• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 2 LANDASAN TEORI"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

8

LANDASAN TEORI

2.1 Teori Graf

Adiwijaya (P47) menyatakan bahwa teori graf ditulis pertama kali dalam makalah oleh Leonard Euler matematikawan asal Swiss pada tahun 1736, yang digunakan untuk menyelesaikan masalah jembatan Königsberg yang tertera pada gambar 2.1. Masalah tersebut adalah apakah bisa melewati setiap jembatan tepat satu kali dan kembali lagi ke tempat asal mula?.

Gambar 2. 1 Masalah Jembatan Königsberg

Gambar 2.2 adalah sketsa yang merepresentasikan ilustrasi jembatan Königsberg yang pada gambar 2.1

(2)

Gambar 2. 2 Representasi Graf dari Masalah Jembatan Königsberg

Jawaban atas masalah tersebut adalah tidak mungkin. Karena untuk bisa melalui setiap jembatan tepat satu kali dan kembali lagi ke tempat asal mula maka jumlah jembatan harus genap.

2.1.1 Definisi Graf

Adiwijaya (P48) menjelaskan bahwa graf merupakan struktur diskrit yang terdiri himpunan sejumlah berhingga obyek yang disebut simpul dan himpunan sisi yang menghubungkan simpul-simpul tersebut. Notasi sebuah graf adalah G = (V, E), di mana :

• V merupakan himpunan tak kosong dari simpul-simpul misalkan V = { v1 , v2 , ... , vn }

• E merupakan himpunan sisi – sisi yang menghubungkan sepasang simpul, misalkan E = {e1 , e2 , ... , en }

Contoh :

(3)

Gambar 2. 3 Graf dari Masalah Jembatan Königsberg

2.1.2 Macam – macam Graf

Adiwijaya (P53) menjelaskan macam – macam graf yaitu :

1. Graf tidak berarah : Graf dengan sisi – sisi penghubung simpulnya tidak memiliki arah. Contoh seperti pada gambar 2.4.

Gambar 2. 4 Graf Tidak Berarah

2. Graf berarah: Graf dengan sisi – sisi penghubung simpulnya memiliki arah. Contoh seperti pada gambar 2.5.

(4)

3. Graf berbobot : Graf yang sisi – sisi penghubung simpulnya mempunyai bobot. . Contoh seperti pada gambar 2.6.

Gambar 2. 6 Graf Berbobot

Adiwijaya (P71) menjelaskan bahwa graf bisa diaplikasikan pada suatu permasalahan, salah satunya adalah travelling salesman problem.

2.1.3 Lintasan dan Sirkuit Hamilton

Lintasan hamilton suatu graf merupakan lintasan yang melalui setiap simpul dalam graf tersebut tepat satu kali. Jika lintasan tersebut kembali kesimpul awal, sehingga membentuk lintasan tertutup (sirkuit) maka lintasan ini dinamakan sirkuit hamilton.

Dengan demikian, sirkuit hamilton merupakan sirkuit yang melewati masing-masing sisi tepat satu kali. Graf yang memuat sirkuit hamilton dinamakan graf hamilton, sedangkan graf yang memuat lintasan hamilton dinamakan graf semi hamilton.

Contoh :

(5)

Gambar 2. 7 Graf

Graf G1 merupakan graf semi hamilton, lintasan hamilton-nya adalah s – r – p – q – r.

Sedangkan graf G2 merupakan graf hamilton, sirkuit hamiltonya adalah t – p – r – q – p – s – q – t .

Sementara itu pada graf G3 tidak terdapat lintasan maupun sirkuit hamilton.

2.2 Optimasi

2.2.1 Definisi Optimasi

Optimasi merupakan suatu tindakan pengambilan keputusan terbaik pada suatu masalah, keputusan tersebut berupa memaksimalkan faktor yang diinginkan atau meminimumkan faktor yang tidak diinginkan menurut batasan yang diberikan. Optimasi juga dijadikan solusi untuk menentukan keputusan menyelesaikan suatu masalah. (Bidisha G, 2011).

(6)

2.2.2 Permasalahan Optimasi

Beberapa permasalahan dalam optimisasi adalah sebagai berikut:

Shortest Path Problem : Suatu permasalahan untuk mencari rute terpendek dari suatu tempat ke tempat yang lain.

Traveling Salesman Problem : Suatu permasalahan untuk mencari rute perjalanan agar semua tempat dapat dilewati dengan jarak yang optimal.

Assignment Problems : Suatu permasalahan untuk mencari solusi biaya pengeluaran agar seminimum mungkin dan memberikan tugas pekerjaan kepada mesin-mesin yang tersedia.

Scheduling Problems : Suatu permasalahan untuk mencari jumlah pekerja yang melakukan suatu proses kegiatan, agar pengeluaran biaya pekerja bisa diminimalkan dan hasil produksi tetap maksimal. • Routing Problems : Mengatur routing jaringan kabel agar biaya

pemasangan kabel tidak besar. (Vinnet C., Parveen K. Y., & Pawan K. D., 2012:15)

2.3 Travelling Salesman Problem

Menurut Oloruntoyin S. T., Ojo J., Amao T., Salawudeen D., & Oloruntoyin K. S. (2013: 1) menjelaskan bahwa travelling Salesman Problem merupakan suatu masalah mencari rute terpendek dari satu tempat melewati semua tempat dan kembali ke tempat asal. Penyelesaian masalah ini menghasilkan banyak rute dengan jarak yang berbeda. Pencarian rute terdekat dapat digunakan dalam banyak hal, karena itu solusi untuk

(7)

masalah ini masih tetap dicari sampai sekarang. Banyak metode yang ada untuk menyelesaikan masalah ini.

2.4 Algoritma Semut

Algoritma semut diadaptasi dari tingkah laku semut mencari makanan dari sarangnya. Dalam perjalanan mencari makanan, semut memberikan feromon disetiap jejaknya. Tujuan pemberian feromon agar semut tersebut dapat kembali saat menemukan dan membawa makanan ke sarangnya. Feromon juga berfungsi sebagai komunikasi antar semut, sehingga semut lain mengikuti jejaknya untuk membawa makanan. Dengan adanya feromon, semut dapat menemukan rute perjalanan yang pendek dari sarang ke sumber makanan (Thomas Stützle & Holger H. Hoos, 2000: 16).

2.5 Max – Min Ant System

Mann, A., Talwar, R., Bhushan, B., & Gupta, R. (2012:2) memberikan penjelasan bahwa Max-Min Ant System yang dikembangkan oleh Hoos pada tahun 1996 merupakan perluasan dari algoritma Ant System. Solusi dalam Max-Min Ant System dibangun dengan cara yang persis sama seperti dalam Ant System.

Modifikasi utama dalam Max-Min Ant System adalah untuk mengeksploitasi solusi terbaik yang ditemukan, penambahkan feromon diperbolehkan pada sisi – sisi yang merupakan rute terbaik. Lalu untuk menghindari stagnasi semua semut melalui jalur yang sama, maka feromon diberikan batasan dengan interval [ , ]. Feromon diinisialisasi ke

(8)

batas atas nilai feromon, untuk eksplorasi lebih tinggi pada awal algoritma. Feromon diinisialisasi ulang jika tidak menemukan rute terbaik.

Bambang Y., Agus S. A., & Siswanto B. W. (2009) yang menjelaskan bahwa “dalam algoritma semut, diperlukan beberapa variabel dan langkah - langkah untuk menentukan rute terpendek”. Berikut adalah langkah - langkah dalam Max - Min Ant System:

• Langkah 1 : Inisialisasi harga parameter – parameter algoritma Parameter – parameter yang diinisialisasi adalah :

a) Intensitas jejak semut antar titik dan perubahannya.

………..…..….. (1) Di mana adalah panjang rute yang didapat dari metode nearest

neighbour heuristic

b) Banyaknya titik dan juga koordinat atau jarak antar titik ( )

c) Titik berangkat (awal) dan titik tujuan d) Tetapan pengendali intensitas jejak semut e) Tetapan pengendali visibilitas

f) Visibilitas antar titik.

……….……. (2)

g) Banyaknya semut .

h) Tetapan penguapan feromon ( dan ) i) Jumlah iterasi maksimum (NCmax)

(9)

• Langkah 2 : Penentuan kota tujuan

Semut diletakkan di masing masing kota sebagai tempat awal sebelum memulai perjalanan. Semut akan memilih kota selanjutnya berdasarkan persamaan probabilitas kota yang bisa dilihat pada persamaan (3) yaitu:

………. (3)

Di mana yang didapat pada persamaan (2). Jika hanya diketahui koordinatnya saja. Maka bisa didapat dengan persamaan (4) yaitu:

……….. (4) Dengan i sebagai indeks kota awal dan j sebagai indeks kota tujuan. • Langkah 3 : Menghitung panjang jalur setiap semut

Perhitungan panjang jalur tertutup setiap semut dilakukan setiap pergantian siklus dengan persamaan (5) yaitu:

. ……….. (5)

Di mana adalah jarak dari kota s sampai kota s+1 dalam tabu list pada semut k dan adalah jarak dari kota n dan kota pertama dalam tabu list.

Kemudian perhitungan dilanjutkan dengan mencari jalur terpendek. Setelah dihitung, maka akan didapat jalur terpendek dari setiap siklus yang dinyatakan dengan .

(10)

• Langkah 4 : Perhitungan intensitas jejak kaki semut

Untuk siklus selanjutnya, semut yang akan melewati lintasan tersebut harga intensitasnya telah berubah. Harga intensitas jejak kaki semut antar kota untuk siklus selanjutnya dapat dihitung dengan persamaan (6) yaitu:

……….……….. (6)

Di mana ……….….. (7)

Jika semut menemukan jalur terbaik di awal atau pada iterasi siklus. Harga intensitas jejak kaki semut dibatasi dengan batas atas nilai feromon dan batas bawah feromon yang dihitung dari dengan persamaan (8) yaitu:

. dan ………. (8)

Di mana merupakan rata-rata dari jumlah dari pilihan yang berbeda pada semut untuk menemukan jalur terbaiknya.

Jika , maka

Jika , maka

Untuk mendekati optimal dalam Max-Min Ant System maka jumlah semut sama dengan jumlah kota

2.6 Metode Nearest Neigbour Heuristic

Nearest Neighbour Heuristic merupakan solusi jalur perjalanan optimal secara sistematis dengan mencari kota terdekat yang belum

(11)

dikunjungi dari sebuah kota. Menurut Oloruntoyin S. T., Ojo J., Amao T., Salawudeen D., & Oloruntoyin K. S. (2013:1) untuk mengatasi masalah travelling salesman problem dengan menggunakan nearest neighbour heuristic dapat menggunakan langkah – langkah berikut ini.

Langkah 1 : Pilih simpul awal.

Langkah 2 : Lihat semua sisi yang keluar dari simpul awal, pilih simpul berikutnya dengan nilai sisi yang terkecil.

Langkah 3 : Ulangi proses ini sampai semua simpul dikunjungi.

Langkah 4 : Periksa apakah semua simpul telah dikunjungi, jika sudah maka kembali lagi ke simpul awal.

Langkah 5 : Hitung jarak rute perjalanan yang didapat

2.7 Unified Modelling Language (UML)

UML menggambarkan kebutuhan dan alur proses sistem. UML terbagi atas beberapa jenis diagram, yaitu use case, activity diagram, sequence diagram,dan class diagram.

2.7.1 Use Case

Menurut Martin Fowler (2003: P99) menyatakan bahwa use case adalah teknik untuk merekam persyaratan fungsional sebuah sistem. Use case merupakan sebuah narasi tentang bagaimana sistem tersebut digunakan.

Menurut Albertus Bayu Aji Priyono untuk lebih memperjelas use case, lihat gambaran suatu peristiwa untuk sebuah klinik kesehatan di bawah ini

(12)

Gambar 2. 8 Contoh use case

Pada gambar 2.8 menjelaskan bahwa “Pasien menghubungi klinik untuk membuat janji (appointment) dalam pemeriksaan tahunan. Receptionist mendapatkan waktu yang luang pada buku jadwal dan memasukkan janji tersebut ke dalam waktu luang itu.”

2.7.2 Activity Diagram

Menurut Martin Fowler (2003: P117) menyatakan bahwa activity diagram adalah teknik untuk menggambarkan logika prosedural, proses bisnis, dan jalur kerja. Sebuah activity diagram secara keseluruhan menunjukkan aliran kontrol.

2.7.3 Sequence Diagram

Menurut Martin Fowler (2003: P53) menyatakan bahwa sequence diagram menggambarkan interaksi diagram yang menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok objek saling berkolaborasi dalam beberapa aksi.

Menurut Albertus Bayu Aji Priyono contoh dari sequence diagram untuk pembuatan hotel reservation bisa dilihat di bawah ini. Objek yang mengawali urutan pesan adalah ‘aReservation Window’.

(13)

Gambar 2. 9 Contoh Sequence Diagram

Pada gambar 2.9 menjelaskan bahwa ‘Reservation window’ mengirim pesan makeReservation() ke ‘HotelChain’. Kemudian ‘HotelChain’ mengirim pesan yang sama ke ‘Hotel’. Bila ‘Hotel’ punya kamar kosong, maka dibuat ‘Reservation’ dan ‘Confirmation’.

2.7.4 Class Diagram

Menurut Martin Fowler (2003: P35) class diagram mendeskripsikan berbagai jenis objek dalam sistem dan macam - macam hubungan statis yang terdapat diantara mereka. Class diagram juga menunjukkan properties dan operasi dari kelas dan kendala yang berlaku pada objek yang terhubung.

2.8 Personal Home Page (PHP)

Menurut Loka Dwiartara (2010: P3) menyatakan bahwa PHP ditemukan pertama kali oleh seorang Software Developer bernama Rasmus Lerdrof pada 1995. Awalnya Rasmus ingin mengetahui jumlah

(14)

pengunjung yang membaca resume dalam website. Lalu dikembangkan script yang baru dapat melakukan dua pekerjaan, yakni merekam informasi pengunjung, dan menampilkan jumlah pengunjung dari suatu website. Kemudian banyak orang di milis mendiskusikan script buatan Rasmus Lerdrof, hingga akhirnya rasmus mulai membuat sebuah tool/script, bernama Personal Home Page (PHP).

Keunggulan PHP : • Gratis

Cross platform : Dapat di gunakan di berbagai sistem operasi, mulai dari linux, windows, mac os dan sistem operasi yang lain. Mendukung banyak database : PHP telah mendukung banyak

database seperti MySQL, ODBC, Ovrimos, dan lain - lain.

On The Fly : PHP sudah mendukung on the fly, artinya dengan PHP anda dapat membuat dokumen seperti text, Word, Excel, PDF, dan lain - lain.

2.9 Hyper Text Markup Language 5 (HTML5)

Menurut Yudha Yudhanto (2012) bahwa “HTML5 merupakan sebuah bahasa markah untuk menstrukturkan dan menampilkan isi dari World Wide Web, sebuah teknologi inti dari Internet. HTML5 adalah revisi kelima dari HTML. Di mana tujuan utama pengembangan HTML5 adalah untuk memperbaiki teknologi HTML agar mendukung teknologi multimedia terbaru, mudah dibaca oleh manusia dan juga mudah dimengerti oleh mesin”.

(15)

Berikut tujuan dibuatnya HTML5 :

Fitur baru harus didasarkan pada HTML, CSS, DOM, dan JavaScript. Mengurangi ketergantugan untuk plugin eksternal (Seperti Flash). • Penanganan kesalahan yang lebih baik.

Lebih markup untuk menggantikan scripting.

HTML5 merupakan perangkat mandiri.

• Proses pembangunan dapat terlihat untuk umum.

Fitur baru dalam HTML5 :

• Unsur kanvas untuk menggambar.

Video dan elemen audio untuk media pemutaran.

Dukungan yang lebih baik untuk penyimpanan secara offline.

Elemen konten yang lebih spesifik, seperti artikel, footer, header, nav, section.

Bentuk kontrol tampilan seperti kalender, tanggal, waktu, email, url, search.

2.10 Model Waterfall

Pressman (2010: P39) menyatakan bahwa model waterfall, terkadang disebut siklus model klasik, dengan pendekatan yang sistematis dan sekuensial untuk pengembangan perangkat lunak.

(16)

Gambar 2. 10 Model waterfall

Communication

Communication merupakan proses tahap awal untuk analisis terhadap kebutuhan perangkat lunak, dan tahap untuk mengadakan pertemuan dengan konsumen untuk mencari kebutuhan dari keseluruhan sistem, serta pengumpulan data tambahan dari jurnal, artikel, dan internet.

Planning

Setelah proses communication selesai maka dilanjutkan dengan proses planning yang akan menghasilkan dokumen user requirement atau bisa dikatakan sebagai data yang berhubungan dengan keinginan user dalam pembuatan perangkat lunak, termasuk rencana yang akan dilakukan.

Modeling

Proses modeling ini akan menerjemahkan syarat kebutuhan ke sebuah perancangan perangkat lunak yang dapat diperkirakan sebelum dibuat coding. Proses ini berfokus pada rancangan struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi interface, dan detail (algoritma) procedural. Tahapan ini akan menghasilkan dokumen yang disebut software requirement.

(17)

Construction

Construction merupakan proses membuat kode. Pengkodean merupakan penerjemahan desain dalam bahasa yang bisa dikenali oleh komputer. Programmer akan menerjemahkan transaksi yang diminta oleh user. Tahapan inilah yang merupakan tahapan secara nyata dalam mengerjakan suatu perangkat lunak, artinya penggunaan komputer akan dimaksimalkan dalam tahapan ini. Setelah pengkodean selesai maka akan dilakukan testing terhadap sistem yang telah dibuat dengan tujuan menemukan kesalahan-kesalahan terhadap sistem tersebut untuk kemudian bisa diperbaiki.

Deployment

Tahapan ini bisa dikatakan final dalam pembuatan sebuah perangkat lunak atau sistem. Setelah melakukan analisis, desain dan pengkodean maka sistem yang sudah jadi akan digunakan user. Kemudian perangkat lunak yang telah dibuat harus dilakukan pemeliharaan secara berkala

Gambar

Gambar 2. 1 Masalah Jembatan Königsberg
Gambar 2. 2 Representasi Graf dari Masalah Jembatan Königsberg
Gambar 2. 3 Graf dari Masalah Jembatan Königsberg
Gambar 2. 6 Graf Berbobot
+5

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional perkarantinaan hewan dan

4.3.16 Banyaknya Perkara dan Terdakwa/Tertuduh yang Diselesaikan Pengadilan Negeri Dirinci Menurut Jenis Kelamin di Kabupaten. Badung Tahun 2011 ……….………

edulis Ker., terutama tentang variasi pertumbuhan, kandungan prolin dan aktivitas nitrat reduktase pada kondisi ketersediaan air yang berbeda sehingga dapat digunakan sebagai

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan pendekatan quasi eksperimental dan dengan desain one group pre and post-test design , dengan tujuan

Data yang digunakan adalah data kontur, data penggunaan lahan hasil klasifikasi maximum likelihood, peta aksesibilitas, titik asal (Telaga) dan titik tujuan

Setelah memadat, diambil 1 ose bakteri yang telah diukur berdasarkan standar Mc.Farland 108 kol/ mL, kemudian digores secara merata pada permukaan medium, kemudian dimasukkan

Lundi putih ( Melolonthidae; Coleoptera ) dari Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mempunyai karakter morfologi yang sama, dan dimasukkan dalam