PEKERJAAN BATU DAN BETON
KONSTRUKSI BANGUNAN
PRAKTIKAN
RIZKY MUHAMMAD
FAISAL
SMKN 2 GARUT
TEKNIK GAMBAR BANGUNAN
MENU
KD dan Indikator
pembelajaran
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perlaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kemanusiaan, kebangsaan, kenegaran, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifk sesuai dengan bakat dan mintanya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
KOMPETENSI INTI
KOMPETENSI INTI
MENU
Kompetensi Dasar
3.7 Mengkategori macam-macam pekerjaan konstruksi batu dan beton
4.7 Mendemonstrasikan pekerjaan konstruksi batu dan beton
Indikator Pembelajaran
3.7.1 Mengemukakan Pekerjaan Pengukuran Lapangan 3.7.2 Menegaskan Pekerjaan Memasang Papan Duga 3.7.3 Mengaitkan Pekerjaan Dinding Bangunan
KD dan Indikator
Pembelajaran
KD dan Indikator
Pembelajaran
MENU
Dengan pembelajaran model
discovery
learning,
siswa dapat Mengkategori
macam-macam pekerjaan konstruksi batu
dan beton serta Mendemonstrasikan
pekerjaan konstruksi batu dan beton
secara tanggung jawab, jujur, peduli,
kerjasama , santun, percaya diri, dan
disiplin.
Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran
MENU
INFORMASI
INFORMASI
Media pembelajaran ini dibuat menggunakan Software Ms. Power Point dan Ispring Presenter
Materi disusun berdasarkan modul pembelajaran oleh:
Tidak ada hak cipta 2016
Enden Lesmanawati, M.Pd NIP. 197105151998012001
SMKN 2 GARUT
SMKN 2 GARUT
Website
Website
Petunjuk
Arah
Pekerjaan Pengukuran
Lapangan
1.Pengukuran Membuat
Garis Siku
Pengukuran Membuat
Garis Siku
Perbandingan
Antar Sisi
Pengukuran Membuat
Garis Siku
langkah-langkah kontrol garis sku-siku: dengan CD berpotongan di titik D, membentuk bidang segi empat,
d. Jarak diagonal BC harus sama panjang dengan AD,
e. Bila jarak diagonal antara BC dengan AD belum sama panjang, maka garis yang menghubungkan titik CAB belum membentuk siku-siku,
Pengukuran Garis Siku
dengan Alat Survey
Pengukuran Membuat Bidang
Datar Menggunakan Selang Air
langkah
kerja
1) Persiapkan alat yang digunakan untuk pengukuran dan periksa bila ada kemungkinan kerusakan pada alattersebut;
2) Isi slang plastik dengan air bersih, hingga tidak ada gelembung udara(usahakan slang plastik berwarna putih dan berdiameter 1 cm);
3) Tentukan jarak antara dua titik antara belakang misal A dan mukamisal B, dimana jarak disesuaikan dengan panjang slang plastik,dirikan jelas pada A dan B.
4) Rentangkan slang plastik antara titik A dan B, tunggu hingga kedua permukaan air slang tidak bergerak dan tenang
5) Ukur ketinggian dari dari muka tanah sampai dari muka air padaslang titik A (catat sebagai bacaan belakang B. demikian pulaketinggian dari muka tanah sampai muka air pada slang dititik B (catatsebagai bacaan muka B). disamping itu juga diukur jarak mendasardari A ke B.
pedoman dan
persyaratan
memasang bouwplank
1) Bahan Bouwplank dibuat dari kayu yang mudah dikerjakan dan kuat
2) Titik hasil uitzet ditempatkan dengan tanda yang jelas, gunakan paku dan atau cat sebagi tanda batas garis dan penarikan benang,
diusahakan bowplank tidak goyang pada saat pelaksanaan pekerjaan pemasangan bangunan, seperti galian, pemasanagan batu, dan lain lain. 3) Letak kedudukan bowplank harus seragam, dan sisi atas bowplank harus terletak satu bidang rata (horizontal) dengan papan bowplank lainnya.
4) Garis benang bowplank merupakan bagian batas atau garis pedoman
pelaksanaan pekerjaan.
Posisi Benang Pada
Papan Bouwplank
Bidang atas papan bangunan biasanya harus benar-benar
siku, karena hal tersebut sebagai
acuan untuk
Sambungan Papan
Bowplank
Sambungan papan bouwplank diusahakan terletak pada sumbu patok, sehingga jarak
patok harus memperhitungkan terhadap panjang papan yang akan dipergunakan
sebagai bouwplank.
Bila sambungan papan bouwplank
Pekerjaan Dinding
Bangunan
• salah satu elemen tegak (vertical) pada
bangunan
• berfungsi sebagai penutup atau pembatas
ruangan
• membentuk dan melindungi isi bangunan
• Dinding yang dirancang dengan kuat, berfungsi
Jenis Dinding
Bangunan
1) Structural; yaitu dapat memikul beban beban merata, bahan harus
kaku dan kokoh dan bisanya jenis ini dibuat dari bahan; a) Batu alam min. tebal 30 cm, b) Batu buatan, dan c) Beton/Beton bertulang.
2) Non structural; yaitu tidak memikul beban, biasanya digunakan untuk bangunan ringan dan dapat dianggap memikul dengan syarat dinding elemen penyebar beban harus kaku, dinding penyekat tersebut harus pula cukup kokoh dan kaku. Jenis sdidnding ini biasanya terbuat dari; a) Batu alam
b) Batu buatan; Batako, batu bata, bata celcon atau hebel c) Kayu (triplek, plywood, Partisi)
d) Metal (baja, seng, alumunium) e) Plastic
f) Kaca
Ukuran
Bata
Proporsi ukuran bata merah standar SNI 15-2094-1991: panjang 240 mm, lebar 115 mm dan tebal 52 mm
Panjang 230 mm, lebar 110 mm dan tebal 50 mm
Sebagai acuan umum, dapat dipakai bata merah dengan rentang dimensi: panjang = 19 cm - 24 cm
Ukuran bata merah yang terlalu kecil akan menyebabkan borosnya pemakaian spesi untuk perekat pasangan bata. Ukuran bata merah yang
Bata Merah yang
Baik
Setelah direndam air 24 jam, tidak boleh menjadi rapuh dan mudah hancur
Bata merah tidak boleh mengandung terlalu banyak garam :
• rendam bata dalam posisi tegak (berdiri)
• diamkan selama 24 jam
lihat apakah muncul bercak putih di permukaan, tidak boleh lebih dari 50%
permukaan tidak terendam muncul bercak putih (akibat garam yang tertarik
dari proses penyerapan air) Bata merah yang baik tidak
menyerap air lebih dari 10% berat keringnya :
• timbang bata merah kering
• rendam dalam air selama 24 jam
Dinding Bata
Hebel
Hebel adalah jenis bahan pembentuk dinding dari bahan pabrikan, yang terbuat dari campuran semen, pasir
(silica), dan kapur, lalu dicampur air dan bahan
pengembang setelah itu diproses dengan diberi uap air tekanan tinggi dimana dalam pembentukannya gas-gas dibuang, kemudian kantong-kantong udara dimanfaatkan
• UK 10 cm x 19 cm x 59 cm atau UK 60 cm
x 20 cm
keuntungan
menggunakan
Hebel sebagai
dinding
• Pemasangan Cepat • Solid
• Tahan Api • Presisi
kekurangan
dinding bata hebel
• Harga relative lebih mahal dibanding
bata/batako
• Tidak semua tukang mampu memasang hebel. • Pembelian melalui pemesanan pada toko yang
Dinding Batako
salah satu bahan bangunan yang berupa batu-batuan yang pengerasannya tidak dibakar
dengan bahan pembentuk yang berupa campuran pasir, semen, air dan dalam pembuatannya dapat ditambahkan dengan
Pengertian Batako, menurut PUBI
(Persyaratan
Umum Bahan Bangunan di Indonesia) tahun
1982 pasal 6
“Batako adalah bata yang dibuat dengan mencetak dan memelihara dalam kondisi lembab”
Menurut SNI 03-0349-1989
“Conblock (concrete block) atau batu
cetak beton adalah komponen bangunan yang dibuat dari campuran semen Portland atau
pozolan, pasir, air dan atau tanpa bahan tambahan lainnya (additive), dicetak
sedemikian rupa hingga memenuhi syarat dan dapat digunakan sebagai bahan untuk pasangan
Bentuk Batako
batu cetak yang
berlubang (hollow
block)
Klasifkasi Batako
•
Batako Normal, densitas
sekitar 2200-2400 kg/
m3
Spesifkasi Umum
Batako
•
Berat jenis normal 1000 kg/m3
•
Berat jenis kering 950 kg/m3
•
Kuat tekan : 5,5 N/mm²
•
Tebal spesi : 20 – 30 mm
Keuntungan Menggunakan
Batako sebagai Dinding
Bangunan
1) Secara kuantitatif dalam pemasangan
dinding, jumlahnya lebih sedikit bila
dibanding dengan batu bata.
2) Memasang lebih cepat, dan dimensi
ukruan lebih seragam dibanding bata merah.
3) Tidak perlu diplester untuk menghemat
biaya
Kekurangan Menggunakan
Batako sebagai Dinding
Bangunan
1) Gampang retak pada dinding
2) Gampang pecah, sehingga
membutuhkan ekstra ketika
pengangkutan dan pemasangan
3) Kurang baik untuk insulasi
Batako Putih
Terbuat dari campuran trass, batu kapur, dan air, dan sering juga disebut batu cetak kapur trass
Trass merupakan jenis tanah yang berasal dari lapukan batu-batu yang berasal dari gunung berapi, warnanya ada yang putih dan ada juga
yang putih kecokelatan
UK: panjang 20 cm–30 cm, tebal 8 cm–10 cm, dan tinggi
Batako Semen
• Terbuat dari campuran semen dan pasir
• Ukuran dan model lebih beragam dibandingkan
dengan batako putih
• Menggunakan dua lubang atau tiga lubang
disisinya untuk diisi oleh adukan pengikat
• Ukuran batako semen:
o panjang 36 cm–40 cm,
o tinggi 18 cm–20 cm dan
Kelebihan dinding
menggunakan batako
semen
1) Lebih kedap air
2) Pemasangan lebih cepat
3) Membutuhkan rangka beton pengaku relatif lebih sedikit, yaitu antara 9-12 m2 luas bidang dinding
4) Ukuran material lebih presisi dan seragam 5) Ketersediaan material relatif terjamin, serta fluktuasi harga tidak terlalutinggi karena proses pembuatannya tidak terlalu dipengaruhi oleh
Kekurangan dinding
menggunakan batako
semen
1) Harga relatif lebih mahal dibanding batako tras. 2) Mudah terjadi retak rambut pada dinding.
Proses produksi
batako
1) Pasir diayak untuk mendapatkan pasir yang halus dengan menggunakan mesin/manual.
2) Pasir tanpa diayak dan semen diaduk sampai rata dengan menggunakan mesin pengaduk/manual dan setelah rata
ditambahkan air.
3) Adonan pasir, semen dan air tersebut diaduk kembali sehingga
didapat adukan yang rata dan siap dipakai.
4) Adukan yang siap dipakai ditempatkan di mesin pencetak batako/paving block dengan menggunakan sekop dan di
atasnya
5) Dengan menggunakan lempengan besi khusus tersebut dipres/ditekan sampai padat dan rata
mekanisme tekan pada mesin cetak.
6) Batako/paving block mentah.yang sudah jadi tersebut kemudian dikeluarkan dari cetakan
dengan cara menempatkan potongan papan di atas seluruh permukaan alat cetak.
7) Berikutnya alat cetak dibalik dengan hati-hati Skala produksi dan keunggulan produk akhir
sehingga batako l paving block mentah tersebut keluar dari alat cetaknya.
8) Proses berikutnya adalah mengeringkan batako/paving block mentah dengan cara
diangin-anginkan atau di jemur di bawah terik matahari sehingga didapat batako/ paving block yang sudah jadi
pengunaan batako
sebagai dinding
bangunan
1. Penyimpanan, diusahakan di dalam keadaan cukup kering 2. Untuk Keamanan konstruksi batako, sebaiknya disusun
maksimal per lima lapis.
3. Pemasangan tidak perlu dibasahi terlebih dahulu, serta tidak boleh direndam air.
Rangka Pengkaku
untuk Dinding Batako
Untuk memperkuat dinding batu batako juga digunakan rangka pengkaku yang terdiri dari
kolom atau balok beton bertulang yang dicor di dalam lubang-1ubang batu batako.Kolom beton ini selalu dipasang disudut-sudut, pertemuan dan persilangan dinding seperti terlihat padagambar diatas.Jika dinding bersilangan salah satu dinding
Teknik dan Susunan Pemasangan
Batako yang
dipersyaratkan untuk dipedomani
• Konstruksi Batako Hubungan Sudut• Konstruksi Batako Sudut Dengan Penguat Kolom • Konstruksi Batako Hubungan Persilangan
Konstruksi Batako
Konstruksi Batako
Konstruksi Batako
Dinding Batu Alam
• Batu alam membuat tampilan ruangan jadi
alami, bentuk, tekstur, dan motifnya mampu membuat suasana ruang berubah sejuk alami
• batu alam dapat menghasilkan beragam pola
dan tampilan
• Dinding batu alam biasanya terbuat dari
• Prinsip pemasangannya hampir sama dengan batu
bata, dimana siar vertikal harus dipasang selang-seling, untuk menyatukan batu diberi adukan
seperti campuran ½ PC : 1 kapur : 6 pasir untuk bagian dinding di atas permukaan tanah.
• Batu alam biasanya digunakan untuk pondasi
rumah, meski begitu, tersedia juga batu kali lempengan. Bentuk dan ukuran batu alam biasanya tidak teratur, lempengan batu ini biasa
• batu andesit, batu ini paling keras di antara batu
alam yang umum dipakai. Tingkat porositasnya paling kecil karena berpori rapat, warnanya
gelap, ukuran yang tersedia mulai 5 cm x 20 cm, sampai 20 cm x 40 cm, dengan
Dinding Penahan
Tanah
Dinding penahan tanah adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menahan
tanah lepas atau alami dan mencegah
keruntuhan tanah yang miring atau lereng yang kemantapannya tidak dapat dijamin oleh lereng
Tanah yang tertahan memberikan dorongan secara aktif pada struktur dinding sehingga struktur akan cenderung terguling atau tergeser.
Fungsi utama dari dinding penahan tanah adalah menahan tanah yang berada
dibelakangnya dari bahaya longsor akibat benda-benda yang ada atas tanah, adanya berat tanah,
Dinding penahan merupakan dinding
yang dibangun untuk menahan
massa tanah di atas struktur atau
bangunan yang dibuat. Jenis
konstruksi dapat dikonstribusikan
merupakan konstruksi dengan
Fungsi Khusus DPT
• Fungsi khusus yang dapat diberikan oleh dinding
pasangan batu yaitu, pemanfaatan ruang dari suatu pembangunan jenis sarana dan prasarana
lain, dan pemeliharaan, penunjang umur dan bagian dari jenis sarana dan prasarana lain.
Hal tersebut dapat terjadi pada dinding saluran irigasi, prasarana tepi jalan kondisi
Fungsi Khusus DPT
• Dinding penahan tanah, biasanya dibuat dari
pasangan batu kali, yaitu pasangan batu yang dilekatkan dengan campuran semen, pasir dan air.
• Dikenal beberapa jenis dinding penahan
tanah, seperti konstruksi batu kali murni, batu kali dengan tulangan (gravity & semi
gravity), tembok yang dibuat dari bahan kayu
1) Kelebihan beton
•
dapat dibentuk sesuai keinginan,
•
mampu memikul beban tekan
yang berat,
2) Kekurangan Beton
• bentuk yang sudah dibuat sulit untuk
diubah, pelaksanaan pekerjaan memerlukan ketelitian yang tinggi, berat,
• daya pantul suara besar,
• membutuhkan cetakan sebagai alat pembentuk,
• tidak memiliki kekuatan tarik,
• setelah dicampur beton segera mengeras, dan
Dinding Partisi
•
partisi berarti pembatas atau
sekat ruangan
Bahan:
Papan Gypsum
Papan gypsum terdiri dari bahan gypsum yang dibungkus dengan kertas penguat di
Ketebalan Papan
Gypsum di Pasaran
9mm,
12mm
dan 15 mm
untuk
1) Ketahanan Terhadap Air
Karena kekuatan papan gypsum yang terletak pada kertas pembungkusnya, maka untuk
gypsum standar (plasterboard) yang ada
dipasaran rata-rata tidak tahan terhadap basah dan lembab, kertas akan mengelupas dan inti gypsum akan terurai. Bila memang memerlukan
gypsum sebagai partisi maka beberapa merk terkenal mengeluarkan type papan gypsum dengan pelapis yang lebih tahan terhadap lemba,
bukan basah, karena bahan gypsum memang tidak akan bertahan terhadap basah tentu dengan harga
2) Akustik
Bahan papan gypsum standar
(plasterboard) relatif lunak sehingga
bahan gypsum relatif bisa menyerap
suara dengan baik daripada dinding
bata. Papan gypsum cocok
digunakan untuk ruang-ruang yang
memerlukan peredaman suara, dan
karena sifat peredaman gypsum yang
baik inilah maka beberapa produsen
mengeluarkan panel peredam suara
3) Ketahanan
Terhadap Api
Papan gypsum standar (plasterboard) mempuyai lapisan kertas sebagai penguat, dan seperti kita
ketahui bahwa kertas adalah penghantar api, sehingga kurang aman terhadap api. Namun beberapa produsen menciptakan gypsum yang lebih tahan terhadap api dengan lapisan kertas
4) Ketahanan Terhadap
Benturan dan Goresan;
Aplikasi gypsum sebagai dinding partisi saat ini sudah menjadi suatu hal yang umum, namun dari berbagai kasus yang terjadi, pemasangan papan gypsum di ruang yang biasa dilalui banyak
orang cenderung mudah rusak dan gupil terutama di bagian sudut dinding seperti sebagai pelapis
kolom. Selain itu bila dinding tergores dengan sesuatu yang tajam maka dipastikan kertas akan
Papan Kalsium
Papan Kalsium terbuat dari panel kalsium-silikat dan menggunakan serat selulosa sebagai
penguat. Secara tampilan kasat mata papan kalsium menyerupai bahan plafon fbercement,
1) Ketahanan
terhadap air
Papan Kalsium lebih tahan terhadap air dan lembab. Bila terkena air, papan kalsium tidak
akan terurai seperti halnya papan gypsum, ataupun terkelupas seperti triplek atau
multiplek, namun dari beberapa pengalaman yang saya temui, papan kalsium bila terkena air
dan lembab akan mudah sekali terdapat bercak-bercak hitam, namun hal ini dapat dengan mudah diatasi dengan pengamplasan
2) Akustik
Papan kalsium memiliki material yang
cukup padat, bahkan lebih padat dari
plesteran dinding bata pada umumnya,
oleh karena itu dari segi akustik papan
kalsium cenderung tidak dapat
menyerap suara dengan baik dan
3) Ketahanan
Terhadap Api
• Bahan papan kalsium rata-rata tidak mudah
terbakar dan tidak juga menyebarkan nyala api, sehingga bahan ini sangat cocok untuk ruang-ruang yang membutukkan perlindungan
terhadap api, dan yang rentan pada
4) Ketahanan Terhadap
Benturan dan Goresan
Bahan dengan kerapatan yang padat, menjadikan papan kalsium cocok diaplikasikan di ruang
dimana banyak orang dan barang berlalu lalang. Papan Kalsium tidak mudah ”gupil” dan gores,
namun perlu dicatat bahwa papan kalsium mempuyai sifat yang lebih getas, sehingga bila
mengalami benturan yang cukup keras pada bagian yang tidak terdapat rangka bisa
mengalami keretakan, dan keretakan pada papan kalsium memang bisa diatasi dengan pemberiana plaster & compount seperti halnya pada gypsum,
Papan Triplek/
Multiplek
• Papan Multiplek dibuat dari serutan kayu yang
dilapiskan secara vertical dan horizontal secara berselangseling antar lapisan, dan antar lapisan tersebut di press dengan tekanan tertentu dan
di lem. Dalam proses pembuatannya masing-masing lapisan pada triplek maupun multiplek
telah mengalami pengeringan yang sempurna dan telah difumigasi, sehingga menjadikan papan triplek/multiplek tahan terhadap rayap
1) Ketahanan
terhadap air
• Papan Triplek/Multiplek bila dibiarkan tanpa
pelapis tidak akan tahan terlalu lama di tempat yang berair, namun bila hanya tersiram untuk jangka waktu yang tidak
terlalu lama, triplek /multiplek lebih bertahan daripada papan gypsum standar. Bila
direndam dalam air dalam waktu yang cukup lama maka papan akan mengelupas tiap
lapisannya, dan melapuk. Namun dengan