• Tidak ada hasil yang ditemukan

Contoh Kasus Sinusitis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Contoh Kasus Sinusitis"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I LAPORAN KASUS LAPORAN KASUS I. I. IDENTITASIDENTITAS  Nama  Nama : Tn.Z: Tn.Z Umur

Umur : : 35 35 tahuntahun Tanggal

Tanggal lahir lahir : : 14 14 April April 19751975 Jenis

Jenis Kelamin Kelamin : Laki-laki: Laki-laki Status

Status : : MenikahMenikah Pekerjaan

Pekerjaan : : SwastaSwasta Agama

Agama : : IslamIslam Tanggal

Tanggal dirawat dirawat : 30 : 30 mei mei 20142014

II.

II. ANAMNESISANAMNESIS

Dilakukan autoanamnesis dan al

Dilakukan autoanamnesis dan alonanamnesis pada tanggal 20 onanamnesis pada tanggal 20 mei mei 2014 jam 10.50 WIB.2014 jam 10.50 WIB. i.

i. KELUHAN UTAMAKELUHAN UTAMA

mengeluh sering keluar cairan dari kedua rongga hidung sejak 3 bulan yang lalu mengeluh sering keluar cairan dari kedua rongga hidung sejak 3 bulan yang lalu ii.

ii. KELUHAN TAMBAHANKELUHAN TAMBAHAN

 juga mengeluh sering berasa pusing sejak 3 bulan yang lalu. Pusing dirasakan seperti  juga mengeluh sering berasa pusing sejak 3 bulan yang lalu. Pusing dirasakan seperti

tertusuk-tusuk dan kepala terasa berat. Batuk dan pilek terus menerus dan sering kambuh. tusuk dan kepala terasa berat. Batuk dan pilek terus menerus dan sering kambuh. iii.

iii. RIWAYAT PENYAKIT SEKARANGRIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

sering batuk pilek berulang dan sering kambuh sejak 1 tahun yang lalu. sering batuk pilek berulang dan sering kambuh sejak 1 tahun yang lalu.

 Namun sejak 3 bulan ini, pasien mengeluh keluar cairan dari kedua rongga hidungnya. Sekret  Namun sejak 3 bulan ini, pasien mengeluh keluar cairan dari kedua rongga hidungnya. Sekret  berwarna putih, bening, kental, berbau hamis dan pernah terdapat rembesan darah. Cairan lebih  berwarna putih, bening, kental, berbau hamis dan pernah terdapat rembesan darah. Cairan lebih

sering keluar pada pagi hari. sering keluar pada pagi hari.

Sering terasa ada cairan yang turun dari belakang hidung ke tenggorokan sejak 3 bulan terakhir Sering terasa ada cairan yang turun dari belakang hidung ke tenggorokan sejak 3 bulan terakhir ini. Pasien juga sering berasa pusing seperti ditusuk- tusuk dan kedua rongga hidungnya

ini. Pasien juga sering berasa pusing seperti ditusuk- tusuk dan kedua rongga hidungnya tersumbat. Kepala dirasakan berat terutama pada waktu bangun pada pagi hari. Tidak ada tersumbat. Kepala dirasakan berat terutama pada waktu bangun pada pagi hari. Tidak ada keluhan demam, mual dan muntah.

keluhan demam, mual dan muntah. iv.

iv. RIWAYAT PENYAKIT DAHULURIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Riwayat hipertensi (-), Riwayat Diabetes Mellitus (-), Riwayat penyakit Tuberkulosis (-), Riwayat hipertensi (-), Riwayat Diabetes Mellitus (-), Riwayat penyakit Tuberkulosis (-), Riwayat asma (+) pada usia sekitar 9 tahun tetapi tidak kambuh lagi, pasien mengaku pernah Riwayat asma (+) pada usia sekitar 9 tahun tetapi tidak kambuh lagi, pasien mengaku pernah

(2)

sakit gigi dan pernah mendapatkan rawatan tambalan gigi. Tidak ada riwayat trauma dan pasien  belum pernah dirawat di Rumah Sakit.

v. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Tidak ada ahli keluarga pasien yang menderita gejala yang sama. Bapa pasien sudah meninggal akibat sesak napas. Ibu pasien masih hidup dan menderita hipertensi. Tidak ada riwayat penyakit asma , dan tuberkulosis dalam keluarga.

vi. RIWAYAT PENGOBATAN

 pernah mendapatkan rawatan untuk batuk pilek nya di klinik- klinik sejak 1 tahun yang lalu, keluhan dirasakan membaik tetapi sering kambuh lagi. Tidak ada riwayat alergi obat.

vii. RIWAYAT KEBIASAAN

Pasien sering rutin olahraga, merokok (-), minum alkohol (-), pasien mengaku sering menjaga kebersihan oralnya dengan sikat gigi setiap habis mandi.

III. PEMERIKSAAN FISIK 

A. STATUS GENERALIS

a) KESADARAN : Compos mentis, tampak sakit sedang b) TANDA VITAL TD : 130/90 mmHg  Nadi : 80x/menit RR : 16x/menit Suhu : 36,5˚C c) KEPALA:

 Normocephali, distribusi rambut hitam merata, tidak mudah dicabut. d) MATA :

Konjungtiva anemis (- /-), Sklera ikterik (-/-), refleks cahaya langsung(-/-), refleks cahaya tidak langsung (-/-), pupil isokor (+/+)

e) HIDUNG :

Deviasi septum (-), mukosa hiperemis (+/+), sekret (+/+) f) TELINGA :

(3)

g) MULUT :

Sianosis (-), mukosa hiperemis (-), T1-T1 simetris h) LEHER :

Trakea lurus di tengah, pembesaran KGB (-), pembesaran tiroid (-).

i) JANTUNG:

BJI - BJII normal, regular, murmur (-), gallop ( – ).  j) PARU :

Suara nafas vesikuler kanan kiri, ronchi (-/-) pada kedua apex paru, wheezing (-/-) k) sABDOMEN :

Datar, supel, bising usus (+) normal, nyeri tekan (-), udema (-), hepar dan lien tidak teraba membesar, ginjal tidak teraba

l) EKSTREMITAS :

Akral hangat, motorik normal, udema (-)

B. STATUS LOKALIS THT :

i. TELINGA

Kanan Kiri

Daun telinga Normotia Normotia

Retroaurikular Nyeri tekan (-) , Sikatriks (-) , fistel (-), Abses (-)

 Nyeri tekan (-) , Sikatriks (-) fistel (-), Abses (-)

Liang telinga Tidak penuh serumen Tidak penuh serumen

Mukosa Hiperemis (-) Hiperemis (-)

Sekret (-) (-)

Serumen (+) (+)

Membran timpani Intak

Reflex cahaya (+)

Intak

Reflex cahaya (+)

 Nyeri tarik telinga (-) (-)

(4)

ii. HIDUNG : Kanan Kiri Deformitas (-) (-)  Nyeri tekan : Pangkal hidung Pipi Dahi (+) (+) (-) (+) (+) (-) Krepitasi (-) (-) Vestibulum  Lapang  Rambut (+)  Mukosa:Hiperemis (+)  Sekret (+)  Massa (-)  Lapang  Rambut (+)  Mukosa :Hiperemis (+)  Sekret (+)  Massa (-) Septum deviasi  (-)  (-)

Dasar hidung  Sekret (-)  Krusta (-)

 Sekret (-)  Krusta (-) Konka inferior  Oedem (+)

 Hiperemis (+)

 Oedem (+)  Hiperemis (+) Konka media  Oedem (+)

 Hiperemis (+)  Sekret (+)

 Oedem (+)  Hiperemis (+)  Sekret (+) Meatus media Sukar dinilai karena konka media

oedem dan hiperemis

Sukar dinilai karena konka me oedem dan hiperemis

(5)

iii. TENGGOROKAN

IV. PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan laboratorium: (a) Pemeriksaan darah lengkap

Nilai Nilai normal Keterangan

HGB 13,0 g/dl 12,0-14,0 g/dl Normal HCT 34,8% 37-43% Normal PLT 327 x 10 /mm 150-390x10 /mm Normal WBC 8,7 x 10 /mm 3,5-10,0 x 10 /mm Normal RBC 3,89 x 10 /mm 3,8-5,8 x 10 /mm Normal LED 38 47 Normal MCV 86 fl 80-97 fl Normal MCH 32,1 pg 26,5-33,5 pg Normal MCHC 37,3 H g/dl 31,5-35,0 g/dl Normal PDW 11,6 % 10,1-15,0 % Normal

Arkus faring Simetris, massa (-) Pilar anterior Simetris

Uvula Ukuran dan bentuk normal, letak lurus di tengah Dinding faring Granula (-), cobble stone appearance (-)

Mukosa faring Hiperemis (-), post nasal drip (-) ,

massa (-), Pseudomembran (-), granul (-) , bercak-bercak putih (-) Tonsil T1 –  T1, hiperemis ,kripta normal, detritus

-/-Gigi geligi Lengkap, Caries gigi (+) , tambalan (+) di molar II kanan bawah, nyeri ketok (-) KGB regional KGB tidak teraba membesar

Palatum Durum Simetris, massa (-)

(6)

(b) Pemeriksaan kimia darah

Nilai Nilai normal Keterangan

Bilirubin total 0,21 mg/dl 0- 1.10 mg/dl Normal

SGOT 38/ul 38/ul Normal

SGPT 82/ul 41/ul Meningkat

Alkali fosfatase 59/ul 40-129/ul Normal

Ureum 36,3 mg/dl 10-50 mg/dl Normal

Creatinine 1,03 mg/dl 0,7-1,2 mg/dl Normal

Cholesterol 226 mg/dl 0

 – 

 200 mg/dl Meningkat

Gula Darah Sewaktu 145 mg/dl 70-100 mg/dl Meningkat

Gula Darah 2 JPP 105 mg/dl <140 mg/dl Normal

c) pemeriksaan urin Warna Kuning Kejernihan Jernih Berat jenis 1,015 PH 6 Protein -Reduksi -Benda keton -Bilirubin -Urobilinogen -Urobilin -Protein kwantitatif -Darah samar -SEDIMEN Lekosit Eritrosit 2-5 LPB 0-1 LPB +

(7)

Epitel

V. RESUME

Pasien bernama Tn. Z, 35 tahun datang dengan keluhan sering keluar cairan dari kedua rongga hidung sejak 3 bulan yang lalu. Pasien juga berasa ada cairan yang turun dari belakang hidung ke tenggorokan serta sering pusing seperti ditusuk- tusuk dan kedua rongga hidungnya tersumbat. Kepala dirasakan berat terutama pada waktu bangun pada pagi hari. Tidak ada keluhan demam, mual dan muntah.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan pada kedua pipi dan pangkal hidung. Pada gigi geligi terdapat caries gigi dan tambalan gigi molar II atas. Pada rhinoskopi anterior ditemukan mukosa hiperemis dengan sekret pada kedua rongga hidung. Konka inferior dan konka media ditemukan hiperemis, dan oedema. Kesan pada pemeriksaan CT Scan adalah sinusitis maksilaris dupleks dan sinusitis ethmoidalis anterior dupleks.

VI. DIAGNOSIS KERJA :

1. Sinusitis maksilaris dupleks dan sinusitis ethmoidalis anterior dupleks.

Dasar : pada anamnesis, pasien sering keluar cairan dari kedua rongga hidung, serta sering  pusing dan hidung tersumbat. Kepala dirasakan berat terutama pada waktu bangun pada pagi

hari. Pada pemeriksaan fisik ditemukan nyeri tekan pada kedua pipi dan pangkal hidung. Pada gigi geligi terdapat caries gigi dan tambalan gigi molar II bawah. Pada rhinoskopi anterior ditemukan mukosa hiperemis dengan sekret pada kedua rongga hidung. Konka inferior dan konka media ditemukan hiperemis, dan oedema. Kesan pada pemeriksaan CT Scan adalah sinusitis maksilaris dupleks dan sinusitis ethmoidalis anterior dupleks.

VII. DIAGNOSIS BANDING

1. Rhinitis Alergi Kronis

Dasar yang mendukung : Pada anamnesis didapatkan serangan bersin berulang, keluar ingus ( rinore ) yang encer dan banyak, hidung tersumbat. Pada rinoskopi anterior tampak mukosa oedema, dan adanya sekret encer yang banyak

(8)

Dasar yang tidak mendukung : Hidung dan mata tidak gatal dan tidak ada lakrimasi. Pada  pemeriksaan fisik tidak ditemukan gejala khas rhinitis alergi kronik yaitu allergic shiner (

 bayangan gelap di daerah bawah mata karena stasis vena sekunder), allergic sallute ( menggosok hidung karena gatal dengan punggung tangan ), dan allergic crease ( garis melintang di dorsum nasi bagian sepertiga bawah ). Pada rinoskopi anterior mukosa tidak berwarna pucat atau livid.

2. Rhinitis Hipertrofi

Dasar yang mendukung : Hidung tersumbat, nyeri kepala dan gangguan tidur. Pada rinoskopi anterior ditemukan hipertrofi konka inferior.

Dasar yang tidak mendukung : pada rinoskopi anterior tidak ditemukan permukaan konka inferior yang berbenjol- benjol.

VIII. RENCANA TINDAKAN

i. FARMAKOLOGI a. Antibiotika  b. Dekongestan c. Anti-inflamasi d. mukolitik ii. NONFARMAKOLOGI 1. Bed rest

2. Diet seimbang : meningkatkan pemakanan tinggi vitamin A,B,C dan E serta makanan tinggi omega-3 ( ikan tuna,walnuts)

3. Pembedahan :

- Pembedahan Radikal

Bila pengobatan konservatif gagal, dilakukan terapi radikal, yaitu mengangkat mukosa yang  patologik dan membuat drainase dari sinus yang terkena. Untuk sinus maksila dilakukan operasi

Caldwell-Luc, sedangkan untuk sinus ethmoid dilakukan ethmoidektomi yang bisa dilakukan dari dalam hidung (intranasal) atau dari luar (ekstranasal).Drainase sekret pada sinus frontal dapat dilakukan dalam hidung (intranasal) atau dengan operasi dari luar (ekstra nasal) seperti  pada operasi Killian. Drainase sinus sphenoid dilakukan dari dalam hidung (intranasal).

- Pembedahan Tidak radikal

Akhir-akhir ini dikembangkan metode operasi sinus paranasal dengan menggunkan endoskop yang disebut Bedah Sinus Endoskopik Fungsional (BESF). Prinsipnya ialah membuka dan

(9)

membersihkan daerah kompleks ostia-meata yang menjadi sumber penyumbatan dan infeksi, sehingga ventilasi dan drainase sinus dapat lancar kembali melalui ostium alami. Dengan demikian mukosa sinus akan kembali normal.

IX. PROGNOSIS

Ad Vitam : Bonam

Ad Fungsionam : Bonam

Referensi

Dokumen terkait