Hubungi Kami : Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih. Hormat kami, P.T. CDMI. Muslim M. Amin...

13  11  Download (0)

Teks penuh

(1)

Untuk mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi serta berkeadilan, Indonesia dibawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla, menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas. Untuk itu pembangunan infrastruktur terus dikebut mulai dari jalan tol, pelabuhan, bandara, tol laut, infrastruktur energi, transportasi berbasis rel hingga infrastruktur pertanian. Tahun 2017 porsi anggaran infrastruktur meningkat pesat menjadi Rp. 387,7 triliun dan tahun 2018 akan ditingkatkan lagi menjadi Rp. 455 triliun. Berdasarkan Target Jangka Menengah (RPJMN 2015-2019) anggaran infrastruktur membutuhkan biaya Rp. 4.796 triliun, namun pemerintah hanya mampu menyediakan Rp. 1.979 triliun, sisanya harus dibangun oleh perusahaan BUMN dan pihak swasta. Besarnya biaya infrastruktur ini membuat perusahaan BUMN gencar mencari pembiayaan, baik di pasar modal, mencari hutang baru, utamanya ke bank milik pemerintah dan melakukan kerjasama dengan investor asing, agar proyek infrastruktur tersebut bisa dikerjakan tepat waktu.

Menurut pengamatan CDMI, dalam tiga tahun terakhir (2015-2017) kinerja perusahaan disektor infrastruktur dan kontruksi telah menemukan masa kejayaannya dengan berbagai proyek infrastruktur yang dikerjakan secara masif. Tingginya kinerja perusahaan perusahaan tersebut akhirnya membuahkan hasil nyata dengan pendapatan yang meroket. Menurut riset CDMI, sebanyak 14 emiten sektor konstruksi dan infrastruktur yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada semester pertama 2017 mencatat laba yang fantastis rata rata

mencapai 83% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. PT. Adhi Karya mencatat kenaikan laba hingga 136%, PT. Waskita Karya 118% disusul PT. Jasa Marga, PT. Hutama Karya, PT. Pembangunan Perumahan dan masih banyak perusahaan lainnya. Melihat tingginya prospek bisnis infrastruktur di Indonesia, membuat PT. CDMI tertarik melakukan riset yang lebih mendalam selama tiga bulan dan menerbitkannya dalam sebuah buku studi yang berjudul Studi Prospek Bisnis Infrastruktur di Indonesia, 2017-2021 (Dilengkapi dengan Proyek-Proyek yang Sedang dan Akan Dikerjakan). Buku studi ini membahas tuntas tentang perkembangan infrastruktur darat, infrastruktur laut, infrastruktur udara, kawasan industri dan infrastruktur sumber daya air. Juga dibahas tentang proyek infrastruktur yang sedang dan akan dikerjakan, serta proyek proyek mana saja yang dikerjakan oleh perusahaan BUMN dan proyek infrastruktur mana yang diserahkan ke pihak swasta.

Buku ini hanya tersedia di PT. CDMI dan dapat dipesan langsung ke bagian marketing dengan ibu Tina melalui telepon: (6221) 3193-0108, 3193-0109, 3193-0070, atau melalui Fax: (6221) 3193-0102 atau email: marketing@cdmione.com dengan harga Rp. 8.500.000. Demikian penawaran kami, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.

Hormat kami, P.T. CDMI Muslim M. Amin  ... 021 31930 070 marketing@cdmione.com

P.T. CENTRAL DATA MEDIATAMA INDONESIA AGP Building, 2nd Floor

Jl. Pegangsaan Timur No. 1 Cikini Jakarta 10320, Indonesia

Phone : (021) 31930108 - 9 Fax : (021) 31930102

E-mail : marketing@cdmione.com Website : www.cdmione.com

our creative data for your partners

“Studi Prospek Bisnis INFRASTRUKTUR di Indonesia, 2017-2021 (Dilengkapi dengan Proyek-Proyek yang Sedang dan Akan Dikerjakan)”

Posisi : ………… eksemplar Tanggal : / / Tanda Tangan : : : : : 

Check/Bank Draft Kirimkan Invoice

: : Nama (Mr/Mrs/Ms) Nama Perusahaan E-mail Mohon Kirimkan Alamat Telepon/Fax Berikan tanda

Catatan : Luar negeri ditambah ongkos kirim Rp. 8.500.000

:

(2)

Daftar Isi ➢ i.

DAFTAR ISI ... i

DAFTAR TABEL ... xiii

1. PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Lingkup dan Pembahasan Studi ... 5

1.3. Sumber Data dan Informasi ... 5

2. PERATURAN DAN KEBIJAKAN DALAM PENGEMBANGAN BISNIS INFRASTRUKTUR ... 7

2.1. Kebijakan Infratruktur dalam Pengembangan Ekonomi ... 7

2.1.1. Gambaran Umum ... 7

2.1.2. Reformasi Sektor Hukum Mengenai Infrastruktur ... 10

2.1.3. Perkembangan Lain Terkait PPP ... 12

2.1.3.1. Akuisisi Lahan ... 12

2.1.3.2. Fasilitas Proyek Pembangunan ... 12

2.2. Tantangan Pengembangan Infrastruktur Di Indonesia ... 13

2.2.1. Tantangan PPP Lintas Sektoral di Indonesia ... 13

2.2.2. Permasalahan Lintas Sektor untuk Partisipasi Sektor Swasta... 13

2.2.3. Sektor-Legal Khusus dan Kerangka Regulasi ... 14

2.2.4. Membutuhkan Persiapan Proyek yang Cukup ... 14

2.2.5. Membutuhkan Alasan Kerangka Manajemen Resiko ... 15

2.2.6. Memerlukan Perbaikan Biaya yang Memadai ... 16

2.2.7. Perlu Mendapat Persamaan dan Efisiensi; Obligasi Layanan Publik ... 16

2.2.8. Perlu Diversifikasi Domestic Financing Modalities ... 16

2.2.9. Legal, Regulatory, dan Pelaksanaan Kerangka Untuk Akuisisi Lahan ... 17

2.3. Kebijakan Pengembangan Infrastruktur ... 17

2.3.1. Kebijakan Sebelumnya ... 17

2.3.1.1. Dukungan Fiskal ... 18

2.3.1.2. Kesediaan Proyek ... 19

2.3.1.3. Kejelasan dan Konsistensi Kebijakan dan Peraturan ... 19

2.3.2. Kebijakan Saat Ini ... 20

2.3.2.1. Perkembangan Perbaikan Regulasi untuk Mendukung Proyek Infrastruktur ... 20

(3)

 Daftar Isi

ii.

2.3.3.1. Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang

Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional ... 26

2.3.3.2. Daftar 225 Proyek Strategis Nasional ... 29

2.3.4. Partisipasi Sektor Swasta Sangat Diharapkan Dalam Pembangunan dan Penyediaan Infrastruktur ... 36

2.3.4.1. Kerangka Kebijakan, Peraturan dan Kelembagaan ... 37

2.3.4.2. Kebijakan Sektoral... 37

2.3.5. Beberapa Proyek MP3EI Akan Dilanjutkan Pembangunannya ... 42

2.3.5.1. Ada 18 Bidang Ekonomi Utama yang Menjadi Target Program MP3EI ... 44

2.3.5.2. Pengembangan 6 Koridor Ekonomi Indonesia Menjadi Target Program ... 44

2.3.5.3. Tema Pembangunan Masing-Masing Koridor Ekonomi ... 45

2.3.5.4. Koridor Ekonomi Sumatera ... 45

2.3.5.5. Koridor Ekonomi Jawa ... 46

2.3.5.6. Koridor Ekonomi Bali – Nusa Tenggara ... 46

2.3.5.7. Koridor Ekonomi Kalimantan ... 47

2.3.5.8. Koridor Ekonomi Sulawesi – Maluku Utara ... 47

2.3.5.9. Koridor Ekonomi Papua - Maluku ... 48

3. PEMBANGUNAN SEKTOR INFRASTRUKTUR DARAT ... 49

3.1. Jalan Tol ... 49

3.1.1. Sejarah Jalan Tol ... 49

3.1.2. Prinsip Dasar Investasi Jalan Tol... 50

3.1.3. Skema Investasi ... 51

3.1.4. Kebijakan Percepatan Pembangunan Jalan Tol ... 51

3.1.5. Reformasi Regulasi Jalan Tol ... 52

3.1.6. Metode Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol ... 52

3.1.7. Tugas BPJT ... 53

3.1.8. Perkembangan Ruas Jalan Tol... 53

3.1.8.1. Jalan Tol yang Telah Beroperasi ... 53

3.1.8.2. Pelaku Utama Di Bisnis Jalan Tol ... 54

3.1.8.3. Jalan Tol yang Dibangun Pemerintah ... 60

3.1.8.4. Ruas Jalan Tol Di DKI Jaya ... 62

3.1.8.5. Kendala realisasi pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) 2 ... 64

3.1.8.6. Jalan Tol Dalam Tahap Pembangunan ... 66

3.1.8.7. Jalan Tol yang Direncanakan akan Dibangun ... 68

(4)

Daftar Isi ➢ iii.

3.1.9. Sumber Pembiayaan ... 71

3.1.9.1. Latar Belakang ... 71

3.1.9.2. Karakteristik Investasi Jalan Tol ... 72

3.1.9.3. Pembiayaan Jalan Tol ... 72

3.1.9.4. Dukungan Pemerintah Yang Diperlukan... 72

3.1.9.5. Pembebasan Lahan ... 73

3.1.9.6. Penyesualan Tarif ... 73

3.1.9.7. Ketersediaan Pendanaan ... 73

3.1.10.Prospek Pembangunan & Pengembangan Jalan Tol... 74

3.2. Jalan Non Tol ... 74

3.2.1. Jalan yang Telah Beroperasi ... 74

3.2.2. Jalan Non Tol yang Dalam Tahap Pembangunan... 75

3.2.3. Jalan Perbatasan Negara ... 77

3.3. Jembatan ... 79

3.3.1. Proyek Jembatan Holtekamp (Papua)... 80

3.3.2. Proyek Jembatan Teluk Kendari (Sulawesi Tenggara) ... 81

3.3.3. Proyek Jembatan Pulau Balang (Kalimantan Timur) ... 82

3.3.4. Proyek Jembatan Pulau Laut-Batulicin (Kalimantan Selatan) ... 83

3.4. Pembangunan Jalur Kereta Api ... 85

3.4.1. Jalur Kereta Api yang Ada ... 85

3.4.2. Kinerja Perkeretaapian Indonesia ... 91

3.4.2.1. Jumlah Penumpang dan Barang yang Diangkut ... 91

3.4.2.2. Jumlah Angkutan Barang Menurut Jenis... 92

3.4.2.3. Perkembangan Panjang Jalan Rel Kereta ... 93

3.4.2.4. Panjang Jalan Rel Kereta Api yang Ditingkatkan/Direhabilitasi .... 93

3.4.2.5. Perkembangan Jumlah Armada Kereta Api ... 94

3.4.3. PT KAI Aktif Melakukan Ekspansi Bisnis... 95

3.4.4. Infrastruktur Kereta Api yang sedang Dibangun ... 97

3.4.4.1. Pembangunan Proyek-Proyek Kereta Api Di Luar Jawa ... 97

3.4.4.1.1. Sumatera ... 99

3.4.4.1.2. Kalimantan ... 101

3.4.4.1.3. Sulawesi ... 103

3.4.4.1.4. Papua ... 104

3.4.4.1.5. Profil Proyek-Proyek Kereta Api Di Luar Jawa ... 105

3.4.4.2. Pembangunan Proyek-Proyek Kereta Api di Jawagan Kereta ... 111

3.4.4.2.1. Jalur Ganda Kereta Api Lintas Jawa Siap Beroperasi .. 112

(5)

 Daftar Isi

iv.

3.4.4.2.3. Proyek KA Semi Cepat Jakarta-Surabaya Akan Dibangun

Investor Jepang ... 115

3.4.4.3. Proyek-Proyek Kereta Api Dalam Kota ... 117

3.4.4.3.1. Proyek-Proyek Light Rail Transit (LRT) ... 118

3.4.4.3.2. Proyek-Proyek Mass Rapid Transit (MRT)... 121

3.4.4.3.3. Proyek-Proyek Kereta Api Bandara ... 123

3.4.4.3.4. Proyek Infrastruktur Kereta Api Lainnya ... 127

3.4.5. Pembiayaan ... 130

3.4.6. Prospek ... 131

4. PEMBANGUNAN SEKTOR INFRASTRUKTUR LAUT ... 135

4.1. Peta Bisnis Transportasi Laut di Dalam Negeri ... 135

4.1.1. Gambaran Umum ... 135

4.1.2. Perkembangan Jumlah Armada dan Kapasitasnya ... 136

4.1.2.1. Menurut Kepemilikan ... 136

4.1.2.2. Menurut Jenis Pelayaran ... 138

4.1.3. Perusahaan Pelayaran Menurut Provinsi ... 139

4.2. Kinerja Jasa Transportasi Laut dan Bisnis Pendukungnya ... 140

4.2.1. Perkembangan Volume Angkutan Laut ... 140

4.2.1.1. Menurut Jenis Kapal ... 140

4.2.1.2. Perkembangan Volume Angkutan Laut Menurut Empat Pelabuhan Utama ... 142

4.2.1.2.1. Volume Angkutan Laut Antar Pulau ... 142

4.2.1.2.2. Volume Angkutan Laut Internasional ... 142

4.2.1.2.3. Perkembangan Total Volume Angkutan Antar Pulau dan Internasional Menurut Pelabuhan Bongkar dan Muat .. 143

4.3. Kinerja PT. Pelindo I-IV Di Bisnis Jasa Kepelabuhanan ... 144

4.3.1. Jumlah Kunjungan Kapal ... 144

4.3.2. Arus Bongkar Muat... 144

4.3.3. Arus Peti Kemas ... 145

4.3.4. Produksi Jasa Terminal Pelabuhan ... 146

4.3.5. Produksi Jasa Tambat Pelabuhan ... 146

4.3.6. Produksi Jasa Labuh Pelabuhan ... 147

4.3.7. Produksi Jasa Penumpukan Pelabuhan ... 147

4.3.8. Jumlah Penumpang ... 148

4.4. Kondisi Pelabuhan Laut di Indonesia ... 149

4.4.1. Issue Terkini ... 149

(6)

Daftar Isi ➢ v.

4.4.3. Terminal Kontainer ... 150

4.4.4. Pelabuhan-Pelabuhan Khusus ... 151

4.4.4.1. Pelabuhan Khusus CPO... 152

4.4.4.2. Pelabuhan Khusus Batubara ... 152

4.4.5. Terminal Ferry ... 153

4.4.6. Pengelolaan Pelabuhan ... 154

4.4.7. Fasilitas Pelabuhan yang Dimiliki oleh Pelindo ... 155

4.4.8. Partisipasi Sektor Swasta ... 157

4.4.8.1. Pelabuhan Menangani Lebih dari Kapasitas ... 157

4.4.8.2. Dibutuhkan Dermaga Baru untuk Pengangkutan Benda Cair ... 158

4.4.8.3. Pembangunan Dermaga Khusus CPO Di Dumai ... 158

4.4.8.4. Teluk Bayur Memiliki Dermaga Khusus CPO ... 159

4.4.8.5. Perluasan Pelabuhan Khusus Diperlukan ... 159

4.5. Kebijakan Pemerintah Dalam Pembangunan Pelabuhan ... 159

4.5.1. Rencana Membangun Pelabuhan ... 160

4.5.1.1. Terminal Kontainer Di Teluk Lamong ... 160

4.5.1.2. Terminal Ferry Margagiri - Ketapang ... 162

4.5.1.3. Pelabuhan Bojonegara ... 162

4.5.1.4. Tanah Ampo Cruise Terminal ... 163

4.5.1.5. Proyek Inland Waterways/Cikarang Bekasi Laut ... 164

4.5.1.6. Proyek Pengembangan Pelabuhan Kuala Tanjung ... 165

4.5.1.7. Proyek Pengembangan Pelabuhan Belawan ... 166

4.5.1.8. Proyek Pengembangan Pelabuhan Lupak Dalam (Batanjung) ... 167

4.5.1.9. Proyek Pembangunan Pelabuhan Maloy ... 167

4.5.1.10.Proyek-Proyek Pelabuhan Lainnya ... 170

4.5.2. Jumlah Pelabuhan Laut ... 171

4.5.3. Pelabuhan Internasional Dibuka Untuk Swasta ... 172

4.5.4. Kementerian Perhubungan Akan Menerapkan ISPS Terhadap 141 Pelabuhan ... 173

4.5.5. Izin Baru Pelabuhan Khusus (Pelsus) Diperketat ... 174

4.5.6. Sebanyak 25 Pelabuhan Masuk Nominasi Hub ... 175

4.6. Kinerja Industri Perkapalan Nasional untuk Mendukung Pengembangan Bisnis Jasa Transportasi Laut ... 176

4.6.1. Kondisi Industri Perkapalan Nasional ... 176

4.6.2. Produksi Kapal Di Dalam Negeri ... 177

4.6.3. Kebijakan Pengembangan Industri Perkapalan Nasional ... 177

4.6.4. Strategi Pengembangan Industri Perkapalan Nasional ... 178

(7)

 Daftar Isi

vi.

4.6.6. Dukungan Lembaga Keuangan Nasional Dalam Pemberdayaan Industri

Pelayaran ... 179

4.6.7. Persebaran Galangan Kapal di Dalam Negeri ... 179

4.7. Roadmap Industri Perkapalan Indonesia Sampai Dengan Tahun 2025 ... 181

4.7.1. Pendahuluan ... 181

4.7.2. Faktor Daya Saing ... 182

4.7.2.1. Permintaan dan Penawaran ... 182

4.7.2.2. Analisa Gap ... 184

4.7.2.3. Perilaku Pasar ... 184

4.7.3. Infrastruktur ... 185

4.7.4. Industri Inti, Pendukung dan Terkait ... 185

4.7.5. Strategi Perusahaan dan Persaingan ... 187

4.7.6. Analisa Swot ... 187

4.7.7. Sasaran ... 187

4.7.7.1. Jangka Menengah (2007 - 2009) ... 187

4.7.7.2. Jangka Panjang (2010 - 2025) ... 188

4.7.8. Prioritas Pengembangan Industri Perkapalan ... 188

4.7.8.1. Target Kapasitas Fasilitas dan Jenis Produksi ... 189

4.7.8.2. Strategi dan Kebijakan ... 189

4.8. Pengembangan Tol Laut ... 190

4.8.1. Identifikasi 24 Pelabuhan Pendukung Tol Laut ... 190

4.8.2. Investasi Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur Pendukung Tol Laut ... 191

4.8.2.1. Dibutuhkan Dana Rp. 700 Triliun untuk Mewujudkan Program Tol Laut ... 191

4.8.2.2. Dana Pembangunan dan Pengembangan 24 Pelabuhan Strategis Pendukung Tol laut Mencapai Rp. 66,8 Triliun ... 192

4.8.3. Rute Tol Laut yang Telah Beroperasi ... 193

4.8.4. Insentif dan Kemudahan untuk Investor ... 194

4.8.5. Armada Pendukung ... 195

4.9. Proyeksi Penawaran ... 196

4.9.1. Angkutan Liquid Cargo Domestik ... 196

4.9.2. Angkutan Dry Cargo Domestik ... 197

4.9.3. Angkutan Liquid Cargo Impor dan Ekspor ... 197

4.9.4. Angkutan Dry Cargo Impor dan Ekspor ... 198

4.10. Proyeksi Permintaan ... 199

4.10.1. General Cargo ... 199

4.10.2. Bulk Cargo ... 200

(8)

Daftar Isi ➢ vii.

4.10.4. Liquid Cargo ... 200

4.11. Proyeksi Muatan Angkutan Laut Dalam Negeri untuk 13 Komoditas ... 201

4.12. Kesimpulan dan Prospek ... 201

5. PEMBANGUNAN SEKTOR INFRASTRUKTUR UDARA ... 216

5.1. Kinerja Bisnis Penerbangan ... 216

5.1.1. Kondisi Transportasi Udara ... 216

5.1.2. Maskapai Penerbangan ... 219

5.1.3. Pembiayaan Pengadaan Pesawat... 227

5.1.4. Prospek ... 229

5.2. Bandar Udara (Bandara) ... 230

5.2.1. Kondisi Bandara yang Ada ... 230

5.2.2. Bandara Domestik dan Internasional yang Sedang Dibangun dan Diperluas ... 233

5.2.2.1. Bandara yang Diperluas ... 233

5.2.2.2. Proyek Pembangunan Bandara Baru... 238

5.2.2.3. Pembangunan Bandara Perintis ... 242

5.2.3. Bandara Domestik dan Internasional yang Direncanakan Akan Dibangun .. 243

5.2.3.1. Proyek Pembangunan Bandara Baru... 243

5.2.3.2. Bandara Perluasan atau Pengembangan ... 248

5.2.4. Prospek ... 250

5.2.5. Peluang Investor Swasta Sangat Terbuka ... 251

6. PEMBANGUNAN KAWASAN INDUSTRI & KAWASAN EKONOMI KHUSUS (KEK) ... 255

6.1. Kawasan Industri ... 255

6.1.1. Latar Belakang ... 255

6.1.2. Pengembangan Kawasan Industri Sebagai Strategi Perwilayahan Industri .. 256

6.1.3. Kewajiban Berlokasi di Dalam Kawasan Industri ... 257

6.1.4. Perkembangan, Isu Strategis dan Arah Pengembangan Kawasan Industri .. 257

6.1.5. Pengembangan Kawasan Industri di Indonesia ... 258

6.1.5.1. Jumlah Kawasan Industri di Indonesia ... 259

6.1.5.1.1. Menurut Provinsi ... 259

6.1.5.1.2. Kawasan Industri di Indonesia yang Beroperasi ... 260

6.2. Kawasan Ekonomi Khusus ... 265

6.2.1. Proses Penyelenggaraan KEK di Indonesia ... 266

6.2.2. Fasilitas dan Kemudahan di Kawasan Ekonomi Khusus ... 272

(9)

 Daftar Isi

viii.

6.3. Pembangunan Kawasan Industri & Kawasan Ekonomi Khusus Masuk Dalam Proyek

Strategis Nasional ... 279

6.3.1. Kawasan Industri ... 279

6.3.2. Kawasan Ekonomi Khusus ... 280

6.3.3. Perkembangan Pembangunan Kawasan Industri & Kawasan Ekonomi Khusus ... 285

6.4. Prospek ... 295

7. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR SUMBER DAYA AIR ... 303

7.1. Potensi Sumber Daya Air di Indonesia ... 303

7.2. Pemanfaatan Sumber Daya Air ... 305

7.2.1. Pembangunan Bendungan ... 308

7.2.1.1. Jumlah Bendungan Menurut Provinsi ... 308

7.2.1.2. Peranan Perum Jasa Tirta I & II ... 314

7.2.2. Jaringan Irigasi ... 317

7.2.3. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ... 319

7.2.4. Pembangunan Infrastruktur Air Minum ... 336

7.2.4.1. Perkembangannya Kurang Maksimal... 336

7.2.4.2. UU No. 7 Tahun 2004 Tentang SDA Dibatalkan oleh MK ... 344

7.2.4.3. Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) ... 346

7.2.4.3.1. Kapasitas dan Layanan PDAM di Indonesia Menurut Provinsi ... 346

7.2.4.3.2. Perusahaan PDAM dan Kapasitasnya ... 348

7.2.4.3.3. Pengembangan Zona Air Minum Prima (ZAMP) ... 352

7.2.4.3.4. Penerapan ZAMP (ZONA AIR MINUM PRIMA)... 353

7.2.4.3.5. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Air Bersih ... 354

7.2.4.3.6. Privatisasi Pengelolaan Air Bersih ... 357

7.2.5. Pembangunan Infrastruktur Air Limbah ... 361

7.2.5.1. Permasalahan Pembangunan Air Limbah ... 361

7.2.5.2. Sasaran Pembangunan Air Limbah ... 363

7.3. Proyek-Proyek di Bidang Infrastruktur Sumber Daya Air ... 365

7.3.1. Proyek Bendungan ... 366

7.3.2. Proyek Irigasi ... 384

7.3.3. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ... 389

7.3.4. Proyek-Proyek Air Minum ... 394

7.3.5. Proyek-Proyek Air Limbah ... 403

(10)

Daftar Isi ➢ ix.

8. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR ENERGI ... 410

8.1. Infrastruktur Ketenagalistrikan ... 410

8.1.1. Kondisi Ketenagalistrikan Saat Ini ... 410

8.1.1.1. Ketersediaan Sumber Daya Energi ... 410

8.1.1.2. Kondisi Infrastruktur Ketenagalistrikan Saat Ini ... 412

8.1.1.2.1. Pembangkit Tenaga Listrik ... 412

8.1.1.2.2. Transmisi Tenaga Listrik ... 413

8.1.1.2.3. Distribusi Tenaga Listrik ... 414

8.1.1.3. Kinerja Operasional PLN ... 415

8.1.1.4. Pertumbuhan Beban Puncak ... 416

8.1.2. Kebijakan Pengembangan Sarana dan Prasarana Ketenagalistrikan ... 416

8.1.2.1. Kebijakan Pertumbuhan Penjualan dan Beban ... 416

8.1.2.2. Kebijakan Pengembangan Kapasitas Pembangkit ... 416

8.1.2.3. Kebijakan Pengembangan Transmisi ... 420

8.1.2.4. Kebijakan Pengembangan Distribusi ... 421

8.1.2.5. Kebijakan Pengembangan Listrik Perdesaan ... 422

8.1.2.6. Kebijakan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan ... 422

8.1.3. Proyeksi Kinerja PLN Periode 2017-2026... 423

8.1.3.1. Proyeksi Penjualan ... 423

8.1.4. Rencana Penambahan Kapasitas Pembangkit ... 424

8.1.5. Program Pembangkit Listrik 35.000 MW ... 426

8.1.5.1. Daftar Proyek-Proyek Pembangkit Listrik 35.000 MW ... 428

8.1.5.2. Proyek-Proyek Pembangkit Listrik yang Akan Dibangun PLN ... 429

8.1.5.3. Proyek-Proyek Pembangkit Listrik yang Akan Dibangun Swasta (IPP) ... 430

8.1.5.4. Pembangkit Listrik Proyek 35.000 MW Resmi Beroperasi ... 432

8.1.5.5. Program 35.000 MW Jadi Magnet Bagi Perbankan ... 434

8.1.5.6. Realisasi 35.000 MW ... 434

8.1.5.7. Proyek Pembangkit Listrik Terbesar di Program 35.000 MW Ditunda ... 435

8.1.5.8. Profil Beberapa Proyek-Proyek Kelistrikan yang Akan Dibangun 436 8.1.6. Prospek ... 447

8.2. Infrastruktur Migas (Minyak Bumi & Gas) ... 450

8.2.1. Infrastruktur Minyak Bumi ... 451

8.2.1.1. Kilang Minyak ... 451

8.2.1.2. Sarana Distribusi BBM ... 454

8.2.1.2.1. Depot BBM ... 454

(11)

 Daftar Isi

x.

8.2.1.3. Peranan Pertamina Sangat Menentukan Dalam Pengembangan

Infrastruktur Migas ... 455

8.2.2. Infrastruktur Gas ... 462

8.2.2.1. Kilang Gas ... 463

8.2.2.2. Sarana Distribusi BBG (Bahan Bakar Gas) ... 465

8.2.2.3. Pipa Penyaluran BBG ... 466

8.2.2.4. PT. PGN Tbk. Pemain Utama Dalam Pengembangan Infrastruktur Gas Bumi ... 467

8.2.2.5. Produksi Migas ... 469

8.2.2.6. Pipa Penyaluran BBM ... 470

8.2.2.7. Proyek-proyek Infrastruktur Migas ... 471

8.2.2.7.1. Beberapa Proyek Infrastruktur Migas Terkait dengan Kedaulatan Energi ... 471

8.2.2.7.2. Pertamina & PGN Mendapat Tugas Membangun Infrastruktur Migas ... 473

8.2.2.7.3. Pertamina Bangun Pipa BBM 956 Kilometer ... 476

8.2.2.7.4. Kadin Target Bangun Terminal LNG di Seluruh Provinsi dalam 5 Tahun ... 477

8.2.2.8. Tantangan Dalam Pembangunan Infrastruktur Migas ... 477

8.2.2.8.1. Tantangan Penyediaan BBM ... 477

8.2.2.8.1. Tantangan Distribusi BBM ... 479

8.2.2.9. Prospek ... 483

8.3. Infrastruktur Batubara ... 486

8.3.1. Gambaran Umum dan Kondisi Tambang Batubara Saat ini ... 486

8.3.1.1. Produksi & Ekspor Batubara Indonesia ... 487

8.3.1.2. Faktor Pendorong Peningkatan Produksi dan Ekspor Batubara Indonesia Ketika Masa Booming ... 488

8.3.2. Transportasi Batubara ... 489

8.3.2.1. Pelabuhan Batubara ... 489

8.3.2.2. Jalur Kereta Api ... 491

8.3.2.3. Proyek Infrastruktur Batubara ... 493

8.3.2.4. Prospek ... 495

9. PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR TELEKOMUNIKASI ... 499

9.1. Gambaran Umum ... 499

9.2. Infrastruktur Telekomunikasi ... 499

9.2.1. Infrastruktur Kabel ... 499

9.2.1.1. Kabel Tembaga ... 499

(12)

Daftar Isi ➢ xi. 9.2.1.3. Fiber Optik ... 500 9.2.1.4. Hybrid ... 500 9.2.2. Infrastruktur Nirkabel ... 500 9.2.2.1. Satelit ... 501 9.2.2.2. Teknologi Seluler ... 501 9.2.2.3. Bluetooth ... 502 9.2.2.4. RFID ... 502

9.3. Perkembangan Telekomunikasi di Indonesia ... 502

9.3.1. Perkembangannya Sangat Signifikan dari Aspek Teknologi ... 502

9.3.2. Pilihan Penggunaan Teknologi Semakin Beragam ... 505

9.3.2.1. Teknologi Seluler ... 506

9.3.2.2. Perkembangan Teknologi 4G di Indonesia ... 511

9.3.2.3. Teknologi Broadband ... 512

9.4. Dukungan Infrastruktur Telekomunikasi ... 515

9.4.1. Daftar Satelit Indonesia yang Beroperasi dan Mengorbit Hingga Kini ... 515

9.4.2. Jaringan Telekomunikasi ... 519

9.4.3. Penataan Frekuensi (Refarming) untuk Layanan Broadband 4G LTE ... 521

9.4.4. Pembangunan Sistem Monitoring Frekuensi Radio (SMFR) Stasiun Monitor Tetap Transportable ... 522

9.4.5. Peta Jalan Keamanan Siber (Cyber Security) ... 523

9.4.6. Peta Jalan E-Government Nasional ... 524

9.4.7. Pembangunan Base Transceiver Station (BTS) ... 525

9.4.8. Akses Broadband Internet ... 526

9.5. Jenis Bisnis Jasa Telekomunikasi... 527

9.6. Pelaku Bisnis Bidang Telekomunikasi ... 528

9.6.1. Pemain Utama Terus Melakukan Ekspansi dan Diversifikasi Usaha ... 528

9.6.2. Kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Alat dan Perangkat Telekomunikasi ... 538

9.6.3. Kebijakan Terhadap Penyediaan Layanan Aplikasi dan/atau Konten Melalui Internet (Over The Top-OTT) ... 540

9.7. Proyek-Proyek Infrastruktur Telekomunikasi ... 542

9.7.2. Proyek Palapa Ring ... 542

9.7.3. Penataan Frekuensi (Refarming) untuk Kebutuhan mobile Broadband: Seleksi Blok Frekuensi 2,1 GHz ... 544

9.7.4. Program e-Government ... 545

9.7.5. Peta Jalan E-Commerce Nasional ... 546

(13)

 Daftar Isi

xii.

10. PERATURAN DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH TERKAIT DENGAN

SEKTOR INFRASTRUKTUR ... 554

10.1. Berbagai Regulasi dan Kebijakan Dikeluarkan untuk Mempercepat Pembangunan Infrastruktur ... 554

10.2. Perkembangan Perbaikan Regulasi untuk Mendukung Proyek Infrastruktur ... 555

11. KESIMPULAN DAN SARAN ... 565

11.1. Kesimpulan ... 565

Figur

Memperbarui...

Related subjects :