• Tidak ada hasil yang ditemukan

profil kandidat candidate profiles

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "profil kandidat candidate profiles"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PelePasliaran Orangutan YaYasan BOs

BOs FOunDatiOn Orangutan release

program reintroduksi orangutan kalimantan timur - samboja lestari

east kalimantan orangutan reintroduction program - samboja lestari

kiri ke kanan

|

leFt to rigHt

juminten, leo, titin

14 april 2013

(2)

/in/

Diselamatkan dari hutan industri milik Pt surya Hutani Jaya (sHJ) di sebulu, sekitar perbatasan taman nasional Kutai, Juminten ketika itu baru berusia 6-7 tahun. Di usianya itu, orangutan liar yang hidup alam bebas sejak lahir bisa dianggap sudah remaja karena mereka sudah lepas dari ibu mereka. Juminten, orangutan betina remaja tersebut ditemukan dalam blok tana-man industri akasia dan dibawa ke pusat rehabilitasi Yayasan BOs di samboja lestari pada 12 april 1998. Berdasarkan pemeriksaan kesehatan awal, saat itu Juminten memerlukan perawatan medis.

Pada tahun 2010 Juminten kemudian di pindahkan ke pulau pra-pelepasli-aran di mana dia bertemu leo. sudah beberapa waktu ini, keduanya menja-lin hubungan. sebuah catatan menarik tentang Juminten, dia sering terlihat merawat bayi orangutan betina lain dengan penuh kasih ketika ibunya sedang sakit. Juminten yang cantik kini berusia 21 tahun dan semakin ber-perilaku liar sebagaimana dia seha-rusnya. Dan tibalah waktunya untuk kembali ke rumahnya di hutan!

/en/

rescued from an industrial forest owned by Pt surya Hutani Jaya (sHJ) in sebulu on the border of Kutai national Park, Juminten at that time was only 6-7 years old. at this age, orangutans in the wild are considered teenagers as they are usually already independent from their mothers. the female teenager Juminten was found in a block of indus-trial acacia trees and was taken to BOs Foundation’s rehabilitation center in samboja lestari on april 12, 1998. Following initial health checks Juminten needed initial medical treatment. in 2010 Juminten was moved to a pre-released island where she met leo. the two have been courting for a while now. an interesting note about Juminten is that she is often seen lovingly babysitting and taking care of another female orangutan’s baby when the mother is unwell. Juminten is now a beautiful 21 year-old and is as wild as ever. and her time has finally come to return to the wild where she belongs!

JUMINTEN

Betina, 21 tahun.

Female, 21 years old.

Juminten berasal

dari Sebulu dan

tiba di Samboja

Lestari pada

12 April 1998.”

“Juminten came

from Sebulu

and arrived in

Samboja Lestari

on April 12, 1998.”

(3)

/in/

leo adalah orangutan jantan yang diselamatkan saat masih berumur 4-5 tahun dari sebulu, salah satu kawasan di Kalimantan timur yang telah mus-nah oleh kebakaran hutan pada tahun 1997/1998. Dia dibawa ke Wanariset-samboja (kini Wanariset-samboja lestari) pada 26 september 1997.

leo menunjukkan tingkah laku yang sangat liar, memperlihatkan bahwa dia tidak pernah atau jarang berhubungan dengan manusia. setelah beberapa lama ditempatkan dalam kandang sosialisasi, leo akhirnya dipindahkan

ke sebuah pulau pra-pelepasliaran, Pulau 3, pada tahun 2009. leo sangat senang tinggal di pulau. Dia menye-suaikan diri dengan cepat, memanjat pohon, membuat sarang, dan menun-jukkan usahanya mencari makanan hutan secara aktif.

Pada 2010, kami mengenalkan leo kepada beberapa orangutan betina – eliza, Mona dan Juminten. sekali lagi, dia menunjukkan perilaku ingin tahu, begitu lembut dan senang ber-main dalam pendekatannya kepa-da mereka. leo jelas tertarik kepakepa-da Juminten, tetapi terhadap Mona dan

eliza dia lebih berperan sebagai kakak. Kemajuan leo telah meyakinkan kami bahwa dia telah siap untuk hidup di dalam hutan yang sebenarnya. Kini di usia 20 tahun, pejantan tampan de ngan bantalan pipi besar ini tidak lama lagi akan pulang!

/en/

leo is a male orangutan who was res-cued when he was aged 4-5 years old from sebulu, one of the areas in east Kalimantan which was devastated by forest fires in 1997/1998. He was taken to Wanariset-samboja (previous name of samboja lestari) on september 26, 1997.

leo demonstrated very wild behavior indicating that he had not had much contact with humans. after spending quite some time in a socialization enclosure, leo was finally relocated to a pre-release island, island 3, in 2009. leo immediately embraced life on the island wholeheartedly. He adjusted quickly and was soon actively climbing trees, making nests, and demonstrating his ability to find forest foods.

in 2010, we introduced leo to some females – eliza, Mona and Juminten. again, he showed encouraging behav-ior and was very gentle and playful in his approach to them. leo was obvi-ously attracted to Juminten, but with Mona and eliza, he played more of a big brother role. leo’s progress has convinced us that he is ready for a life in a real forest. now at 20 years old, the handsome male with huge cheek-pads is soon going home!

LEO

Jantan, 20 tahun.

|

Male, 20 years old.

Leo diselamatkan di

Sebulu, kemudian

dibawa ke Samboja

Lestari tanggal 26

September 1997.”

“Rescued in Sebulu,

Leo was taken to

Samboja Lestari on

September 26, 1997.”

(4)

/in/

titin adalah orangutan betina yang tiba di samboja lestari pada tanggal 9 Maret 1994. Dia diselamatkan di ibukota Kalimantan timur, samarinda, pada usia 4-5 tahun.

Pada tahun 2000, titin melahirkan bayi laki-laki, titon, yang tinggal bersama ibunya sampai usia 7 tahun. setelah titon

dipindah-kan untuk bersama orangutan lain seu-sianya, pada 2008, titin melahirkan bayi kedua – kali ini bayi perempuan – yang dinamai tina-toon. Pada akhir 2010, titin dan putrinya tina-toon dipindahkan ke sebuah pulau pra-pelepasliaran, ber-gabung dengan leo dan Juminten.

sekarang setelah tina-toon meninggalkan ibunya untuk menjalani sekolah Hutan, titin terlihat banyak kemajuan, teru-tama keterampilan hutannya yang berkembang jauh lebih cepat. Meskipun ia tidak begitu dominan seperti Juminten, titin adalah orangutan nomor dua yang disegani di pulau.

Meski demikian, titin tidak menunjukkan perilaku represif terha-dap orangutan muda di pulau. Pada umumnya, dia adalah tipe orangutan yang ramah dan juga memiliki ketertarikan kepada leo, pacar Juminten. namun Juminten kelihatannya tidak keberatan sama sekali. Kehidupannya di pulau begitu indah dan berharga. Dan kini di usianya yang ke-23 tahun, titin akan segera memulai perjalanan pulang ke rumahnya.

/en/

titin is a female orangutan who first came to samboja lestari on March 9, 1994. rescued in the capital of east Kalimantan, samarinda, she was 4-5 years old. in 2000, titin deliv-ered a baby boy, titon who lived with his mother until he was 7 years old. after titon was moved to be with orangutans his own age, in 2008, titin had her second baby – a baby girl this time – named toon. at the end of 2010, titin and her daughter tina-toon were moved to a pre-released island, joining leo and Juminten among others.

now that tina-toon has left her mother to join Forest school, titin seems to progress a lot quicker in terms of developing her for-est skills. although she is not as dominant as Juminten, on the island titin is second in command. However, titin does not show repressive behavior towards younger orangutans on the island.

she is generally a kind orangutan who also has an on-and-off love interest with leo which Juminten does not seem to mind at all. Her island life has been good and rewarding. But at the age of 23 years old, titin will soon embark on her final journey home.

TITIN

Betina, 23 taHun. | FeMale, 23 Years OlD.

Titin diselamatkan di

Samarinda dan tiba

di Samboja Lestari

pada 9 Maret 1994.”

“Titin was rescued

in Samarinda and

arrived in Samboja

Lestari on March 9,

1994.”

(5)

/in/

Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (Yayasan BOS)

adalah organisasi nirlaba yang berdedikasi terhadap konservasi

orang-utan Borneo dan habitatnya, bekerjasama dengan masyarakat,

Ke-menterian Kehutanan Republik Indonesia, serta organisasi-organisasi

mitra di seluruh dunia.

Didirikan sejak tahun 1991, Yayasan BOS saat ini merawat lebih dari

850 orangutan (per Desember 2011) dengan dukungan 420 karyawan

yang berdedikasi tinggi, serta juga para ahli di bidang primata,

ke-anekaragaman hayati, ekologi, rehabilitasi hutan, agroforestri,

pem-berdayaan masyarakat, edukasi, dan kesehatan orangutan.

/en/

The Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation is an

Indo-nesian non-profit organization dedicated to the conservation of the

Bornean orangutan and its habitat, in cooperation with local

commu-nities, the Indonesian Ministry of Forestry and international partner

organizations.

Founded in 1991, BOS Foundation is currently taking care of more than

850 orangutans (as of December 2011) with the support of 420 highly

devoted staff, as well as experts in primatology, biodiversity, ecology,

forest rehabilitation, agroforestry, community empowerment,

educa-tion, and orangutan healthcare.

(6)

www.orangutan.or.id

@bornean_ou

Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo

http://orangutanforest.wordpress.com

Program Reintroduksi Orangutan Kalimantan Timur di Samboja Lestari

East Kalimantan Orangutan Reintroduction Program at Samboja Lestari

Jl. Balikpapan-Handil Km. 44 RT 01, Margomulyo, Samboja, Kalimantan Timur, Indonesia

T: +62 (0) 542 7023600 | F: +62 (0) 542 413069 | E: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Hasil luaran terapi TB paru pada pasien ko-infeksi TB-HIV di instalasi rawat inap dan rawat jalan di RSUP dr.Hasan Sadikin yang banyak adalah putus pengobatan dibandingkan

Karakteristik demografi ODHA berdasarkan hasil penelitian adalah bahwa responden di ketiga Kabupaten mayoritas berjenis kelamin perempuan, berusia 17-35 tahun,

kegiatan Program peningkatan manajemen dan pelayanan Administrasi Persentase kinerja perkantoran yang baik Bidang pelaksana Uraian Indikator Kinerja 2016 2017 2018 2019

Bahwa benar Terdakwa membeli ketiga unit sepeda motor Honda beat tersebut sejak semula sudah mengetahui bahwa ketiga sepeda motor tersebut merupakan berasal dari

Tidak berbedanya laju infeksi pada masing-masing varietas kacang tanah lokal Bima yang diuji kemungkinan disebabkan oleh adanya faktor genetik dari tanaman

Pekerjaan Penyelesaian Properti “Nirwana Residence” diharapkan dapat terlaksana sesuai time schedule yang direncanakan, sehingga aspek legalitas menjadi sangat penting & perlu

Hasil tabulasi silang antara efikasi diri dengan pemberian ASI eksklusif menunjukkan bahwa yang mempunyai efikasi diri yang cukup terdapat sebesar 71,4% yang memberikan

Melaksanakan penjumlahan wang terkumpul TKS di peringkat Iskandariah, pemusatan wang TKS di seluruh Mesir dan menerima agihan wang TKS mengikut nisbah-nisbah yang telah