BAB 3
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
3.1 Perkembangan Perusahaan
Pada tahun 1980 berdiri PT. Pelangi Sakti yang kemudian pada tahun 1985 menjadi PT. Mega Prima Sakti yang pada tahun 2000 mendirikan PT. Surya Indo Prima. Perusahaan ini merupakan perusahaan perseroan yang didirikan pada tahun 2000, dengan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) No. 343/09-02/PK/V/2000 tanggal 1 Mei 2000. Dimana pendirinya adalah Bapak Budinoto. Perusahaan ini diberi nama PT. Surya Indo Prima yang bertempat di Jalan Tipar Cakung No. 25 A, Jakarta 13910. Yang menjadi penanggung jawabnya adalah Tjong Ten Po yang dikenal dengan nama Sutopo sebagai direktur Utama.
Sedangkan untuk Akte Notaris berita acara pendirian perusahaan PT. Surya Indo Prima dengan no: C-10109 HT.01.01 tahun 2001. Dan sebagai perusahaan penampungan peralatan proyek di ruangan terbuka wajib mendaftarkan diri pada Dirjen Perpajakan maka diterbitkan Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP No. : 1.949.841.9-043.
Modal dasar perusahaan ini untuk memulai operasinya adalah Rp. 100.000.000,- yang diinvestasikan oleh dua orang yaitu Bapak Budinoto yang menjabat sebagai komisaris dan Bapak Sutopo sebagai direktur utama. PT. Surya Indo Prima memiliki tenaga kerja yang berjumlah 30 orang dan 7 orang karyawan.
Perusahaan perseroan (perseroan) PT. Surya Indo Prima adalah suatu perusahaan perdagangan barang dan jasa yang usaha utamanya adalah bergerak dibidang konstruksi baja, sipil, mechanical dan elektrikal, maintenance yang jenis barangnya adalah alat/ suku cadang/ teknik/ mekanikal, elektrikal, jasa perawatan alat alat teknik yang
berkaitan dengan pemesanan dibidang otomotif mobil dan barang yang dibuat sesuai dengan permintaan dari perusahan pembeli yaitu seperti komponen atau barang pendukung yang biasa digunakan oleh perusahaan yang bergerak dibidang industri manufaktur otomotif sebagai alat bantu produksi mobil. Jenis produk atau barang yang dipasarkan PT. Surya Indo Prima dalam kegiatannya melayani pembelian produk dan pemasangan produk. Produk yang dimaksud adalah bermacam–macam jenis dan ukuran, akan tetapi penulis ingin membahas penetapan harga untuk produk dan pemasangan yang paling dominan pada PT. Surya Indo Prima. Produk dan pemasangan yang paling dominan tersebut adalah produk pallet rear bumper dan dolly.
Tujuan utama didirikannya PT. Surya Indo Prima adalah untuk mendapatkan laba yang semaksimal mungkin dan melayani kebutuhan konsumen atau pelanggannya dengan meningkatkan kualitas kerja serta dapat membina hubungan kerjasama dan kepercayaan yang baik dengan perusahaan–perusahaan pelanggan lain.
PT. Surya Indo Prima menghasilkan produknya agar lebih berkualitas yaitu dengan melalui proses drawing atau desain bentuk, pemotongan, penyetelan, pengeboran, pengelasan, dirapikan, pengecetan, pengeringan, pengiriman dan pemasangan.
Proses pembuatan itu dengan menggunakan alat-alat berteknologi tinggi. Peralatan yang digunakan seperti mesin geneset merk merzedez benz 150 KVA sebanyak 1 unit, travo las listrik sebanyak 22 unit, mesin las diesel sebanyak 1 unit, mesin cutting will sebanyak 4 unit, mesin bor duduk sebanyak 2 unit, mesin bor magnet sebanyak 4 unit, mesin bor tangan sebanyak 15 unit, mesin gerinda 6” sebanyak 8 unit, mesin gerinda 4” sebanyak 12 unit, tabung LPG sebanyak 8 unit, tabung oxygen sebanyak 20 unit, compressor sebanyak 2 unit, blender potong sebanyak 5 unit, hammer drill sebanyak 2 unit, scaffolding sebanyak 4 set, takle sebanyak 4 unit dan crane hoist sebanyak 1 set. Adapun sarana transportasi yang digunakan di dalam pengiriman barang dan mendukung kelancaran kegiatan perusahaan sehari–hari adalah mobil panther pick up, mobil panther minibus, dan mobil truk engkel.
Dengan berjalannya waktu PT. Surya Indo Prima, adapun usaha ini mempunyai masa depan atau prospek yang baik serta mutu dan kualitas kerja yang diutamakan sehingga rekanan atau pelanggan puas dengan pekerjaan yang dihasilkan oleh PT. Surya Indo Prima, ini juga didukung dengan ditangani oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan professional dibidangnya masing-masing.
3.2 Kondisi Bisnis Perusahaan
3.2.1 Kegiatan Pelaksanaan Marketing Mix Perusahaan
Dalam upaya meningkatkan nilai penjualan, perusahaan telah melakukan kegiatan pelaksanaan marketing mix. Adapun kegiatan marketing mix perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Produk (Product)
Pemasaran barang/ produk disesuaikan dengan permintaan dan pemesanan yang dibutuhkan oleh pelanggan. Pada PT. Surya Indo Prima keputusan mengenai pembuatan barang/ produk, mencakup mutu, kualitas bagus, kuat/ tahan lama dan ketepatan waktu penyelesaian.
b. Harga (Price)
Kebijakan pemasaran yang dilakukan adalah menetapkan harga standar, harga di bawah atau harga di atas pesaing tergantung dengan banyaknya/ besarnya/ ukuran barang yang dibuat. Selain itu perusahaan memberikan discount tunai serta pembayaran secara kredit dengan jangka waktu maksimum 2 minggu.
c. Distribusi (Place)
Perusahaan dalam menetapkan kebijakan distribusinya menggunakan tenaga marketing yang ada dengan mengikuti tender untuk menawarkan harga barang dan jasanya ke perusahaan yang bergerak di industri manufaktur otomotif.
d. Promosi
Promosi dilakukan secara langsung oleh PT. Surya Indo Prima ke perusahaan pelanggan dengan menunjukkan Company Profil perusahaan.
Pada tahun pertama PT. Surya Indo Prima berdiri yaitu tahun 2000 kondisi penjualan perusahaan sangat baik karena dapat mencapai keuntungan yang cukup memuaskan.
Sejak awal perusahaan didirikan perusahaan dapat memasuki pangsa pasar dan menerima pesanan dari perusahaan Astra serta menerima banyak pesanan dalam jumlah yang besar untuk tahun pertama.
PT. Surya Indo Prima untuk produk pallet rear bumper dan dolly serta biaya pemasangannya pada tahun 2000 dengan total nilai penjualan keseluruhan sebesar Rp. 1,931,135,900,-; pada tahun 2001 dengan total nilai penjualan keseluruhan sebesar Rp. 1,984,400,600,-; pada tahun 2002 dengan total nilai penjualan keseluruhan sebesar Rp. 2,239,803,000,-; pada tahun 2003 dengan total nilai penjualan keseluruhan sebesar Rp. 2,259,199,300,-; sedangkan tahun 2004 dengan total nilai penjualan keseluruhan sebesar Rp.2,257,203,300,-.
Sistem penjualan yang digunakan oleh perusahaan adalah bagi konsumen baru dengan membayar uang muka sebesar 30% dan untuk konsumen tetap pembayaran dilakukan setelah barang diterima dan sudah selesai dikerjakan. Walaupun membayar tepat waktu perusahaan tidak memberi potongan harga. Tetapi, dalam hal mengenai pemberian kredit perusahaan menetapkan batas atau limit kredit yaitu maksimal 2 minggu dari jangka waktu penyelesaian.
Di dalam penyelesaian pembuatan barang dan pemasangannya tergantung dari tingkat kesulitan pengerjaannya dan banyaknya pemesanan. Perusahaan memberikan pelayanannya yang berupa Sumber Daya Manusia (SDM) yang berpengalaman, ketepatan waktu, kualitas barang, pengiriman, pemasangan dan garansi 3 bulan.
Sistem kontrol persediaan barang/ bahan baku berdasarkan drawing, ukuran yang dibutuhkan dan banyaknya pemesanan. Jadwal pengiriman persediaan barang/ bahan baku yang dibutuhkan perusahaan maksimal satu minggu dari waktu pemesanan.
Pesanan dari pelanggan dapat dilakukan melalui telepon, faximile, atau datang langsung ke kantor. Yang menjadi pelanggan dari perusahaan ini adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang otomotif, perusahaan-perusahaan industri atau pabrik-pabrik dan perusahaan-perusahaan lain yang membutuhkan konstruksi baja.
Sistem pemasaran yang diterapkan oleh perusahaan adalah face to face presentation dengan mengajukan penawaran harga, kunjungan ke perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang otomotif seperti Astra dan berdasarkan kepercayaan perusahaan pembeli terhadap PT. Surya Indo Prima. Harga yang diberikan sesuai dengan bahan pokok yang telah di mark up. Besarnya mark up berbeda–beda setiap bulan, ini dikarenakan sering terjadinya perubahan biaya bahan pokok setiap bulan yang tidak menentu.
3.2.2 Kekuatan Persaingan Perusahaan
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, terdapat lima kekuatan dalam menghadapi persaingan yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan untuk selalu dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan jangka panjang. Kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi kinerja perusahaan tersebut seperti tampak pada gambar 3.1 berikut ini:
Gambar 3.1
Lima Elemen Persaingan Dalam industri Menurut Michael E. Porter
Sumber: Michael E. Porter, “Manajemen Pemasaran” (2002, p248) dan data setelah diolah.
Kondisi bisnis PT. Surya Indo Prima berdasarkan teknik menganalisis industri dan pesaing Michael E. Porter, dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Pendatang Baru
Dilihat dari ancaman pendatang baru, saat ini memiliki ancaman yang berasal dari dalam negeri yang bergerak dibidang yang sama sehingga untuk mengatasi ancaman
PENDATANG BARU
PERSAINGAN
DIKALANGAN ANGGOTA
INDUSTRI
PERSAINGAN DIANTARA
PERUSAHAAN YANG
SUDAH ADA
PEMASOK
PEMBELI
SUBSTITUSI
• PT. Tri Diwa Mika Utama
• PT. Kartika Star
Fibreglass
Terdiri dari banyak
perusahaan pemasok
• PT. Astra Daihatsu Motor
• PT. Toyota Astra Motor • PT. Gaya Motor • PT. Tjahja Sakti Motor
Corp
• PT. Triomas Tatamandiri • PT. Suzuki Indo Mobil • PT. GM Autoworld
Indonesia • PT. Horming • PT. Indomobil
• PT. Mega Prima Persada Sakti
• PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia
tersebut perusahaan melakukan tindakan antisipasi diberbagai aspek penting yang dapat menghalangi masuknya pendatang baru, salah satunya dengan meningkatkan kualitas barang dan ketepatan serta kecepatan penyelesaiannya dan juga memberikan harga yang sangat kompetitif.
• PT. Tri Diwamika Utama
Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak dibidang yang sama dengan PT. Surya Indo Prima. Perusahaan ini merupakan pendatang baru yang baru tiga bulan berdiri.
• PT. Kartika Star
Perusahaan ini juga merupakan perusahaan yang bergerak dibidang yang sama dengan PT. Surya Indo Prima. Perusahaan ini merupakan pendatang baru yang baru enam bulan berdiri.
2. Daya Tawar Pemasok
Dilihat dari sisi pemasok, perusahaan menggunakan banyak perusahaan pemasok untuk bahan bakunya, diantaranya:
• Baja Mandiri Sejahtera
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti besi siku, square tube, plat hitam, plat putih, besi beton, plat bordes, besi WF, besi H beam dan lain-lain tergantung kebutuhan.
• Persada Nusantara Steel
Bahan yang dibeli oleh perusahaan sama dengan yang dibeli pada perusahaan Baja Mandiri Sejahtera. Perusahaan membuat pertimbangan harga dan ketersediaan pada setiap perusahaan pemasok.
• Surya Mitra Majuperkasa
Bahan yang dibeli oleh perusahaan sama dengan yang dibeli pada perusahaan Baja Mandiri Sejahtera dan Persada Nusantara Steel, dengan pertimbangan yang sama.
• Putra Persada Cemerlang
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti kawat las.
• Bekasi Sejati Gas
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti CO2, O2, LPG.
• Sinar Laut Mandiri
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti mur dan baut.
• Kastro Roda Indonesia
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti roda.
• Gajah Tunggal Perkasa
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti cat ftalit.
• Tosan Soko Gemilang
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti cat alkyd.
• Expada Metal
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti metallath, ornamesh, balustrde, gridmesh, merapimesh.
• Fajar Harapan
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti bahan bangunan.
• Harbot Indonesia
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti bracket dan engsel.
• Manunggal Teknik
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti mata bor, batu garinda, cutting whell dan lain-lain sesuai dengan kebutuhan.
• Posmi Steel Indonesia
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti plat SPCC-SD.
• Putra Mandiri
Bahan yang dibeli oleh perusahaan pada perusahaan pemasok untuk pembuatan pesanan, seperti stopper.
Sampai saat ini perusahaan masih menjalin kerjasama yang cukup baik dengan pemasok, sehingga perusahaan tidak terlalu mengalami masalah dalam mengatasi permintaan dari konsumen. Pemasok dijadikan perhatian utama karena PT. Surya Indo Prima selaku distributor bahan baku seperti baja, besi, pipa dan sebagainya sangat tergantung dengan pemasok.
3. Daya Tawar Pembeli
Perusahaan mengajukan penawaran harga kepada pelanggan. Kalau demikian halnya, konsumen sering dapat melakukan negoisasi harga/ penawaran harga. Kekuatan menawarnya merupakan kekuatan utama yang mempengaruhi intensitas persaingan dalam suatu produk. Berhubungan dengan hal tersebut sehingga PT. Surya Indo Prima selalu cekatan di dalam memperhatikan konsumennya yaitu dengan cara membina hubungan yang baik kepada konsumen. Dan adapun strategi penjualan yang diterapkan perusahaan untuk membeli yaitu:
• Dalam pembelian jumlah besar diberikan diskon tunai antar 5 %.
• Bagi pelanggan tetap pembayaran dapat dilakukan setelah barang selesai dikerjakan.
• Jangka kredit maksimal 2 minggu. • Garansi 3 bulan.
4. Produk Substitusi
Sebagai barang pengganti untuk barang dan jasa pemasangan pada produk ini adalah dengan menggunakan bahan baku fiberglass yang mempunyai kelebihan dan kualitas yang baik, yang signifikan dengan produk yang dihasilkan. Perusahaan juga tetap meperhatikan kualitas barang yang dikerjakan, ketepatan/ kecepatan di dalam penyelesaian/ pemasangan dan sumber daya manusia/ tenaga kerja yang berkualitas. Karena sepanjang perusahaan mampu membuat/ memasarkan barang sesuai dengan criteria tersebut, maka pelanggan akan kembali melakukan pemesanan.
5. Pesaing Pasar
Dilihat dari segi persaingan antara perusahaan sejenis dan bergerak dibidang yang sama, PT. Surya Indo Prima memiliki persaingan yang berasal dari dalam negeri seperti:
• PT. Mitra Toyotaka Indonesia • PT. Mega Prima Persada Sakti • PT. Sumber Piranti Tehnik • PT. Ervan Prima Abadi • PT. Nusa Raya Dinamika
Persaingan yang ada di dalam pasar yaitu persaingan harga, mutu, dan pelayanan, sehingga membuat perusahaan harus ikut dalam persaingan tersebut guna mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan.
Mengenai rencana perusahaan selama ini PT. Surya Indo Prima hanya berorentasi pada perusahaan/ pelanggan yang bergerak dibidang otomotif, ini dikarenakan tingkat permintaan pada umumnya berasal dari perusahaan otomotif.
3.3 Struktur Organisasi dan Uraian Pekerjaan 3.3.1 Struktur Organisasi
Pada setiap organisasi atau perusahaan pada umumnya merupakan suatu tempat dimana berkumpulnya orang-orang atau kelompok-kelompok yang mempunyai tujuan yang sama di dalam menjalankan organisasi atau perusahaan serta terdapat tugas-tugas dan fungsi-fungsi yang berbeda.
Pada dasarnya tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan atau organisasi adalah mencapai profit atau keuntungan yang sebesar-besarnya agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan atau organisasi, disamping juga berkeinginan untuk mencapai efisiensi kinerja dan pengawasan yang menuntut adanya pembagian tugas dan tanggung jawab antara atasan dan bawahan guna tercapainya kepentingan bersama yang dicerminkan dalam struktur organisasi.
Perusahaan atau organisasi berusaha memposisikan perusahaan atau organisasi di dalam struktur organisasi agar perusahaan atau organisasi dapat melaksanakan tugas-tugas dan fungsi-fungsi yang berbeda tetapi terjadinya hubungan yang teratur dan efektif.
Struktur organisasi merupakan suatu bentuk hubungan formal, dimana akan menunjukkan sangat jelas bagaimana informasi mengalir dari satuan organisasi ke satuan organisasi yang lain, tingkatan tanggung jawab, dimana informasi berasal, dan kemana tempat tujuan terakhir. Terkadang suatu perusahan yang tidak memiliki struktur organisasi akan mendapat suatu keadaan dimana beberapa pekerja tidak mengetahui dengan pasti apa yang harus mereka kerjakan atau untuk siapa mereka bekerja, dan
juga akan terjadi suatu keadaan dimana pekerja merasa melakukan pekerjaan yang bukan seharusnya menjadi tanggung jawab dari pekerjaan tersebut.
Bentuk struktur organisasi PT. Surya Indo Prima adalah struktur organisasi fungsional. Struktur organisasi fungsional banyak dijumpai pada perusahaan-perusahaan yang mempunyai produk tunggal atau lini produk terbatas. Perusahaan demikian membutuhkan keterampilan dan bidang spesialisasi yang jelas agar dapat membangun keunggulan bersaing dalam menyediakan produk atau jasa mereka. Membagi tugas ke dalam spesialisasi fungsional memungkinkan orang-orang perusahaan memusatkan perhatian hanya pada satu aspek dari tugas yang perlu dijalankan. Ini memungkinkan pemanfaatan keterampilan teknis terbaru dan mengembangkan tingkat efisiensi yang tinggi. Pertimbangan produk, pelanggan, atau teknologi menentukan identitas komponen-komponen dalam struktur fungsional.
Tantangan strategik yang terkandung dalam struktur fungsional adalah koordinasi unit-unit fungsional yang efektif. Keahlian teknis yang sempit yang diperoleh melalui spesialisasi dapat menyebabkan wawasan yang terbatas dan perbedaan prioritas dari unit-unit fungsional. Spesialis mungkin saja melihat masalah strategik perusahaan utamanya sebagai masalah “pemasaran” atau “produksi”. Konflik potensial diantara unit-unit fungsional membuat peran koordinatif eksekutif kepala sangat penting. Wahana pengintegrasi (seperti tim proyek atau komite perencanaan) seringkali digunakan dalam perusahaan yang diorganisasi secara fungsional untuk memperkuat koordinasi dan memudahkan saling pengertian di antara bidang-bidang fungsional.
PT. Surya Indo Prima dikelola dan dipimpin oleh direksi dan diawasi oleh komisaris, direktur utama dan direktur PT Surya Indo Prima diangkat dan diberhentikan oleh Komisaris sebagai pemegang saham berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Susunan Direksi dan jabatannya PT. Surya Indo Prima Komisaris: Budinoto
Direktur Utama: Sutopo Direktur: Mulyono Accounting: Ine Mariana Engineering: Ramli
Marketing: Sun Jaya dan Basuki Wiratno Proyek: Anton
Workshop: Kadarso Maintenance: Acung
Untuk lebih jelasnya mengenai struktur organisasi serta uraian pekerjaan PT. Surya Indo Prima akan dibahas pada gambar 3.2:
STRUKTUR ORGANISASI
Gambar 3.2
Struktur Organisasi PT. Surya Indo Prima
Sumber : PT. Surya Indo Prima sesudah diolah.
3.3.2 Uraian Pekerjaan
Komisaris :
- Menjamin kesinambungan manajemen perusahaan, memberhentikan dan mengganti para direktur, bila tidak mampu mengelola perusahaan.
- Memastikan dan mengawasi agar tindakan dan kebijakan direktur sejalan dengan tujuan perusahaan.
KOMISARIS
DIREKTUR UTAMA
DIREKTUR
ACCOUNTING
ENGINEERING
MARKETING
- Memberikan persetujuan terhadap keputusan penting para direktur berkenaan dengan aspek keuangan dan operasi perusahaan.
- Menerima dan melakukan pengecekan keuangan.
- Mengadakan perubahan dan memperkuat peraturan perusahaan.
Direktur Utama :
- Menjalankan dan mempimpin perusahaan serta bertanggung jawab di dalam mengendalikan perusahaan dengan mendelegasikan wewenang ke bagian-bagian yang berada di bawahnya.
- Menerima masukan-masukan dari bagian-bagian yang berada di bawahnya yang bermanfaat untuk kemajuan perusahaan.
- Mengontrol dan mengesahkan anggaran jangka panjang dan jangka pendek perusahaan serta rencana-rencana produksi lainnya.
Direktur :
- Bertanggung jawab kepada Direktur Utama.
- Membantu direktur utama di dalam menjalankan perusahaan.
- Memberi masukkan kepada direktur utama guna meningkatkan produksi dan penjualan. - Mengontrol dan memberi tanggung jawab kepada accounting, engineering dan
marketing sesuai dengan tugas-tugasnya.
- Menerima laporan-laporan dari bagian-bagian yang berada di bawahnya.
Accounting :
- Bertanggung jawab kepada Direktur
- Melakukan pengecekan pengeluaran dan pemasukkan uang.
- Memeriksa dan mengawasi semua kegiatan operasional akuntansi perusahaan termasuk membuat buku besar dan menyusun laporan keuangan bulanannya.
- Menghitung gaji karyawan dan pajak. - Membuat invoice dan pajak.
- Menyajikan informasi keuangan perusahan kepada pihak direktur.
Engineering :
- Bertanggung jawab kepada Direktur.
- Menghubungi pemasok di dalam melakukan pesanan.
- Menghitung matrial/ bahan-bahan yang dibutuhkan sesuai dengan drawing/ desain bentuk.
- Membuat laporan bahan-bahan yang dibutuhkan di dalam melakukan produksi. - Bertangung jawab terhadap bahan-bahan yang dibeli atau dipesan.
- Mengajukan permintaan biaya produksi.
- Merencanakan jalannya proses produksi dan bertanggung jawab atas kualitas serta kuantitas produksi.
Marketing :
- Bertanggung jawab kepada Direktur.
- Menghubungi perusahaan dan menawarkan barang dan jasa. - Bertugas untuk melayani pemesanan dan pembelian.
- Mencari customer.
- Ke perusahaan-perusahaan lain yang berhubungan dengan otomotif mobil.
Proyek :
- Bertanggung jawab kepada Engineering terhadap stock barang. - Melakukan pengawasan terhadap karyawan di lapangan. - Membuat laporan absen karyawan di lapangan.
- Membuat laporan kepada Engineering apabila ada kekurangan bahan yang dibutuhkan di lapangan.
- Membuat laporan proyek.
- Bertanggug jawab terhadap ketepatan waktu penyelesaian.
Workshop :
- Bertanggung jawab kepada Engineering terhadap stock barang.
- Melakukan pengawasan terhadap karyawan di dalam pembuatan pekerjaan di pabrik/ workshop.
- Membuat laporan absen karyawan di pabrik.
- Membuat laporan kepada Engineering apabila ada kekurangan bahan yang dibutuhkan di pabrik/ workshop.
- Membuat laporan pekerjaan/ workshop.
- Bertanggung jawab terhadap ketepatan waktu penyelesaian.
Maintenance :
- Bertanggung jawab kepada Engineering.
- Mengecek alat-alat yang digunakan sebagai alat Bantu pekerjaan di workshop. - Membuat laporan kepada Engineering apabila ada kerusakan alat bantu.
- Mengawasi dan memeriksa kelengkapan dan kesiapan alat bantu yang digunakan. - Bertanggung jawab terhadap alat bantu pekerjaan.