• Tidak ada hasil yang ditemukan

Profil Penderita Kanker Payudara Di Departemen Ilmu Bedah RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2015 Chapter III VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Profil Penderita Kanker Payudara Di Departemen Ilmu Bedah RSUP H. Adam Malik Medan Pada Tahun 2015 Chapter III VI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

16

BAB 3

KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP

3.1 Kerangka Teori

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan maka kerangka teori pada penelitian ini adalah:

Gambar 3.1 Kerangka Teori Penelitian Definisi:

Merupakan penyakit yang disebabkan oleh tumor ganas (kanker) yang tumbuh pada jaringan

2. Rasa nyeri di payudara. 3. Benjolan dan nyeri di

payudara.

(2)

17

3.2 Kerangka Konsep

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan maka kerangka konsep pada penelitian ini adalah:

Variabel dependen Variabel independen

Gambar 3.2 Kerangka Konsep Penelitian Penderita Kanker Payudara

Di RSUP Haji Adam Malik tahun 2015

Profil Penderita Kanker Payudara 1. Umur

2. Riwayat tumor payudara sebelumnya

3. Riwayat keluarga 4. Riwayat melahirkan 5. Keluhan utama 6. Lokasi Kanker 7. Stadium Klinik

(3)

18

BAB 4

METODE PENELITIAN

4.1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan studi potong lintang (Cross sectional study) untuk melihat profil penderita kanker payudara di Departemen Ilmu Bedah RSUP H.Adam Malik pada Tahun 2015.

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan di RSUP H.Adam Malik Medan. Penelitian akan dilakukan dalam rentang waktu Juli 2016-Desember 2016.

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1. Populasi penelitian

Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita kanker payudara di departemen Ilmu Bedah RSUP H.Adam Malik Medan 1 Januari -31 Desember 2015.

4.3.2. Sampel Penelitian

Sampel pada penelitian diambil dengan menggunakan teknik total sampling, yaitu seluruh populasi menjadi subjek penelitian. Data-data dari penelitian ini diambil dari rekam medis.

4.3.3. Kriteria inklusi

Kriteria inklusi penelitian ini adalah:

1. Kriteria inklusi penelitian ini adalah seluruh penderita kanker payudara di Departemen Ilmu Bedah RSUP H. Adam Malik Medan yang ada pada tahun 2015.

(4)

19

4.3.4. Kriteria Eksklusi

1. Data rekam medis yang tidak lengkap. 2. Tidak ada klasifikasi histopatologi

4.4 Teknik Pengumpulan Data

Jenis data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu hasil pencatatan rekam medis yang diambil dari sub bagian rekam medis terhadap penderita kanker payudara di departemen Ilmu Bedah RSUP H.Adam Malik Medan pada Tahun 2015.

4.5 Definisi Operasional

Penderita Kanker Payudara adalah penderita yang dinyatakan menderita kanker payudara berdasarkan hasil diagnosa dokter dan hasil Patologi Anotomi tercatat dalam kartu status yang ada di bagian rekam medik.

1. Umur adalah usia pertama kali penderita kanker payudara datang berobat yaitu seperti berikut :

a) 21-30 tahun b) 31-40 tahun c) 41-50 tahun d) 51-60 tahun e) ≥60 tahun

2. Riwayat tumor payudara sebelumnya adalah jika penderita sebelum ini mempunyai riwayat tumor payudara.

3. Riwayat keluarga adalah riwayat keluarga penderita yang pernah menderita kanker payudara dan kanker ovarium.

4. Riwayat melahirkan adalah jika penderita sebelum ini pernah melahirkan. 5. Keluhan utama ialah keluhan yang dirasakan oleh penderita yang

membawanya ke Rumah Sakit untuk berobat.

(5)

20

b. Kuadran atas bagian lateral (outer upper quadrant)

c. Kuadran bawah bagian medial (inner lower quadrant)

d. Kuadran bawah bagian lateral (outer lower quadrant)

e. Regio putting susu (nipple)

7. Stadium klinik adalah stadium keadaan penyakit kanker payudara penderita pada waktu diperiksa untuk mendapatkan pengobatan.

8. Klasifikasi histopatologi kanker payudara. a. Epithelial tumours

1) Invasive ductal carcinoma 2) Invasive lobular carcinoma 3) Tubular carcinoma

4) Invasive cribriform carcinoma 5) Medullary carcinoma

6) Mucinous carcinomas 7) Neuroendocrine tumors 8) Invasive papillary carcinoma 9) Apocrine carcinoma

10)Metaplastic carcinomas 11)Lipid rich carcinoma 12)Secretory carcinoma 13)Oncocytic carcinoma 14)Adenoid cystic carcinoma 15)Acinic cell carcinoma

16)Glycogen-rich clear cell carcinoma 17)Sebaceous carcinoma

(6)

21

b. Myoepithelial lesions Malignant myoepithelioma c. Mesenchymal tumours

a. Angiosarcoma b. Liposarcoma

c. Rhabdomyosarcoma d. Osteosarcoma e. Leiomyosarcoma d. Fibroepithelial tumours

Periductal stromal sarcoma e. Tumours of the nipple

Paget disease of the nipple f. Malignant lymphoma

a. Diffuse large B-cell lymphoma b. Burkitt lymphoma

c. Extranodal marginal-zone B-cell lymphoma of MALT type d. Follicular lymphoma

(7)

22

Tabel 4.1. Tabel Variabel

Variabel Alat Ukur Hasil Ukur Skala

Ukur

Riwayat Keluarga Data Rekam Medis Keluhan Utama Data Rekam

Medis

Lokasi Kanker Data Rekam Medis

1) Kuadran payudara Kiri/Kanan a) Kuadran atas bagian

medial.

b) Kuadran atas bagian lateral. c) Kuadran bawah bagian

(8)

23

4.6. Metode Analisis Data

Semua data yang dikumpulkan akan diolah dan disusun dalam bentuk

table.Data yang diperoleh akan ditampil dalam table frekuensi dengan program SPSS (Statistical Package for Social Science).

4.7. Ethical Clearance

(9)

24

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan yang berlokasi di Jalan Bunga Lau No. 17, kelurahan Kemenangan Tani, kecamatan Medan Tuntungan. Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik merupakan Rumah Sakit tipe A sesuai dengan SK Menkes no.547/Menkes/SK/VII/1998 yang juga merupakan Pusat Rujukan wilayah Pembangunan A yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darussalam , Sumatera Barat dan Riau. Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik, Medan juga merupakan rumah sakit pendidikan bagi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara sesuai dengan SK Menkes No.502/Menkes/SK/IX/1991.

Rumah sakit ini memiliki fasilitas kesehatan yang memenuhi standar tenaga kesehatan yang kompeten. Rumah Sakit Umum Haji Adam Malik Medan memiliki fasilitas pelayanan yang terdiri dari pelayanan medis (instalasi rawat jalan, rawat inap, perawatan intensif gawat darurat, bedah pusat dan hemodialisis), pelayanan penunjang medis, pelayanan penunjang non-medis, bioelektrik medik, Penyuluhan Kesehatan Masyarakat Rumah Sakit (PKMRS) dan pelayanan non-medis.

Data penelitian dipindah dari Bagian rekam medik Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan.

5.1.2. Deskripsi Karakteristik Sampel

(10)

25

5.1.2.1. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel berdasarkan Umur Tabel 5.1. Distribusi Sampel Menurut Kelompok Umur

No. Kelompok Usia Frekuensi Persentase ( % )

1 21 - 30 2 1

2 31 – 40 28 14.1

3 41 – 50 85 42.7

4 51 – 60 68 34.2

5  60 16 8.0

Jumlah 199 100

Dari tabel 5.1 diatas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan umur tertinggi adalah golongan umur 41-50 tahun yaitu sebanyak 85 orang (42.7%), kemudian golongan umur 51-60 tahun yaitu sebanyak 68 orang (34.2%) , dan terendah golongan umur 21-30 tahun sebanyak 2 orang (1.0%).

5.1.2.2. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel berdasarkan Riwayat Tumor Payudara sebelumnya

Tabel 5.2. Distribusi Sampel Menurut Riwayat Tumor Payudara Sebelumnya No. Riwayat Tumor Payudara sebelumnya Frekuensi Persentase ( % )

1 Tumor Jinak 11 5.5

2 Tidak ada 188 94.5

Jumlah 199 100

Berdasarkan tabel 5.2, didapati bahwa penderita kanker payudara yang mempunyai riwayat tumor jinak adalah sebanyak 11 orang (5.5%) dan tidak ada riwayat tumor payudara sebelumnya sebanyak 188 orang (94.5%) .

5.1.2.3. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel berdasarkan Riwayat Keluarga

Tabel 5.3. Distribusi Sampel Menurut Riwayat Keluarga

No Riwayat Keluarga Frekuensi Persentase ( % )

1 Ya 101 50.8

2 Tidak 98 49.2

(11)

26

Berdasarkan tabel 5.3 di atas dapat dilihat bahwa frekuensi penderita kanker payudara berdasarkan riwayat keluarga yang menderita kanker tertinggi adalah yang mempunyai riwayat keluarga yaitu 50.8% (101 kasus) dan terendah adalah yang tiada riwayat keluarga yaitu 49.2% (98 kasus).

5.1.2.4. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel Berdasarkan Riwayat Melahirkan

Tabel 5.4. Distribusi Sampel Menurut Riwayat Melahirkan

No Riwayat Melahirkan Frekuensi Persentase ( % )

1 Pernah 118 59.3

2 Belum 81 40.7

Total 199 100

Berdasarkan tabel 5.4 di atas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat melahirkan tertinggi ialah yang pernah melahirkan yaitu sebanyak 118 orang (59.3%) dan yang terendah ialah yang belum melahirkan sebanyak 81 orang (40.7%).

5.1.2.5. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel berdasarkan Keluhan Utama

Tabel 5.5. Distribusi Sampel Menurut Keluhan Utama

Berdasarkan tabel 5.5 di atas dapat dilihat distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan keluhan utama yang dirasakan pasien tertinggi adalah benjolan di payudara yaitu

No Keluhan Utama Frekuensi Persentase

( % )

1 Benjolan di Payudara 87 43.7

2 Nyeri di Payudara 56 28.1

3 Benjolan dan Nyeri di Payudara 10 5.0

4 Keluar darah, nanah atau cairan encer dari puting 28 14.1

5 Luka di payudara 18 9.0

(12)

27

87 orang (43.7%) dan terendah adalah benjolan dan nyeri di payudara sebanyak 10 orang (5.0%).

5.1.2.6. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel Berdasarkan Lokasi Kanker Tabel 5.6. Distribusi Sampel Menurut Lokasi Kanker

No Lokasi Kanker Frekuensi Persentase ( % )

Berdasarkan tabel 5.6. di atas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan lokasi kanker yang tertinggi adalah pada payudara kiri kuadran lateral atas yaitu 68 orang (34.2%) , payudara kanan kuadran lateral atas yaitu 34 orang (17.1%), payudara kiri regio puting susu yaitu 24 orang (12.1%) dan terendah payudara kanan kuadran medial bawah sebanyak 5 orang (2.5%).

5.1.2.7. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel Berdasarkan Stadium Klinik Tabel 5.7. Distribusi Sampel Menurut Sampel Klinik

No Stadium Klinik Frekuensi Persentase ( % )

(13)

28

klinik tertinggi adalah stadium III B yaitu 82 orang (41.2%) , stadium IV 4 orang (2,0%) dan terendah adalah di stadium I yaitu 3 orang (1,5%).

5.1.2.8.Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel Berdasarkan Klasifikasi Histopatologi

Tabel 5.8. Distribusi Sampel Menurut Klasifikasi Histopatologi

No Klasifikasi Histopatologi Frekuensi Persentase ( % )

1 Invasive Ductal Carcinoma 178 89.4

2 Invasive Lobular Carcinoma 14 7.0

3 Mucinous Carcinoma 5 2.5

4 Glycogen – Rich Clear Cell

Carcinoma

2 1.0

Total 199 100

Dari tabel 5.8. di atas dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan klasifikasi histopatologi tertinggi ditemui adalah invasive ductal carcinoma yaitu sebanyak 178 orang (89.4%) dan terendah adalah glycogen-rich clear cell carcinoma sebanyak 2 orang (1.0%).

5.1.2.9. Distribusi Frekuensi dan Persentase Sampel Berdasarkan Penatalaksanaan Medis

Tabel 5.9. Distribusi Sampel Menurut Penatalaksanaan Medis

No Penatalaksanaan Frekuensi Persentase ( % )

1 Pembedahan 78 39.2

2 Kemoterapi 107 53.8

3 Radiasi 5 2.5

4 Terapi Hormonal 9 4.5

Total 199 100

(14)

29

5.2. Pembahasan

Berdasarkan penetilian ini yang menggunakan data sekunder rekam medis di RSUP H. Adam Malik dari Januari 2015 hingga Desember 2015, diperoleh data mengenai profil penderita kanker payudara yang dirawat inap. Data – data yang dikumpul akan digunakan sebagai dasar dari pembahasan hasil akhir penelitian ini dan akan dijabarkan seperti berikut.

5.2.1. Umur

Menurut American Cancer Society 2014, risiko terkena kanker payudara meningkat seiring dengan pertambahan usia. Sekitar 1 dari 8 kanker payudara invasif yang ditemukan pada wanita yang lebih hb dari 45 tahun, sementara sekitar 2 dari 3 invasif kanker payudara ditemukan pada wanita usia 55 tahun atau lebih. Hal ini diduga karena pengaruh paparan hormonal (estrogen) yang lama serta paparan faktor risiko lain yang memerlukan waktu yang lama untuk dapat menginduksi terjadinya kanker payudara.1 Secara keseluruhannya, sejumlah 199 penderita kanker payudara pada tahun 2015. Hasil penelitian menunjukkan penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 terbanyak pada kelompok umur 41-50 sebanyak 85 orang (42.7%) dan 51-60 sebanyak 68 orang (34.2%). Hasil ini sesuai dengan penelitian Ngowa . et al , 2011 , yang menemukan proporsi penderita kanker payudara terbanyak pada kelompok umur >40 tahun yaitu sebesar 68.4%.12 Menurut penelitian Indrati . et al , 2006 proporsi penderita kanker payudara terbanyak pada kelompok umur 40-49 tahun sebanyak (38.5%) dan kelompok 50-59 tahun sebanyak (32.7%).13 Penelitian yang dilakukan oleh National Breast and Ovarian Cancer Centre 2009, di Australia menunjukkan kelompok umur penderita kanker payudara adalah >40 tahun. Ini disebabkan oleh paparan hormonal (estrogen) yang lama serta paparan faktor risiko lain seperti merokok dan mengkomsumsi alkohol.5

5.2.2. Riwayat Tumor Payudara Sebelumnya

(15)

30

payudara sebelumnya terdapat tumor jinak sebanyak 11 orang (5.5%) dan sebanyak 188 orang (94.5%) tidak ada. Hasil ini sesuai dengan penelitian Indrati. et al , 2006 , terjadi peningkatan resiko untuk mengalami kanker payudara jika menderita kelainan proliferative. Peningkatan resiko untuk terkena kanker payudara pada wanita dengan riwayat tumor jinak berhubungan dengan adanya proses proliferasi yang berlebihan. Tanpa adanya pengendalian kematian sel yang terprogram oleh proses apoptosis mengakibatkan timbulnya keganasan.Riwayat tumor payudara sebelumnya dapat meningkatkan resiko seseorang itu untuk mendapat kanker payudara.13 Menurut penelitian oleh American Cancer Society 2014 , wanita yang mempunyai riwayat tumor jinak mempunyai risiko lebih tinggi

untuk menderita kanker payudara apabila didiagnosa pada usia muda.1 Tetapi kebanyakan pasien tidak ada riwayat tumor jinak sebelumnya disebabkan pasien tersebut merasakan keluhan apabila tumor sudah menjadi ganas.

5.2.3. Riwayat Keluarga

Berdasarkan tabel 5.3 dapat dilihat bahwa frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat keluarga tertinggi adalah yang ada riwayat kanker yaitu 50,8% (101 kasus) dan terendah adalah yang tiada riwayat keluarga menderita kanker yaitu 49,2% (98 kasus). Menurut American Cancer Society 2014, resiko mendapat kanker payudara dibanding wanita tanpa riwayat keluarga berlipat ganda sekiranya mempunyai salah seorang diantara ibu atau saudara perempuan mengalami kanker. Usia mendapat kanker pada ibu atau saudara perempuan juga mempengaruhi resiko terutamanya jika didiagnosa menderita pada usia muda.1 Menurut penelitian National Breast and Ovarian Cancer Centre 2009 , seseorang yang mempunyai riwayat kanker dalam keluarga mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita kanker payudara .5 Hasil ini sesuai dengan penelitian Indrati . et al , 2006 , kanker payudara merupakan penyakit kanker familial (Sindroma Li Fraumeni / LFS). 75% dari sindroma tersebut disebabkan adanya mutasi pada gen

(16)

31

sehingga sel akan berproliferasi secara terus menerus tanpa adanya batas kendali. Seseorang akan memiliki risiko terkena kanker payudara lebih besar bila pada anggota keluarga ada yang menderita kanker.13

5.2.4. Riwayat Melahirkan

Berdasarkan tabel 5.4 dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat melahirkan tertinggi ialah yang pernah melahirkan yaitu sebanyak 118 orang (59.3%) dan yang terendah ialah yang belum melahirkan sebanyak 81 orang (40.7%). Menurut penelitian , National Breast and Ovarian Cancer Centre 2009 , wanita yang melahirkan anak pertama pada umur lebih dari

30 tahun mempunyai resiko kanker payudara yang lebih tinggi.5 Hasil ini sesuai dengan penelitian Anggorowati. et al , 2012, wanita yang pernah melahirkan memiliki resiko yang lebih tinggi sebanyak (59.5%) dari yang belum pernah melahirkan karena mungkin disebabkan wanita tersebut melahirkan anak yang pertama pada umur lebih dari 30 tahun. Hal ini dikarenakan periode diantara usia menarche dan usia kehamilan pertama terjadi ketidakseimbangan hormone dan jaringan payudara sangat peka terhadap hal tersebut , sehingga periode ini merupakan permulaan dari perkembangan kanker payudara.14

5.2.5. Keluhan Utama

(17)

32

penelitian Ngowa , et al , 2011, dimana keluhan utama penderita kanker payudara yang terbanyak adalah benjolan di payudara yaitu sebanyak 100%.12

5.2.6. Lokasi Kanker

Dari tabel 5.6 dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan lokasi kanker yang tertinggi adalah pada payudara kiri kuadran lateral atas yaitu 68 orang (34.2%), payudara kanan kuadran lateral atas yaitu 34 orang (17.1%) dan terendah payudara kanan kuadran medial bawah yaitu 5 orang (2.5%). Hasil ini sesuai dengan penelitian Kroman , et al, 2003, dimana daripada 35,319 penderita kanker payudara , 17,659 mempunyai kanker pada lokasi lateral atas sebanyak (49.9%).17 Menurut penelitian Lirauka , et al , 2013 , kanker payudara umumnya terjadi di payudara kiri, yang dimungkinkan karena sebagian besar memiliki perbedaaan volume 10% antara payudara kanan dan kiri, dimana selalu lebih besar volume payudara kiri daripada payudara kanan. Lokasi tumor yang paling banyak ditemukan di kuadran lateral atas (30.5%) dikarenakan jaringan paling banyak terdapat di kuadran lateral atas dibandingkan kuadran lainnya.15

5.2.7. Stadium Klinik

(18)

33

penelitian Estaria . et al , 2014 yang menemukan frekuensi penderita kanker payudara terbanyak pada stadium III yaitu sebesar 49,0%. Ini terjadi karena pada tahap awal kanker payudara, biasanya penderita tidak merasakan sakit atau tidak ada tanda-tandanya sama sekali. Apabila terjadi gangguan payudara, seseorang wanita pada awalnya tidak terlalu mengacuhkannya sampai keadannya menjadi serius.16

5.2.8. Klasifikasi Histopatologi

Berdasarkan tabel 5.8 dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker

payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan klasifikasi histopatologi ditemui tertinggi adalah invasive ductal carcinoma yaitu sebanyak 178 orang (89.4%) dan terendah adalah glycogen-rich clear cell carcinoma. Menurut American Cancer Society 2014, invasive ductal carcinoma adalah jenis yang paling umum dari kanker payudara. Invasive ductal carcinoma (IDC) dimulai di saluran susu dari payudara, menerobos dinding duktus, dan tumbuh ke dalam jaringan lemak payudara. Pada titik ini, itu mungkin dapat menyebar (metastasis) ke bagian lain dari tubuh melalui sistem limfatik dan aliran darah. Sekitar 8 dari 10 kanker payudara menyusup invasive ductal carcinoma.1 Hasil ini sesuai dengan penelitian Ngowa , et al , 2011 terdapat sebanyak 68.6% kasus termasuk dalam kelompok invasive ductal carcinoma.12 Menurut penelitian Lirauka , et al , 2013 , sebahagian besar gambaran histopatologi pasien kanker payudara adalah invasive ductal carcinoma sebanyak 92 kasus (96.9%).15

5.2.9. Penatalaksanaan Medis

(19)

34

(20)

35

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, mengenai Profil Penderita Kanker Payudara di Departemen Ilmu Bedah RSUP H.Adam Malik Medan pada tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 199 penderita kanker payudara, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Profil penderita kanker payudara yang rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan kelompok umur yang terbanyak adalah 41-50 tahun sebanyak 85 orang (42.7%).

2. Profil penderita kanker payudara yang rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat tumor payudara sebelumnya adalah tidak ada tumor sebanyak 188 orang (94.5%).

3. Profil penderita kanker payudara yang rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat keluarga yang ada riwayat keluarga sebanyak 101 orang (50.8%).

4. Profil penderita kanker payudara yang rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat melahirkan adalah yang pernah melahirkan sebanyak 118 orang (59.3%).

5. Profil penderita kanker payudara yang rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan keluhan utama adalah benjolan di payudara sebanyak 87 orang (43.7%).

6. Profil penderita kanker payudara yang rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan lokasi kanker adalah payudara kiri kuadran lateral atas sebanyak 68 orang (34.2%).

7. Profil penderita kanker payudara yang rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan stadium klinik adalah stadium III B sebanyak 82 orang (41.2%).

(21)

36

Medan tahun 2015 berdasarkan klasifikasi histopatologi adalah invasive ductal carcinoma sebanyak 178 orang (89.4%).

9. Profil penderita kanker payudara yang rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan penatalaksanaan medis adalah kemoterapi sebanyak 107 orang (53.8%).

6.2.Saran

Beberapa saran yang dapat disarankan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan antara lain:

1. Diharapkan kepada masyarakat khususnya wanita segera memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan sebelum menemukan benjolan di payudara dengan melakukan screening dengan melakukan SADARI untuk deteksi dini kanker payudara.

2. Untuk pihak RSUP Haji Adam Malik Medan dan juga kepada dokter yang bertugas di bahagian onkologi diharapkan melakukan anamnese yang lengkap mengenai kanker payudara.

Gambar

Gambar 3.1 Kerangka Teori Penelitian
Gambar 3.2 Kerangka Konsep Penelitian
Tabel 4.1. Tabel Variabel
Tabel 5.1. Distribusi Sampel Menurut Kelompok Umur
+4

Referensi

Dokumen terkait

Kerangka konsep hubungan dukungan sosial dengan kecemasan pasien kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa motivasi pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi di RSUP Haji Adam Malik Medan didapatkan hasil motivasi

Konsep Diri dan Kecemasan Wanita Penderita Kanker Payudara di Poli Bedah Onkologi Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam..

MANAJEMEN STRES WANITA PENDERITA KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPIi. di RSUP H ADAM

Kerangka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen stress penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan..

Penelitian dilaksanakan di ruang rawat inap terpadu B-4 RSUP Haji Adam Malik Medan, populasi pada penelitian ini adalah orangtua yang memiliki anak penderita kanker, sampel

Hubungan Usia dengan Ekspresi HER2 dan Ki67 Penderita Kanker Payudara di RSUP H.. Adam

Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan terhadap pengobatan medis pada pasien kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2012.. Metode :