• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Kawasan Ekowisata Bahari Dengan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Analisis Kawasan Ekowisata Bahari Dengan"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

EKOWISATA BAHARI

ANALISIS KAWASAN EKOWISATA BAHARI DENGAN PENDEKATAN PEMBANGUNAN YANG SERASI DAN BERKELANJUTAN

DISUSUN OLEH :

PRIMA TEGAR ANUGRAH (125080601111024) I 1

Program Studi Ilmu Kelautan

Jurusan Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun sampaikan kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah – Nya jualah penyusun bisa menyelesaikan paper ini sebagai tugas dari mata kuliah Ekowisata Bahari yang berjudul “Analisis Kawasan Ekowisata Bahari Dengan Pendekatan Pembangunan Yang Serasi Dan Berkelanjutan”.

Selain bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekowisata Bahari, penyusun berharap makalah ini juga bisa digunakan sebagaimana mestinya oleh dosen, mahasiswa maupun pada masyarakat umum. Akhir kata, semoga bermanfaat.

Malang, 06 Oktober 2015

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2

DAFTAR ISI...3

PENDAHULUAN...4

1.1 LATAR BELAKANG...4

1.2 TUJUAN PENULISAN...5

TINJAUAN PUSTAKA...6

2.1 KAWASAN EKOWISATA BAHARI SEMENANJUNG TIMUR MALAYSIA...6

2.2 KAWASAN EKOWISATA BAHARI PULAU PONCAN GADANG...7

2.3 KAWASAN EKOWISATA BAHARI NUSA PENIDA...8

ANALISIS DAN PEMBAHASAN...10

3.1 PARIWISATA PULAU KECIL...10

3.2 TUJUAN PARIWISATA DAN DAYA TARIK KEPULAUAN KECIL...10

3.3 STRATEGI PENGELOLAAN PARIWISATA PULAU KECIL...11

3.4 PARIWISATA BERKELANJUTAN...12

3.5 PENGEMBANGAN PRODUK PARIWISATA...12

PENUTUP...14

4.1 KESIMPULAN...14

4.2 SARAN...14

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Pariwisata kepulauan sangat bergantung terhadap lingkungan lokal. Pariwisata kepulauan bisa didefinisikan sebagai pariwisata yang terjadi diantara batas dari sebuah pulau. Agar menjadi berkelanjutan, pengembangan produk – pariwisata harus memenuhi kebutuhan pelanggan. Semakin populer daerah tujuan, pengawasan terhadap aktivitas pengembangan menjadi semakin berkurang. Namun,pengetahuan terhadap ketahanan pariwisata, sampai batas tertentu, juga terbatas. Diskusi menyiratkan bahwa bahkan literatur terhadap ketahanan lingkungan sangat banyak, kita masih harus menyelidiki pengembangan produk dan ketahanan ekonomi diantara unit usaha kecil dan menengah.

Pencadangan ataupun penetapan suatu daerah menjadi kawasan konservasi perairan bertujuan untuk mengharmonisasikan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dengan keinginan untuk melestarikan sumberdaya alamnya, sehingga dalam perkembangannya kawasan konservasi perairan telah dimanfaatkan dengan berbagai tujuan seperti sebagai tempat penelitian, perlindungan alam, pelestarian spesies dan keragaman genetik, kegiatan wisata, kegiatan pendidikan lingkungan serta perlindungan unsur alam atau budaya yang spesifik.

(5)

Indonesia mempunyai potensi yang besar untuk tujuan pariwisata. Pada awalnya Indonesia bertujuan untuk fokus pada pariwisata budaya dengan pilihan tukuan, seperi, Bali, Yogyakarta dan Tanah Toraja. Lalu berganti dengan kecendrungan untuk membawa orang – orang kembali ke alam. Oleh karena itu, pariwisata alam berkembang, seperti, Taman Nasional Komodo dengan biota Komodo terkenalnya, dan Taman Nasional Bunaken dengan terumbu karangnya serta daya tarik alam lainnya.

1.2 TUJUAN PENULISAN

Tujuan ditulisnya paper ini antara lain untuk memenuhi tugas mata kuliah Ekowisata Bahari serta memberikan analisis kawasan ekowisata bahari dengan pendekatan pembangunan yang serasi dan berkelanjutan dengan studi kasus 3 lokasi yaitu :

1. Semenanjung Timur Malaysia 2. Pulau Poncan Gadang

(6)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KAWASAN EKOWISATA BAHARI SEMENANJUNG TIMUR MALAYSIA

Dalam tinjauan lokasi, Pulau Kapas merupakan yang paling dekat dengan daratan utama, hanya sekitar 30 menit dengan perahu lambat dan 10 menit dengan perahu cepat dari jetty. Pulau Kapas terkenal akan “pulau kecil dengan pantai pasir yang indah, tenang, murni, air biru yang dingin dan jernih, pohon kelapa yang berayun, dan gua dengan sarang walet”. Pesisir Kapas juga merupakan rumah bagi biota lautan yang berbeda (contohnya, ikan, penyu, dan karang). Tempat ini terkenal untuk berenang, snorkeling, menyelam, selancar angin, berkayak, dan berperahu. Sebuah rongsokan kapal Perang Dunia II terletak lima mil laut di lepas pantainya merupakan daya pikat utama bagi para penyelam. Aktivitas pemancingan – cumi – cumi tersedia dari bulan May sampai Agustus.

Pulau Redang tanpa ragu merupakan salah satu dari pulau yang terkenal di Malaysia. Pulau ini telah dipetakan sebagai sebuah taman wisata perairan, dan dipertimbangkan sebagai salah satu taman wisata perairan terbaik di Malaysia. Pesisirnya merupakan rumah bagi banyak variasi biota laut (contohnya, ikan, penyu dan karang), membuat tempat ini menjadi tujuan penyelaman yang terkenal. Faktanya, spesies karangnya yang banyak termasuk yang terbaik di dunia. Beberapa situs rongsokan kapal di pulau ini telah dikunjungi oleh para penyelam. Selain menyelam, aktivitas terkenal lainnya termasuk berenang, snorkeling, memancing, dan berperahu. Banyak resort pada pulau ini menawarkan paket penuh, termasuk transportasi, akomodasi, konsumsi, dan aktivitas lainnya. Paket kamar sederhana juga tersedia bagi para turis.

(7)

Terdapat sejumlah kehidupan laut (contohnya, taman karang yang terbentuk secara alami, penyu, hiu karang, dan berbagai jenis ikan). Turis bisa berpartisipasi dalam aktivitas seperti melihat hiu dan lumba – lumba.

Termasyhur akan flora dan faunanya yang eksotis, Pulau Tioman secara Internasional dipuji sebagai salah satu pulau yang paling indah di dunia. Turis bisa menjelajahi “taman karang biru cantik, yang luas, yang padat akan ikan tropis yang berwarna – pelangi, dan melayari ombaknya”. Terpisah dari sumberdaya pesisirnya, Tioman dilatar belakangi oleh pegunungan yang hijau. Beberapa aktivitas terkenal di pulau ini adalah snorkeling, scuba diving, dan treking hutan. Transportasi utama melalui perahu, dan setiap desa mempunyai setidaknya satu penyedia layanan – perahu yang menawarkan perjalanan ke berbagai titik rekreasional di pulau ini.

Aktivitas ditawarkan yang paling terkenal adalah snorkeling, perjalanan pulau, pesta daging panggang, menyelam, dan kunjungan memancing. Ini menunjukkan daya tarik aktivitas yang berhubungan dengan – ekowisata di kepulauan ini, yang utamanya berhubungan dengan lokasi (contohnya, Semenanjung Timur Malaysia, yang menawarkan keaslian pantai dan kehidupan laut). Dengan demikian, turis biasanya menikmati kunjungan mereka dengan snorkeling, mengambil perjalanan pulau, dan melakukan aktivitas penyelaman. Sebagai tambahan, pengakuan internasional, khususnya untuk Tioman dan Redang, telah menambah popularitas pulau ini secara global.

2.2 KAWASAN EKOWISATA BAHARI PULAU PONCAN GADANG

Pulau Poncan Gadang merupakan pulau terbesar dari 7 pulau di Teluk Tapian Nauli, Kota Sibolga. Pulau Poncan Gadang terletak pada koordinat diantara 1°42’00” - 1°42’25” lintang utara dan diantara 98°45’37” - 98°46’12” bujur timur. Luas daratan dari pulau ini mencapai 10,7 hektar.

(8)

Ada sumberdaya pariwisata di pulau, antara lain pantai pasir putih, air laut yang sejernih kristal, terumbu karang di sekeliling pulau dan juga ada hutan mangrove kecil serta lamun. Pariwisata di Pulau Poncan Gadang didirikan tahun 1984 dengan nama Poncan Marine Resort, yang bisa dicapai 15 menit dari Kota Sibolga. Pulau Poncan Gadang merupakan pulau yang tak berpenghuni.

Fasilitas pariwisata di Pulau Poncan Gadang dikelola oleh Poncan Marine Resort yang mempunyai pemondokan, dermaga, kapal pesiar, jalan kecil, perahu carteran, perahu pisang, jet sky, fasilitas snorkeling, peralatan memancing, peralatan menyelam, restoran, kamar karaoke dan ruang bermain. Lebih lanjutnya, resort ini mempunyai lima bungalo dengan 20 kamar tiap bungalonya, satu bangunan perkantoran, saru ruang peralatan dan satu restoran, satu kamar karaoke dan satu ruang bermain. Fasilitas lain, seperti, restoran makanan laut, toko olahraga air, toko cenderamata, ruangan permainan vidio, ruangan billiard, tempat bermain anak – anak, perjalanan memancing, layanan ferry, transfer bandara, parkiran mobil pribadi dan kapal layar Nauli Miai.

2.3 KAWASAN EKOWISATA BAHARI NUSA PENIDA

Nusa Penida merupakan salah satu calon kawasan konservasi perairan yang ada di Indonesia dan telah dicadangkan melalui Peraturan Bupati Kabupaten Klungkung (Perbup) No. 12 Tahun 2010 dengan status kawasan adalah Taman Wisata Perairan. Salah satu alasan pencadangan kawasan konservasi di Nusa Penida yaitu karena Nusa Penida memiliki organisme spesifik atau endemik yang menjadi daya tarik wisatawan yakni ikan mola – mola (sunfish), ikan pari manta, penyu, dan lumba – lumba sehingga dalam keberlanjutannya sangat perlu untuk dikonservasi.

(9)
(10)

BAB III

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

3.1 PARIWISATA PULAU KECIL

Kepulauan kecil yang sesuai sebagai daerah investasi adalah kepulauan yang berada diantara garis pelayaran. Potensi sumberdaya alam untuk pariwisata adalah sumberdaya alam yang mendukung bisnis pariwisata. Pariwisata bisa dikelompokkan berdasarkan jumlah (contohnya, perjalanan individu, perjalanan kelompok keluarga, perjalanan massa), perlengkapannya (seperti, perjalanan yang telah – diatur, paket perjalanan, perjalanan bis wisata, perjalanan pilihan dan perjalanan yang telah diatur secara khusus), dan pelaksanaannya, (sebagai contoh, perjalanan darmawisata, perjalanan safari, perjalanan masa muda dan perjalanan bahari).

3.2 TUJUAN PARIWISATA DAN DAYA TARIK KEPULAUAN KECIL

Mengenai daya tarik pariwisata, pariwisata di kepulauan kecil bisa dibagi daya tarik turisnya menjadi alam, budaya dan buatan – manusia. Daya tarik turis alami ada dalam bentuk sumberdaya daratan alami (seperti hutan, pegunungan, sungai, danau dan pantai) dan sumberdaya lautan (seperti terumbu karang, gua dan gunung api bawah air). Warisan budaya nyata bisa seperti situs, makam, istana, dan bisa tidak dapat diraba, seperti, tampilan atau tradisi kebudayaan. Daya tarik turis buatan – manusia intinya merupakan ciptaan manusia yang tersedia dan memenuhi kebutuhan khusus yang secara langsung maupun tidak bisa menjadi objek dan daya tarik seperti perbelanjaan, pendidikan, olahraga, atau taman rekreasi (taman buatan).

(11)

Berhadapan dengan tujuannya, aktivitas pariwisata bisa dibedakan menjadi pariwisata minat khusus dan pariwisata massal. Pada pariwisata minat khusus, turis mengunjungi sebuah tempat karena mereka mempunyai ketertarikan atau tujuan khusus pada sebuah objek atau aktivitas yang bisa ditemui atau dilakukan di lokasi atau di tempat tujuan turis. Dalam kasus ini, para pelancong terlibat secara aktif di beragam aktivitas atau dengan komunitas lokal di situs turis yang mereka kunjungi.

Pariwisata massal berarti aktivitas yang dilakukan di waktu senggang secara bebas dan menyenangkan. Sebagai bagian dari pariwisata massal tidak ada tujuan khusus yang akan didapatkan dan hanya bertujuan untuk mencari kesenangan. Konsep pariwisata massal adalah untuk membawa pelancong sebanyak mungkin ke situs turis, dan membuat sumberdaya pariwisata yang paling banyak.

3.3 STRATEGI PENGELOLAAN PARIWISATA PULAU KECIL

Pendekatan perencanaan tata ruang dimulai dengan mengelompokkan kepulauan kecil sebagai sebuah dasar untuk menyiapkan zonasi berdasarkan kemiripan karakteristik dan formasi yang bersatu, lalu, mengatur pengelompokan sebagai perencanaan tata ruang dengan menentukan pembagian ruang, diikuti dengan mengatur struktur tata ruang yang berhubungan dengan pusat pertumbuhan ekonomi, mengelola hubungan diantara kepulauan kecil dan daratan utama serta menyiapkan perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang.

Pendekatan kapasitas penerimaan dari pariwisata di kepulauan kecil melingkupi : (1) kapasitas penerimaan ekologis dimana merupakan tingkat maksimum dari penggunaan sebuah pulau, (2) kapasitas penerimaan fisik dimana merupakan jumlah maksimum penggunaan atau aktivitas yang bisa diakomodasikan tanpa menyebabkan kerusakan atau kehilangan kualitas dari kepulauan kecil, dan (3) kapasitas penerimaan sosial dimana merupakan batas tingkat maksimum dalam jumlah dan tingkat penggunaan yang bisa menyebabkan penurunan dari tingkat kualitas pengalaman pengunjung atau kepuasannya pada kepulauan kecil.

(12)

Pendekatan pengelolaan eko – wisata, lingkungan di kepulauan kecil harus dikembangkan dengan kelakuan ramah lingkungan tanpa menyebabkan kerusakan terhadap sumberdaya alami dan manusia, namun, harus bisa mempertahankan penggunaan berkelanjutan dari pariwisata pulau kecil. Identifikasi ekosistem yang terancam maupun penentuan kapasitas penerimaan dari kepulauan kecil sangat penting dalam persiapan perencanaan dan pengembangan pariwisata dalam istilah pendekatan lingkungan dan pengembangan berkelanjutan.

Pendekatan pengelolaan lingkungan di kepulauan kecil harus direncanakan dan dikembangkan dengan kelakuan yang ramah lingkungan tanpa menimbulkan kerusakan apapun terhadap sumberdaya alami maupun manusia, namun harus bisa mempertahankan penggunaan berkelanjutan dari pariwisata pulau kecil. Identifikasi ekosistem yang krisis maupun penentuan kapasitas penerimaan dari kepulauan kecil sangat penting dalam persiapan perencanaan dan pengembangan pariwisata dalam istilah pendekatan lingkungan dan pengembangan berkelanjutan.

3.4 PARIWISATA BERKELANJUTAN

Pengembangan pariwisata berkelanjutan sebagai sebuah proses yang mempertemukan kebutuhan pariwisata saat ini dan sekumpulan besar komunitas sementara melindungi dan meningkatkan kebutuhan generasi yang akan datang. Variasi biodiversitas menawarkan pengunjung kesempatan untuk menikmati daya pikat selain menawarkan ganjaran yang menguntungkan komunitas lokal. Para pemangku kepentingan ini tidak hanya diuntungkan secara ekonomis, peran mereka sebagai agen konservasi untuk pelindungan lingkungan juga disoroti. Keuntungan bersama ini melihat konsep ketahanan ekonomi secara vital dalam penguatan tujuan bisnis ekonomi jangka – panjang dan perhatiannya terhadap lingkungan. Namun, pada kenyataannya, setiap fasilitas infrastruktur dan pengembangan mengikis sumberdaya lingkungan secara berangsur – angsur dimana bisnis bergantung.

3.5 PENGEMBANGAN PRODUK PARIWISATA

(13)
(14)

BAB IV

PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Sumberdaya alam di Semenanjung Timur Malaysia, Pulau Poncan Gadang dan Nusa Penida sesuai untuk pariwisata pesisir dan bahari. Untuk mempertahankan dan menjaga daya tarik pariwisata ini, ada baiknya dilanjutkan dengan pengembangan yang memiliki dampak lingkungan yang rendah. Pengembangan yang tidak mengindahkan dampak lingkungan akan secara jelas mempengaruhi ketahanan dari kehidupan biota bahari.

4.2 SARAN

Untuk mencapai pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan, dibutuhkan perubahan dalam orientasi dari pariwisata massal menjadi sumberdaya ekowisata minat khusus yang melibatkan semua pemangku kepentingan pariwisata. Dengan demikian dibutuhkan desain ulang pengelolaan pariwisata dimana penduduk lokal terlibat dan orientasi utamanya adalah untuk menjaga lingkungan daripada menggunakannya

(15)

DAFTAR PUSTAKA

Bato, Marjan, Fredinan Yulianda, dan Achmad Fahruddin. 2013. Kajian Manfaat Kawasan Konservasi Perairan Bagi Pengembangan Ekowisata Bahari : Studi Kasus Di Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida, Bali. Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan. IPB.

Jaafar, Mastura dan Siti Aishah Maideen. 2012. Ecotourism – Related Product And Activities, And The Economic Sustainability Of Small And Medium Island Chalets. Tourism Management. No. 33 : 683 – 691.

Referensi

Dokumen terkait

A Balkán félsziget ekkor legnagyobb birodalmának kiterjedése mintegy 250 ezer km²-t tett ki (hozzávetıleg azonos a 20. századi Jugoszlávia méretével), a cár

Makna dan penerjemahan memiliki hubungan yang sangat erat. Menerjemahkan berarti melibatkan pergeseran serangkaian makna atau unit linguistik dari satu bahasa ke

Biaya persalinan dibiayai oleh Saksi FATAH WAHMADI Als AHMADI begitu juga biaya kos-kosan yang menanggung adalah Saksi FATAH WAHMADI dan setelah bayi tersebut lahir normal dan

Unt perubahan tertentu dlm hasil, obligasi jth tempo lbh lama menyebabkan (post) perubahan harga lbh besar, sehingga volatilitas harga obligasi terkait langsung dg waktu jt tempo

Adapun aktivitas siswa pada siklus pertama dengan presentase (53%) meningkat pada siklus kedua dengan besar presentase (74%), dan dari hasil angket respon siswa bisa

walisongo,(Vol.. Menurut dari hasil penelitian penulis, seperti halnya perkawinan yang dilakukan oleh keturunan Arab yang ada di Pasar Kliwon Kota Solo, dimana

Memimpin pelaksanaan tugas Seksi Pemberdayaan Masyarakat yang meliputi bahan perumusan konsep kebijakan, pengkoordinasian, pelaksanaan, pengadministrasian, pemantauan, evaluasi,

Hal ini di dukung dengan adanya bukti nyata bahwa staf bagian keuangan Sekretariat DPRD Provinsi Jawa Timur telah melakukan persiapan-persiapan dalam implementasi