• Tidak ada hasil yang ditemukan

Minggu 15 Gender Dan Negosiasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Minggu 15 Gender Dan Negosiasi"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

Negosiasi Bisnis

By: Dra. Ai Lili Yuliati, MM, Mobail: 08122035131, Email: [email protected]

Minggu-14:

(2)

Pengantar

Menyelidiki perbedaan istilah jenis kelamin

dan gender.

Mengulas mengenai pandangan teoritis

mengenai perbedaan Gender Dalam Negosiasi.

Menguji bukti penelitian empiris tentang

psikologi gender dalam negosiasi.

(3)

Istilah jenis kelamin dan gender dalam penggunaan umum di luar lingkup ilmiah

dianggap sama. Walaupun begitu, perbedaan diantara keduanya sangat penting bagi para ahli biologi, psikhologi, dan ahli lainnya.

Company Logo

(4)

Jenis Kelamin (sex).

• Mengacu pada kategori biologis, yaitu laki-laki dan perempuan.

• Jenis kelamin adalah “perangkat atau kualitas di mana organisme diklasifikasikan sebagai jantan dan betina berdasarkan atas organ reproduksi beserta fungsinya”

Company Logo

(5)

Gender.

• Mengacu pada penunjuk jenis kelamin secara budaya dan psikhologis.

• Merupakan aspek-aspek dari peran atau identitas (bukannya aspek biologis) yang

membedakan laki-laki dan perempuan dalam kebudayaan dan masyarakat.

Company Logo

(6)

Tidak ada jawaban yang sederhana untuk

menjawab pertanyaan mengenai cara gender mempengaruhi negosiasi, namun penelitian

baru-baru ini menunjukkan perbedaan tersebut ada dan mengapa sulit untuk menemukan hal

tersebut dalam perbandingan negosiator laki-laki dan perempuan.

Company Logo

(7)

Beberapa faktor penting yang mempengaruhi cara pria dan wanita dalam negosiasi:

 Cara pandang relasional terhadap orang lain.

o Wanita lebih menekankan pada tujuan-tujuan

interaksi (aspek interpersonal dari negosiasi).

o Pria lebih didorong oleh tujuan-tujuan

khusus.

Company Logo

(8)

 Cara pandang Agensi.

o Wanita cenderung untuk tidak membuat

batasan jelas antara negosiasi dan aspek lain dari hubungan mereka dengan orang lain,

namun justru melihat negosiasi sebagai perilaku yang terjadi dalam sebuah hubungan tanpa

bagian yang menandai kapan mulai dan berakhir.

Dikarenakan wanita lebih cenderung melihat negosiasi mengalir alami dari hubungan, mereka kurang

“mengenali bahwa negosiasi tersebut selalu terjadi.

mereka kurang “mengenali bahwa negosiasi

mereka terjadi”.

Company Logo

(9)

o Pria cenderung untuk membatasi negosiasi dari

perilaku lain yang terjadi dalam hubungan dan untuk menandai awal dan akhir dari negosiasi secara perilaku.

Company Logo

(10)

 Keyakinan terhadap kemampuan dan kelayakan.

o Pengharapan dan kelayakan diri seseorang,

mempengaruhi bagaimana pria dan wanita melakukan pendekatan di meja negosiasi.

o Misalnya dalam negosiasi gaji, wanita lebih

cenderung untuk melihat kelayakan mereka

seperti apa yang akan dibayarkan oleh majikan mereka.

o Laki-laki berharap untuk mendapat lebih daripada

perempuan sepanjang karier mereka.

Company Logo

(11)

 Kendali melalui wewenang.

o Pria dan wanita mendapat dan menggunakan

kekuatan dalam cara-cara berbeda.

o Wanita lebih cenderung mencari wewenang di

mana “ada interaksi diantara semua pihak dalam hubungan untuk membangun koneksi dan meningkatkan kekuasaan semua orang”.

Company Logo

(12)

o Pria dapat dikenali dari penggunaan kuasa

untuk mencapai tujuan-tujuan mereka atau untuk memaksa pihak lain berkapitulasi

(mengikhtisarkan) cara pandang mereka.

Company Logo

(13)

 Memecahkan masalah melalui dialog.

o Wanita dan pria menggunakan dialog dalam cara

yang berbeda.

o Wanita “mencari cara untuk terlibat dalam

mencari ide gabungan, di mana untuk dapat

memahaminya dilakukan dengan cara diklarifikasi secara progresif melalui interaksi”, mereka juga secara alternatif mendengar dan berkontribusi, dan ini menghasilkan “sekumpulan narasi yang menceminkan pemahaman yang baru muncul” .

Company Logo

(14)

o Pria menggunakan dialog:

 Untuk meyakinkan fihak lain bahwa posisi mereka benar,

 Untuk mendukung beberapa taktik dan cara beragam yang digunakan untuk

memenangkan poin selama diskusi.

Company Logo

(15)

 Persepsi dan stereotif.

o Stereotif adalah penilaian terhadap seseorang

berdasarkan persepsi terhadap kelompok di mana orang tersebut dapat dikategorikan.

Stereotif bisa merupakan prasangka positif dan bisa negatif.

o Bagaimana negosiator menerima dan

membingkai proses negosiasi dapat memiliki dampak penting pada perilaku negosiasi.

Company Logo

(16)

o Mengacu pada gagasan, pria memiliki

keuntungan dalam negosiasi sebagai sebuah “stereotif budaya dominan”.

o Bagi negosiator wanita, hal ini dapat berarti

sebuah reputasi yang mengawalinya.

Stereotif negatif mengenai para penawar wanita membentuk pengharapan dan tindakan oleh

pria dan wanita di meja negosiasi.

Company Logo

(17)

 Pria dan wanita Memahami negosiasi dengan cara yang berbeda.

Negosiator pria dan wanita memiliki pandangan yang sangat berbeda untuk menafsirkan atau “membingkai” situasi konflik.

o Hubungan versus orientasi tugas.

 Wanita lebih cenderung untuk menerima berbagai episode konflik dengan istilah hubungan,

 Sedangkan para pria cenderung untuk menerima karakteristik tugas dari berbagai episode konflik.

Company Logo

(18)

o Kompetisi versus kolaborasi.

 Wanita memperoleh hasil yang lebih buruk dari pria ketika bernegosiasi atas nama mereka

sendiri, tetapi dapat mengalahkan pria ketika bertindak atas nama individu lain.

 Performa negosiator pria tidak terpengaruh oleh manipulasi konteks.

o Ekspektasi hasil.

 Wanita memiliki kecenderungan untuk

mengabaikan potensi yang dimilikinya untuk

negosiasi daripada pria dan mengharapkan hasil yang lebih sedikit dari negosiasi daripada pria.

Company Logo

(19)

 Pria dan wanita berkomunikasi secara berbeda dalam negosiasi.

Bagaimana pria dan wanita menerima perilaku

komunikasi yang muncul selama negosiasi.

 Perilaku Pria lebih tegas daripada wanita.

 Wanita lebih cenderung untuk mengungkapkan

informasi pribadi dan perasaan mereka dibandingkan pria.

 Pria dan wanita memilih contoh yang berbeda untuk menunjang argumen mereka selama negosiasi.

.

Company Logo

(20)

 Wanita cenderung suka berdebat atau tidak ramah dalam negosiasi di dunia maya (mis melalui email) dibandingkan dengan negosiasi tatap muka.

 Pria tidak ada perbedaan antara dua saluran komunikasi dalam bernegosiasi.

Company Logo

(21)

14-21 ©2006 The McGraw-Hill Companies, Inc., All Rights Reserved

Penemuan Empiris Mengenai Perbedaan

Gender Dalam Negosiasi

 Pria dan wanita diperlakukan berbeda dalam

negosiasi.

(22)

 Taktik yang serupa memiliki dampak berbeda ketika digunakan oleh pria versus wanita.

o Taktik penukaran (mengingatkan suvervisor tentang

bantuan sebelumnya dan menawarkan untuk berkorban).

Hasil penelitian menunjukkan tidak hanya pria dan wanita menerima hasil berbeda selama negosiasi gaji, tetapi bahwa taktik yang sama dapat memiliki dampak berlawanan pada hasil negosiasi gaji,

tergantung apakah hal tersebut digunakan oleh karyawan pria atau wanita.

Company Logo

(23)

o Taktik penukaran memiliki dampak positif pada hasil

gaji terhadap karyawan pria, dan dampak negatif

pada hasil negosiasi gaji terhadap karyawan wanita. Hal ini terjadi karena wanita menggunakan taktik

bernegosiasi yang sama dengan pria, tetapi kurang berhasil dibanding pria.

Company Logo

(24)

o Taktik agresif.

Penelitian menunjukkan adanya perbedaan reaksi dari orang-orang yang bernegosiasi secara agresif.

Dalam negosiasi penerimaan pegawai,

Pria dan wanita cenderung tidak untuk direkrut ketika mereka menawar secara agresif.

Namun demikian, wanita cenderung untuk direkrut 3.5 kali lebih kecil ketika mereka agresif.

Company Logo

(25)

 Stereotif gender mempengaruhi performa negosiasi.

Bagaimana performa negosiator pria dan wanita

bervariasi tergantung dari jenis stereotif peran jenis kelamin yang diaktifkan dalam situasi tertentu.

o Stereotif mengurangi performa negosiasi wanita.

 Wanita berindak lebih buruk dikarenakan oleh stereotif negatif yang aktif.

 Pria dapat lebih baik karena stereotif positif yang bermain.

Company Logo

(26)

o Dampak negatif dari stereotif mengenai

perbedaan gender dapat diatasi.

Stereotif negatif mengenai wanita di meja penawaran terkadang dapat meningkatkan performa

 Wanita kalah performa dari pria dalam negosiasi campuran gender.

 Sifat maskulin membuat Pria memiliki performa lebih baik.

Company Logo

(27)

o Stereotif teraktivikasi dapat lebih penting dari

negosiator gender yang sesungguhnya.

Ketika satu stereotif wanita diaktifkan, negosiator dari kedua jenis kelamin tersebut memperoleh hasil yang lebih integratif.

Company Logo

(28)

 Intervensi motivasional.

o Wanita lebih sering dikenakan sanksi atas

perilakunya yang terlihat seperti

mempromosikan diri, oleh karena itu

negosiator wanita cenderung mempermainkan pengelolaan atas impresi yang lainnya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Sebagai konsekuensinya para wanita dapat mendapatkan hasil lebih sedikit daripada pria.

Company Logo

(29)

o Untuk memecahkan pola tersebut adalah

dengan menekankan ketergantungan bersama dari kedua belah pihak dengan membuat lebih sedikit promosi diri dalam negosiasi untuk

masing-masing pihak.

Company Logo

(30)

 Intervensi Kognitif.

o Memiliki pola pikir yang kuat (kesadaran akan peran

kekuasaan dalam situasi dan hubungannya dengan taktik dan hasil) dapat menjadi alat penting dalam negosiasi.

o Pola pikir dapat membuat perbedaan perilaku, dimana

kekuatan menjadi tindakan.

o Dalam negosiasi dengan bingkai pemikiran yang kuat

dapat memberi hasil yang lebih banyak bagi negosiator wanita yang ada di posisi yang kurang

menguntungkan.

Company Logo

(31)

o Walaupun wanita cenderung untuk lebih

terintimidasi daripada pria dengan prospek

negosiasi. Hal ini dapat diatasi ketika wanita dibujuk untuk berpikir mengenai kekuasaan.

o Ketika wanita mengalami kekuasaan, keseganan

mereka terhadap negosiasi berkurang sedemikian rupa, sehingga dia bereaksi lebih daripada pria.

Company Logo

(32)

o Cara lain untuk merubah pola pikir wanita, yaitu

dengan memfokuskan pada sesuatu yang dimiliki

bersama para negosiator yang melebihi jenis kelamin, seperti tujuan-tujuan dan identitas mereka bersama; menjelaskan kembali arti menjadi negosiator yang baik yang mencakup sifat-sifat feminim; dan meningkatkan persepsi mengenai kendali melalui pelatihan yang

terstruktur.

Company Logo

(33)

 Intervensi Situasional.

o Perbedaan kekuasaan menyebabkan

banyaknya perbedaan antara negosiator wanita dan pria.

o Kekuasaan adalah faktor penyama pada

negosiasi dimana wanita dan pria cenderung menggunakannya hampir sama dan

mengambil keuntungan dari kekuasaan tersebut.

Company Logo

(34)

o Dengan diberikannya kekuatan yang sama,

mereka tampil cukup baik. Sesuai dengan itu, untuk mengatasi perbedaan gender diperlukan pencairan ketidakseimbangan struktural dari kekuasaan dalam negosiasai.

o Salah satu cara untuk melakukan ini adalah

dengan cara mengubah peran sosial yang wanita mainkan untuk “mengurangi batas di mana wanita merasa terkekang untuk

menyesuaikan dengan peran gender”

Company Logo

(35)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis sidik ragam pada Tabel 6 menunjukkan bahwa panjang shank ayam Sentul, ayam Kampung dan ayam Kedu pada umur 5-12 minggu tidak berbeda nyata, tetapi antara

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kepuasan kerja, motivasi dan prospek karier antara auditor pria dan wanita yang bekerja di

Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan diatas maka dapat disimpulkan bahwa dari keempat indikator kepuasan kerja pegawai pria dan wanita pada Sub Bagian

Dan ternyata setelah dilakukan pengujian, peneliti menemukan bahwa hasil dari daya tarik tugas yang dirasakan oleh pria maupun wanita pada kondisi high meaning

Hasil analisis sidik ragam pada Tabel 6 menunjukkan bahwa panjang shank ayam Sentul, ayam Kampung dan ayam Kedu pada umur 5-12 minggu tidak berbeda nyata, tetapi antara

Dampak persalinan dan kelahiran dapat menyebabkan wanita terlihat pucat dan letih selama satu atau beberapa hari setelah melahirkan (Fraser, 2009). Anemia dalam

Simpulan : Latihan yoga terprogram selama 12 minggu dapat menurunkan tekanan darah diastol tetapi tidak pada tekanan darah sistol wanita yang berusia 50 tahun

Ama, sejatinya bukan pekerjaan untuk kaum wanita saja, ada juga kalangan pria yang menjadi Ama tetapi dengan tulisan yang berbeda (海士, ―master laut‖), namun jumlah perempuan