E-CURRENCY
DALAM ASPEK IMPLEMENTASI
POTENSI DAN HUKUM
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Matakuliah Keamanan Sistem Informasi
Dosen : Irawan Afrianto M.T.
Disusun Oleh:
Kelas : KSI-4
10113543 Bastiar Pramana
PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
2
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai, tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Bandung, 6 Juni 2017
3
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
PENDAHULUAN ... 04
1.1Pengertian E-Currency ... 04
1.2Kegunaan E-Currency ... 04
1.3Keunggunalan E-Currency ... 05
PEMBAHASAN ... 06
2.1 Aspek Dalam Pengembangan E-Currency ... 06
2.2 E-Payment Sebagai Penyedia E-Currency ... 07
2.3 Deposit dan Penarikan E-Currency ... 07
2.4 Potensi Penggunaan dan Manfaat E-Currency di Indonesia ... 08
2.5 Perlindungan Hukum Transaksi Elektronik ... 10
KESIMPULAN ... 11
4
PENDAHULUAN
1.1
Pengertian E-Currency
E-currency (uang digital) merupakan uang yang digunakan dalam transaksi Internet dengan cara elektronik. Biasanya, transaksi ini melibatkan penggunaan jaringan komputer (seperti internet dan sistem penyimpanan harga digital).
Uang elektronik memiliki nilai tersimpan (stored-value) atau prabayar (prepaid) dimana sejumlah nilai uang disimpan dalam suatu media elektronis yang dimiliki seseorang. Nilai uang dalam e-money akan berkurang pada saat konsumen menggunakannya untuk pembayaran. E-money dapat digunakan untuk berbagai macam jenis pembayaran (multipurpose) dan berbeda dengan instrumen single
purpose seperti kartu telepon [1].
1.2
Kegunaan E-Currency
Dalam hal ini kita dapat membandingkan terlebih dahulu mengenai kegunaan dari e-currency yang digunakan, pada sistem pembayaran dan penarikan lewat transfer bank, penggunaan e-currency lebih memudahkan Anda untuk melakukan transaksi ke berbagai negara di dunia. Misalnya, kegiatan trading seperti spot forex dan binary options yang banyak disediakan broker luar negeri, akan lebih mudah dilakukan jika pembayaran dan penarikannya diproses lewat payment yang menaungi akun e-currency Anda. Hal ini dikarenakan, persyaratan pembayaran lewat wire transfer dinilai lebih merugikan dari segi waktu dan biaya.
Metode transaksi yang dilakukan dengan e-currency secara umum memiliki kondisi dan persyaratan yang lebih baik jika dibandingkan dengan sistem pembayaran lewat wire transfer maupun credit card.
penarikan dengan wire transfer dan kartu kredit membutuhkan waktu setidaknya 3-5 hari, sedangkan penarikan yang dilakukan lewat e-currency dari broker tersebut dapat tereksekusi secara instan. FBS juga memiliki kondisi yang serupa, karena baik
dalam proses pembayaran maupun penarikan, transaksi dengan e-currency diproses secara instan dan memiliki komisi yang lebih rendah daripada transfer melalui bank,
5 penarikan dengan kredit. Sementara fasilitas yang disediakan dari e-currency semuanya diproses secara instan.
1.3
Keunggunalan E-Currency
Meskipun saat ini sistem perbankan juga menyediakan fasilitas pembayaran online dengan berbagai jenis transfer yang dapat digunakan, namun proses transaksi dari bank-bank pada umumnya membutuhkan waktu lama dan cenderung
berbelit-belit, terutama jika Anda melakukan transaksi berskala internasional.
Sebaliknya, proses pembayaran dengan e-currency akan meminimalisir waktu yang dibutuhkan untuk transaksi pembayaran atau penarikan secara online. Selain itu, universalitas e-currency memudahkan setiap klien untuk bertransaksi di semua situs online dari berbagai negara [2].
Adapun secara umum, keunggulan dari e-currency adalah sebagai berikut: 1. Tidak dapat dipalsukan.
2. Dapat dipakai untuk melakukan pembayaran atau penarikan online hampir tanpa delay.
3. Mengambil pinjaman
4. Sistem keamanan pada akun e-payment dapat menjamin kerahasiaan identitas dan mencegah campur tangan pihak ketiga.
6
PEMBAHASAN
2.1
Aspek Dalam Pengembangan E-Currency
Dalam pengembangan dari berbagai pengguna biasa digunakan dengan pola yang bervariasi, dan perbedaan pola tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek antara lain:
2.1.1 Implementasi Teknis
Dalam aspek implementasi teknik sebuah produk e-money dapat dibedakan sebagai berikut berdasarkan atas:
1. Card-based product, dimana nilai elektronis disimpan dalam media IC (integrated circuit) yang tertanam dalam kartu.
2. Software-based product, dimana nilai elektronis disimpan dalam bentuk software yang terdapat pada personal computer (PC).
2.1.2 Jangkauan Penggunaan
Dalam aspek jangkauan penggunaan sebuah produk e-money dapat dibedakan sebagai berikut:
1. Sistem Tertutup
Pada sistem tertutup, jangkauan penggunaan e-money sangat terbatas dan
hanya berlaku pada lokasi tertentu seperti kampus atau kota tertentu. Pada sistem ini penerbit dan pedagang adalah pihak yang sama.
2. Sistem Terbuka
Pada sistem terbuka, jangkauan penggunaan lebih luas, dimana penerbit dan pedagang tidak harus merupakan pihak yang sama.
2.1.3 Aspek Kelembagaan/ Institusi
Dari aspek kelembagaan, secara umum terdapat empat institusi yang terlibat dalampengoperasian e-money yaitu:
7 2. Operator network, merupakan pihak yang menyediakan jaringan komunikasi
dalam penyelenggaraan e-money.
3. Suplier hardware/software, merupakan pihak yang menyediakan hardware dan software yang diperlukan dalam penyelenggaraan e-money.
4. Penyelenggara kliring, merupakan institusi yang menyelenggarakan kliring antar bank penerbit e-money.
2.1.4 Pencatatan Data Transaksi
Sehubungan dengan mekanisme pemindahan dana, pada umumnya data transaksi yang terjadi antara customer dan pedagang tercatat pada suatu pusat database, sehingga dapat dimonitor. Namun demikian ada yang hanya melakukan pencatatan
data transaksi individual yang sangat terbatas atau tidak sama sekali. Jika suatu desain e-money dapat digunakan untuk melakukan transaksi secara langsung antar pemegang kartu (atau antar PC), maka data transaksi tersebut hanya tercatat pada kartu/PC pemilik money tersebut saja, sehingga hanya dapat dimonitor apabila pemilik e-money tersebut melakukan kontak dengan pusat pengelola data base (misalnya, pada saat pemilik e-money melakukan pengisian kembali sejumlah nilai pada peralatannya).
2.2
E-Payment Sebagai Penyedia E-Currency
Untuk mendapatkan e-currency dan menggunakannya dalam transaksi online, Anda perlu mendaftar di suatu e-payment yang menyediakan akun khusus bagi Anda. Akun tersebut dapat difungsikan sebagai rekening e-currency untuk memfasilitasi pembayaran dan transfer secara online.
Salah satu e-payment populer yang menyediakan e-currency adalah WebMoney. Situs penyedia sistem pembayaran online yang berasal dari Rusia ini telah melayani lebih dari 26 juta klien di seluruh dunia. Terdapat 3 jenis mata uang yang dapat ditukarkan untuk mengisi saldo pada akun WebMoney, yaitu USD, Euro, dan Rubel. Pembayaran e-currency dengan WebMoney saat ini tersedia di banyak situs-situs online, menjadikan e-payment ini sebagai salah satu sistem pembayaran online utama.
2.3
Deposit dan Penarikan E-Currency
Dua cara yang dapat dilakukan untuk melakukan deposit dan penarikan
8 2.3.1 Mengisi Saldo dan Menarik Dana Secara Langsung
ini dilakukan dengan menyetorkan atau menarik sejumlah dana dari rekening bank ke akun e-payment yang Anda kelola. Metode ini biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama, biasanya hingga 1-7 hari. Anda kadang juga akan terkena komisi dari bank, serta dikenai pembatasan jumlah untuk setiap penarikan.
2.3.2 Menggunakan Jasa Changer
Changer berperan sebagai penghubung dalam proses jual-beli e-currency. Anda dapat melakukan deposit atau penarikan dari rekening bank lokal ke akun e-payment secara cepat, mudah, dan murah jika sebelumnya Anda telah mendaftar pada changer lokal yang menjadi partner e-payment Anda. Hal ini bisa terjadi karena changer dapat menyetorkan dana langsung ke akun e-payment. Jumlah dana yang akan masuk pada akun e-payment akan disesuaikan dengan kurs beli pada changer pilihan Anda.
Banyak changer lokal yang bisa Anda pilih untuk melakukan deposit dan penarikan e-currency pada akun e-payment Anda, salah satunya adalah sentraegold.com. Changer ini melayani jual beli online WebMoney dan FasaPay. Bagi Anda yang berminat untuk bertransaksi online dengan currency dari kedua e-payment tersebut, Anda dapat mendaftar di sentraegold.com untuk melakukan jual beli online FasaPay atau WebMoney.
2.4
Potensi Penggunaan dan Manfaat E-Currency di Indonesia
Pada 14 Agustus 2012, Bank Indonesia mencanangkan Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) untuk memulai penerapan e-commerce secara massif melalui penggunaan uang elektronik. Tujuannya jelas, peningkatan percepatan ekonomi di Indonesia. Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) ini bukan didasari pada euforia negara-negara maju. Menurut Pongki Wijaya dari Bank Indonesia, e-commerce diharapkan dapat menjaga dan meningkatkan kelancaran sistem pembayaran di
9 dalam bertransaksi apapun. Ketiga, uang elektronik tergintegrasi dengan sistem-sistem finansial yang telah sebelumnya ada. Sekedar gambaran, setiap pemakaian 10% layanan non-tunai, ada peningkatan pembelanjaan dan daya dorong belanja sebesar 5%. Ini menunjukkan ada hubungan linear yang kuat antara e-commerce dan tingkat
pencapaian ekonomi. Dalam talkshow ‘Scale Up dengan E-Commerce’ yang diselenggarakan Bank Indonesia dengan narasumber yang terdiri dari Bank Indonesia, BRI, Mandiri, BNI, dan Kaskus, mereka mengamini bahwa semakin banyak transaksi non-tunai maka semakin tinggi pula PDB (Pendapatan Domestik Bruto) suatu negara. Tambah lagi, berdasarkan hitung-hitungan narasumber, setiap e-commerce yang
bernilai 130 miliar USD, akan berkontribusi pada PDB sebesar 14% khusus di Indonesia, Alasannya? Karena pihak-pihak perbankan dan pengelolan otoritas sistem keuangan dapat menyalurkan uang tunai kembali ke masyarakat dalam jumlah yang lebih besar untuk pemanfaatan yang sebesar-besarnya. Uang yang masuk, bisa masuk langsung ke sistem pembayaran resmi atau tunai ke dalam tubuh perbankan. Jadinya? Modal perbankan akan lebih banyak. Dampaknya adalah pada stabilitas sistem pembayaran, yang pada akhirnya, poin ini akan memicu stabilitas sistem keuangan [3]. Berdasarkan paparan di atas dan analisis mengenai kebijakan e-money, maka dampak penggunaan alat tukar elektronik yang diharapan dapat terwujud dalam pola pola kebijakan keuangan, termasuk di Indonesia ialah:
1. Menurunnya tingkat penguasaan bank sentral terhadap pemenuhan, persediaan, hingga peredaran uang tunai.
2. Meningkatkan kecepatan perputaran uang (velocity of money).
3. Menurunkan kebutuhan dan anggaran pencetakan uang, dan sebaliknya meningkatkan jumlah pendapatan bank sentral.
4. Dengan karakteristik yang mudah digunakan, hal ini meningkatkan jumlah partisipasi penggunaan uang elektronik antar negara.
5. Menurunkan dampak pengali (multiplier) yang terdapat dalam harga saham dan mata uang.
Pertumbuhan perdagangan elektronik adalah bergantung pada efektif atau
10
2.5
Perlindungan Hukum Transaksi Elektronik
Dalam UU No. 11/2009 Pasal 1 (2) dijelaskan bahwa Transaksi elektronik adalah perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan/atau media elektronik lainnya. Sementara pada Pasal 1 (3) dijelaskan bahwa Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumpulkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi. Sementaraitu, yang dimaksud dengan Tanda Tangan Elektronik adalah tanda tangan yang terdiri atas informasi elektronik yang dilekatkan, terasosiasi atau terkait dengan informasi elektronik lainnya yang digunakan sebagai alat verifikasi elektronik.
Pada transaksi e-money, setiap pihak baik issuer maupun nasabah dapat melakukan kerja sama untuk menggunakan e-money sebagai alat pembayaran. Dalam UU No. 11/2009, issuer dapat disebut sebagai Agen Elektronik (pasal 21). Agen Elektronik bertanggung jawab atas setiap transaksi yang dilakukan oleh nasabah.
11
KESIMPULAN
E-currency merupakan salah satu bentuk mata uang elektronik yang dapat dimanfaatkan untuk memudahkan kegiatan transaksi online secara universal. Dengan proses yang lebih cepat dan tidak memakan banyak biaya, e-currency tentu dapat menjadi alternatif favorit bagi para pelaku bisnis online, terutama bagi mereka yang ingin melakukan transaksi berskala internasional dengan lebih cepat, praktis, dan murah. Untuk dapat mengisi e-currency pada akun e-payment dengan lebih mudah dan
12 DAFTAR PUSTAKA
[1] https://id.wikipedia.org/wiki/Uang_elektronik
[2] http://www.sentraegold.com/id/10/www.fasapay.com
[3]http://www.kompasiana.com/mujahidzulfadli/melirik-potensi-penggunaan-dan-
manfaat-uang-elektronik-di-indonesia_5833e39d1f23bd2605a877e1