• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nilai rujukan spirometri untuk lanjut usia sehat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Nilai rujukan spirometri untuk lanjut usia sehat"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Nilai rujukan spirometri untuk lanjut usia sehat

Martiem Mawi

Bagain Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

ABSTRAK

Spirometri merupakan alat skrining untuk penyakit paru dan paling sering dilakukan untuk menguji fungsi paru. Tujuan penelitian adalah untuk menentukan nilai rujukan spirometri untuk lanjut usia sehat laki-laki dan perempuan. Referensi dan kisaran normal untuk FEV1, FVC, rasio FEV1/FVC diperoleh dari 137 subyek berusia 60-80 tahun. Penelitian menunjukkan distribusi umur antar gender tidak berbeda (rerata umur laki-laki adalah 66,3 ± 4,8 tahun dan perempuan adalah 65,9 ± 5,3 tahun). Laki-laki mempunyai tinggi badan lebih daripada perempuan (rerata tinggi badan laki-laki adalah 152,6 ± 4,8 cm dan perempun adalah 151,2 ± 7,6 cm). Perbandingan berbagai fungsi paru antar gender dari kelompok usia menunjukkan bahwa kelompok usia 70 tahun ke atas semua ukuran lebih rendah pada perempuan. Pada kedua gender, FEV1, FVC, rasio FEV1/FVC menunjukkan penurunan yang kontinu dengan peningkatan usia. Terdapat hubungan antara FEV1 dan FVC, dengan umur dan tinggi badan. Nilai rujukan spirometri tersebut menetapkan batasan normal untuk lanjut usia sehat.

Kata kunci : Lanjut usia, spirometer, FEV1, FVC

Spirometric reference values for healthy elderly

ABSTRACT

Spirometry, which probably the most important tool in screening for pulmonary disease, is the most frequently performed pulmonary function test. The aim of this study was to describe spirometric equation reference equations for healthy elderly male and female. Reference equations and normal ranges for forced expiratory volume in one second (FEV1), forced vital capacity (FVC), FEV1/FVC ratio were derived from healthy 137 subjects age 60-80 years. This study showed that the age distribution of the women and men were similar (mean age of men was 66.3 ± 4.8 years and women 65.9 ± 5.3 years). Men were taller than women (mean height of men was 152.6 ± 4.8 cm and women 151.2 ± 7.6 cm). Comparing the various lung function between men and women of similar age groups, it was found that in group 70 years and more all the measurements were lower in female. In both men and women, the FEV1, FVC and FEV1/FVC ratio show a clear steady decline with age. There was a relationship between FEV1 and FVC with age and height. The spirometry reference values from this study determine the normal range for healthy elderly

(2)

PENDAHULUAN

Spirometri adalah tes fungsi paru yang p a l i n g s e r i n g d i g u n a k a n u n t u k m e n a p i s ( s c re e n i n g ) p e n y a k i t p a r u . I n d i k a s i l a i n p e n g g u n a a n s p i r o m e t r i a d a l a h u n t u k m e n e n t u k a n k e k u a t a n d a n f u n g s i d a d a , m e n d e t e k s i b e r b a g a i p e n y a k i t s a l u r a n p e r n a p a s a n t e r u t a m a a k i b a t p e n c e m a r a n lingkungan dan asap rokok. Berbagai penelitian untuk menguji fungsi paru dilakukan pada penderita berusia <60 tahun. dan prediksi nilai s p i r o m e t r i d i d a s a r k a n p a d a h a s i l s t u d i tersebut.(1-3) Di Indonesia, Tim Pneumobile dari

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia telah membuat nilai rujukan fungsi paru untuk orang sehat berusia antara 13 sampai 70 tahun.(4) Parameter yang digunakan untuk

m e n e n t u k a n f u n g s i p a r u a d a l a h v o l u m e eskpirasi paksa satu detik pertama (Forced

e x p i r a t o r y v o l u m e i n 1 s e c o n d / F E V1) , kapasitas vital paksa (forced vital capacity/ FVC) dan rasio FEV1 /FVC.(5-7)

Nilai rujukan yang sahih untuk parameter spirometri pada lanjut usia Afro-African dan

J a p a n e s e - A m e r i c a n y a n g s e h a t s u d a h

dilaporkan sebelumnya.(8,9) Kenyataannya,

prediksi nilai spirometri untuk lanjut usia seringkali didasarkan pada observasi atau ekstrapolasi dari hasil penelitian usia muda. Namun, harus diingat prediksi nilai spirometri pada lanjut usia berdasarkan data dari usia muda seringkali tidak tepat karena hubungan antara fungsi paru, usia dan tinggi badan akan berubah dengan meningkatnya usia. Petunjuk internasional merekomendasikan bahwa nilai rujukan spirometri tidak dapat diekstrapolasi berdasarkan data usia dan tinggi badan yang

Indonesia, populasi masyarakat yang berusia >70 tahun akan semakin bertambah. Oleh karena itu perlu diteliti nilai rujukan spirometri pada kelompok lanjut usia sehat yang berusia lebih dari 70 tahun.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fungsi paru lansia sehat yang berusia 60 tahun ke atas, terutama usia di atas 70 tahun. Selain itu ingin diketahui hubungan antara umur, tinggi badan dan fungsi paru.

METODE Disain penelitian

Penelitian c ross-sectional digunakan untuk mencapai tujuan penelitian.

Lokasi dan populasi penelitian

Penelitian dilakukan di beberapa wilayah di DKI Jakarta. Subyek penelitian studi ini m e r u p a k a n s e b a g i a n k e c i l d a r i s a m p e l penelitian studi utama yang bertujuan untuk meneliti status kesehatan pada lanjut usia. Kriteria inklusi dari studi ini adalah lanjut usia b e r u s i a 6 0 t a h u n d a n l e b i h , s e h a t ( t i d a k menderita diabetes melitus, penyakit jantung, dan penyakit obstruksi saluran napas), tidak m e r o k o k d a n t i d a k o b e s i t a s . D a r i 1 . 0 0 7 responden hanya 137 subyek yang memenuhi kriteria inklusi terdiri dari 62 pria dan 75 wanita.

Instrumen

S e m u a r e s p o n d e n d i w a w a n c a r a i menggunakan kuesioner yang mencakup umur, j e n i s k e l a m i n d a n t i n g g i b a d a n . U n t u k mengukur FEV1, FVC dan rasio FEV1/FVC d i g u n a k a n A u t o s p i r o m e t e r A S 5 0 0 .

(3)

dilakukan kalibrasi alat dengan semprit 2.000 m l b u a t a n J e p a n g s e t i a p h a r i s e b e l u m melakukan percobaan.

Pemeriksaan faal paru

Pemeriksaan faal paru dilakukan pada 137 s u b y e k p e n e l i t i a n y a n g t e l a h d i l a k u k a n pemeriksaan fisik. Subyek penelitian diberikan penjelasan dan contoh cara melakukan inspirasi d a l a m s a m p a i m a k s i m a l d a n e k s p i r a s i m a k s i m a l d e n g a n k u a t ( p a k s a ) u n t u k memperoleh nilai kapasitas vital paksa (FVC) Setelah itu subyek penelitian melakukan “maneuver” kapasitas vital paksa (FVC) minimal 3 kali dan maksimal 8 kali. Dari 1 kali inspirasi dalam yang diikuti dengan ekspirasi maksimal dan kuat (paksa) diperoleh nilai FVC, FEV1 dan rasio FEV1/FVC. Untuk FEV1, nilai yang diambil adalah dua nilai yang terbesar dengan perbedaan tidak lebih dari 5% atau 100 ml. Untuk FVC nilai yang diambil adalah dua nilai terbesar dengan perbedaannya tidak lebih dari 5% atau 200 ml.

Analisis

A n a l i s i s d i s k r i p t i f d i g u n a k a n u n t u k m e n g g a m b a r k a n k a r a k t e r i s t i k s u b y e k penelitian. Untuk melihat hubungan antara tinggi badan dan FVC, usia dan FEV1, usia dan rasio FEV1/FVC digunakan uji regresi linier sederhana. Pada analisis regresi linier ganda semua variabel prediktor terhadap fungsi paru yang bermakna (p<0,05) dimasukkan ke dalam model regresi untuk memprediksi fungsi paru.

HASIL

H a s i l p e m e r i k s a a n s p i r o m e t r i 1 3 7 responden dan karakteristiknya disajikan pada Tabel 1. Umur rata-rata pria 66,3 ± 4,8 tahun dan wanita 65,9 ± 5,3 tahun, sebagian besar pria 74,2 % (42/62) dan wanita 76,0% (57/75). Rata-rata tinggi badan pria besarnya 152,6 ± 7,9 cm, dan wanita 151,2 ± 7,64 cm. Nilai FEV1 pria rata-rata 1,2 ± 0,4 liter, wanita 1,1 ± 0,4 liter. Nilai FVC pria rata-rata adalah 1,2 ± 0,5 liter, wanita 1,2 ± 0,4 liter. Rasio FEV1/ FVC pria rata-rata adalah 97,4 ± 6,6 %, wanita 96,2 ± 5,8%.

Nilai rata-rata FEV1 dan FVC baik pada pria maupun wanita terlihat penurunan sesuai dengan bertambahnya usia. Nilai tertinggi ditemukan pada kelompok usia 60-64 tahun dan t e r e n d a h p a d a k e l o m p o k u s i a 7 5 - 7 9 tahun.(Tabel 2).

Tabel 1. Umur, tinggi badan, FEV1, FVC dan ratio FEV1/FVC pada pria dan wanita

(4)

Gambar 1 menunjukkan adanya hubungan positif antara FEV1 dan FVC dengan tinggi badan pada pria, semakin tinggi badan akan m e n i n g k a t n y a n i l a i F E V1 d a n F V C . Kecenderungan yang sama terlihat pada wanita, semakin tinggi badan wanita akan meningkatkan nilai FEV1 dan FVC. (Gambar 2)

Baik pada pria maupun wanita, nilai koefiesien regresi dari usia dan tinggi badan tidak menunjukkan adanya perbedaan (Tabel 3). Model regresi rujukan untuk memprediksi fungsi paru berdasarkan usia dan tinggi badan didapatkan sebagai berikut :

untuk wanita :

untuk pria :

Nilai FEV1 : y = -0,450 – 0,019 usia + 0,019 tinggi badan

Nilai FVC : y = -1,313 – 0,016 usia + 0,023 tinggi badan

Rasio FEV1/FVC : y = 110,453 – 0,019 usia

PEMBAHASAN

Dari 137 lansia sehat menunjukkan adanya penurunan nilai rata-rata FEV1 dan FVC dengan semakin meningkatnya usia. Semakin lanjut usia seseorang otot-otot pernafasan akan semakin lemah, melemahnya otot-otot pernafasan mulai Gambar 1. Hubungan positif antara FEV1

dan FVC dengan tinggi badan pada pria

FEV1 (L) 0.80 1.00 1.20 1.40 140-149 150-159 160-169 TINGGI BADAN FE V 1 (L ) FVC (L) 0.80 1.00 1.20 1.40 1.60 140-149 150-159 160-169 TINGGI BADAN FV C ( L )

Gambar 2. Hubungan positif antara FEV1 dan FVC dengan tinggi badan pada wanita

FEV1 (L) 0.90 1.00 1.10 1.20 1.30 1.40 1.50 130-139 140-149 150-159 160-169 TINGGI BADAN FE V 1 (L ) FVC (L) 0.90 1.00 1.10 1.20 1.30 1.40 1.50 130-139 140-149 150-159 160-169 TINGGI BADAN FV C (L )

(5)

terlihat pada Gambar 1 dan 2. Hasil yang diperoleh pada studi ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Enright dkk. dan Marion dkk.(6,9) Perkembangan jaringan paru dan

kekuatan dari sistem muskuloskeletal pada rongga dada berperan terhadap besarnya nilai FEV1 dan FVC.(5) Analisis regresi menunjukkan

adanya hubungan antara FEV1, FVC dan usia serta tinggi badan. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan pada populasi di Inggris.(11)

R a s i o F E V1 d a n F V C ( % ) u m u m n y a digunakan sebagai indeks yang sensitif untuk m e m b e d a k a n p e n d e r i t a d e n g a n h a s i l u j i spirometri yang normal, ringan dan berat. Rule

of thumb yang sering digunakan oleh klinikus

pada usia pertengahan (middle age) adalah 80% dikategorikan normal dan <70% obstruksi fungsi paru.(12) Pada studi ini rasio FEV

1/FVC

menurun dengan bertambahnya usia baik pada pria maupun wanita. Penurunan ini lebih nyata pada kelompok berusia 70-79 tahun.

U n t u k m e m b u a t s e b u a h p e r s a m a a n matematik rujukan spirometri yang dapat diaplikasikan untuk masyarakat luas, idealnya subyek penelitian yang diikut sertakan harus m e n c a k u p s e m u a k e l o m p o k m a s y a r a k a t . Subyek penelitian tidak boleh dipilih dari m e r e k a y a n g s e d a n g m e n c a r i u p a y a

pengobatan. Harus diakui tidaklah mudah untuk mendefinisikan lansia yang sehat. Pada studi ini yang dimaksud dengan lansia sehat adalah lansia yang tidak menderita diabetes melitus, penyakit jantung, penyakit obstruksi s a l u r a n n a p a s k r o n i k ( P P O K ) d a n t i d a k merokok. Merokok merupakan faktor risiko timbulnya PPOK. Rokok menimbulkan reaksi inflamasi dengan atau tanpa pembentukan mukus dalam saluran pernapasan, peningkatan sel polymorfonuklear dan terjadi penghambatan elastase inhibitor yang dapat merusak jaringan elastin, akibatnya fungsi paru menurun.(12,13) American Thoracic Society pada studinya

hanya menyatakan subyek penelitian yang dikutsertakan pada penilaian spirometri adalah tidak pernah merokok, bebas dari penyakit saluran napas dan tidak menderita penyakit.(14)

KESIMPULAN DAN SARAN

Nilai rujukan spirometri pada studi ini dapat digunakan untuk memprediksi fungsi paru pada lansia sehat berusia 60-79 tahun. Untuk dapat menyusun sebuah persamaan matematik yang dapat digunakan di masyrakat luas disarankan melakukan penelitian lebih lanjut dengan subyek peneltian yang lebih besar dan mencakup semua kelompok di masyarakat.

*Bermakna (p<0,05); R2 = Coefficient of determination; SE = Standard Error; FEV1 = Forced expiratory volume in 1 second; FVC = Forced vital capacity

(6)

UCAPAN TERIMA KASIH

Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Universitas dan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti yang telah memberikan kesempatan dan dana untuk melaksanakan penelitian ini.

Daftar Pustaka

1. Falaschetti E, Laiho J, Primatesta P, Purdon S. Prediction equations for normal and low lung function from the health survey for England. Eur Respir J 2004; 23: 456-63.

2. Boyle AH, Locke DL. Update on chronic obstructive pulmonary disease. Med Surg Nursing 2004; 13: 42-8.

3. Maltais F. Skletal muscles in chronic airflow obstruction. Why bother?. Am J Respir Crit Care Med 2003; 168: 916-7.

4. Yunus F. Proyek Pneumobile Indonesia. Paru 1990; 10: 35-7.

5. Virani N, Shah B, Celly A. Pulmonary function studies in healthy non-smoking adults in Ashram SA, Pondicherry. Indian J Med Res 2001; 114: 177-84.

6. Marion MS, Leonardson GR, Rhoades ER, Welty TK, Enright PL. Spirometry reference values for American adults. Chest 2001; 120: 489-95.

7. Barreiro TJ, Perillo I. An approach to

interpreting spirometry. 2004. Available at:

http://www.aafp.org/afp/20040301/1107.html. Accessed April 11, 2005.

8. Enright PL, Jhonson LR, Connet JE, Voelker

H, Buist AS. Spirometry in the lung health study. Am Rev Respir Dis 1991; 143: 1215-23.

9. Enright PL, Kronmal RA, Higgins M, Schenker

M, Haponik EF. Spirometry reference values for women and men 65 to 85 years of age. Am Rev Respir Dis 1993; 147: 125-33.

10. Rogers L, Cassino C, Berger KI, Goldring RM,

Norman RG, Klugh T, Reibman J. Asthma in elderly. Chest 2002; 122: 1580-6.

11. Sakao S, Tatsumi K, Hashimoto T, Igari H,

Shirawa H, Kuriyama T. Vascular endothelial growth factor and risk of smoking-related COPD. Chest 2003; 124: 323-7.

12. Pauwels RA, Buist AS, Calverley PM, Jekins

CR, Hurd SS. Global strategy for the diagnosis, management, and prevention of chronic obstructive pulmonary disease. NHLBI/WHO Global Initiative for Chronic Obstructive Lung Disease (GOLD) Workshop summary. Am J Respir Crit Care Med 2001; 163: 1265-76.

13. Bella V, Battaglia S, Catalano F, Scichilone N,

Incalzi RA, Imperiale C, Rengo F. Aging and disability affect misdiagnosis of COPD in elderly asthmatics. Chest 2003; 123: 1066-72.

14. American Thoracic Society. Lung function

testing: selection of reference values and interpretative strategies: an official statement of the American Thoracic Society. Am Rev Respir Dis 1991; 144: 1202-18.

Gambar

Tabel 2. Nilai rata-rata spirometri berdasarkan umur dan jenis kelamin pada pria dan wanita
Gambar 1 menunjukkan adanya hubungan positif antara FEV 1  dan FVC dengan tinggi badan pada pria, semakin tinggi badan akan m e n i n g k a t n y a   n i l a i   F E V 1   d a n   F V C
Tabel 3. Persamaan regresi rujukan spirometri untuk pria dan wanita usia 60 – 79 tahun

Referensi

Dokumen terkait

Perang Suksesi Banten antara Sultan Ageng Tirtayasa dan Sultan Haji yang didukung VOC, yang berakhir pada tahun 1684, menghasilkan setidaknya satu hal yang tidak mungkin

5 PENYUSUNAN LAPORAN CAPAIAN KINERJA DAN IKHTISAR REALISASI KINERJA SKPD (HONORARIUM PANITIA PELAKSANA KEGIATAN). Jasa Lainnya

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri tanpa pertolongan manusia lain, interaksi sosial akan terjadi baik di antara individu di sebuah

pembelajaran adalah proses yang disengaja yang menyebabkan siswa belajar pada suatu.. lingkungan belajar untuk melakukan kegiatan pada

Gambar tersebut di atas, lebih tepat menggambarkan sebuah siaran radio yang mana seorang penyiar (sumber informasi) akan mengucapkan informasi (pesan) yang akan ditranmisikan

Hasil uji statistik menggunakan uji chi square dengan α=0,05 diperoleh hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara verbal abuse yang dilakukan oleh orang tua dengan

[r]

Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan Pengadaan konstruksi jalan: perkerasan jalan desa rahayu parindu JB: Modal JP: Pekerjaan Konstruksi.. 1