• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SWOT UNTUK PENGEMBANGAN PARIWIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS SWOT UNTUK PENGEMBANGAN PARIWIS"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN STRATEGIK

ANALISIS SWOT UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA

OLEH : NOPIYANTI 105610489314

PROGRAM STUDI ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR

(2)

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Puji dan syukur kami sampaikan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas karunia dan rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Manajemen Strategik, walaupun dengan keterbatasan ilmu dan wawasan serta berpedoman pada literatur yang ada dan daftar kepustakaan akhirnya kami dapat menyelesaikan tugas ini walaupun masih banyak kekurangannya.

Dalam penyusunan tugas ini kami menyadari masih banyak kekurangan dan kelemahan sehingga perlunya adanya saran dan sumbangan pikiran agar tugas ini menjadi sempurna dan bermanfaat bagi kalangan akademisi guna menambah wawasan.

Harapan kami semoga tugas ini dapat digunakan sebagai bahan ilmu pengetahuan mengenai pembahasan yang ada pada makalah ini. Dan semoga tugas ini memberikan informasi bagi pembaca dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Makassar, 2 Juli 2017

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

KATA PENGANTAR...ii

DAFTAR ISI... ... iii BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah...3

C. Tujuan Penulisan...4

D. Manfaat Penulisan...4

BAB II PEMBAHASAN... 5

A. Pengertian Analisis SWOT...5

B. Analisis SWOT untuk Pengembangan Pariwisata ... ... 8 BAB III KESIMPULAN... 14

(4)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Indonesia merupakan wilayah yang terletak di daerah khatulistiwa yang memiliki kekayaan hutan tropis melimpah dan budaya masyarakatnya yang beranekaragam. Potensi alam tersebut memperlihatkan bahwa Indonesia memiliki keanekaragaman flora dan fauna, peninggalan purbakala, peninggalan sejarah, serta seni dan budaya yang semuanya itu merupakan sumber daya dan modal yang besar artinya bagi usaha pengembangan dan peningkatan kepariwisataan.

Negara Indonesia mempunyai begitu banyak pulau, baik besar maupun kecil memiliki berbagai macam keindahan baik darat maupun laut yang sangat menarik untuk dinikmati. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam juga memiliki keanekaragaman kesenian dan budaya di setiap daerah membuat suatu daerah mempunyai suatu ciri khas yang dapat dipamerkan ke daerah-daerah lain bahkan ke mancanegara. Ciri khas yang dimiliki suatu daerah-daerah tersebut dijadikan sebagai tempat wisata yang menarik. Modal tersebut harus dimanfaatkan secara optimal melalui penyelenggaraan kepariwisataan yang secara umum bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat.

(5)

kemudian pada tahun 2009 pun dicanangkan sebagai kelanjutan dari program Visit Indonesia Year, hingga 2010 bahkan 2011 di berbagai daerah/destinasi.

Pariwisata merupakan industri gaya baru yang mampu menyediakan pertumbuhan ekonomi yang cepat dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, taraf hidup dan dalam mengaktifkan sektor lain di dalam negara penerima wisatawan. Pariwisata juga sebagai suatu sektor yang kompleks meliputi industri-industri seperti industri kerajinan tangan, industri cinderamata, penginapan dan transportasi. Pariwisata sebagai golongan industri jasa ketiga, cukup berperan penting dalam menetapkan kebijaksanaan mengenai kesempatan kerja, seiring meningkatnya industri wisata di masa yang akan datang maka akan berdampak pula pada perkembangan perekonomian suatu bangsa.

Alasan utama pengembangan pariwisata pada suatu daerah tujuan wisata, baik wisata secara lokal, regional, atau ruang lingkup nasional pada suatu negara sangat erat kaitannya dengan pembangunan perekonomian daerah atau negara tersebut, dengan kata lain pengembangan kepariwisataan pada suatu daerah tujuan wisata selalu akan diperhitungkan dengan keuntungan dan manfaat bagi rakyat banyak. Pembangunan di bidang kepariwisataan merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah dan negara. Sektor kepariwisataan akan disejajarkan kedudukannya dengan sektor lain dalam usaha meningkatkan pendapatan negara, maka kepariwisataan dapat disebut sektor industri pariwisata.

(6)

maka dapat diketahui situasi objek wisata dengan mengidentifikasi faktor eksternal dan faktor internal yang berpengaruh pada objek wisata, yaitu menganalisis peluang dan kekuatan yang dimiliki untuk menentukan rencana masa depan dan mengatasi kelemahan dan ancaman dengan cara rencana perbaikan. Menurut Freddy Rangkuti, Analisis SWOT merupakan suatu identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), dan secara bersamaan dapat meminimalisir kelemahan (weknesses) dan ancaman (Threats). Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan misi, tujuan, strategi, dan kebijakan perusahaan. Analisis SWOT mempertimbangkan faktor lingkungan internal berupa kekuatan dan kelemahan serta lingkungan eksternal berupa peluang dan ancaman yang dihadapi oleh objek wisata. Analisis SWOT adalah alat untuk mengenali situasi, yang jika dilakukan dengan benar maka akan menghasilkan pondasi yang kuat untuk merumuskan atau memformulasikan suatu strategi.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

1. Apakah yang dimaksud dengan analisis SWOT ?

2. Bagaimana analisis SWOT untuk pengembangan pariwisata? C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penelitian ini berdasarkan pokok permasalahan di atas, yaitu :

(7)

2. Untuk mengetahui yang dimaksud analisis SWOT untuk pengembangan pariwisata.

D. Manfaat Penulisan

Adapun manfaat yang diharapkan oleh penulis dari penelitian ini antara lain:

1. Manfaat Teoritis

a. Sebagai sumbangsih dalam pengembangan ilmu pengetahuan khususnya ilmu yang mengkaji analisis SWOT.

b. Sebagai bahan referensi bagi peneliti berikutnya dalam topik yang relevan.

2. Manfaat Praktis

a. Dapat dipergunakan sebagai bahan pertimbangan instansi terkait khususnya instansi Pemerintahan maupun swasta dalam menganalisis SWOT untuk pengembangan pariwisata.

(8)

c. BAB II d. PEMBAHASAN A. Pengertian Analisis SWOT

e. Analisis SWOT merupakan salah satu metode mengembangkan kondisi dan mengevaluasi suatu masalah, poyek atau konsep bisnis yang berdasarkankan faktor internal (dalam) dan faktor eksternal (luar yaitu strengths, weakness, opportunities dan threats.

f. Untuk menganalisis secara lebih dalam tentang SWOT, maka perlu dilihat faktor eksternal dan internal sebagai bagian penting dalam analisis SWOT, yaitu:

1. Faktor Internal

g. Faktor internal ini mempengaruhi terbentuknya strengths and weakness (S and W). Faktor internal ini meliputi semua macam manajemen fungsional: pemasaran, keuangan, operasi, sumberdaya manusia, penelitian dan pengembangan, sistem informasi manajemen,; dan budaya perusahaan.

2. Faktor Eksternal

h. Faktor eksternal ini mempengaruhi terbentuknya opportunities and threats (O and T). Faktor ini mencakup lingkungan industri dan lingkungan bisnis makro, ekonomi, politik, hukum, teknologi, kependudukan, dan sosial budaya.

i. j.

k. Berikut ini merupakan penjelasan dari SWOT yaitu :

(9)

mengetahui kekuatan, pariwisata dapat di kembangkan menjadi lebih tangguh hingga mampu bertahan dalam pasara dan mampu bersain untuk perkembangan selanjunya yang menyangkut pariwisata.

b. Kelemahan (Weakness) Merupakan kondisi kelemahan yang terdapat adalam organisasi, proyek atau konsep bisnis yang ada, kelemahan yang di analisis, merupakan faktor yang terdapat dalam tubuh organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri, yaitu segala faktor yang tidak menguntungkan atau merugikan bagi pengembangan objek wisata.

c. Peluang (Opportunities) Merupakan kondisi peluang berkembang di masa datang yang terjadi, kondisi yang tejadi merupakan peluang dari luar organisasi, proyek atau konsep bisnis, itu sendiri minsalnya kompetitor, kebijakan .

d. Ancaman (Threats) Merupakan kondisi yang mengancam dari luar. Ancaman ini dapat dapat mengganggu organisasi, proyek atau konsep bisnis itu sendiri.

l. Menurut Santono (2001) dalam Anjela (2014) Analisis SWOT adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi yang di harapkan dapat memecahkan suatu masalah analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (stength), dan peluang (opportunities), namun secara bersama dapat meminimlkan kelemahan (weakesses) dan ancaman (threats).

(10)

setiap fungsi, maka analisis SWOT dilakukan pada keseluruhan faktor dalam setiap fungsi tersebut, baik faktor yang tergolong internal maupun eksternal. Untuk tingkat kesiapan yang memadai, artinya: minimal memenuhi ukuran kesiapan yang di perlukan untuk pencapai sasaran, di nyatakan sebagai kekuatan bagi faktor yang tergolong internal dan peluang bagi faktor yang tergolong eksternal, sedangkan tinggkat kesepian yang kurang memadai, artinya tidak memenuhi ukuran ukuran kesepian, di nyatakan sebagai ukurn kelemahan bagi faktor yang tergolong internal atau ancaman bagi faktor yang tergolong eksternal (Wilis, 2013 dalam Suarto 2015).

n. Jadi, Menurut Freddy Rangkuti (2014) Analisis SWOT adalah suatu cara untuk mengidentifikasi berbagai faktor secara sistematis dalam rangka merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman. Analisis SWOT mempertimbangkan faktor lingkungan eksternal peluang dan ancaman yang dihadapi dunia bisnis serta lingkungan internal kekuatan dan kelemahan. Analasis SWOT membandingkan antara faktor eksternal peluang dan ancaman dengan faktor internal kekuatan dan kelemahan sehingga dari analisis tersebut dapat diambil suatu keputusan strategis suatu organisasi.

B. Analisis SWOT untuk Pengembangan Pariwisata 1. Pengembangan Pariwisata

(11)

kebudayaan bangsa, meningkatkan peradaban dan persatuan bangsa, serta meningkatkan persahabatan antarnegara.

p. Pengembangan pariwisata di Indonesia telah tercermin dalam rencana strategi yang dirumuskan oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI, yakni: (1) meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan membuka kesempatan berusaha dan lapangan pekerjaan serta pemerataan pembangunan di bidang pariwisata; (2) mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkesinambungan sehingga memberikan manfaat sosial-budaya, sosial ekonomi bagi masyarakat dan daerah, serta terpeliharanya mutu lingkungan hidup; (3) meningkatkan kepuasan wisatawan dan pariwisata Indonesia sebagai berdayaguna, produktif, transparan dan bebas KKN untuk melaksanakan fungsi pelayanan kepada masyarakat, dalam institusi yang merupakan amanah yang dipertanggungjawabkan (accountable). Demikian pandangan Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI.

q. Arti dari istilah pariwisata belum banyak diungkapkan oleh para ahli bahasa dan pariwisata di Indonesia. Kata pariwisata berasal dari bahasa Sangsakerta , terdiri dari dua suku kata, yaitu “pari” dan “wisata”. Pari berarti banyak, berkali-kali atau berputar-putar, sedangkan wisata berarti perjalanan atau bepergian. Jadi pariwisata berarti perjalanan yang dilakukan secara berkali-kali atau berkeliling.

(12)

Kondisi non fisik geografis yaitu penduduk. Unsur-unsur pengembang objek wisata yang meliputi daya tarik, informasi, aksesibilitas dan fasilitas. 2. Analisis SWOT Objek Wisata Permandian Tasnan Kecamatan

Grujugan Kabupaten Bondowoso (Jurnal Insani dkk, 2010)

s. Berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Negeri Malang yang dipublikasikan melalui e-journal dengan judul “Analisis SWOT Untuk Pengembangan Objek Wisata Pemandian Tasnan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso” berikut penjelasannya:

t. Analisis SWOT digunakan untuk mengetahui strategi pengembangan pariwisata di Objek Wisata Pemandian Tasnan melalui penilaian faktor internal yang berupa kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) dengan faktor eksternal berupa (opprtunity) dan ancaman (threaths)

(13)

lokasi objek wisata, 7) Kuantitas air di Objek Wisata Pemandian Tasnan cenderung stabil di musim kemarau dan penghujan, 8) Air kolam bersumber dari mata air alami, dan 9) Harga tiket relatif murah karena dikelola oleh pemerintah daerah.

b) Kelemahan (weakness) internal objek wisata, adalah: a) Topografi yang berlereng 3 – 45 % berpotensi untuk terjadi longsor dan menghambat pembangunan fisik, 2) Kondisi jalan menuju objek wisata sempit (jalan kabupaten), 3) Fasilitas di tempat wisata kurang terawat dengan baik, 4) Kurang beragamnya atraksi yang ditawarkan di objek wisata, 5) Belum ada penataan ruang yang terencana, 6) Banyak sampah yang mencemari objek wisata, 7) Kurangnya papan penunjuk jalan menuju objek wisata, dan 8) belum ada pengelolaan yang baik dan terpadu. c) Peluang (Opportunity) eksternal objek wisata adalah: 1) lokasi yang

(14)

Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional, kriteria penetapan kawasan sekitar mata air meliputi: lahan disekeliling mata air yang mempunyai manfaat untuk mempertahankan fungsi mata air, dan atau kawasan dengan jarak paling sedikit 200 (dua ratus) meter dari mata air.

d) Ancaman (Threath) eksternal objek wisata adalah: 1) Topografi yang cukup terjal di beberapa tempat di area Objek Wisata Pemndian Tasnan dapat menyebabkan longsor, sehingga membahayakan pengunjung, 2) Jenis tanah andosol yang terdapat di objek wisata juga memiliki kekurangan yaitu rawan longsor, 3) Sarana transportasi umum yang belum memadai, teruatama bagi pengunjung yang menggunakan sarana angkutan umum, 4) Persaingan dengan objek wisata lain yang sejenis dan dikelola oleh swasta.

u. Tabel 2.1. Matriks SWOT

v. w. STRENGTH kk. 3. Fasilitas

(15)

dengan ee. 7. Kuantitas

air di Objek gg.9. Harga tiket

relatif murah

(16)

Pelajaran ww.5. Peraturan

Daerah xx.6. Peraturan

Pemerintah ooo.1. Topografi

yang cukup

(17)

membahayak an

pengunjung. ppp. 2. Jenis

tanah andosol yang terdapat di objek wisata juga memiliki kekurangan yaitu rawan longsor qqq. 3. Sarana

transportasi umum yang belum memadai, teruatama bagi pengunjung yang menggunaka n sarana angkutan umum rrr.4. Persaingan

dengan objek wisata lain yang sejenis dan dikelola oleh swasta

n promosi vvv. 3.

Menyediakan transportasi umum yang lebih banyak untuk menuju objek wisata

penduduk sekitar

(18)

bbbb. BAB III cccc. KESIMPULAN

dddd. Analisis SWOT maka dapat diketahui situasi objek wisata dengan mengidentifikasi faktor eksternal dan faktor internal yang berpengaruh pada objek wisata, yaitu menganalisis peluang dan kekuatan yang dimiliki untuk menentukan rencana masa depan dan mengatasi kelemahan dan ancaman dengan cara rencana perbaikan. Analisis SWOT merupakan suatu identifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), dan secara bersamaan dapat meminimalisir kelemahan (weknesses) dan ancaman (Threats).

eeee. Unsur pengembangan objek wisata ada 2 yaitu berdasarkan kondisi fisik geografis dan non fisik geografis. Kondisi fisik geografis yang meliputi lokasi, kemiringan lereng, iklim, tanah, dan hidrologi. Kondisi non fisik geografis yaitu penduduk. Unsur-unsur pengembang objek wisata yang meliputi daya tarik, informasi, aksesibilitas dan fasilitas.

(19)

gggg. DAFTAR PUSTAKA

hhhh. Anonim. 2011. Landasan Teori Analisis SWOT. (Online) : http//repository.usu.ac.id/. Diakses tanggal 2 Juli 2017.

iiii. Maryam, Servia. 2011. Pendeatan SWOT dalam Pemengembangan Objek Wisata Kampoeng Djowo Sekatul Kabupaten Kendal (skripsi).

Universitas Diponegoro Semarang:

http://eprints.undip.ac.id/29421/1/Skripsi013.pdf. diakses tanggal 2 Juli 2017.

jjjj. Insani, Nailul dkk. 2010. Analisis SWOT untuk Pengembangan Objek Wisata Pemandian Tasnan Kecamatan Grujugan Kabupaten Bondowoso. Universitas Negeri Malang : http://jurnal-online.um.ac.id/. Diakses tanggal 2 Juli 2017.

kkkk. Suarto, Edi. 2015. Pengembangan Objek Wisata Berbasis Analisis SWOT. STKIP PGRI Sumatera Barat: http://ejournal.stkip-pgri-sumbar.ac.id/. Diakses tanggal 2 Juli 2017.

llll. Wijaya, Darsyaf Hadi. 2011. Strategi Pengembangan Destinasi Pariwisata di Kepulauan Togean Kabupaten Tojo Una-Una Provinsi Sulawesi Tengah. Politeknik Pariwisata Makassar : http://jurnal.poltekpar-makassar.ac.id/

index.php/tourism/article/download/28/26. Diakses tanggal 2 Juli2017. mmmm.

Referensi

Dokumen terkait

Adapun hipotesis penelitian ini adalah Ha; Terdapat korelasi yang signifikan antara tingkat kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional dengan prestasi belajar

Adapun proyeksi belanja daerah, pengeluaran priodik belanja wajib dan mengikat serta prioritas utama, proyeksi sisa lebih (riil) pembiayaan, kapasitas riil kemampuan

Setelah melakukan observasi, praktikan kemudian mengadakan konsultasi dengan guru pembimbing untuk meminta persetujuan tentang program yang akan dilaksanakan sehubungan dengan

Ketiga hasil pengujian sistem kendali level tanpa gangguan dapat disimpulkan bahwa semakin besar referensi level yang diberikan, maka waktu yang diperlukan untuk mencapai

The content of this presentation may not be used, duplicated or transmitted in any form without the written consent from Prodia.. All

Tujuan khusus penelitian adalah dapat diketahui partisipasi ibu menyusui pada Kelompok Pendukung ASI di wilayah kerja Puskesmas Kasihan II Bantul; dapat diketahui keber-

Berdasarkan uraian tersebut, maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengetahui keragaman bobot hasil panen udang vaname di tambak super intensif karena tingkat

Teluk Sekumbu merupakan suatu perairan terlindung yang banyak dimanfaatkan oleh aktivitas manusia seperti tempat pendaratan ikan, pemukiman penduduk, pertambakan,