BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berdasarkan pelayanan obstetri, selain Angka Kematian Maternal (AKM)
terdapat Angka Kematian Perinatal (AKP) yang dapat digunakan sebagai
parameter keberhasilan pelayanan. Keberhasilan menurunkan Angka
Kematian Maternal (AKM) di negara-negara maju saat ini menganggap Angka
Kematian Perinatal (AKP) merupakan parameter yang lebih baik dan lebih
peka untuk menilai kualitas pelayanan kebidanan. Kematian Ibu dan Angka
Kematian Perinatal di Indonesia masih sangat tinggi. angka kematian ibu
(AKI) di Indonesia tergolong cukup tinggi yakni mencapai 228 per 100 ribu
kelahiran. Walaupun sebelumnya Indonesia telah mampu menurunkanya dari
300/100 ribu keahiran pada tahun 2004. Untuk itu pada sasaran
pembangunan millennium development goals (MDGs) AKI ditekan hingga 103
per 100 ribu kelahiran tahun 2015, kelahiran hidup angka tersebut masih
tergolong tinggi. Angka kematian ibu di Indonesia (Depkes RI. 2010; h. 38).
Sebab utama kematian ibu di Indonesia di samping perdarahan
adalah pre-eklampsia atau eklampsia dan merupakan penyebab kematian
perinatal yang tinggi. Pre-eklampsia ialah penyakit dengan tanda-tanda
hipertensi, edema dan proteinuria yang timbul karena kehamilan,
penyebabnya belum diketahui. Pada kondisi berat pre-eklampsia dapat
menjadi eklampsia dengan penambahan gejala kejang-kejang. Perlu
ditekankan bahwa sindrom pre-eklampsia ringan dengan hipertensi, edema
bersangkutan. Tanpa disadari dalam waktu singkat dapat timbul
pre-eklampsia berat bahkan pre-eklampsia. Dengan pengetahuan ini, menjadi jelas
bahwa pemeriksaan antenatal yang teratur dan secara bertahap, sangat
penting dalam usaha pencegahan pre-eklampsia ringan, pre-eklampsia berat
dan eklampsia, di samping pengendalian terhadap faktor-faktor predisposisi
yang lainnya (Depkes RI, 2010).
Sebagian besar persalinan di RSUD dr.Goeteng Tarunadibrata
Purbalingga periode bulan Januari hingga Desember tahun 2011 terdapat 54
kasus preeklamsia pada persalinan, 50 kasus persalinan dengan preeklamsi
berat, dengan 3 diantara kasus tersebut pasien meninggal, dalam jumlah
kelahiran sebanyak 865 orang dengan persalinan pervaginam dari seluruh
jumlah persalinan sebanyak 1256 persalinan
Pre-eklampsia masih merupakan salah satu penyebab utama dari
angka mordibitas dan mortalitas pada ibu dan bayi, sehingga harus
diupayakan bersama oleh tenaga kesehatan dan seluruh pihak yang terkait
untuk menekan angka mortalitas dan morbilitas akibat pre-eklampsia.
Berdasarkan data tersebut penulis tertarik untuk melakukan studi
kasus pada ibu bersalin dengan pre-eklampsia berat pada Ny. S, 37 tahun
G2 P1 A0 umur kehamilan 34 minggu 4 hari di RSUD Purbalingga sesuaii
dengan standar pelayanan kebidanan sehingga diharapkan bisa menurunkan
jumlah AKI dan AKB (Rekam Medis 2011, RSUD Purbalingga).
B. Rumusan Masalah
Dari hasil uraian latar belakang di atas maka penulis merumuskan jika
utama dari kesakitan dan kematian ibu dan bayi. Oleh sebab itu dirumuskan
masalah : “Bagaimana asuhan kebidanan ibu bersalin dengan preeklamsia
pada Ny.S, 37 tahun G2 P1 A0 umur kehamilan 34 minggu 4 hari?”
C. Tujuan Umum
1. Tujuan Umum
Mahasiswa mampu melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu yang
bersalin dengan pre-eklampsia dengan menggunakan pendekatan
manajemen kebidanan secara tepat dan benar sesuai dengan kebutuhan
dari pasien.
2. Tujuan Khusus
a. Mahasiswa mampu melakukan pengkajian asuhan kebidanan pada
kasus persalinan dengan pre-eklampsia.
b. Mahasiswa mampu menginterpretasikan data pada kasus kebidanan
pada kasus persalinan dengan pre-eklampsia.
c. Mahasiswa mampu menentukan diagnosa atau masalah potensial
pada kasus persalinan dengan pre-eklampsia.
d. Mahasiswa mampu menentukan tindakan antisipasi segera,konsultasi
dan kolaborasi terhadap faktor resiko pada persalinan dengan
pre-eklampsia.
e. Mahasiswa mampu membuat rencana asuhan kebidanan pada
persalinan dengan pre-eklampsia.
f. Mahasiswa mampu menentukan hasil asuhan kebidanan pada
g. Mahasiswa mampu mengevaluasi manajemen kebidanan pada
persalinan dengan pre-eklampsia.
D. Ruang Lingkup
Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini mempunyai batasan kasus
didalamnya meliputi :
1. Sasaran
Sasaran pengambilan kasus ibu bersalin dengan preeklampsi berat
adalah pada Ny.S, 37 tahun G2 P1 A0 umur kehamilan 34 minggu 4 hari
di ruang bersalin Goeteng Tarunadibrata Purbalingga.
2. Tempat pengambilan kasus
Di Ruang bersalin RSUD Purbalingga
3. Waktu
Penyusunan proposal dilakukan Pada bulan Febuari sampai dengan
Maret.
Penyusunan KTI dilakukan pada bulan maret sampai juli
Pengambilan kasus dilakukan pada tanggal 27 april sampai 28 April 2012.
E. Manfaat
1. Manfaat teoritis
a. Bagi Institusi Pendidikan
Sebagai bahan kepustakaan bagi institusi pendidikan dan
meningkatkan pengetahuan khususnya sebagai bahan bacaan dalam
b. Bagi penulis selanjutnya
Sebagai masukan bagi mahasiswa yang akan mengadakan studi
kasus selanjutnya, khususnya mengenai asuhan ibu bersalin dengan
pre-eklampsia berat
2. Manfaat praktis
a. Bagi rumah sakit
Memberikan masukan informasi data untuk pengolahan kasus ibu
bersalin dengan pre-eklampsia berat dan sebagai bahan informasi
tentang gambaran pre-eklampsia berat agar penanganannya lebih
optimal.
F. Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penyusunan karya tulis ini berdasarkan data
primer dan sekunder. Adapun teknik pengumpulan data sebagai berikut :
1. Data primer
Data ini didapat dengan mengadakan pengumpulan data secara langsung
dari bagian yang terkait (Prof.Dr.Soekijdo Notoatmodjo, h. 139).
a. Wawancara
Wawancara adalah suatu metode yang dipergunakan untuk
mengumpulkan data, dimana peneliti mendapatkan keterangan atau
informasi secara lisan dari seseorang sasaran penelitian (responden)
atau bercakap cakap berhadapan muka dengan orang tersebut
b. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik dipergunakan untuk memperoleh data obyektif dari
riwayat keperawatan klien sehingga dapat ditentukan status kesehatan
klien. Mengidentifikasi masalah kesehatan dan mengambil data dasar
untuk menentukan rencana tindakan keperawatan ada empat teknik
dalam pemeriksaan fisik, tiga diantaranya yaitu :
1) Inspeksi
Inspeksi adalah sederhana tapi merupakan teknik yang sangat
terlatih, inspeksi melibatkan penggunaan
penglihatan,pendengaran dan penghirup pada pengkajian yang
sistematik pada bayi dan anak. Bagian tubuh dikaji terhadap
bentuk, warna, kesimetrisan, bau dan abnormalitas (Sri sukamti,
2009; h. 5).
2) Palpasia
Palpasi dilakukan dengan jari dan telapak tangan untuk
menentukan suhu,hidrasi,tekstur,bentuk,gerakan dan area nyeri
tekan (Sri sukamti, 2009; h. 5).
3) Auskultasi
Auskultasi merupakan proses mendengarkan bunyi tubuh dengan
menggunakan stetoskop (Sri sukamti, 2009; h. 7).
4) Perkusi
Perkusi dilakukan dengan ketukan untuk menghasilkan gelombang
bunyi, yang ditandai dengan intensitas , nada, durasi dan kualitas
c. Observasi
Tekhnik pengumpulan data dengan cara melihat perilaku manusia,
proses kerja, gejala-gejala alam, dengan responden yang diamati tidak
terlalu besar (Sugiono, 2011; h. 145).
2. DaTa sekunder
Data sekunder adalah data yang diambil dari suatu sumber dan biasanya
data itu sudah dikompilasi lebih dahulu oleh instansi atau yang punya data
(Agus Riyanto, 2009; h. 5).
G. Sistematika penulisan
Penyusunan karya tulis ilmiah ini berdasarkan sistematika sebagai berikut:
BAB 1 PENDAHULUAN berisi :
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan penyusunan KTI
D. Ruang lingkup
E. Manfaat
F. Metode pengumpulan data
G. Sistematika penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA berisi :
A. Tinjauan teori
1. Pengertian persalinan dan pre-eklampsia
3. etologi
4. faktor presdiposisi
5. patofisiologi
6. tanda dan gejala
7. komplikasi
8. pemeriksaan penunjang
9. penatalaksanaan medis
B. Tinjauan asuhan kebidanan
C. Aspek hukum
BAB III TINJAUAN KASUS berisi :
A. Pengkajian
B. Interpretasi data
C. Diagnosa potensial
D. Tindakan segera
E. Perencanaan tindakan
F. Pelaksanaan tindakan
G. Evaluasi tindakan
H. Catatan perkembangan
BAB IV PEMBAHASAN berisi :
A. Pengkajian kasus
B. Interpretasi data
C. Diagnosa potensial
E. Perencanaan kasus
F. Pelaksanaan kasus
G. Evaluasi perbandingan kasus
H. Catatan perkembangan
BAB V PENUTUP berisi :
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA