• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada Agustus 2016 Kota Cirebon mengalami deflasi sebesar 0,10 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 120,27. Dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, tercatat dua kota mengalami inflasi, yaitu Bogor (0,23 persen) dan Bekasi (0,08 persen). Selebihnya, lima kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Bandung (0,49 persen), dan terendah terjadi di Kota Cirebon (0,10 persen)

 Dari tujuh kelompok pengeluaran, dua kelompok pengeluaran mengalami deflasi yaitu kelompok bahan makanan 0,88 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,33 persen. Lima kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi adalah: kelompok pendidikan, rekreasi, dan 1,16 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,20 persen; kelompok sandang 0,05 persen; dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,03 persen. Sementara itu, kelompok kesehatan tidak mengalami perubahan indeks.

 Subkelompok yang memberikan andil deflasi terbesar adalah daging dan hasil-hasilnya.

 Tingkat inflasi tahun kalender (Agustus 2016) sebesar 1,12 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) sebesar 1,39 persen.  Provinsi Jawa Barat dan Nasional mengalami deflasi yaitu masing-masing 0,17 dan

0,02 persen.

No. 08/74/32/ThXVIII, 1 September 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

(2)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon No. 08/74/32 Th.XVIII, 1 September 2016 2

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga-harga yang ditunjukkan oleh penurunan indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 0,88 persen dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,33 persen.

Beberapa komoditas mengalami peningkatan harga yaitu antara lain biaya pendidikan jenjang sekolah dasar, biaya pendidikan jenjang SMP, biaya pendidikan jenjang SMU, tarif

dasar listrik, cabai rawit, dan bahan bakar RT. Sedangkan komoditas yang mengalami

penurunan harga adalah: daging ayam ras, tomat sayur,tarif angkutan antar kota, apel, dan kangkung.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi terbesar pada Agustus 2016, yaitu kelompok bahan makanan. Untuk sub kelompok komoditas dengan andil terbesar berasal dari daing dan hasil-hasilnya.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Cirebon

Maret 2015–Agustus 2016

-0,06 0,50 -0,26 0,05 -0,14 0,27 0,56 0,24 -0,10

(3)

Tabel 1

Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Komoditas Kota Cirebon Bulan Agustus Tahun 2016

Kelompok Komoditas Andil

Inflasi

(1) (2)

Umum -0,0951

1. Bahan Makanan -0,1895

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,0074 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,0446

4. Sandang 0,0022

5. Kesehatan 0,0000

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,0896 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan -0,0494

(4)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon No. 08/74/32 Th.XVIII, 1 September 2016 4

Daging ayam ras; -0,1396 Tomat sayur; -0,0290 Tarif angkutan antar kota; -0,0230 Apel; -0,0173 Kangkung; -0,0121 Telur ayam ras;

0,0083 Jeruk; 0,0088 Cabai merah; 0,0148 Taif Listrik; 0,0241 Biaya pendidikan SMU; 0,0254 Biaya pendidikan SMP; 0,0291 Biaya pendidikan SD; 0,0351 -0,1400 -0,1000 -0,0600 -0,0200 0,0200 0,0600 0,1000 0,1400 Gambar 2

Andil Inflasi Kota Cirebon Bulan Agustus Tahun 2016 Menurut Komoditas

(5)

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Tingkat inflasi tahun kalender (Agustus 2016) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2016 terhadap Agustus 2015) masing-masing sebesar 1,12 persen dan 1,39 persen. Sedangkan pada periode yang sama, Agustus 2015 terjadi deflasi sebesar 0,06 persen. Tingkat inflasi tahun kalender (Agustus 2015) dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2015 terhadap Agustus 2014) masing-masing sebesar 1,29 persen dan 4,72 persen.

Tabel 2

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Tahun ke Tahun Di Kota Cirebon

Bulan Agustus Tahun 2015 dan Agustus 2016

Inflasi Agustus Tahun 2015 Agustus Tahun 2016 (1) (2) (3) 1. Bulanan -0,06 -0,10

2. Tahun kalender (Agustus) 1,29 1,12 3.Tahun ke tahun

Agustus (tahun n) terhadap Agustus (tahun n-1)

(6)

Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon No. 08/74/32 Th.XVIII, 1 September 2016 6 Tabel 3

Indeks Harga Konsumen (IHK), inflasi, dan Sumbangan Inflasi Menurut Kelompok/ Subkelompok di Kota Cirebon Bulan Agustus Tahun 2016 (2012=100)

Kelompok/Subkelompok IHK Agustus 2016 Inflasi (%) Inflasi Tahun Kalender Inflasi Tahun Ke Tahun Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4} (5) (6) UMUM 120,27 -0,10 1,12 1,39 -0,0951 I. BAHAN MAKANAN 133,44 -0,88 3,76 3,47 -0,1895

a. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 120,13 -0,01 1,30 3,78 -0,0004

b. Daging dan Hasil-hasilnya 140,27 -5,04 1,99 -3,66 -0,1478

c. Ikan Segar 140,40 0,07 4,37 6,29 0,0008

d. Ikan Diawetkan 125,46 0,00 6,03 4,14 0,0000

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 125,98 0,06 0,15 2,14 0,0016

f. Sayur-sayuran 220,02 -2,76 0,60 3,82 -0,0635

g. Kacang-kacangan 126,70 0,05 4,68 4,90 0,0006

h. Buah-buahan 125,23 -0,98 4,34 1,99 -0,0184

i. Bumbu-bumbuan 163,65 1,09 24,73 18,39 0,0196

j. Lemak dan Minyak 101,58 1,69 5,66 0,47 0,0180

k. Bahan Makanan Lainnya 105,00 0,00 -0,75 -0,66 0,0000

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK,

DAN TEMBAKAU 117,73 0,03 1,66 2,78 0,0074

a. Makanan Jadi 111,49 0,00 0,26 0,50 0,0000

b. Minuman Tidak Beralkohol 110,65 0,24 3,53 3,45 0,0074

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 150,74 0,00 5,30 10,42 0,0000

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN

BAHAN BAKAR 114,51 0,20 0,23 0,55 0,0446

a. Biaya Tempat Tinggal 107,16 0,00 0,65 0,61 -0,0001

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 132,56 0,68 -1,30 -1,36 0,0445

c. Perlengkapan Rumahtangga 110,53 0,00 0,19 2,48 0,0000 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 112,71 0,00 1,98 4,10 0,0002 IV. SANDANG 109,84 0,05 3,84 3,98 0,0022 a. Sandang Laki-Laki 106,08 0,00 2,04 2,04 0,0000 b. Sandang Wanita 106,68 0,00 1,21 1,72 0,0000 c. Sandang Anak-Anak 110,69 0,00 1,63 1,15 0,0000

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 115,34 0,17 10,09 10,67 0,0022

V. KESEHATAN 112,46 0,00 0,64 1,69 0,0000

a. Jasa Kesehatan 108,63 0,00 0,00 0,00 0,0000

b. Obat-obatan 102,11 0,00 0,00 0,00 0,0000

c. Jasa Perawatan Jasmani 122,67 0,00 1,30 1,30 0,0000

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 117,20 0,00 1,10 3,22 0,0000

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN

OLAHRAGA 126,07 1,16 1,47 1,47 0,0896 a. Pendidikan 138,17 1,67 1,67 1,67 0,0896 b. Kursus-kursus/Pelatihan 104,10 0,00 1,48 1,48 0,0000 c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 104,05 0,00 0,00 0,00 0,0000 d. Rekreasi 102,98 0,00 1,81 1,81 0,0000 e. Olahraga 125,22 0,00 1,64 1,64 0,0000

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA

KEUANGAN 119,59 -0,33 -2,89 -3,26 -0,0494

a. Transpor 133,09 -0,42 -4,65 -5,31 -0,0376

b. Komunikasi dan Pengiriman 99,73 -0,27 -0,27 -0,27 -0,0118

c. Sarana dan Penunjang Transpor 112,27 0,00 0,12 1,14 0,0000

(7)

PERBANDINGAN INFLASI KOTA CIREBON DENGAN KOTA LAIN DI PULAU JAWA BULAN AGUSTUS TAHUN 2016

Dari 26 kota IHK di Pulau Jawa, tercatat hampir semua kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Kediri (0,57 persen) dan terendah terjadi di Cilegon (0,01 persen). Sementara itu, inflasi terjadi di empat kota, yaitu Bogor, Surabaya, Bekasi, dan DKI Jakarta.

Tabel 4.

Perbandingan IHK dan Inflasi/Deflasi Bulan Agustus Tahun 2016 untuk 26 kota di Pulau Jawa

No Kota IHK (%) No Kota IHK (%)

(1) (2) (3) (1) (2) (3)

1 BOGOR 124,26 0,23 14 SEMARANG 123,44 -0,21

2 SURABAYA 124,65 0,10 15 SUKABUMI 123,87 -0,24

3 BEKASI 121,54 0,08 16 DEPOK 123,18 -0,24

4 DKI JAKARTA 125,10 0,01 17 SURAKARTA 121,36 -0,25

5 CILEGON 129,21 -0,01 18 JEMBER 121,10 -0,30 6 MALANG 125,10 -0,03 19 TASIKMALAYA 123,29 -0,32 7 YOGYAKARTA 122,52 -0,04 20 SUMENEP 121,73 -0,43 8 TANGERANG 131,37 -0,08 21 TEGAL 121,83 -0,45 9 SERANG 131,54 -0,08 22 KUDUS 129,65 -0,48 10 CIREBON 120,27 -0,10 23 BANDUNG 123,50 -0,49 11 BANYUWANGI 121,82 -0,14 24 PURWOKERTO 121,79 -0,51 12 CILACAP 126,90 -0,18 25 MADIUN 121,46 -0,52 13 PROBOLINGGO 122,48 -0,20 26 KEDIRI 121,32 -0,57

Referensi

Dokumen terkait

KU-Kesalahan Utama, KP-Kesalahan Pindaan, KA-Kesalahan Alternatif Catatan Keputusan T-Tertuduh, K-Kesalahan 15 MA-83D-2661- 10/2020 Pendakwa Raya. ( Polis Diraja Malaysia

Adapun batasan masalah dalam pembuatan laporan berdasarkan dengan kerja praktek yang telah dilakukan yaitu, penulis hanya melakukan analisis pada prosedur pengiriman paket di

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa model yang dikembangkan dapat digunakan untuk menggolongkan mangga Gedong gincu berdasarkan rasio kandungan gula asam dengan

أطخ باتج نأ لاؤسلا ناك نإو رفصلا وباسحف ( 0 .) نٌترم رابتخلاا يطعت , يدعبلا رابتخلااو يلبقلا رابتخلاا نيعي. رابتخلاااّمأو تاملكلا نٌمتخ ةبعل ةقيرطب

H0: Hubungan daya tarik pesan moral iklan Traveloka dengan minat pelanggan yang tidak signifikan.. H1: Hubungan daya tarik pesan moral iklan Traveloka dengan minat

Composite yang dilakukan pada Adobe After Effect merupakan penggabungan semua bahan grafis yang sudah dianimasikan satu persatu dengan background dan pemberian transisi

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan media pembelajaran Fisika berupa permainan Gasik pada pokok materi Cahaya untuk siswa SMP kelas VIII dengan kriteria

Dengan adanya beragam metode ta’zir yang diterapkan tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan penerapan metode ta’zir