• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Konsentrasi Gula dan pH terhadap Mutu Nata de Yammy dari Limbah Cair Pati Bengkuang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Konsentrasi Gula dan pH terhadap Mutu Nata de Yammy dari Limbah Cair Pati Bengkuang"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pengembangan agroindustri terutama produk makanan dan minuman mempunyai prospek yang baik, dan salah satu produk makanan/minuman yang memiliki fungsi biologis baik yaitu nata. Nata berwujud lembaran berwarna putih hingga abu-abu muda dan teksturnya kenyal seperti kolang-kaling. Nata dapat dibuat dari air kelapa, limbah cair tahu, limbah tapioka, atau sari buah lainnya (nenas, melon, pisang, jeruk, jambu biji dan stroberi). Nata yang dibuat dari air kelapa umumnya disebut nata de coco.

Nata adalah biomassa yang sebagian besar terdiri dari selulosa, berbentuk menyerupai agar dan berwarna putih. Massa ini berasal dari pertumbuhan Acetobacter xylinum pada permukaan media cair yang mengandung gula dan protein (Enie, 1998). Nata berupa dietary fiber atau serat pangan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan fungsional untuk keperluan diet, memperbaiki proses pencernaan dan berfungsi untuk mengatasi masalah kelebihan kolesterol.

(2)

2

kerapatan 300 dan 900 kg m-3, kekuatan tarik tinggi, elastis dan terbiodegradasi

(Iguchi, 2000).

Pengembangan pengolahan nata dapat dilakukan menggunakan bahan baku yang relatif murah seperti limbah cair pati bengkuang. Limbah cair pati bengkuang merupakan produksi limbah yang sangat besar. Menurut Hasani dan Karuniawan (2010), rata-rata hasil panen bengkuang per tahun adalah 35 ton/hektar, maka tiap hektar per tahun akan menghasilkan pati sebanyak 600-800 kg pati, hal ini akan menghasilkan limbah cair pati yang sangat melimpah.

Bengkuang memiliki rasa yang manis karena kandungan inulin yang tergolong serat pangan (oligosakarida). Sifat prebiotik inulin sangat cocok menggantikan gula pada orang diabetes maupun yang sedang berdiet kalori rendah (Rudrappa, 2009). Hal ini telah memenuhi syarat pembuatan nata bahwa nata dapat dibuat dari cairan pengolahan yang mengandung glukosa. Bengkuang juga berfungsi sebagai antioksidan karena kandungan isoflavonnya. Isoflavon memiliki kemampuan sebagai antikanker dan menghambat pertumbuhan sel kanker payudara dan prostat, menurunkan kolesterol darah, dan dapat mencegah penyakit kardiovaskuler. Limbah cair pati bengkuang masih mengandung pati larut air sehingga senyawa antioksidan masih terkandung dalam limbah cair pati bengkuang (Song, dkk., 1998).

(3)

3

Nata pada dasarnya dapat dihasilkan dari cairan fermentasi yang mengandung gula sebagai sumber karbon, gula disintesis oleh bakteri Acetobacter xylinum manjadi nata. Jika penambahan gula kurang dari yang diharapkan maka sumber karbon tidak tersedia dalam jumlah cukup, demikian juga jika penambahan gula berlebihan menyebabkan media terlalu pekat sehingga terjadinya gangguan metabolisme bakteri, akibatnya kerja bakteri tidak optimal. Pembentukan polisakarida ekstrasellular (nata) dapat terjadi 24 jam setelah inkubasi dan meningkat dengan cepat 4 hari inkubasi, kemudian cenderung lambat pada hari berikutnya. Hal ini dikarenakan keasaman medium bertambah serta gula dalam substrat berkurang. Derajat keasaman (pH) yang baik untuk pembentukan nata adalah sekitar 4. Pada pH tersebut pertumbuhan bakteri menjadi terseleksi, yang menyebabkan Acetobacter xylinum mendapatkan nutrien dari media untuk pertumbuhannya dengan optimal karena jumlah mikroba lain semakin sedikit. Selain itu, pada pH tersebut Acetobacter xylinum unggul terhadap bakteri lain terutama bakteri pembusuk yang mengganggu pertumbuhan nata (Arviyanti dan Yulimartani, 2009).

(4)

4

Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi gula dan pH yang terbaik untuk menghasilkan nata de yammy dari limbah cair pati bengkuang dengan sifat fisik, kimia, dan organoleptik yang terbaik dan disukai konsumen.

Kegunaan Penelitian

Penelitian ini berguna untuk mendapatkan data dalam penyusunan skripsi sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan gelar Sarjana Teknologi Pangan di Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan. Sebagai salah satu sumber informasi dalam pembuatan nata de yammy dengan konsentrasi gula dan pH yang terbaik serta sebagai bahan rujukan bagi penelitian selanjutnya.

Hipotesis Penelitian

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi gula dan pengenceran medium fermentasi mempengaruhi perbedaan kualitas nata de carrot, yang meliputi kadar serat, berat

KUALITAS NATA DE CASSAVA LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN PENAMBAHAN GULA PASIR DAN LAMA.. FERMENTASI

Hasil penelitian mengenai efektivitas penambahan gula terhadap kualitas nata de cassava dari limbah cair tapioka dapat digunakan sebagai salah satu bahan ajar berupa Modul

Ketebalan lapisan nata yang dihasilkan dengan penambahan gula pasir pada berbagai konsentrasi ditampilkan pada Gambar 1, sedangkan rendemen Nata de coco

Semakin lama fermentasi akan semakin tebal lembaran nata karena bahan baku yang digunakan dari limbah cair tepung kasava Bimo masih mengandung pati lebih banyak dibanding limbah

Hasil sidik ragam ketebalan nata de soya menunjukkan bahwa konsentrasi gula (G), konsentrasi amonium sulfat (S) berpengaruh sangat nyata (P≤0,01) dan interaksi antara

Dalam penelitian ini dilakukan variasi penambahan ekstrak kulit nanas kedalam Nata de Soya, selain dari penambahan ekstrak kulit nanas, dengan adanya penambahan gula

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nata de purple sweet potato yang memenuhi standar diperoleh pada perlakuan F1 dengan variabel manipulasi 600 gram gula dan pH 4, nata yang