1
ABSTRAK
MEMBANGUN BISNIS KEMEJA FLANEL BERDASARKAN PRINSIP KEWIRAUSAHAAN
Oleh :
10114072 – Ahmad Fauzi
Pengusaha adalah seseorang yang melakukan suatu usaha, baik itu dalam bentuk apapun. Saat ini banyak seorang pengusaha yang berkecimpung di berbagai bidang salah satunya adalah bidang fashion. Banyak sekali berbagai macam barang atau produk yang termasuk kedalam bidang fashion ini, salah satunya adalah Kemeja Flanel. Banyak pengusaha yang gagal dalam menjalankan bisnisnya karena berbagai macam masalah. Masalah ini dapat dibagi dua yaitu, masalah internal atau masalah external. Masalah internal adalah masalah – masalah yang timbul dari pelaku usaha tersebut atau dari suatu organisasi. Masalah ini merupakan aspek yang paling utama dalam kegagalan suatu bisnis. Beberapa masalah internal antara lain tidak tepatnya segmentasi pasar yang diterapkan dalam berbisnis, kurangnya pemahaman dalam strategi pemasaran atau strategi untuk mendapatkan konsumen sebanyak banyaknya, kurang memperhatikan risiko yang nantinya akan dihadapi dan cara penyelesaiannya. untuk memulai bisnis kemeja flanel hal yang pertama kali dilakukan adalah menyusun rencana bisnis termasuk didalamnya yaitu mengindentifikasi kemungkinan masalah yang muncul serta cara mengatasinya. Selanjutnya adalah menyiapkan modal untuk produksi barang kemudian melakukan pengamatan atau analisis terhadap kondisi pasar saat ini karena ini merupakan langkah yang sangat penting. Setelah itu dilanjutkan ketahap produksi produk. Ini mencangkup merancang / mendesingn produk memilih bahan yang tepat untuk produk yang tentunya sesuai dengan modal. Selanjutnya proses pemasaran yang meliputi penentuan harga, promosi produk, dan distribusi produk dengan memperhatikan faktor internal maupun external.
2
DAFTAR ISI
ABSTRAK ... 1
DAFTAR ISI ... 2
BAB I PENDAHULUAN ... 4
1.1. Latar Belakang Masalah ... 4
1.2. Rumusan Masalah ... 5
1.3. Manfaat ... 5
BAB II LANDASAN TEORI ... 6
2.1. Pengertian Pengusaha ... 6
2.2. Ciri dan Sifat Pengusaha / Entrepreneur ... 6
2.3. Sikap Entrepreneur... 7
2.4. Kemampuan Entrepreneur... 8
2.5. Pengertian Bisnis ... 9
2.6. Ide Bisnis ... 9
2.7. Peluang Bisnis ... 10
2.8. Menyusun Rencana Bisnis ... 10
2.9. Yang Harus Diperhatikan Dalam Bisnis ... 11
2.10. Menetapkan Sasaran Bisnis ... 12
2.11. Merumuskan Strategi Bisnis ... 14
2.12. Pengertian Pemasaran ... 15
BAB III PROSES DAN HASIL ... 15
3
3.2. Strategi Pemasaran Kemeja Flanel ... 21
3.3. Masalah – Masalah yang Muncul dan Cara Mengatasinya ... 24
BAB IV KESIMPULAN ... 26
4.1. Kesimpulan ... 26
4
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pengusaha adalah seseorang yang melakukan suatu usaha, baik itu dalam bentuk apapun. Banyak sifat yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha, salah satunya adalah mempunyai keyakinan yang kuat, Maksudnya seorang pengusaha / entrepreneur harus yakin terhadap bisnis apa yang akan dijalankan dan diiringi dengan mempunyai sifat pantang menyerah.
Saat ini banyak seorang pengusaha yang berkecimpung di berbagai bidang salah satunya adalah bidang fashion. Banyak sekali berbagai macam barang atau produk yang termasuk kedalam bidang fashion ini, salah satunya adalah Kemeja Flanel. Kemeja Flanel adalah kemeja yang terbuat dari bahan wol. Sangat cocok untuk dipakai dalam situasi apapun dan dikombinasikan dengan pakaian yang lain. Kemeja Flanel ini merupakan salah satu gaya penampilan yang tidak pernah usang dan banyak digemari oleh berbagai kalangan salah satunya adalah kalangan para remaja, Oleh karena itu sangat cocok untuk dijadikan sebagai bidang bisnis karena mempunyai prospek yang menjanjikan.
5
memulai bisnis ini bisa mempunyai pengetahuan yang lebih tentang bagimana cara membangun suatu bisnis sehingga hasilnya sesuai dengan harapan.
1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka didapat suatu masalah – masalah yang muncul, yaitu :
1. Bagaimana memulai bisnis Kemeja Flanel ini ?
2. Bagaimana strategi pemasaran yang diterapkan dalam menjalankan bisnis Kemeja Flanel ?
3. Apasaja masalah – masalah yang muncul dalam menjalankan bisnis kemeja flanel ini dan bagaimana cara mengatasinya ?
1.3. Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan karya tulis ilmah ini yaitu :
- Untuk mengetahui bagaimana cara membagun suatu bisnis kemeja flanel
- Mengetahui masalah - masalah apa yang muncul pada saat menjalankan bisnis kemeja flanel
6
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Pengertian Pengusaha
Pengusaha adalah orang yang dapat dikategorikan sebagai Wiraswasta atau Wirausaha (teori ekonomi modern). Bila usahanya stagnan atau tidak berekembang maka pengusaha tersebut disebut sebagai Wiraswasta sedangkan bila usahanya tumbuh, berkembang dan maju maka pengusaha tersebut disebut sebagai Wirausaha. (Soegoto, 2009, hal. 26)
2.2. Ciri dan Sifat Pengusaha / Entrepreneur
(Soegoto, 2009, hal. 28) Ciri dan sifat seorang Entrepreneur ditunjukan pada table berikut :
Ciri Sifat
1. Percaya Diri Keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme 2. Berorientasi tugas dan
hasil
Kebutuhan akan prestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekat yang kuat, suka bekerja keras, energik, dan memiliki inisiatif
3. Pengambil Risiko Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
4. Kepemimpinan Berjiwa pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran atau kritik yang membangun
5. Keorsinilan Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serbabisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas
6. Berorientasi ke masa
depan
Persepsi dan memiliki cara pandang/cara piker yang berorientasi ke masa depan
7 2.3. Sikap Entrepreneur
(Soegoto, 2009, hal. 30-31)Sikap yang harus dimiliki seorang entrepreneur dalam membangun dan mengembangkan usaha adalah :
1. Disiplin
Disiplin atas ketepatan waktu, kualitas pekerjaan, system kerja, kesepakatan yang dibuat dan taat azas.
2. Komitmen Tinggi
Memiliki komitmen yang tinggi, jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan) atas kesepakatan yang telah dibuat dengan seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain. Jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan).
Komitmen terhadap konsumen adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan dan problem solving bagi masalah konsumen sehingga kepercayaan konsumen akan berimbas pada pembelian yang terus meningkat sehingga profit perusahaan meningkat.
3. Jujur
Wirausahawan harus menjunjung tinggi kejujuran dalam melakukan kegiatan usahanya sehingga akan mendapatkan konsumen actual dan potensial, baik jangka pendek maupun jangka yang panjang.
4. Kreatif dan Inovatif
Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi. Daya kreativitas tersebut sebaiknya adalah dilandasi oleh cara berfikir yang maju, penuh dengan gagasan – gagasan baru yang berbeda dengan produk – prooduk yang telah ada selama ini di pasar.
8
terobosan baru dalam dunia usaha awalnya dilandasi oleh gagasan – gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.
Gagasan – gagasan yang genius umunya membutuhkan daya inovasi yang tinggi dari wirausahawan yang bersangkutan. Kreativitas yang tinggi tetap membutuhkan sentuhan inovasi agar laku dipasar.
Inovasi yang dibutuhkan adalah kemampuan wirausahawan dalam menambahkan niai guna/nilai manfaat terhadap suatu produk dan menjaga mutu produk dengan
e perhatika arket orie ted atau apa ya g seda g laku dipasara .
5. Mandiri
Seorang Entrepreneur harus memiliki sikap mandiri dalam mengelola usahanya, yakni tidak bergantung pihak lain dalam mengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan usahanya.
6. Realistis
Penetapan keputusan bisnis harus realistis, objektif dan rasional dengan melihat fakta/realitas di lapangan dan menyeleksi masukan atau saran dari luar.
2.4. Kemampuan Entrepreneur
(Soegoto, 2009, hal. 32) Seorang Entrepreneur harus memiliki kemampuan :
1. Self Knowledge, yaitu memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan atau ditekuni.
2. Imagination, yaitu memiliki imajinasi, ide, dan perspektif serta tidak mengandalkan sukses masa lalu.
3. Practical Knowledge, yaitu memiliki pengetahuan praktis misalnya pengetahuan teknik, desain, processing, pembukuan, administrasi, dan pemasaran.
9
6. Computation Skill, yaitu kemampuan berhitung dan kemampuan memprediksi keadaan
masa yang akan datang.
7. Communication Skill, yaitu kemampuan untuk berkominkasi, bergaul, dan berhubungan
dengan orang lain.
2.5. Pengertian Bisnis
(Soegoto, 2009, hal. 40) mendefinisikan bahwa Bisnis adalah aktivitas yang dilakukan oleh sesorang atau sekelompok orang atau nama perusahaan dalam bentuk jasa atau barang untuk memperoleh laba.
2.6. Ide Bisnis
(Soegoto, 2009, hal. 96-97) Membangun suatu usaha atau bisnis dimulai dari pemikiran atau ide tentang bagaimana, apa, di mana dan cara memulai bisnis tersebut. Suatu bisnis dimulai munculnya ide-ide cemerlang dalam benak sesorang tentang keinginan membangun usaha dan harapan akan keberhasil usaha tersebut. Betuk ide tentang suatu bisnis akan berbeda-beda pada setiap orang, sesuai karakter, pengalaman, keahilan, pengaruh lingkungan atau sense yang dimiliki masing-masing orang.
10 2.7. Peluang Bisnis
(Soegoto, 2009, hal. 98-102) Titik fokus pertama dalam Entrepreneruship adalah apakah sesorang melihat adanya peluang bisnis di sekitarnya atau tidak. Peluang bisnis merupakan situasi yang memungkinkan terciptanya kerangka berpikir baru dalam rangka mengkreasi dan mengkombinasikan sumber daya untuk menghasilkan profit. Peluang bisnis merupakan kesempatan bagi seseorang untuk membuka usaha sesuai keinginan, kemampuan, kekuatan, atau pengalaman yang dimiliki.
11 1. Menetapkan Tujuan dan Sasaran
Yakni penjabaran atas tujuan usaha, strategi yang dipakai, implementasi dilapangan dan sasaran yang diharapkan dari usaha tersebut.
2. Peramalan Penjualan
Yaitu memperkirakan seberapa besar produk yang akan laku terjual, jumlah persediaan barang digudang, luas ruang usaha yang akan dipakai dan tenaga kerja yang dibutuhkan.
3. Rencana Keuangan
Yakni, perencanaan modal awal yang dibutuhkan, dana cadangan yang tersedia, titik pokok (break even point), neraca keuangan serta aliran kas. (Soegoto, 2009, hal. 114)
2.9. Yang Harus Diperhatikan Dalam Bisnis
(Soegoto, 2009, hal. 115-116) Agar usaha baru yang kita bangun berhasil, faktor - faktor yang perlu diperhatikan adalah :
1. Tekad Kuat, Kerja Keras, dan Dedikasi
Kita harus memiliki tekad yang kuat bahwa usaha yang kita bangun akan berhasil. Dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi atas usaha yang kita bangun. Kita akan dapat mengatasi kendala, melalui rintangan bahkan meminimalkan faktor-faktor penghambat usaha.
2. Kompetensi Manajerial
Kompetensi menajerial harus kita miliki dengan mengikuti kursus, pelatihan, seminar, lokakarya dan belajar dari yang sudah ahli atau berpengalaman di bidang usaha ini.
3. Permintaan Pasar
12 4. Kontrol yang Ketat
Jangan pernah memberi celah terjadinya penyimpangan dalam usaha anda karena lama-kelamaan akan membesar dan merusak sistem. Ekonomi yang ketat juga dibutuhkan agar keberlangsungan bisnis tetap terjaga
5. Beri Perhatian
Kita harus memberi perhatian pada semua tingkatan atau struktur yang ada dalam perusahaan agar semangat kerja karyawan tetap terjaga dan sesuai yang diharapkan.
2.10. Menetapkan Sasaran Bisnis
(Soegoto, 2009, hal. 136-138) Dalam melaksanakan bisnisnya, setiap perusahaan harus menetapkan sasaran bisnis sebagai target kinerja yang ingin dicapai sekaligus untuk mengukur keberhasilan atau kegagalan program kerja yang telah ditetapkan.
Untuk perusahaan baru, sasarannya lebih ditujukan pada pengenalan produk dan untuk mendapatkan pelanggan sebanyak mungkin. Sementara untuk perusahaan yang telah dikenal masyarakat, sasarannya umumnya pada pertumbuhan peningkatan pengapatan perusahaan. Dalam menetapkan sasaran bisnisnya, Top manajemen setiap perusahaan harus merumuskannya melalu rapat pimpinan. Melalui rapat pimpinan, garis besar sasaran bisnis ditetapkan untuk selanjutnya dijabarkan dan dilaksanakan oleh Middle Management. Sasaran bisnis yang telah dijabarkan di tingkat manajemen menengah kemudian dilaksanakan oleh Lowe Management sesuai bagian dan bidang tugas masing – masing untuk berinteraksi dengan konsumen.
Tujuan Penetapan Sasaran Bisnis
1. Memberi arah dan panduan bagi para manajer pelaksana
13 2. Alokasi Sumber daya
Sumber daya yang ada diproritaskan penggunaanya pada pengadaan sasaran dan prasarana yang mendukung tercapainya sasaran perusahaan.
3. Membangun budaya perusahaan
Dalam mencapai sasaran bisnis perlu dibangun budaya perusahaan untuk menjadi terbaik melalui pemberian penghargaan atas suatu keberhasilan dan tidak menolerir suatu kegagalan.
4. Membantu manajer menilai kinerja
Kinerja manajerial suatu bagian dinilai dari tercapai tidaknya saran yang ingin dicapai.
Target Sasaran Bisnis
Setiap perusahaan memiliki target sasaran bisnis yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu, yakni
Sasaran jangka pendek ( 1 tahun pertama )
Sasaran jangka pendek umumnya dilakukan dalam 1 tahun pertama. Sasaran utama jangka pendek adalah menetapkan : Lokasi, Jenis produk, Rekrutmen Tenaga Kerja, Membangun Sistem Organisasi, Pengenalan Produk atau Jasa ke Konsumen atau Pasar, Mendapatkan Konsumen atau Pelanggan Baru.
Sasaran jangka menenah ( tahun ke-2 hingga tahun ke-5)
14
Sasaran jangka panjang
Ditujukan untuk sasaran jangka dalam waktu lebih dari 5 tahun kedepan. Sasaran jangka panjang terutama ditujukan untuk melakukan : Membagun Keunggulan, Bersaing, Stabilitasi Usaha, Pengembangan Lanjut, dan Melakukan Ekspansi Global (keluar wilayah atau keluar negeri).
2.11. Merumuskan Strategi Bisnis
(Soegoto, 2009, hal. 138-139) Merumuskan strategi bisnis berarti menciptakan program yang luas dari aspek praktis dalam menetapkan sasaran, menetapkan jadwal dan memilih taktik, yang menggambarkan maksud organisasi.
Perumusan strategi dilakukan baik oleh manajemen puncak maupun melibatkan seluruh anggota organisasi. Stategi bisnis berisi garis besar bagaimana bisnis mencapai tujuannya dan bagaimana bisnis merespons tantangan dan kebutuhan baru, Strategi bisnis yang dirumuskan dengan baik penting bagi keberhasilan suatu bisnis.Rumusan strategi bisnis, sebagi berikut
1. Menetapkan Sasaran Bisnis
Sasaran strategi bisnis adalah sasaran jangka panjang yang langsung berasal dari pernyataan misi perusahaan. Pernyataan misi perusahaan adalah pernyataan cara perusahaan mencapai sasaran dalam lingkungan bisnis itu dijalankan.
2. Menganalisis Organisasi Lingkungan
Untuk menganalisis Ogranisasi dan Lingkungan kita dapat menerapkan metode SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat), yakni metode untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan organisasi serta peluang dan acaman yang ada.
3. Menyesuaikan Organisasi dan Lingkungan
15
strategi. Proses penyesuaian yang tepat merupakan faktor keberhasilan perencanaan pelaksanaan bisnis.
2.12. Pengertian Pemasaran
(Soegoto, 2009, hal. 162) Pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga, promosi dan distribusi atas ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran agar dapat memuaskan kebutuhan pelanggan dan perusahaan sekaligus.
Gambar 1. Konsep Utama Pemasaran
BAB III
16 3.1. Memulai Bisnis Kemeja Flanel
Untuk memulai bisnis kemeja flanel ini langkah yang harus dilakukan yaitu menyiapkan strategi bisnis terlebih dahulu. Ini akan menjadi pedoman kita dalam menjalankan bisnis nantinya. Setelah menyiapkan rencana bisnis langkah selanjutnya adalah mempersiapkan modal. Modal ini tidak harus selalu berhubungan dengan uang, bisa berupa barang, jasa, dsb. Meskipun pada akhirnya modal ini berupa uang yang nantinya digunakan untuk memproduksi barang (Kemeja Flanel). Bagi yang belum mendapatkan modal yang cukup , terdapat banyak sekali cara yang dapat dilakukan untuk menambah modal produksi, salah satu cara yang paling banyak digunakan oleh orang – orang saat ini adalah dengan menjadi resseler suatu produk. Reseller adalah orang yang berkegiatan menjual kembali produk orang lain atau supplier. Menjadi reseller ini tidak diperlukan biaya sama sekali (gratis), kita bisa memanfaatkan social media ataupun website penjualan online untuk menjadi resseler. Dalam menjual kembali produk orang lain kita bisa memanfaatkan social media sebagai tempat penjualan, banyak sekali keuntungan yang didapat dari aktvitas penjualan di social media ini, diantaranya :
1. Gratis
2. Efisien (tidak menyita banyak waktu) 3. Mudah dilakukan,
4. Cepat, dsb.
Setelah mendapatkan modal yang cukup untuk produksi barang yang didapat dengan menjadi reseller, selenjutnya kita bisa membuat produksi barang sendiri. Sebelum memproduksi kemeja flanel ini sebaiknya lakukan analisis atau pengamatan terlebih dahulu. Tanpa pengamatan sulit sekali rasanya bagi suatu bisnis menjadi berkembang, karena suatu bisnis yang sukses pasti melakukan tahap analisis terlebih dahulu untuk berbagai kebutuhan dan juga ini mencerminkan skill yang dimiliki oleh seorang pengusaha yaitu jeli / pandai melihat peluang, hal ini tentunya dilakukan dengan melakukan pengamatan terlebih dahulu.
17
Pengamatan atau analisis pasar ini merupakan salah satu strategi yang paling jitu dan sering digunakan oleh para pengusaha lainnya. Pe ga ata atau a alisis di lapa ga isa mencakup berbagai banyak hal, antara lain :
1. Mengenai produk / barang yang nantinya akan dipasarkan 2. Mengenai Produk pesaing
3. Mengenai Lokasi usaha
4. Mengenai kebiasaan konsumen, mengenai trend pasar,dll.
Dalam bisnis kemeja flanel tahap analisis atau pengamatan yang terlebih dahulu dilakukan adalah analisis mengenai produk, kita harus melihat model – model dari kemeja flanel yang saat ini sedang trend dipasaran, tujuannya supaya produk yang nantinya akan kita jual laku dipasaran dan juga untuk menghindari produk menjadi tidak laku. Setelah tahap pengamatan selesai dilakukan langkah selanjutnya adalah memulai produksi, dalam kegiatan ini mencangkup rancangan atau desain produk, bahan yang digunakan, pentetapan harga dll.
18
Melakukan Desain atau membuat rancangan produk merupakan kegiatan yang bisa menentukan laku atau tidaknya produk dipasaran. Umumnya dalam membeli kemeja flanel, konsumen melihat dari modelnya, disamping bahan dari produk tersebut dan juga harganya.
Gambar 2. Model - Model Kemeja Flanel
19 Bahan Produk
Setelah tahap desain selesai, maka langkah selanjutnya adalah menetukan jenis bahan apa yang akan kita gunakan dalam kemeja flanel nantinya. Terdapat banyak sekali jenis bahan yang ada, umumnya kemeja flanel ini menggunakan jenis bahan wol. Berikut adalah jenis bahan yang terbaik untuk diguanakan dalam membuat kemeje fanel :
1. Kain Wool
Kain wool merupakan kain yang umunya dipakai pada kemeja flanel
Gambar 3. Bahan Wol pada Flanel
20
Kain katun merupakan jenis kain selanjutnya yang cocok untuk menjadi bahan dasar dari kemeja flanel. Kain ini memiliki banyak keuntungan yaitu karakteristiknya tidak mudah luntur, terasa dingin dan juga sedikit kaku serta menyerap keringa, selain itu memilki karakteristik tidak muda kusut sehingga sangat nyaman digunakan.
Gambar 4. Kain Katun Gambar 5. Kain Katun pada Flanel
3. Kain Oxford atau Kain Tropical
Kain Tropical adalah jenis bahan yang bisa diigunakan untuk membuat seragam sekolah, kemeja kantoran dan kemeja flanel. Kain ini cocok dan nyaman untuk gaya formal ataupun casual karena bahannya yang mempunyai tampilan seperti titik – titik.
Gambar 6. Kain Oxford
21
Kain acrylic ini sangat mirip dengan kain wol sehingga cocok untuk dijadikan bahan dalam kemeja flanel.
Gambar 7. Kain Acrylic Gambar 8. Kain Acrylic Pada Flanel
Dalam menentukan bahan untuk kemeja flanel itu sendiri tentunya harus disesuaikan dengan budget yang ada. Setelah kita menentukan bahan produk yang akan dipakai dan kemeja flanel sudah siap untuk dipasarkan maka, langkah selanjutnya adalah melakukan pemasaran produk.
3.2. Strategi Pemasaran Kemeja Flanel
22
menjual barang dagangannya lewat social media, itu merupakan salah satu dari strategi pemasaran. Dalam melakukan pemasaran kemeja flanel tidak jauh berbeda dengan memasarkan produk pakaiannya lainnya. Kita harus jeli dalam melihat peluang dan pandai dalam memanfaatkan tools – tools yang ada untuk melakukan pemasaran. Kegiatan pemasaran harus dilakukan seefektif mungkin sehingga tepat dengan sasaran yang telah ditentukan pada saat menyusun strategi bisnis sebelumnya. Terdapat beberapa proses yang mencangkup kedalam kegiatan pemasaran yaitu, penetapan harga, promosi, dan pendistribusian barang. Berikut adalah penjelasana mengenai kegiatan pemasaran tersebut :
1. Penetapan Harga
Dalam menetapkan harga suatu kemeja flanel ditentukan oleh beberapa faktor yaitu, faktor internal atau external. Faktor internal adalah faktor yang ada pada saat proses produksi suatu produk sedangkan faktor external adalah faktor yang dipengaruhi oleh keadaan pasar saat ini. Faktor internal menjadi faktor yang mudah dikelola karena seiring dengan proses produksi kita bisa menentukan harga dari Kemeja Flanel. Hal – hal yang menjadi pertimbangan penentuan harga produk berdasarkan pada faktor internal antara lain :
1. Jenis Bahan yang digunakan
Jenis bahan yang digunakan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan harga produk, jenis bahan yang bagus tentunya akan berpengaruh juga terhadap mahal atau tidaknya harga kemeja flanel. Umumnya kemeja flanel yang jenis bahannya kain wol lebih mahal daripada jenis bahan yang lain yaitu berkisar antara Rp.200.000 – Rp400.000 tentunya diiringi dengan faktor lain. Tetapi semua harus disesuaikan dengan modal yang ada.
2. Brand / Merk
23
lebih mahal daripada produk yang tidak memiliki merk, karena dengan adanya merk pada suatu produk ini akan menjadi ciri / identitas sehingga kita selalu memperhatikan kualitas dari produk. Merk ini memiliki banyak keuntungan terhadap produk salah satunya supaya produk yang kita jual mudah dikenali oleh konsumen.
3. Model / Design
Model dari kemeja flanel bisa menjadi bahan pertimbangan selanjutnya. Model Kemeja Flanel yang rumit dan terlihat elegant harganya tentunya lebih mahal daripada model yang umumnya beredar dipasaran.
Selain faktor internal, faktor lain yang berpengaruh adalah faktor external yaitu trend harga dipasaran, jika harga kemeja flanel dipasaran dirasa mengalami penurunan maka kita sebagai pengusaha otomatis harus selalu menyesuaikan dengan harga pasar, karena jika tidak produk yang kita jual menjadi tidak laku.
2. Promosi
24 3. Distribusi
Banyak sekali strategi pendistribusian suatu barang. Tetapi semua disesuaikan dengan produk kita sendiri. Untuk produk pakaian termasuk kemeja flanel startegi distribusi yang dirasa paling efektif adalah strategi website. Strategi website disini artinya kita mendistribusikan produk melalui website yang memungkinkan konsumen membeli atau memilih produk langsung melalui website.
3.3. Masalah – Masalah yang Muncul dan Cara Mengatasinya
Didalam melakukan suatu usaha tentunya tidak pernah terlepas dari masalah, masalah ini bisa berakibat buruk pada keberlangsungan bisnis kita. Akibat terburuk dari adanya masalah ini yaitu usaha yang kita jalankan mengalami kebangkrutan. Oleh sebab itu kita sebagai seorang pengusaha harus mengidentifikasi masalah – masalah yang nantinya akan muncul pada saat bisnis kita berlangsung dan memecahkan masalah yang dihadapi tersebut. Masalah – masalah yang muncul pada bisnis kemeja flanel tidak jauh berbeda dengan masalah – masalah yang ada pada bisnis lain dibidang pakaian. Berikut adalah masalah yang bisa saja muncul pada bisnis kemeja flanel.
1. Produk yang dijual tidak laku
I i erupaka asalah ya g pali g e eka agi para pe gusaha kare a ertolak belakang dengan tujuan para pengusaha yaitu mendapat laba sebanyak mungkin. Masalah ini bisa disebabkan karena berbagai hal seperti, produk tidak sesuai dengan kebutuhan konsumen, harga produk kemahalan, kualitasi produk yang buruk.
Cara Mengatasinnya :
- Lakukan analisa ulang terhadap strategi bisnis yang telah ditentukan - Perbaiki kualitas produk jika dirasa belum memuaskan konsumen
2. Mendapat Feedback Buruk dari Konsumen
25 Cara Mengatasinnya :
26
BAB IV
KESIMPULAN
4.1. Kesimpulan
27