• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELAJAR TENTANG BISNIS KONTEMPORER

N/A
N/A
Iin Natasya Divana Ginting

Academic year: 2024

Membagikan "BELAJAR TENTANG BISNIS KONTEMPORER"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BISNIS KONTEMPORER

DOSEN PENGAMPU: ANNIO INDAH LESTARI NASUTION, S.E., M.SI

DISUSUN OLEH :

AUDIA ADINDA SYAFRANI (0501223102)

RIKA RAHMADANI (0501221018)

MASLENI NASUTION (0501223264)

FADLAN ARRASYID BINTANG (0501221057) FIKRI AZKA TANJUNG (0501222147) MUHAMMAD NUR TONDI (0501222238)

PROGRAM STUDI EKONOMI ISLAM FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUMATERA UTARA

TAHUN 2023

(2)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan karunianya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ekonomi mikro yang berjudul "Bisnis Kontemporer" Makalah ini disusun agar mahasiswa- mahasiswi khususnya Universitas Islam Negeri Sumatra Utara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Syariah dapat mengetahui lebih jelas tentang bagaimana sebenarnya Bisnis Kontemporer kami menyadari bahwa kami masih memiliki banyak kekurangan karena dari itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman demi kesempurnaan makalah ini. Kami berharap semoga makalah ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan mahasiswa- mahasiswi khususnya mahasiswa- mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatra Utara Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Ekonomi Syariah tentang Karakteristik Kewirausahaan disetiap kegiatan, serta kami mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Ibu Annio Indah Lestari Nasution, S.E., M.SI selaku dosen mata kuliah Pengantar Bisnis dan tidak lupa pula kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak yang telah membantu kami atas terwujudnya pembuatan makalah ini.

Medan, 7 oktober 2023 Kelompok 2

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I...1

PENDAHULUAN...1

1.1 Latar Belakang...1

1.2 Rumusan Masalah...1

1.3 Tujuan...1

BAB II...2

PEMBAHASAN...2

A. Pengertian dan Ciri-ciri Bisnis kontemporer...2

B. Perilaku Bisnis...5

BAB III...6

PENUTUP...6

A. Kesimpulan...7

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Dalam pandangan secara global, lingkungan dunia usaha saat ini berada dalam masa transisi dari

era revolusi industri menuju era revolusi informasi dan komunikasi. Perubahan lingkungan yang

cepat diakibatkan oleh komunikasi informasi yang seiring berjalannya waktu semakin bermutu dan semakin cepat. Dalam mencapai tujuan perusahaan mengimplementasikan strategi untuk mencapai tujuan yang sebelumnya sudah ditetapkan sehingga memiliki peluang tinggi dalam mencapai keberhasilan. Barang dan jasa mengalir dari seluruh dunia dari bagian satu ke bagian yang lain dengan jumlah yang relative besar dipengaruhi oleh perkembangan tekhnologi transportasi yang semakin memudahkan dalam menyalurkan barang ataupun jasa dengan waktu yang semakin singkat serta dengan harga yang relative lebih murah.

Tekhnologi yang mendorong persaingan global yaitu dalam bidang pemanufakturan yang disebut advanced manufacturing technology.dalam persaingan global kebanyakan konsumen menginginkan produk yang berkualias tinggi, memiliki fungsional yang kuat tetapi dengan harga yang relative terjangkau.

Dalam menanggapi kebutuhan konsumen tersebut perusahaan menggunakan strategi unggul dengan tetap mengutamakan tujuan laba jangka panjang.

Perusahaan wajib menguasai tekhnologi pemanufakturan maju karena tekhnologi ini yang memungkinkan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas tinggi serta meningkatkan produktivitas dengan cara mengimplementasi aktivitas yang tidak memiliki nilai agar biaya perusahaan secara total dapat ditekan dan kebutuhan konsumen terpenuhi.

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang makalah diatas, maka masalah yang dapat dirumuskan antara lain:

i. Pengertian dan Ciri-ciri bisnis kontemporer!

ii. Prilaku Bisnis!

(5)

1.3Tujuan

i. Untuk mengetahui pengertian dan ciri bisnis kontemporer.

ii. Untuk mengetahui Prilaku Bisnis

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Ciri-ciri Bisnis kontemporer

Bisnis adalah usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan, sekelompok orang atau organisasi kepada konsumen (masyarakat) dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan/laba (profit). Pada dasarnya, kita melakukan bisnis adalah untuk memperoleh laba atau keuntungan (profit). Kontemporer merupakan suatu pengertian kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Dalam pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa bisnis kontemporer merupakan suatu usaha menjual barang atau jasa yang dilakukan oleh perorangan atau sekelompok orang kepada konsumen untuk memperoleh laba yang disesuaikan dengan perkembangan atau kebutuhan saat ini.

Sebagai seorang manusia, kita ingin mendapat pekerjaan yang layak, mendapat kepuasan dari pekerjaan dan ingin mendapat tantangan serta harapan buat masa depan. Peluang-peluang semacam ini disediakan oleh bisnis secara tidak terbatas, diperuntukkan bagi anak-anak muda yang penuh semangat, energik dan berani. Bisnis menyediakan lapangan pekerjaan dari berbagai tingkatan dan lapangan. Mau jadi pekerja, atau jadi direktur, mau di bidang teknik atau bidang perdagangan dan banyak lagi peluang-peluang lainnya.

Dunia bisnis sangat tanggap akan kekurangan barang di pasar guna memenuhi kebutuhan manusia sepanjang masa dan kegiatan ini tidak akan henti-hentinya, dan menantang arus. Dunia bisnis tumbuh dan berkembang pesat, sehingga sekarang di pasar dijumpai berjuta-juta macam barang dan jasa dihasilkan dan membutuhkan berpuluh juta tenaga kerja muda.

Sekarang ini lapangan kerja tidak lagi diarahkan kebidang pemerintahan, jadi pegawai negeri akan tetapi anak muda mulai mengarahkan pandangan ke dunia bisnis, karena lapangan ini sesuai dengan semangat pemuda, yang selalu ingin mendapat tantangan, guna mencoba kemampuannya.

Di dalam perusahaan, sumber-sumber ekonomi diproses menjadi barang dan jasa yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan sekaligus memuaskan konsumen di satu sisi dan menciptakan keuntungan di sisi yang lain. Agar kedua tujuan tersebut terpenuhi maka diperlukan pengelolaan usaha yang baik. Selain kemampuan untuk melihat peluang, memproduksi barang

(6)

dan jasa yangsesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia, maka dalam bisnis juga diperlukan manajemen agar bisnis mampu mendatangkan laba. Kemampuan memperoleh laba menjadi hal yang mutlak, karena dengan adanya laba maka dapat dijaga kelangsungan usaha perusahaan. Sementara itu kelangsungan usaha perusahaanlah yang dapat mengantarkan perusahaan menjadi tumbuh dan berkembang.

1. Lingkungan Bisnis Yang Dinamis

Semenjak dunia ini mengenal ekonomi dan bisnis, lingkungan bisnis senantiasaberubah dan bergerak menjadi semakin baik dan cepat. Ada lima (5) Era dalam sejarah bisnis di dunia. Era bisnis dunia itu berturut turut sebagai berikut:

1. Khalifah 2. Kolonial

3. Revolusi Industri 4. Revolusi Digital 5. Revolusi Eksponensial

2. Ekonomi Mempengaruhi Bisnis A. Sistem Ekonomi

Pengertian system ekonomi itu sendiri adalah sistem yang diterapkan secara nasional untuk mengalokasikan sumber daya diantara warganya. Sedangkan ekonomi terencana (planned economy) diartikan sebagai system ekonomi yang berdasarkan pada kendali terpusat pada pemerintah untuk semua atau Sebagian besar faktor produksi, keputusan pengalokasian, dan produksi barang dan jasa. Dengan demikian dalam system ekonomi terrencana, semua keputusan ekonomi mulai dari pengelolaan bahan baku, produksi, penyediaan tenaga kerja, penyediaan mesin dan alat produksi, distribusi dan mekanisme penjualan barang dan jasa semuanya dikuasai dan dilaksanakan secara monopoli oleh pemerintah yang mewakili Negara B. Jenis-jenis Pasar

Konsumen dan produsen melakukan interaksi ekonomi di pasar, sehingga terjadi transaksi ekonomi. Produsen menyediakan barang dan jasa untuk dijual kepada konsumen, dengan harapan mendapatkan nilai lebih atau keuntungan (profit/revenue). Sementara ini konsumen membeli sejumlah barang dan jasa kepada produsen untuk mendapatkan kegunaan atau manfaat (utility) dari produkdan jasa tersebut. Pertemuan antara pembeli (buyer) dan penjual (seller) di pasar melahirkan hukum permintaan dan penawaran, yakni menentukan berapa barang yang diminta oleh konsumen pada tingkat harga tertentu dan berapa barang dan jasa yang akan dihasilkan oleh produsen pada tingkat harga tertentu.

(7)

Berikut akan dibahas pasar berdasarkan strukturnya yaitu: Pasar persaingan sempurna, monopoli, oligopoly, persaingan monopolistic.

1. Pasar Persaingan Sempurna (perfect competition)

penentuan harga dalam pasar persaingan sempurna akan dibedakan pada masa jangka sangat pendek, dan jangka panjang. Pada jangka waktu sangat pendek tidak terjadi tanggapan penawaran, sehingga kuantitas yang ditawarkan obsolut tetap. dalam jangka pendek perusahan dapat mengubah kuantitas yang ditawarkan tetapi tidak ada perusahaan baru yang dapat memasuki pasar. Dan pada jangka panjang perusahaan dapat mengubah kuantitas yang ditawarkannya dan perusahaan-perusahaan baru dapat sepenuhnya memasuki industry, hal ini menghasilkan tanggapan penawaran yang sangat fleksibel.

2. Pasar Monopoli

Menurut Samuelson dan Nordhaus pasar monopoli merupakan pasar yang terjadi jika suatu pasar hanya memiliki produsen tunggal untuk menyiapkan permintaan pasar, sehingga produsen bebas membuat keputusan tentang kuantitas output, dan bisa langsung menentukan harga.

Alasan munculnya pasar monopoli adalah perusahaan lain yang merasa tidak bisa memetik keuntungan atau tidak bisa masuk ke dalam pasar.

3. Pasar Oligopoli

pasar oligopoli adalah bentuk struktur pasar (industri) yang dicirikan oleh adanya beberapa perusahaan dominan dengan mengandalkan besaran ukurannya masing-masing dan mampu mempengaruhi hargapasar. Produknya dapat bersifat homogen ataupun terdiferensiasi. Perilaku salah satu perusahaan dalam oligopoli sebagian besar bergantung pada perilaku Perusahaan lain.

4. Pasar Monopolistik

Pasar monopolistik adalah pasar dengan banyak produsen yang menghasilkan komoditas yang sama namun berbeda karakteristiknya. Pasar monopolistik umumnya terjadi di semua pasar baik tradisional maupun modern.

C. Bentuk-bentuk Organisasi Bisnis

Pada umumnya bentuk organisasi bisnis di dunia ini dibagai menjadi tigabentukdasar kepemilikan bisnis [3] yaitu:

a. Usaha Perorangan, bisnis yang dimiliki dan biasanya dikelola oleh satu orang saja.

b. Usaha Perkongsian, bisnis yang dimiliki dua atau lebih orangdanbiasanya dilegalkan dalam bentuk perjanjian berbadan hokum.

c. Usaha Korporasi, bisnis dengan badan hokum formal yang kewenangandan tanggung jawab terbatas pada modal yang disetorkan ke perusahaan.

(8)

D. Etika & Kode Etik Bisnis

Perkataan etika atau etik berasal dan bahasa Latin yaitu ethica. Ethos dalambahasa Yunani berarti norma, nilai, kaidah, ukuran bagi tingkah laku yangbaik. Secara umum dapat dikatakan bahwa, etika merupakan dasar moral, termasuk ilmu mengenai kebaikan dan sifat- sifat tentang hak atau dengan kata lain, etika berisi tuntunan tentang perilaku, sikap dan tindakan yang diakui, sehubungan dengan suatu jenis kegiatan manusia. Pembicaraan mengenai etika dalam bisnis menjadi muncul kernbali dapat disebabkan oleh pertama, adanya pihak-pihak yang dirugikan oleh karena perilaku pihak lain. Kedua, para pengamat melihat bahwa, perkembangan praktek bisnis/perbankan yang ada sekarang ini cenderung akan berakibat yang tidak di inginkan. Etika dalam bisnis dan perbankan ini terkait dengan moralitas, perbuatan moral yang diartikan sebagai perbuatan baik dan perbuatan buruk dalam kegiatan bisnis/perbankan. Dalam hubungan itu etika menyentuh aspek individu dan peraturan sosial.

Dengan etika, orang akan mampu untuk bersikap kritis dan rasional dalammembentuk pendapatnya sendiri dan bertindak sesuai dengan apa yang dapat dipertanggung-jawabkan sendiri. Etika juga dapat membantu manusia membedakan antara tingkah laku atau tindakan yang baik dan yang buruk. Dalam hal inilah terletak kebebasan manusia untuk hanya mengakui norma-norma yang diyakininya sendiri sebagai kewajibannya. Tujuan pokok mengenal etika adalah mempengaruhi dan mendorong kehendak kita supaya mengarah kepada yang berfaedah dan berguna bagi sesama manusia.

Ciri-ciri bisnis kontemporer / bisnis modern yaitu : a. Spesialisasi

Dalam bisnis ada yang bergerak dalam memproduksi ataupun memasarkan produk tertentu ataupun yang disebut pengkhususan. Ada yang bergerak pada bidang produksi barang barang tertentu, serta ada yang bergerak dalam bidang penjualan barang. Pada lingkungan kerja pun terdapat pembagian atau spesialisasi jabatan.

b. Interdepence

Dikarenakan bisnis sudah bergerak dalam bidang tertentu, maka suatu perusahaan bergantung pada perusahaan lain.

c. Produksi massal

Barang yang dihasilkan dengan jumlah yang besar dan terus menerus dalam berbagai ukuran sehingga memudahkann konsumen dalam memilih. Produksi masal yang dilakukan di dunia bisnis akan mendatangkan keuntungan karena adanya efesiensi penggunaan factor produksi dapat menyebabkan keuntungan pengusaha meningkat, keuntungan ini digunakan lagi untuk memperluas bisnisnya.

(9)

B. Perilaku Bisnis

Pada umumnya didasarkan pada rangkaian keputusan yang dibuat oleh perusahaan. Dilihat dan kekuatan dan tekanan ekstemal yang memaksakan perilaku perusahaan, maka keputusan yang diambil tersebut dipandu oleh hal-hal berikut ini:

1. Tujuan yang akan dicapai.

2. Pedoman-pedoman yang harus dipatuhi dan berasal dan luar perusahaan, seperti yang diamanatkan oleh hukum yang berlaku.

3. Pedoman-pedoman yang dibuat bersama dengan pihak lain, dalam bentuk penjanjian.

Pedoman-pedoman yang patut dipatuhi, yang merupakan kebiasaan, falsafah perusahaan, budaya perusahaan dan etika bisnis.

Di sini akan terjadi proses pembuatan keputusan secara rasional, karena hasil keputusan yang diperoleh merupakan hasil proses sebab akibat dan dipantau oleh upaya guna mencapai tujuan secara optimal. Proses lebih lanjut adalah mempertimbangkan hal-hal yang terkait dengan suatu nilai, antara lain pertimbangan etika. Terhadap kaidah yang ditentukan oleh hukum yang berlaku, keputusan bisnis yang rasional memberlakukannya secara mutlak; mi berarti bahwa, setiap keputusan bisnis yang jelas penyimpang dan kaidah hukum yang berlaku, akan mengandung unsur melawan hukum. Perjanjian dan kesepakatan bersama dengan pihak lain merupakan kewajiban yang diikuti oleh perusahaan yang terlibat dalam ikatan tersebut.

Perilaku bisnis yang didasari oleh kepatutan, kurang memperoleh tekanan dan kekuatan eksternal, hal mi tidak berarti bahwa, pedoman yang memandu perusahaan di sini tidak menentukan bentuk akhir dan keputusan suatu perusahaan. Jenis pedoman berperilaku dalam kelompok mi menunjukkan dorongan internal yang cukup kuat dalam mempengaruhi perilaku bisnis yang ada. Dalam situasi adanya kebebasan untuk mengikuti atau menolak suatu perilaku yang dianggap etis, maka suatu rekayasa sosial perlu dibangun. Rekayasa ini, yang berbentuk suatu sistem, dimaksudkan agar orang terdorong untuk melakukan apa yang oleh masyarakat diterima sebagai perbuatan etis. Dorongan mi dapat dilakukan dengan memberikan tekanan agar pertimbangan etis memperoleh porsi yang cukup. Sebagai tindak lanjut dapat dikemukakan secara terbuka kepada masyarakat tentang beberapa hal penting seperti, peringkat kualitas produk/jasa, peringkat kepuasan konsumen, peringkat kepedulian kepada masyarakat, peringkat kepedulian kepada perusahaan lain.

(10)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Isu kontemporer dalam Islam merupakan suatu permasalahan yang terjadi pada masa kini mengenai perubahan pendidikan Islam terhadap anak melalui suatu bimbingan yang bertujuan agar memiliki kepribadian yang tunduk dan taat pada aturan Islam. Pemikiran Islam kontemporer merupakan pengaruh dari perubahan-perubahan peradaban yang menghasilkan suatu kebiasaan atau dikenal dengan budaya. Dalam pembaharuan Isu-isu kontemporer pendidikan Islam ini menjadi sebuah pertimbangan dalam memperbaiki keadaan. Perubahan budaya yang semakin hari harus semakin membawa kita kepada kebaikan. Di mana dalam dunia pendidikan meliputi pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas pendidik, peningkatan mutu dalam pembelajaran, penganggaran, pengelolaan sarana dan prasarana, dan pembinaan kesiswaan.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Airbnb (2017). "Tentang Kami, Airbnb ". https://www.airbnb.co.id/about/about- usDiakses tanggal 16 Juli 2017.

Boone, Louise E. Kurtz, David L. 2011, Contemporary Business, John Willey & Sons. Hoboken, NJ.

Nickels, William G. McHugh, James M. McHugh, Susan M. 2012, Business, connecting principles to practice. McGraw-Hill Irwin, New York.

Hitti, Philip K. 1970. History of the Arabs. London: Macmillan Education.

Iqbal, Ichsan, 2012. Pemikiran Ekonomi Islam tentang Uang, Harga dan Pasar. Jurnal Khatulistiwa, Journa

Emalia, Kristine. 2017. Revolusi Industri yang ke-4: Selamat dating di Era Eksponensial, Linked in. https://id.linkedin.com/pulse/revolusi-industri-yang-ke- 4-selamat-datang-di-era- kristine-emalia retrive 23/07/2017.

Keat, Paul G. Young, Philip K.Y. Erfle, Stephen. 2014. Managerial Economics. Pearson:

Singapore.

Hirschey, Mark. 2009. Managerial Economics. South-Western Cengage: Singapore. [13]

Nicholson, Walter and Snyder, Christopher. 2012, Microeconomic Theory: Basic Principles and Extensions. Soth-Western Cengage: Singapore. 46

Samuelson, Paul & Nordhaus, William. 2009, Economics. McGraw-Hill Education: Singapore.

Referensi

Dokumen terkait

Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba sebesar- besarnya, secara historis bisnis berasal dari

 Bisnis adalah suatu kegiatan usaha individu yang terorganisir untuk menghasilkan dan menjual brang dan jasa guna mendapatkan keuntungan dalam memenuhi

yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.. • Brown dan

Dan dalam kata lain kita juga dapat mengartikan bahwa bisnis adalah “ suatu organisasi yang menjual barang ataupun jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya

Dalam ilmu ekonomi , bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.. Secara historis kata

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba.Secara historis... kata bisnis dari

3, Juni 2023 KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa strategi pengembangan usaha bisnis ternak sebagai suatu sekelompok kebijakan, perencanaan, tujuan, dan aktivitas usaha atau perusahaan

Adapun dalam Islam bisnis dapat dipahami sebagai serangkaian aktivitas bisnis dalam berbagai bentuknya yang tidak dibatasi jumlah kuantitas kepemilikan hartanya barang/jasa termasuk