STATISTIK DAN METODOLOGI PENELITIAN
Dosen : Dra. Lili Musnelina, M.Si.,Apt
TEKNIK PENULISAN LAPORAN (KARYA) ILMIAH
Di Susun oleh :
Akhmad Prasetyadi
11334033
Irma Abriantika N
13334602
Putri Gyar P
13334603
Dimas Vernanda
13334734
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
PROGRAM FARMASI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI NASIONAL
JAKARTA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat dan hidayah-NYA sehingga makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya
Tujuan di buat makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Statistik dan
Metodologi Penelitian serta untuk menambah wawasan baru dalam proses penyusunan dan pengolahan suatu karya laporan ilmiah
Makalah ini kami susun berdasarkan ilmu yang kami dapat dan pelajari serta tambahan dari media online dan teman teman sekalian
Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna oleh karena itu kami
megharapkan adanya saran dan kritik yang membangun dari para pembaca sekalian demi menyempurnakan makalah ini agar dapat lebih bermanfaat di masa mendatang bagi kami dan pembaca sekalian
Bogor , 24 April 2015
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Karya ilmiah (bahasa Inggris: scientific paper) adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Skripsi umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil, tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu, makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis oleh para pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Menulis laporan karya ilmiah sering kali menjadi masalah banyak orang. Mulai dari anak SMP yang mungkin telah pernah membuat karya ilmiah sampai pada calon doktor yang sedang dalam masa disertasi. Berbagai Alasan dikemukakan seperti tak ada waktu, sibuk, biaya kurang dan yang lainnya.
Menyelesaikan laporan karya ilmiah terkait dengan kegiatan menulis. Seperti yang kita ketahui, menulis merupakan keterampilan berbahasa yang masih menjadi masalah di negeri kita. Keterampilan menulis memang tidak bisa muncul dengan serta merta. Dibutuhkan perpaduan dan kerjasama antara talenta manusia dengan wawasan kebahasaan. Talenta melahirkan semangat menulis, dan wawasan kebahasaan menjadi modal untuk terampil menulis. Talenta saja tidak cukup, sebab sebagai sebuah kemampuan dibutuhkan latihan yang rutin dan benar sebagai tujuan untuk pengasahan kemampuan yang sudah dimiliki. Semakin sering berlatih maka kemampuan menulis akan semakin baik. Jika hanya sekadar ingin pandai menulis, memang hanya dibutuhkan waktu beberapa bulan saja. Namun untuk menjadi penulis yang handal dibutuhkan waktu yang lama, bahkan bertahun-tahun.
Tulisan bersifat efektif apabila didasarkan atas prinsip-prinsip yang sama seperti yang dilakukan sebelumnya, yaitu kejelasan, ketetapan, dan kenalaran. Seperti halnya sebuah percobaan, tulisan harus didasarkan pada koordinasi yang baik dan rapi. Seperti salah satu kata ahli bahasa Petrson, 1980 bahwa koordinasi yang baik merupakan kunci utama tulisan yang baik.
Rumusan Masalah
1. Apa itu Karya Ilmiah?
2. Bagaimana langkah-langkah penulisan Karya Ilmiah? 3. Bagaimana sistematika dalam penulisan Karya Ilmiah?
Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian Karya Ilmiah.
2. Untuk mengetahui langkah-langkah penulisan Karya Ilmiah. 3. Untuk mengetahui sistematika dalam penulisan Karya Ilmiah.
PEMBAHASAN Pengertian Karya Ilmiah
Karya ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan.
Karya ilmiah terbentuk dari kata “karya” dan “ilmiah”. Karya berarti kerja dan hasil kerja dan ilmiah berari bersifat ilmu. Dengan demikian karya ilmiah berarti kerja atau hasil kerja berdasarkan ilmu atau kerja yang bersifat ilmu. Ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh berdasarkan metode-metode ilmiah. Metode ilmiah dilakukan untuk mendapatkan kebenaran ilmiah. Oleh karena itu, karya ilmiah harus berisi kebenaran ilmiah. Jadi, karya ilmiah adalah karya yang disusun dengan menggunakan metode ilmiah untuk mendapatkan kebenaran ilmiah.
Teknik penulisan karya ilmiah Pentingnya Karya Ilmiah
Karya ilmiah adalah naskah tertulis yang disusun, baik oleh sesorang ataupun sekelompok orang, yang membahas suatu pokok bahasan dengan menuangkan gagasan-gagasan tertentu melalui identifikasi, deskrepsi dan analisis terhadap permasalahannya dan saran-saran pemecahannya.
Dasar-dasar Penyusunan Karya Ilmiah
Karya ilmiah sebenarnya adalah sarana komunikasi, agar pesan yang disampaikan penulis dapat diterima oleh penerima pesan (pembaca) dengan benar dan lengkap, hasil tulisan haruslah disusun dengan memperlihatkan tidak saja kebenaran dan kelengkapan isi pesan yang akan disampaikan dan cara menyampaikannya, tetapi juga siapa yang akan menerima pesan itu.
Menyusun karya ilmiah harus mengikuti langkah-Iangkah metode ilmiah yang terdiri dari : mengatur dan mengorganisasikan gagasan melalui pemikiran yang konseptual dan prosedur yang telah disepakati. para ilmuwan.
Penyusunan karya ilmiah harus pula mengikuti kaidah-kaidah tata penulisan yang lazim digunakan oleh masyarakat ilmiah agar pembaca dapat dengan efektif dan efisien memahami jalan pikiran serta kandungan naskah yang dibuat penulis.
Kualifikasi yang diminta dari para ilmuwan dalam penulisan karya tulis ilmiah adalah:
a. Pengetahuan dasar tentang cara menulis suatu karya ilmiah, baik yang menyangkut struktur tulisan, teknik penulisan dan kemampuan menggunakan bahasa yang baik dan benar, sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.
b. Pengetahuan dasar tentang metode penelitian.
c. Wawasan yang luas tentang teori maupun praktek dalam bidang kependidikan pelatihan.
d. Penguasaan keilmuan atau materi di bidang studi menjadi ke ahlian atau yang Diajarkannya.
Disamping kualifikasi tersebut diatas, persyaratan yang tidak kalah penting adalah kesenangannya untuk: menulis. Sebagian besar dari para penulis yang terkenal mengungkapkan bahwa kemampuan mereka menulis pertama-tama didukung oleh kegemaran mereka membaca, menulis dan terns mencoba menulis.
Tujuan penulisan Karya ilmiah.
Pedoman ini menekankan pembahasannya pada aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam menyusun suatu karya tulis ilmiah. Dikandung maksud untuk : melengkapi uraian dalam buku ini dengan contoh-contoh yang dapat lebih memudahkan pemahamannya
Prinsip dasar umum karya ilmiah
Ciri-ciri Tulisan yang baik
Pada hakekatnya sangat sulit untuk: menilai baik buruknya sebuah tulisan (naskah ilmiah sksnario, hasil pengalaman, laporan dan lain-lain.) yang ditulisoleh seseorang atau kelompok orang tertentu. Secara obyektif ukuran yang dipergunakan untuk: menilai suatu naskah tulisan banyak dikembangkan para ahli, namun yang terbaik dari berbagai cara pengukuran derajat baik buruk tulisan dimaksud, hingga saat ini belum ada yang baku. Kriteria tulisan yang dianggap dapat diterima oleh pembaca umumnya mempunyai ciri-ciri :
a. Adanya tata pikir yang runtut dalam artian : (1) lelas dan mudah dimengerti(selfexplamation). (2) AIur pembahasan logis dan sistematis.
(3) Dapat mengungkapkan pertimbangan-pertimbangan analisis dari perihal yang dibahas. (4) Mampu secara komparatif menunjukkan kemanfaatan berdasarkan perbandingan yang besumber pada kasus atau permasalahan nyata.
(5) mempunyai konklus dan pembahasan.
b. Adanya penggunaan bahasa yang baik dan berdasarkan artian : (1) Menggunakan kata-kata yang mudah dan tepat
(2) menggunakan katalkalimat aktif yang mampu mendorong membangkitkan dan
memperkuat pemahaman pembaca
mengesankan dan meyakinkan.
(5) mengembangkan gaya anda sendiri, bukan adopsi orang lain. Dengan kata lain " write to express not to impress."
(6) menggunakan bahasa yang hidup dan menggugah interest pembaca.
(7) menggunakan sebanyak mungkin ekspresi dialog yang mampu . memancing dan Melarutkan perasaan pembaca seolah-olah ia sedang berbicara dengan penulis.
(8) menggunakan teknis bahasa pembuka tulisan yang menum buhkan kesabaran maupun "greget" untuk menyelesaikan keseluruhan pembahasan.
c. Adanya unsur obyektifitas dalam artian :
(1) Menunjukkan data dan fakta nyata (2) menggunakan keterangan.
(3) menghindarkan spekulasi dan asal-asalan.
(4) mencegah manipulasi yang membingungkan dan merusak wawasan.
Langkah-Iangkah Penulisan Naskah.
Langkah-langkah dalam menyusun tulisan / naskah, pada umumnya dapat dikembangkan oleh setiap orang. Namun demikian secara pokok, agar tulisan kita dapat diterima dan dimengerti orang perIu dirancang danditerapkan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Buat rencana umum penulisan :
(1)Tentukan seearajelas apa yang akan ditulis dan diyakinkan benar berbagairujukan yang akan dipergunakan, tersedia atau perIu dieari.
(2) Ketahui pembaea yang akan memanfaatkan tulisan tersebut.
(3) Biasakan agar setiap kali ide datang, segera tuliskan pada lembaran kertas atau notes apa adanya dulu.
(4)siapkan eatatan-eatatan keeil pada lembar kertas lepas atau buku notes yang setiap kali bisa ditambah ide-ide.
(5) buat list kebutuhan buku/refrensi/kepustakaan yang diperIukan. (6) buat tatanan pembobotan (outline) tulisan.
b. Menelusuri bahan materi :
(1) Cari buku/tex book terkait yang sudah direneanakan.
(2)Kembangkan metode pendekatan wawaneara pengamatan atau pengkajian.
(3)kumpulkan masukan dari berbagai instansi yang berkaitan (dokumen, arsip, buku laporan dan lain-lain).
c. Mengatur dan mengorganisasikan bahan-baban tulisan.
(1) Bahan-bahan yang telah terkumpul, diatur seeara sistematis dalam urutanurutan logis sesuai reneana.
(3) informasi yang baik, tepat dan akurat masukan kedalam batang tubuh tulisan, sedangkan bahan-bahan penunjang diletakkan pada bagian lampiran atau tambahan.
Teknik penulisan dan petunjuk pengetikan
Penulisan karya tulis ilmiah harus realistis, obyektif dengan dukungan data dan informasi dalam bentuk essay dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, uraiannya harns yang mudah dipahami oleh pembaca.
A.Sampul Muka :
Contoh Judu/ :
JUDUL
...
~...
...
... .
DISAMP AIKAN UNTUK MELENGKAPI UJIAN DINAS TK.lIlUJIAN PENYESUAIAN IJAZAH
DEPARTEMEN KOMUNIKASI DAN INFORMATlKA Nama
NIP
.
. ....•...
UNITKERJA TAHUN 2009.
B. Sistematika Penulisan
1. Judul Bab ditempatkan di tengah-tengah dibawah kata/tulisan BAB, semuanya ditulis
dengan hurufbesar (Kapital).
2. Judul Sub Bab di tempatkan ditepi dengan huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf
besar, kecuali kata sambung.
3. Urutan penggunaan hurnf dari dan angka sebagai berikut:
a. Bab ... I, II, III, dst. b. Sub Bab ... ... ... A. B, C, dst. c. Anak Sub Bab ... ... 1,2, 3, dst.
d. Pecahan dari anak sub bab ... A, b, c, dst.
e. Anak dari pecahan ... 1), 2), 3),dst. f. Pecahan dari anak pecahan ... a), b), c), dst.
c.
Petunjuk PengetikanUntuk memenuhi persyaratan standar tata tulis Karya Tulis yang berkaitan dengan pengetikan sebagai berikut :
1. Penggunaan kertas. Jenis dan ukuran kertas adalah kertas HVS, berat 80 g, wama
putih,ukuran kwarto atau A4.
2. Penggunaan komputer atau mesin ketik. Penulis Karya Tulis Ilmiah dengan
menggunakan perangkat computer dianjurkan menggunakan jenis huruf" Times New Roman" ukuran 12, sedangkan penulisan Karya tulis dengan menggunakan perangkat mesin Tik Manuall Elektronik menggunakan hurnf "PICA," sehingga bisa memuat 59
huruf dalam tiap baris.10 Tinta atau pita yang digunakan untuk penulisan Karya
Tulis banyak berwarna "HITAM"
3. Ruang ketik, ialah ruang yang disediakan untuk pengetikan Karya Tulis yang berukuran 15 x 22 cm. Dalam ruang ketikan seluas itu memuat 59 huruf setiap baris dan jumlah baris sebanyak 22 baris dengan jarak 2 spasi.
4. Ruang tepi ialah ruang sekeliling ruang ketikan dan ruang tepi ini harus dikosongkan kecuali untuk nomor halaman.
a) Lebar ruang tepi kiri 3,5 cm. b) Lebar ruang tepi kanan 2,5cm c) Lebar ruang atas 4 cm.
d) Lebar ruang bawah 3,5 cm.
Langkah Pembuatan Karya Ilmiah
A. Tahap Persiapan
1. Pemilihan Topik/ Masalah untuk Karya Ilmiah
Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan pada saat menentukan topik untuk karya ilmiah. Dalam penulisannya harus mengikuti kaidah kebenaran isi, metode kajian, serta tata cara penulisannya yang bersifat keilmuan. Salah satu cara untuk memenuhi kaidah tersebut adalah dengan melakukan pemilihan topik yang jelas dan spesifik. Pemilihan untuk karya ilmiah dapat dilakukan dengan cara:
a. Merumuskan tujuan b. Menentukan Topik c. Menelusuri Topik
2. Mengidentifikasi Pembaca Karya Ilmiah
tersebut perlu dipertimbangkan pada saat kita menulis karya ilmiah agar tulisan kita tepat sasaran.
3. Menentukan Cakupan Isi Materi Karya Ilmiah
Cakupan materi adalah jenis dan jumlah informasi yang akan disajikan di dalam tulisan.
B. Pengumpulan Informasi Untuk Penulisan Karya Ilmiah
1. Memanfaatkan Perpustakaan Sebagai Sumber Data, Informasi, Dan Bahan Untuk Tulisan
Perpustakaan pada umumnya menyediakan berbagai koleksi data atau informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, seperti media cetak dan media audiovisual. Hal pertama yang harus kita lakukan pada saat memasuki perpustakaan adalah memahami di mana letak sumber informasi yang dibutuhkan berada. Salah satu tempat yang patut kita tuju adalah bagian referensi. Bagian referensi ini biasannya berisi koleksi tentang encyclopedia, indeks, bibliografi, atlas dan kamus
a. Mencari Buku dengan Online Catalog dan Card Catalog b. Memeriksa Bahan-Bahan Pustaka yang Telah Diperoleh c. Membuat Catatan dari Bahan-bahan Pustaka
d. Membuat Ringkasan dan ‘Paraphrasing’ e. Membuat Kutipan
2. Melakukan Wawancara Untuk Mendapatkan Informasi Untuk Tulisan Ada empat hal yang harus diperhatikan pada saat akan melakukan wawancara untuk keperluan proyek penulisan karya ilmiah, yaitu; a. Menentukan orang yang tepat untuk diwawancarai
b. Mempersiapkan pedoman wawancara c. Melaksanakan wawancara
d. Mengolah hasil wawancara
C. Tahap Proses Penulisan
Tahap Penulisan merupakan perwujudan tahap persiapan ditambah dengan pembahasan yang dilakukan selama dan setelah penulisan selesai.
a. Pemilihan dan pembatasan topik b. Merumuskan tujuan
c. Mempertimbangkan bentuk karangan d. Mempertimbangkan pembaca
e. Mengumpulkan data pendukung f. Merumuskan judul
g. Merumuskan tesis
h. Penyusunan ide dalam bentuk karangan atau outline
2. Pemilihan Topik
a. Apa yang akan kita tulis?
b. Topik dapat diperoleh dari berbagai sumber.
c. Empat syarat: keterkuasaian, ketersediaan bahan, kemenarikan, kemanfaatan.
d. Agar lebih fokus, topik perlu dibatasi.
3. Tahap Penulisan Draf
a. Mengekspresikan ide-ide ke dalam tulisan kasar. b. Pengembangan ide masih bersifat tentatif.
c. Pada tahap ini, konsentrasikan perhatian pada ekspresi/gagasan, bukan pada aspek-aspek mekanik.
4. Tahap Revisi
a. Memperbaiki ide-ide dalam karangan, berfokus pada penambahan, pengurangan, penghilangan, penataan isi sesuai dengan kebutuhan pembaca.
b. Kegiatan: (a) membaca ulang seluruh draf, (b) sharing atau berbagi
pengalaman tentang draf kasar karangan dengan teman, (c) merevisi dengan memperhatikan reaksi, komentar/masukan.
5. Tahap Penyuntingan
a. Memperbaiki perubahan-perubahan aspek mekanik karangan.
b. Memperbaiki karangan pada aspek kebahasaan dan kesalahan mekanik yang lain.
c. Aspek mekanik antara lain: huruf kapital, ejaan, struktur kalimat, tanda baca, istilah, kosakata, format karangan.
6. Tahap Publikasi
a. Tulisan akan berarti dan lebih bermanfaat jika dibaca orang lain. b. Sesuaikan tulisan dengan media publikasi yang akan kita tuju. D. Tahap Evaluasi
fokus tulisan. Mungkin ada bagian yang tidak perlu dituliskan, atau ada hal-hal yang perlu ditambahkan, dan lain-lain. Mungkin juga ada bagian yang mengandung hal-hal yang peka, sehingga perlu dipilih kata-kata atau kalimat yang lebih sesuai, tanpa menghilangkan esensinya.
Jenis Karya Ilmiah Makalah
adalah karya ilmiah yang menyajikan permasalahan dan pembahasannya berdasarkan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif.
Kertas Kerja
Kertas kerja adalah karya ilmiah yang bersifat lebih mendalam daripada makalah dengan menyajikan data di lapangan atau kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif. Kertas kerja ditulis untuk disajikan dalam seminar atau lokakarya.
Laporan Praktik Kerja
Laporan praktik kerja adalah karya tulis ilmiah yang memaparkan data hasil temuan di lapangan atau instansi perusahaan tempat kita bekerja. Jenis karya ilmiah ini merupakan karya ilmiah untuk jenjang diploma III (DIII).
Skripsi
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain (karya ilmiah S I). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar sarjana langsung (observasi lapangan) skripsi tidak langsung (studi kepustakaan).
Tesis
Tesis adalah karya tulis ilmiah yang mengungkapkan pengetahuan baru dengan melakukan pengujian terhadap suatu hipotesis. Tesis ini sifatnya lebih mendalam dari skripsi (karya ilmiah S II). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar magister.
Disertasi
Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan teori atau dalil baru yang dapat dibuktikan berdasarkan fakta secara empiris dan objektif (karya ilmiah S III). Karya ilmiah ini ditulis untuk meraih gelar doktor.
Perbedaan antara makalah, kertas kerja dengan skripsi, tesis, dan disertasi dapat dilihat dari hal-hal berikut:
(1) kegunaannya, (2) tebal halaman,
Karakteristik Karya ilmiah 1. Mengacu kepada teori
Artinya karangan ilmiah wajib memiliki teori yang dijadikan sebagai landasan berpikir / kerangka pemikiran / acuan dalam pembahasan masalah.
Fungsi teori :
1. Tolak ukur pembahasan dan penjawaban persoalan
2. Dijadikan data sekunder / data penunjang ( data utama ; fakta )
3. Digunakan untuk menjelaskan, menerangkan, mengekspos dan mendeskripsikan suatu gejala
4. Digunakan untuk mendukung dan memperkuat pendapat penulis. 2. Berdasarkan fakta
Artinya setiap informasi dalam kerangka ilmiah selalu apa adanya, sebenarnya dan konkret.
3. Logis
Artinya setiap keterangna dalam kerangka ilmiah selalu dapat ditelusuri, diselidiki dan diusut alasan-alasannya, rasional dan dapat diterima akal.
4. Objektif
Artinya dalam kerangka ilmiah semua keterangan yang diungkapkan tidak pernah subjektif, senantiasa faktual dan apa adanya, serta tidak diintervensi oleh kepentingan baik pribadi maupun golongan.
5. Sistematis
Baik penulisan / penyajian maupun pembahasan dalam karangan ilmiah disajikan secara rutin, teratur, kronologis, sesuai dengan prosedur dan sistem yang berlaku, terurut, dan tertib.
6. Sahih / Valid
Artinya baik bentuk maupun isi karangan ilmiah sudah sah dan benar menurut aturan ilmiah yang berlaku.
7. Jelas
Artinya setiap informasi dalam karangan ilmiah diungkapkan sejernih-jernihnya, gamblang, dan sejelas-jelasnya sehingga tidak menimbulkan pertanyaan dan keraguan-raguan dalam benak pembaca.
8. Seksama
Baik penyajian maupun pembahasan dalam karangan ilmiah dilakukan secara cermat, teliti, dan penuh kehati-hatian agar tidak mengandung kesalahan betapa pun kecilnya.
9. Tuntas
Jadi, supaya karangan tuntas, pokok masalah harus dibatasi tidak boleh terlalu luas.
10. Bahasanya Baku
Bahasa dalam kerangka ilmiah harus baku artinya harus sesuai dengan bahasa yamg dijadikan tolak ukur / standar bagi betu l tidaknya penggunaan bahasa
.
11. Penulisan sesuai dengan aturan standar (nasional / internasional)
Akan tetapi, tata cara penulisan laporan penelitian yang berlaku di lembaga tempat penulis bernaung tetap harus diperhatikan.
Persyaratan Menulis Karya Ilmiah
1. Menguasi teori ; 2. Memiliki pengalaman 3. Bersifat terbuka 4. Bersifat objektif
5. Memiliki kemampuan berbahasa
Langkah-Langkah Penulisan Karya Ilmiah Pemilihan Topik
Cara memilih topik yang baik dalam karya ilmiah adalah sebagai berikut:
a) topik itu sudah dikuasai;
b) topik itu paling menarik perhatian; c) topik itu ruang lingkupnya terbatas; d) data itu objektif;
e) memiliki prinsip-prinsip ilmiah (ada landasan teori atau teori-teori sebelumnya;
Penentuan Judul
Cara menulis judul adalah dengan menentukan kerangka karangan dengan pembatasan topik.
Contoh:
topik : Pendidikan masalah apa : Motivasi mengapa : Sistem
di mana : MAN Tambakberas waktu : tiga bulan
kajian : praktik/penerapan
Catatan : Syarat judul yang baik adalah sebagai berikut: 1. harus bebentuk frasa,
2. tanpa ada singkatan atau akronim,
3. awal kata harus huruf kapital kecuali preposisi dan konjungsi, 4. tanpa tanda baca di akhir judul karangan,
5. menarik perhatian, 6. logis, dan
7. sesuai dengan isi.
Penulisan Kerangka karangan
Kerangka karangan adalah pengelompokan dan pengamatan jenis fakta dan sifatnya menjadi kesatuan yang bertautan.
Contoh:
LEMBAR PENGESAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI
DAFTAR SINGKATAN DAN LAMBANG DAFTAR TABEL
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah 1.2 Pembatasan Masalah 1.3 Tujuan Penelitian 1.4 Kerangka Teori 1.5 Sumber Data
1.6 Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 …
2.2 …
BAB III METODE PENELITIAN DAN KAJIAN 3.1 …
3.2 …
BAB IV ANALISIS DATA 4.1 …
4.2 …
BAB V SIMPULAN DAN SARAN 5.1 …
RAGANGAN SKRIPSI SEMENTARA DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR KAMUS LAMPIRAN DATA Pengumpulan Data
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut:
a. mencari informasi/data dari kepustakaan; b. menyusun daftar angket;
c. melakukan wawancara;
d. melakukan pengamatan di lapangan; e. melakukan percobaan di laboratorium.
Penyusunan Data
Penyusunan data dapat diartikan menyeleksi, mengolah, dan
menganalisis data dengan menggunakan teknik-teknik atau metode yang telah ditentukan.
Pengetikan
Setelah data disusun lalu diadakan pengetikan data (penelitian). Pemeriksaan
Pemeriksaan data (penelitian) dapat dilakukan melalui tahapan penerapan bahasa berikut:
1. penyusunan paragraf, 2. penerapan kalimat baku,
3.penerapan diksi/pilihan kata, dan 4. penerapan EYD.
Sistematika Penulisan Karya Ilmiah A. Bab I: Pendahuluan
Bab I tentang pendahuluan merupakan bagian awal dari karya tulis ilmiah. Pendahuluan ini berisi: Latar belakang masalah dan analisis masalah, rumusan masalah biasa dalam bentuk pertanyaan penelitian dan atau hipotesis, definisi istilah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, asumsi atau anggapan dasar, metode penelitian secara garis besar beserta tekhnik pengumpulan data dan pendekatannya, lokasi dan sampel penelitian. Secara ringkas berikut ini dibahas satu persatu.
1. Latar Belakang Masalah
Pembahasan dalam latar belakang masalah ini bermaksud
apa yang membuat peneliti merasa tertantang, penasaran dan resah sekiranya masalah tersebut tidak diteliti. Dalam latar belakang masalah sebaiknya diungkapkan gejala-gejala kesenjangan yang terdapat di lapangan sebagai dasar pemikiran untuk memunculkan permasalahan. Ada baiknya kalau diutarakan kerugian-kerugian apa yang bakal diderita apabila masalah tersebut dibiarkan tidak diteliti untuk pemecahannya. Sebaliknya,
keuntungan-keuntungan apa yang bakal diperoleh apabila masalah tersebut dipecahkan melalui penelitian. .Di samping itu, perlu diuraikan pula secara jelas masalah yang hendak diteliti di wilayah kerjanya.
Untuk mampu merumuskan latar belakang secara runtut, jelas dan tujum, maka penilik dituntut untuk mampu membaca dan memaknai gejala-gejala yang muncul dalam dunia pendidikan luar sekolah. Untuk itu, pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang dimiliki penilik perlu sejak awal dilakukan.
2. Rumusan Masalah
Merumuskan masalah merupakan pekerjaan kecermatan. Hal yang dapat menolong penilik keluar dari kesulitan merumuskan judul dan
masalah adalah pengetahuan yang luas dan terpadu mengenai teori-teori dan hasil-hasil penelitian para pak dalam bidang-bidang yang terkait dengan masalah yang akan diteliti. Dalam rumusan dan analisis masalah sekaligus juga diidentifikasi variabel-variabel dalam penelitian beserta definisi operasionalnya (penjelasan istilahnya).Untuk mempermudah, maka rumusan masalah dapat dinyatakan dalam bentuk kalimat bertanya (pertanyaan penelitian) dan atau kalimat pernyataan yang berbentuk hipotesis setelah didahului uraian tentang masalah.
3. Pertanyaan penelitian dan Hipotesis
Pertanyaan penelitian dan atau hipotetis dijabarkan dari rumusan masalah. Pertanyaan penelitian dikemukakan dalam kalimat-kalimat tanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan masalah atau sub masalah yang akan dicari jawabannya dalam karya ilmiah. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah atau sub masalah yang diajukan oleh penilik sebagai peneliti. Pertanyaan penelitian dan atau hipotesis dijabarkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka yang akan dicari jawabannya atau masih harus diuji kebenarannya.Melalui karya tulis ilmiah, hipotesis akan dinyatakan dapat diterima diterima atau ditolak.
dalam kalimat bertanya, kalimat menyuruh, kalimat menyarankan, atau kalimat mengharapkan.
4. Penjelasan Istilah atau Definisi operasional
Penjelasan istilah atau definisi operasional digunakan untuk menjelaskan istilah-istilah yang ada dalam pertanyaan penelitian atau variabel-variabel dalam hipotetis. Tujuannya adalah supaya terdapat kesamaan persepsi antara peniik dan pembaca tentang istilah-istilah atau variabel-variabel yang diajukan oleh penilik sebagai peneliti.
Penjelasan istilah atau definisi operasional harusnya sampai melahirkan indikator-indikator yang akan diteliti yang kemudian akan dijabarkan dalam instrumen penelitian. Apabila dipandang perlu maka istilah yang terdapat dalam judul dan sub judul tesis dapat pula dijelaskan. Namun yang paling diutamakan yaitu istilah-istilah dalam pertanyaan penelitian atau variabel-variabel dalam hipotesis.
5. Tujuan Penelitian /Studi
Rumusan tujuan penelitian/studi ini menyajikan hasil yang ingin dicapai setelah penelitian selesai dilakukan. Oleh sebab itu rumusan tujuan itu harus konsisten dengan rumusan masalah dan mencerminkan pula proses penelitiannya. Rumusan tujuan penelitian tidak boleh sama dengan rumusan maksud penulisan karya ilmiah yang ditulis pada halaman Sampul Luar dan halaman Sampul Dalam.
Tujuan penelitian bisa terdiri atas tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum menggambarkan secara singkat dalam satu kalimat tentang apa yang ingin dicapai melalui penelitian. Tujuan khusus dirumuskan dalam bentuk butir-butir (misalnya, 1, 2, 3, dst) yang secara spesifik mengacu kepada pertanyaan-pertanyaan penelitian.
6. Asumsi atau Anggapan dasar
Fungsi asumsi atau anggapan dasar dalam sebuah karya tulis ilmiah merupakan titik pangkal penelitian dalam rangka penulisan karya ilmiah itu.Asumsi/anggapan dasar dapat berupa teori, evidensi-evidensi dan dapat pula pemikiran peneliti sendiri. Apapun materinya, asumsi/anggapan dasar tersebut harus sudah merupakan sesuatu yang tidak perlu dipersoalkan atau dibuktikan lagi kebenarannya; sekurang-kurangnya bagi masalah yang akan diteliti pada masa itu. Asumsi/anggapan dasar dirumuskan sebagai landasan bagi pertanyaan penelitian dan atau hipotesis.
7. Metode Penelitian
Metode Penelitian yang disajikan dalam Bab Pendahulaun bersifat garis besar, sedangkan rinciannya dikemukakan pada Bab III.Ke dalam metode penelitian ini dimasukkan instrumen atau alat pengumpulan data.Metode, dapat disebut metode penelitian historis, deskriptif,
inferensial, eksperimental, atau kaji tindak.Alat (instrumen) pengumpulan data dapat terdiri atas teknik angket, wawancara, observasi partisipatif, observasi non-partisipatif, atau tes.Pendekatan penelitian dapat berupa pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Dipaparkan pula teknik pengolahan dan analisis data. Apabila dianggap perlu dapat pula
dimasukkan pendekatan sosiologis, pendekatan edukatif, dan sebagainya. Kedalam bab ini juga dimasukkan proses uji coba dan pengembangan instrumen penelitian yang secara khusus digunakan untuk mengumpulkan data.
8. Lokasi, Populasi dan Sampel Penelitian
Di samping menyebut lokasi, populasi dan sampel penelitian pada bagian ini juga harus disebutkan alasan mengapa penelitian itu dilakukan di tempat suatu tempat tertentu dan dengan subyek (populasi/sampel)
penelitian tertentu pula. Alasan ini akan menjadi kuat apabila dikaitkan dengan rumusan masalah, latar belakang masalah, dan tujuan penelitian, serta teknik analisis data.
B. Bab II: Kajian Pustaka/Landasan Teoritis
Kajian pustaka sangat penting dalam suatu karya ilmiah, karena melalui kajian pustaka ditunjukkan kedudukan suatu penelitian di tengah perkembangan ilmu dalam bidang yang diteliti. Kajian pustaka harus memuat hal-hal berikut ini : 1. apakah teori-teori utama dan teori-teori turunannya dalam bidang yang dikaji, 2. apa yang telah dilakukan oleh orang lain atau peneliti lain dalam bidang yang
diteliti dan bagaimana mereka melakukannya (prosedur, subyek), 3. setelah peneliti melakukan kajian secara komprehenshif, maka dapatlah
diketahui masalah apa yang masih perlu diteliti sehingga jelas kedudukan penelitian ini di tengah penelitian-penelitian sejenis sebelumnya.
Telaah teoretis dimaksudkan untuk menampilkan “mengapa dan
bagaimana” teori dan hasil penelitian para pakar terdahulu itu dipergunakan oleh penilik dalam penelitiannya, termasuk di dalamnya merumuskan asumsi-asumsi penelitiannya.
Dalam prakteknya, judul Bab II disesuaikan dengan masalahnya, tetapi dapat juga diberi judul KAJIAN PUSTAKA, LANDASAN TEORITIK, atau KAJIAN TEORITIK karena isinya telah tergambar dalam judul penelitian. Bila dikehendaki, kajian pustaka dapat dituangkan dalam 2 (dua) sub bab, masing-masing mengemukakan tentang teori-teori dan hasil-hasil penelitian terdahulu yang relevan, dan sub bab lainnya menjelaskan secara rinci teori yang digunakan dalam penelitian.
C. Bab III: Metode Penelitian
Bab ini merupakan penjabaran lebih rinci tentang metode penelitian yang secara garis besar telah disinggung pada Bab I. Pembatasan istilah yang ada pada judul dan variabel yang diteliti dalam penelitian juga dijelaskan dalam bab ini. Semua prosedur dan tahap-tahap penelitian mulai persiapan hingga penelitian berakhir dijelaskan dalam bab ini. Di samping itu, dilaporkan juga tentang alat-alat (instrumen) pengumpulan data yang digunakan beserta proses pengembangan dan uji validitas dan reliabilitasnya. Sangat penting untuk dijelaskan mengapa sesuatu tekhnik atau prosedur/metode dipilih oleh peneliti.
D. Bab IV: Hasil Penelitian Dan Pembahasannya
Dalam bab ini dilaporkan hasil-hasil penelitian. Penyajian mengikuti butir-butir tujuan, pertanyaan, atau hipotesis penelitian.Penyajian hasil penelitian diikuti oleh pembahasan.Dalam pembahasan ini diperlukan sikap ilmiah peneliti, yakni sikap bersedia dan terbuka untuk dikritik, sikap bersedia dan terbuka mengemukakan sebab-sebab keanehan hasil penelitiannya jika hal itu memang terjadi. Sebaliknya juga peneliti bersikap tidak segan-segan mengemukakan hasil-hasil penelitiannya itu secara apa adanya tanpa meninggalkan tata krama ilmiah dan tata krama pergaulan.
Dalam bab ini dapat pula disajikan rangkuman secara ringkas dan terpadu sejak dari persiapan hingga penelitian berakhir. Dikatakan ringkas dan terpadu oleh karena penulisan rangkuman ini tidak harus secara berurutan dari awal hingga akhir, akan tetapi semua komponennya telah dipadukan menjadi satu kesatuan yang utuh dan dituangkan ke dalam satu uraian yang padat. Oleh sebab itu, rumusan-rumusannya tidak perlu sama, bahkan sebaiknya tidak sama, dengan rumusan-rumusannya tidak perlu sama.
E. Bab V: Kesimpulan Dan Implikasi/Rekomendasi
penafsiran,maka isi kesimpulan akan berbeda dengan rangkuman. Dalam
menuliskan kesimpulan dapat ditempuh salah satu cara dari dua cara berikut : (a) dengan cara butir demi butir, atau (b) dengan cara esei padat. Untuk karya tulis maka penulisan kesimpulan dengan cara esei yang padat akan lebih baik dari pada dengan cara butir demi butir.
Implikasi atau rekomendasi yang ditulis setelah kesimpulan dapat ditunjukkan kepada para pembuat kebijakan, kepada para pengguna hasil
penelitian yang bersangkutan dan kepada peneliti berikutnya yang berminat untuk melakukan penelitian selanjutnya.
F. Daftar Pustaka
Daftar pustaka memuat semua sumber tertulis (buku, artikel, jurnal, dokumen resmi, atau sumber-sumber lain dari internet) atau tercetak (misalnya Compact Disk, Video, film, atau kaset) yang pernah dikutip dan digunakan dalam penulisan karya ilmiah.Semua sumber tertulis atau tercetak yang tercantum dalam uraian harus dicantumkan dalam daftar pustaka. Di pihak lain, sumber-sumber yang tidak pernah dipergunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah tersebut atau tidak dikutip, tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka, walaupun pernah dibaca oleh peneliti.
Cara menulis daftar pustaka berurutan secara alfabetis tanpa nomor urut.Sumber tertulis/tercerak yang memakan tempat lebih dari satu baris, ditulis dengan jarak antar-baris satu spasi; sedangkan jarak antara sumber-sumber tertulis yang saling berurutan adalah dua spasi.
G. Lampiran-Lampiran
Lampiran-lampiran berisi semua dokumen yang digunakan dalam penelitian dan penulisan hasil-hasilnya menjadi satu karya tulis ilmiah.Setiap lampiran diberi nomor urut Lampiran sesuai dengan urutan penggunaannya.Di samping diberi nomor urut Lampiran ini juga diberi Judul Lampiran. Nomor Urut
Lampiran akan mempermudah pembaca untuk mengaitkannya dengan bab terkait. Apabila nomor urut lampiran tersebut terdiri atas dua angka Arab dengan diselang satu tanda penghubung di mana angka depan menyatakan nomor urut lampiran. Misalnya, lampiran 1.2 artinya lampiran 2 dari Bab 1.
H. Riwayat Hidup
Riwayat hidup dibuat secara padat dan hanya menyampaikan hal-hal yang relevan dengan kegiatan ilmiah, tidak semua informasi tentang yang
bersangkutan. Cakupannya adalah: nama lengkap, tempat dan tanggal lahir, riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan dan jabatan (bila telah bekerja), prestasi-prestasi yang pernah dicapai, dan apabila ada, karya ilmiah/publikasi yang telah dihasilkan atau diterbitkan. Riwayat hidup dapat dibuat dengan gaya butir
Manfaat penyusunan karya ilmiah bagi penulis adalah berikut: 1. Melatih untuk mengembangkan keterampilan membaca yang efektif;
2. Melatih untuk menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber; 3. Mengenalkan dengan kegiatan kepustakaan;
4. Meningkatkan pengorganisasian fakta/data secara jelas dan sistematis; 5. Memperoleh kepuasan intelektual;
6. Memperluas cakrawala ilmu pengetahuan.
Tujuh sikap ilmiah bagi penulis adalah sebagai berikut: 1. sikap ingin tahu bertanya mengapa, apa, dan bagaimana; 2. sikap kritis mencari informasi sebanyak mungkin; 3. sikap terbuka menerima pendapat orang lain; 4. sikap objektif menyatakan apa adanya;
5. sikap menghargai orang lain mengutip karangan orang lain dengan mencantumkan nama pengarang;
6. sikap berani mempertahankan hasil penelitian;
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari hasil pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa karya ilmiah merupakan karya tulis yang di buat seseorang berdasarkan hasil penelitian ilmiah yang telah di lakukan dan disajikan secara fakta berdasarkan metodologi penulisan yang baik dan benar melalui langkah – langkah karya ilmiah yang dilakukan secara sistematis.
Saran
DAFTAR PUSTAKA
“Cara Membuat Karya Tulis Ilmiah.” Ratihtaa. September 2012. Web. 28 Maret 2014.
“Langkah-langkah dalam Penulisan Karya Ilmiah.” Pricillia Meidy. 11 Februari 2013. Web. 28 Maret 2014.