8
LANDASAN TEORI
2.1. Konsep Dasar Web 2.1.1. Internet
Menurut Nugroho (2008:25) Internet adalah “Sistem informasi global berbasis komputer”. Internet terbentuk dari jaringan-jaringan computer yang terkoneksi satu sama lain. Setiap jaringan mungkin menghubungkan puluhan, ratusan bahkan ribuan komputer, yang memungkinkan komputer-komputer itu saling berbagi data dan informasi satu sama lain.
Internet, berasal dari bahasa Inggris, yakni inter berarti antar dan net berarti jaringan sehingga dapat dikatakan hubungan antar jaringan. Internet merupakan suatu media informasi yang berjalan dalam suatu komputer dapat dikatakan sebagai
internet jika sudah terhubung dengan suatu jaringan.
Internet yang pada awalanya merupakan suatu rencana dari Departemen
Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) pada sekitar tahun 1969. Dimulai dari suatu proyek yang dinamakan ARPANET atau Advanced Research
Projects Agency Network. ARPANET dibangun dengan sasaran untuk membuat suatu
jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan. Dengan cara ini diharapkan apabila satu bagian dari jaringan terputus, maka jalur yang melalui jaringan tersebut dapat secara otomatis dipindahkan ke saluran lainnya.
Di awal 1980-an, ARPANET terpecah menjadi dua jaringan, yaitu ARPANET
dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan tetapi keduanya mempunyai hubungan
sehingga komunikasi antar jaringan tetap dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tapi lama-kelamaan disebut sebagai Internet saja. Sesudahnya, internet mulai digunakan untuk kepentingan akademis dengan menghubungkan beberapa perguruan tinggi, masing-masing UCLA, University of California at Santa Barbara, University of Utah, dan Stanford Research Institute.
Perkembangan ARPANET ini cukup pesat jika dilihat perkembangan komputer saat itu. Sebagai gambarannya pada tahun 1977, ARPANET telah menggabungkan lebih dari 100 mainframe computer dan pada saat ini terdapat sekitar 4 juta host
jaringan yang terhubung. Jumlah sebenarnya dari computer yang terhubung tidak dapat diketahui dengan pasti, karena perkembangan jumlah komputer yang terhubung dengan suatu jaringan semakin lama semakin besar.
2.1.2 Website
Menurut Kustiyahningsih (2011:4) “World Wide Web (WWW), lebih dikenal dengan web yang merupakan salah satu layanan yang didapat oleh pemakai komputer yang terhubung ke internet dengan fasilitas hypertext untuk menampilkan data berupa text, gambar, suara, animasi dan data multimedia lainnya.” Sehingga
web pada awalannya adalah ruang informasi dalam internet, dengan menggunakan teknologi hypertext, pemakai dituntun menemukan informasi dengan mengikuti link
yang disediakan dalam dokumen web yang ditampilkan dalam web browser. Situs/web dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu “web statis” dan “web dinamis”.
Web statis adalah web yang menampilkan informasi-informasi yang sifatnya statis(tetap). Disebut statis karena pengguna tidak dapat berinteraksi dengan web
tersebut. Web dinamis adalah web yang menampilkan informasi serta dapat berinteraksi dengan pengguna. Web yang dinamis memungkinkan pengguna untuk berinteraksi menggunakan form sehingga dapat mengolah informasi yang ditampilkan. Web dinamis bersifat interaktif, tidak kaku, dan terlihat lebih indah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kelebihan dari aplikasi web adalah dapat diakses kapan pun dan darimana pun selama ada internet, serta dapat diakses hanya dengan menggunakan web browser, tidak perlu menginstal aplikasi client khusus. Sedangkan kekurangan yang dimiliki aplikasi web itu sendiri adalah antarmuka yang dapat dibuat terbatas sesuai spesifikasi standar untuk membuat dokumen web dan keterbatasan kemampuan web browser untuk menampilkannya. Serta, terbatasnya kecepatan internet mungkin membuat respon aplikasi menjadi lambat.
2.1.3 Web Browser
Menurut (WK; 2010:15) web browser adalah “aplikasi yang digunakan untuk menampilkan file-file website, baik html, php, mht dan lain sebagainya. Anda tidak akan dapat menmpilkan hasil dari desain Anda apabila Anda tidak mempunyai
browser.” Anda dapat menggunakan browser Internet Explorer (IE) yang merupakan
bawaan Windows, Mozilla FireFox, Opera, Safari, Chrome dan lain-lain. Saat ini, telah terdapat banyak produk web browser antara lain:
a. CERN’s Web Browser merupakan paket web browser berbasis teks. b. NSCA Mosaic dikembangkan marc Andesen di University of Illionis
National Center For Supercomputer Aplications (NCSA). SCA Mosaic telah berbasis grafis.
c. Setelah keluar NCSA , marc Andersen membuat Nestape Navigator dan mendirikan Nestape Communication Corporation.
d. Lynx-broswer berlisensi freeware dari Kansas University untuk sistem UNIX dan PC yang mengkonsumsi daya kecil.
e. Cello dari Cornell University, WinWeb, Chimera, MidasWWW, WebWorks Mosaic, ViolaWWW, TKWWW, NeoPlanet, Opera, dan sebagainya
2.1.4 Web Server
Menurut WK (2010:14) “web server dibutuhkan untuk melakukan pemprograman yang membutuhkan teknologi server-side, seperti PHP, ColdFusion, ASP dan JSP”. Oleh karena itu, server web merupakan perangkat yang penting untuk melakukan uji coba pemprograman server-side yang Anda buat. Dengan demikian, Anda tidak perlu melakukan upload data ke sebuah hosting hanya untuk mengetahui hasil pemprograman untuk sisi server.
Pemprograman server-side biasanya digunakan untuk mengakses database yang terdapat pada server hosting, sehingga pengembang dengan mudah mengolola content website dengan mudah tanpa mengubah halaman-halaman web. Contoh web server adalah :
a. Apache
Merupakan web server yang paling populer dan memiliki rangking pertama dalam persentase penggunanya. Apache bisa digunakan diberbagai platform OS. Contoh: Linux, Windows dan lain-lain.
b. IIS (Internet Information Services)
Digunakan di sistem operasi windows NT dan Windows 2002. c. PWS (Personal Web Server)
Digunakan di sistem operasi windows 9x. 2.1.5 Web Programing
Menurut Kustiyaningsih dan Anamisa (2011:9) Dalam web programming
terdapat server-side programming dan client-side programming. Client-side
programming adalah untuk membuat web yang statis, sedangkan untuk membuat web
yang dinamis (dapat interaktif dengan user) diperlukan server-side dan client-side
programming. Program web yang tergolong Client Side seperti Java Script, VB
Script, HTML dan lain-lain. Hasil parsing script pemprograman client side yang
berupa HTML dari server web dapat dilihat dengan memilih menu view > Source code.
2.1.6 Pengertian E-Commerce
Menurut Munawar (2009:1) menyatakan bahwa “E-Commerce juga dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan mansyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran/penjualan barang, servis dan informasi secara elektronik”.
Electronic Commerce (E-Commerce) secara umum merupakan kegiatan bisnis (perniagaan/perdagangan) atau jasa yang berhubungan erat dengan konsumen
(consumers), Manufaktur, Internet Service Provider (ISP) dan pedagang perantara
(Intermediateries) dengan menggunakan media elektronik. Dalam hal ini media elektronik utama dengan menggunakan internet.
Ada banyak cara untuk mengklasifikasikan transaksi E-Commerce. Salah satunya dengan melihat peserta yang terlibat dalam transaksi E-Commerce.
Berdasarkan sifat penggunanya E-Commerce dibagi menjadi tiga jenis yaitu :
1. Business To Customer (B2C) merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku
bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu.
2. Customers To Customers (C2C) dimana konsumen menjual produk secara
langsung kepada konsumen lainnya.
Customers To Business (C2B) merupakan individu yang menjual produk atau jasa
kepada organisasi dan individu yang mencari penjual dan melakukan transaksi. 2.1.7 JavaScript
Menurut Kustiyaningsih dan Anamisa (2011:65) JavaScript adalah “bahasa yang berbentuk kumpulan skrip berjalan pada suatu dokumen HTML”. Bahasa ini adalah bahasa pemprograman untuk memberikan kemampuan tambahan terhadap bahasa HTML dengan mengizinkan pengeksekusian perintah-perintah di sisi user artinya di sisi browser bukan di sisi server web. JavaScript adalah bahasa yang “case
sensitive” artinya membedakan penamaan variabel dan fungsi yang menggunakan
dengan variabel dengan nama test dan setiap instruksi diakhiri dengan karakter titik koma (;).
2.1.8 PHP (Perl Hypertext Preprocessor)
Menurut Nugroho (2013:9) PHP kepanjangannya PHP Hypertext
Preprocessor jadi PHP adalah “bahasa program yang digunakan untuk membuat
aplikasi berbasis web (website, blog, atau aplikasi web).” PHP termasuk bahasa program yang hanya bisa berjalan di sisi server,atau sering disebut Side Server
Language. Jadi program yang dibuat dengan kode PHP tidak bisa berjalan kecuali dia
dijalankan pada server web tanpa adanya server web yang terus berjalan dia tidak akan bisa dijalankan.
PHP adalah bahasa pemprogrammanya, dalam membuat website ataupun aplikasi berbasis web, bukan hanya kode PHP saja yang kita butuhkan,tapi kita juga akan menggunakan kode HTML (Hyper Text Markup Language) untuk desain tampilan,yaitu untuk mengatur teks,tabel dan juga membuat form. Selain itu,kita juga akan butuh CSS (Cascading Style Sheets) sebagai kode pemanis web,juga bisa pengganti HTML. Jadi, dalam membuat web, kita pasti akan menggunakan kode HTML dan PHP.
2.1.9 HTML (Hyper Text Markup Language)
Menurut Nugroho (2008:48) “HTML(Hypertext Markup Language) dalam ilmu komputer merupakan bahasa pemformatan teks untuk dokumen-dokumen pada jaringan komputer yang dikenal sebagai World Wide Web (WWW)”. Dokumen-dokumen HTML merupakan berkas mengandung 2 bagian: isi, yaitu segala sesuatu yang ingin ditampilkan dan diperlihatkan dalam dokumen web dan tag yang
merupakan pemformatan yang tersembunyi dari pandangan pengguna yang memberitahu browser tentang bagaimana caranya menampilkan hasil dokumen ke hadapan pengguna.
2.1.10 Dreamweaver CS5
Menurut Sadeli (2011:2), “Dreamweaver merupakan suatu perangkat lunak web editor keluaran Adobe System yang digunakan untuk membangun dan mendesign suatu website dengan fitur-fitur yang menarik dan kemudahan dalam penggunaannya. Selain mudah digunakan dalam membuat dan mendesign web
Dreamweaver juga menambah flexibilitasnya dengan bahasa pemrograman web
lainnya dan dapat berintegrasi pada beberapa perangkat lunak lainnya, dan tidak salah jika perangkat lunak ini menjadi pilihan utama bagi para web-designer
amatir maupun expert”.
Pada Dreamweaver CS5 terdapat beberapa fitur baru yang keren yang dapat Anda gunakan segera mulai dari seputar CSS, pengguna fitur canggih Ajax dan JQuery menggunakan Browser Widget, serta pengujian tampilan web menggunakan Web Adobe BrowserLab”. Membuka Program Dreamweaver CS5, pastikan program Adobe Dreamweaver CS5 telah terinstall di komputer Anda, untuk itu Anda ikuti langkah dibawah ini.
2. Klik menu All Programs > Adobe Dreamweaver CS5
Sumber : Sadeli (2011:2)
Gambar II.1. Membuka Program Dreamweaver CS5
3. Selanjutnya Anda akan melihat tampilan pertama kali saat Anda menjalankan DreamweaverCS5. Lihat gambar dibawah ini
Sumber : Sadeli (2011:2)
4. Kemudian klik tombol HTML pada bagian Create New. Lihat gambar ini
Sumber : Sadeli (2011:2)
Gambar II.3. Membuka area kerja Dreamweaver CS5
5. Selanjutnya akan tampil area kerja seperti gambar di bawah ini.
Sumber : Sadeli (2011:2)
Sekarang kita akan membahas lebih rinci mengenai area kerja dari Dreamweaver CS5 seperti gambar di bawah ini.
Sumber : Sadeli (2011:2)
Gambar II.5. Point-point area kerja Dreamweaver CS5
1. Properties Bar adalah sekumpulan menu yang digunakan untuk menampilkan menu-menu toolbar yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan serta mengatur tampilan dokumen dan fungsi lainnya.
2. Document Toolbar adalah lembar yang digunakan untuk menampilkan file-file dokumen yang Anda buat berupa jendela dokumen (berbentuk tab). Dokumen Toolbar mempunyai tiga tab yang dapat membantu Anda untuk mendesign web seperti Code, Split, dan Design.
3. Document Windows adalah jendela dokumen yang digunakan untuk meletakkan objek-objek yang digunakan seperti mengatur properties dari objek-objek atau komponen untuk membuat dan merancang website
2.1.11 MySQL (My Structure Query Language)
Menurut Madcoms (2010:367) MySQL adalah “Penyimpanan data yang fleksibel dan cepat aksesnya sangat dibutuhkan dalam sebuah website yang interaktif dan dinamis”. Database sendiri berfungsi sebagai penampung data yang anda inputkan melalui form website.selain itu dapat juga di balik dengan menampilkan data yang tersimpan dalam database kedalam halam website. Jenis database yang sangat populer dan di gunakan banyak website di internet sebagai bank data adalah MySQL. 2.1.12 CSS (Cascading Style Sheets)
Menurut Madcoms (2010:141) “Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu kumpulan kode-kode untuk mempormat, yang mengendalikan tampilan isi dalam suatu halaman web.” Penggunaan style CSS pada Format suatu halaman diletakan terpisah dari tampilan halaman. Isi dari kode HTML anda terletak di dalam file
HTML, sedangkan kode CSS dapat berupa tampilan kode yang berada dalam file lain atau dalam salah satu bagian dari dokumen HTML, dan biasanya diletakan di bagian kepala atau bagian tag <head>.
2.1.13 Basis Data
Menurut Kustiyaningsih dan Devie Rosa Anamisa (2011:145), “basis data adalah sekumpulan informasi yang diatur agar mudah dicari. Dalam arti umum basis data adalah sekumpulan data yang diproses dengan bantuan komputer yang memungkinkan data dapat diakses dengan mudah dan tepat, yang dapat digambarkan
sebagai aktivitas dari satu atau lebih organisasi yang berelasi.” Sebagaimana diketahui manajemen modern mengikutsertakan informasi sebagai sumber daya penting yang setara dengan sumber daya manusia, uang, mesin dan material. Informasi adalah suatu bentuk penyajian data yang melalui mekanisme pemprosesan berguna bagi pihak tertentu misalnya manajer. Bagi pihak manajemen, informasi merupakan bahan bagi pengambilan keputusan.
A. Komponen-komponen Bahasa Basis Data
Berdasarkan fungsinya bahasa basisdata mempunyai tiga komponen utama,yaitu:
1) DDL (Data Definition Language)
DDL berfungsi untuk menspesifikasikan skema atau struktur basisdata hsil pernyataan DDL adalah himpunan definisi data yang disimpan di kamus data (data dictionary atau directory)secara khusus.Data dictionary berisi metada yaitu “data mengenai data”.
2) DML (Data Manipulation Language)
DML bersi sekumpulan operasi manipulasi data di basisdata.DML bias disebut juga bahasa query yaitu bahasa untuk meminta informasi dari basisdata karena komponen paling kompleks di DML adalah opersi query. SebenarnyaDML tidak terus berisi operasi untuk query, namun juga meliputi kalimat untuk operasi penghapusan, pembaruan dan penyisipan.
3) DCL (Data Control Language)
DCL merupakan subbahasa untuk mengendalikan srtuktur internal basisdata. DCL digunakan untuk menyesuaikan sistem agar efisien.DCL sangat bergantung vendor.
2.2. Teori Pendukung
2.2.1 Model Pengembangan Perangkat Lunak 1. Tahapan Metode Waterfall
Menurut Pressman (2010:45) model waterfall kadang dinamakan siklus hidup klasik (classic life cycle), dimana hal ini menyiratkan pendekatan dan berurutan (sekuensial) pada pengembangan perangkat lunak, yang dimulai dengan spesifikasi kebutuhan penggunaan dan berlanjut memalui tahapan-tahapan perencanaan
(planning), pemodelan (modeling), konstruksi (construction), serta penyrahan sistem
atau perangkat lunak kepara pelanggan atau pengguna ( deeployment), yang diakhiri dengan dukungan berkelanjutan pada perangkat lunak lengkap yang dihasilkan.
Fase-fase dalam model waterfall menurut referensi Pressman:
Sumber : Pressman (2010:45)
a) Communication
Langkah ini merupakan analisis terhadap kebutuhan software, dan tahap untuk mengadakan pengumpulan data dengan melakukan pertemuan dengan customer,
maupun mengumpulkan data-data tambahan baik yang ada di jurnal, artikel, maupun dari internet.
b) Planning
Proses planning merupakan lanjutan dari proses communication (analysis
requirement). Tahapan ini akan menghasilkan dokumen user requirement atau
bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan software, termasuk rencana yang akan dilakukan.
c) Modeling
Proses modeling ini akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan software yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada rancangan struktur data, arsitektur software, representasi
interface, dan detail (algoritma) prosedural. Tahapan ini akan menghasilkan
dokumen yang disebut software requirement.
d) Construction
Construction merupakan proses membuat kode. Coding atau pengkodean
merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Programmer akan menerjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu
Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat tadi. Tujuan testing adalah menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut untuk kemudian bisa diperbaiki.
e) Deployment
Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah software atau sistem. Setelah melakukan analisis, desain dan pengkodean maka sistem yang sudah jadi akan digunakan oleh user. Kemudian software yang telah dibuat harus dilakukan pemeliharaan secara berkala.
2.2.2 Struktur Navigasi
Menurut Suyanto (2008:62) “Struktur navigasi dalam situs web melibatkan sistem navigasi situs web secara keseluruhan dan desain interface situs web tersebut, navigasi memudahkan jalan yang mudah ketika menjelajahi situs web”. Struktur
navigasi juga dapat diartikan sebagai struktur alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan dan rantai kerja dari beberapa area yang berbeda dan dapat membantu mengorganisasikan seluruh elemen pembuatan website.
Menurut Sutopo (2009:6) memberikan batasan bahwa “Dalam pengembangan
web, terdapat beberapa model navigasi dasar, yang harus dikenal dengan baik oleh desainer, karena setiap model navigasi dapat memberikan solusi untuk kebutuhan yang berbeda”.
Ada 4 macam bentuk dasar dari peta navigasi yang biasa digunakan dalam proses pembuatan aplikasi multimedia, yaitu :
1. Struktur Navigasi Linear
Struktur navigasi linear merupakan struktur yang hanya mempunyai satu rangkaian cerita yang berrut untuk menampilkan satu demi satu tampilan layer secara berurut menurut urutannya dan tidak diperbolehkan adanya percabangan. Tampilan yang dapat ditampilkan adalah salah satu halaman sebelumnya atau salah satu halaman sesudahnya.
Sumber : Sutopo (2009:6)
Gambar II.7. Struktur Navigasi Linier 2. Struktur navigasi Hirarki
Struktur navigasi hirarki merupakan percabangan untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Tampilan pada menu pertama akan disebut sebagai
Master Page (halaman utama kesatu), halaman utama ini mempunyai halaman
percabangan yang dikatakan slave page (halaman pendukung). Jika salah satu halaman pendukung dipilih atau diaktifkan, maka tampilan tersebut akan bernama
Master Page (halaman utama kedua), dan seterusnya yang terpenting dari struktur
Sumber: Sutopo (2009:6)
Gambar II.8. Struktur Navigasi Hirarki
3. Struktur Navigasi Non Linier
Struktur navigasi non linear merupakan pengembangan dari struktur linier. Pada struktur ini diperkenankan membuat penjejakan bercabang. Pemakai bebas menelusuri website tanpa dibatasi oleh suatu rute. Percabangan yang dibuat pada struktur non linier ini berbeda dengan percabangan hirarki, karena pada percabangan non linier ini walaupun terdapat percabangan, tetapi tiap-tiap tampilan mempunyai kedudukan yang sama tidak ada Master Page dan Slave Page
Sumber: Sutopo (2009:7)
Gambar II.9. Struktur Navigasi Non Linier
4. Struktur Navigasi Campuran (Composite)
Struktur navigasi campuran (composite) merupakan gabungan dari struktur navigasi sebelumnya dan disebut juga struktur navigasi bebas, maksudnya adalah jika suatu tampilan membutuhkan percabangan maka dibuat percabangan. Struktur ini paling banyak digunakan dalam aplikasi multi media.
Sumber: Sutopo (2009:8)
2.2.3 Entity Relationship Diagram (ERD)
Menurut McLeod dan Schell, (2009). Entity Relationship Diagram (ERD)
yang selanjutnya disingkat dengan ERD merupakan diagram yang menggambarkan hubungan antar entity di dalam database sebagai entity dan relasi. Selain itu, ERD digunakan untuk memperlihatkan hubungan antar data store yang ada di Data Flow Diagram (DFD) .
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa Entity-Relationship
Diagram adalah salah satu metode pemodelan basis data yang digunakan untuk
menghasilkan skema konseptual untuk jenis/model data semantik sistem. Dimana sistem seringkali memiliki basis data relasional, dan ketentuannya bersifat top-down.
A. Derajat Relationship
Menurut Fathansyah (2009:77) derajat relationship menunjukan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Dari sejumlah kemungkinan banyaknya hubungan antar entitas, derajat relationship merujuk kepada hubungan maksimum yang terjadi dari himpunan entitas yang satu kehimpunan entitas yang lain dan begitu juga sebaliknya. Berikut kardinalitas yang bisa terjadi diantara entitas-entitas, antara lain sebagai berikut : 1. Satu ke satu (One-To-One)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, dan begitu juga sebaliknya setiap pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu himpunan entitas A.
Sumber : Fathansyah (2009:77)
Gambar II.11 Entitas Satu ke Satu 2. Satu ke Banyak (One-To-Many)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya dimana setiap entitas pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas A.
Sumber : Fathansyah (2009:77)
Gambar II.12. Entitas Satu ke Banyak
Entitas 1 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 4 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 1 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 4 Entitas 3 Entitas 5
3. Banyak ke Satu (Many-To-One)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak satu entitas pada himpunan entitas B.
Sumber : Fathansyah (2009:77)
Gambar II.13. Entitas Banyak ke Satu
4. Banyak ke Banyak (Many-To-Many)
Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas B, dan demikian juga sebaliknya, dimana setiap entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas A
Entitas 1 Entitas 1 Entitas 2 Entitas 2 Entitas 3 Entitas 3 Entitas 4 Entitas 5
Entitas 1 Entitas 1
Entitas 2 Entitas 2
Entitas 3 Entitas 3
Entitas 4 Entitas 4
Sumber : Fathansyah (2009)
Gambar II.14 Entitas Satu ke Banyak 2.2.4 Logical Record Structure (LRS)
Menurut Wulandari Lestari (2013:15-16) “Logical Record Structure dibentuk dengan nomor tipe record. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak empat persegi panjang dan dengan nama yang unik”.
Perbedaan LRS dengan ERD dan tipe record berada diluar field tipe record ditempatkan. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record lainnya.Banyak link dari LRS yang diberi tanda field-field yang kelihatan pada kedua link type record. Penggambaran LRS mulai dengan menggunakan model yang dimengerti. Dua metode yang dapat digunakan, dimulai dengan hubungan kedua model yang dapat dikonversikan ke LRS.Metode yang lain dimulai dengan Entity Relationship Diagram dan langsung dikonversikan ke LRS.
1. Konversi ERD ke LRS, Entity Relationship Diagram harus diubah ke bentuk LRS (struktur record secara logic). Dari bentuk LRS inilah yang nantinya dapat ditransformasikan ke bentuk relasi tabel.
2. Konversi ERD ke LRS sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah model sistem yang digambarkan dengan sebuah ERD akan mengikuti pola pemodelan tertentu. Dalam kaitannya dengan konversi ke LRS, untuk perubahan yang terjadi adalah mengikuti aturan-aturan berikut:
a. Setiap entitas diubah kebentuk kotak dengan nama entitas, berada diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.
b. Sebuah relationship kadang disatukan, dalam sebuah kotak bersama entitas,kadang sebuah kotak bersama-sama dengan entitas, kadang disatukan dalam sebuah kotak tersendiri.
c. Konversi LRS ke relasi tabel atau tabel adalah bentuk pernyataan data secara grafis dimensi,yang terdiri dari kolom dan baris. Relasi adalah bentuk visual dari sebuah file, dan tiap tuple dalam sebuah field, atau dalam bentuk lingkaran Diagram Entity Relationship dikenal dengan sebutan atribut.
Konversi dari logical structure, dilakukan dengan cara:
1). Nama logical record structure menjadi nama relasi.
Kid (pk) Nama Uid (pk) Password Nama_member Email Kota Kode_pos Idp Nama(fk) Harga Keterangan Kid (fk) Id (fk) No_ker Nama (fk) Qty harga Id (pk) No_ker Uid (fk) Tgl Keterangan Total Setuju Status_konfirm Id (fk) Uid (fk) Nama_member Method Jumbay Bank Date Status Date_bayar Kode Transaksi Produk Dtl_transaksi konfirmasi Member Kat_product 1 N 1 1 1 1 1 N 1 1 1 1
Sumber : Wulandari Lestari (2013:15-16)
2.2.5 Pengujian Web
Black-Box Testing
Menurut Sukamto dan M.Shalahuddin (2013:275) menyatakan bahwa “
Black-Box Testing (pengujian kotak hitam) adalah menguji perangkat lunak dari segi
spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program”.
Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian kotak hitam harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah.
Pengujian unit fokus pada usaha vertifikasi pada unit yang terkecil pada desain perangkat lunak (komponen atau modul perangkat lunak). Setiap unit perangkat lunak diuji agar dapat diperiksa apakah aliran masukan (input) dan keluaran (output) dari unit sudah sesuai dengan yang diinginkan, pengujian unit biasanya dilakukan saat kode program dibuat. Karena dalam sebuah perangkat lunak banyak memiliki unit-unit kecil maka untuk menguji unit-unit kecil ini biasanya dibuat program kecil (main program) untuk menguji unit-unit perangkat lunak.
Unit disini secara fisik dapat berupa prosedur atau fungsi, sekumpulan prosedur atau fungsi yang ada dalam satu berkas (file) jika dalam pemrograman terstruktur, atau kelas, bisa juga kumpulan kelas dalam satu package dalam pemrograman berorientasi objek. Setiap unit diuji menggunakan sebuah program
pengujian yang khusus dibuat untuk menguji sebuah unit menggunakan kumpulan kasus uji yang didefinisikan.
Sumber: Sukamto dan M.Shalahuddin (2013:275)