• Tidak ada hasil yang ditemukan

UNIVERSITAS INDONESIA PEMANFAATAN SMARTPHONE DALAM PENDIDIKAN KEPERAWATAN. Disusun Oleh : Ni Luh Putu Eva Yanti NPM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UNIVERSITAS INDONESIA PEMANFAATAN SMARTPHONE DALAM PENDIDIKAN KEPERAWATAN. Disusun Oleh : Ni Luh Putu Eva Yanti NPM"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS INDONESIA

PEMANFAATAN SMARTPHONE

DALAM PENDIDIKAN KEPERAWATAN

Disusun dalam rangka memenuhi UTS Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen

Disusun Oleh :

Ni Luh Putu Eva Yanti

NPM. 1006748740

PROGRAM MAGISTER ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN

UNIVERSITAS INDONESIA

2011

(2)

PEMANFAATAN SMARTPHONE DALAM PENDIDIKAN KEPERAWATAN

Abstract

Smartphone as a popularity and existence nursing students. It’s have benefit as a source of nursing education. The purpose of this article is to explore the potential uses and issues of smartphones, most in clinical skills of nursing education. Smartphone applications such as Epocrates ®, PEPIDTM, AirStripTM and video/ lecture was uploaded on the official website of the institution. This application can be free or for-fee. This smartphone application civilize nursing

students to learn independently and critical thinking.

Key word: smartphone, applications, nursing education

---Latar Belakang

Teknologi informasi dan komunikasi saat ini semakin berkembang pesat dengan berbagai penemuan produk unggulan yang memudahkan masyarakat untuk saling berinteraksi dan memperoleh informasi. Smartphone adalah

teknologi baru yang menyerupai Personal Digital Assistant (PDA) yang memiliki berbagai fungsi dan kemudahan dalam mengakses internet (Phillippi and Wyatt, 2011). Kecanggihan smartphone dibandingkan handphone cellular terletak pada

operation system yang tangguh, kecepatan proses yang tinggi, perangkat

multimedia yang mutakhir, koneksi internet terbaik dan layar sentuh. Jumlah pengguna smartphone di United State (US) mengalami peningkatan yang cepat, diperkirakan pada akhir tahun 2011 setengah populasi (US) akan menggunakan

smartphone (Cummiskey, 2011). Belum ada referensi yang akurat terkait

demografi pengguna smartphone di Indonesia. Namun, menurut data Frost&Sullivan, salah satu lembaga yang melakukan pemantauan terhadap pertumbuhan ekonomi perusahaan menyatakan penjualan smartphone di

Indonesia pada tahun 2009 telah terjual sebanyak 1,2 juta dan diprediksikan pada tahun 2015 total penjualan smartphone di Indonesia akan mencapai 18,7 juta (Nugraha, 2011). Pengguna smartphone awalnya banyak digunakan oleh

pengusaha dan eksekutif muda, tapi saat ini hampir semua kalangan telah banyak yang menggunakan smartphone. Mahasiswa dan siswa sekolah pun tidak mau ketinggalan dengan tren smartphone ini karena harganya yang relatif terjangkau.

(3)

Alasan mahasiswa menggunakan smartphone karena tampilan dan fitur yang ditawarkan sangat menarik, aplikasi yang lengkap serta mencerminkan gaya hidup metropolis dan up to date (Firdaus, 2010). Pada artikel ini membahas pemanfaatan

smartphone di pendidikan keperawatan. Menurut Tempelhof (2009) dalam

Phillippi and Wyatt (2011), sebuah penelitian menyebutkan 70% mahasiswa keperawatan telah menggunakan PDA dan sejenis alat PDA dalam proses belajar. Aplikasi smartphone dapat digunakan sebagai proses belajar keperawatan,

misalnya instruksional video dalam pemasangan nasogastric tube pada manikin. Video dapat didownload mahasiswa dari website resmi kampus yang

menyediakan e-learning atau dari smartphone application yang tersedia gratis maupun berbayar di internet. Harapannya metode ini sebagai penambah sarana belajar mahasiswa untuk memperoleh materi kuliah baik teori maupun praktik sebagai pendukung proses pendidikan keperawatan. Mengingat metode pembelajaran yang diterapkan saat ini yaitu Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang menuntut mahasiswa keperawatan memiliki kompetensi sebagai perawat profesional.

Kajian Literatur

1. Smartphone Basic

Smartphone adalah teknologi canggih yang merupakan kombinasi PDA dan mobile phone. Menurut Brusco (2010), smartphone adalah mobile phone yang memiliki fungsi seperti sistem komputerisasi, pengiriman pesan (email), akses internet dan memiliki berbagai aplikasi sebagai sarana pencarian informasi seperti kesehatan, olahraga, uang dan berbagai macam topik. Atau bila disimpulkan

smartphone layaknya komputer namun dalam ukuran kecil. Smartphone menjadi

sebuah kebutuhan primer untuk pribadi maupun profesional. Smartphone sangat cocok bagi professional yang sering melakukan komunikasi jarak jauh seperti kirim pesan (email). Kelebihan yang dimiliki smartphone adalah sistem canggih yang berfungsi untuk download dan install aplikasi dengan waktu singkat. Aplikasi ini seperti program yang ada di desktop komputer, namun tidak rumit dan dapat dibawa kemana-mana. Smartphone diciptakan untuk menyediakan berbagai aplikasi yang dapat di download dari internet dengan menggunakan

(4)

sebuah operating system (OS) spesifik seperti Apple dengan iOS, Google

Android, Microsoft Windows Mobile dan Windows Phone, Nokia Symbian, RIM BlackBerry OS dan lain-lain. Harga dari aplikasi ini bermacam-macam ada yang berbayar dan ada yang gratis (Cummiskey, 2011). Fitur yang disajikan oleh

smartphone bermacam-macam ada fitur multimedia, fitur game, fitur office, atau

fitur online. Beberapa hal penting yang harus dipersiapkan dalam memilih

smartphone (Lestari, 2011):

1. Memory

Besar kecilnya memory pada smartphone sangat berpengaruh pada data dan aplikasi yang akan ditambahkan atau disimpan. Apakah internal

memory yang tersedia cukup untuk kebutuhan data. Jika merasa kurang,

periksa apakah smartphone tersebut memiliki slot untuk external

memory untuk menampung data-data tambahan.

2. Processor speed

Kecepatan data menjadi pertimbangan khusus untuk aktivitas yang sering mengambil data di internet maupun berkirim data via email. Beberapa

smartphone menawarkan kecepatan data 3G hingga High Speed Downlink Package Access (HSDPA ) atau 3.5G yang kecepatannya mencapai 7 kali

kecepatan 3G.

3. Kemampuan untuk ditambahkan aplikasi

Aplikasi (software) apa saja yang terdapat dalam smartphone tersebut. Jika sering mengolah dokumen, apakah sudah ada aplikasi perkantoran di dalamnya (office suite) seperti pengolah kata, spreadsheet maupun aplikasi lainnya. Atau jika senang mendengar musik atau menonton film, apakah sudah tersedia aplikasi entertainment yang baik di dalamnya. Hal yang tidak kalah penting, apakah smartphone ini dapat ditambahkan atau install aplikasi lain di luar aplikasi dari OS yang digunakan.

4. Ukuran layar

Aktivitas yang sering mengerjakan dokumen di smartphone, maka pilihlah ukuran layar (display) yang besar. Layar yang lebih besar membuat lebih mudah dan nyaman dalam mengolah dan mengerjakan dokumen. Namun yang patut diingat adalah ukuran layar yang besar pasti akan membuat

(5)

daya perangkat tersebut lebih cepat habis. Selain itu pertimbangkan juga kedalaman warna yang ditampilkan. Semakin besar kedalaman warna, maka gambar yang ditampilkan akan semakin indah.

5. Cellular network provider

Pilih provider dengan jaringan seluler luas, sehingga koneksi tetap terhubung walaupun berada di tempat terpencil.

6. Harga

Pilihlah smartphone yang sesuai dengan uang anda, karena smartphone dengan fitur atau fasilitas yang lengkap dan canggih tentu harga yang ditawarkan lebih mahal.

2. Aplikasi smartphone dalam pendidikan keperawatan

Penggunaan smartphone dalam pendidikan keperawatan contohnya penggunaan aplikasi yang dapat di download secara gratis maupun berbayar di internet (Brusco, 2010):

1. Epocrates® (Epocrates, Inc, San Meteo, California)

Aplikasi ini dapat digunakan sebagai informasi klinis dan alat pengambil keputusan kepada tenaga professional kesehatan untuk mendapatkan jawaban secara cepat dan tepat pada saat perawatan di klinik. Operating

system yang mendukung aplikasi ini iPhone, iPod Touch™, BlackBerry,

Palm™, Android™, Windows Mobile™, dan online. Aplikasi Epocrates yang berbayar adalah Epocrates Essentials Deluxe, Epocrates Essentials, Epocrates RX Pro. Ada pula aplikasi Epocrates yang gratis seperti Epocrates RX, Epocrates Medtools, Epocrates MobileCME, Epocrates Mobile Resource Centers.

2. PEPIDTM (Evanston, Illinois)

Aplikasi ini menyediakan sumber pengambil keputusan secara elektronik diperuntukkan untuk dokter, asisten dokter, perawat praktisi, mahasiswa keperawatan, tenaga kegawatdaruratan dan farmasi. Aplikasi ini dapat digunakan melalui smartphone, online dan teknonogi nirkabel. Aplikasi ini terdiri dari data-data klinis kedokteran yang terintegrasi dan farmakologi, medical calculators, dosing calculators, drug interactions generator and illustrations. Operating system yang mendukung aplikasi ini iPhone,

(6)

BlackBerry, Palm™, Windows Mobile™, dan Pocket PC. Aplikasi yang tersedia untuk perawat berbayar adalah

a. Professional Nursing Suite

Menyediakan informasi yang mudah bagi perawat dalam mengambil keputusan selama di klinik. Aplikasi ini ditulis oleh perawat dengan topik perbaikan kualitas pelayanan, keamanan (safety), efisiensi perawatan, berbagai topic diagnosis penyakit dan obat. Harga yang ditawarkan $ 149.95 (1 tahun) dan $ 259.95 (2 tahun)

b. Critical Care Nursing Suite

Menyediakan akses terkait informasi yang akurat di intensive care unit. Salah satu topic yang dibahas adalah pengkajian khusus dalam keperawatan kritis, cara menghitung tetesan infuse dan akses cepat pengukuran obat-obatan, topic farmakologis dan klinik terkait ICU. Harga aplikasi ini $ 149.95 (1 tahun) dan $ 259.95 (2 tahun)

c. Oncology Nursing Suite

Menyediakan informasi yang lengkap terkait perawatan kanker dan pengukuran dosis narkotik yang akan diberikan kepada pasien. Aplikasi ini menyediakan rangkuman khusus terkait evidence base

practice yang diterapkan di klinik terkait perawatan kasus kanker.

Harga aplikasi ini $ 149.95 (1 tahun) dan $ 259.95 (2 tahun) d. Gerontological Nursing Suite

Menyediakan informasi keperawatan gerontik mencakup

pengkajian, dosis obat kepada lansia. Harga aplikasi ini $ 149.95 (1 tahun) dan $ 259.95 (2 tahun)

Aplikasi lain yang ditawarkan oleh PEPID adalah McGrawHill Nurse to Nurse Series, aplikasi ini berisikan tentang perawatan luka, perawatan trauma dan perawatan dimensia. Ada juga aplikasi untuk mahasiswa keperawatan contohnya NCLEX® review.

(7)

3. AirStripTM Technologies (San Antonio, Texas)

Mengembangkan aplikasi mobile medical yang berisi tentang informasi kasus pasien, hasil monitor kasus pasien di rumah sakit baik dari dokter ke perawat maupun sebaliknya melalui smartphone, laptop maupun desktop. Penggunaan aplikasi ini terlebih dahulu mendaftarkan diri ke server AirStrip. Aplikasi gratis yang disediakan hanya untuk iPhone seperti AirStrip OBTM, AirStrip Critical Care, AirStrip Cardiology, AirStrip Imaging dan AirStrip Laboratory.

Menurut Phillippi and Wyatt (2011), beberapa institusi pendidikan keperawatan memproduksi video untuk mengasah keterampilan klinik mahasiswa dan biasanya video ini diterbitkan di website institusi sebagai salah satu e-learning. Mahasiswa dapat mengamati video tersebut selama praktik klinik dengan tujuan untuk

menyegarkan kembali memori mahasiswa terkait keterampilan klinik yang sudah diperoleh di kelas/ laboratorium. Mahasiswa yang mengulang pengetahuannya dengan mengakses informasi video tersebut, terbukti mampu menurunkan kecemasan mahasiswa dan menjadi lebih siap saat praktik di klinik/ RS.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Smartphone adalah aksesoris popular yang banyak dimiliki oleh

mahasiswa keperawatan. Smartphone memiliki kegunaan sebagai teknologi telepon seluler, akses internet, pembelajaran berbasis aplikasi dan texting. Salah satu tujuan seorang pendidik adalah bagaimana mengajarkan mahasiswa untuk belajar mandiri dan critical thinking. Smartphone sebagai alat yang memiliki berbagai macam kegunaan, menyediakan berbagai referensi belajar kepada mahasiswa keperawatan dalam mengasah keterampilan kliniknya. Smartphone melatih mahasiswa untuk belajar mandiri dan mendorong mahasiswa untuk mencari informasi seluas-luasnya. Aplikasi Epocrates®, PEPIDTM, AirStrip dan materi kuliah/video pada e-learning adalah aplikasi yang dapat didownload dan diinstall pada smartphone mahasiswa keperawatan. Secara langsung aplikasi ini menjadi referensi belajar mahasiswa terutama pembelajaran klinik. Di Indonesia, belum ada aplikasi smartphone untuk keperawatan yang dikembangkan oleh orang Indonesia. Sumber pembelajaran teori atau non klinik masih berfokus

(8)

dengan menggunakan metode ceramah walaupun sudah diterapkan sistem KBK yang berfokus pada Student Center Learning (SCL). Institusi keperawatan di Indonesia baik negeri maupun swasta telah menerapkan metode e-learning sebagai sumber referensi pendidikan jarak jauh. Referensi klinik dilakukan dengan penerbitan video dalam website resmi institusi sebagai bahan ajar mahasiswa.

Informasi keperawatan berkembang dengan cepat. Tindakan keperawatan, dosis obat, perawatan pascaoperasi, dan tindakan pencegahan mengalami

perubahan setiap beberapa tahun dan jika perawat praktisi hanya mengandalkan memorinya saja, tentu tindakan keperawatan yang dilakukan sudah tidak relevan lagi untuk diterapkan pada saat ini. Oleh karena itu, pendidik perlu

membudayakan kepada mahasiswa untuk belajar mandiri berdasarkan literatur

evidence base practice agar bermanfaat dalam kariernya di klinik. Smartphone

membantu mahasiswa belajar mandiri untuk mencari literatur evidence base

practice dan mendorong mahasiswa belajar aktif. Kendala yang ditemukan di

Indonesia, masih sedikit pendidik keperawatan yang menggunakan akses internet sebagai sumber belajar. Tidak banyak pendidik yang memiliki “passion”

mendalami teknologi informasi. Sehingga belum menjadi budaya kepada

mahasiswa keperawatan. Permasalahan mendasar yang menjadi andil, minimnya perawat/ pendidik untuk melakukan penelitian sehingga tindakan keperawatan

evidence base practice belum banyak diterapkan di Indonesia.

Smartphone dapat diintegrasikan dengan mudah dalam kurikulum

keperawatan. Mahasiswa dapat mengetahui berapa lama pengalaman kegiatan praktik klinik, referensi bahan selama praktik klinik dan berkomunikasi dengan instruktur klinik melalui SMS atau Twitter. Aplikasi yang ada di smartphone membantu mahasiswa dalam penghitungan dosis obat dan pemberian saran pengambil keputusan lebih akurat selama praktik klinik. Mahasiswa dapat menggunakan aplikasi sebagai sumber belajar, akses buku online bahkan sebagai pembimbing selama praktik klinik.

Pembiayaan aplikasi smartphone menjadi sebuah kendala, namun biaya ini dapat dimasukkan sebagai uang buku dalam anggaran mahasiswa, karena

(9)

dikurangi dengan memberikan potongan khusus bagi karyawan, dosen dan mahasiswa pada institusi yang menerapkan aplikasi smartphone.

Keperawatan berusaha untuk memberikan asuhan keperawatan dengan

evidence base practice. Walaupun, masih sedikit evidence yang terkait

penggunaan smartphone, perawat/ pendidik harus maju dan menjadi pionir dalam penggunaan teknologi untuk membudayakan mahasiswa menggunakan berbagai sumber daya seluas-luasnya untuk memperoleh pengetahuan yang bermanfaat dalam tindakan keperawatan kepada pasien. Smartphone mendorong mahasiswa belajar mandiri, mengurangi medical errors dan mempercepat komunikasi. Menurut Zoe et al (2009) mahasiswa keperawatan yang telah menggunakan

smartphone diharapkan dapat mengeksplorasi lebih dalam untuk mencari literatur

dan aplikasi yang mendukung dalam proses belajar teori maupun klinik dan tidak hanya memanfaatkan smartphone hanya untuk kebutuhan hiburan semata. .

Daftar Pustaka

Brusco, J.M (2010). Using Smartphone Application in Perioperative Practice. AORN Journal Vol.92/5, 503-508

Cummiskey, M (2011). There’s an App for That Smartphone Use in Health and Physical Education. Journal of Physical Education, Recreation & Dance Vol.82/8, 24-29

Firdaus, R (2010). Analisis Faktor Customer Experience Pengguna Blackberry Terhadap Kepuasan Konsumen (Studi Kasus Pada Mahasiswa USU). Tidak dipublikasikan: Skripsi FE Manajemen USU

Lestari, A. I (2011). Tips Memilih Smartphone. Diakses tanggal 11 Nopember 2011 dari

http://www.mediaindonesia.com/mediagadget/index.php/read/2011/08/29/21 92/7/Tips-Memilih-Smartphone

Nugraha, F (2011). Pasar Smartphone di Indonesia. Diakses tanggal 10 Nopember 2011 dari http://www.teknojurnal.com/2011/08/24/pasar-smartphone-di-indonesia/

Phillippi, J.C and Wyatt, T.H (2011). Smartphone in Nursing Education. CIN: Computers, Informatics, Nursing Vol.29/8, 449-454

(10)

Zoe, Sakoto et al (2009). Relationship of Personality and Lifestyle with Mobile Phone Dependence among Female Nursing Students. Social and Behavior Personality Vol.37/2, 231-238

Referensi

Dokumen terkait

Asma adalah mengi berulang ( OS sesak disertai mengi ) dan/atau batuk persisten ( OS juga dikatakan batuk berterusan sejak seminggu SMRS, sedikit berdahak berwarna

learners learn autonomously, and how the lecturers’ perception about learner autonomy influences their efforts to encourage learner autonomy. The EFL learning context is

Setelah seorang hacker mampu mengakses suatu sistem pada langkah metodologi hacking ke-empat di atas maka pada langkah ke-lima disini seorang hacker mulai mengubah

Pada awalnya anak belum memiliki nilai nilai dan pengetahuan mengenai sikap dan moral tertentu atau yang di pandang baik dan tidak baik oleh kelompok sosialnya, selanjutnya dalam

Penelitian Kaum Gay di Kota Medan ini dilatarbelakangi oleh semakin terlihatnya eksistensi para kaum gay serta melihat pandangan masyarakat yang mana sebagian masyarakat

Jika rombel sudah tersedia klik tombol input nilai, maka akan tampil. halaman

Pembuatan aplikasi web ini bertujuan untuk membantu masyarakat luas untuk mengetahui informasi tentang keberadaan SMA Negeri 9 Bogor dan semua berita yang ada tentang SMA Negeri

Panen pada tanaman muda, masih menggunaka n dodos Tanaman muda, dengan songgo satu... Panen tanaman muda, masih bisa menggunakan