• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pembangunan Tol Soroja Terhadap

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Pembangunan Tol Soroja Terhadap"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PL 1202 TEKNIK KOMUNIKASI DAN PRESENTASI

TUGAS 2

PENULISAN ESAI PENDEK

(Pengaruh Pembangunan Tol Soroja Terhadap Kegiatan Perekonomian Warga

Dan Lalu Lintas Disekitarnya)

AHMAD SOBARI

19917230

SEKOLAH ARSITEKTUR

,

PERENCANAAN DAN PENGEMBANGAN KEBIJAKAN

(2)

ABSTRAK

Jalan merupakan hal terpenting dalam menghubungkan satu daerah ke daerah yang lainnya, yang dapat diakses oleh semua kalangan dengan mudah. Sementara jalan tol sendiri sering diartikasn sebagai jalan bebas hambatan yang penggunanya dikenakan kewajiban untuk membayar sesuai tarif yang telah ditetapkan. Pembangunan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) ini tentunya sangat diperlukan oleh Kabupaten Bandung sebagai penyatu dengan daerah lain terutama daerah daerah di Bandung Raya. Pembangunan dalam skala besar ini tentunya akan melibatkan banyak pihak terutama masyarakat yang berada disekitar daerah pembangunan baik terhadap kegiatan perekonomiannya maupun keadaan lalu lintas yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, pembangunan ini perlu perencanaan yang matang dan pemantauan serta evaluasi yang terus menerus selama proses pembangunan berlangsung. Dalam menyelesaikan esai ini, penulis menggunakan metode studi literatur untuk membahas pengaruh yang ditimbulkan dari pembangunan tol Soroja ini, dimana metode ini yang paling umum dan paling mudah dilakukan oleh setiap orang terutama penulis. Bahan bahan yang diperlukan selama penulisan ini diambil dari internet—seperti di website BPS dan koran-koran di internet—buku, dan beberapa aturan yang berlaku.

Kata Kunci:

(3)

PENDAHULUAN

Jalan merupakan salah satu infrastuktur yang sangat penting dalam mengembangkan suatu wilayah dan sebagai penghubung antar satu daerah dengan daerah lainnya. Modern ini banyak sekali dilakukan pembangunan jalan baru yang bertujuan untuk melerai kemacetan salah satunya dengan pembangunan jalan tol atau jalan bebas hambatan. Jalan tol sendiri menurut Undang-undang RI tahun 2004 tentang Jalan, Jalan tol adalah jalan umum yang merupakan bagian sistem jaringan jalan dan sebagai jalan nasional yang penggunanya diwajibkan membayar tol. Sedangkan menurut Endang Moerdopo (2009): “Jalan tol merupakan jalan yang dapat digunakan tanpa hambatan apapun dan biasanya melintas dengan kecepatan tinggi”. Jadi dari dua pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa jalan tol merupakan jalan bebas hambatan yang dibangun untuk mengurangi kemacetan dipusat-pusat kegiatan dan merupakan alternatif jalan-jalan yang telah ada sehingga dengan pertimbangan tersebut para penggunanya diwajibkan untuk membayar tol.

Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) merupakan jalan tol yang membentang sepanjang 10,57 Km dari Soreang hingga ke Pasirkoja ini sudah direncanakan dari tahun 1996, namun baru terealisasikan pembangunannya pada tanggal 10 September 2015 dan diresmikan pada tanggal 4 Desember 2017. Sebagaimana pengertian tol yan telah dibahas di atas, tol Soroja ini dibangun untuk melerai kemacatan di daerah-daerah yang dilaluinya terutama Soreang sebagai Ibu Kota Kabupaten Bandung. Pembangunan tol Soroja ini tentu akan berdampak pada kegiatan perekonomian masyarakat disekitar jalan tol tersebut—kegiatan perekonomian adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, umumnya kegiatan ekonomi terdiri dari kegiatan konsumsi, produksi dan distribusi1. Kegiatan ekonomi yang semula berjalan lancar bisa jadi terganggu atau bahkan terhenti akibat adanya pembangunan ini, atau bahkan dengan adanya pembangunan tol Soroja ini, kegiatan ekonomi didaerah sekitar pembangunan menjadi lebih berkembang dan mudah untuk dijangkau oelh semua pihak.

Selain berakibat pada kegiatan perekonomiannya, pembangunan tol Soroja juga akan berakibat terhadap lalu lintas di Kabupaten Bandung yang akan meningkat yang diharapkan oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, bapak Ir. H. Sofian Nataprawira, M.P. akan sangat bermanfaat2 bagi masyarakat setempat karena memudahkan untuk menjangkau daerah lain dengan

cepat, terlebih kegiatan utama di Kabupaten Bandung adalah perkebunan dan pertanian yang hasil pertaniann yaharus dikirim dengan cepat agar tidak membusuk. Selain itu, dengan dibangunnya tol Soroja ini akan mempermudah wisatawan untuk menjangkau daerah daerah wisata yang ada di Kabupaten Bandung terutama di Ciwidey. Kemacetan berkali-kali terjadi di Kabupaten Bandung 1Dian Sinaga, “Pengertia Kegiatan Ekonomi”, diakses dari http://www.studiobelajar.com/kegiatan-ekonomi/, pada tanggal 13 Februari 2018 pukul 11.47 WIB.

2“Pemkab Bandung Estimasikan Dampak Tol Soroja”, diakses dari

(4)

terutama dari Soreang hingga Pasir Koja, dan Kopo, dengan dibangunnya tol Soroja ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan yang terjadi di Kabupaten Bandung khusunya di daerah yang dilalui tol Soroja.

Penting bagi seorang perencana melakukan evaluasi untuk setiap rencana dalam skala besar yang menyangkut banyak pihak seperti rencana Pembangunan Tol Soroja ini, mulai dari rencana itu dibuat, diimplementasikan sampai kepada rencana itu rampung dikerjakan. Salah cara untuk mengevaluasi suatu rencana yang telah terlaksana adalah dengan melihat pengaruh yang ditimbulkan setelah rencana tersebut diterapkan, apakah pengaruhnya sesuai dengan harapan atau tidak. Oleh karena itu, esai ini akan meninjau pengaruh yang ditimbulkan akibat pembangunan tol Soroja bagi masyarakat disekitarnya sebagai bahan pertimbangan kedepannya bagi pemerinntah, pengembang maupun bagi masyarakat itu sendiri dalam mengelola daerah sekitarnya.

PEMBAHASAN

A. Pembangunan Tol Soroja

Tol Soroja adalah jalan tol yang membentang dari Soreang hingga Pasir Koja dengan panjang jalan 10,57 Km. Tol Soroja ini sudah direncanakan pembangunannya sejak tahun 1996, namun baru dapat terealisasikan pembangunanya pada tahun 2015. Kemoloran pembangunan yang terjadi selama 20 tahun ini diakibatkan oleh beberapa hal seperti diperlukannya keberanian untuk memutuskan bahwa pembangunan ini akan dilaksanakan3,

lamanya proses pembebasan lahan untuk pembangunan, dan tidak mendukungnya cuaca selama pembangunan berlangsung.

Salah satu hal yang melatarbelakangi molornya pembangunan tol Soroja ini adalah belum adanya keberanian dari pemerintah pada tahun 1996, untuk memutuskan dan menjalankan rencana pembangunan tol Soroja ini. Disamping itu, diperlukannya perencanaan yang matang, mengingat bahwa disepanjang lahan yang akan dibangun tol Soroja merupakan permukiman warga yang tentunya akan memakan waktu, tenaga, dan biaya yang besar untuk pembebaskan lahan pembangunan tol Soroja ini. Karena hal tersebut rencana pembangunan tol Soroja ini sempat ditunda ini, akhirnya bisa terealisasikan pembangunannya pada era Presiden Jokowi.

Pembangunan tol Soroja yang akan menghubungkan Kota Bandung dan Kabupaten Bandung ini akan memerlukan lahan seluas 112.04 hektar—dengan 97,04 hektar berada di Kabupaten Bandung dan 5 hektar sisanya berada di Kota Bandung. Pembebasan

(5)

lahan ini menjadi penghambat utama pembangunan tol Soroja. Pembebasan lahan ini sendiri berdasarkan pada Undang –undang Nomor 2 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum. Pengadaan lahan untuk pembangunan tol Soroja ini menjadi penghambat utama pembangunan tol ini. Pembebasan lahan sendiri direncanakan oleh Direktur Utama PT Jasa Saran akan berlangsung dari 2011 sampai 20124

dan sampai Mei 2011 pembebasan lahan ini telah mencapai 50%, akan tetapi sampai Februari 2015 pembebasan lahan baru mencapai 83%. Hal ini diakibatkan banyak warga yang meminta harga yang sangat tinggi untuk ganti rugi lahan mereka, bahkan menurut Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Denny Juanda Puradimanja, ada warga yang meminta ganti rugi hingga 810 kali lipat. Selain itu, saat tender dimulai pada tahun 2000, tidak ada investor yang mau melirik proyek ini karena dianggap akan memberatkan dan merugikan mereka terutama dalam hal pembebasan lahan. Akhirnya pada tahun 2007 pemerintah mengambil alih proses pembebasan lahan yang berdasarkan nota kesepahaman antara pemerintah pusat, Pemkab. Bandung, dan Pemkot. Bandung, pemerintah pusat akan menanggung setengah dari total biaya pebebasan lahan sebesar 265,5 miliar rupiah.

Penyebab lain dari molornya pembangunan tol Soroja ini adalah cuaca yang tidak mendukung selama proses pembangunan. Hujan yang terus turun menyebabkan proses pengerukan dan penimbunan tanah tidak dapat dikerjakan padahal penimbunan menjadi hal yang penting dalam pembangunan tersebut. Akibatnya dana pembangunan meningkat dari awal perencanaan sebesar 1,1 triliun rupiah menjadi 1,3 triliun rupiah5. Oleh karena itu,

pembangunan tol Soroja menjadi terhambat dan terus saaj terjadi kemoloran dalam pembangunannya.

B. Dampak Yang Ditimbulkan Terhadap Kegiatan Perekonomian Warga Dan Lalu Lintas Disekitarnya

Kabupaten Bandung merupakan salah satu dari banyak daerah di Indonesia yang dikelilingi oleh gunung dan bukit yang kontur tanahnya sangat cocok untuk bertani dan berkebun. Selain itu, Kabupaten Bandung juga memiliki banyak cerita yang beredar di masyarakat tentang gunung-gunung yang ada disana seperti Gunung Tangkuban Parahu. Oleh karenanya Kabupaten Bandung banyak dikunjungi wisatawan karena menyimpan banyak tempat bersejarah.

4 Anonim, “Pembebasan Lahan Tol Soroja telah Mencapai 50 Persen”, diakses dari

http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2011/05/27/146552/pembebasan-lahan-tol-soroja-telah-mencapai-50-persen, pada tanggal 16 Februari 2018 pukul 02.05 WIB.

5 Ozzi Amedio, “Terkendala Cuaca, Pembangunan Tol Soroja Diprediksi Terlambar”, diakses dari

(6)

Berdasarkan diagram 1.1., penduduk di Kabupaten Bandung paling banyak memiliki usaha dibidang ‘Industri’ sebesar 572.482 orang—jumlah laki-laki dan perempuan —sementara dibidang ‘Jasa’ hanya terdapat 285.998 orang saja, selain itu ‘Perdagangan’ menempati posisi kedua dengan jumlah penduduk yang berpropesi sebagai pedagang sebesar 408.876 orang. Kabupaten Bandung sendiri terkenal dengan wilayah Industri. Banyak daerah di Kabupaten Bandung yang menjadi pusat perindustrian seperti di Padalarang, Batujajar, Ngamprah, dan Cigondewah. Selain itu, penduduk Kabupaten Bandung juga banyak yang menjadi pedagang, lantaran di Kabupaten Bandung terutama di wilayah selatan seperti di Ciwidey, menyediakan tempat-tempat wisata alam seperti Kawah Putih dan pemandian air panas. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang menjadikan berdagang sebagai mata pencaharian utama mereka.

Sebelum dibangunnya tol Soroja ini, diperlukan waktu sekitar 2 jam dari Soreang hingga Pasir Koja, sementara setelah dibangunnya tol Soroja, perjalanan dari Soreang sampai Pasir Koja dapat ditempuh hanya dalam waktu 15 menit saja6. Selain itu, sebelumnya para

wisatawan dari Kota Bandung yang ingin berwisata ke Kabupaten Bandung selatan seperti Ciwidey harus menepuh perjalanan hingga 1,5 jam melewati jalan arteri, sementara setelah dibangunnya tol Soroja ini, para wisatawan mampu menempuhnya hanya dalam waktu 12 menit saja. Pembangunan tol Soroja juga mempermudah masyarakat sekitar terutama dalam bidang pertanian dan perkebunan, untuk mengantarkan hasil kebunnya dan hasil taninya ke Kota Bandung dengan cepat. Hal ini tentunya akan menekan biaya pengeluaran dan tenaga mereka.

6 Deandra Syarizka dan Zufrizal, “Tol Soroja Urat Nadi yang dinanti di Bandung Raya”, diakses di

http://industri.bisnis.com/read/20171114/45/708782/tol-soroja-urat-nadi-yang-dinanti-di-bandung-raya, pada tanggal 16 Februari 2018 pukul 07.30 WIB.

Diagram 1.1. Jumlah Penduduk menurut Lapanngan Usaha di Kabupaten Bandung tahun 2010

LAPANGAN USAHA

(7)

Sebenarnya tujuan dibangunnya tol Soroja bukan hanya untuk mempersingkat waktu tempuh dari Soreang ke Pasir Koja, melainkan juga untuk menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung dan dalam pembangunan tol ini jelas bahwa tujuan itu telah tercapai. Seperti yang telah dikemukakan sebelumnya, waktu tempuh dari Kota Bandung menuju Kabupaten Bandung menjadi lebih singkat. Tol Soroja ini juga merupakan pintu keluar bagi Jawa Barat bagian selatan dari keterisolasiannya dan Bandung Raya. Selain itu, tol Soroja ini akan menjadi pintu masuk menuju Jawa Barat bagian Selatan yang nantinya akan terhubung dengan rencana pembuatan infrastruktur jalan dari Pangalengan menuju kawasan pantai seperti Rancabuaya yang ada di Garut, Cidaun yang ada di Cianjur, dan termasuk jalan alternatif menuju pantai Pangandaran.

C. Kesan Masyarakat Setelah Menggunakan Tol Soroja

Setelah diresmikan tanggal 4 Desember 2017, tol Soroja sudah dapat diakses oleh masyarakat. Antusias dari masyarakat menyambut kehadiran tol baru ini sangat besar terlebih bagi masyarakat sekitar yang hendak mendistribusikan hasil tani, hasil kebun, dan hasil industri mereka keseluruh Bandung Raya, Jakarta, dan kota-kota besar lainnya. Untuk mengakses tol Soroja, masyarakat bisa masuk melalui 5 gerbang yang telah disediakan diantarannya gerbang tol Soreang, gerbang tol Kutawaringin Barat, gerbang tol Kutawaringin Timur, gerbang tol Margaasih Barat, dan gerbang tol Margaasih Timur.

Berdasarkan pendapat dari masyarakat yang pernah mengakses tol Soroja, dikatakan meskipun jalan tol ini sudah diresmikan dan sudah beroperasi, sebenarnya jalan tol ini belum siap beroperasi sama sekali. Terbukti dengan tidak dapat diaksesnya beberapa pintuk keluar tol, seperti pintu keluar gerbang tol Soreang. Hal ini menyebabkan warga yang akan keluar tol Soroja melalui gerbang ini akan dialihkan ke gerbang tol terdekat yaitu ke gerbang tol Kopo. Awalnya pembangunan tol Soroja ini direncanakan akan rampung sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Dengan begitu pemerintah dapat menggunakan tol Soroja sebagai akses utama bagi para atlet yang hendak menuju ke tempat pertandingan, tapi pada kenyataannya tol ini diresmikan Desember 2017, molor satu tahun dari rencana yang telah dirumuskan. Oleh karena itu, pantas rasanya untuk dikatakan bahwa peresmian tol Soroja ini terkesan dipaksakan.

(8)

Sehingga pengelola perlu meninjau ulang kesiapan dari penggunaan tol Soroja ini, mulai dari integrasi antar pintunya sampai pada lebar jalan keluar dari tol ini agar kemacetan yang terjadi tidak terlalu parah.

KESIMPULAN

Pembangunan jalan tol menjadi sangat penting akhir-akhir ini. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya kendaraan di jalan, tanpa diikuti dengan perluasan jalan ataupun penambahan jalan. Oleh karena itu, pemerintah merencanakan pembangunan tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) sebagai penghubung Kabupaten Bandung dengan daerah-daerah di Bandung Raya maupun kota-kota lain. Dengan dibangunnya tol Soroja ini memudahkan berbagai pihak untuk keluar masuk Kabupaten Bandung. Baik itu masyarakat Kabupaten Bandung yang hendak mendistribusikan hasil kebun, hasil tani, maupun hasil industri mereka ke daerah-daerah di Bandung Raya atau kota-kota besar disekitarnya. Selain itu, masyarakat luar Kabupaten Bandung dapat dengan mudah mengakses tempat-tempat wisata di Kabupaten Bandung terutama bagian Selatan seperti Ciwidey, Padalarang, dan lain-lain.

Peresmian tol Soroja yang dilakukan pada tanggal 4 Desember 2017 ini terkesan dipaksakan. Terbukti saat setelah peresmian itu, para pengguna tol ini kecewa karena mereka tidak dapat keluar tol Soroja melalui beberapa pintu keluar tol, salah satunya gerbang tol Soreang. Sehingga para pengguna tol yang hendak keluar melalui gerbang tol Soreang akan diarahkan oleh para petugas ke gerbang tol terdekat, yaitu gerbang tol Kopo. Hal ini tentunya diluar dari harapan masyarakat, mereka berharap dengan dibangunnya tol ini, mereka bisa menghindari macet yang sering terjadi di daerah Kopo. Dengan demikian tol Soroja ini belum sesuai dengan pengertian tol pada umumnya dan tujuan dari pembangunan tol ini belum sepenuhnya tercapai. Selain itu, penyempitan yang terjadi di jalan keluar Margaasih dan Katapang semakin menambah kesan bahwa peresmian ini terlampau dipaksakan. Selain itu, tidak tercapianya harapan Gubernur Jawa barat, Ahmad Heryawan, yang menginginkan proyek ini rampung sebelum pelaksanaan PON XIX/2016 Jawa Barat, memperkuat kesan tersebut. Terlebih belum adanya integrasi antara pembayaran tol menggunakan e-toll dengan pintu keluar tol Soroja ini, menyebabkan masyarakat tidak dikenakan tarif sedikitpun selama beberapa hari setelah peresmiannya. Masyarakat cukup menempelkan kartu e-toll mereka untuk dapat mengakses tol Soroja ini.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Undang-undang RI Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan (Bab 1, Pasal 1, poin 7)

Rachmawati, Firda. “Dampak Positif dan Negatif Hadirnya Tol Soroja”. http://www.pikiran- rakyat.com/surat-pembaca/2017/12/11/dampak-positif-dan-negatif-hadirnya-tol-soroja-415635. Diakses pada tanggal 09 Februari 2018 pukul 20.07 WIB.

Anonim. “Pembangunan Jalan Tol Soroja (Soreang-Pasirkoja)”.

http://www.wisatabdg.com/2012/10/pembangunan-jalan-tol-soroja-soreang.html. Diakses pada tanggal 09 Februari 2018 pukul 20.28 WIB.

Winarto, Yudho. “Proyek Pembangunan Tol Soreang-Pasirkoja Dimulai”.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/09/10/080000126/Proyek.Pembangunan.To l.Soreang-Pasirkoja.Dimulai. Diakses pada tanggal 09 Februari 2018 pukul 20.35 WIB.

Sinaga, Dian. “Pengertia Kegiatan Ekonomi”. http://www.studiobelajar.com/kegiatan-ekonomi/. Diakses pada tanggal 13 Februari 2018 pukul 11.47 WIB.

Anonim. “Pemkab Bandung Estimasikan Dampak Tol Soroja”.

http://www.jabarprov.go.id/index.php/news/21092/2017/01/31/Pemkab-Bandung-Estimasikan-Dampak-Tol-Soroja. Diakses pada tanggal 13 Februari 2018 pukul 12.35 WIB.

Afriyadi, Achmad D. dan Meilina, Agustina. “Direncanakan 1996, Tol Soroja Dibangun pada Era Jokowi”. http://bisnis.liputan6.com/read/3184371/direncanakan-1996-tol-soroja-bandung-dibangun-pada-era-jokowi. Diakses pada tanggal 13 Februari 2018 pukul 20.57 WIB.

Faran. “Tol Soroja Dibuka, Ekonomi Masyarakay Diharapkan Meningkat”.

http://www.rmoljabar.com/read/2017/11/14/60006/Tol-Soroja-Dibuka,-Ekonomi-Masyarakat-Diharapkan-Meningkat-. Diakses pada tanggal 16 Februari 2018 pukul 01.33 WIB.

Anonim. “Pembebasan Lahan Tol Soroja telah Mencapai 50 Persen”. http://www.pikiran- rakyat.com/bandung-raya/2011/05/27/146552/pembebasan-lahan-tol-soroja-telah-mencapai-50-persen. Diakses pada tanggal 16 Februari 2018 pukul 02.05 WIB.

Sernapi. “Belum Sempurna, Tol Soroja Dikeluhkan Warga”.

http://www.pikiran- rakyat.com/bandung-raya/2017/12/05/belum-sempurna-tol-soroja-dikeluhkan-warga-415210. Diakses pada tanggal 16 Februari 2018 pukul 03.27 WIB.

Sukirman, Ecep. “4 Hal tentang Tol Soroja yang Perlu Diketahui”. http://www.pikiran- rakyat.com/bandung-raya/2017/12/05/4-hal-tentang-tol-soroja-yang-perlu-diketahui-415229. Diakses pada tanggal 16 Februari 2018 pukul 04.02 WIB.

Syarizka, Deandra dan Zufrizal. “Tol Soroja Urat Nadi yang Dinanti di Bandung Raya”. http://industri.bisnis.com/read/20171114/45/708782/tol-soroja-urat-nadi-yang-dinanti-di-bandung-raya. Diakses pada tanggal 16 Februari 2018 pukul 07.30 WIB.

Amedio, Ozzi.“Terkendala Cuaca, Pembangunan Tol Soroja Diprediksi Terlambat”.

Referensi

Dokumen terkait

Seda ngkan dalam Undang-undang Perikanan tidak mengatur nelayan tradisional yang ada adalah nelayan kecil (dengan ukuran kapal di bawah 5 GT) dan dalam kenyataannya menggunakan

penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara ketiga komponen sikap (kognitif, afektif dan konatif) dan kedua komponen (individual dan

Untuk seleksi mikrob pelarut fosfat dilakukan kegiatan sebagai berikut a pembuatan ekstrak tanah, ekstrak suspensi tanah dibuat dan diencerkan dengan konsentrasi mencapai 106

Pentingnya pendekatan partisipatif masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya disebabkan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dibahas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1.) Terdapat pengaruh kontrol diri terhadap perilaku menabung siswa di SMK

Tugas TIM Penyusun Review Renja sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu adalah menyusun dokumen Rencana Kerja (Renja) Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pada tahap pra siklus daya ingat 8 siswa kelas VIII-A MTs Negeri 2 Kudus sebelum diberikan layanan bimbingan kelompok

Dapat disimpulkan bahwa kunci dari komunikasi antarpribadi pasangan etnis Sumba dan Western adalah sikap terbuka, baik itu keterbukaan diri dengan budaya pasangan