OPTIMALISASI BIAYA DAN WAKTU
KERJA DENGAN MENGGUNAKAN
METODE PROJECT MANAGEMENT
TEKNIK CPM DAN LINEAR
PROGRAMMING PADA CV. OFENINDO
ASIH (STUDI KASUS: PROYEK
PEMBANGUNAN GEDUNG
PERPUSTAKAAN PGP-01 KARANG
TENGAH, TANGERANG)
Octavianty Agustin, Lim Sanny
Bina Nusantara University,Jl. Kebon Jeruk Raya No. 27 Jakarta Barat 11530 Indonesia, (021) 53696969,
ABSTRAK
Perencanaan kegiatan proyek yang tepat merupakan hal yang penting sebagai dasar berjalannya sebuah proyek dari awal pelaksanaan sampai proyek tersebut selesai. Pada umumnya perusahaan yang menyediakan jasa konstruksi selalu mengupayakan agar biaya dan waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dapat digunakan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan biaya serta waktu kerja yang digunakan perusahaan untuk dapat menyelesaikan proyek pembangunan. Metode yang dapat digunakan untuk melakukan optimisasi biaya dan waktu dalam sebuah proyek salah satunya adalah dengan menggunakan metode CPM dan Linear Programming. Dengan menggunakan metode ini, diharapkan perusahaan dapat mengurangi tingkat resiko dalam hal waktu dan biaya. Sehingga tidak terjadi keterlambatan dan kelebihan biaya yang dikeluarkan dalam menyelesaikan proyek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan dengan adanya metode CPM dan Linear Programming, CV. Ofenindo Asih dapat mengoptimalkan biaya tambahan sebesar Rp 726.000 dalam proses penyelesaian proyek pembangunan dalam waktu 140 hari.
Kata Kunci : Project Management, CPM, Optimalisasi, Linear Programming, Crashing.
ABSTRACT
Proper planning of project activities is essential as the basis for the passage of an early implementation of the project until the project is completed . In general, companies that provide construction services always strive for cost and time required by the company can be used optimally . The purpose of this study is to optimize the cost and labor time used by the company to be able to finish project construction. The method can be used to perform optimization of cost and time in a project one of them is to use the CPM method and Linear Programming . By using this method, the company can reduce the level of risk in terms of time and cost . So there is no delays and excess costs
incurred in completing the project . The results showed the presence of CPM method and Linear Programming , CV . Ofenindo Asih can optimize a surcharge of Rp 726 000 in the process of completion of the projects PGP - 01 Karang Tengah , Tangerang within 140 days.
Keywords: Project Management, CPM method, Optimization, Linear Programming, Crashing.
PENDAHULUAN
Beberapa tahun terakhir kondisi ekonomi dunia mengalami krisis yang cukup berat dan hal ini semakin memburuk dengan adanya krisis ekonomi di Amerika Serikat. Amri dan Wibowo (2013) mengatakan bahwa suasana krisis ekonomi didunia sudah mulai dirasakan oleh Indonesia dengan bertambahnya jumlah pengangguran, inflasi, indeks harga saham, kesehatan fiskal yang terganggu, dan defisit pendapatan. Selain itu, Moerti (2013) juga mengatakan bahwa, inflasi di Indonesia melonjak tajam seiring kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bulan Juli lalu. Inflasi di bulan Juli tercatat sebagai inflasi yang tertinggi sejak 2008. Inflasi dan kenaikan harga bahan bakar ini berdampak pula ke sector konstruksi itu sendiri dimana biaya-biaya material utama untuk melakukan pembangunan ikut meningkat baik material impor maupun material lokal.
CV. Ofenindo Asih merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa konstruksi bangunan gedung, jalan, irigasi, konstruksi baja dan konveksi. Akibat adanya inflasi akhir-akhir ini performance perusahaan mengalami penurunan. Proyek yang dikerjakan tidak memberikan profit yang berarti bahkan perusahaan dapat dikatakan rugi akibat adanya inflasi yang terjadi saat ini. Untuk itu perusahaan harus dapat mengatasi masalah tersebut dengan mengurangi total biaya yang dikeluarkan tetapi waktu penyelesaian proyek pembangunan yang dikerjakan tidak melebihi batas dari waktu yang telah di tentukan oleh pihak penyedia proyek.
Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Feri, Haris dan Harun (2010) menunjukkan bahwa penggunaan metode analisa jaringan, TCTO (Time Cost Trade Off) dan Linear Programming dapat mempercepat keterlambatan progress suatu aktivitas selama 7 hari dengan tambahan biaya sebesar Rp 2.070.000. penerapan metode Linear Programming juga dilakukan pada penelitian Elmabrouk (2012) dengan mengkombinasikan metode CPM menggunakan program LINDO dapat memenuhi permintaan manajer yang menginginkan percepatan dilakukan menjadi 91 hari dari 97 hari dengan tambahan biaya sebesar $2.120. Penelitian lain yang dilakukan oleh Henry dan Adianto (2010) menunjukkan bahwa penggunaan metode analisa jaringan dan Burgess Methods dapat menghemat biaya sebesar Rp 300.000. Maka dapat disimpulkan secara garis besar bahwa penggunaan metode analisa jaringan, dan Linear Programming dapat mengatasi permasalahan yang terjadi mengenai biaya dan waktu kerja yang dilakukan dalam menyelesaikan proyek pembangunan.
Rangkuti (2006: 499) mengatakan bahwa CPM – Critical Path Method adalah analisis kegiatan-kegiatan dimana prosesnya digambarkan dalam bentuk jaringan kerja (network). Melalui network ini, selanjutnya kita dapat menghitung serta menentukan jalur kegiatan yang memerlukan pengenadalian yang lebih cermat. Dimana network yang dimaksud dikenal dengan jalur kritis, yaitu jalur yang memiliki rangkaian komponen-komponen kegiatan dengan total jumlah waktu terlama. Ketika perusahaan mengelola sebuah proyek, mundurnya waktu penyelesaian proyek dari waktu yang sudah ditentukan sangat dihindarkan oleh seorang manajer proyek. Apapun kondisinya, beberapa atau semua aktivitas yang ada harus dapat diselesaikan tepat waktu. Untuk itu, percepatan waktu disetiap aktivitas dalam proyek tersebut harus dapat dipercepat. Hal ini untuk menghindari keterlambatan dalam menyelesaikan sebuah proyek. Proses dimana kita dapat memperpendek atau mempersingkat waktu proyek dengan biaya terendah disebut crashing project (Heizer & Render, 2009: 119).
Siswanto (2007: 38) mengatakan bahwa program linear adalah salah satu model riset operasi yang menggunakan teknik optimisasi matematika linear dimana seluruh fungsi harus berupa fungsi matematika linear. Berdasarkan pada penelitian Turban, Russel, Ledbetter, Cox, dan lain-lain Linear Programming adalah salah satu teknik riset operasi yang paling banyak digunakan perusahaan-perusahaan di Amerika. Teknik ini bisa digunakan untuk menyelesaikan teknik riset operasi yang lain seperti Transportation, Assignment, Crash Time
and Crash Cost Program pada Critical Path Method (CPM), Equilibrium condition pada Markov Analysis dan lain sebagainya.
METODE PENELITIAN
Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis metode penelitian deskriptif dimana jenis penelitiannya berupa studi kasus.. Dimana unit analisisnya adalah proyek pembangunan gedung perpustakaan PGP-01 yang dilakukan oleh CV.Ofenindo Asih. Data yang dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pihak perusahaan. Time Horizon yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini adalah Cross Sectional. Setelah data terkumpul, data tersebut kemudian diolah dengan menggunakan program QM for windows 2 dengan metode Project Management (Critical Path Method) dan Linear Programming.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian ini dimulai dengan melakukan pengumpulan data berupa penjadwalan dan anggaran biaya untuk setiap aktivitas yang dilakukan didalam proyek pembangunan gedung perpustakaan PGP-01 Karang Tengah, Tangerang yang dilakukan oleh CV. Ofenindo Asih. Pengolahan data yang dilakukan menggunakan metode Project Management teknik CPM dan Linear Programming. Pada tahap ini data penjadwalan setiap aktivitas didalam proyek pembangunan di analisa dengan menggunakan software QM for Windows 2. Berikut pendefisian aktivitas dalam proyek pembangunan yang akan dilakukan :
Tabel 1 Daftar Kegiatan Proyek Simbol
Pekerjaan Pekerjaan Pekerjaan Pendahulu
Waktu yang diperlukan (hari)
A Pekerjaan Persiapan - 7
B Pekerjaan Pondasi A 14
C Pekerjaan Beton Sloof B 14
D Pekerjaan Beton Kolom C 14
E Pekerjaan Beton Balok C 30
F Pekerjaan Beton Plat D 14
G Pekerjaan Beton Tangga E, F 7
H Pekerjaan Lantai J,K 21
I Pekerjaan Dinding E, F 30
J Pekerjaan Plafond I, L 14
K Pekerjaan Kusen, Daun Pintu,
dan Daun Jedela I, L 15
L Pekerjaan Atap G 20
M Pekerjaan Pengecatan H, O, P 7
N Pekerjaan Lain-Lain M 7
O Pekerjaan Sanitasi J, K 15
P Pekerjaan Mekanikal dan
Tabel aktivitas diatas menunjukkan keseluruhan aktivitas oleh perusahaan untuk dapat menyelesaikan pembangunan aktivitas-aktivitas ini saling terkait a
aktivitas proyek yang sudah disusun diatas maka dapat dilakukan pengujian data dengan menggunakan metode CPM atau
Windows2. Tabel Activity time Project 145 A 7 B 14 C 14 D 14 E 30 F 14 G 7 H 21 I 30 J 14 K 15 L 20 M 7 N 7 O 15 P 20
menunjukkan keseluruhan aktivitas-aktivitas serta durasinya
oleh perusahaan untuk dapat menyelesaikan pembangunan dalam kurun waktu 140 hari. Semua aktivitas ini saling terkait antara satu dengan yang lainnya. Berdasarkan data aktivitas aktivitas proyek yang sudah disusun diatas maka dapat dilakukan pengujian data dengan menggunakan metode CPM atau Critical Path Method dengan menggunakan program
Tabel 2 Output Project Management dengan CPM Activity time Early Start Early Finish Late Start Late Finish Slack 145 7 0 7 0 7 14 7 21 7 21 14 21 35 21 35 14 35 49 37 51 30 35 65 35 65 14 49 63 51 65 7 65 72 68 75 21 110 131 110 131 30 65 95 65 95 14 95 109 96 110 15 95 110 95 110 20 72 92 75 95 7 131 138 131 138 7 138 145 138 145 15 110 125 116 131 20 110 130 111 131
Gambar 1 Jaringan Kerja
yang dilakukan kurun waktu 140 hari. Semua Berdasarkan data aktivitas-aktivitas proyek yang sudah disusun diatas maka dapat dilakukan pengujian data dengan
dengan menggunakan program QM for
Slack 0 0 0 2 0 2 3 0 0 1 0 3 0 0 6 1
Critical Path pada jaringan tersebut adalah A-B-C-E-I-K-H-M-N. Namun, berdasarkan analisa dengan menggunakan metode CPM pada program QM for Windows 2 menunjukkan bahwa penyelesaian proyek pembangunan dapat dilakukan dalam waktu 145 hari. Maka dari itu dilakukan penelitian selanjutnya dengan menggunakan metode Project Management (CPM) dan Linear Programming untuk melakukan percepatan durasi dengan menggunakan data sebagai berikut :
Tabel 3 Data Percepatan Durasi dan Biayanya
Aktivitas Waktu Normal Biaya Normal Waktu Crash Biaya Crash A 7 5000 5 5200 B 14 27500 12 29132 C 14 11820 13 13002 D 14 18000 13 18500 E 30 21800 29 23057 F 14 34157 13 36157 G 7 7360 7 7360 H 21 18372 18 19035 I 30 49837 28 50142 J 14 10639 10 11941 K 15 53162 15 53162 L 20 28117 18 29689 M 7 20925 5 22092 N 7 18799 5 19280 O 15 20574 15 20574 P 20 18611 20 18611 a) Project Management (CPM)
Percepatan durasi dilakukan dengan menggunakan metode Crashing with CPM dengan menggunakan program QM for windows 2. Dengan hasil menunjukkan bahwa proyek tersebut dapat diselesaikan dengan waktu 132 hari dengan tambahan biaya sebesar Rp 6.445.000.
b) Linear Programming
Data yang digunakan untuk melakukan Crashing with LP adalah data waktu (normal dan crash), biaya (normal dan crash), prodecessor (kegiatan pendahulu) dan cost slope untuk setiap aktivitasnya.
Tabel 4 Perbandingan Hasil Analisa dengan CPM dan Linear Programming
Langkah selanjutnya adalah menentukan formulasi sebelum mengujinya dengan menggunakan program QM for Windows 2.
1. Variabel Keputusan
YA….P = Waktu percepatan aktivitas A … P XA …P = Waktu selesai tercepat aktivitas A … P Xstart = Waktu awal
Xfinish = Waktu akhir/penyelesaian 2. Fungsi Tujuan
Zmin = 100YA + 816YB + 1182YC + 500YD + 1257YE + 2000YF + 221YH + 152,5YI + 325,5YJ + 78,6YL + 583,5YM +240,5YN
Aktivitas Waktu Normal (hari) Pekerjaan Pendahulu Biaya Normal (xRp1000) Waktu Crash (hari) Biaya Crash (xRp1000) Cost Slope (xRp1000 / hari) A 7 - 5000 5 5200 100 B 14 A 27500 12 29132 816 C 14 B 11820 13 13002 1182 D 14 C 18000 13 18500 500 E 30 C 21800 29 23057 1257 F 14 D 34157 13 36157 2000 G 7 E, F 7360 7 7360 0 H 21 J,K 18372 18 19035 221 I 30 E, F 49837 28 50142 152.5 J 14 I, L 10639 10 11941 325.5 K 15 I, L 53162 15 53162 0 L 20 G 28117 18 29689 786 M 7 H, O, P 20925 5 22092 538.5 N 7 M 18799 5 19280 240.5 O 15 J, K 20574 15 20574 0 P 20 J, K 18611 20 18611 0
3. Fungsi Kendala
• Maksimal Waktu Percepatan :
YA ≤ 2, YB ≤ 2, YC ≤ 1, YD ≤ 1, YE ≤ 1, YF ≤1, YG ≤ 0, YH ≤ 3, YI ≤ 2, YJ ≤ 4, YK ≤ 0, YL ≤ 2, YM ≤ 2, YN ≤ 2, YO ≤ 0, YP ≤ 0.
• Waktu Pendahulu Xstart = 0 • Waktu Penyelesaian Xfinish ≤ 140 • Kendala Waktu Awal
o XA – Xstart + YA ≥ 7 o XB – XA + YB ≥ 14 o XC – XB + YC ≥ 14 o XD – XC + YD ≥ 14 o XE – XC + YE ≥ 30 o XF – XD +YF ≥ 14 o XG – XE + YG ≥ 7 o XG – XF + YG ≥ 7 o XH – XJ + YH ≥ 21 o XH – XK + YH ≥ 21 o XI – XE + YI ≥ 30 o XI – XF + YF ≥ 30 o XJ – XI + YJ ≥ 14 o XJ – XL + YJ ≥ 14 o XK – XI +YK ≥ 15 o XK – XL + YK ≥ 15 o XL – XG + YL ≥ 20 o XM – XH + YM ≥ 7 o XM – XO +YM ≥ 7 o XM – XP + YM ≥ 7 o XN – XM + YN ≥ 7 o XO – XJ + YO ≥ 15 o XO – XK + YO ≥ 15 o XP – XJ + YP ≥ 20 o XP – XK + YP ≥ 20 o XFinish – XN ≥ 0
Berdasarkan formulasi model diatas, pengujian dilakukan dengan menggunakan metode Linear Programming pada program QM for Windows 2. Hasil dari pengujian data tersebut menunjukkan bahwa jumlah waktu yang digunakan untuk dapat menyelesaikan proyek pembangunan gedung perpustakaan ini adalah selama 140 hari. Sedangkan jumlah biaya tambahan akibat adanya percepatan umur proyek tersebut adalah sebesar Rp 726.000.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan analisa yang dilakukan terdapat dua alternatif yang ditawarkan untuk dapat menyelesakan permasalahan mengenai waktu kerja dan biaya yang dikeluarkan. Namun berdasarkan aspek Triple Constraint dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Waktu optimal yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek pembangunan yang dilakukan oleh CV. Ofenindo Asih adalah 140 hari dengan menggunakan metode Linear Programming.
2. Percepatan waktu penyelesaian prroyek yang dilakukan berdampak pula pada biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan yaitu sebesar Rp 726.000.
3. Aktivitas – aktivitas yang mengalami percepatan tersebut antara lain adalah aktivitas A, H dan I. Berikut rincian biaya percepatan untuk masing – masing aktivitas :
• Pada aktivitas A durasi penyelesaian aktivitas dipercepat 2 hari sehingga biaya percepatan yang dibebankan adalah sebesar Rp200.000.
• Aktivitas H durasi penyelesaian aktivitas dipercepat sehari dengan biaya percepatan sebesar Rp 221.000.
• Sedangkan aktivitas I durasi penyelesaian aktivitas dipercepat 2 hari dengan biaya percepatan sebesar Rp 305.000.
Saran yang diberikan penulis kepada perusahaan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, baiknya perusahaan mempertimbangkan penggunaan metode Project Management teknik CPM dan Linear Programming dalam melakukan penjadwalan dan anggaran proyek pembangunan., meminimalisir hambatan-hambatan yang mungkin terjadi dalam melaksanakan proyek pembangunan, dan dalam hal waktu penyelesaian proyek pembangunan baiknya perusahaan juga mempertimbangkan dampaknya terhadap biaya yang dikeluarkan.
REFERENSI
Dipohusodo, I. (2006). Manajemen Proyek dan Konstreuksi. yogyakarta: Kanisius.
Elmabrouk, O. M. (2011). A Linear Programming Technique for the Optimization of the Activities in Maintenance Projects. International Journal of Engineering & Technology IJET-IJENS , 11.
Harianto, F., HA, A. H., & Akbar, R. H. (2010). Aplikasi Program Linear Untuk Mempercepat Umur Proyek Dengan Metode TCTO Pada Proyek Rumah Tinggal. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah 2010 .
Henry, & Adianto, Y.L (2010). IMPLEMENTASI PERATAAN SUMBER DAYA DALAM PELAKSANAAN KONSTRUKSI JALAN TOL BOGOR RING ROAD. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Prasarana Wilayah 2010 .
Moerti, W. (2013). PT. Integra Ventura. Merdeka.com: http://www.merdeka.com/uang/5-kondisi-ekonomi-terkini-hampir-mirip-krisis-ekonomi-1998.html . Diakses pada tanggal 24 Oktober 2013
RIWAYAT PENULIS
Octavianty Agustin lahir dikota Tangerang pada tanggal 28 Oktober 1992. Penulis menamatkan pendidikan S1 di Bina Nusantara University dalam bidang Manajemen pada tahun 2014.