasi bagaimana Big Data dengan Hadoop dapat berjalan, melakukan konfigurasi Hadoop pada Intitusi ANRI.

4. Sharing pengalaman teknologi Hadoop dari beberapa sumber yang diperoleh, kemudian melakukan eksplorasi tentang teknologi Hadoop, dengan cara menyiapkan kebutuhan konfigurasi lingkungan Hadoop dan turunannya. Melakukan dokumentasi mengenai proses instalasi dan melakukan monitoring terhadap kinerjanya pada sistem di Browser), dan (Layanan Big Data dengan Cloudera).

Pada Tahap ini, melakukan perancangan sistem yang dibuat. Perancangan Sistem implementasi teknologi Hadoop terdiri dari tahap-tahapan sebagai berikut:

a) Arsitektur Sistem.

(4)

50

Gambar 3.3. Arsitektur Sistem

Sumber:

https://www.academia.edu/8146931/Analisis_Performansi_Hadoop_Cluster_Mu lti_Node_pada_Komputasi_Dokumen

Berdasarkan gambar 3.3 diatas, dapat dijelaskan pada server pusat yang diindetifikasi dengan alamat IP mengirim suatu tindakan untuk melakukan jobtracker/namenode dari PC 1, PC 2, PC 3. Untuk melakukan tindakan jobtracker pada PC 2, dan PC 3 melakukan switch hub yang telah di konfigurasi di server pusat.

b) Skenario Pengujian Map Reduce.

(5)

Gambar 3.4. Proses Kinerja Map Reduce

Berdasarkan gambar 3.4 diatas, dapat dijelaskan pada server client mempunyai 2 tugas, yaitu membuat jobtracker dan menulis/write Tasktracker.

Pada alur ketika submit job, mengolah data HDFS terdistribusi dan membuat jobtracker. Kemudian menulis atau melakukan input file melalui tasktracker (melalui proses maping dan reduce) sehingga menghasilkan suatu output file.

c) Skenario Pengujian HDFS.

(6)

52

Gambar 3.5. Proses Kinerja Write pada HDFS

Berdasarkan gambar 3.5 diatas, dapat dijelaskan pada server client mempunyai 2 tugas, yaitu membuat/create namenode dan menulis/write Datanode.

(7)

Gambar 3.6. Proses Kinerja Read pada HDFS

Berdasarkan gambar 3.6 diatas, dapat dijelaskan pada server client mempunyai 2 tugas, yaitu membuat open dan read.

(8)

54

d) Skenario Pengujian Multi Node Cluster.

Gambar 3.7. Proses Pengujian Multi Node

Berdasarkan gambar 3.7 diatas, menjelaskan proses pengujian Multi Node Cluster, sebagai berikut:

(9)

C. Analisa Hasil dan Kesimpulan

Pada tahapan ini melakukan analisa hasil uji coba sehingga menghasilkan suatu kesimpulan apakah pola dan hasil implementasi telah menjawab persoalan yang ada dan memberikan hasil yang diharapkan.

Pembahasan berikutnya adalah mengenai metode pengumpulan data terkait dengan penelitian. Metode pengumpulan data dan sumber data dijabarkan pada sub bab 3.3.

3.3 Metode Pengumpulan Data dan Sumber Data 3.3.1 Data Primer

Data primer di dapat melalui observasi, wawancara dengan pimpinan dan staff di Institusi Arsip Nasionl RI. Hal ini mengartikan sumber data yang diperoleh berisfat langsung, berasal dari sumber asli. Data primer berupa opini yang bersifat subjektif (orang) baik secara individu atau kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan dan hasil pengujian.

3.3.2 Data Sekunder

Data sekunder merupakan data pendukung terhadap penelitian yang dilakukan yang berupa data yang di dapat dari literatur yang berhubungan. Pada penelitian ini, menggunakan teknik pengumpulan data yang bersifat kualitatif sebagai suatu perencanaan dan sebagai pelaksanaan pengumpulan data terkait yang berupa observasi, wawancara dan dokumnetasi.

1. Observasi

(10)

56

2. Wawancara

Merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan secara langsung dengan menggunakan pertanyaan lisan dan tertulis, dimana memerlukan adanya kontak atau hubungan antara peneliti dengan subjek, dalam hal penelitian ini dengan responden di Institusi ANRI yang terdiri dari Pimpinan, anggota kantor, anggota lapangan. Data-data yang diperoleh sebagian besar merupakan data deskriptif, tetapi pengumpulan data dapat dirancang untuk menjelaskan sebab dan akibat atau mengungkapkan ide-ide perihal penelitian yang dilakukan ini.

Teknik wawancara yang dilakukan ini diperlukan peneliti agar dapat berkomunikasi dengan responden. Data yang dikumpulkan umumnya dapat berupa masalah tertentu yang bersifat kompleks, sensitive, dan kontroversial. Teknik ini dilakukan dengan tujuan membantu responden yang kurang familiar dengan teknik kuesioner.

Kegiatan teknik wawancara dengan pengumpulan data melakukan pertemuan langsung dan memberikan pertanyaan kepada pimpinan dan user yang terkait dengan implementasi pemanfaatan TI/SI pada Institusi ANRI.

Pembahasan berikutnya adalah metode evaluasi penelitian yang dijabarkan pada sub bab 3.4.

3.4 Metode Evaluasi Penelitian

(11)

Selanjutnya kesimpulan sementara dirumuskan secepatnya mungkin menjadi kesimpulan-kesimpulan yang kokoh, kuat dan mengandung makna sebelum data tersebut terhimpun. Kesimpulan tersebut bertujuan untuk menjawab pertanyaan pertanyaan penelitian serta dapat dijadikan sebagai temuan-temuan penelitian yang bermanfaat.

Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terbagi dalam dua bagian yaitu analisis fungsional dan analisis non fungsional. Analisis fungsional dilakukan untuk mengetahui apakah penelitian ini sudah menjawab permasalahan pada Instansi. Analisis non fungsional dilakukan untuk mengetahui spesifikasi kebutuhan untuk sistem baik hardware maupun software. Analisis fungsional dan non fungsional dijabarkan dalam tabel, sebagai berikut:

Tabel 3.1. Analisis Fungsional

Analisis Fungsional

Admin & IT Operasional

No. Permasalahan

1 Seringnya terjadi gangguan dalam menagkses data di penyimpanan / terjadi server down.

2 Lambatnya penanganan provider ketika terjadi gangguan, dan tidak tersedianya fitur keamanan yang jelas bila terjadi masalah pada sistem seperti fitur DRP.

Pihak Manajemen Instansi

No. Permasalahan

1 Anggaran biaya pada Sistem menambah kapasitas penyimpanan, maupun saat terjadi maintenance.Cloud Computing yang mahal, terutama ketika

2 Perlunya pembatasan akses antar sub divisi untuk meminimalkan resiko pengaksesandata yang sifatnya “sensitive dokumen”.

Pada tabel 3.1 diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

(12)

58

2 RAM min. 8 GB (Rekomendasi 16 GB).

3 OS min. windows 7 64 bit (Rekomendasi OS windows 10 64 bit). Software

5 Software Big Data (Cloudera).

Pada 3.2 diatas, dapat dijelaskan sebagai berikut:

Gambar

Gambar 3.1. Kerangka Pemikiran
Gambar 3.2. Metode Penelitian
Gambar 3.3. Arsitektur Sistem
Gambar 3.4. Proses Kinerja Map Reduce
+6

Referensi

Dokumen terkait

Gambar artis-artis terkenal juga sering digunakan dalam sebuah iklan agar menjadi daya tarik tersendiri untuk suatu produk, karena kebiasaan konsumen adalah menjadi trendsetter

Selama Sepekan lalu, sektor properti mencatatkan pelemahan terbesar mencapai 4,1%, ditekan oleh saham POLL yang melemah sebesar 28,3% yang merupakan emiten dengan market cap terbesar

Dengan judul Thread yang di modifikasi berikut kontennya, calon pembeli akan lebih membeli di tempat Anda karena mendapatkan NILAI TAMBAH dari pada membeli di tempat lain...

•Realisasi Pendistribusian BBM Tahun 2017 dari H-15 s.d H-6 kenaikan yang signifikan terjadi pada hari ke 07 (H-9) dengan kenaikan sebesar 64% apabila dibandingkan dengan

Upaya dan komitmen institusi dalam pengembangan tenaga dosen tetap kurang, tidak ada dukungan dana untuk dosen tetap yang melanjutkan studi. Tidak ada upaya pengembangan,

Peta domain dan faktor tersebut menjadi acuan kebutuhan informasi yang harus disiapkan oleh perguruan tinggi, untuk mengarahkan penjaminan mutu perguruan tinggi

Berdasarkan beberapa pengertian Diabetes Melitus diatas maka penulis menyimpulkan penyakit Diabetes Melitus adalah penyakit degeneratif dan merupakan

Permasalahan kelompok ibu rumah tangga ini antara lain: belum ada pembinaan dalam meningkatkan pemberdayaan ibu rumah tangga, kegiatan kemasyarakatan (dawis, PKK,