LAPORAN HASIL PENELITIAN
ANALISA SITUASI
TUBERKULOSIS KOTA SORONG
Kerjasama antara
LPPM Universitas Muhammadiyah Sorong
Dengan
Pimpinan Pusat
‘
Aisyiyah
Tim Penyusun :
Penanggung Jawab : Irman Amri, ST., MT.
(Ketua LPPM)
Peneliti :
1. Hendrik Pristianto, ST., MT.
2. Drs. H. Yahya Pawennei, MM.
3. Muzna A.A. Gafur, SP., Msi.
LATAR BELAKANG
Berdasarkan dengan Surat Perjanjian Kerjasama
Nomor V-34/PR-
„
Aisyiyah/V/2014, tim analisa
situasi kebijakan dari Lembaga Penelitian dan
Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas
TUJUAN
Tujuan dari kegiatan
“
Analisa Situasi Kebijakan
Tuberkulosis
”
ini adalah untuk menghasilkan dokumen
Analisa-Situasi yang berisi :
1. Data Situasi tuberkulosis, termasuk Kebijakan,
Anggaran, dan layanan kesehatan TB, TB HIV dan TB
MDR di daerah kerja Analisa-Situasi
2. Analisa atas situasi ini yaitu Analisa akar masalah/
Root Cause Analysis
(RCA)
PROSES PENYUSUNAN
Tahapan kegiatan
“
Analisa Situasi Kebijakan
Tuberkulosis
”
ini adalah :
1. Tahap Assesment, yaitu tahapan pengumpulan dan
analisa data sekunder
2. Tahap Analysis, yaitu tahapan pengumpulan dan
analisa data lapangan
No. Distrik Luas Area
(km2)
Rasio Terhadap Total
(%)
1. Sorong Barat 254,15 23,00
2. Sorong Timur 158,22 14,32
3. Sorong 126,85 11,48
4. Sorong Kepulauan 200,10 18,11
5. Sorong Utara 229,71 20,79
6. Sorong Manoi 135,97 12,30
Total 1.105,00 100,00
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (WILAYAH)
Sumber : Kota Sorong Dalam Angka 2013
Papua Barat = 97.024,27 km2 Atau :
Luas Kota Sorong :
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (PENDUDUK)
Kota Sorong 204,805 25.07%
Kabupaten Manokwari 201,690 24.69%
Kabupaten Sorong 75,872 9.29%
Kabupaten Fak-Fak 71,799 8.79%
Kabupaten Teluk Bintuni 56,321 6.89%
Kabupaten Kaimana 49,689 6.08%
Kabupaten Raja Ampat 45,660 5.59%
Kabupaten Sorong Selatan 40,874 5.00%
Kabupaten Maybrat 35,444 4.34%
Kabupaten Teluk Wondama 28,279 3.46%
Kabupaten Tambraw 6,544 0.80%
Total Populasi Papua Barat 816,977 100.00%
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (PENDUDUK)
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (PENDUDUK)
No Tahun Luas Area
(km2)
(jiwa / rmh tangga)
1. 2008
1.105
172.855 - 156,43
-2. 2009 182.737 37.510 165,37 4,87
3. 2010 190.625 42.375 172,51 4,50
4. 2011 199.255 54.862 180,32 3,63
5. 2012 208.292 58.058 189,00 3,59
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (PENDUDUK)
Tahun
Angkatan Kerja (15 tahun ke atas)
% Bekerja
% Tingkat
Penganguran
Bekerja
Pengangguran
Terbuka
Tabel Perbandingan Jumlah Penduduk Usia Kerja
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (EKONOMI)
No
Lapangan
Usaha
PDRB (%)
2008
2009
2010
2011
2012
1.
Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan
Perikanan
8.
Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan
5,66
7,32
8,49
8,73
8,33
9.
Jasa Lainnya
10,82
9,96
9,25
8,94
8,39
Total
100
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (EKONOMI)
No Lapangan
Usaha
PDRB (%)
2008 2009 2010 2011 2012
1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 8. Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan
5,66 7,32 8,49 8,73 8,33
9. Jasa Lainnya 10,82 9,96 9,25 8,94 8,39
Total 100
Tabel Tren PDRB Kota Sorong
Sesuai dengan kondisi dan karakteristiknya, Kota Sorong adalah salah satu daerah yang kurang mempunyai kekayaan sumber daya alam, maka arah pembangunan tahun 2013-2017 memprioritaskan pada sektor jasa dan perdagangan sebagai sektor unggulan (RPJMD Kota Sorong 2013-2017). Dari kontribusinya terhadap PDRB Kota Sorong,
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (EKONOMI)
Tabel Gambaran Umum Kondisi Pendidikan di Kota Sorong Thn 2008-2012
Tahun Rekapitulasi JumlahUnit
Pendidikan
Guru Dosen Peserta Didik
2008 174 2322 489 52446
2009 188 2336 621 56271
2010 193 2430 594 52657
2011 196 2315 699 59815
2012 195 2517 717 63790
Tahun Masalah Sosial (KK)
Perumahan dan
Alam Keluarga Miskin
2008 2680 0 0 3440
2009 1835 0 1296 3472
2010 tidak tercatat 0 277 3058
2011 1890 0 1801 1890
2012 13930 0 383 13930
Tabel Banyaknya Keluarga / Masyarakat
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Sorong
Tabel Banyaknya Tenaga Kesehatan di Kota Sorong Thn 2008-2012
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (KESEHATAN)
Tahun
Dokter
Paramedis
Non
Medis
Jumlah
Tenaga
Kesehatan
Perawat
Non Perawat
2008
13
145
23
4
185
2009
111
391
53
*
562
2010
80
589
103
136
908
2011
84
499
157
137
872
Rasio Dokter Umum per 100.000 penduduk Di Kota Sorong pada Tahun 2012
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (KESEHATAN)
Rasio Puskesmas Umum per 100.000 penduduk Di Kota Sorong pada Tahun 2012
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (KESEHATAN)
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)
Sumber : Pusdatin Kemenkes, 2013
Menurut
Riskesdas 2013
, prevalensi penduduk Indonesia yang didiagnosis TB oleh tenaga
kesehatan tahun 2007 dan 2013 tidak berbeda (0,4%). Lima provinsi dengan TB tertinggi adalah Jawa
Barat, Papua, DKI Jakarta, Gorontalo, Banten, dan Papua Barat. Penduduk yang didiagnosis TB oleh
tenaga kesehatan, 44,4 % diobati dengan obat program.
Berdasarkan karakteristik penduduk,
prevalensi TB paru cenderung meningkat dengan bertambahnya umur, pada pendidikan rendah,
dan tidak bekerja.
Menurut Laporan Rutin Program Kemenkes, di Propinsi Papua Barat
angka penemuan kasus baru TB
Paru tahun 2007 (44,9%) dan tahun 2010 (39,9%).
Sedangkan
angka kesembuhan pengobatan TB
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)
(RS Rujukan kasus TB MDR Kota Sorong)Sudah dilengkapi dengan alat GENEXPERT
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)
Unit Kerja
Dokter
Perawat
Analis
PKM. Remu
1
2
3
PKM. Malawei
1
2
1
PKM. Dum
1
1
1
PKM. Tj.Kasuari
2
2
0
PKM. Klasaman
1
1
2
PKM. Malanu
2
1
2
RS.Sele Be Solu
3
2
2
RS.Pertamina
1
1
1
RS.Dr.Aryoko
1
1
1
BP.Santa Maria
1
1
0
BP.Bintang.Timur
2
1
1
Jumlah
16
15
14
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)
GAMBARAN UMUM KOTA SORONG (penanganan TB)
Temuan / Fakta :
Kebijakan penanganan TB di Kota Sorong
Menurut kepala seksi pemberantasan penyakit menular Dinas Kesehatan Kota Sorong, disebutkan bahwa belum ada produk PERDA di Kota Sorong yang khusu s mengatur penanganan kasus TB, akan tetapi masih menggunakan :
1. SK Menkes RI No 364/MENKES/SK/V/2009 tanggal 13 Mei 2009 tentang Pedoman Penanggulangan TB di Indonesia
2. Permenkes RI No 13/2013 tanggal 01 Februari 2013 tentang Pedoman Manajemen Terpadu Pengendalian TB Resisten Obat
Hal ini dikarenakan, keberadaan SK dan peraturan Menteri tersebut di atas sudah dirasa cukup oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Sorong untuk memberi arahan bagi pelaksanaan penanganan penyakit TB di Kota Sorong.
Kebijakan penanganan TB di Kota Sorong
Dari dokumen kebijakan Pemda Kota Sorong di atas (RPJP dan RPJMD), dapat ditarik keterkaitannya dengan program penanganan penyakit TB di Kota Sorong, yaitu :
1. Salah satu prioritas kebijakan daerah adalah peningkatan pelayanan
kesehatan yaitu peningkatan mutu pelayanan, peningkatan status gizi
masyarakat, peningkatan penyuluhan dan pembinaan kesehatan masyarakat, dan penyediaan sarana prasarana RSUD yang representatif.
2. Dari isu-isu strategis yang terkait dengan penanganan sektor kesehatan , semuanya dapat dikaitkan dengan program penanganan penyakit TB. Oleh karena itu, harus ada sinergi antara bidang kesehatan dengan bidang lingkungan hidup, pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan, KB, dan bidang sosial.
3. Dalam visi Kota Sorong terdapat keinginan yang kuat dari Pemda Kota Sorong untuk membebaskan masyarakatnya dari belenggu Kebodohan, Kemiskinan, Keterbelakangan & Kesehatan yang rendah (K4). Belenggu K4 tersebut juga adalah faktor pemicu penyebaran penyakit TB.
4. Salah satu misi Pemda Kota Sorong adalah meningkatnya pengembangan sosial dan kesehatan masyarakat, dan misi tersebut didukung oleh arah kebijakan yaitu dengan peningkatan dan pemantapan sarana prasarana kesehatan masyarakat. 5. Visi-misi dan arah kebijakan Pemda Kota Sorong didukung oleh visi -misi dan
arah kebijakan SKPD terkait (Dinas Kesehatan Kota Sorong)
6. Dalam strategi pembangunan Pemda Kota Sorong, terdapat keterkaitan : a. dengan penanganan penyakit TB HIV/AIDS
Profil Anggaran terkait PenangananTB di Kota Sorong
Jenis Belanja Tahun Anggaran
2010 2011 2012 Perbandingan Realisasi Belanja Sektor Kesehatan Dengan Sektor Lain yang Menjadi Program
Profil Anggaran terkait PenangananTB di Kota Sorong
Rancangan Alokasi Anggaran Bidang Kesehatan dalam Kerangka Pendanaan Alokasi Kapasitas Riil Keuangan Daerah Kota Sorong Tahun Anggaran 2013-2017
Rp % Rp % Rp % Rp % Rp %
1 Peningkatan Infrastruktur Dasar dan Utilitas Perkotaan
115.489.477.078,50 44,30 121.263.950.932,43 44,30 127.327.148.479,05 44,30 133.693.505.903,00 44,30 140.378.181.198,15 44,30
2 Peningkatan Kesehatan Masyarakat dan
5 Peningkatan Pelayanan Publik
2013 2014 2015 2016 2017
Profil Anggaran terkait PenangananTB di Kota Sorong
Penggunaan Dana Otonomi Khusus Propinsi Papua Barat di Kota SorongBidang Kesehatan :
Kegiatan Pengadaan dan Peningkatan Prasarana Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan
Jenis Kegiatan (Kebijakan Alokasi)
Jumlah Dana Per Tahun 2009
(Rp) *
2010 (Rp) **
1. Insentif petugas kesehatan 2. Pengadaan Obat-Obatan 3. Penanggulangan HIV/AIDS :
- Pengadaan Reagensia utk Pemeriksaan HIV
- Bantuan kpd Yayasan Sosial Agustinus (YSA) utk penanggulangan AIDS
- Penyuluhan HIV/AIDS
- Bantuan utk KPA Kota Sorong 4. Kegiatan P2M (Immunisasi, TB,
Paru, P2Kusta)
5. Peningkatan SDM Kader Posyandu, Lansia, Sarana dan Prasarana Lansia, Pel Kes Lansia
6. Perbaikan Gizi dan Pengadaan Vit A 7. Penyuluhan Promosi Kesehatan 8. Peningkatan Kesehatan Ibu dan anak
serta SDM Bidang (magang)
9. Peningkatan SDM petugas farmasi dan Monitoring thd distribusi dan pengadaan obat
10. Peningkatan Pelayanan Perbaikan Gizi
11. Pendataan/Pengawasan Sarana Sanitasi
Profil Anggaran terkait PenangananTB di Kota Sorong
Jika merujuk pada :
1. Visi-misi dan arah kebijakan Pemda Kota Sorong yang seharusnya selaras
dengan program penanganan penyakit TB (tabel 23,24 dan 25) , dan
2. Profil alokasi anggaran kesehatan Propinsi Papua Barat dan Pemda Kota
Sorong, sebagiamana terlihat pada tabel 26-34 di atas.
maka kebijakan anggaran yang ada belum cukup menunjang kegiatan
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
Status Kesehatan Penanggulangan TB di Kota Sorong
1. Terjadi kesejangan (GAP) antara angka penemua BTA+ Baru dengan
Estimasi, dengan rata-rata tahun 2007-2012 sebesar 51,90% (Gambar 17). Ini
berarti masih banyak kasus TB yang belum teridentifikasi.
2. Peran dan konstribusi RSUD Sele Be Solu perlu dioptimalkan lagi dalam
penemuan kasus baru (CDR) TB di Kota Sorong. Sebagai rumah sakit umum
daerah milik pemerintah Kota Sorong konstribusinya hampir sama dengan
RSUD Kabupaten Sorong (BLUD) yang sampai saat ini lokasinya masih
berada di pusat wilyah Kota Sorong, yaitu rata-rata tahun 2007-2012 hanya
sekitar 24 % peran masing masing. Sedangkan kontribusi 6 Puskesmas di Kota
Sorong sudah cukup optimal, yaitu rata-rata tahun 2007-2012 sekitar 52 %
dalam penemua kasus TB (Gambar 18).
3. Dalam hal angka SR di 6 puskesmas dan rumah sakit, terlihat angka SR
puskesmas lebih besar daripada rumah sakit (Gambar 19)
4. Dalam hal kontribusi terhadap DO Rate Kota Sorong (Gambar 20), RSUD
Sele Be Solu sudah mengambil peran lebih dominan (rata-rata tahun
2007-2011 sebesar 42,63%) dibandingan dengan total 6 PKM (rata-rata sebesar
36,96%) dan rata-rata kontribusi RSUD Kabupaten Sorong sebesar 20,41%
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
Status Kesehatan Penanggulangan TB di Kota Sorong
1.
Tabel 35 jika dibandingkan dengan tabel 42 akan memperlihatkan kurangnya
koordinasi antara pihak Dinas Kesehatan Kota Sorong dan RSUD Sele Be
Solu, dalam hal data pasien TB yang meninggal pada tahun 2012. Ada
perbedaan data dari ke dua instansi pemerintah daerah Kota Sorong yang
menanggani bidang kesehatan tersebut.
2.
Kasus TB-Anak menunjukkan tren naik 13,5 % (tahun 2011 ke 2012) dan 5,13
% (tahun 2012 ke 2013) menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Sorong
(Tabel 36). Akan tetapi juga terjadi GAP data yang berasal dari Dinas
Kesehatan dan RSUD Sele Be Solu terkait kasus TB Anak. (Tabel 36 terhadap
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
Status Kesehatan Kota Sorong dilihat dari Aspek Demografi
1. Sebaran masyarakat Kota Sorong menurut struktur umur adalah 32,9% usia
muda (0-14); 64,8% pada usia 15-59; dan 2,3 % pada usia lansia (diatas 60
tahun). Menurut literature dan tren data, maka dari segi umur yang rentan
terhadap penyakit TB adalah usia dewasa / produktif secara ekonomis atau
dalam hal ini ada sekitar 64,8 % penduduk Kota Sorong yang rentan terhadap
penyakit TB.
Diperkirakan seorang pasien TB dewasa, akan kehilangan rata-rata waktu
kerjanya 3-4 bulan. Hal tersebut berakibat pada kehilangan pendapatan tahunan
rumah tangganya sekitar 20-30%. Jika dia meninggal akibat TB, maka akan
kehilangan pendapatan sekitar 15 tahun. Selain merugikan secara ekonomis, TB
juga memberikan dampak buruk lainnya secara sosial yaitu dikucilkan oleh
masyarakat. Kerugian yang diakibatkan sangat besar, bukan hanya aspek
kesehatan semata tetapi juga dari aspek sosial maupun ekonomi. Dengan demikian
TB merupakan ancaman terhadap cita-cita pembangunan meningkatkan
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
Status Kesehatan Kota Sorong dilihat dari Aspek Demografi
1. Faktor kepadatan penduduk juga menjadi pemicu kerentanan akan penyakit
TB. Tabel 3 memperlihatkan angka kepadatan penduduk Kota Sorong per
distrik, dari tabel tersebut pada tahun 2012 terlihat bahwa Distrik Sorong
Utara (213 jiwa/km2), Distrik Sorong (268 jiwa/km2), dan Distrik Sorong
Manoi (342 jiwa/km2) adalah 3 distrik yang paling padat di Kota Sorong, atau
bias dikatakan paling rentan terhadap penyebaran penyakit TB dibandingkan 3
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
Status Kesehatan Kota Sorong dilihat dari Aspek Demografi
1. Tingkat kemiskinan (Tabel 15), pada tahun 2009 terdapat 3472 keluarga miskin dari 37.510 KK penduduk (9,26 %); pada tahun 2010 terdapat 3058 keluarga miskin dari 42.375 KK penduduk (7,21 %); pada tahun 2011 terdapat 1890 keluarga miskin dari 54.862 KK penduduk (3,44 %); dan pada tahun 2012 terdapat 13930 keluarga miskin dari 58.058 KK penduduk (23,99 %). Jadi ada pengurangan tingkat kemiskinan dari tahun 2009 ke tahun 2011, akan tetapi terjadi lonjatan tingkat kemiskinan pada tahun 2012, dari 3,44 % menjadi 23,99%. Jika dihubungkan dengan faktor resiko terhadap penyakit TB, maka tren angka kemiskinan ini juga akan meningkatkan faktor resiko tersebut. Angka tingkat kemiskinan ini juga mempunyai korelasi terhadap tingkat pengangguran di Kota Sorong tahun 2012 yang ada pada kisaran 11,39% (Tabel 7). Publikasi WHO dalam rangka World TB Day 2002 yang mengambil tema Stop TB F ight P roverty menyebutkan bahwa beberapa alasan gagalnya pengobatan TB antara lain derajat kemiskinan penderita, sulitnya menjangkau fasilitas kesehatan, kurangnya petugas kesehatan, harga obat yang mahal, dan prosedur yang berbelit. Menarik jika di simak penuturan Archbishop Desmond Tutu dari Afrika Selatan bahwa "Tuberculosis is a child
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB
76.67%
Sebaran Domisili Responden sesuai Distrik
SORONG BARAT SORONG TIMUR SORONG
SORONG UTARA SORONG MANOI SORONG KEPULAUAN
0.67%
SD SLTP SLTA PT TIDAK SEKOLAH
4.67%
USAHA MANDIRI/LAIN-LAIN BELUM BEKERJA
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB
27.33%
12.67%
11.33% 48.67%
Sebaran Pendapatan Bulanan Responden
< 1JT 1JT - 2,5 JT >2,5 JT TDK/BLM PUNYA
Sumber Informasi TB bagi Responden
MEDIA CETAK MEDIA ELEKTRONIK
POSTER DI RS / PKM / PD PENYULUHAN
TEMAN / KELUARGA / TETANGGA DR BEBERAPA SUMBER
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB
88.67%
8.00% 3.33%
Pemahaman Responden Thd Penyakit TB
BISA SEMBUH TIDAK TIDAK TAHU
0%
Pemahaman Thd Penyakit TB dari sudut pandang Kemampuan Ekonomi Responden
2.67%
34.67%
47.33% 15.33%
Pemahaman Resp. Thd Penyebab TB
SANGAT PAHAM PAHAM SEBABNYA
KURANG PAHAM TIDAK TAHU
23.33%
3.33%
51.11% 22.22%
Pemahaman Resp. Thd Gejala TB
SANGAT PAHAM PAHAM GEJALANYA
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB
65.33% 14.67%
8.00% 0.67%
8.67% 2.67%
Opsi Tempat Berobat Pasien TB Menurut Resp.
Hub. Serumah antara Resp. dg Penderita TB
PENDERITA TB SERUMAH DG PENDERITA
PENDERITA TB SERUMAH DG BUKAN PENDERITA
BUKAN PENDERITA TB SERUMAH DG PENDERITA
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB
34.59%
37.59% 27.82%
Pemahaman Resp. Yg Berpendidikan Terakhir SLTA
PAHAM KURANG PAHAM TIDAK PAHAM
10.00%
29.33%
51.33%
9.33%
Kesimpulan Pemahaman Resp Thd Penyakit TB
SANGAT PAHAM PENYEBAB DAN GEJALA TB PAHAM PENYEBAB DAN GEJALA TB
KURANG PAHAM PENYEBAB DAN GEJALA TB
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB
45.45%
47.73%
6.82%
Pemahaman Resp. dr Distrik Sor.Utara
PAHAM KURANG PAHAM TIDAK PAHAM
40.00%
56.67%
3.33%
Pemahaman Resp.dr.Distrik Sor. Timur
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB
35.71%
57.14%
7.14%
Pemahaman Resp.dr Distrik Sor.Manoi
PAHAM KURANG PAHAM TIDAK PAHAM
38.46%
61.54%
0.00%
Pemahaman Resp. dr Distrik Sorong
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
ANALISA PROFIL Pemahaman Masyarakat Terhadap TB
50.00%
40.00%
10.00%
Pemahaman Resp. dr Distrik Sor. Kep
PAHAM KURANG PAHAM TIDAK PAHAM
48.00%
36.00%
16.00%
Pemahaman Resp.dr Distrik Sor. Barat
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
HASIL ANALISA TB KOTA SORONG
ANALISA
AKAR MASALAH
Tabel 57. Kesimpulan “5 Why Methode” pada tabel 56
Jenis Penyebab
Penyebab Rekomendasi / Saran Pihak terkait
Penyebab
Dinas Kesehatan melakukan Sosialisasi dan Survey penderita TB secara rutin di tiap satuan wilayah
permukiman masyarakat
Dinas Kesehatan menjalin kerjasama dengan pihak sekolah / perguruan tinggi untuk memasukkan dalam kegiatan rutin di awal tahun ajaran baru
1. Dinas Kesehatan Kota Sorong meningkatkan anggaran program penanganan penyakit TB dalam penganggaran bidang kesehatan mulai mulai pada tahun 2014
1. Walikota Kesehatan Kota Sorong untuk melakukan pembahasan dengan Walikota, DPRD,
BAPPEDA agar program penanganan penyakit TB menjadi salah satu program prioritas jangka panjang Pemerintah Kota Sorong
REKOMENDASI RENCANA ADVOKASI
1. Rencana Jangka Pendek
Sosialisasi Penyakit TB bagi masyarakat secara rutin, baik ditingkat satuan wilayah maupun bekerjasama dengan sekolah / perguruan
tinggi
Survey kasus penyakit TB secara rutin dan mengupayakan semuan pasien TB untuk test HIV
Mengoptimalkan program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya
Membuat program pencegahan TB dan HIV
Menjalin kerjasama dengan Pemda yang mempunyai pasien rujukan ke RSUD Kota Sorong dalam hal pengawasan minum obat (PMO)
Stakeholder terkait : Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kantor Distrik,
Kantor Kelurahan, Sekolah, Perguruan Tinggi dan LSM di Kota Sorong
serta Pemda Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Tambraw, dan Maybrat
Konsekuensi : Penyiapan SDM dan alokasi Anggaran
REKOMENDASI RENCANA ADVOKASI
1. Rencana Jangka Menengah meningkatkan anggaran program penanganan penyakit TB dalam penganggaran bidang kesehatan mulai mulai pada tahun 2014
Stakeholder terkait : Walikota Sorong, DPRD, BAPPEDA, Dinas
Kesehatan Kota Sorong
Konsekuensi : dukungan Anggaran dan kebijakan berupa PERDA Target Waktu Pelaksanaan : 2014-2017
1. Rencana Jangka Panjang
Mendorong Dinas Kesehatan Kota Sorong untuk melakukan pembahasan dengan Walikota, DPRD dan BAPPEDA agar program
penanganan penyakit TB menjadi salah satu program prioritas jangka
panjang Pemerintah Kota Sorong
Stakeholder terkait : Walikota Sorong, DPRD, BAPPEDA, Dinas
Kesehatan Kota Sorong
Konsekuensi : dukungan Anggaran dan kebijakan berupa PERDA
PENUTUP
1. Data situasi TB :
a. Profil TB Kota Sorong
Rerata prosentase kasus tiap jenis TB terhadap total kasus selama 3
tahun terakhir adalah 64,78% TB, 25,76 % TB anak dan 9,47% TB
HIV. Pemerintah Kota Sorong belum mempunyai kebijakan berupa
PERDA dan masih terbatasnya alokasi anggaran untuk penanganan
penyakit TB. Sedangkan fasilitas layanan kesehatan yang ada di Kota
Sorong terkait penanganan penyakit TB adalah PKM Remu, PKM
Klasaman, PKM Malanu, PKM Dum, PKM Tanjung Kasuari, PKM
Malawei, RSUD Sele Be Solu, RSAL dr Oetojo, RSAD dr Aryoko,
dan RS Pertamina. Untuk penangan penyakit TB jenis TB MDR
belum bisa di fasilitas layanan tadi, dan mulai tahun 2014 baru bisa
PENUTUP
a.
Profil Kota Sorong dikaitkan dengan penanganan kasus TB
Penduduk Kota Sorong yang rentan terhadap penyakit TB adalah
sebesar 64,8 % dengan tingkat kerawanan terhadap penyakit akibat
kepadatan penduduk adalah terletak pada Distrik Sorong Utara, Distrik
Sorong dan Distrik Sorong Manoi. Ada pengurangan tingkat
kemiskinan dari tahun 2009 ke tahun 2011, akan tetapi terjadi lonjatan
tingkat kemiskinan pada tahun 2012, dari 3,44 % menjadi 23,99%. Jika
dihubungkan dengan faktor resiko terhadap penyakit TB, maka tren
angka kemiskinan ini juga akan meningkatkan faktor resiko tersebut.
Angka tingkat kemiskinan ini juga mempunyai korelasi terhadap
tingkat pengangguran di Kota Sorong tahun 2012 yang ada pada
PENUTUP
1. Hasil analisa akar masalah terkait penanganan TB di Kota Sorong adalah : a. Penyebab langsung (direct case) = Kurangnya kegiatan sosialisasi
bagi masyarakat dan survey penderita TB
b. Penyebab tidak langsung (indirect case) = Belum adanya dukungan kebijakan dan anggaran yang cukup untuk program penanganan penyakit TB di Kota Sorong
PENUTUP
1. Rekomendasi untuk rencana advokasi adalah : a. Pencegahan Penyakit TB : Dinas Kesehatan meningkatkan Sosialisasi / Promosi Kesehatan
tentang TB melalui :
o kerjasama dengan sekolah / perguruan tinggi untuk
memasukkan dalam kegiatan rutin di awal tahun ajaran
baru
o menambah volume poster penjelasan terkait penyakit TB
yang dipasang pada ruang publik maupun di areal rumah
sakit, puskesmas maupun tempat layanan kesehatan lainnya
o Mengoptimalkan sosialisasi melalui Media Cetak dan
Elektronik yang ada di Kota Sorong
Dinas Kesehatan meningkatkan kegiatan survey aktif untuk penemuan kasus baru penderita TB dengan model active case
finding melalui pengotimalan fungsi kader TB mandiri di tiap
RT/RW, Kelurahan dan distrik (keluarga penderita, mantan
penderita dan kader TB pada LSM terkait)
Mengoptimalkan program pemberdayaan fakir miskin, komunitas adat terpencil
PENUTUP
a. Penanganan Penyakit TB : Mensinergikan program TB dan program HIV/AIDS dalam program prioritas Pencegahan & Penanggulangan Penyakit
Menular yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kota Sorong.
Menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah yang mempunyai pasien rujukan ke RSUD Kota Sorong dalam hal pengawasan
minum obat (PMO), salah satunya dengan melatih kader mandiri di
setiap wilayah kerja Puskesmas terdekat. Salah satu unsur yang
bisa dijadikan kader mandiri adalah keluarga penderita atau mantan
penderita TB. Pembiayaan untuk kader mandiri bisa dianggarkan
dari kabupaten/daerah asal pasien.
Meningkatkan anggaran program penanganan penyakit TB dalam penganggaran bidang kesehatan Pemerintah Kota Sorong
Mendorong Dinas Kesehatan Kota Sorong untuk melakukan pembahasan dengan Walikota, DPRD dan BAPPEDA agar
program penanganan penyakit TB menjadi salah satu program
1. _______, Balitbang Kemenkes RI, Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS)
Tahun 2013.
2. _______, BPS Kota Sorong , Kota Sorong Dalam Angka 2010. 3. _______, BPS Kota Sorong , Kota Sorong Dalam Angka 2012.
4. _______, BPS Kota Sorong , Statistik Keuangan Kota Sorong 2012. 5. _______, BPS Kota Sorong , Kota Sorong Dalam Angka 2013.
6. _______, BPS Kota Sorong , Statistik Keuangan Kota Sorong 2013.
7. _______, Dinas Kesehatan Propinsi Papua Barat, Upaya Pengendalian
TB-HIV/AIDS di Propinsi Papua Barat. (Disampaikan pada: Pertemuan Rapat Koodinasi Persiapan Program Community TB Care Aisyiyah Round – 10 di Papua Barat - Manokwari, 23 September 2013 )
8. _______, Dinas Kesehatan Kota Sorong, Bahan Sosilisasi TB di Universitas
Muhammadiyah Sorong. (Disampaikan pada: Sosialisasi Bahaya TB-HIV/AIDS di UM Sorong, 06 Juni 2014 )
9. _______, Ditjen PP dan PL Kemenkes RI 2013, Profil Pengendalian
Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Tahun 2012
10. _______, Ditjen PP dan PL Kemenkes RI 2013, Warta Tuberkulosis
Indonesia Volume 25 – Oktober 2013
11. Elly S. Murti dkk. Efektifitas Promosi Kesehatan dengan Peer Education
Pada Kelompok Dasawisma dalam upaya Penemuan Penderita TB Paru. Berita Kedokteran Masyarakat Vol 22 No 3, Sept. 2006
12. Emma Malaseme, Pengaruh Pemberian Penyuluhan Pada Penderita
Suspek Tuberkulosis Paru Terhadap Hasil Pemeriksaan Sputum Basil Tahan Asam (BTA) Di RSUD. Sele Be Solu Kota Sorong Provinsi Papua Barat
13. _______, LSM Clinton Health Access Initiative (CHAI) Sorong, Info Dasar
HIV&TB di Sosialisasi TB UM Sorong. (Disampaikan pada: Sosialisasi Bahaya TB-HIV/AIDS di UM Sorong, 06 Juni 2014 )
14. Oktovianus Lopulalan. Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan
Kejadian Drop Out Penderita TB Paru di Puskesmas Kota Sorong Tahun 2011. Program Pascasarjana Magister Ilmu
Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro, 2012.
15. _______, Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia (PTTI),
Jurnal Tuberkulosis Indonesia Vol. 8 - Maret 2012.
16. _______, Pemerintah Kota Sorong , Rencana Pembangunan Jangka
Menengah Daerah (RPJMD) Kota Sorong 2013-2017
17. _______, Pemerintah Kota Sorong , Rencana pembangunan Jangka
Panjang Daerah (RPJP) Kota Sorong 2005-2024
18. _______, Pusdatin Kemenkes RI, Ringkasan Eksekutif Data dan Informasi
Kesehatan Propinsi Papua Barat Tahun 2012.
19. _______, Pusdatin Kemenkes RI, Ringkasan Eksekutif Data dan Informasi
Kesehatan Propinsi Papua Barat Tahun 2013.