• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Stres Wanita Penderita Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan Chapter III VI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manajemen Stres Wanita Penderita Kanker Payudara Yang Menjalani Kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan Chapter III VI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

KERANGKA PENELITIAN

3.1. Kerangka Penelitian

Kerangka penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan manajemen stress penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan. Berdasarkan tujuan penelitian di atas maka kerangka penelitian ini sebagai berikut:

Skema 3.1

Kerangka penelitian manajemen stress penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi

- Efektif

- Tidak Efektif Manajemen stress penderita

(2)

3.2. Defenisi Operasional

Tabel 3.2 Defenisi Operasional Manajemen stres

(3)

METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif, yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk

membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif (Setiadi,2007). Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manajemen stress

penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik.

4.2 Populasi, Sampel dan Teknik Sampling

4.2.1 Populasi

Menurut Arikunto (2010), populasi merupakan keseluruhan subjek yang di teliti yang memiliki satu ciri yang sama. Populasi dalam penelitian ini adalah

jumlah pasien penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan sebanyak 307 orang dari Januari 2016 sampai Mei 2017. (Setiawati,2016).

4.2.2 Sampel

Menurut Notoadmodjo (2012), sampel merupakan objek yang diteliti dan

dianggap mewakili seluruh populasi. Sampel dalam penelitian ini adalah pasien yang terdiagnosa kanker payudara dan menjalani pengobatan kemoterapi di RSUP

(4)

Besarnya sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut:

n = N

N.(d)2 + 1

307 =

307 . (0,01) + 1 = 75,4299 = 75 orang Keterangan:

n = Besar Sampel

N = Jumlah Populasi

d = Nilai presisi / tingkat kesalahan yang dikehendaki (10%)

Tehnik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan sampling insidental, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kebetulam yang siapa

saja secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono, 2012). maka dari rumus tersebut didapatkan jumlah banyaknya

responden yang menjadi sampel pada penelitian ini.

4.3. Lokasi dan waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di RSUP H Adam Malik Medan dengan alasan lokasi penelitian ini terdapat pasien yang menderita kanker payudara yang menjlani kemoterapi. Waktu penelitian dilakukan dari pengumpulan data sampai

dengan selesai dilakukan selama 1 bulan yaitu pada bulan mei 2017.

4.4 Pertimbangan etik

Dalam melakukan penelitian ini, peneliti mengajukan permohonan izin

(5)

disetujui penulis meminta izin ke Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan mengajukan izin kepada pimpinan

RSUP H Adam Malik Medan tempat penelitian dilakukan. Setelah mendapat persetujuan kemudian peneliti melakukan penelitian dengan menekankan pertimbangan etik yaitu Informed consent merupakan bentuk persetujuan antara

peneliti dan responden penelitian dengan memberikan lembar persetujuan.

Informed consent tersebut diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan

member lembar persetujuan untuk menjadi responden.Tujuannya adalah agar responden mengerti maksud dan tujuan penelitian. Jika responden bersedia maka responden harus menandatanganinya, namun jika responden tidak bersedia maka

peneliti harus menghormati haknya. Kemudian peneliti tidak mencantumkan nama responden pada lembar kuesioner dan hanya memberikan kode pada lembar

pengumpulan data atau hasil penelitian yang disajikan serta peneliti menjamin kerahasiaan data responden.

4.5 Instrumen Penelitian

Menurut Notoatmodjo (2012) instrument penelitian merupakan alat yang digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen penelitian ini dapat berupa

kuesioner (daftar pertanyaan atau pernyataan), formulir observasi dan formulir-formulir yang berkaitan dengan pencatatan data. Untuk memperoleh data informasi dari responden, peneliti menggunakan alat pengumpul data berupa

(6)

yaitu, bagian pertama berupa data demografi responden, seperti usia, pendidikan terakhir, pekerjaan, penghasilan, status pernikahan, stadium kanker payudara dan

sudah menjalani operasi atau belum. Bagian kedua adalah berupa kuesioner untuk mengidentifikasi manajemen stress penderita kanker payudara yang menjalani

kemoterapi.

Kuesioner penelitian ini terdiri dari 16 pernyataan. Penilaian penelitian ini dengan menggunakan skala Gutmann yang dijawab dengan 2 (dua) pilihan

yaitu, Ya dan Tidak. Responden di minta untuk memberikan tanda checklist pada salah satu jawaban yang dianggap paling sesuai dengan pilihan, dengan ya diberi

skor 1 dan untuk jawaban tidak diberi skor 0.

Untuk menentukan kategori manajemen stres penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan dilihat dengan

menggunakan rumus statistik yaitu :

Dimana P merupakan panjang kelas dengan rentang (nilai tertinggi di

kurangi nilai terendah). Untuk mendapatkan criteria digunakan perhitungan berikut :

a. Menentukan skor terbesar dan terkecil

Skor terbesar: 16 x 1 = 16

Skorter kecil: 16 x 0 = 0

(7)

b. Menentukan nilai Rentang (R)

Rentang = Skor terbesar – Skor terkecil

= 16 – 0 = 0

c. Menentukan nilai panjang kelas (i)

P = Rentang / Banyak kelas

= 16/2 = 8

Dengan demikian data tentang manajemen stress penderita kanker

payudara yang menjalani kemoterapi sebagai berikut:

0-7 = Tidak efektif

8-16 = Efektif

4.6 Validitas dan reliabilitas

Validitas merupakan suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu

benar-benar mengukur apa yang diukur (Notoatmodjo, 2012). Suatu instrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi, sebaliknya instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah. Uji validitas yang dilakukan dalam

penelitian ini adalah uji validitas isi, yaitu instrumen dibuat dengan mengacu pada isi yang sesuai dengan variabel yang diteliti. Uji validitas dilakukan oleh dosen

(8)

umum menjadi kalimat yang lebih sederhana dan mudah dipahami sehingga sesuai dengan tinjauan pustaka yang telah dibahas.

Uji reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat di andalkan (Notoatmodjo, 2012). Uji relibilitas penting dilakukan untuk mengetahui seberapa besar derajat atau

kemampuan alat ukur untuk dapat digunakan atau tidak. Pada instrumen penelitian uji relibilitas dilakukan di RSUP H Adam Malik Medan dengan jumlah 30

responden sebelum pengumpulan data dan uji relibilitas dilakukan dengan rumus

Kuder Richardson-21 (KR-21) dengan penilaian apabila lebih dari 0,7 maka instrumen dinyatakan reliabel. Pada hasil uji reliabilitas instrumen penelitian ini di

peroleh nilai reliabilitas 0,7017, maka dari hasil tersebut instrumen penelitian dapat dikatakan reliabel.

4.7 Rencana pengumpulan data

Penelitian dilakukan setelah memperoleh surat izin dari Fakultas

Keperawatan Universitas Sumatera Utara dan memperoleh ethical clearence dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera

Utara dan kemudian mengirimkan surat izin ke RSUP H Adam Malik Medan sebagai tempat penelitian. Setelah mendapatkan izin dari pihak rumah sakit, kemudian peneliti melakukan pendekatan dengan responden dan menjelaskan

tujuan, manfaat, serta peran serta responden selama penelitian. Peneliti menjamin kerahasiaan dan hak responden untuk menolak menjadi responden. Bila responden

(9)

persetujuan menjadi responden. Responden diberi kuesioner untuk di isi sendiri dan peneliti menjelaskan cara pengisian kuesioner dan menginformasikan agar

kuesioner diisi. Bila kuesioner telah di isi maka peneliti mengumpulkan data dan memeriksa kembali kelengkapannya, jika masih ada yang belum di isi maka responden di mohon untuk melengkapinya.

4.8 Analisis data

Setelah semua data terkumpul, kemudian peneliti memastikan semua

jawaban telah diisi. Dilanjutkan dengan analisis data melalui beberapa tahap yang dimulai dengan editing atau memeriksa kembali data yang di peroleh atau dikumpulkan, kemudian dilanjutkan dengan coding atau melakukan pengkodean

pada data yang sesuai untuk memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data. Setelah itu peneliti melakukan enrty yaitu memasukan data yang telah

dikumpulkan ke dalam database computer dengan menggunakan system komputerisasi.

Kemudian peneliti melakukan cleaning untuk memeriksa kembali data

yang sudah di entry apakah ada kesalahan atau tidak dan yang terakhir peneliti melakukan saving agar data tersimpan dan siap untuk di analisa atau tabulating.

(10)

5.1. Hasil Penelitian

Hasil penelitian diperoleh dari 75 sampel penelitian dengan menggunakan

instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengetahui manajemen stres wanita

penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik

Medan tahun 2017. Pada bab ini diuraikan tentang hasil penelitian dan

pembahasan mengenai karakteristik responden dan menejemen stres. Data hasil

penelitian dipaparkan dalam bentuk distribusi frekuensi dan presentase.

5.2. Data Demografi Responden

Karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi usia, pendidikan

terakhir, pekerjaan, status pernikahan. Dari tabel 5.2 dapat dilihat bahwa data

yang diperoleh menunjukkan bahwa wanita penderita kanker payudara yang

menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan berada pada usia 46-55

tahun (42,7%). Pendidikan terakhir SMA (37,3%), sebagian besar tidak bekerja

(62,7%), dan seluruh responden sudah menikah (100%).

Tabel 5.2 Distribusi frekuensi dan presentase data karakteristik demografi penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2017 (n=75)

Karakteristik Frekuensi (f) Persentase(%)

(11)

Lanjutan

5.3. Karakteristik penyakit penderita kanker payudara yang menjalani

kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2017 (n=75)

Karakteristik penyakit responden yang dipaparkan meliputi stadium

kanker, waktu mastektomi, kemoterapi, riwayat kanker pada keluarga, dan

diagnosa kanker. Dari tabel 5.3 dapat dilaht bahwa data yang diperoleh

meunjukkan bahwa penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi d

RSUP H Adam Malik Medan paling banyak berada pada stadium II (60%), waktu

mastektomi yaitu dari Januari-2016 sampai Juli 2017, sebagian besar responden

telah melakukan kemoterapi antara 6-10 kali (38,7%), tidak ada riwayat kanke

pada keluarga (76%), dan kanker yang dialami terdiagnosa sejak 2-3 tahun yang

(12)

Tabel 5.3 Data karakteristik penyakit penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2017 (n=75)

Karakteristik Frekuensi (f) Persentase(%)

Stadium Kanker

0 Bulan – 12 Bulan/1 Tahun yang lalu 2 tahun – 3 tahun yang lalu

(13)

Tabel 5.4 Data pendamping pasien penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2017 (n=75)

Karakteristik Frekuensi Persentase

Pendamping Pasien

5.5. Manajemen stres wanita penderita kanker payudara yang menjalani

kemoterapi

Pada hasil penelitian manajemen stres berikut akan dipaparkan jawaban

kuesioner terbanyak yang dijawab oleh responden dari yang tertinggi sampai yang

terendah sebanyak 5 jawaban. Hasil jawaban responden tentang manajemen stres

di dapatkan data tindakan manajemen stres yang dilakukan responden paling

banyak yaitu mengikuti kegiatan keagamaan 86,7%, kemudian responden juga

lalu memberikan kasih sayang 84%, berbagi cerita kepada teman dekat sebanyak

84%, bergaul dengan teman sebaya sebanyak 80% dan makan 3 kali sehari

sebanyak 80%.

Tabel 5.5.a Manajemen stres penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2017

(14)

11 Mengkonsumsi rokok 27 36,0 48 64,0 12 Minum minuman keras 7 9,3 68 90,7 13 Berbagi cerita kepada teman dekat 63 84,0 12 16,0 14 Mencari waktu untuk menenangkan diri 43 57,3 32 42,7 15 Berbicara terus terang 42 56,0 33 44,0 16 Mengatur jadwal kegiatan 46 61,3 29 38,7

Dari paparan tersebut didapat data distribusi frekuensi dan presentase

manajemen stres wanita penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi

menjelaskan responden mayoritas memiliki manajemen stres yang efektif

sebanyak 69 (92,0%) orang, kemudian responden yang tidak efektif dalam

manajemen stres sebanyak 6 (8,0%) orang.

Tabel 5.5.b Hasil ukur manajemen stres wanita penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan Tahun 2017 (n=75)

Manajemen stres Frekuensi (f) Persentase (%)

Efektif Tidak Efektif

69 6

92,0 8,0

5.6. Pembahasan

5.6.1. Karakteristik Demografi

Karakterisitk demografi responden dalam penelitian ini yaitu usia,

pendidikan terakhir, pekerjaan, status perkawinan. Dari data hasil penelitian

menunjukkan bahwa (42%) responden berusia 46-55 tahun, 37,3% responden

pendidikan terakhir adalah SMA, kemudian 62,7% responden tidak bekerja, dan

(15)

5.6.2. Manajemen stres wanita penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penderita kanker payudara

yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan memiliki manajemen

stres yang efektif. Manajemen stres yang efektif dalam penelitian ini yaitu

manajemen stres yang dilakukan untuk mengontrol stress yang dialaminya agar

tidak menimbulkan efek negatif yang berdampak pada individu. Segarahayu

(2013) mengatakan bahwa manajemen stress adalah dimana individu melakukan

pengontrolan atau pengaturan stress yang bertujuan untuk mengenal penyebab

stress dan mengetahui teknik-teknik mengelola stress, sehingga orang lebih baik

dalam menguasai stress dalam kehidupan.

Pada penelitian Purwanti (2013) tentang konsep diri dan manajemen stres

pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di ruang mamplam III RSUD dr.

Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2013 yang mendapatkan hasil yang berbeda

bahwa mayoritas responden memiliki manajemen stres kategori kurang. Menurut

Burke (2009) dalam Purwanti (2009), manajemen stres yang dapat dilakukan

untuk mengurangi stres yaitu melakukan teknik relaksasi, melakukan praktik

spiritual, melakukan aktivitas fisik, melakukan kegiatan yang menyenangkan dan

istirahat/tidur. Pada hasil penelitian tersebut, manajemen stres penderita kanker

yang menjalani kemoterapi di RSUD dr. Zainoel Abidin yang buruk dipengaruhi

oleh pengetahuan dan pemahaman tentang teknik relaksasi. Kemudian

keterbatasan mobilisasi pasien sehingga tidak dapat melakukan paraktik spiritual

(16)

serta mengalami gangguan tidur sejak menderita kanker sehingga tidak dapat

mengurangi stres yang dirasakan.

Hasil yang sama juga pada penelitian Julianti (2013) tentang konsep diri

dan manajemen stres pada pasien kanker payudara di ruang rawat inap RSUD dr.

Zainoel Abidin Banda Aceh tahun 2013 dimana paling banyak manajemen stres

penderita berada pada kategori kurang baik. Pada penelitian Julianti, manajemen

stres penderita kanker payudara yang tidak baik dikarenakan mengalami reaksi

psikologis karena menghadapi perubahan fisik yang dialaminya.

Pada penelitian ini manajemen stres yang efektif dipengaruhi oleh

berbagai faktor personal dan lingkungan, sesuai cengan yang dipaparkan oleh

Chang, Roger dan Susan (2008) manajemen stres dipengaruhi oleh dua faktor

yaitu faktor personal dan faktor lingkungan. Pada faktor personal terdiri 5 dimensi

yaitu motivasi (motivation), manfaat (benefits), koping emosional positif (positive

emotional coping), koping emosional negatif (negative emotional coping), dan

efikasi diri (self-efficacy). Kemudian faktor lingkungan terdiri dari 3 dimensi yang

mempengaruhi manajemen stres yaitu aksesibilitas (Physical Environtment),

dukungan sosial, dan hambatan (situation).

Pada hasil penelitian yang didapatkan bahwa manajemen stres yang efektif

dapat dipengaruhi oleh faktor personal yaitu motivasi yang merupakan dorongan

intrinsik pada penderita untuk memberikan rangsangan perilaku untuk melakukan

manajemen stres terhadap penyakit payudara yang dialami oleh pasien, yang

kemudian dapat bermanfaat pada diri pasien agar stres yang menimpa tidak

(17)

menimbulkan respon denial atau penolakan dan perlu penyesuaian diri terutama

penyesuaian psikologis karena perubahan fisik yang dialami pasien (Lenham, dkk

dalam Lubis & Hasnida (2009). Sehingga penderita kanker payudara harus

memiliki koping stres emosional yang baik agar dapat mengelola dan mengontrol

stres yang menekan dirinya. Emosi negatif yang sering dijumpai pada penderita

kanker payudara antara lain takut, marah, tertekan, gugup,malu, gelisah, dan

bingung (Julianti, 2013).

Kemudian lingkungan yang dapat mempengaruhi manajemen stres

penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi yaitu aksesibilitas yang

merupakan salah satu faktor lingkungan individu yang menentukan apakah situasi

yang menekan tersebut menimbulkan stres atau tidak yang nantinya akan

mempengaruhi individu untuk melakukan manajemen stres untuk dirinya (Helmi,

1999). Kemudian dukungan sosial (social support) yang diperoleh, membuat

wanita penderita kanker payudara lebih kuat menjalani penyakitnya tersebut

(Julianti, 2002). Menurut Kuijer dalam Halim & Wiriawan (2009) dukungan

keluarga dapat mempengaruhi pemulihan fisik dan mental seorang wanita.

Dukungan keluarga dapat membuat reaksi yang menstimulasi seltubuh untuk

pulih. Seringkali dukungan sosial yang diperoleh menjadi motivasi terbesar bagi

wanita penderita kanker payudara untuk sembuh. Sedangkan hambatan (situation)

yang merupakan rintangan atau suatu keadaan yang tidak dikehendaki maupun

disukai keadaanya, penderita kanker payudara harus melakukan upaya yang

bertujuan untuk mengatasi agar tidak menjadi efek negatif dan menjadi masalah

(18)

6.1. Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan pada responden sebanyak 75 wanita pendertia kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan

dengan karakteristik responden adalah perempuan yang berusia 46-55 tahun,

pendidikan terakhir SMA, tidak bekerja dan sudah menikah dan karakteristik

kanker stadium II, waktu mastektomi sejak Januari 2016 – Juli 2017, sudah

melakukan kemoterapi 6-10 kali, tidak ada riwayat kanker pada keluarga, dan

diagnosa kanker 2-3 tahun yang lalu. Kemudian karakteristik pendamping

keluarga yaitu suami. Dari 16 manajemen stres, mayoritas responden melakukan 5

manajemen stres yaitu mengikuti kegiatan keagamaan, makan 3 kali sehari,

memberikan kasih sayang, bercerita dengan teman dekat dan bergaul dengan

sebaya. Kemudain manajemen stres responden mayoritas efektif.

6.2. Saran

Hasil penelitian menggambarkan manajemen stres wanita penderita kanker

payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam Malik Medan sudah

efektif, maka saran-saran yang dapat disampaikan sebagai berikut:

1. Bagi peneliti

Hasil penelitian dapat meperdalam kajian ilmiah tentang manajemen stres

penderita kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUP H Adam

(19)

2. Bagi Pendidikan Keperawatan

Hasil penelitian ini merupakan hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan dan

menambah bahan pustaka Universitas Sumatera Utara serta dapat menjadi

rujukan bagi mahasiswa keperawatan dalam penelitian berikutnya.

3. Bagi Rumah Sakit Adam Malik Medan

Hasil penelitian ini merupakan hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan

sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas pelayanan

terutama intervensi keperawatan tentang manajemen stres klien dengan

kanker payudara yang menjalani kemoterapi agar individu dengan

Gambar

Tabel 3.2 Defenisi Operasional Manajemen stres
Tabel 5.5.a Manajemen stres penderita kanker payudara yang menjalani

Referensi

Dokumen terkait

dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi penderita kanker payudara rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2013 berdasarkan lokasi kanker yang tertinggi adalah pada

Kerangka konsep hubungan dukungan sosial dengan kecemasan pasien kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun

2.6 Bagaimana gambaran penerimaan diri ( self acceptance ) pada klien dengan kasus kanker payudara di RSUP Haji Adam Malik.

Kualitas hidup pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di rumah sakit umum pusat haji adam malik

Profil penderita kanker payudara yang rawat inap di RSUP Haji Adam Malik Medan tahun 2015 berdasarkan riwayat tumor payudara sebelumnya adalah tidak ada tumor sebanyak

Kemoterapi adalah pemberian obat untuk membunuh sel

Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh penderita kanker payudara yang dirawat inap di RSUP Haji Adam Malik tahun 2013 sebanyak 147 sampel (total sampling).. Tidak ada

Hubungan Usia dengan Ekspresi HER2 dan Ki67 Penderita Kanker Payudara di RSUP H.. Adam