III. METODE PENELITIAN. yaitu suatu cara atau metode yang dimaksudkan dan terdapat dalam suatu ilmu

Teks penuh

(1)

III. METODE PENELITIAN

Metode Penelitian

Untuk memperoleh hasil penelitian yang baik maka perlu adanya metode ilmiah, yaitu suatu cara atau metode yang dimaksudkan dan terdapat dalam suatu ilmu yang disebut metodologi. Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. (Dani Fardiansyah, 2008:3)

Metode peneltian merupakan suatu cara atau jalan untuk memperoleh kembali pemecahan terhadap segala permasalahan. Dengan demikian maka metode penelitian sangat dibutuhkan dalam memecahkan suatu masalah yang turut menentukan keberhasilan suatu penelitian. Menurut Husin Sayuti, metode mrupakan suatu cara atau jalan sehubungan dengan upaya ilmiah maka metode menyangkut masalah cara kerja yaitu cara kerja untuk dapat memahami obyek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. (Husin Sayuti, 1989:32).

(2)

Di dalam penelitian, maka metode merupakan faktor penting untuk memecahkan masalah yang turut menentukan keberhasilan suatu penelitian. Menurut Winarno Surakmad bahwa: metode adalah cara utama yang dipergunakan untuk mencapai suatu tujuan, misalnya untuk menguji serangkai hipotesis dengan menggunakan teknik serta alat tertentu. (Winarno Surakmad, 1982:121)

Metode merupakan cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. (Husin Sayuti, 1989:32)

Berdasarkan dari pendapatan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode merupakan cara kerja atau jalan yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan.

A. Metode yang digunakan

Dalam melakukan kegiatan ilmiah terdapat suatu metode yang harus dipakai oleh penulis, metode yang tepat dan sistematis sebagai suatu penentu ke arah pemecahan masalah. Metode adalah cara yang seharusnya ditempuh untuk mencapai suatu tujuan.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian historis. Penelitian historis adalah:

Metode penelitian historis adalah prosedur pemecahan masalah dengan menggunakan data masa lalu atau peninggalan-peninggalan baik untuk memahami kejadian atau suatu keadaan yang berlangsung pada masa lalu terlepas dari keadaan masa sekarang dalam hubungannya dengan kejadian atau masa lalu, selanjutnya kerap kali juga hasilnya dapat dipergunakan untuk meramalkan kejadian atau keadaan masa yang akan datang.

(3)

Metode historis lebih memusatkan pada masa lalu yang berupa peninggalan-peninggalan, dokumen-dokumen, arsip-arsip, Data tersebut tidak hanya sekedar diungkapkan dari sudut kepentingan sejarahnya, namun untuk memahami berbagai aspek kehidupan masa lalu. Masalah yang diselidiki oleh peneliti pada dasarnya terbatas pada data yang sudah ada.

Tujuan penelitian historis adalah untuk rekonstruksi masa lampau secara objektif dan sistematis dengan cara mengumpulkan, memverifikasikan menginstesakan bukti-bukti untuk memperoleh kesimpulan.

Langkah-langkah dalam penelitian historis adalah:

1. Heuristik adalah proses mencari untuk menemukan sumber-sumber sejarah

2. Kritik adalah menyelidiki apakah jejak sejarah itu asli atau palsu 3. Interpretasi adalah setelah mendapatkan fakta-fakta yang diperlukan

maka kita harus merangkaikan fakta-fakta itu menjadi keseluruhan yang masuk akal

4. Historiografi adalah suatu kegiatan penulisan dalm bentuk laporan hasil penelitian

(Nugroho Notosusanto, 1974:11)

Berdasarkan langkah-langkah penelitian historis, maka langkah-langkah kegiatan penelitian yang akan peneliti lakukan adalah:

1. Heuristik

Pada tahap ini peneliti mencoba mencari dan mengumpulkan data-data yang diperlukan yang bersumber dari buku-buku yang berhubungan dengan penelitian yang berjudul Tinjauan Historis tentang Benteng Marlborough sebagai Tempat Usaha Dagang Inggris di Bengkulu pada tahun 1714-1719. Dan peneliti juga meneliti langsung ke benteng Marlborough yang ada di Bengkulu..

(4)

2. Kritik

Setelah data terkumpul, kegiatan peneliti selanjutnya adalah melakukan kritik terhadap sumber-sumber yang telah didapat untuk menguji apakah data-data tersebut valid atau tidak, serta layak dan menunjang penelitian yang dilakukan.

3. Interpretasi

Pada tahap ini peneliti melakukan penafsiran terhadap data-data yang telah didapatkan dan selanjutnya peneliti berusaha untuk melakukan analisis data atau melakukan pembentukan dan generalisasi sejarah 4. Historiografi

Pada tahap terakhir ini peneliti melakukan penyusunan atau penulisan dalam bentuk laporan tersusun sehingga tersusun konsep sejarah yang sistematis

B. Variabel Penelitian

Variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi objek pengamatan penelitian sebagai faktor yang berperan dalam peristiwa yang akan diteliti (Sumadi Suryabrata, 2000:72). Variabel adalah “suatu objek penelitian atau apa yang akan menjadi titik perhatian suatu peneliti”. (Suharsimi Arikunto, 1989:19)

Variabel penelitian adalah sesuatu yang digunakan sebagai ciri, sifat atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh suatu penelitian tentang suatu konsep. (Notoadmojo, 2002:76)

(5)

Sedangkan yang dimaksud dengan variabel penelitian adalah ”Beberapa gejala yang berfungsi sama dalam suatu masalah”. (Hadari Nawawi dan Mimi Martini, 1994)

Berdasarkan pendapat di atas maka dapat dijelaskan bahwa variabel merupakan suatu gejala yang menjadi objek atau perhatian utama dalam penelitian. Adapun variabel yang diajukan dalam penelitian ini adalah variabel tunggal yaitu sejarah keberadaan Inggris di Bengkulu tahun 1714-1719.

C. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah:

1. Teknik Kepustakaan

Tehnik kepustakaan merupakan cara pengumpulan data dan informasi dengan bantuan bermacam-macam matrial yang terdapat diruang perpustakaan seperti koran, majalah, naskah, catatan-catatan kisah sejarah, dokumentasi dan sebagai nya yang relevan dengan penelitian. (Koentjaraningrat, 1983:420)

Tehnik kepustakaan dilakukan dengan cara membaca, memahami, dan membuat catatan-catatan teori dari berbagai buku yang berhubungan erat dengan masalah yang diteliti, yang dalam hal ini adalah buku-buku tentang budaya, tehnik penelitian dan berbagai literatur lainnya yang mendukung terhadap masalah yang diteliti yaitu mengenai fungsi Benteng Marlborough sebagai Tempat Perlindungan Usaha Dagang Inggris di Bengkulu Tahun 1714-1719.

(6)

a. Untuk mengetahui apakah topik penelitian kita telah diteliti oleh orang lain sebelumnya, sehingga penelitian kita bukan hasil duplikasi

b. Untuk mengetahui hasil penelitian orang lain yang ada kaitanya dengan penelitian kita, sehingga kita dapat memanfaatkannya sebagai bahan referensi tambahan.

c. Untuk memperoleh data yang mempertajam orientasi dan dasar teoritis tentang masalah dalam penelitian kita

d. Untuk memperoleh informasi tentang teknik-teknik penelitian yang telah diterapkan

(Muhammad Nazir, 1989:97)

3. Teknik Observasi

Observasi adalah pengamatan langsung pada ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan. Tujuannya untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut, serta melakukan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian (S. Margono, 1996:158).

Dalam teknik observasi ini, penulis mengadakan pengamatan langsung pada Benteng Marlborough di Bengkulu. Teknik ini digunakan untuk memperoleh data mengenai Benteng Marlborough sebagai Tempat Perlindungan Usaha Dagang Inggris di Bengkulu Tahun 1714–1719.

(7)

D.4 Teknik Analisis Data

Data yang terdapat dalam penelitian ini adalah data kualitatif , dengan demikian teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif, yang berupa fenomena-fenomena dan kasus-kasus dalam bentuk laporan dan karangan para sejarawan, sehingga memerlukan pemikiran yang teliti dalam menyelesaikan masalah penelitian. Menurut Koenjaraningrat teknik analisis data kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini karena data yang dikumpulkan bersifat monografi atau kasus-kasus dan tidak berbentuk angka-angka sehingga tidak dapat diuji secara statistic (Koenjaraningrat, 1977:338).

Penelitian kualitatif adalah data yang berupa informasi, uraian dalam bentuk bahasa prosa kemudian dikaitkan dengan data lainnya untuk mendapatkan kejelasan terhadap suatu kebenaran atau sebaliknya, sehingga memperoleh gambaran baru ataupun menguatkan suatu gambaran yang sudah ada dan sebaliknya. Joko Subagyo, (1997:106)

Teknik analisis data merupakan suatu tehnik yang mengelompokkan, membuat suatu manipulasi serta menyikat data sehingga mudah dicerna. Dalam mengadakan analisis data yang perlu diingat bahwa data yang diperoleh hanya menambah keterangan terhadap masalah yang ingin dipecahkan dan informasi merupakan data yang dapat menjawab sebagian ataupun dari masalah yang hendak diteliti. (Zasir 1998: 419).

Dengan analisis kualitatif ini diharapkan dapat menjawab dan memecahkan masalah dengan melakukan pemahaman dan pendalaman secara menyeluruh dan utuh dari objek yang akan diteliti guna mendapatkan kesimpulan sesuai dengan kondisi.

(8)

Adapun langkah-langkah analisis data kualitatif yang dikemukakan oleh Muhammad Ali yakni:

1. Penyusunan data, digunakan untuk mempermudah dalam penelitian hal ini menyangkut apakah data yang dibutuhkan sudah memadai atau tidak perlu melalakukan seleksi

2. Klasifikasi data, merupakan usaha penggolongan data berdasarkan kategori tertentu yang dibuat oleh peneliti

3. Pengolahan data, data-data yang telah dimasuk kemudian diolah dengan jalan menyaring dan mengatur apakah data-data tersebut dapat digunakan atau tidak

Penyimpulan data, setelah diadakan pengolahan data maka untuk langkah selanjutnya adalah menarik kesimpulan untuk kemudian disajikan dalam bentuk laporan. (Muhammad Ali, 1985 : 152)

(9)

REFERENSI

Arikunto Suharsimi, 1989. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Bina Angkasa. Jakarta.

Fardiansyah Dani, 2008. Metodologi Penelitian. PT Rajagrafindo Persada: Jakarta Hadari Nawawi dan Mimi Martini, 1994. Analisis Data Penelitian Kualitatif. PT

Rajagrafindo Persada: Jakarta

Koentjaraningrat, 1983. Tehnik Penelitian. PT Rajagrafindo Persada: Jakarta Koestono Budi dan Basrowi, 2006. Metode Penelitian Historis. Rineka Cipta.

Jakarta.

Margono, S. 1996. Metodologi Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta. Semarang. Halaman 35.

Morse dan Field (1995) Analisis Data Penelitian Kualitatif. PT Rajagrafindo Persada: Jakarta

Nazir Muhammad, 1989. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Notoadmojo, 2002. Analisis Data Penelitian Kualitatif. PT Rajagrafindo Persada: Jakarta

Notosusanto Nugroho, 1974. Hakekat Sejarah dan Azas-azas Metode Sejarah. ISAB Bandung.

Sayuti Husin, 1989. Metodologi Penelitian. PT. Raja Grafinso Persada. Jakarta. Subagyo P. Joko, 1997. Penelitian Kualitatif. Prenada Media Group: Jakarta Surakmad Winarno, 1982. Metodologi Penelitian. PT. Raja Grafinso Persada.

Jakarta.

Suryabrata Sumadi, 2000. Metodologi Penelitian. PT. Raja Grafinso Persada. Jakarta.

(10)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :