• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II URAIAN TEORITIS - Sistem Penanganan Produk Pastry Di J.W Marriott Hotel Medan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II URAIAN TEORITIS - Sistem Penanganan Produk Pastry Di J.W Marriott Hotel Medan"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

URAIAN TEORITIS

2.1 Pengertian dan Fungsi Dapur

Dapur adalah tempat untuk mengolah makanan.Oleh karena itu, dapur harus

bersih dan higenis.Ruang dapur perlu mendapat perhatian khusus, untuk itu para ahli

merancang ruang dapur sedemikian rupa supaya orang yang bekerja mersa senang

dan suka bekerja di dapur.selain itu dapur juga harus dilengkapi dengan berbagai

jenis perlengkapan. Ahli masak dari perancis lebih mengutamakan ruang dapur dari

pada ruang lainnya karena menurut mereka cinta melalui makanan. Ruang dapur

berfungsi untuk mengolah makanan, yang setiap pekerjaannya yang tidak lepas dari

api. Sebaiknya ruangan dapur harus dibuat dari bahan yang tidak mudah terbakar,

kuat dan mudah dibersihkan.

Menurut A.Rachman Arif(2002 : 111), dapur mempunyai pengertian suatu tempat atau ruangan yang memproduksi makanan dan memasak bahan-bahan

makanan untuk keperluan tamu hotel serta karyawan hotel keseluruhannya,

sedangkan menurut Ari Fadiati W.S. Dapur mempunyai pengertian suatu unit yang berfungsi sebagai tempat mengolah makanan yang akan diproduksi dan yang akan

(2)

Menurut Soekresno (2000 : 155), dapur dalam hotel mempunyai luas 40% dari restoran. Untuk menanggulangi seluruh kegiatan pengolahan, dapur harus

memiliki organisasi yang jelas menyangkut pembagian seksi atau bagian-bagian,

fungsi-fungsi, tugas dan tanggung jawab masing-masing orang atau bagian. Struktur

organisasi suatu dapur akan berbeda menurut besar kecilnya hotel serta jumlah outlet

penjualan makanan yang disediakan. Semakin besar hotel yang di operasikan dan

semakin banyak unit-unit penjualan makanan dan minuman yang dibuka didalamnya,

maka makin besar pula dapur yang disediakan.Bahkan dapat terjadi, dapur yang

dibuka lebih dari satu unit. Di dalam suatu dapur yang kecil biasanya diadakan

penggabungan fungsi-fungsi, bagian atau jabatan, sehingga untuk dua atau tiga

bagian pada dapur yang besar menjadi satu bagian saja pada dapur yang kecil.

2.2 Hal-hal yang Harus di Perhatikan Dalam Penggunaan Ruang Dapur

Ruang dapur perlu perawatan setiap saat, agar terhindar dari berbagai bakteri

demi peningkatan kualitas produk.

Hal-hal yang perlu di perhatikan diantaranya:

1. Setelah dipakai ruangan dibersihkan seperti disapu, dipel, dengan

menggunakan chemical yang telah di tentukan dalam hotel.

2. Bak cuci harus bersih dari kotoran

3. Saluran air tidak boleh tergenang

(3)

2.3 Klasifikasi Dapur

Kecenderungan untuk membagi-bagi dapur dalam hotel menjadi berbagai

seksi dan fungsi-fungsinya tersendiri sudah merupakan keharusan. Hal ini di buat

untuk memperlancar operasional kerja dapur hotel agar terjaminnya proses produksi

serta pelayanan, Adapun klasifikasi dapur hotel adalah :

a. Conventional Kitchen

Conventional Kitchen adalah tipe dapur yang pada umumnya terdapat pada

perusahaan kecil yang menawarkan menu yang tidak terlalu luas dan banquet yang

tidak besar. Seluruh bagian atau seksi dapaur dapat ditempatkan menjadi satu blok

dalam satu ruang, dimana bagian preparation dan finishing di tempatkan pada area

yang sama dan semua makanan panas dilayani satu outlet kitchen.

b. Combined Preparation and Finiching Kitchen

Combined Preparation and Finiching Kitchen adalah tipe dapur yang

biasanya terdapat pada perusahaan ukuran menengah tertentu dan standarisasi menu

di produksi. Keuntungan dari dapur tipe ini tenaga yang melakukan operasional dapat

ditugaskan di kedua bagian yang ada dan pada dapur ini preparation dan finishing

dipisahkan dalam dua blok. Pemisahan kedua bagian tersebut hanya sebagian atau

seluruhnya, tergantung kepada tipe dari perusahaan. Setiap blok menampung semua

makanan baik panas dan pastry.

(4)

Conventional Food Kitchen adalah tipe dapur pada perusahaan yang tidak

membutuhkan bagian pekerjaan persiapan (preparation kitchen) dan hanya

melakukan pembelian barang jenis convenience foods.Pada dapur seperti ini

membutuhkan area cold storage dan dry storage, adalah bagian penyimpanan

convience foods.Untuk kumpulan peralatan yang dibutuhkan convience oven dan

deep-fat fryers, sedangkan makanan dingin dan pastry memerlukan peralatan ruang

penyimpanan dan peralatan untuk mendinginkan makanan.

d. Sparated Preperation and Finiching Kitchen

Sparated Preparation and Finiching Kithen adalah tipe dapur seperti ini pada

umumnya terdapat atau diterapkan pada perusahaan-perusahaan besar.Pada dapur ini

bagian preperation dan finiching kitchen memiliki ruang tersendiri dan terpisah.

Dapur ini juga dilengkapi dengan bermacam-macam fasilitas peralatan-peralatan,

seperti stove ranges, deep-fat dryers, steamers, grilless, microwaves, bain marie,

convention ovens dan bermacam-macam pans, untuk memproduksi makanan dingin

dan pastry dilengkapi dengan sarana refrigator untuk penyimpanan makanan produk

jadi agar tahan lama.

2.4 Pengertian Pastry

Berawal dari salah satu budaya Mesir, dimana mereka mengolah tepung dan

pasta air untuk membungkus daging yang dimasak agar dapat menyerap cairan.

Pastry lalu berkembang di Timur Tengah dan dibawa ke Eropa oleh umat islam di

(5)

memasuki abad ke-17, mulai berkembang puff pastry dan flaky pastry.Puff pastry

awalnya ditemukan oleh pastry cook magang asal Prancis bernama Claudius Gele

pada tahun 1645. Pada akhir masa magangnya, Claudius ingin membuatkan seloyang

roti lezat buatannya untuk ayahnya yang sedang sakit. Dengan mempergunakan

panduan diet sang ayah yang terdiri dari air, tepung dan mentega Claudius mengolah

adonan, melipat dan memasukkan mentega ke dalam adonan, ia lakukan

berulang-ulang hingga mencapai sepuluh kali lipatan, hingga akhirnya ia masukkan adonan

tersebut ke dalam loyang. Tak disangka, pengolahan tersebut menghasilkan bentuk

yang diluar dugaan. Berkat penemuan tak disengaja tersebut, Claudius bisa

memperoleh pekerjaan di kota Paris, hingga akhirnya ia dapat menyempurnakan

penemuannya. Walau akhirnya hasil karya Claudius di klaim oleh Mosca bersaudara,

namun Claudius yang meninggal pada tahun 1682 tetap dikenang sebagai penemu

pastry.Jika diartikan dalam bahasa pastry memiliki arti kue kering yang berlapis-lapis

dan berongga-rongga. Namun dalam dunia perhotelan pastry digunakan sebagai nama

salah satu bagian yang memperoduksi makanan penutup (dessert). Yang masuk ke

dalam kategori food and beverage.

Pengertian pastry menurut Pengolahan kue dan roti dalam Sudewi dan

Patriasih (2005) : “pastry ialah adonan yang berlapis-lapis dengan mentega atau

lemak agar memperoleh hasil berlapis atau berlembaran”. Gisslen (1994 : 151)

berpendapat bahwa : “ adonan lembaran ialah adonan pastry yang digiling,dilipat dan

dilapisi dengan mentega atau lemak agar memperoleh hasil berlapis,mengeripik

(6)

adonan tersebut oleh adanya panas , uap air dan mentega yang menguap”.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produk pastry sama dengan Bahan-bahan dalam

pembuatan roti, tetapi lemak yang digunakan ialah butter corsvet / lemak pelapis

(roll-in fat) merupakan margarin khusus untuk menghasilkan adonan yang biasa

dilipat, seperti puff pastry dan Danish pastry.

Pastry adalah jenis olahan makanan dari beberapa kombinasi bahan yang pada

umumnya berasa manis yang biasanya mengandung lemak dan biasanya melalui

tahap pembakaran, jenis makanan ini biasanya disajikan untuk dessert.

Pastry merupakan seksi yang terdapat dalam departemen Food & Beverages Product

yang khusus menangani/membuat cake, cookies, patries, chocholate, pudding, dan

aneka dessert lainnya.

Berdasarkan pada asal katanya pastry berasal dari kata paste yang berarti

campuran tepung terigu, cairan dan lemak. Pembuatan pastry mengacu pada berbagai

adonan (paste and dough) dan banyak lagi produk turunannya.Produk pastry ada

yang menggunakan ragi dan ada juga yang tidak menggunakan ragi.

2.5 Peranan Pastry Pada Hotel

Bagian pastry mempunyai peranan penting dan bertanggung jawab untuk

menyiapkan berbagai jenis hidangan penutup (dessert), untuk penyediaan breakfast,

karena mayoritas tamu beberapa diantaranya belum tentu ingin mengkonsumsi

makanan asia (nasi), untuk mempersiapkan event di banquete / coffee break,

(7)

amenities. Produk yang baik tidak hanya merupakan hasil produksi departemen

tertentu saja melainkan juga merupakan hasil usaha departemen pemasaran,

khususnya untuk proses penggunaan dan pemasyarakatan produk baik saat penjualan

maupun setelah penjualan. Sesuai dengan pengertian yang telah diterapkan bahwa

selain menyediakan fasilitas kamar, hotel juga menyediakan fasilitas makan dan

minum untuk memenuhi persyaratan tersebut maka hotel menyisakan sebagian lahan

hotel untuk penjualan makananndan minuman para tamu-tamu hotel, umumnya

ruangan tersebut adalah restaurant dan café hotel. Begitupun pastry, sebagai salah

satu divisi yang memproduksi makanan ringan yang dipasarkan secara komersial

tentu bukan hanya untuk memenuhi persyaratan sebuah hotel, tetapi lebih dari itu

pastry di hotel bisa menjadi pendapatan tambahan yang menjanjikan apabila dikelola

dengan baik dan maksimal. Tentu dengan produk-produk yang baik serta cara

pemasaran yang benar akan menghasilkan pendapatan yang maksimal. Karena pastry

sebagai penghasil makanan-makanan ringan tentu sesuatu yang pasti dibutuhkan oleh

setiap tamu yang datang ke hotel, terlebih lagi apabila produk yang di produksi

memiliki rasa yang khas dan disenangi banyak orang, tentu akan menambah nilai jual

produk tersebut selain itu juga dapat memperomosikan hotel.

2.6 Tugas dan Tanggung Jawab

Setiap bagian pada hotel mempunyai job description sendiri, begitupun pada

bagian pastry yang memiliki job description dan tanggung jawab yang harus mereka

patuhi dan mereka emban selama jam kerja mereka. Adapun tugas dan tanggung

(8)

I. Executive Chef

Tugas dan tanggung jawab Executive Chef:

• Mengecek daftar pesanan barang ke gudang

• Mengatur dan mengawasi seluruh tugas-tugas kitchen, khususnya

dalam proses pengadaan dan pengolahan makanan sesuai dengan

standart yang telah ditetapkan.

• Membuat anggaran tahunan untuk mempersiapkan bahan-bahan

makanan yang akan dijual.

• Membuat rencana kerja tahunan.

• Selalu menghadiri rapat antara kepala bagian lainnya, sesuai yang

telah ditentukan oleh General Manager.

• Mengawasi pelaksanaan tata kerja, keselamatan kerja, dan memenuhi

kelengkapan atau atribut kerja agar dapat menciptakan lingkungan

kerja yang aman.

• Mengawasi sepenuhnya tempat penyimpanan makanan dan

peralatan-peralatan yang akan digunakan untuk kelancaran operasional kerja.

• Menjaga food cost standart atau standart porsi.

• Mengawasi sepenuhnya kegiatan food production secara keseluruhan.

• Berkreasi menciptakan menu-menu baru, sebagi upaya untuk menarik

(9)

• Bekerjasama dengan F & B manager khususnya dalam hal penyediaan

makanan dan minuman dalam jamu-jamuan atau rapat-rapat yang di

selenggarakan oleh hotel.

• Mengawasi kegiatan artist kitchen dalam menu-menu buffet, baik

untuk di restaurant maupun dalam kegiatan banquet lainnya.

• Menjaga hubungan baik dengan para client dan rekan-rekan kerja

lainnya..

• Bersedia menjalankan tugas atau instruktur dari atasan.

II. Pastry Chef

Tanggung jawab utama Pastry Chef adalah :

• Merencanakan, mengatur dan mengawasi pekerjaan di dalam pastry.

• Bertanggung jawab tehadap bahan makanan dan biaya bahan makanan

(cost control).

• Mengawasi staf pastry dalam pekerjaannya akan penggunaan

mesin-mesin secara efisien dan fasilitas pastry lainnya.

• Bertanggung jawab pada semua persiapan dan pembuatan pastry serta

bakery product.

III. Junior Sous Chef

Junior Sous Chef adalah orang yang bertanggung jawab dalam kegiatan-kegiatan di

(10)

• Mengatur operasional pastry dan mendelegasikan beberapa pekerjaan

kepada beberapa asistennya.

• Bertanggung jawab kepada Chef Pastry.

• Menggantikan posisi pastry chef apabaila pastry chef tidak hadir.

IV. Baker Chef

• Mempunyai kualifikasi yang baik dalam pembuatan roti dan

bertanggung jawab untuk semua produk yang ia buat di bakery

sectiondan dibantu beberapa baker.

• Berada di bawah pengawasan Pastry chef dan junior sous chef.

• Membuat roti untuk keperluan breakfast,brunch,lunch, dan dinner.

V. Chef de Partie

• Mengecek bahan-bahan yang ada di food store, chiller, dan freezer.

• Membagi tugas kepada bawahannya.

• Menyampaikan tugas dengan jelas untuk penggantian shift.

• Membantu membuat scadule.

VI. Commis Chef

Tugas dan tanggung jawab Commis chef :

• Menyiapkan dan memasak semua dessert dan pastry dan menyiapkan

(11)

• Mempersiapkan item cake untuk di jual di gourmet

• Mempersiapkan chocolate garnish untuk buffet atau ala carte

• Mempersiapkan birthday wording.

VII. Cook Helper

Tugas dan tanggung jawab Cook Helper :

• Mempersiapkan bahan makanan yang akan di olah.

• Mengambil barang belanjaan ke store.

• Membantu setiap bagian apabila dibutuhkan.

2.7 Hubungan Kerjasama Pastry dengan Departemen lainnya

Operasional yang baik dan lancar dapat terwujud apabila ada kerjasama yang

baik antara satu bagian dengan bagian lain di dalam suatu hotel. Pada bagian pastry

dibutuhkan koordinasi serta kerjasama yang baik, agar kelangsungan operasional

pastry tetap terjaga keharmonisannya sehingga tidak mengalami hambatan dalam

operasionalnya , hubungan kerjasa bagian pastry dengan bagian lainnya meliputi :

A. Restaurant dan Room Service

Restaurant dan Room Service merupakan bagian yang berkaitan

dengan pastry untuk penjualan produk untuk penjualan yang dihasilkan pastry

section.Restaurant juga menyajikan produk pastry untuk breakfast.Dengan kerjasama

(12)

B. Store Room Section

Store Room Section merupakan bagian yang bertugas mengurusi

gudang sebagai tempat penyimpanan barang-barang yang sudah dibeli oleh

purchasing.Sebelum di store barang-barang tersebut harus diperiksa dahulu oleh

receiving section sebagai bagian penerimaan barang.

C. Engineering Department

Tugas dan tanggung jawab engineering departmentadalah memelihara

dan memperbaiki peralatan, termasuk peralatan di pastry section yang mempunyai

peralatan yang besar, yang perbaikannya menggunakan alat khusus. Engineering

department secara rutin mengecek peralatan di pastry section untuk menjaga agar

peralatan yang ada dapat bekerja sesuai dengan fungsinya.

D. Marketing Department

Peranan marketing department juga penting bagi pastry

section.Dengan adanya marketing department produk-produk yang ada di hotel

dipromosikan termasuk produk yang di hasilkan pastry section. Promosi sangat

penting artinya bagi kemajuan dan perkembangan suatu usaha, dengan promosi

produk pastry section akan lebih di kenal secara luas dimasyarakat.

(13)

Steward section mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap

penyediaan peralatan dan kebersihan area kitchen. Hubungan baik perlu dibina dan

ditingkatkan untuk membantu kelancaran di pastry section.

F. Banquet

Banquet juga berkaitan dengan pastry dalam hal penjualan

produk.Pastry section juga menyajikan menu dessert dan coffee break ke banquet.

G. Accounting Department

Departemen ini bertanggung jawab atas keluar masuknya uang yang

dipergunakan untuk operasional hotel.Bagi pastry section peranan accounting

department sangat penting artinya yaitu pembelian barang dan bahan yang

dibutuhkan di pastry section, selain itu accounting department mengurus keuangan

dan keperluan karyawan.

2.8Klasifikasi Peralatan Pastry dan Kegunaannya

Dalam suatu operasional dapur hotel yang baik, diperlukan Equipment dan

Utensil yang baik, sehingga nantinya dapat melancarkan operasional dari dapur

tersebut.

Dalam hal ini penulis akan membuat paparan tentang Equipment dan Utensil

yang digunakan kitchen pastry secara umum :

Equipment yaitu peralatan berat yang di pergunakan dalam proses produksi

(14)

Marble Table: Meja marmer untuk mengolah coklat dll.

Dough mixer: Alat untuk mengaduk adonan.

Dough devider: Alat pembagi untuk roti.

Dough sheeter: Alat penipis adonan, biasa digunakan dalam pastry.

Proofing cabinet: Alat pembantu untuk mengembangkan adonan roti.

Dishwasher macine: Alat untuk mencuci glass, chinese ware, spoon dll.

Oven: Alat untuk memanggang.

Cooling rack: Rak untuk mendinginkan produk yang baru matang.

Bread slicer: Alat untuk mengiris roti tawar.

Deep fat fryer: Alat penggorengan dengan banyak minyak.

Salamander: Alat untuk membakar pizza yang telah di beri topping.

Stove: Kompor untuk memasak.

Sink: Tempat untuk mencuci peralatan (pot pan, wok dll.).

Walk in chiller: Kamar pendingin yang suhunya dapat diatur untuk

menyimpan bahan yang mudah rusak

Utensil yaitu alat-alat ringan yang di gunakan dalam proses produksi yang

dapat di pindah-pindah, contohnya antara lain:

Ballon wisk: Pengocok telor manual yang terbuat dari stenless stell.

(15)

Cake knife: Pisau untuk memotong/mengiris cake.

Lemon squeezer: Alat yang digunakan untuk memeras lemon.

Grater: Alat untuk memarut, biasa digunakan untuk memarut cheese atau

chocolate.

• Scale: Alat yang digunakan untuk menimbang bahan atau adonan.

Glass scale: Gelas yang di gunakan untuk mengukur bahan cair.

Mould: Cetakan roti atau kue.

Spatulla: Alat untuk meratakan atau menghaluskan adonan.

Scrupper: Alat untuk mengeruk adonan yang lengket di meja atau di mixer.

Dough cutter: Alat untuk pemotong adonan roti.

Whisking bowl: Mangkuk yang di pergunakan untuk mengocok adonan,

biasanan terbuat dari steinless stell atau kaca agar mudah dicuci tau

dipanaskan.

Rolling pin: Rolling dari kayu untuk menipiskan adonan.

Pastry cutter: Pemotong adonan yang berbentuk pisau beroda.

Danish pastry cutter: Serupa dengan pastry cutter tetapi berjumlah banyak

sehingga dapat digunakan untuk memotong adonan dalam jumlah banyak

sekaligus dapat dilebarkan sesuai kebutuhan.

Croissant cutter: Pisau yang di gunakan untuk memotong adonan croissant.

Pastry bag: Plastik atau kain yang berbentuk segi tiga.

Piping tube: Spuit yang terbuat dari steinless digunakan untuk menghias tart.

(16)

Parisien cutter: Alat yang di gunakan untuk memotong buah-buahan agar

berbentuk bulat kecil.

Flour shifter: Berfungsi untuk mengayak.

Baking tray: Loyang besar yang digunakan untuk alas saat mengoven adonan.

Brioche mould: Loyang roti brioche berbentuk bulat.

(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)

Referensi

Dokumen terkait

Embrio dalam biji yang memiliki dormansi morfologi secara fisiologis tidak aktif dan tidak memerlukan perlakuan pematahan dormansi untuk dapat berkecambah dengan demikian,

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Indang Maryati, Asrori, Donatianus (2012) tentang Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perilaku Sosial Anak Siswa di Desa Arang

Pelanggaran HAM adalah setiap perbuatan atau tindakan individu atau sekelompok orang, termasuk aparat negara, baik disengaja mapun tidak disengaja, atau karena kelalaian yang

Pengaruh Kepekatan Larutan Nutrisi Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Baby Kailan ( Brassica oleraceae Var. Albo- glabra ) pada berbagai Komposisi Media Tanam

dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota {Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor l42l sebagaimana telah diubah dengan. Peraturan Komisi

Exploration of the diet at 4 months showed that rapid early weight gain was associated with early introduction of energy-containing solids in formula-fed but not breastfed infants,

BODY IMAGE PADA REMAJA PUTRI PENGGEMAR GIRL BAND K-POP.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

The data from the students’ ques tionnaire which were gained from the ten questions showed that the students gave positive response to the implementation of small group interaction