• Tidak ada hasil yang ditemukan

epidemiologi penyakit malaria dan id

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "epidemiologi penyakit malaria dan id"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

EPIDEMIOLOGI MALARIA

(2)

Malaria

1. What : malaria

2. Who : laki-laki, perempuan (Orang yang mempunyai imunitas rendah terhadap malaria anak-anak dan bayi, pelancong yang datang dari wilayah tanpa malaria, wanita hamil dan janinnya)

3. Where : negara dengan iklim daerah tropis dan subtropis seperti di Brazil, Asia Tenggara, dan seluruh sub-sahara Afrika.

Negara Indonesia ditemukan hampir disemua wilayah (Jawa-Bali, Jawa Tengah, Papua, NTT, Sumatera.

(3)

Penularan secara alamiah

(natural infection)

(4)
(5)

Beberapa faktor yang berinteraksi dalam kejadian dan penularan penyakit malaria, antara lain:

1. Faktor Host (Manusia)

Secara umum dapat dikatakan bahwa setiap orang dapat terkena penyakit malaria. Perbedaan prevalensi menurut umur dan jenis kelamin karena berkaitan dengan perbedaan tingkat kekebalan dan frekuensi keterpaparan gigitan nyamuk. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerentanaan seseorang adalah :

a. Ras atau suku bangsa. Di Afrika, apabila prevalensi hemoglobin S (HbS) cukup tinggi, penduduknya lebih rentan terhadap infeksi P.falcifarum. penyelidikan terakhir menunjukkan bahwa HbS menghambat P.falcifarum baik sewaktu invasi maupun

(6)

b. Kurangnya suatu enzim tertentu.

Kurangnya enzim G6PD (Glucosa

6-Phosphat

Dehydrogenase)

memberikan perlindungan terhadap

infeksi

P.Falcifarum

yang

berat.

Walaupun demikian, kurangnya enzim

ini merugikan ditinjau dari segi

pengobatan

dengan

golongan

Sulfonamid

dan

Primakuin

oleh

karena dapat terjadi hemolisis darah.

Defisiensi enzim G6PD ini merupakan

penyakit genetik dengan manifestasi

utama pada perempuan.

c. Kekebalan pada manusia terjadi

apabila

tubuh

mampu

(7)

2. Faktor Agent (Plasmodium)

Penyakit malaria adalah suatu

penyakit akut atau sering kronis

yang disebabkan oleh parasit genus

plasmodium (Class Sporozoa).

Sifat-sifat spesifik parasit berbeda-beda

untuk setiap spesies malaria dan hal

ini

mempengaruhi

terjadinya

manifestasi klinis dan penularan.

3. Faktor Lingkungan

Referensi

Dokumen terkait

curah hujan, temperatur dan kelembaban udara terhadap kejadian penyakit DBD, ISPA

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi spatialtemporal penyakit DBD dan mengetahui hubungan antara suhu udara, kelembaban udara, curah hujan dan

Tidak ada hubungan yang signifikan antara temperatur udara perbulan, kelembaban udara perbulan, curah hujan perbulan, hari hujan perbulan, dan kecepatan angin perbulan dengan

Ada hubungan temperatur, kelembaban, curah hujan, jumlah hari hujan, dan kecepatan angin dengan kejadian malaria di Kabupaten Tapanuli Tengah selama kurun waktu

Variabel pada penelitian ini adalah kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) sebagai variabel terikat dan curah hujan, suhu udara, kelembaban udara, lama penyinaran matahari,

Hasil Penelitian 1) Faktor fisik yang meliputi topografi, suhu udara, curah hujan, kelembaban dan jenis tanah memliliki kesesuaian dengan syarat tumbuh tanaman

Setelah dilakukan dengan menggunakan uji korelasi antar kejadian malaria dengan suhu, kelembaban dan curah hujan didapatkan hasilnya untuk suhu dengan kejadian malaria

Korelasi signifikan ditemukan antara variabel lingkungan seperti suhu maksimum, minimum, kelembaban relatif, curah hujan, dan kecepatan angin dengan kejadian penyakit BLB yang diamati