RENCANA KERJA (RENJA)
PROGRAM DAN KEGIATAN
TAHUN ANGGARAN 2015
DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA
DAN TATA RUANG
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……… i
DAFTAR ISI ……… ii
DAFTAR TABEL ……….………... iii
BAB I PENDAHULUAN ……… 1
1.1 Latar Belakang ………..……… 1
1.2 Landasan Hukum ………..……….. 3
1.3 Maksud dan Tujuan ………..……… 7
BAB II EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA ……… 8
2.1. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja ………..……….. 8
1. Meningkatkan Efektivitas Pengembangan Perumahan dan Pemberdayaan Komunitas Perumahan ………..………. 8
2. Meningkatkan Efektivitas Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Sanitasi ………..……… 13
3. Meningkatkan Efektivitas Pengembangan Kinerja Persampahan dan Drainase ………..………..…….…… 17
4. Meningkatkan Efektifitas Pemanfaatan Ruang ………....….... 19
2.2. Kondisi yang diinginkan dan Proyeksi Kedepan ……….. 22
1. Milenium Development Goals (MDGs) dan National Action Plan (NAP) Bidang Air Bersih, Sampah dan Sanitasi ………..………….. 22
2. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ………….………..………..…… 23
3. Backlog Rumah dan Kawasan Kumuh.………...…….… 24
BAB III ARAH KEBIJAKAN, TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN
KEGIATAN ………..……… 25
3.1. Arah Kebijakan ………..………..………..….. 25
A. Arah Kebijakan Program Pembangunan Perumahan……….…...….…. 25
B. Arah Kebijakan Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Sanitasi ………..………..…… 26
C. Arah Kebijakan Pengendalian Pemanfaatan Ruang ..………... 26
3.2. Tujuan ………..………..……….. 26
A. Tujuan Program Pembangunan Perumahan ………..…. 27
B. Tujuan Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Sanitasi ………..………..…… 27
C. Tujuan Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang ………... 27
3.3. Sasaran ………..………..……….….. 27
A. Sasaran Program Pembangunan Perumahan ………..……. 28
B. Sasaran Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Sanitasi ………..……….…..…… 28
C. Sasaran Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang ……... 28
BAB IV PENUTUP …………..……… 36
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Jumlah Hunian Perumahan yang terbangun ……….. 11
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas Rahmat dan hidayahNya semata, Rencana Kerja (RENJA) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur Tahun anggaran 2015.
Disusunnya Rencana Kerja (RENJA) ini merupakan Implementasi dari Tap MPR No. XI/MPR/1998 tentang Penyelenggara Negara yang bersih dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme dan Undang-Undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang kemudian ditindak lanjuti Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.
Instruksi Presiden No. 5 Tahun 2004 mewajibkan setiap Instansi Pemerintah sebagai unsur penyelenggara Pemerintah Negara mulai dari Pejabat Eselon II keatas untuk mempertanggung-jawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan yang berdasarkan tolok ukur Perencanaan Strategis.
Rencana Kerja (RENJA) ini memuat unsur-unsur Perencanaan Strategik dan Evaluasi Kinerja serta Analisis pencapaian kinerja yang telah dicapai oleh Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur pada Tahun Anggaran 2015.
Akhirnya Rencana Kerja (RENJA) ini diharapkan dapat menjadi wujud pertanggungjawaban Kinerja Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur dalam melaksanakan Visi dan Misinya sesuai Rencana Stratejik Dinas.
Surabaya, 5 Desember 2014
KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN TATA RUANG
PROPINSI JAWA TIMUR
Ir. GENTUR PRIHANTONO, SP, MT Pembina Utama Muda
NIP. 195901091987121002
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Penyusunan Laporan Rencana Kerja (Renja) Dinas PU Cipta Karya & Tata Ruang Provinsi Jawa Timur 2014, merupakan tindak lanjut atas ketentuan dalam UU 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang secara substansi merepresentasikan penjabaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur 2010-2014 khususnya pada bidang keciptakaryaan dan penataan ruang. Selain itu juga sebagai instrumen untuk melakukan pengukuran kinerja Dinas PU Cipta Karya & Tata Ruang Provinsi Jawa Timur sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur No.9 Tahun 2008 dan Peraturan Gubernur Provinsi Jawa Timur N0.90 & 127 Tahun 2008.
Berdasarkan data jumlah penduduk dan luas wilayah per Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Timur maka dapat dicermati bahwa penyebaran penduduk antar daerah Kabupaten/Kota menurut kepadatannya menunjukkan adanya pemusatan penduduk terutama di perkotaan, hal ini disebabkan oleh kondisi geografis dan potensi wilayahnya. Terkait dengan permasalahan tersebut akan mengandung konsekwensi timbulnya masalah kesehatan, perumahan dan penyediaan berbagai prasarana pendukung yang diperlukan, sementara sumberdaya alam cenderung semakin berkurang.
Secara garis besar permasalahan pokok bidang perumahan dan permukiman meliputi; rendahnya tingkat pemenuhan kebutuhan
2
perumahan yang layak dan terjangkau, serta menurunnya kualitas permukiman dengan masih besarnya luasan kawasan kumuh diperkotaan. Adapun permasalahan pokok air bersih meliputi; rendahnya peningkatan pelayanan air minum di perkotaan dan perdesaan, serta rendahnya kualitas manajemen pengelolaan air minum. Sedangkan permasalahan pokok air limbah adalah masih terbatasnya pelayanan pengolahan sistim air limbah terpusat (sistim sewerage), serta belum memadainya pelayanan sanitasi yang dapat memberikan kontribusi pencemaran terhadap air permukaan dan air tanah.
Permasalahan pokok persampahan meliputi; masih rendahnya tingkat capaian pelayanan sampah di perkotaan, serta masih lemahnya manajemen dan operasional teknis pengelolaan sampah. Sedangkan masih luasnya daerah genangan serta banyak terjadinya banjir di kawasan perkotaan merupakan permasalahan pokok dalam penanganan drainase.
Dalam hal penataan bangunan terdapat permasalahan mendasar yaitu masih rendahnya penegakan aturan keselamatan bangunan, serta masih diperlukannnya pembinaan teknis dalam pembangunan gedung. Adapun dalam bidang pengembangan perkotaan, permasalahan pokok meliputi; perkembangan perkotaan yang tidak seimbang antara kota-kota metropolitan/besar dengan kota-kota menengah dan kecil, serta memburuknya kualitas fisik kawasan perkotaan, dan menurunnya kualitas hidup masyarakat perkotaan karena keterbatasan pelayanan kebutuhan dasar perkotaan yang banyak dipicu oleh adanya tingkat urbanisasi yang tinggi.
Permasalahan pokok dalam bidang penataan ruang adalah; masih belum efektifnya pengendalian pemanfaatan ruang, serta masih kurang terpadunya penataan ruang lintas perbatasan Kab/Kota.
Mengingat permasalahan pokok dalam bidang keciptakaryaan dan penataan ruang tersebut yang secara prinsip menyangkut hajat hidup
3
masyarakat luas, khususnya menunjang terpenuhinya kebutuhan untuk mendapatkan pelayanan hunian dan kualitas lingkungan hidup yang sehat dan layak, maka pada pelaksanaan pembangunannya disamping harus dilandasi oleh hasil evaluasi pencapaian sasaran dan permasalahan juga perlu didukung dengan suatu perencanaan program yang konseptual dan realistis, serta mengacu pada arah dan kebijakan pembangunan yang tertuang dalam dokumen-dokumen perencanaan formal baik tingkat Nasional maupun Provinsi. Dengan tersusunnya perencanaan strategis Dinas PU Cipta Karya & Tata Ruang Provinsi Jawa Timur diharapkan lebih lanjut dapat disusun tahapan pencapaian hasil secara lebih obyektif untuk dapat memberikan komitmen dan orientasi target dan sasaran pada masa depan pada masing-masing bidang kegiatan.
1.2. Landasan Hukum
Perencanaan Strategi Dinas PU Cipta Karya Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu dokumen perencanaan yang tidak dapat terlepas dari Subtansi dokumen-dokumen peraturan dan perencanaan yang menjadi landasan dan acuan penyusunannya,
Pembangunan perumahan dan permukiman dilandasi peraturan perundangan yang bersumber dari adanya amanat UUD 1945 Bab XA Hak Azazi Manusia : ” Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta memperoleh pelayanan kesehatan ”
Amanat UUD 1945 tersebut secara hierarki dijabarkan dalam Undang-Undang yang antara lain meliputi :
a. Umum
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara;
4
Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Persampahan;
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;
Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663); Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara
Penyusunan Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664);
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah Daerah Kabupaten/ Kota;
Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2010-2014;
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 14 /Prt/M/2010 Tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 02/PRT/M/2010 tentang Rencana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Tahun 2010-2014
5
Surat Edaran Direktorat Jenderal Cipta Karya Nomor: 03/Se/Dc/2010 Tentang Rencana Strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Tahun 2010-2014
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 9 Tahun 2008 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Daerah Provinsi Jawa Timur
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Timur tahun 2005 – 2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 Nomor 1);
Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 38 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 – 2014.
b. Penataan Ruang :
Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725); Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1996 tentang Pelaksanaan
Hak dan Kewajiban serta Bentuk dan Tata Cara Peran serta Masyarakat dalam Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1996 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3660);
Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4385);
Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48);
Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 21);
c. Perumahan & Permukiman
UU No.16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman
UU No.23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3838);
Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4377); Undang-undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan
Sampah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 69 );
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 140 Tambahan Lembaran Negara Nomor 5059);
Undang-Undang No. 1 Tahun 2011 Tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman
d. Penataan Bangunan & Jasa konstruksi
Undang-Undang Nomor 72 Tahun 1957 tentang Rumah Negara; Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1985 tentang Rumah Susun; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan
Permukiman;
7
UU No 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi UU No 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
Peraturan pemerintah Republik indonesia Nomor 36 tahun 2005 Tentang Peraturan pelaksanaan Undang-undang Nomor 28 tahun 2002 Tentang Bangunan gedung
1.3. Maksud dan Tujuan
Sebagai tindaklanjut yang akan dicapai oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya maka tujuan Rencana Strategi bidang Cipta Karya & Tata Ruang Provinsi Jawa Timur dalam periode lima tahun ke depan meliputi: 1. Meningkatkan kualitas perencanaan, pengembangan, dan
pengendalian permukiman demi perwujudan pembangunan yang berkelanjutan.
2. Meningkatkan kualitas lingkungan permukiman dan cakupan pelayanan (infrastruktur) bidang permukiman (Cipta Karya) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
3. Meningkatkan pembangunan kawasan strategis, cepat tumbuh, wilayah tertinggal dan percepatan perencanaan RTRW di masing-masing Kabupaten/Kota di Jawa Timur serta perencanaan detail wilayah/kawasan sehingga mendukung mengurangi kesenjangan antar wilayah
8
BAB II
EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA
2.1 EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA
Pengukuran kinerja Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur tahun 2013 berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam Rencana dan Strategi (Renstra) Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur tahun 2010 – 2014 maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 dan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007, serta mengacu pada Rencana Program Jangka Menengah Daerah.
Hasil pengukuran kinerja beserta evaluasi setiap tujuan dan sasaran Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur tahun 2013 disajikan sebagai berikut :
B.1. MENINGKATKAN KETERSEDIAAN RUMAH LAYAK HUNI BAGI KK
GOLONGAN MISKIN/MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR)
Tujuan Meningkatkan ketersediaan rumah layak huni bagi KK golongan miskin/masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Prioritas pembangunan, Ketersediaan rumah yang layak huni yang didukung oleh fasilitas sarana prasarananya (PSU) yang peruntukannya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan harga terjangkau. Kedua indikator tersebut bertujuan untuk menurunkan angka "backlog" rumah yang menyatakan kekurangan/selisih antara jumiah Kepala Keluarga (KK)
9
dengan jumlah rumah (asumsi ideal 1 rumah per KK/5 orang) adalah ditujukan sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan perumahan dan permukiman, baik di perkotaan maupun di perdesaan melalui penyediaan perumahan yang layak huni dengan harga terjangkau, serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang seperti air bersih, sanitasi maupun sarana permukiman lainnya agar terwujud lingkungan perumahan yang sehat, aman dan nyaman.
Pencapaian indikator Persentase KK Golongan Miskin/Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang memiliki/akses rumah layak huni senantiasa menunjukkan kenaikan selama 5 (lima) tahun terakhir sejak tahun 2009 s/d tahun 2013 tidak mencapai target adapun capaiannya dari tahun 2009 sebesar 2.6% dan pada tahun 2010 sebesar 5.04%, selanjutnya pada tahun 2011 kembali naik menjadi 8.72%, dan pada tahun 2012 kembali naik menjadi 12.58% Sedangkan pada tahun 2013 tercapai sebesar 14.69%, kurang dari target yang telah ditetapkan pada tahun 2013 sebesar 86.81%. Adapun untuk mendukung kegiatan Meningkatkan ketersediaan rumah layak huni bagi KK golongan miskin/masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) adalah melalui Pembangunan Rumah Sejahtera Tapak (RST), Rumah Susun Sedehana Sewa (RUSUNAWA) dan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH)
Rumah merupakan kebutuhan dasar dalam kehidupan manusia, namun pada kenyataannya di Jawa Timur masih banyak masyarakat yang belum mampu menikmati kehidupannya dalam rumah yang layak, sehat, aman dan berada pada lingkungan yang sehat dan layak huni. Sampai dengan tahun 2013 kondisi kebutuhan rumah (back log) di Jawa Timur masih mencapai 544.000 KK, sedangkan capaian KK Golongan Miskin/Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) telah terbangun pada tahun 2013 sebesar 77.314 KK atau capaian sebesar 14.89%.
Untuk menyediakan hunian yang sehat bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang berada di Kawasan Perkotaan, Pemerintah
10
Provinsi Jawa Timur telah membangun Rumah Susun Sederhana Sewa sebanyak 9 (sembilan) Blok dengan kapasitas daya tampung sebanyak 485 unit hunian.
Pada tahun 2010 telah dibangun 3 (tiga) Blok rusun sewa Gunung Sari dengan jumlah hunian 268 Unit, dan pada tahun 2011/2012 telah dibangun 6 (enam) Blok terdiri dari Rusun Jemundo dengan 4 (empat) Blok dengan jumlah hunian 152 unit, serta Rusun SIER 2 (dua) Blok dengan jumlah hunian 65 unit, beserta sarana dan prasarana lingkungannya.
Disamping itu dalam rangka mengupayakan rumah yang sehat dan layak huni bagi masyarakat perdesaan telah dilakukan pendataan awal rumah tidak layak huni sebanyak 324.000 unit di 29 Kabupaten se Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melakukan kegiatan Renovasi RTLH bekerja sama dengan KODAM V Brawijaya yang dilaksanakan secara bertahap mulai tahun 2009. Sampai dengan tahun 2013 telah dilaksanakan renovasi sebanyak 71.093 unit dan diperkirakan masih terdapat sekitar 182.346 unit RTLH yang tersebar di 29 Kabupaten.
B.2. MEMENUHI HAK DASAR MASYARAKAT ATAS AIR BERSIH DAN SANITASI YANG LAYAK
Tujuan Memenuhi hak dasar masyarakat atas air bersih dan sanitasi yang layak. Adalah untuk pemenuhan sarana air bersih bagi masyarakat dan pemenuhan sarana prasarana sanitasi yang layak bagi masyarakat baik diperkotaan maupun perdesaan untuk menuju taraf hidup yang sehat.
Sasaran Meningkatnya cakupan pelayanan sarana air bersih dan meningkatkan cakupan pelayanan sanitasi yang layak sebanyak 2 (Dua) indikator yaitu :
(1) Presentase KK yang dapat layanan air bersih
11
Sasaran meningkatnya cakupan pelayanan sarana air bersih, adalah masuk pada Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Air Limbah untuk menunjang indikator Persentase KK yang dapat layanan air bersih
Penduduk yang memiliki akses air bersih di Jawa Timur pada tahun 2009-2013, mengalami peningkatan walaupun kecil. Pada tahun 2009 sekitar 59,32% dan meningkat menjadi sekitar 62,74% di tahun 2013. Jadi dalam hal ini pada tahun 2013 masih ada sekitar 3,42% rumah tangga yang masih memerlukan perhatian dalam pemenuhan akses air bersih. Berdasar data Susenas 2013, di Jawa Timur terdapat 9 kabupaten/kota yang seluruh penduduknya sudah mengkonsumsi air bersih yaitu Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Batu, Kota Surabaya, Kota Pasuruan, Kota Probolinggo, Kota Malang, Kota Madiun dan Kabupaten Madiun.
Secara umum rasio pelayanan infrastruktur air minum sampai dengan tahun 2013 mencapai 62,74%. Berbagai upaya telah dan sedang dilakukan untuk meningkatkan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan air minum antara lain dengan pengembangan pengelolaan air minum di masing-masing Kab/Kota (lokal) maupun lintas wilayah (regional).
Potensi Pengembangan SPAM Regional di Jawa Timur antara lain : (1)
SPAM Regional Pantura memanfaatkan Sungai Bengawan Solo (Kab.
Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik dan Bangkalan), (2) SPAM Regional Lintas Tengah memanfaatkan Sungai Brantas (Kab./Kota Kediri, Kab. Nganjuk, dan Jombang), (3) SPAM Regional Malang Raya memanfaatkan mata air Ngepoh, Wendit, Waduk Karangkates (Kab./Kota Malang dan Kota Batu), (4)
SPAM Regional Umbulan memanfaatkan mata air Umbulan (Kab./Kota
Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kab. Gresik), (5) SPAM Regional Lintas Madura memanfaatkan waduk dan sungai (Kab.Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep), (6) SPAM Regional Timur (Kab. Situbondo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi), dan (7) SPAM Regional Selatan (Kab. Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung) .
12
Pemanfaatan dan pengelolaan mata air Umbulan (SPAM Regional Umbulan) akan dilaksanakan melalui mekanisme Kerjasama Pemerintah dan Swasta. Pemerintah Provinsi telah melakukan beberapa fasilitasi dalam rangka implementasi pemanfaatan dan pengelolaan Umbulan yang nantinya akan didistribusikan antara lain untuk pemenuhan kebutuan air minum domestik maupun industri yang terdapat di Kab./Kota Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kab. Gresik.
Permasalahan yang dihadapi antara lain:
• Rendahnya peningkatan pelayanan air bersih di perkotaan dan perdesaan serta khususnya untuk penduduk miskin dan daerah kekeringan.
• Stagnasi dalam penurunan tingkat kebocoran air (teknis maupun non teknis).
• Permasalahan tarif air minum yang tidak mampu mengimbangi biaya produksi, sehingga tidak dapat mencapai kondisi pemulihan biaya (cost recovery).
• Pada beberapa daerah terjadi konflik kepentingan dalam pemanfaatan sumber air baku. Hal ini disebabkan adanya kepentingan peruntukan sumber air tersebut untuk non air bersih, maupun karena kendala batas administrasi wilayah.
• Pelayanan air bersih non perpipaan (sebagian besar di perdesaan) belum teridentifikasi secara kuantitatif maupun kualitatif berdasarkan kondisi air yang dikonsumsi secara mandiri.
Sasaran meningkatnya cakupan pelayanan sanitasi yang layak, adalah masuk pada Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Air Limbah untuk menunjang indikator Presentase Rumah Tangga dengan sanitasi yang layak.
13
Pembangunan Sarana Sanitasi yang Layak di Jawa Timur, sampai dengan akhir tahun 2013 menunjukkan cakupan layanan air limbah mencapai 62,97%. Dengan demikian secara keseluruhan persentase rumah tinggal yang bersanitasi (mempunyai fasilitas tempat buang air besar sendiri, bersama, umum) ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, dari 62,71% tahun 2012 menjadi 62,97% pada tahun 2013 ada peningkatan sebesar 0,26%. Peningkatan persentase rumah tangga yang bersanitasi tentunya akan meningkatan pula tingkat kesehatan masyarakat. Namun demikian masih ada beberapa daerah di Jatim terutama wilayah tapal kuda seperti Situbondo, Bondowoso, Probolinggo yang merupakan daerah persentase penggunaan jamban milik sendiri paling kecil dibandingkan daerah lainnya di Jatim.
Permasalahan yang dihadapi antara lain:
• Masih terbatasnya pelayanan pengolahan sistim air limbah terpusat (sistim sewerage) di perkotaan.
• Belum memadainya pelayanan sanitasi yang dapat memberikan kontribusi pencemaran terhadap air permukaan dan air tanah.
• Pengolahan lumpur tinja belum efektif atau kurang maksimal karena masih rendahnya pemanfaatan sarana IPLT yang sudah terbangun
B.3. MENINGKATKAN KUALITAS PERENCANAAN TATA RUANG YANG
DILANDASI DENGAN LEGALITAS HUKUM SEHINGGA DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI ACUAN PEMANFAATAN DAN PENGENDALIAN RUANG.
Tujuan Meningkatkan kualitas perencanaan tata ruang yang dilandasi dengan legalitas hukum sehingga dapat digunakan sebagai acuan pemanfaatan dan pengendalian ruang pada kabupaten/kota di Jawa Timur sebagaimana peruntukannya.
14
Sasaran Meningkatkan kualitas perencanaan tata ruang yang dilandasi dengan legalitas hukum sehingga dapat digunakan sebagai acuan penataan dan pengendalian ruang adalah Terselenggaranya tertib penataan ruang melalui penguatan perangkat dan pelaksanaan pengendalian dan pengawasan pemanfaatan ruang dengan indikator Prosentase Luas Kawasan yang peruntukannya sesuai tata ruang dengan realisasi pada tahun 2012 sebesar 24,62% dan pada tahun 2013 sebesar 36,24 ada peningkatan sebesar 11,62 seperti pada tabel sebagai berikut :
Permasalahan yang dihadapi antara lain :
• Tidak mempunyai kewenangan untuk menyusun Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten/Kota maupun Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota
• Kewenangan provinsi adalah menyusun rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi
• Rata – Rata Kabupaten/Kota belum mampu untuk menyusun Rencana Kawasan Tata Ruang Strategis maupun Rencana Detail Kabupaten/Kota, sehingga banyak Kabupaten/Kota yang meminta dibantu provinsi untuk menyusun Rencana Kawasan Tata Ruang Strategis maupun Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten/Kota
2.2 KONDISI YANG DIINGINKAN DAN PROYEKSI KE DEPAN
Untuk meminimalisasi dan mencegah makin berkembangnya kompleksitas permasalahan dalam pelayanan permukiman, maka diperlukan adanya penentuan target pada horison waktu tertentu. Proyeksi target capaian pelayanan dalam bidang permukiman didasari oleh beberapa landasan komitmen maupun regulasi secara internasional maupun nasional yang merepresentasikan kondisi yang diinginkan pada masa yang akan datang.
15
1. Millenium Development Goals (MDGs) dan National Action Plan (NAP) Bidang Air Bersih, Sampah dan Sanitasi
Millenium Development Goals (MDGs) adalah suatu hasil kesepakatan dalam Sidang Umum PBB tahun 2000 dan The World Summit on Suistainable Development (KTT Bumi) tahun 2002 di Johanessburg yang menetapkan tahun 2015 sebagai horizon tercapainya MDG. Salah satu butir MDG adalah “ To reduce by halve the proportion of people without sustainable acces to safe drinking water and safe sanitation”. Dengan MDG diharapkan dapat mencapai tujuan yaitu meningkatkan pelayanan sebesar 50% dari jumlah pendiduduk yang belum terlayani (air bersih dan sanitasi)
Untuk mencapai tingkat pelayanan tersebut disusun upaya peningkatan dalam bentuk National Action Plan beserta rincian programnya khusus untuk komponen sektor air bersih, sampah dan sanitasi.
a. Berdasarkan NAP (National Action Plan) untuk bidang Air Minum dengan eksisting pelayanan tahun 2000 adalah 39% penduduk perkotaan dan 8 % penduduk perdesaan,telah ditetapkan Sasaran capaian pelayanan pada Tahun 2015, 60% (104 juta jiwa) penduduk perkotaan, dan 40% (46 juta jiwa) penduduk perdesaan
b. Sedangkan untuk bidang Sanitasi telah ditetapkan Akses Sanitasi Nasional untuk perkotaan 89,35% dan untuk perdesaan 62,94 %.
c. Untuk bidang Sampah, berdasarkan kondisi eksisting Nasional 41%, telah ditetapkan Sasaran Pencapaian Pelayanan Tahun 2015 sebesar 80% di perkotaan dan perdesaan.
16
2. Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang merupakan acuan guna mengukur tingkat capaian pelayanan secara kuantitatif atau kualitatif, sehingga dapat diketahui kesenjangannya yang perlu dipenuhi pada setiap komponen bidang perumahan permukiman dengan tindak lanjut program peningkatan capaian pelayanan.
3. Backlog Rumah dan Kawasan Kumuh
Pengurangan back log rumah dan kawasan permukiman kumuh ditargetkan dapat diselesaikan sampai tahun 2020 dengan pendekatan penanganan secara bertahap meliputi:
1. Pengadaan Rumah Sederhana Sehat Bersubsidi dan Rumah Susun Sederhana Sewa /RUSUNAWA
2. Pengembangan unit rumah baru secara swadaya masyarakat 3. Perbaikan perumahan dan lingkungan permukiman khususnya pada
kawasan kumuh
17
BAB III
ARAH KEBIJAKAN, TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN
3.1. Arah Kebijakan
Kebijakan adalah arah yang diambil dalam menentukan bentuk konfigurasi program dan kegiatan untuk mencapai tujuan. Kebijakan dapat bersifat internal, yaitu kebijakan dalam mengelola pelaksanaan program-program pembangunan, maupun bersifat eksternal, yaitu kebijakan dalam rangka mengatur, mendorong dan memfasilitasi kegiatan masyarakat.
A. Arah Kebijakan Program Pembangunan Perumahan
Secara garis besar arah kebijakan program pembangunan perumahan adalah:
a. Peningkatan pemenuhan rumah layak huni bagi seluruh masyarakat khususnya MBR
b. Pembangunan Rusunawa
c. Pelatihan kemasyarakatan melalui jasa konstruksi dan bimbingan teknis
d. Peningkatan penelitian dan pengujian serta penyebaran informasi teknologi di bidang perumahan dan permukiman
18
B. Arah Kebijakan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi
Arah kebijakan program pengembangan kinerja pengelolaan air minum dan sanitasi meliputi:
a. Pembangunan sarana dan prasarana air minum b. Pembangunan sarana dan prasarana air limbah.
c. Pembangunan dan perbaikan saluran drainase dan persampahan
C. Arah Kebijakan Pengendalian Pemanfaatan Ruang
Dalam rangka merealisasikan Strategi penataan ruang dimaksud, diperlukan arah kebijakan sebagai berikut:
a. Mengoptimalkan peran Rencana Tata Ruang sebagai acuan koordinasi dan sinkronisasi pembangunan antar sektor dan antar wilayah
b. Fasilitasi penyusunan RTRW dan rencana rinci tata ruang.
3.2 Tujuan
Tujuan dan sasaran merupakan penjabaran Visi dan Misi Dinas Permukiman yang spesifik dan terukur dalam pembangunan jangka menengah bidang permukiman. Berdasarkan ruang lingkup serta mengacu pada RPJMD Propinsi Jawa Timur tahun 2009-2014, maka tujuan pembangunan bidang keciptakaryaan dan penataan ruang yaitu :
A. Tujuan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi
¾ Memenuhi hak dasar masyarakat atas air bersih dan sanitasi yang layak
19
B. Tujuan Program Pembangunan Perumahan ¾ Mengurangi backlog perumahan
¾ Meningkatkan peran serta masyarakat dalam mewujudkan permukiman yang layak huni dan meningkatkan kualitas gedung negara
¾ Mewujudkan lingkungan permukiman yang layak melalui pengembangan teknologi bidang perumahan
C. Tujuan Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang
a. Meningkatkan kualitas perencanaan Tata Ruang yang dilandasi dengan legalitas hukum sehingga dapat digunakan sebagai acuan pemanfaatan dan pengendalian ruang
3.3. Sasaran
Sasaran pembangunan bidang keciptakaryaan didasari oleh target capaian pelayanan yang ideal sesuai dengan referensi maupun regulasi yang relevan, yaitu dengan perhitungan yang berbasis MDGs dan SPM.
A. Program Pengembangan Perumahan
Meningkatkan pemenuhan kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat. a. Menurunnya jumlah backlog rumah Tahun 2010 sejumlah 530 ribu unit
dan pada Tahun 2013 menjadi sekitar 479 ribu unit, atau berkurang sekitar 50 ribu unit.
b. Meningkatnya jumlah KK yang memiliki akses terhadap rumah layak huni c. Meningkatnya bantuan teknis dan usaha jasa konstruksi
d. Meningkatnya penelitian dan pengujian bahan, material, serta sosialisasi penyebaran informasi tentang standar teknik bangunan dan perumahan
20
B. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi
Peningkatan efektivitas kinerja penyediaan dan pengelolaan air minum dan
sanitasi :
a. Meningkatnya pelayanan air bersih b. Meningkatnya pelayanan air limbah
c. Meningkatnya pelayanan drainase dan persampahan
C. Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang
21
DAERAH RAWAN AIR di JAWA TIMUR
Berdasarkan peta cekungan air tanah Jawa Timur , maka daerah yang rawan air karena tidak adanya potensi air bawah tanah antara lain :
a. Wilayah Madura : (Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) b. Wilayah Utara : (Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik) c. Wilayah Selatan : (Pacitan, Trenggalek)
d. Di daerah tersebut juga kurang potensi air permukaannya (sungai/danau)
PROGRAM PENANGANAN DAERAH RAWAN AIR
• Perencanaan program pembangunan yang diprioritaskan pada daerah rawan air khususnya yang belum terjangkau PDAM dan HIPPAM
• Pemberian bantuan teknis penyediaan dan pengelolaan air bersih berbasis komunitas (Program PAMSIMAS II)
• Penyediaan air bersih lintas kabupaten / kota yang melayani beberapa kabupaten / kota, sehingga daerah yang potensi sumber air bakunya sangat kecil tetap bisa mendapatkan pelayanan air bersih
• Peningkatan kemampuan stakeholder di daerah dalam penyediaan dan pengelolaan air bersih yang aman melalui pendekatan investasi bersama dalam penyediaan air bersih
PROGRAM PAMSIMAS II
• Total 21 Kabupaten yang sudah mengirimkan surat minat untuk mengikuti program Pamsimas II.
• 8 Kabupaten sudah mengirimkan surat minat lengkap beserta data kesiapan pendanaan dan lokasi):
¾ Lamongan, Lumajang, Sumenep, Pasuruan, Magetan, Malang, Ngawi, Probolinggo.
• 13 Kabupaten hanya mengirimkan surat minat saja (belum dilengkapi kesiapan dana dan lokasi) :
22
¾ Bangkalan, Bojonegoro, Bondowoso, Jember, Kediri , Mojokerto, Nganjuk, Pacitan, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, Tuban.
SPAM REGIONAL JAWA TIMUR CLUSTER BESAR
1. SPAM Regional PANTURA memanfaatkan Sungai Bengawan Solo
(Kab. Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, dan Bangkalan) 2. SPAM Regional Lintas Tengah memanfaatkan Sungai Brantas
(Kab./Kota Kediri, Kab . Ngajuk, dan Jombang)
3. SPAM Regional Malang Raya memanfaatkan Mata Air Ngepoh, Wendit, Waduk Karangkates. (Kab/Kota Malang dan Kota Batu)
4. SPAM Regional Umbulan memanfaatkan Mata Air Umbulan
(Kab./Kota Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya, dan Kab. Gresik) 5. SPAM Regional Lintas Madura memanfaatkan Waduk dan Sungai
(Kab. Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep)
6. SPAM Regional Timur (Kab. Situbondo, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi)
7. SPAM Regional Selatan (Kab. Ponorogo, Trenggalek dan Tulungagung)
SPAM REGIONAL JAWA TIMUR CLUSTER KECIL
1. Kab.Mojokerto – Kab. Lamongan – Kab. Gresik ( Sungai Brantas) 2. Kab. Malang – Kab. Blitar ( Waduk Karangkates dan Sumber Taman) 3. Kab.Blitar – Kota Blitar ( Sumber Rambutmonte dan Sumber Dandang) 4. Kab Madiun – Kab. Nganjuk ( Waduk Bening )
5. Kab Kediri – Kab. Nganjuk – Kab Jombang ( Sungai Brantas )
6. Kab Probolinggo – Kota Probolinggo - Kab. Lumajang (Sumber Ronggojalu ) 7. Kab Malang – Kota malang – Kota Batu ( Sumber Pitu )
23
KEUNTUNGAN DARI SPAM REGIONAL
• Adanya Bantuan Pembiayaan yang lebih terkoordinir o Intake (SDA)
o IPA (Cipta Karya) o JDU (Pemprov) o SR ( Water Hibah )
• Memfasilitasi Investasi Pembangunan SPAM (dapat di KPS kan)
• Pembangunan dan Pengelolaan SPAM akan lebih efektif, efisien dan ekonomis
• Tarif Air Curah akan lebih layak
• Memfasilitasi Pembangunan Jaringan Distribusi SR dan Tersier (dapat menggunakan Program MBR)
• Lahan Instalasi Pengolahan Air (IPA) dapat disediakan oleh Pemprov • Study-study dan DED jaringan Distribusi dapat difasilitasi Pemprov
• PDAM akan lebih fokus pada pelayanan distribusi penyediaan air minum kepada masyarakat
• Kemudahan dalam Pengelolaan Sumber Daya Air Baku di Provinsi Jawa Timur
• Menghindari terjadinya konflik kepentingan antar daerah/Institusi terkait dengan air baku
PROGRES SPAM REGIONAL JAWA TIMUR CLUSTER KECIL
1. SPAM Regional Kab.Mojokerto – Kab. Lamongan – Kab. Gresik 9 MoU telah dilakukan penandatanganan
9 Tahap Awal Pembangunan Fisik (Intake 300 l/dt + Pipa Transmisi, IPA kap. 50 l/dt, Jaringan Pipa JDU tahap awal) telah selesai dilaksanakan pada akhir tahun 2012
9 DED telah selesai dilaksanakan
9 Perijinan (Perhutani, Bina Marga Mojokerto dan Bina Marga Gresik) masih dalam proses
24 9 Kesiapan Lembaga : PDAB - PDAM 2. SPAM Regional Kab Madiun – Kab. Nganjuk
9 MoU telah dilakukan penandatangan 9 Lahan dianggarkan tahun 2013 9 DED telah selesai dilaksanakan
9 Perijinan (Perhutani, Bina Marga, Ijin Prinsip Bupati, SIPA) masih dalam proses
3. SPAM Regional Kab.Blitar – Kota Blitar 9 MoU telah dilakukan penandatangan 9 Lahan dianggarkan tahun 2014
9 FS telah selesai dilaksanakan, DED dianggarkan pada TA 2013
9 Perijinan (Perhutani, Bina Marga, Ijin Prinsip Bupati, SIPA) masih dalam proses
4. SPAM Regional Kab. Malang – Kota Malang – Kota Batu 9 Koordinasi dilaksanakan oleh Ditjen SDA
9 MoU telah dilakukan penandatangan
5. SPAM Regional Kab. Kediri – Kab. Nganjuk – Kab. Jombang 9 Masih dalam tahap persiapan MoU
6. SPAM Regional Kab. Malang - Kab. Blitar 9 Masih dalam tahap persiapan MoU
7. SPAM Regional Kab. Probolinggo – Kota Probolinggo – Kab. Lumajang 9 Masih dalam tahap persiapan MoU
PROGRES SPAM REGIONAL JAWA TIMUR CLUSTER BESAR
SPAM Regional UMBULAN
• Sumber Air Baku : Mata Air Umbulan
• Daerah Layanan : Kab. Pasuruan, Kota Pasuruan, Kab. Sidoarjo, Kota Surabaya, Kab. Gresik
• Skema Investasi : Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS)
25
o Sampai dengan saat ini telah ditetapkan 5 Calon Bidders yang lulus tahap Pra –kualifikasi
o Penyusunan Amdal (Sumber Mata Air dan Jalur Pipa Proyek KPS SPAM Umbulan) dilaksanakan pada TA. 2013
o Proses Pengadaan Tanah dilaksanakan pada TA. 2013
o Persiapan Proses Lelang dengan melengkapi seluruh Dokumen Lelang o Perjanjian antara PemProv Jatim dengan Kab/Kota masih dalam
proses pembahasan o SPAM Regional PANTURA
• Studi Kelayakan (FS) SPAM Regional PANTURA direncanakan akan dianggarkan pada TA 2014.
Usulan Alokasi Pendanaan Pekerjaan di Jalur Perpipaan Transmisi dari APBD melalui Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Prov Jatim TA 2014 sebesar Rp. 22.860.945.638,-
WEWENANG DAN TANGGUNGJAWAB PEMERINTAHAN KABUPATEN/ KOTA :
a. menetapkan kebijakan dan strategi pengelolaan sampah berdasarkan kebijakan nasional dan provinsi;
b. menyelenggarakan pengelolaan sampah skala kabupaten/kota sesuai dengan norma, standar, prosedur, dan kriteria yang ditetapkan oleh Pemerintah;
c. melakukan pembinaan dan pengawasan kinerja pengelolaan sampah yangdilaksanakan oleh pihak lain;
d. menetapkan lokasi tempat penampungan sementara, tempat pengolahan sampah terpadu, dan/atau tempat pemrosesan akhir sampah;
e. melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala setiap 6 (enam) bulan selama 20 (dua puluh) tahun terhadap tempat pemrosesan akhir sampah dengan sistem pembuangan terbuka yang telah ditutup; dan
26
f. menyusun dan menyelenggarakan sistem tanggap darurat pengelolaan sampah sesuai dengan kewenangannya.
Perencanaan sampah :
1. Pemerintah daerah harus membuat perencanaan penutupan tempat pemrosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama 1 (satu) tahun terhitung sejak berlakunya UndangUndang No. 18 tahun 2008.
2. Pemerintah daerah harus menutup tempat pemrosesan akhir sampah yang menggunakan sistem pembuangan terbuka paling lama 5 (lima) tahun terhitung sejak berlakunya UndangUndang No. 18 tahun 2008.
3. Pasal 26 UU NO. 18 -2008:
• Pemerintah daerah dapat melakukan kerja sama antar pemerintah daerah dalam melakukan pengelolaan sampah.
• Kerja sama dapat diwujudkan dalam bentuk kerja sama dan/atau pembuatan usaha bersama pengelolaan sampah.
• Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman kerja sama dan bentuk usaha bersama antardaerah diatur dalam peraturan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri
• Pasal 27 NO. 18 -2008:
• Pemerintah daerah kabupaten/kota secara sendiri sendiri atau bersamasama dapat bermitra dengan badan usaha pengelolaan sampah dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah.
• Kemitraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dituangkan dalam bentuk perjanjian antara pemerintah daerah kabupaten/kota dan badan usaha yang bersangkutan.
• Tata cara pelaksanaan kemitraan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilakukan sesuai dengan peraturan perundangundangan
27 Eksisting Sampah :
Dikelola oleh masing-masing Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Kota yang terdiri dari 9 kota and 29 kabupaten
Rencana Sampah :
direncanakan untuk dilakukan pengelolaan secara regional dan terpadu di 8 wilayah yaitu :
1. Greater Surabaya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) 2. Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu dan Kab. Malang) 3. Mojokerto (Kota Mojokerto dan Kab. Mojokerto)
4. Madiun ( Kota Madiun dan Kab. Madiun) 5. Kediri (Kota Kediri dan Kab. Kediri) 6. Blitar (Kota Blitar dan Kab. Blitar)
7. Pasuruan (Kota Pasuruan dan kab. Pasuruan)
8. Probolinggo (Kota Probolinggo dan Kab. Probolinggo)
RENCANA SEDANG DILAKUKAN :
1. Greater Surabaya (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik)
2. Perencanaan pengelolaan sampah diwilayah Greater Surabaya yang sudah dilakukan antara lain studi kelayakan, pemilihan teknologi serta kelayakan lokasi TPA terpadu.
3. Malang Raya (Kota Malang, Kota Batu dan Kab. Malang)
4. Saat ini sedang dilakukan identifikasi kelayakan teknis, kerjasama dan pengelolaan sampah terpadu di wilayah Malang Raya.
28
BAB IV
PENUTUP
Dari uraian permasalahan dan program pembangunan bidang perumahan dan permukiman di Jawa Timur, antara lain dapat disimpulkan bahwa capaian pelayanan (% penduduk terlayani) bidang permukiman (Air Bersih, Sampah, Air Limbah, dan Drainase) sampai dengan tahun 2012 masih relatif rendah terhadap target sesuai Nasional Action Plan/MDGs.
Untuk memenuhi kebutuhan sesuai capaian pelayanan sampai dengan 2012 sesuai target ideal berdasarkan MDGs maupun GNPSR diperlukan dana yang sangat besar (+ 10 trilyun rupiah) sedangkan berdasarkan kemampuan alokasi pendanaan dari APBN, APBD Propinsi dan APBD Kabupaten/Kota secara rata-rata maksimum hanya + 15 % dari total kebutuhan dana. Dengan demikian target capaian pelayanan bidang permukiman sampai dengan akhir periode perencanaan tahun 2013 dijustifikasi secara realistis hanya 15 % dari target ideal. Selain itu permasalahan perumahan dan permukiman tidak cukup hanya diselesaikan melalui manajemen pembangunan infrastruktur, namun perlu didukung dengan manajemen konservasi lingkungan untuk mempertahankan sumber daya alam melalui penataan ruang secara komprehensif.
Berdasarkan komposisi alokasi dana pemerintah pada 2 tahun terakhir, maka guna menjamin konsistensi terlaksananya program sesuai dokumen perencanaan pembangunan Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur 2009-2014 ini perlu didukung dengan komitmen pendanaan pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten/Kota dengan proporsi prosentase : 35 : 25 : 40.
29
Untuk selanjutnya Renja merupakan sarana evaluasi dan pengendalian yang sangat efektif agar pelaksanaan pembangunan pada Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur, merupakan landasan dan pedoman guna penyusunan Rencana Kerja Tahunan Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jawa Timur. Dengan demikian perlu dilakukan sinkronisasi dengan Rencana Strategis bidang permukiman yang disusun oleh dinas terkait pada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.
RENCANA KERJA (RENJA)
PROGRAM DAN KEGIATAN
TAHUN ANGGARAN 2015
DINAS PEKERJAAN UMUM CIPTA KARYA DAN
TATA RUANG
BAB I
BAB II
EVALUASI DAN ANALISIS
CAPAIAN KINERJA
BAB III
ARAH KEBIJAKAN,
TUJUAN, SAARAN,
BAB IV
PENUTUP
SKPD : Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Target Rp 2 3 4 5 6 7 1 Urusan Wajib 6.672.856.810 1 03 Pekerjaan Umum 15.180.135.810
Indikasi Rencana Program Prioritas yang disertai Kebutuhan Pendanaan
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan/Program Prioritas Pembangunan Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja pada Awal RPJMD (Tahun 2013 ) (Tahun 0) Capaian Kinerja Program dan Kerangka SKPD PENANGGUNG JAWAB Tahun 2015 1 1 03 01 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 326.465.091 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 01 10301 001 Indeks kepuasan masyarakat/aparatur terhadap 100% 100% Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 02 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 5.909.957.995 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 02 10302 001 Meningkatnya Pelaksanaan Pelayanan Administrasi 100% 99.99 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 07 Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah 236.433.724 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 07 10307 001 Prosentase kelembagaan yang tepat fungsi 100% 100% Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 11 Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi 200.000.000 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 11 10311 001 persentase dokumen penyelenggaraan pemerintahan 100 100 % Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 45 Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Sanitasi 2.300.100.000 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 45 10345 Persentase Tingkat Pelayanan air 72,15% 73,46% Dinas PU Cipta Karya dan Tata 1 03 45 001 Limbah 72,15% 73,46% Ruang 1 03 46 Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum 6.207.179.000 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 03 46 10346 001 Persentase Tingkat Pelayanan air Bersih 60,96% 62,19% Dinas PU Cipta Karya dan Tata RuangTarget Rp 2 3 4 5 6 7 Kode Urusan/Bidang Urusan Pemerintahan/Program Prioritas Pembangunan Indikator Kinerja Program (outcome) Kondisi Kinerja pada Awal RPJMD (Tahun 2013 ) (Tahun 0) Capaian Kinerja Program dan Kerangka SKPD PENANGGUNG JAWAB Tahun 2015 1 1 04 Perumahan 41.692.721.000 1 04 15 Program Pengembangan Perumahan 41.692.721.000 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 04 15 10415 001 Persentase Rusun terbangun 39,42% 44,266% Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 04 15 10415 002 Jumlah PSU Perumahan Permukiman dan Dokumen Monev 50 kawasan PSU dan dokumen monev 50.000 unit RTLH 10 kawasan PSU dan 10.000 unit Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 05 Penataan Ruang 7.000.000.000 1 05 15 Program Perencanaan Tata Ruang 4.100.000.000Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 05 15 10515 001 Prosentase RTR Kawasan Strategis Provinsi yang tersusun 41 56.4 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 05 15 10515 002 Jumlah Rencana Rinci Tata Ruang kabupaten/kota 2 7 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 05 16 Program Pemanfaatan Ruang 2.100.000.000Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 05 16 10516 001 Prosentase ketersediaan petunjuk pelaksanaan pemanfaatan tata 0 10 % Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 1 05 17 Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang 800.000.000 Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 63.872.856.810 TOTAL Surabaya, 30 Juli 2014
KEPALA DINAS PU. CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR
Ir. GENTUR PRIHANTONO SP, MT
Pembina Utama Madya NIP. 19590109 198712 1002
SKPD : Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 2013 2019 1 2 6 7 8 9 Misi 02: Meningkatkan pembangunan ekonomi yang 16 Meningkatnya akses masyarakat terhadap perumahan layak, pelayanan air minum, dan sanitasi 01 Meningkatkan kinerja penyediaan dan pengelolaan air minum dan sanitasi 01 Peningkatan ketersediaan dan cakupan pelayanan air minum dan sanitasi dengan harga terjangkau 001 Persentase Tingkat Pelayanan air Limbah 72,15% 76,14% [1.03.45] Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Sanitasi [1030500] Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 001 Persentase Tingkat Pelayanan air Bersih 60,96% 66,96% [1.03.46] Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum [1030500] Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 02 Meningkatkan pemenuhan kebutuhan hunian yang layak bagi masyarakat miskin, dan 01 Peningkatan pemenuhan perumahan yang layak huni bagi
seluruh masyarakat, khususnya 001 Persentase Rusun terbangun 39,42% 0.6365 [1.04.15] Program Pengembangan Perumahan
[1030500] Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang
SKPD PENANGGUNG JAWAB
3 4 5
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR KEBIJAKAN UMUM DAN PROGRAM PEMBANGUNAN
NO SASARAN STRATEGI ARAH KEBIJAKAN INDIKATOR KINERJA
(OUTCOME) CAPAIAN KINERJA PROGRAM PEMBANGUNAN DAERAH masyarakat berpenghasilan rendah masyarakat berpenghasilan rendah Perumahan dan Tata Ruang 002 Jumlah PSU Perumahan Permukiman dan Dokumen Monev RTLH 50 kawasan PSU dan dokumen monev 50.000 unit RTLH 10 Misi 03: Meningkatkan pembangunan yang 5 Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan bidang 01 Mengembangkan kawasan strategis dalam rangka 01 Menetapkan Rencana Kawasan Strategis Provinsi dalam 001 Prosentase RTR Kawasan Strategis Provinsi yang tersusun 41 100 [1.05.15] Program Perencanaan Tata Ruang [1030500] Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 002 Jumlah Rencana Rinci Tata Ruang kabupaten/kota 2 40 02 Meningkatkan peran rencana tata ruang sebagai pedoman dalam 01 Fasilitasi Upaya Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang 001 Prosentase ketersediaan petunjuk pelaksanaan 0 100 [1.05.16] Program Pemanfaatan Ruang [1030500] Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang 03 Perumusan peraturan/kebijakan sebagai dasar Pemanfaatan ruang 01 Penyusunan Petunjuk Pelaksanaan pemanfaatan ruang 001 Jumlah Aparat yang Mendapat Pelatihan dalam rangka [1.05.17] Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang [1030500] Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang Surabaya, 30 Juli 2014
KEPALA DINAS PU. CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR
Ir. GENTUR PRIHANTONO SP, MT
Pembina Utama Madya Pembina Utama Madya NIP. 19590109 198712 1002
SKPD : Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang KODE KETERANGAN 1 3 0104 010401 Mempercepat dan memperluas penanggulangan kemiskinan
Menurunnya persentase penduduk miskin Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR
MATRIKS RANCANGAN RPJMD PERIODE 2015‐2019
VISI ‐ MISI ‐ TUJUAN ‐ SASARAN ‐ STRATEGI ‐ ARAH KEBIJAKAN 2 JAWA TIMUR LEBIH SEJAHTERA, BERKEADILAN, MANDIRI, BERDAYA SAING, DAN BERAKHLAK 010401 010403 0208 020802 03 0301 030101 030103 0302 Meningkatkan ketersediaan dan kualitas infrastruktur untuk mengembangkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan rakyat Menurunnya persentase penduduk miskin, Indeks Kedalaman Kemiskinan, dan Indeks Keparahan Kemiskinan Meningkatnya pengarusutamaan gender dalam pembangunan Meningkatnya luas hutan dan/atau lahan kritis yang direhabilitasi Meningkatnya kepedulian dan peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup terutama sumber daya air, DAS, dan wilayah pesisir, serta laut Meningkatkan penataan ruang wilayah provinsi yang berkelanjutan T j d d l k k bij k bid Meningkatnya akses masyarakat terhadap perumahan layak, pelayanan air minum, dan sanitasi Meningkatkan pembangunan yang berkelanjutan, dan penataan ruang Meningkatkan kualitas lingkungan hidup, dan pemeliharaan kelestariannya 030201 030202 Terwujudnya perumusan dan pelaksanaan kebijakan bidang penataan ruang Meningkatnya fasilitasi tentang perlindungan terhadap luasan lahan pertanianKODE KETERANGAN 1 3 VISI ‐ MISI ‐ TUJUAN ‐ SASARAN ‐ STRATEGI ‐ ARAH KEBIJAKAN 2 04 0401 040101 040102 040103 Meningkatkan reformasi birokrasi, dan pelayanan publik Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), dan bersih (clean government), serta profesionalisme pelayanan publik Meningkatnya kualitas kelembagaan dan kapabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pelayanan publik Meningkatnya transparansi dan akuntabilitas penyelenggaran pemerintahan daerah Meningkatnya kualitas perencanaan, penganggaran, dan pengendalian program, serta kegiatan pembangunan
Pembina Utama Madya NIP. 19590109 198712 1002
Surabaya, 30 Juli 2014
KEPALA DINAS PU. CIPTA KARYA DAN TATA RUANG PROVINSI JAWA TIMUR
SKPD : Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang NO KODE KETERANGAN 1 2 4 10327 365 10327001 366 10327002 367 10327003 368 10327004 369 10327005 370 10327006 371 10327007 372 10327008 373 10327009 10329
Rehabilitasi/pemeliharaan sarana dan prasarana air limbah Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
Penyediaan prasarana dan sarana air limbah
Pengembangan teknologi pengolahan air minum dan air limbah Fasilitasi pembinaan teknik pengolahan air limbah
Fasilitasi pembinaan teknik pengolahan air minum Pengembangan sistem distribusi air minum
Rehabilitasi/pemeliharaan sarana dan prasarana air minum
PEMERINTAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR ( PROGRAM DAN KEGIATAN)
NAMA PROGRAM / KEGIATAN 3
Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah
Penyediaan prasarana dan sarana air minum bagi masyarakat berpenghasilan rendah
407 10329001 408 10329002 409 10329003 10330 410 10330001 411 10330002 412 10330003 413 10330004 414 10330005 415 10330006 416 10330007 417 10330008 10335 452 10335001 453 10335002 454 10335003 455 10335004 456 10335005 457 10335006
Pemulihan sarana air minum dan air limbah yang rusak pada lokasi bencana alam
Revitalisasi dan perbaikan sarana air minum untuk menunjang peningkatan pemeliharaan guna pengendalian kebocoran
Revitalisasi IPAL/IPLT dan rintisan pengembangan jaringan pembuangan air limbah di perkotaan Pembangunan sarana sanitasi (jamban keluarga/komunal) di perdesaaan
Rehabilitasi/pemeliharaan sarana dan prasarana air bersih perdesaan Rehabilitasi/pemeliharaan pasar perdesaan
Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum dan Air Limbah
Pembangunan sarana air minum di perkotaan dan perdesaan meliputi bangunan produksi sampai jaringan distribusi
Pendataan dan identifikasi potensi air baku untuk air minum dan pengembangan pemanfaatan sumber air secara terintegrasi lintas kabupaten/kota
Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan
Penataan lingkungan permukiman penduduk perdesaan Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan
Pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan Pembangunan pasar perdesaan
Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan perdesaan Perencanaan pengembangan infrastruktur
Pembangunan/peningkatan infrastruktur Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
458 10335008 459 10335009 460 10335010 461 10335011 462 10335012 463 10335014 464 10335016 465 10335017 10336 466 10336001 467 10336002 468 10336003 469 10336004 470 10336005 471 10336006 472 10336007
Analisa Kesenjangan Infrastruktur Permukiman Kawasan JLS
Analisa Perkembangan Permukiman Berbasis Teknologi Multi Temporer di Jawa Timur (Remote Sensing and Geographics Information System)
Program Pengembangan Wilayah Perbatasan
Koordinasi penyelesaian masalah perbatasan antar daerah
Sosialisasi kebijakan pemerintahdalam penyelesaian perbatasan antar negara Koordinasi penetapan rencana tata ruang perbatasan
Penyusunan perencanaan pengembangan perbatasan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Perencanaan Fasilitasi PLN dan PDAM Rusunawa Pembangunan MCK
Pengadaan Air Bersih
Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih pada Lokasi GERDUTASKIN Penyediaan dan Pengelolaan Air Bersih / Air Minum Perdesaan
Pembangunan Sarana Air Bersih Regional Penyediaan sarana air bersih dan air limbah PONPES Review Studi Air Baku
473 10336008 474 10336009 10337 475 10337001 476 10337002 477 10337003 478 10337004 479 10337005 480 10337006 481 10337007 482 10337008 10338 483 10338001 484 10338002 485 10338003 10345 592 10345001 593 10345002 10346
Penyediaan sarana air limbah
Pembangunan dan Perbaikan Saluran Air/Plengsengan/Drainase
Program Pengembangan Kinerja Pembangunan Air Minum
Identifikasi Program Pengembangan Kawasan Permukiman Baru di Kab. Sidoarjo
Program Peningkatan Kinerja Pembangunan Persampahan dan Drainase
Pembangunan Saluran Drainase dan Persampahan Kawasan Perkotaan Fasilitasi Kerjasama Pengelolaan Sampah Terpadu
Pembangunan Saluran Drainase dan Persampahan
Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Sanitasi
Pembangunan/peningkatan infrastruktur Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Penyusunan Perencanaan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh Identifikasi Kebutuhan Infrastruktur Permukiman sebagai Antisipasi Perkembangan Kawasan Pesisir Penyusunan UKL/UPL
Pembinaan Teknis Penyusunan RPJM Permukiman Kab.Kota Sensing and Geographics Information System)
Penyusunan perencanaan pengembangan infrastruktur wilayah perbatasan
Penyusunan Perencanaan Program Pembangunan Bidang Permukiman pada Desa Miskin Tertinggal
Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
594 10346001 595 10346002 10415 602 10415001 603 10415002 604 10415003 605 10415004 606 10415005 607 10415006 608 10415007 609 10415008 610 10415009 611 10415011 612 10415012 613 10415013
614 10415014 Pembayaran Angsuran Rusunawa Siwalankerto Tahap III Pembangunan sarana dan prasarana rumah sederhana sehat Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Revitalisasi kawasan kumuh melalui perbaikan lingkungan permukiman
Pengembangan teknologi tepat guna dan penelitian bidang perumahan dan sarana permukiman Pengembangan kawasan siap bangun dan atau lingkungan siap bangun di kota-kota metropolitan dan kota-kota besar
Pengembangan pola subsidi yang tepat sasaran, efisien dan efektif sebagai pengganti subsidi selisih bunga
Penetapan kebijakan, Strategi, dan program perumahan Penyusunan norma, standar, pedoman dan manual (NSPM) Koordinasi penyelenggaraan pengembangan perumahan Sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang perumahan Koordinasi pembangunan perumahan dengan lembaga/badan usaha Fasilitasi dan stimulasi pembangunan perumahan masyarakat kurang mampu Pembangunan Sarana Air Bersih di Perdesaan
Pendataan dan Pemetaan Potensi Kawasan Rawan Air
Program Pengembangan Perumahan
615 10415015 616 10415016 617 10415017 618 10415018 619 10415019 620 10415020 621 10415021 622 10415022 623 10415023 624 10415024 625 10415025 626 10415026 627 10415027 628 10415028 629 10415029 630 10415030 631 10415031 632 10415032 633 10415033
Perbaikan dan Penataan Lingkungan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya Review Hasil Identifikasi Desa Miskin Tertinggal
Renovasi Gedung Bappeprop
Evaluasi Program dan Pengadaan Investor PIA
Penelitian dan Evaluasi Kelayakan Lahan TPA Sampah Terpadu dan Urugan DED Pondok Pesantren
DED Desa Tertinggal
Pembenahan Interior Gedung Brantas Ex Memo untuk Gedung Pelayanan Sistem Perijinan Satu Atap (lanjutan)
Penyusunan Perencanaan Program Pembangunan Bidang Permukiman pada Desa Miskin Tertinggal Pengembangan Kawasan Agropolitan, Pembangunan/ Perbaikan sarana prasarana kawasan Agropolitan Jawa Timur
Perbaikan Jalan/Saluran Lingkungan Permukiman Pembangunan PSD Lingkungan PONPES Tertinggal Gedung Penunjang VVIP & VIP Bandara Juanda Renovasi Gedung Bawas
Peningkatan sarana prasarana dan pemberdayaan perumahan Pembinaan Jasa Konstruksi
Pembangunan dan rehab sarana prasarana Gedung Negara Pengembangan teknologi tepat guna bidang permukiman Peningkatan sarana prasarana permukiman perkotaan
634 10415034 635 10415035 636 10415036 637 10415037 638 10415038 639 10415039 640 10415040 641 10415041 642 10415042 643 10415043 644 10415044 645 10415045 646 10415046 647 10415047 648 10415048 649 10415049
Pembangunan Plengsengan dan Talud
Peningkatan Sarana Prasarana Lingkungan Permukiman pada Lokasi Desa Gerdutaskin Peningkatan Sarana Prasarana Permukiman Kawasan Khusus
Pembangunan Jalan Lingkungan Permukiman Penelitian Bidang Perumahan dan Permukiman Inventarisasi Bangunan Gedung
Perbaikan Gedung Masjid Al-Akbar Surabaya Pavingisasi Jalan
Pengaspalan Jalan Pengerasan Jalan
Pengaspalan dan Pengerasan Jalan dan Jembatan Pavingisasi
Analisa Pembangunan Pemukiman di Propinsi Jawa Timur Pengembangan dan Fasilitasi Program Permukiman
Pengembangan Sarana dan Prasarana Permukiman Se Jawa Timur Rehab Wisma DPRD untuk Kantor
650 10415050 651 10415051 652 10415052 653 10415053 654 10415054 655 10415055 656 10415056 657 10415057 658 10415058 659 10415059 660 10415060 661 10415061 662 10415062 663 10415063 664 10415064 665 10415065 666 10415066
Pendampingan Pembuatan Laporan Pelaksanaan Renovasi Rumah Tidak Layak Huni di Jawa Timur Penyediaan prasarana dan sarana dasar permukiman bagi masyarakat berpendapatan rendah atau penduduk miskin
Pembangunan rumah susun sederhana sewa, rumah sederhana, dan rumah sangat sederhana yang layak dan sehat untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi penduduk miskin di perkotaan Peningkatan perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dengan mengembangkan mekanisme relokasi permukiman ke tempat yang layak, aman, dan sehat, serta mencegah penggusuran tanpa kompensasi yang adil dan layak
Pengembangan sistem pembiayaan perumahan bagi masyarakat miskin, dan menyederhanakan prosedur perijinan, serta pengakuan hak atas bangunan perumahan rakyat dengan biaya murah dan cepat
Pembangunan/Rehabiltasi bangunan Gedung Pemerintah Propinsi Jatim Pembangunan Jalan/Saluran Lingkungan Permukiman
Sosialisasi Undang-undang dan Peraturan Bangunan Gedung Penataan Lingkungan Permukiman
Pembinaan Teknis bangunan gedung
Pengendalian Perencanaan Ruang dan Lingkungan
Pengembangan dan Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa ( Rusunawa ) Dana Pendamping PNPM
Persiapan Pelaksanaan Pembangunan PIA
Penyusunan DED Saluran Drainase Gunungsari Kota Surabaya Rehabilitasi Posko Satkorlak PBP Prop. Jatim
667 10415067 668 10415068 669 10415069 670 10415070 671 10415071 672 10415072 673 10415073 674 10415074 675 10415075 676 10415076 677 10415077 678 10415078 679 10415079
680 10415080 Pengembangan dan Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) (Lanjutan Pengembangan Kawasan Agropolitan, Pembangunan/Perbaikan Sarana Prasarana Kawasan Agropolitan Jawa Timur
Pengembangan Teknologi Tepat Guna Bidang Perumahan dan Permukiman Pengembangan Data/Informasi Bidang Perumahan dan Permukiman Identifikasi Kawasan Kumuh Perkotaan
Pendidikan Kemasyarakatan Produktif melalui Pembinaan Jasa Konstruksi Pembangunan Gudang Tembakau
Peningkatan kualitas lingkungan perumahan di kawasan kumuh, desa tradisional, dan desa nelayan
Pemberdayaan kelembagaan masyarakat dalam mengembangkan forum lintas pelaku untuk menyelesaikan masalah permukiman, khususnya bagi masyarakat miskin
Revitalisasi kelembagaan lokal yang bergerak pada pembangunan perumahan rakyat, termasuk kelompok dana bergulir perumahan
Pendirian rumah penampungan/panti untuk orang jompo, anak jalanan, anak terlantar, dan penyandang cacat/memiliki kemampuan berbeda, serta masyarakat miskin di daerah bencana alam Peningkatan Sarana Prasarana Lingkungan Permukimnan pada Lokasi Desa Gerdutaskin Pengembangan dan Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
Penetapan regulasi yang mengatur tentang wewenang dan tanggung jawab mengenai perumahan dan permukiman masyarakat miskin, termasuk kelompok rentan yang disebabkan oleh bencana alam, dan dampak negatif krisis ekonomi
680 10415080 681 10415081 682 10415082 683 10415083 684 10415084 685 10415085 10416 686 10416001 687 10416002 688 10416003 689 10416004 690 10416005 691 10416006 692 10416007 693 10416008 694 10416009 695 10416010 10417 696 10417001 697 10417002
Fasilitasi pemberian kredit mikro untuk pembangunan dan perbaikan perumahan Fasilitasi pembangunan prasarana dan sarana dasar permukiman berbasis masyarakat Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan
Analisa Kebijakan Pembangunan Jalan Lintas Selatan dan Manfaatnya Bagi Daerah Perbatasan Dengan Propinsi Jawa Tengah Di Propinsi Jawa Timur
Analisis Masyarakat Terhadap Pembangunan Jalur Lintas Selatan di Propinsi Jawa Timur Pembangunan Masjid Kantor Gubernur Propinsi Jawa Timur
Pembangunan Masjid Kantor Gubernur Propinsi Jawa Timur (Lanjutan)
Program Pemberdayaan Komunitas Perumahan Program Lingkungan Sehat Perumahan
Koordinasi pengawasan dan pengendalian pelaksanaan kebijakan tentang pembangunan perumahan Penyediaan sarana air bersih dan sanitasi dasar terutama bagi masyarakat miskin
Penyuluhan dan pengawasan kualitas lingkungan sehat perumahan Pengendalian dampak resiko pencemaran lingkungan
Penetapan kebijakan dan strategi penyelenggaraan keserasian kawasan dan lingkungan hunian berimbang
Pengembangan dan Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) (Lanjutan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan
DED Pengembangan Kawasan Baru
Penyusunan perencanaan pengembangan infrastruktur wilayah perbatasan
Penyusunan Perencanaan Pengembangan Infrastruktur Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh Identifikasi Kebutuhan Infrastruktur Permukiman sebagai Antisipasi Perkembangan Kawasan Pesisir