• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Analisis Situasi Tuberkulosis di

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Analisis Situasi Tuberkulosis di"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN HASIL PENELITIAN

ANALISA SITUASI

TUBERKULOSIS KOTA SORONG

Kerjasama antara

LPPM Universitas Muhammadiyah Sorong

Dengan

Pimpinan Pusat

Aisyiyah

(2)

Tim Penyusun :

Penanggung Jawab : Irman Amri, ST., MT.

(Ketua LPPM)

Peneliti :

1. Hendrik Pristianto, ST., MT.

2. Drs. H. Yahya Pawennei, MM.

3. Muzna A.A. Gafur, SP., Msi.

(3)
(4)

LATAR BELAKANG

Berdasarkan dengan Surat Perjanjian Kerjasama

Nomor V-34/PR-

Aisyiyah/V/2014, tim analisa

situasi kebijakan dari Lembaga Penelitian dan

Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas

(5)
(6)
(7)
(8)
(9)

TUJUAN

Tujuan dari kegiatan

Analisa Situasi Kebijakan

Tuberkulosis

ini adalah untuk menghasilkan dokumen

Analisa-Situasi yang berisi :

1. Data Situasi tuberkulosis, termasuk Kebijakan,

Anggaran, dan layanan kesehatan TB, TB HIV dan TB

MDR di daerah kerja Analisa-Situasi

2. Analisa atas situasi ini yaitu Analisa akar masalah/

Root Cause Analysis

(RCA)

(10)

PROSES PENYUSUNAN

Tahapan kegiatan

Analisa Situasi Kebijakan

Tuberkulosis

ini adalah :

1. Tahap Assesment, yaitu tahapan pengumpulan dan

analisa data sekunder

2. Tahap Analysis, yaitu tahapan pengumpulan dan

analisa data lapangan

(11)

No. Distrik Luas Area

(km2)

Rasio Terhadap Total

(%)

1. Sorong Barat 254,15 23,00

2. Sorong Timur 158,22 14,32

3. Sorong 126,85 11,48

4. Sorong Kepulauan 200,10 18,11

5. Sorong Utara 229,71 20,79

6. Sorong Manoi 135,97 12,30

Total 1.105,00 100,00

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (WILAYAH)

Sumber : Kota Sorong Dalam Angka 2013

Papua Barat = 97.024,27 km2 Atau :

Luas Kota Sorong :

(12)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (PENDUDUK)

Kota Sorong 204,805 25.07%

Kabupaten Manokwari 201,690 24.69%

Kabupaten Sorong 75,872 9.29%

Kabupaten Fak-Fak 71,799 8.79%

Kabupaten Teluk Bintuni 56,321 6.89%

Kabupaten Kaimana 49,689 6.08%

Kabupaten Raja Ampat 45,660 5.59%

Kabupaten Sorong Selatan 40,874 5.00%

Kabupaten Maybrat 35,444 4.34%

Kabupaten Teluk Wondama 28,279 3.46%

Kabupaten Tambraw 6,544 0.80%

Total Populasi Papua Barat 816,977 100.00%

(13)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (PENDUDUK)

(14)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (PENDUDUK)

No Tahun Luas Area

(km2)

(jiwa / rmh tangga)

1. 2008

1.105

172.855 - 156,43

-2. 2009 182.737 37.510 165,37 4,87

3. 2010 190.625 42.375 172,51 4,50

4. 2011 199.255 54.862 180,32 3,63

5. 2012 208.292 58.058 189,00 3,59

(15)
(16)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (PENDUDUK)

Tahun

Angkatan Kerja (15 tahun ke atas)

% Bekerja

% Tingkat

Penganguran

Bekerja

Pengangguran

Terbuka

Tabel Perbandingan Jumlah Penduduk Usia Kerja

(17)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (EKONOMI)

No

Lapangan

Usaha

PDRB (%)

2008

2009

2010

2011

2012

1.

Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan

Perikanan

8.

Keuangan, Persewaan dan Jasa

Perusahaan

5,66

7,32

8,49

8,73

8,33

9.

Jasa Lainnya

10,82

9,96

9,25

8,94

8,39

Total

100

(18)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (EKONOMI)

No Lapangan

Usaha

PDRB (%)

2008 2009 2010 2011 2012

1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa

Perusahaan

5,66 7,32 8,49 8,73 8,33

9. Jasa Lainnya 10,82 9,96 9,25 8,94 8,39

Total 100

Tabel Tren PDRB Kota Sorong

Sesuai dengan kondisi dan karakteristiknya, Kota Sorong adalah salah satu daerah yang kurang mempunyai kekayaan sumber daya alam, maka arah pembangunan tahun 2013-2017 memprioritaskan pada sektor jasa dan perdagangan sebagai sektor unggulan (RPJMD Kota Sorong 2013-2017). Dari kontribusinya terhadap PDRB Kota Sorong,

(19)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (EKONOMI)

(20)

Tabel Gambaran Umum Kondisi Pendidikan di Kota Sorong Thn 2008-2012

Tahun Rekapitulasi Jumlah

Unit

Pendidikan

Guru Dosen Peserta Didik

2008 174 2322 489 52446

2009 188 2336 621 56271

2010 193 2430 594 52657

2011 196 2315 699 59815

2012 195 2517 717 63790

Tahun Masalah Sosial (KK)

Perumahan dan

Alam Keluarga Miskin

2008 2680 0 0 3440

2009 1835 0 1296 3472

2010 tidak tercatat 0 277 3058

2011 1890 0 1801 1890

2012 13930 0 383 13930

Tabel Banyaknya Keluarga / Masyarakat

Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Sorong

(21)

Tabel Banyaknya Tenaga Kesehatan di Kota Sorong Thn 2008-2012

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (KESEHATAN)

Tahun

Dokter

Paramedis

Non

Medis

Jumlah

Tenaga

Kesehatan

Perawat

Non Perawat

2008

13

145

23

4

185

2009

111

391

53

*

562

2010

80

589

103

136

908

2011

84

499

157

137

872

(22)

Rasio Dokter Umum per 100.000 penduduk Di Kota Sorong pada Tahun 2012

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (KESEHATAN)

(23)

Rasio Puskesmas Umum per 100.000 penduduk Di Kota Sorong pada Tahun 2012

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (KESEHATAN)

(24)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)

Sumber : Pusdatin Kemenkes, 2013

Menurut

Riskesdas 2013

, prevalensi penduduk Indonesia yang didiagnosis TB oleh tenaga

kesehatan tahun 2007 dan 2013 tidak berbeda (0,4%). Lima provinsi dengan TB tertinggi adalah Jawa

Barat, Papua, DKI Jakarta, Gorontalo, Banten, dan Papua Barat. Penduduk yang didiagnosis TB oleh

tenaga kesehatan, 44,4 % diobati dengan obat program.

Berdasarkan karakteristik penduduk,

prevalensi TB paru cenderung meningkat dengan bertambahnya umur, pada pendidikan rendah,

dan tidak bekerja.

Menurut Laporan Rutin Program Kemenkes, di Propinsi Papua Barat

angka penemuan kasus baru TB

Paru tahun 2007 (44,9%) dan tahun 2010 (39,9%).

Sedangkan

angka kesembuhan pengobatan TB

(25)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)

(RS Rujukan kasus TB MDR Kota Sorong)Sudah dilengkapi dengan alat GENEXPERT

(26)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)

Unit Kerja

Dokter

Perawat

Analis

PKM. Remu

1

2

3

PKM. Malawei

1

2

1

PKM. Dum

1

1

1

PKM. Tj.Kasuari

2

2

0

PKM. Klasaman

1

1

2

PKM. Malanu

2

1

2

RS.Sele Be Solu

3

2

2

RS.Pertamina

1

1

1

RS.Dr.Aryoko

1

1

1

BP.Santa Maria

1

1

0

BP.Bintang.Timur

2

1

1

Jumlah

16

15

14

(27)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)

(28)

GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)

Temuan / Fakta :

(29)

Kebijakan penanganan TB di Kota Sorong

Menurut kepala seksi pemberantasan penyakit menular Dinas Kesehatan Kota Sorong, disebutkan bahwa belum ada produk PERDA di Kota Sorong yang khusu s mengatur penanganan kasus TB, akan tetapi masih menggunakan :

1. SK Menkes RI No 364/MENKES/SK/V/2009 tanggal 13 Mei 2009 tentang Pedoman Penanggulangan TB di Indonesia

2. Permenkes RI No 13/2013 tanggal 01 Februari 2013 tentang Pedoman Manajemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat

Hal ini dikarenakan, keberadaan SK dan peraturan Menteri tersebut di atas sudah dirasa cukup oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Sorong untuk memberi arahan bagi pelaksanaan penanganan penyakit TB di Kota Sorong.

(30)
(31)

Kebijakan penanganan TB di Kota Sorong

Dari dokumen kebijakan Pemda Kota Sorong di atas (RPJP dan RPJMD), dapat ditarik keterkaitannya dengan program penanganan penyakit TB di Kota Sorong, yaitu :

1. Salah satu prioritas kebijakan daerah adalah peningkatan pelayanan

kesehatan yaitu peningkatan mutu pelayanan, peningkatan status gizi

masyarakat, peningkatan penyuluhan dan pembinaan kesehatan masyarakat, dan penyediaan sarana prasarana RSUD yang representatif.

2. Dari isu-isu strategis yang terkait dengan penanganan sektor kesehatan , semuanya dapat dikaitkan dengan program penanganan penyakit TB. Oleh karena itu, harus ada sinergi antara bidang kesehatan dengan bidang lingkungan hidup, pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan, KB, dan bidang sosial.

3. Dalam visi Kota Sorong terdapat keinginan yang kuat dari Pemda Kota Sorong untuk membebaskan masyarakatnya dari belenggu Kebodohan, Kemiskinan, Keterbelakangan & Kesehatan yang rendah (K4). Belenggu K4 tersebut juga adalah faktor pemicu penyebaran penyakit TB.

4. Salah satu misi Pemda Kota Sorong adalah meningkatnya pengembangan sosial dan kesehatan masyarakat, dan misi tersebut didukung oleh arah kebijakan yaitu dengan peningkatan dan pemantapan sarana prasarana kesehatan masyarakat. 5. Visi-misi dan arah kebijakan Pemda Kota Sorong didukung oleh visi -misi dan

arah kebijakan SKPD terkait (Dinas Kesehatan Kota Sorong)

6. Dalam strategi pembangunan Pemda Kota Sorong, terdapat keterkaitan : a. dengan penanganan penyakit TB HIV/AIDS

(32)

Profil Anggaran terkait PenangananTB di Kota Sorong

Jenis Belanja Tahun Anggaran

2010 2011 2012 Perbandingan Realisasi Belanja Sektor Kesehatan Dengan Sektor Lain yang Menjadi Program

(33)

Profil Anggaran terkait PenangananTB di Kota Sorong

Rancangan Alokasi Anggaran Bidang Kesehatan dalam Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Riil Keuangan Daerah Kota Sorong Tahun Anggaran 2013-2017

Rp % Rp % Rp % Rp % Rp %

1 Peningkatan Infrastruktur Dasar dan Utilitas Perkotaan

115.489.477.078,50 44,30 121.263.950.932,43 44,30 127.327.148.479,05 44,30 133.693.505.903,00 44,30 140.378.181.198,15 44,30

2 Peningkatan Kesehatan Masyarakat dan

5 Peningkatan Pelayanan Publik

2013 2014 2015 2016 2017

(34)

Profil Anggaran terkait PenangananTB di Kota Sorong

Penggunaan Dana Otonomi Khusus Propinsi Papua Barat di Kota Sorong

Bidang Kesehatan :

Kegiatan Pengadaan dan Peningkatan Prasarana Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan

Jenis Kegiatan (Kebijakan Alokasi)

Jumlah Dana Per Tahun 2009

(Rp) *

2010 (Rp) **

1. Insentif petugas kesehatan 2. Pengadaan Obat-Obatan 3. Penanggulangan HIV/AIDS :

- Pengadaan Reagensia utk Pemeriksaan HIV

- Bantuan kpd Yayasan Sosial Agustinus (YSA) utk penanggulangan AIDS

- Penyuluhan HIV/AIDS

- Bantuan utk KPA Kota Sorong 4. Kegiatan P2M (Immunisasi, TB,

Paru, P2Kusta)

5. Peningkatan SDM Kader Posyandu, Lansia, Sarana dan Prasarana Lansia, Pel Kes Lansia

6. Perbaikan Gizi dan Pengadaan Vit A 7. Penyuluhan Promosi Kesehatan 8. Peningkatan Kesehatan Ibu dan anak

serta SDM Bidang (magang)

9. Peningkatan SDM petugas farmasi dan Monitoring thd distribusi dan pengadaan obat

10. Peningkatan Pelayanan Perbaikan Gizi

11. Pendataan/Pengawasan Sarana Sanitasi

(35)

Profil Anggaran terkait PenangananTB di Kota Sorong

Jika merujuk pada :

1. Visi-misi dan arah kebijakan Pemda Kota Sorong yang seharusnya selaras

dengan program penanganan penyakit TB (tabel 23,24 dan 25) , dan

2. Profil alokasi anggaran kesehatan Propinsi Papua Barat dan Pemda Kota

Sorong, sebagiamana terlihat pada tabel 26-34 di atas.

maka kebijakan anggaran yang ada belum cukup menunjang kegiatan

(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

Status Kesehatan Penanggulangan TB di Kota Sorong

1. Terjadi kesejangan (GAP) antara angka penemua BTA+ Baru dengan

Estimasi, dengan rata-rata tahun 2007-2012 sebesar 51,90% (Gambar 17). Ini

berarti masih banyak kasus TB yang belum teridentifikasi.

2. Peran dan konstribusi RSUD Sele Be Solu perlu dioptimalkan lagi dalam

penemuan kasus baru (CDR) TB di Kota Sorong. Sebagai rumah sakit umum

daerah milik pemerintah Kota Sorong konstribusinya hampir sama dengan

RSUD Kabupaten Sorong (BLUD) yang sampai saat ini lokasinya masih

berada di pusat wilyah Kota Sorong, yaitu rata-rata tahun 2007-2012 hanya

sekitar 24 % peran masing masing. Sedangkan kontribusi 6 Puskesmas di Kota

Sorong sudah cukup optimal, yaitu rata-rata tahun 2007-2012 sekitar 52 %

dalam penemua kasus TB (Gambar 18).

3. Dalam hal angka SR di 6 puskesmas dan rumah sakit, terlihat angka SR

puskesmas lebih besar daripada rumah sakit (Gambar 19)

4. Dalam hal kontribusi terhadap DO Rate Kota Sorong (Gambar 20), RSUD

Sele Be Solu sudah mengambil peran lebih dominan (rata-rata tahun

2007-2011 sebesar 42,63%) dibandingan dengan total 6 PKM (rata-rata sebesar

36,96%) dan rata-rata kontribusi RSUD Kabupaten Sorong sebesar 20,41%

(43)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

Status Kesehatan Penanggulangan TB di Kota Sorong

1.

Tabel 35 jika dibandingkan dengan tabel 42 akan memperlihatkan kurangnya

koordinasi antara pihak Dinas Kesehatan Kota Sorong dan RSUD Sele Be

Solu, dalam hal data pasien TB yang meninggal pada tahun 2012. Ada

perbedaan data dari ke dua instansi pemerintah daerah Kota Sorong yang

menanggani bidang kesehatan tersebut.

2.

Kasus TB-Anak menunjukkan tren naik 13,5 % (tahun 2011 ke 2012) dan 5,13

% (tahun 2012 ke 2013) menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Sorong

(Tabel 36). Akan tetapi juga terjadi GAP data yang berasal dari Dinas

Kesehatan dan RSUD Sele Be Solu terkait kasus TB Anak. (Tabel 36 terhadap

(44)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

Status Kesehatan Kota Sorong dilihat dari Aspek Demografi

1. Sebaran masyarakat Kota Sorong menurut struktur umur adalah 32,9% usia

muda (0-14); 64,8% pada usia 15-59; dan 2,3 % pada usia lansia (diatas 60

tahun). Menurut literature dan tren data, maka dari segi umur yang rentan

terhadap penyakit TB adalah usia dewasa / produktif secara ekonomis atau

dalam hal ini ada sekitar 64,8 % penduduk Kota Sorong yang rentan terhadap

penyakit TB.

Diperkirakan seorang pasien TB dewasa, akan kehilangan rata-rata waktu

kerjanya 3-4 bulan. Hal tersebut berakibat pada kehilangan pendapatan tahunan

rumah tangganya sekitar 20-30%. Jika dia meninggal akibat TB, maka akan

kehilangan pendapatan sekitar 15 tahun. Selain merugikan secara ekonomis, TB

juga memberikan dampak buruk lainnya secara sosial yaitu dikucilkan oleh

masyarakat. Kerugian yang diakibatkan sangat besar, bukan hanya aspek

kesehatan semata tetapi juga dari aspek sosial maupun ekonomi. Dengan demikian

TB merupakan ancaman terhadap cita-cita pembangunan meningkatkan

(45)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

Status Kesehatan Kota Sorong dilihat dari Aspek Demografi

1. Faktor kepadatan penduduk juga menjadi pemicu kerentanan akan penyakit

TB. Tabel 3 memperlihatkan angka kepadatan penduduk Kota Sorong per

distrik, dari tabel tersebut pada tahun 2012 terlihat bahwa Distrik Sorong

Utara (213 jiwa/km2), Distrik Sorong (268 jiwa/km2), dan Distrik Sorong

Manoi (342 jiwa/km2) adalah 3 distrik yang paling padat di Kota Sorong, atau

bias dikatakan paling rentan terhadap penyebaran penyakit TB dibandingkan 3

(46)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

Status Kesehatan Kota Sorong dilihat dari Aspek Demografi

1. Tingkat kemiskinan (Tabel 15), pada tahun 2009 terdapat 3472 keluarga miskin dari 37.510 KK penduduk (9,26 %); pada tahun 2010 terdapat 3058 keluarga miskin dari 42.375 KK penduduk (7,21 %); pada tahun 2011 terdapat 1890 keluarga miskin dari 54.862 KK penduduk (3,44 %); dan pada tahun 2012 terdapat 13930 keluarga miskin dari 58.058 KK penduduk (23,99 %). Jadi ada pengurangan tingkat kemiskinan dari tahun 2009 ke tahun 2011, akan tetapi terjadi lonjatan tingkat kemiskinan pada tahun 2012, dari 3,44 % menjadi 23,99%. Jika dihubungkan dengan faktor resiko terhadap penyakit TB, maka tren angka kemiskinan ini juga akan meningkatkan faktor resiko tersebut. Angka tingkat kemiskinan ini juga mempunyai korelasi terhadap tingkat pengangguran di Kota Sorong tahun 2012 yang ada pada kisaran 11,39% (Tabel 7). Publikasi WHO dalam rangka World TB Day 2002 yang mengambil tema Stop TB F ight P roverty menyebutkan bahwa beberapa alasan gagalnya pengobatan TB antara lain derajat kemiskinan penderita, sulitnya menjangkau fasilitas kesehatan, kurangnya petugas kesehatan, harga obat yang mahal, dan prosedur yang berbelit. Menarik jika di simak penuturan Archbishop Desmond Tutu dari Afrika Selatan bahwa "Tuberculosis is a child

(47)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

(48)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

(49)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB

76.67%

Sebaran Domisili Responden sesuai Distrik

SORONG BARAT SORONG TIMUR SORONG

SORONG UTARA SORONG MANOI SORONG KEPULAUAN

0.67%

SD SLTP SLTA PT TIDAK SEKOLAH

4.67%

USAHA MANDIRI/LAIN-LAIN BELUM BEKERJA

(50)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB

27.33%

12.67%

11.33% 48.67%

Sebaran Pendapatan Bulanan Responden

< 1JT 1JT - 2,5 JT >2,5 JT TDK/BLM PUNYA

Sumber Informasi TB bagi Responden

MEDIA CETAK MEDIA ELEKTRONIK

POSTER DI RS / PKM / PD PENYULUHAN

TEMAN / KELUARGA / TETANGGA DR BEBERAPA SUMBER

(51)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB

88.67%

8.00% 3.33%

Pemahaman Responden Thd Penyakit TB

BISA SEMBUH TIDAK TIDAK TAHU

0%

Pemahaman Thd Penyakit TB dari sudut pandang Kemampuan Ekonomi Responden

2.67%

34.67%

47.33% 15.33%

Pemahaman Resp. Thd Penyebab TB

SANGAT PAHAM PAHAM SEBABNYA

KURANG PAHAM TIDAK TAHU

23.33%

3.33%

51.11% 22.22%

Pemahaman Resp. Thd Gejala TB

SANGAT PAHAM PAHAM GEJALANYA

(52)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB

65.33% 14.67%

8.00% 0.67%

8.67% 2.67%

Opsi Tempat Berobat Pasien TB Menurut Resp.

Hub. Serumah antara Resp. dg Penderita TB

PENDERITA TB SERUMAH DG PENDERITA

PENDERITA TB SERUMAH DG BUKAN PENDERITA

BUKAN PENDERITA TB SERUMAH DG PENDERITA

(53)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB

34.59%

37.59% 27.82%

Pemahaman Resp. Yg Berpendidikan Terakhir SLTA

PAHAM KURANG PAHAM TIDAK PAHAM

10.00%

29.33%

51.33%

9.33%

Kesimpulan Pemahaman Resp Thd Penyakit TB

SANGAT PAHAM PENYEBAB DAN GEJALA TB PAHAM PENYEBAB DAN GEJALA TB

KURANG PAHAM PENYEBAB DAN GEJALA TB

(54)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB

45.45%

47.73%

6.82%

Pemahaman Resp. dr Distrik Sor.Utara

PAHAM KURANG PAHAM TIDAK PAHAM

40.00%

56.67%

3.33%

Pemahaman Resp.dr.Distrik Sor. Timur

(55)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB

35.71%

57.14%

7.14%

Pemahaman Resp.dr Distrik Sor.Manoi

PAHAM KURANG PAHAM TIDAK PAHAM

38.46%

61.54%

0.00%

Pemahaman Resp. dr Distrik Sorong

(56)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB

50.00%

40.00%

10.00%

Pemahaman Resp. dr Distrik Sor. Kep

PAHAM KURANG PAHAM TIDAK PAHAM

48.00%

36.00%

16.00%

Pemahaman Resp.dr Distrik Sor. Barat

(57)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

(58)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

(59)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

(60)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

(61)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

(62)

HASIL ANALISA TB KOTA SORONG

ANALISA

AKAR MASALAH

Tabel 57. Kesimpulan “5 Why Methode” pada tabel 56

Jenis Penyebab

Penyebab Rekomendasi / Saran Pihak terkait

Penyebab

 Dinas Kesehatan melakukan Sosialisasi dan Survey penderita TB secara rutin di tiap satuan wilayah

permukiman masyarakat

 Dinas Kesehatan menjalin kerjasama dengan pihak sekolah / perguruan tinggi untuk memasukkan dalam kegiatan rutin di awal tahun ajaran baru

1. Dinas Kesehatan Kota Sorong meningkatkan anggaran program penanganan penyakit TB dalam penganggaran bidang kesehatan mulai mulai pada tahun 2014

1. Walikota Kesehatan Kota Sorong untuk melakukan pembahasan dengan Walikota, DPRD,

BAPPEDA agar program penanganan penyakit TB menjadi salah satu program prioritas jangka panjang Pemerintah Kota Sorong

(63)

REKOMENDASI RENCANA ADVOKASI

1. Rencana Jangka Pendek

 Sosialisasi Penyakit TB bagi masyarakat secara rutin, baik ditingkat satuan wilayah maupun bekerjasama dengan sekolah / perguruan

tinggi

 Survey kasus penyakit TB secara rutin dan mengupayakan semuan pasien TB untuk test HIV

 Mengoptimalkan program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya

 Membuat program pencegahan TB dan HIV

 Menjalin kerjasama dengan Pemda yang mempunyai pasien rujukan ke RSUD Kota Sorong dalam hal pengawasan minum obat (PMO)

Stakeholder terkait : Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kantor Distrik,

Kantor Kelurahan, Sekolah, Perguruan Tinggi dan LSM di Kota Sorong

serta Pemda Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Tambraw, dan Maybrat

Konsekuensi : Penyiapan SDM dan alokasi Anggaran

(64)

REKOMENDASI RENCANA ADVOKASI

1. Rencana Jangka Menengah

 meningkatkan anggaran program penanganan penyakit TB dalam penganggaran bidang kesehatan mulai mulai pada tahun 2014

Stakeholder terkait : Walikota Sorong, DPRD, BAPPEDA, Dinas

Kesehatan Kota Sorong

Konsekuensi : dukungan Anggaran dan kebijakan berupa PERDA Target Waktu Pelaksanaan : 2014-2017

1. Rencana Jangka Panjang

 Mendorong Dinas Kesehatan Kota Sorong untuk melakukan pembahasan dengan Walikota, DPRD dan BAPPEDA agar program

penanganan penyakit TB menjadi salah satu program prioritas jangka

panjang Pemerintah Kota Sorong

Stakeholder terkait : Walikota Sorong, DPRD, BAPPEDA, Dinas

Kesehatan Kota Sorong

Konsekuensi : dukungan Anggaran dan kebijakan berupa PERDA

(65)

PENUTUP

1. Data situasi TB :

a. Profil TB Kota Sorong

Rerata prosentase kasus tiap jenis TB terhadap total kasus selama 3

tahun terakhir adalah 64,78% TB, 25,76 % TB anak dan 9,47% TB

HIV. Pemerintah Kota Sorong belum mempunyai kebijakan berupa

PERDA dan masih terbatasnya alokasi anggaran untuk penanganan

penyakit TB. Sedangkan fasilitas layanan kesehatan yang ada di Kota

Sorong terkait penanganan penyakit TB adalah PKM Remu, PKM

Klasaman, PKM Malanu, PKM Dum, PKM Tanjung Kasuari, PKM

Malawei, RSUD Sele Be Solu, RSAL dr Oetojo, RSAD dr Aryoko,

dan RS Pertamina. Untuk penangan penyakit TB jenis TB MDR

belum bisa di fasilitas layanan tadi, dan mulai tahun 2014 baru bisa

(66)

PENUTUP

a.

Profil Kota Sorong dikaitkan dengan penanganan kasus TB

Penduduk Kota Sorong yang rentan terhadap penyakit TB adalah

sebesar 64,8 % dengan tingkat kerawanan terhadap penyakit akibat

kepadatan penduduk adalah terletak pada Distrik Sorong Utara, Distrik

Sorong dan Distrik Sorong Manoi. Ada pengurangan tingkat

kemiskinan dari tahun 2009 ke tahun 2011, akan tetapi terjadi lonjatan

tingkat kemiskinan pada tahun 2012, dari 3,44 % menjadi 23,99%. Jika

dihubungkan dengan faktor resiko terhadap penyakit TB, maka tren

angka kemiskinan ini juga akan meningkatkan faktor resiko tersebut.

Angka tingkat kemiskinan ini juga mempunyai korelasi terhadap

tingkat pengangguran di Kota Sorong tahun 2012 yang ada pada

(67)

PENUTUP

1. Hasil analisa akar masalah terkait penanganan TB di Kota Sorong adalah : a. Penyebab langsung (direct case) = Kurangnya kegiatan sosialisasi

bagi masyarakat dan survey penderita TB

b. Penyebab tidak langsung (indirect case) = Belum adanya dukungan kebijakan dan anggaran yang cukup untuk program penanganan penyakit TB di Kota Sorong

(68)

PENUTUP

1. Rekomendasi untuk rencana advokasi adalah : a. Pencegahan Penyakit TB :

Dinas Kesehatan meningkatkan Sosialisasi / Promosi Kesehatan

tentang TB melalui :

o kerjasama dengan sekolah / perguruan tinggi untuk

memasukkan dalam kegiatan rutin di awal tahun ajaran

baru

o menambah volume poster penjelasan terkait penyakit TB

yang dipasang pada ruang publik maupun di areal rumah

sakit, puskesmas maupun tempat layanan kesehatan lainnya

o Mengoptimalkan sosialisasi melalui Media Cetak dan

Elektronik yang ada di Kota Sorong

 Dinas Kesehatan meningkatkan kegiatan survey aktif untuk penemuan kasus baru penderita TB dengan model active case

finding melalui pengotimalan fungsi kader TB mandiri di tiap

RT/RW, Kelurahan dan distrik (keluarga penderita, mantan

penderita dan kader TB pada LSM terkait)

Mengoptimalkan program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil

(69)

PENUTUP

a. Penanganan Penyakit TB :

 Mensinergikan program TB dan program HIV/AIDS dalam program prioritas Pencegahan & Penanggulangan Penyakit

Menular yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Sorong.

 Menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah yang mempunyai pasien rujukan ke RSUD Kota Sorong dalam hal pengawasan

minum obat (PMO), salah satunya dengan melatih kader mandiri di

setiap wilayah kerja Puskesmas terdekat. Salah satu unsur yang

bisa dijadikan kader mandiri adalah keluarga penderita atau mantan

penderita TB. Pembiayaan untuk kader mandiri bisa dianggarkan

dari kabupaten/daerah asal pasien.

 Meningkatkan anggaran program penanganan penyakit TB dalam penganggaran bidang kesehatan Pemerintah Kota Sorong

 Mendorong Dinas Kesehatan Kota Sorong untuk melakukan pembahasan dengan Walikota, DPRD dan BAPPEDA agar

program penanganan penyakit TB menjadi salah satu program

(70)

1. _______, Balitbang Kemenkes RI, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS)

Tahun 2013.

2. _______, BPS Kota Sorong , Kota Sorong Dalam Angka 2010. 3. _______, BPS Kota Sorong , Kota Sorong Dalam Angka 2012.

4. _______, BPS Kota Sorong , Statistik Keuangan Kota Sorong 2012. 5. _______, BPS Kota Sorong , Kota Sorong Dalam Angka 2013.

6. _______, BPS Kota Sorong , Statistik Keuangan Kota Sorong 2013.

7. _______, Dinas Kesehatan Propinsi Papua Barat, Upaya Pengendalian

TB-HIV/AIDS di Propinsi Papua Barat. (Disampaikan pada: Pertemuan Rapat Koodinasi Persiapan Program Community TB Care Aisyiyah Round – 10 di Papua Barat - Manokwari, 23 September 2013 )

8. _______, Dinas Kesehatan Kota Sorong, Bahan Sosilisasi TB di Universitas

Muhammadiyah Sorong. (Disampaikan pada: Sosialisasi Bahaya TB-HIV/AIDS di UM Sorong, 06 Juni 2014 )

9. _______, Ditjen PP dan PL Kemenkes RI 2013, Profil Pengendalian

Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2012

10. _______, Ditjen PP dan PL Kemenkes RI 2013, Warta Tuberkulosis

Indonesia Volume 25 – Oktober 2013

11. Elly S. Murti dkk. Efektifitas Promosi Kesehatan dengan Peer Education

Pada Kelompok Dasawisma dalam upaya Penemuan Penderita TB Paru. Berita Kedokteran Masyarakat Vol 22 No 3, Sept. 2006

12. Emma Malaseme, Pengaruh Pemberian Penyuluhan Pada Penderita

Suspek Tuberkulosis Paru Terhadap Hasil Pemeriksaan Sputum Basil Tahan Asam (BTA) Di RSUD. Sele Be Solu Kota Sorong Provinsi Papua Barat

13. _______, LSM Clinton Health Access Initiative (CHAI) Sorong, Info Dasar

HIV&TB di Sosialisasi TB UM Sorong. (Disampaikan pada: Sosialisasi Bahaya TB-HIV/AIDS di UM Sorong, 06 Juni 2014 )

14. Oktovianus Lopulalan. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan

Kejadian Drop Out Penderita TB Paru di Puskesmas Kota Sorong Tahun 2011. Program Pascasarjana Magister Ilmu

Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 2012.

15. _______, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PTTI),

Jurnal Tuberkulosis Indonesia Vol. 8 - Maret 2012.

16. _______, Pemerintah Kota Sorong , Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sorong 2013-2017

17. _______, Pemerintah Kota Sorong , Rencana pembangunan Jangka

Panjang Daerah (RPJP) Kota Sorong 2005-2024

18. _______, Pusdatin Kemenkes RI, Ringkasan Eksekutif Data dan Informasi

Kesehatan Propinsi Papua Barat Tahun 2012.

19. _______, Pusdatin Kemenkes RI, Ringkasan Eksekutif Data dan Informasi

Kesehatan Propinsi Papua Barat Tahun 2013.

Gambar

Tabel Jumlah Penduduk per distrik di Kota Sorong Tahun 2011-2012
Tabel Rekapitulasi Jumlah Penduduk di Kota Sorong Tahun 2008-2012
Tabel Tren PDRB Kota Sorong
Tabel Gambaran Umum Kondisi Pendidikan di Kota Sorong Thn 2008-2012
+3

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian Rachmawati (2010) dengan judul Pengaruh Dukungan Sosial dan Pengetahuan tentang Penyakit TB terhadap tindakan penyembuhan Penderita Tuberkulosis Paru yang Berobat

Manifestasi klinis setelah infeksi bakteri TB mungkin dipengaruhi oleh umur, banyaknya penyakit penyerta kronik yang diderita, jenis kelamin, hingga lama

Jika pemenuhan akan kebutuhan nutrisi kurang, maka tidak menutup kemungkinan berbagai macam pe- nyakit menyerang tubuh seseorang, salah satunya adalah penyakit TB, oleh

Analisis regression logistic respon psikologi dan dukungan keluarga pasien TB di Balai Pengobatan Penyakit Paru – paru BP4 Unit Minggiran Yogyakarta April 2009 n=40 Analisis regresi