• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metoda Robust Blind Spectrum Sensing untuk Cognitive Radio

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Metoda Robust Blind Spectrum Sensing untuk Cognitive Radio"

Copied!
31
0
0

Teks penuh

(1)

Metoda Robust Blind Spectrum Sensing untuk

Cognitive Radio

(Seminar Kemajuan IV)

Agus Subekti (NIM 33210011)

15 Januari 2015

(2)

Agenda

1 Pendahuluan

2 Tinjauan Pustaka

3 Metoda Spectrum Sensing

4 Hasil Evaluasi Performansi

Kinerja Deteksi Kompleksitas

5 Kesimpulan

(3)

Cognitive radio:

suatu sistem radio yang dapat mengubah

parameter-paramater transmisinya berdasarkan interaksi dengan lingkungan operasinya

Kemampuan:

Cognitive capability:

deteksi kondisi lingkungan, parameter-parameter sinyal lain yang sedang aktif, misalnya frekuensi transmisi, jenis modulasi, daya pancar, bandwidth, dan lain-lain

Reconfigurability:

kemampuan untuk secara cepat menyesuaikan parameter transmisinya berdasarkan hasil deteksi lingkungan yang dilakukan dengan cognitive capability

(4)

Pengukuran menunjukkan, utilisasi spektrum frekuensi oleh pemegang lisensi rendah

Spectrum sharing cognitive radio:

Secondary user menggunakan spektrum yang sedang tidak digunakan oleh primary users

Std: IEEE 802.22, IEEE 802.11af

(5)

Secondary users/CR melakukan spectrum sensing:

Mendeteksi spectrum holes

Menjamin transmisi oleh cognitive radio tidak menimbulkan interferensi ke pengguna primer (pemilik lisensi spektrum)

Tantangan Algoritma spectrum sensing:

Persyaratan kinerja:

Detection rate:Pd, constraints: false alarm ratePf dan waktu

sensing

Kompleksitas implementasi

Keterbatasan parameter informasi sinyal primer

(6)

Example: IEEE 802.22 MAN

TV white spaces find vacant channel:

geolocation database spectrum sensing

Requirement

Detection rate: 90 % False Alarm rate: 10 %

SNR -22 dB

(7)

Beberapa metoda spectrum sensing:

energy detection, waveform based detection, cyclostationarity based detection, matched filtering, dan beberapa algoritma lainnya yang merupakan turunan atau perbaikan dari metoda-metoda tersebut

Energy detection

algoritma spectrum sensing yang paling popular karena kompleksitas implementasi yang rendah.

Tetapi,

kinerjanya jelek pada SNR rendah,

energy detection memiliki kelemahan dalam hal

ketidakkokohan dalam menghadapi ketidakpastian derau

Fokus penelitian:

algoritma spectrum sensing yang lebih robust dari energy detection dalam menghadapi ketidakpastian derau pada SNR rendah

(8)

Pendahuluan

(9)

Diagram blok spectrum sensing

(10)

Kondisi sinyal primer aktif, tidak ada spectrum hole:

Kondisi sinyal primer non aktif, ada spectrum hole:

(11)

Received signals:

r(n) =s(n) +w(n)

Mathematical Model of Hypothesis Testing:

H0 :r(n) =w(n)

H1:r(n) =s(n) +w(n)

for:

n= 0,1, ,N1

w(n): noise, AWGN

s(n): Primary User Signal

r(n): signal received at spectrum sensing 2 Possible Conditions:

H0: no primary signal, channel is vacant

H1: primary signal’s active, channel is occupied

(12)

Probability of detection: Pd =P(H1|H1) . Probability of false alarm: Pf =P(H1|H0)

Neyman-Pearson detector:

Thresholdα: Pf =

R

x:L(x)>αp(x|H0)dx=α

Likelihood ratio test bilaL(x) =p(x|H1) p(x|H0) > α

Decision:H1

(13)

Energy Detection

Test Statistics: T(r) =krk2 = N1 PNn=1|r(n)| 2

Detector decision rules: if T(r)> λ: H1, else: H0

Probability of False Alarm(Pf):

Pf =P(H1|H0) =Q λ−σ

Probability of Detection (Pd):

(14)

Pada SNR rendah, noise uncertainty membuat kenerja energy detection rendah

Noise uncertainty:

Calibration error

perubahan thermal noise change karena perubahan temperature

perubahan Amplifier gain change karena perubahan temperature change

Interference selama kalibrasi

(15)

Probability of false alarm menjadi:

Probability of detection:

(16)

Perbaikan Sensivitas Energy Detection Sensing:

Metoda-metoda Non blind Sensing: memerlukan informasi parameter sinyal primer

Waveform based sensing cyclostationarity based sensing radio identification based sensing mathed filter based sensing

Metoda-metoda Blind Sensing: Tidak memerlukan informasi parameter sinyal primer

Statistical covariance & correlation matrix blind sourse separation

Distribution based sensing

(17)
(18)

Tantangan: kompleksitas

(19)

Diagram blok spectrum sensing

Received signals: r(n) =s(n) +w(n)

Hypothesis Testing:

no primary signal: H0:r(n) =w(n) n=0,1,,N-1

active primary signal: H1 :r(n) =s(n) +w(n)

Dimana:w(n): noise, AWGN; s(n): Primary User Signal; r(n):

signal received at spectrum sensing

(20)
(21)

H0:r(n) =w(n), AWGN

w(n)N(0, σ2w) i.e. Gaussian random variable dengan probability density function (PDF):

(22)

r(n) =s(n) +w(n), PDFr,p(r) merupakan konvolusip(s) andp(w) [Taub & Schiling 1986:pp 83-85],

dengan asumsi s danw independen:

p(r) =p(s)p(w)

di mana Φ(x): cumulative distribution function standard normal random variable.

(23)

PDFH0 :r(n) =w(n) = PDF6 H0 :r(n) =s(n) +w(n)

PDFH0 :r(n) =w(n) Gaussian

Kurtosis Guassian Distributionkurt(r) =E r43 E r22

mean r=0, dan varians r=1, : E(r2) = 1 ,

kurt(r) =E(r4)3 karena r gaussion, maka

E(r4) = 3E(r2)2 = 3

kurtosis dari Gaussian distribution = 0

(24)

Estimasi Kurtosis dari sample terbatas (N):

(25)

Test Statistics:

T1 = 12K(re(R(f))) + 12K(im(R(f)))

T2 =K(re(R(f)))

T3 =K(im(R(f)))

(26)

Algoritma spectrum sensing yang diusulkan:

Step 1: R(f) didapatkan dengan operasi DFT pada r(n).

Step 2: Kurtosis dihitung untuk ouput real: kreal = (kurt(real(X(f)))

Step 3: Kurtosis juga dihitung untuk tiap frame bagian

imajiner output FFT kimag = (kurt(imag(X(f)))

Step 4: Perhitungan test statistic T1,T2,T3

Step 5: bila T >threshold, detector memutuskanH1 , bila T <threshold,H0.

(27)

Kinerja Energy Detection

(28)

Sample Complexity

(29)

Kinerja Metoda yang diusulkan

(30)
(31)

Rangkuman methoda hasil performansi

kelebihan dan kelemahan

Referensi

Dokumen terkait

[r]

melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaanya. 2) Web Server yang mendukung PHP dapat ditemukan dimana – mana dari mulai apache, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan

Dalam suatu seminar yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Kebayoran (IMK) di gedung STIKN, pada bulan Mei 1996, ide untuk membentuk perkumpulan yang dapat menampung semua

Penanda morfologi antara lain dengan mengamati warns, bentuk, dan tanda khusus pada bunga, daun, batang dan sebagainya yang diwariskan ke ketumamya Penanda molekuler

Izin tertulis dari pasien atau keluarga harus tersedia. Persetujuan bila didapat dari keluarga dekat yaitu suami/istri, anak, mertua, orang tua dan keluarga

 perusahaan  perkebunan   wajib  membuat  pernyataan  kesanggupan  untuk  menyediakan  sarana,  prasarana  dan  sistem   tanggap  darurat  yang  memadai

Petani : “ pemilik tanah yang bertempat tinggal diluar kecamatan letak tanahnya berada boleh memiliki tanah sepanjang pekerjaan pokoknya adalah petani .” Penjelasan : karena

Dari latar belakang pemikiran diatas, penulis bermaksud mengadakan penelitian tentang pengaruh penilaian prestasi kerja dalam kaitannya dengan promosi jabatan