• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kasus Pelanggaran HAM id. docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Kasus Pelanggaran HAM id. docx"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Kasus Pelanggaran HAM

Kekerasan kepada wartawan yang dilakukan oleh Letkol Robert Simanjutak terjadi saat jatuhnya pesawat milik TNI AU pada 16 Oktober 2012 lalu di Riau. Letkol Robert Simanjutak diduga melakukan kekerasan ketika menghalangi wartawan yang ingin mengambil gambar jatuhnya pesawat milik TNI AU tersebut. Letkol Simanjutak kehilangan kesabarannya dan melancarkan serangan kepada wartawan tersebut.

Kasus pelanggaran HAM yang terjadi tersebut merupakan kasus pelanggaran yang melanggar HAM dan jika dipandang dari perspektif Pancasila, kasus tersebut dapat disebut melanggar Pancasila sila ke-empat yaitu, “Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawatan/Perwakilan”. Hal ini dikarenakan Letkol Simanjutak telah melanggar hak wartawan tersebut untuk mengambil gambar, dan juga telah mengambil keputusan secara semena-mena dan tidak mengutamakan mufakat dalam mengambil keputusan.

Oleh karena itu, kita selayaknya selalu mengutamakan musyawarah mufakat dalam mengambil keputusan dan selalu dapat melaksanakan keputusan dengan penuh tanggung jawab dan rasa ikhlas.

Nama : Vinnie Gunadevi Wijaya

No : 30

Referensi

Dokumen terkait

Pelanggaran Ham tidak hanya mencakup prilaku pelanggaran pihak penguasa terhadap rakyat namun bisa terjadi pada siapapun yang melakukan tindakan penghakiman pada pihak lain secara

Masih banyak terjadinya kasus-kasus pelnggaran HAM baik pelanggaran HAM berat maupun ringan yang terjadi di Provinsi Papua dan Papua Barat dapat memperliatkan peran

Bila ternyata Komnas HAM dan pemerintah ternyata tidak sanggup melakukan penegakan HAM di Indonesia, masyarakat kita harus meminta lembaga yang lebih tinggi lagi, yaitu PBB,

Sebagai contoh, dalam Pernyataan Komnas HAM Tentang Penyelidikan Pelanggaran HAM Yang Berat Peristiwa 1965-1966 tahun 2012, disebutkan didalamnya telah terjadi

Dari kasus diatas jelaslah bahwa hal tersebut merupakan bentuk pelanggaran HAM dimana seharusnya seseorang/warga Negara memiliki hak untuk bebas

Penanganan permasalahan HAM di Papua mengalami dinamika yang beragam mulai dari pelaksanaan sidang pelanggaran HAM berat kasus Paniai 2014 di PN Makasar, lahirnya Keputusan Presiden (KEPPRES) Nomor 17/2022 tentang penyelesaian pelanggaran HAM Berat Non Yudisial, pembatasan kebebasan berekspresi hingga penetapan tersangka dugaan korupsi terhadap pimpinan daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus pelanggaran HAM yang dilakukan oleh PT Freeport Indonesia terhadap

Studi kasus Pelanggaran HAM dan keadilan dalam filsafat hukum terkait perlakuan polisi terhadap Krisbayudi di pengadilan