• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK Rr.Mariza DS (D2C607043)docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ABSTRAK Rr.Mariza DS (D2C607043)docx"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

Sinetron yang identik dengan perempuan, akhir-akhir ini semakin bertambah dan bahkan sempat menjadi tren penggunaan nama perempuan untuk judul sinetron. Alasan praktis dan mudah diingat menjadi faktor utama. Namun seiring banyaknya jumlah sinetron yang muncul di layar televisi, umumnya menampilkan cerita yang menyangkut tentang penderitaan seorang perempuan, kesedihan atau keterpurukan perempuan bahkan juga ada adegan kekerasan terhadap perempuan. Hal ini sangat disayangkan mengingat perempuan menjadi korban dan juga perempuan dijadikan sebagai objek. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui interpretasi pemirsa terhadap karakter maskulin pada pemeran utama perempuan protagonis dalam sinetron "Dewa".

Tipe penelitian ini kualitatif dengan menggunakan metoda analisis resepsi. Tekhnik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada sejumlah informan yang terpilih. Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori sosiologi feminisme dan standpoint serta menggabungkan dengan teori Television Culture yang dikemukakan oleh John Fiske untuk menganalisis data.

Dari penelitian ini didapatkan hasil bahwa, Dewa merupakan sosok perempuan yang tomboy, maskulin, aktif dalam pekerjaan. Meskipun ia perempuan, namun Dewa mampu menjalani profesinya sebagai kuli bangunan dan wartawan. Informan juga menjelaskan bahwa perempuan tidak selamanya berada dalam ranah domestik, perempuan mampu menyeimbangkan posisinya dengan laki-laki. Terlihat dari profesi yang dilakukan oleh Dewa. Televisi yang umumnya menyelipkan dan membantu proses penyebaran ideologi patriarki, justru dengan adanya karakter Dewa dalam sinetron ini, mampu menginformasikan bahwa perempuan masa kini adalah yang mampu menggerakkan roda-roda emansipasi wanita. Perempuan yang berkarya dengan baik, tidak ditindas oleh laki-laki dan perempuan yang mandiri. Beberapa Informan juga memberikan hasil interpretasinya, bahwa adanya negotiated reading, profesi Dewa sebagai kuli bangunan dianggap berat bila dikerjakan oleh seorang perempuan, Namun, informan lainnya menganggap hal ini tidak menjadi masalah.

Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini antara lain soap opera maker lebih kreatif dalam membuat tayangan suatu sinetron, sinetron yang menceritakan tentang perempuan mandiri, pekerja yang sukses merupakan bentuk dari sebuah emansipasi wanita. Sinetron tak seharusnya selalu „menjual‟ dengan bermodalkan kesedihan yang mendalam, keterpurukan seorang perempuan, dan perempuan yang dijadikan sebagai objek permasalahan dalam sinetron.

(2)

ABSTRACT

Soap opera synonymous with women, lately increasing and even had become a trend for women to use the name soap opera titles. Reason practical and easy to remember a major factor. But with the large number of soap operas that appear on the television screen, generally feature story concerning the suffering of a woman, sadness or adversity woman even there scenes of violence against women. This is unfortunate since women are victims and women also serve as an object. Therefore, the purpose of this study to determine the interpretation of the viewer to the masculine character of the female lead protagonist in the soap opera “Dewa”.

This type of research is a qualitative method of analysis using the reception. The technique of collecting data through in-depth interviews to a number of informants were selected. The theory underlying this research is sociological theory and feminist standpoint theory and combining with the proposed Television Culture by John Fiske to analyze the data.

From this study showed that, Dewa is a tomboyish female figures, masculine, active in the work. Although she was a woman, but Dewa was able to undergo profession as construction workers and journalists. Informants also explained that women do not always be in the domestic sphere, women are able to balance its position with men. Seen from the profession by Dewa. Televisions are generally slip and help the spread of the ideology of patriarchy, precisely with the character Dewa in this soap opera, is able to inform the women of today are able to move the wheels of the emancipation of women. Women who work well, are not oppressed by men and women who are independent. Some informants also results in interpretation, that the negotiated reading, god profession as construction laborers are considered heavy when done by a woman, However, other informants did not consider this to be a problem.

Advice can be given in this study include soap opera maker more creative in making impressions of a soap opera, soap opera that tells the story of an independent woman, a successful worker is a form of the emancipation of women. Soap opera should not always 'sell' to capitalize sorrow, deterioration of a woman, and women who serve as the object of the problems in the soap opera.

Referensi

Dokumen terkait

 Responden yang berbeda dapat ditanyai dengan pertanyaan yang berbeda, se- hingga jawaban yang diperoleh pun tidak sama dengan responden sebelumnya..  Sulit dilakukan dalam

Ebben teljesen igaza volt, hiszen a szlovákok megítélése is a nemesi nemzet- felfogás hódításelméletére épült. Egyrészt tehát még a leghevesebb magyarosí- tók sem

Jumlah jenis pohon pakan dan pohon tidur owa jawa yang lebih banyak terdapat di zona inti daripada jumlah jenis pohon pakan dan pohon tidur owa jawa di zona

Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul

Tambak yang ada sekarang dengan kondisi pencemaran perairan (lingkungan) yang sangat tinggi, mungkin lebih cocok apabila menggunakan sistem budidaya air mengalir secara

Latar belakang budaya tempat seseorang dibesarkan juga mempengaruhi motivasi berprestasi individu, apabila dibesarkan dalam budaya yang menekankan pada pentingnya

A. Data Umum Kabupaten/Kota ... Bidang Kelembagaan ... Lembaga yang Menangani Penanaman Modal ... Struktur Organisasi ... Kebijakan Penanaman Modal ... Lembaga/Organisasi

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-20/PJ/2013 tentang Tata Cara Pendaftaran dan Pemberian Nomor Pokok Wajib Pajak, Pelaporan Usaha dan Pengukuhan