• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap (1)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap (1)"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Pendapatan pada

PT Akasha Wira International Tbk

Penulis : Nur Chamidah

Kontributor : Dra. Hj. Yuni Sukamdani, SE, MM

Program Studi Akuntansi

E – Mail : [email protected]

ABSTRACT

This research aims to find out if there was any influence between working capital turnover against revenue on International Tbk, PT Wira Akasha during 2013-2014 (each quarter). Obtained results in the value of the Kolmogorov-Smirnov on working capital turnover variables (X) by 0,392 > 0.05, whereas in the income variable (Y) is equal to 0, 431 > 0.05. This means the data is said to be a normal Gaussian regression model and worthy to be used in this research with the help of SPSS Regression equations to simple Linear generated as follows: Y (Income) = 48240.270 (Constanta) + 76521.677 X (working capital Turnover). And obtained results that working capital Turnover variable X affect positively against the income variable Y to the value of the correlation of 0,956 (r = 0,956). Working capital turnover so influential of 95,6% of revenues PT Wira Akasha International Tbk for 2013-2014 (each quarter). From the table it can t test revealed that the value of the sig variable working capital turnover (0.001) of 0.05, then < can be said that Ho is rejected and the H1 is accepted, which means the influential working capital Turnover significantly to revenue on PT Wira Akasha International Tbk

The company can benefit from the expected working capital owned in order to increase revenue and profits have been obtained, so as to support the progress of his efforts. Due to the income in a company is very important, for it companies must be able to operate a working capital and take into account the turnover of capital works properly and effectively as possible, in order for the company's activity can be run well and according to plan, like previous research, which has been in existence, namely the research belongs to the Nurhafni, in 2009 the research hypothesis test showed that there was a simultaneous influence of capital and working capital to turnover return on equity (ROE) research on Julkarnain, year 2012, research shows that simultaneously, working capital, working capital Turnover, Cash Turnover, accounts receivable Turnover and significant effect of the Return On Investment (ROI) and research conducted by the Ratih Pratiwi, year 2012 results showed that working capital turnover has a significant influence on the return on assets

(2)

PENDAHULUAN

Setiap perusahaan dituntut agar dapat mengelola perusahaannya dengan baik agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan lain baik perusahaan domestik maupun perusahaan asing. Pengelolaan modal kerja merupakan hal yang dapat mempengaruhi perusahaan untuk dapat membiayai segala aktivitasnya. Karena modal kerja ini dapat mempengaruhi proses pengambilan suatu keputusan bagian manajemen mengenai jumlah komposisi aktiva lancar dan bagaimana cara perusahaan dalam membiayai aktiva yang terjadi pada perusahaannya.

Tingkat perputaran modal kerja digunakan untuk mengukur berapa kali aktiva lancar mampu berputar untuk menghasilkan penjualan, karena semakin cepat modal kerja berputar semakin banyak pula penjualan yang berhasil tercipta atau dengan kata lain penjualan pun meningkat. Pada setiap perusahaan pendapatan diperoleh dari penjualan barang/jasa yang telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan tersebut, dari perolehan pendapatan tersebutlah perusahaan akan memperoleh laba.

Peranan pendapatan pada suatu perusahaan sangatlah penting, untuk itu perusahaan harus dapat mengoperasikan modal kerjanya dengan sebaik dan seefektif mungkin, agar aktivitas perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Tidak terkecuali juga pada salah satu perusahaan air minum, PT Akasha Wira International Tbk juga pasti memerlukan adanya modal kerja untuk membiayai usahaanya, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatannya dari setiap tahunnya.

Pada tahun 2012 penjualan PT Akasha Wira International Tbk mengalami pertumbuhan yang baik sehingga perusahaan bisa mendapatkan keuntungan yang baik pula (meningkat dari tahun ke tahun). Akan tetapi sejak

tahun 2013 PT Akasha Wira International Tbk mengalami penurunan pendapatan dikarenakan adanya kenaikan beban penjualan, inflasi, depresiasi rupiah, tingginya kompetisi serta terbatasnya kapasitas produksi. Oleh karena itu untuk mengatasi agar supaya perusahaan tidak terus mengalami penurunan penjualan maka perusahaan harus mengelola modal kerjanya dengan baik. Untuk itu peneliti akan melakukan penelitian pada PT Akasha Wira International Tbk untuk melihat keefektifan pengelolaan modal kerja yang digunakan dalam perusahaan untuk mencapai pendapatan. Hal ini dikarenakan perusahaan air minum, PT Akasha Wira International Tbk juga pasti memerlukan adanya modal kerja agar dapat membiayai usahaanya, dengan harapan dapat meningkatkan pendapatannya dari setiap tahunnya.

Berdasarkan uraian latar belakang masalah diatas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul: “Pengaruh Perputaran Modal Kerja Terhadap Pendapatan pada PT Akasha Wira International Tbk”.

Berikut adalah rumusan masalah yang dibuat oleh peneliti, yaitu: “Apakah Perputaran Modal Kerja Berpengaruh Secara Signifikan terhadap Pendapatan pada PT Akasha Wira International Tbk?”.

KAJIAN TEORI

Menurut Ganjar Isnawan (2012:65) “modal merupakan hak pemilik kepada perusahaannya. Besarnya modal adalah jumlah harta dikurangi dengan jumlah seluruh utang”.

Menurut Bambang Riyanto (2012:17) pengertian modal yang klasik : artian modal ialah sebagai “hasil produksi yang digunakan untuk memprodusir lebih banyak”.

(3)

setor, agio saham, laba yang ditahan, cadangan laba, dan lainnya”.

Menurut Agus Sartono (2010:385) modal kerja ada dua pengertian yaitu yang pertama gross working capital, adalah keseluruhan aktiva lancar, sementara pengertian net working capital adalah kelebihan aktiva lancar di atas utang lancar”.

Menurut Dwi Astutik (2004:36) “Modal kerja merupakan investasi perusahaan jangka pendek, yaitu kas, sekuritas yang mudah di jual persediaan dan piutang. Jadi modal kerja adalah dana yang digunakan untuk oprasional sehari – hari wujud dari modal kerja tersebut adalah perkiraan yang ada dalam aktiva lancar”.

Dalam Bambang Riyanto (2012:64) Untuk menilai efisiensi suatu modal kerja dapat digunakan sebuah rasio antara total penjualan dengan jumlah modal kerja rata-rata yang sering disebut working capital turnover (perputaran modal kerja). Rasio ini menunjukkan hubungan antara modal kerja dengan penjualan yang dapat diperoleh perusahaan untuk tiap rupiah modal kerja. Perputaran modal kerja yang rendah menujukkan adanya kelebihan modal kerja yang mungkin disebabkan rendahnya perputaran persediaan, piutang atau adanya saldo kas yang terlalu besar.

Menurut Kasmir (2013:182) Perputaran Modal Kerja (working capital turnover) adalah “merupakan salah satu rasio untuk mengukur atau menilai keefektifan modal kerja perusahaan selama periode tertentu. Artinya seberapa banyak modal kerja berputar selama suatu periode atau dalam suatu periode”.

Modal kerja selalu dalam keadaan operasi atau berputar dalam perusahaan selama perusahaan yang bersangkutan dalam keadaan usaha. Periode perputaran modal kerja (working capital turnover period) dimulai pada saat kas diinvestasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai pada saat kembali lagi menjadi kas. Semakin

pendek periode tersebut berarti semakin cepat perputaran modal kerja dan efisiensi penggunaan modal kerja perusahaan tinggi. Sebaliknya semakin panjang periode perputaran modal kerja berarti semakin lambat perputaran modal kerja dan efisiensi penggunaan modal kerja perusahaan rendah. Lama periode perputaran modal kerja tergantung kepada berapa lama periode perputaran dari masing-masing komponen dari modal kerja tersebut (Bambang Riyanto, 2012:63)

Dalam hasil penilaian, apabila perputaran modal kerja yang rendah, dapat diartikan perusahaan sedang kelebihan modal kerja. Hal ini mungkin disebabkan karena rendahnya perputaran persediaan atau piutang atau saldo kas yang terlalu besar. Demikian pula sebaliknya jika perputaran modal kerja tinggi, mungkin disebabkan tingginya perputaran persediaan atau perputaran piutang atau saldo kas yang terlalu kecil. (Kasmir, 2013:182)

Perputaran modal kerja menurut Bambang Riyanto (2012:64) dapat dirumuskan sebagai berikut:

Rumus 2.1 Perputaran Modal Kerja Perputaran modal kerja =

Penjualan

Aktiva Lancar – Hutang Lancar

Menurut Ganjar Isnawan (2012:66) pendapatan adalah “ merupakan sejumlah hasil usaha yang diperoleh dari kegiatan penjualan perusahaan, baik berupa barang maupun jasa. Pendapatan yang diperoleh perusahaan dapat bersumber dari pendapatan utama dan pendapatan yang diperoleh dari usaha sampingan atau pendapatan lainnya, termasuk pendapatan yang diperoleh dari bunga simpanan di bank”.

(4)

suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas (modal), yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal”.

Menurut Philip E. Fess dan Carl S. Warren dalam Nafarin (2010:377) mengemukakan :

“The excess of the revenue over expense incrurred in earning the revenue is called net income or net profit. Revenue are the gross increases in owner’s equity as result of the sale of merchandise, the performance of service for a customer or client, the rental of proferty, the lending of money, and other business and professional activities entered into for the purpose of earning income. Expired cost or expenses.

Artinya: kelebihan pendapatan atau beban yang dikeluarkan dalam proses menghasilkan pendapatan disebut penghasilan bersih atau laba bersih. Pendapatan adalah kenaikan kotor dalam modal sendiri (modal pemilik) yang dihasilkan dari penjualan barang dagangan, pelaksanaan jasa kepada pelanggan atau klien, penyewaan aktiva, peminjaman uang, dan semua kegiatan usaha serta profesi yang bertujuan untuk memperoleh penghasilan. Harga pokok yang habis dipakai atau beban”.

Sedangkan menurut Skousen, Stice dan Stice (2010: 161):

“revenues are inflows or other enhancements of assets of an entity or settlements of its liabilities (or a combination of both) from delivering or producing goods, rendering services, or carrying out other activities that constitute the entity’s ongoing major or central operations”. Kalimat tersebut dapat diartikan bahwa pendapatan adalah arus masuk atau penyelesaian kewajiban (atau kombinasi keduanya) dari pengiriman atau produksi barang, memberikan jasa atau melakukan aktivitas lain yang merupakan aktivitas utama atau aktivitas central yang sedang berlangsung.

Pendapatan dalam ilmu ekonomi didefinisikan sebagai hasil berupa uang atau hal materi lainnya yang dicapai dari penggunaan kekayaan atau jasa manusia bebas. Sedangkan pendapatan rumah tangga adalah total pendapatan dari setiap anggota rumah tangga dalam bentuk uang atau natura yang diperoleh baik sebagai gaji atau upah usaha rumah tangga atau sumber lain. Kondisi seseorang dapat diukur dengan menggunakan konsep pendapatan yang menunjukkan jumlah seluruh uang yang diterima oleh seseorang atau rumah tangga selama jangka waktu tertentu. (Samuelson dan Nordhaus, 2010).

Menurut Suwardjono (2011:354), karakteristik-karakteristik atau kata-kata kunci yang membentuk pengertian pendapatan dan untung adalah:

1. Aliran masuk atau kenaikan aset (inflows or other enhancements of assets, the amount of new assets received from customers, flow of funds from the customers, increases in economic benefits, gross increases in assets).

2. Kegiatan yang merepresentasi operasi utama atau sentral yang menerus (activities that constitute the entity’s ongoing major or central operations, in the course of the ordinary activities, producing goods, delivering goods, rendering services, profit-directed activities).

3. Pelunasan, penurunan, atau pengurangan kewajiban (settlements of liabilities, decreases in liabilities, gross decreases in liabilities).

4. Suatu entitas (of an entity, of an enterprise).

5. Produk perusahaan (goods and services, product of the enterprise). 6. Pertukaran produk (exchange for the

product).

(5)

8. Mengakibatkan kenaikan ekuitas (result in increases in equity, change owners’ equity).

Dalam Suwardjono (2011:355) “untuk dapat mengatakan bahwa pendapatan ada atau timbul, harus terjadi transaksi atau kejadian yang menaikkan aset atau menimbulkan aliran masuk aset”.

Menurut Paton dan Littleton dalam Suwardjono (2011:355) menyebutkan bahwa aset dapat bertambah karena berbagai transaksi, kejadian, atau keadaan sebagai berikut:

a) Transaksi pendanaan yang berasal dari kreditor dan investor.

b) Laba yang berasal dari kegiatan investasi, misalnya penjualan aset tetap, surat berharga, segmen bisnis, dan anak perusahaan.

c) Hadiah, donasi, atau temuan. d) Revaluasi aset yang telah ada.

e) Penyediaan dan/atau penyerahan produk (barang dan jasa).

Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa tingkat pendapatan adalah ukuran tingkatan dari hasil penjualan yang bertambah dikarenakan adanya transaksi atau kegiatan di dalam perusahaan dalam periode tertentu.

Menurut Leny Sulistiyowati (2010:270) penjualan adalah: “Pendapatan yang berasal dari penjualan produk perusahaan, disajikan setelah dikurangi potongan penjualan dan retur penjualan”.

Menurut Arief Sugiono, Yanuar Nanok Soenarno dan Synthia Madya Kusumawati (2010:133) “Penjualan bersih merupakan selisih antara penjualan baik yang dilakukan secara tunai maupun kredit dengan retur penjualan dan potongan penjualan”.

Penjualan dibagi menjadi dua bagian, yaitu :

1. Penjualan kredit, yaitu penjualan yang pembayaran dilakukan di kemudian hari dalam jangka waktu yang telah ditetapkan setelah barang diterima

oleh customer. Penjualan kredit inilah yang menimbulkan piutang dagang, sehingga penjualan tidak dapat dipisahkan dari timbulnya piutang usaha.

2. Penjualan tunai, yaitu penjualan yang pembayarannya dilakukan secara langsung saat terjadinya transaksi.

Secara sistematis kerangka pemikiran dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 3.1 Kerangka Konseptual Keterangan :

Variabel babas X = Perputaran Modal Kerja

Variabel Terikat Y = Pendapatan

Hipotesis H1 = Diduga Perputaran Modal Kerja Berpengaruh Secara Signifikan terhadap Pendapatan

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Populasi dalam penelitian ini adalah Laporan Keuangan Pada PT Akasha Wira International Tbk.

Yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah data Laporan Keuangan PT Akasha Wira International Tbk pada setiap triwulan Tahun 2013 dan triwulan I,II, dan III Tahun 2014.

Alat pengumpulan data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi. Menurut suharsimi arikunto (2010: 274) “menyatakan bahwa metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti notulen rapat, lengger, agenda dan sebagainya”.

Dalam penelitian ini hanya terdapat satu variable independen yaitu Perputaran Modal Kerja dan satu variabel dependen, yaitu Pendapatan, maka yang digunakan dalam penelitian ini analisis regresi sederhana. Persamaan analisis regresi sederhana yang dikemukakan

Perputaran Modal Kerja

( X )

(6)

oleh Sugiyono (2010:261), adalah sebagai berikut:

Y = a + bX

Dimana : Y = Pendapatan

X = Perputaran Modal Kerja a = intercept / konstanta

b = angka arah (koefisien regresi)

Pembuktian hasil hipotesis dilakukan dengan menggunakan pengujian dengan menggunakan uji t. Uji t ini digunakan untuk menguji apakah variabel independen secara parsial (sendiri-sendiri) berpengaruh terhadap variabel dependen.

Berikut ini peneliti akan menyajikan data keuangan yang peneliti peroleh, laporan-laporan ini berisikan hal-hal yang berhubungan dengan perhitungan perputaran modal kerja dan pendapatan yang dimiliki PT Akasha Wira International Tbk selama tahun 2013-2014 (tiap triwulan), yaitu sebagai berikut:

Tabel 5.1

Data Keuangan PT Akasha Wira International Tbk Tiap Triwulan

Tahun 2013-2014 (Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain

)

Triw

ulan THN

Jumlah Aset Lancar

Jumlah Hutang Lancar

I 2013 Rp.223.228 Rp.112.581 II 2013 Rp.212.348 Rp. 97.933 III 2013 Rp.220.118 Rp.110.646 IV 2013 Rp.196.755 Rp.108.730 I 2014 Rp.189.057 Rp. 91.622 II 2014 Rp.210.706 Rp.136.706 III 2014 Rp.234.101 Rp.154.143 Sumber: PT Akasha Wira International Tbk (Data Diolah)

Berikut ini data perhitungan perputaran modal kerja dengan menggunakan (Rumus 2.1 Perputaran Modal Kerja) adalah sebagai berikut:

Perputaran modal kerja = Penjualan

Aktiva Lancar – Hutang Lancar

Tabel 5.2

Laporan Perputaran Modal Kerja pada PT Akasha Wira International

Tbk selama tahun 2013-2014 (tiap triwulan)

(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Sumber: PT Akasha Wira International Tbk (Data Diolah)

Berikut ini data data pendapatan yang ada pada PT Akasha Wira International Tbk selama tahun 2013-2014 (tiap triwulan), yaitu sebagai berikut:

Tabel 5.3

Laporan Pendapatan PT Akasha Wira International Tbk Selama Tahun 2013-2014 (tiap

triwulan)

(Dinyatakan dalam Jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

Triwu

lan Tahun

Pendapatan (Y)

I 2013 Rp. 126.984 II 2013 Rp. 250.495 III 2013 Rp. 378.977 IV 2013 Rp. 502.524

Triw u lan

Tahu

n Keterangan

(Rp)

Perputar an Modal Kerja (X)

I 2013 1,15

II 2013 2,19

III 2013 3,46

IV 2013 5,71

I 2014 1,33

II 2014 3,59

(7)

I 2014 Rp. 129.322 II 2014 Rp. 265.732 III 2014 Rp. 413.803 Sumber: PT Akasha Wira International Tbk (Data Diolah)

Dari deskripsi hasil penelitian ini dapat membantu peneliti untuk mengetahui bagaimana cara menguji kebenaran dari hipotesis yang telah dikemukakan sebelumnya. Dalam menguji kebenaran hipotesis tersebut, peneliti akan mengolah data perusahaan dengan menggunakan teknik analisa deskriptif kuantitatif (dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana peneliti dapat mengetahui apakah ada pengaruh antara perputaran modal kerja terhadap pendapatan pada PT Akasha Wira International Tbk selama tahun 2013-2014 (tiap triwulan).

Setelah peneliti memperoleh dan mengolah Laporan Keuangan dari semua variabel penelitian diatas, yaitu Perputaran Modal Kerja (X) dan Pendapatan (Y), peneliti akan menggunakan bantuan program statistik komputer yaitu SPSS Versi 20.0, untuk menghitung pengaruh antara variabel X terhadap Variabel Y berdasarkan analisis regresi linier sederhana.

Setelah peneliti melakukan perhitungan dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana dan pengujian hipotesis menggunakan uji t terhadap kedua variabel tersebut yaitu perputaran modal kerja terhadap pendapatan didapatkan bukti untuk menerima hipotesis yang telah diajukan dalam penelitian ini, yaitu perputaran modal kerja berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan pada PT Akasha Wira International Tbk.

Diperoleh hasil bahwa menurut Aprilinda Ramadhina (2011:13) model regresi yang baik adalah yang mempunyai distribusi data normal atau mendekati normal, hal ini dapat dilihat pada nilai Kolmogorov-Smirnov pada variabel perputaran modal kerja (X)

sebesar 0,392 > 0.05, sedangkan pada variabel Pendapatan (Y) sebesar 0, 431 > 0,05. Hal ini berarti data dikatakan berdistribusi normal dan model regresi layak untuk dipakai dalam penelitian ini.

Untuk hasil persamaan pada analisis regresi linier sederhana, didapatkan hasil persamaan sebagai berikut: Y (Pendapatan) = 48240.270 (Constanta)+ 76521.677 X (Perputaran Modal Kerja). Sedangkan pada hasil uji t dapat diketahui bahwa nilai sig variabel perputaran modal kerja sebesar (0,001) < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima, yang artinya

Perputaran Modal Kerja Berpengaruh Secara Signifikan terhadap Pendapatan pada PT Akasha Wira International Tbk.

SIMPULAN

Berdasarkan penjabaran serta uraian yang telah dikemukakan diatas, maka penulis dapat mengambil suatu kesimpulan sebagai berikut: diperoleh hasil persamaan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan program SPSS ver 20.0 yaitu Y (Pendapatan) = 48240.270 (Constanta) + 76521.677 X (Perputaran Modal Kerja), yang artinya jika variabel bebas (X) memiliki nilai atau tidak nol maka pendapatan akan mengalami kenaikan ataupun penurunan sesuai dengan jumlah harga constanta pada variabel X tersebut. Pada hasil hipotesis dengan menggunakan uji t di peroleh hasil bahwa nilai sig pada variabel perputaran modal kerja (X) sebesar (0,001) < 0,05, yang artinya Perputaran Modal Kerja Berpengaruh Secara Signifikan terhadap Pendapatan pada PT Akasha Wira International Tbk, hal ini dapat diterima karena telah di buktikan kebenarannya.

SARAN

(8)

Dikarenakan pendapatan pada suatu perusahaan sangatlah penting, untuk itu perusahaan harus dapat mengoperasikan modal kerja dan memperhitungkan perputaran modal kerjanya dengan baik dan seefektif mungkin, agar aktifitas perusahaan dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana, seperti penelitian terdahulu yang telah ada yaitu penelitian milik Nurhafni, tahun 2009 Hasil penelitian uji hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh modal dan perputaran modal kerja terhadap return on equity (ROE), pada penelitian Julkarnain, tahun 2012 penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, Modal Kerja, Perputaran Modal Kerja, Perputaran Kas, dan Perputaran piutang berpengaruh signifikan terhadap Return On Investment (ROI) dan penelitian yang dilakukan oleh Ratih Pratiwi, tahun 2012 hasil penelitian menunjukkan bahwa perputaran modal kerja mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return on asset.

DAFTAR PUSTAKA

Aprilinda Ramadhina & Islandscript. 2011. Kursus Kilat Menguasai

SPSS untuk UKM. PT Elex Media

Komputindo. Jakarta

Arikunto, Suharsimi. 2007. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi. Cetakan 14. Rineka Cipta. Jakarta

Astuti Dwi. 2004. Manajemen Keuangan Perusahaan. Cetakan Pertama. Ghalia Indonesia. Jakarta

Ghozali, Imam, 2006, Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS, Cetakan Keempat, Badan Penerbit UNDIP, Semarang

Harahap, Sofyan S. 2013. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Isnawan, Ganjar, SE, 2012, Akuntansi Praktis Untuk UKM, Laskar Aksara, Jakarta

Kasmir. 2013. Pengantar Manajemen Keuangan. Kencana Prenada Media Group. Jakarta

Munawir, S. 2008. Analisa Laporan Keuangan. Edisi Keempat. Liberty. Yogyakarta

Narafin, M. 2010. Penganggaran Perusahaan. Salemba Empat, Jakarta

Riyanto, Bambang, Prof, Dr. 2012.

Dasar Dasar Pembelanjaan

Perusahaan. Edisi Keempat.

Cetakan Keduabelas. BPFE-Yogyakarta. Yogyakarta

Sartono, Agus. 2010. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Edisi 4. BPFE. Yogyakarta

Sugiyono. 2010. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung

Suwardjono, 2011, Teori Akuntansi

Perekayasaan Pelaporan

Keuangan, Edisi Ketiga, Cetakan Kelima, BPFE-Yogyakarta, Yogyakarta

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pengelolaannya Dompet Dhuafa Jawa Barat sebagai Lembaga Amil Zakat mengelola dana-dana yang bersumber dari masyarakat yaitu dana zakat, dana infak, dan dana sosial

Pernyataan sikap terdiri atas dua macam, yaitu favorabel dan unfavorabel yang sudah terpilih berdasarkan kualitas isi dan analisis statistika terhadap kemampuan

Capaian Pembelajaran : KU1: Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuan dan

Asuransi syariah merupakan salah satu upaya untuk saling melindungi dan saling membantu antar beberapa pihak melalui investasi pada aset dan atau tabarru yang

Namun untuk meningkatkan hasil panen yang lebih baik maka perlu adanya sarana pembelajaran bagi generasi yang akan datang untuk dapat mempelajari ilmu pertanian,

Kebijakan K3 adalah perwujudan dari visi dan misi suatu organisasi, sehingga harus disesuaikan dengan sifat dan skala organisasi. Kebijakan K3 bersifat negatif dinamis

karena atas berkat, rahmat dan cinta-Nya yang diberikan, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Efek Antiinflamasi Benzoil Eugenol secara Topikal terhadap Edema Kaki

Kesempatan berusaha anggota mengalami peningkatan sesudah menggunakan kredit; (2) tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat pendapatan anggota sebelum dan sesudah