1. Analisis dan Pembahasan
Pada praktikum kesadahan, sampel air diambil dari sumur di daerah ... Praktikum ini bertujuan untuk menentukan kesadahan Ca dan Mg dalam sampel air. Dalam praktikum ini menggunakan metode titrasi, yaitu cara penentuan konsentrasi suatu larutan dengan volume tertentu dengan menggunakan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya dan mengukur volumenya secara pasti. Titran yang digunakan adalah larutan EDTA.
a. Percobaan 1
Percobaan pertama bertujuan untuk menentukan kesadahan Ca dalam sampel air. Langkah awal yang kami lakukan adalah mengukur sampel air yang akan diuji sebanyak 25 mL dan memasukkan sampel tersebut ke dalam labu erlenmeyer. Kemudian
ditambahkan 2 mL larutan NaOH 0,1 N. Fungsi penambahan NaOH adalah untuk meningkatkan pH sampel dan mencegah terbentuknya kalsium hidroksida (Ca(OH)2).
Selanjutnya ditambahkan dengan indikator murexid yang menjadikan warna larutan yang semula tidak berwarna menjadi berwarna merah muda. Penambahan murexid ini berfungsi sebagai indikator yang mempunyai range kerja pada pH 12-13. Setelah menambahan indikator murexid, larutan sempel tersebut dititrasi dengan larutan EDTA sampai tercapainya titik akhir titrasi yaitu larutan berubah warna menjadi ungu. b. Percobaan 2
Percobaan kedua bertujuan untuk menentukan kesadahan Mg dalam sampel air. Langkah pertama yang kami lakukan adalah mengukur sampel air yang akan diuju sebanyak 25 mL dan memasukkan sampel tersebut ke dalam labu erlenmeyer. Kemudian ditambahkan 2 mL larutan buffer pH 10 dan 2 mL indikator EBT yang menjadikan warna larutan menjadi merah muda. Tujuan digunakannya larutan buffer pH 10 adalah untuk memelihara agar pH tetap, karana indikator EBT dapat bekerja pada range pH 10. Perubahan pH
disebabkan ketika ion hidrogen lepas pada proses titrasi yang dapat menyebabkan terjadinya perubahan pH dalam proses titrasi. Penambahan buffer pH 10 juga berfungsi untuk mencegah terbentuknya endapan logam hidroksida. Dengan demikian, penyangga dapat bertindak sebagai zat pembentuk kompleks tambahan. Selanjutnya larutan dititrasi dengan larutan EDTA sampai warna berubah menjadi biru. Sebelum dititrasi dengan larutan EDTA, larutan berwarna merah muda karena adanya ion kompleks [Mg EBT]2+.
Dengan persamaaan reaksi : Mg2+ (aq) + EBT (aq) → [MgEBT]2+
Penambahan EDTA pada proses titrasi, mengompleks semua Mg2+ bebas dari sampel air,
maka kompleks [Mg EBT]2+ berubah warna menjadi biru, dan titik akhir titrasi tercapai.
Dengan persamaan reaksi : [MgEBT]2+ + H
2Y2- (aq) → MgY (aq) + 2 H+ (aq) + EBT (aq)