1. Pengertian
1. Pengertian
Adalah suatu prosedur (tata cara) peralatan yang
Adalah suatu prosedur (tata cara) peralatan yang
digunakan dalam pengiriman atau penyimpanan vaksin
digunakan dalam pengiriman atau penyimpanan vaksin
dari Pabrik pembuat vaksin sampai pada sasarannya
dari Pabrik pembuat vaksin sampai pada sasarannya
yaitu Ibu dan anak.
yaitu Ibu dan anak.
Adalah untuk memperkecil kesalahan selama
Adalah untuk memperkecil kesalahan selama
penanganan terhadap vaksin sehingga dapat
penanganan terhadap vaksin sehingga dapat
diyakinkan bahwa vaksin yang akan digunakan /
diyakinkan bahwa vaksin yang akan digunakan /
disuntikan masih mempunyai potensi yang dapat
disuntikan masih mempunyai potensi yang dapat
menimbulkan kekebalan.
menimbulkan kekebalan.
2
Seluruh peralatan yang digunakan dalam
Seluruh peralatan yang digunakan dalam
pengelolaan vaksin sesuai dengan prosedur
pengelolaan vaksin sesuai dengan prosedur
untuk menjaga vaksin pada suhu yang telah
untuk menjaga vaksin pada suhu yang telah
ditetapkan.
ditetapkan.
PERALATAN RANTAI VAKSIN
Kompresi
Kompresi
Absorbsi
Absorbsi
Sistem
Lemari es sistem KOMPRESI
Lemari es sistem KOMPRESI Lemari es Lemari es sistem ABSORPSIsistem ABSORPSI
Kelebihan
Kelebihan KekuranganKekurangan KelebihanKelebihan KekuranganKekurangan
4 x Lebih 4 x Lebih cepat dingin cepat dingin dibandingkan dibandingkan dengan dengan absorpsi. absorpsi.
Bila terjadiBila terjadi
kebocoran kebocoran pada sistem pada sistem ini mudah ini mudah diperbaiki. diperbaiki. HargaHarga cooling unit cooling unit murah. murah. BahanBahan pendingin pendingin R-12 atau 12 atau R134a R134a MenggunakanMenggunakan kompresor kompresor sebagai sebagai mekanik yang mekanik yang dapat dapat menimbulkan menimbulkan aus. aus.
Hanya denganHanya dengan
listrik AC / listrik AC / DC. DC. MenimbulkanMenimbulkan suara suara TidakTidak menggunakan menggunakan mekanik sehingga mekanik sehingga
tidak ada bagian
tidak ada bagian
yang bergerak
yang bergerak
dan tidak ada
dan tidak ada
yang aus.
yang aus.
Dapat denganDapat dengan
listrik AC/DC atau
listrik AC/DC atau
nyala api minyak
nyala api minyak
tanah / gas. tanah / gas. TidakTidak menimbulkan menimbulkan suara. suara.
Bahan pendinginBahan pendingin
NH3 (amonia NH3 (amonia)) PendinginanPendinginan lebih lambat lebih lambat
Bila terjadiBila terjadi
kebocoran kebocoran pada sistem pada sistem tidak dapat tidak dapat diperbaiki. diperbaiki. HargaHarga cooling unit cooling unit cukup mahal cukup mahal
Perbandingan Kompresi vs Absorbsi
Digital termostat
Digital termostat
Manual termostat
Manual termostat
Pengatur Suhu (Termostat)
Manual thermostat
Manual thermostat Digital ThermostatDigital Thermostat
Kelebihan
Kelebihan KekuranganKekurangan KelebihanKelebihan KekuranganKekurangan
TidakTidak menggunakan menggunakan power listrik. power listrik. HarganyaHarganya murah. murah.
Sulit dalamSulit dalam
pemasangan pemasangan
Sulit merisetSulit meriset
suhu yang suhu yang sesuai. sesuai.
Diff Diff dari dari off off keke
on
on sulit sulit untukuntuk diatur.
diatur.
Suhu tidakSuhu tidak
dapat dibaca. dapat dibaca.
Sulit untukSulit untuk
mendapatkan mendapatkan suhu yang suhu yang sesuai. sesuai. PengaturanPengaturan suhu harus suhu harus menungggu 24 menungggu 24 jam. jam.
Max power 6Max power 6
Amp. Amp.
Mudah dalamMudah dalam pemasangan.
pemasangan.
Mudah dalamMudah dalam meriset suhu.
meriset suhu.
Diff Diff dari dari off off keke on sudah
on sudah
diatur + 2
diatur + 2 OOCC
Suhu mudahSuhu mudah terbaca dengan
terbaca dengan
layar LCD.
layar LCD.
Ketepatan suhuKetepatan suhu lebih terjamin. lebih terjamin. MenggunakanMenggunakan relay untuk relay untuk ketepatan ketepatan kontak. kontak. PengaturanPengaturan suhu tidak suhu tidak perlu perlu menungggu 24 menungggu 24 jam. jam.
Max power 10Max power 10 Amp. Amp. HarganyaHarganya mahal. mahal.
Saat listrikSaat listrik
padam suhu padam suhu tidak dapat tidak dapat terbaca. terbaca.
Manual
Lemari Es Absorbsi
ILR: lemari es di Kabupaten
ILR: lemari es di Kabupaten
FASILITAS PENYIMPANAN
FASILITAS PENYIMPANAN
DINGIN
DINGIN
Lemari es di Puskesmas
Lemari es di Puskesmas
MK 144 MK 144 RCW 50 EK RCW 50 EK RCW 42 EKRCW 42 EK Domestik DomestikLemari
Buka atas Buka atas Buka depan
Buka depan
Bentuk Pintu Refrigerator Vaksin
Data suhu lemari es Rumah Tangga. Data suhu lemari es Rumah Tangga.
2211FFrr 2222SSaa 2233SSuu 2244MMoo 2255TTuu 2266WWee 2277TThh 2288FFr r Time (starting 20/02/2003) Time (starting 20/02/2003) 00 4,0 4,0 8,0 8,0 12,0 12,0 16,0 16,0 T T e e m m p p e e r r a a t t u u r r e e ° ° C C Minimun area Minimun area Medium area Medium area Maximun area Maximun area 1 1 2 2 3 3 1 1 2 2 3 3 TTM diletakan diatas TTM diletakan diatas TTM diletakan ditengah TTM diletakan ditengah TTM diletakan dibawah TTM diletakan dibawah
Hasil Test/ LogTag Print Out
Hasil Test/ LogTag Print Out
Refrigerator Buka Depan
Hasil Test/ LogTag Print Out
Hasil Test/ LogTag Print Out
Refrigerator
Buka Depan
Buka Depan
VS Buka Atas
VS Buka Atas
Bentuk buka dari depan Bentuk buka dari depan
(Front opening) (Front opening)
Bentuk buka dari atas Bentuk buka dari atas
(Top opening). (Top opening). Kelebihan
Kelebihan KekuranganKekurangan KelebihanKelebihan KekuranganKekurangan
SusunanSusunan vaksin vaksin menjadi menjadi mudah dan mudah dan vaksin vaksin terlihat jelas terlihat jelas dari samping dari samping depan depan PenyusunanPenyusunan vaksin vaksin mudah mudah dan jelas dan jelas
Suhu labil.Suhu labil.
Pada saat pintu Pada saat pintu lemari es dibuka lemari es dibuka maka suhu
maka suhu
dingin dari atas dingin dari atas akan turun akan turun kebawah dan kebawah dan keluar keluar
Bila listrik padamBila listrik padam relative tidak relative tidak dapat bertahan dapat bertahan lama lama
Jumlah vaksinJumlah vaksin yang ditampung yang ditampung menjadi sedikit menjadi sedikit..
Suhu StabilSuhu Stabil Pada saat pintu Pada saat pintu lemari es dibuka lemari es dibuka maka suhu dingin maka suhu dingin dari atas akan dari atas akan turun kebawah turun kebawah dan suhu dan suhu tertampung. tertampung.
Jumlah vaksinJumlah vaksin yang ditampung yang ditampung dapat lebih dapat lebih banyak. banyak. PenyusunanPenyusunan vaksin agak vaksin agak sulit karena sulit karena vaksin vaksin menjadi menjadi bertumpuk bertumpuk..
Model lemari es standar
Model lemari es standar
WHO /UNICEF
WHO /UNICEF
LEMARI ES TINGKAT PUSKESMAS YANG SUDAH TERDAFTAR DI WHO / UNICEF (PIS
LEMARI ES TINGKAT PUSKESMAS YANG SUDAH TERDAFTAR DI WHO / UNICEF (PIS 2000)2000)
RCW
RCW 42 42 EK EK FCW FCW 20 20 EK EK RCW RCW 50 50 EK EK TCW TCW 20002000 (PIS
(PIS E3/22 E3/22 -M) -M) (PIS (PIS E3/73-M) E3/73-M) (PIS (PIS E3/91-M) E3/91-M) (PIS (PIS E3/111-M)E3/111-M)
V
A.
A.
Bila
Bila
suh
suh
u
u
pad
pad
a
a
lema
lema
ri
ri
es
es
sud
sud
ah
ah
sta
sta
bil
bil
ant
ant
ara
ara
+ 2 C s/d + 8 C, maka posisi termostat
+ 2 C s/d + 8 C, maka posisi termostat
JANGAN
JANGAN
dirubah-rubah,
dirubah-rubah,
Jika
Jika
perlu;
perlu;
beri
beri
selotip.
selotip.
B. Merubah termostat bila suhu pada lemari
B. Merubah termostat bila suhu pada lemari
es dibawah + 2 C atau diatas + 8 C
es dibawah + 2 C atau diatas + 8 C
C. Perubahan termostat tidak dapat
C. Perubahan termostat tidak dapat
merubah suhu lemari es dalam sesaat
merubah suhu lemari es dalam sesaat
Perhatian
Kesalahan pada peralatan.( Factory error)
Kesalahan pada peralatan.( Factory error)
Thermostat pada lemari es Thermostat pada lemari es yang tidak berfungsi yang tidak berfungsi dengan benardengan benar..
Thermometer pengukur suhu pada lemari es tidak valid.Thermometer pengukur suhu pada lemari es tidak valid.
Ketidak tahuan petugas.( Human error
Ketidak tahuan petugas.( Human error
).
).
Paradigma petugas bahwa lebih dingin akan lebih baik.Paradigma petugas bahwa lebih dingin akan lebih baik.
Sering merubah posisi thermostat.Sering merubah posisi thermostat.
Petugas BaruPetugas Baru
- ketidak tahuan sifat vaksin.
- ketidak tahuan sifat vaksin.
-
- ketidak ketidak tahuan tahuan tata tata cara cara penyimpanan penyimpanan vaksin.vaksin.
- ketidak tahuan packaging vaksin.
- ketidak tahuan packaging vaksin.
Penyimpanan vaksin yang padat sehingga tidak mempunyaiPenyimpanan vaksin yang padat sehingga tidak mempunyai
ruang sirkulasi.
ruang sirkulasi.
Pembekuan Vaksin Saat Penyimpanan
Kerusakan vaksin
Kerusakan vaksin
pada suhu dibawah 0
pada suhu dibawah 0
O
O
C.
C.
(
( Thermostability of Vaccines, WHO, 1998)Thermostability of Vaccines, WHO, 1998)
Hep
Hep B
B
-
- 0,5
0,5
C
C
Maks ½
Maks
½ jam
jam
DPT, TT
DPT, TT
DT
Stabilitas vaksin di luar rantai dingin
Stabilitas vaksin di luar rantai dingin
(Thermo stability of Vaccines, WHO, 1998)
(Thermo stability of Vaccines, WHO, 1998) Polio
Polio 2 2 harihari
DPT
DPT 14 14 harihari
Hep
Hep B B TT TT 30 30 harihari
Campak
Campak BCG BCG 7 7 harihari
NA*
NA* 225 225 harihari
90 90 hari hari > > 3 3 thnthn 193 193 hari hari > > 4 4 thnthn 45 45 hari hari > > 2 2 thnthn
Jenis
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
HAL-HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
PENGARUH SUHU
PENGARUH SUHU
dapat
dapat
menurunkan
menurunkan
potensi
potensi
dan efikasi vaksin, apabila disimpan pada suhu
dan efikasi vaksin, apabila disimpan pada suhu
yang tidak sesuai
yang tidak sesuai
PENGARUH SINAR MATAHARI
PENGARUH SINAR MATAHARI
usahakan
usahakan
agar vaksin tidak terkena sinar matahai
agar vaksin tidak terkena sinar matahai
langsung, terutama untuk vaksin BCG
langsung, terutama untuk vaksin BCG
PENGARUH KELEMBABAN
PENGARUH KELEMBABAN
pengaruh
pengaruh
kelembaban sangat kecil pengaruhnya apabila
kelembaban sangat kecil pengaruhnya apabila
kemasannya sudah baik, misalkan menggunakan
kemasannya sudah baik, misalkan menggunakan
ampul atau botol yang tertutup kedap
MENCEGAH PEMBEKUAN VAKSIN
MENCEGAH PEMBEKUAN VAKSIN
LEMARI ES DENGAN BUKA ATAS
LEMARI ES DENGAN BUKA ATAS
Selalu letakkan vaksin yang peka pembekuan
Selalu letakkan vaksin yang peka pembekuan
jauh dari evaporator
jauh dari evaporator
Beri jarak 1-2 cm antar kotak vaksin untuk sirkulasi udara
Beri jarak 1-2 cm antar kotak vaksin untuk sirkulasi udara
Letakkan termometer dan Freeze Tag® di antara kotak vaksin
Letakkan termometer dan Freeze Tag® di antara kotak vaksin
yang peka pembekuan
yang peka pembekuan
LEMARI ES RUMAH TANGGA (tidak
LEMARI ES RUMAH TANGGA (tidak
direkomendasikan)
direkomendasikan)
Selalu letakkan vaksin yang peka pembekuan (DTP, TT, DT, Hep
Selalu letakkan vaksin yang peka pembekuan (DTP, TT, DT, Hep
B, DTP-HB) jauh dari evaporator
B, DTP-HB) jauh dari evaporator
Jangan letakkan vaksin di pintu
Jangan letakkan vaksin di pintu
Beri jarak 1-2 cm antar kotak vaksin untuk sirkulasi udara
Beri jarak 1-2 cm antar kotak vaksin untuk sirkulasi udara
Selalu letakkan botol berisi air (cool pack) di bagian bawah
Selalu letakkan botol berisi air (cool pack) di bagian bawah
lemari es
lemari es
Letakkan termometer dan Freeze Tag® di antara kotak vaksin
Letakkan termometer dan Freeze Tag® di antara kotak vaksin
yang peka pembekuan
yang peka pembekuan
SOP
Alat pembawa Vaksin
Alat pembawa Vaksin
•
•
Fungsi
Fungsi
:
:
untuk
untuk
membawa
membawa
vaksin
vaksin
dari
dari
suatu
suatu
tempat ke tempat lain dengan aman.
tempat ke tempat lain dengan aman.
•
•
T
T
ujuan
ujuan
:
:
agar
agar
vaksin
vaksin
yang
yang
dibawa
dibawa
mempunyai
mempunyai
kondisi
kondisi
tetap
tetap
sama
sama
seperti
seperti
pada
pada
kondisi
kondisi
awalnya.
awalnya.
•
•
Bentuk
Bentuk
:
:
berbentuk
berbentuk
kotak
kotak
yang
yang
telah
telah
di-insulasi
di-insulasi
dengan baik sehingga menjadi
dengan baik sehingga menjadi
“airtight”
“airtight”
atau
atau
“
“
kedap udara
kedap udara
”
”
•
•
Jenis alat pembawa vaksin
Jenis alat pembawa vaksin
––
Cold / cool box disposible
Cold / cool box disposible
–
–
Cold / cool box reusesible
Cold / cool box reusesible
–
–
Cold / cool pack
Cold / cool pack
–
–
Vaksin carrier
Vaksin carrier
–
•
•
V
V
aksin car
aksin car
rier
rier
•
VAKSIN CARIER
VAKSIN CARIER
Alat
Alat untuk
untuk mengirim /
mengirim / membawa
membawa
vaksin
vaksin
dari puskesmas ke posyandu/tempat
dari puskesmas ke posyandu/tempat
pelay
pelayanan
anan imunisasi
imunisasi
lainnya
lainnya
yang
yang dapat
dapat
mempertahankan suhu
COLD PACK
COLD PACK
Kotak plastik berisi air yang dibekukan
Kotak plastik berisi air yang dibekukan
selama lebih dari 24 jam pada
selama lebih dari 24 jam pada suhu dibawah
suhu dibawah
- 5
- 5
OOC s/d - 25
C s/d - 25
OOC dalam freezer
C dalam freezer
Epi cold chain
COOL PACK
COOL PACK
W
Wadah plastik berbentuk
adah plastik berbentuk segi empat yang
segi empat yang
diisi dengan air yang kemudian didinginkan
diisi dengan air yang kemudian didinginkan
pada suhu + 2
pada suhu + 2
OOC s/d - 3
C s/d - 3
OOC dalam lemari es
C dalam lemari es
(dekat evaforator) selama 24 jam.
(dekat evaforator) selama 24 jam.
Cara penyimpanan vaksin yang sudah
Cara penyimpanan vaksin yang sudah
dilarutkan
Hasil test cool pack
Hasil test cool pack
4 Pack isi air (VC) dimasukan kedalam ruang dingin dengan suhu rata-rata4 Pack isi air (VC) dimasukan kedalam ruang dingin dengan suhu rata-rata –– 3 3ooC,C,
Selama 12 jam ( pack belum menjadi beku) Selama 12 jam ( pack belum menjadi beku)
Kemudian dipindahkan Kemudian dipindahkan kedalam VC, kedalam VC, maka maka suhu naik suhu naik menjadi + menjadi + 88ooCC
Lalu Lalu turun saturun sampai mpai + + 2 2 oCoC
Peralatan Pemantauan Suhu Vaksin
Peralatan Pemantauan Suhu Vaksin
1. Alat pemantau suhu
1. Alat pemantau suhu
––
Termometer Dial
Termometer Dial
––
Termometer Muller
Termometer Muller
––
Termometer bulb.
Termometer bulb.
2. Alat pencatat suhu
2. Alat pencatat suhu
––
Termograf
Termograf
––
Tiny TTM (Time Temperature Monitor)
Tiny TTM (Time Temperature Monitor)
––
Fridge tag
Fridge tag
––
Multi log.
Multi log.
3. Alat pemantau paparan suhu dingin
3. Alat pemantau paparan suhu dingin
––
Freeze Watch
Freeze Watch
––
Freeze Tag
Freeze Tag
4. Alat pemantau paparan panas
4. Alat pemantau paparan panas
––
VCCM (Vaccine Cold Chain Monitor)
VCCM (Vaccine Cold Chain Monitor)
–Pemantau Suhu
Pemantau Suhu
Muller
Pencatat/ Perekam Suhu
Pencatat/ Perekam Suhu
Thermograph
Thermograph
TTM
TTM
Multilog
Multilog
Fridge tag
Fridge tag
LogTag
Pemantau suhu dingin
Pemantau suhu panas dengan VCCM
Pemantau suhu panas dengan VCCM
Pencatatan Suhu Lemari Es
Pencatatan Suhu Lemari Es
Pencatatan dilakukan 2 x sehari pada pagi
VVM (Vaksin Vial Monitor)
VVM (Vaksin Vial Monitor)
••
VVM
VVM
adalah
adalah
alat
alat
pemantau
pemantau
paparan
paparan
suhu
suhu
panas.
panas.
•
•
Fungsi : untuk memantau suhu vaksin selama dalam
Fungsi : untuk memantau suhu vaksin selama dalam
perjalanan maupun dalam penyimpanan.
perjalanan maupun dalam penyimpanan.
•
•
VVM ditempelkan pada setiap vial vaksin.
VVM ditempelkan pada setiap vial vaksin.
•
•
Mempunyai bentuk lingkaran dengan bentuk segi
Mempunyai bentuk lingkaran dengan bentuk segi
empat pada bagian dalamnya.
empat pada bagian dalamnya.
•
•
Diameter VVM sekitar 0,7 cm ( 7
Diameter VVM sekitar 0,7 cm ( 7
mm )
mm )
•
•
VVM mempunyai karakteristik yang berbeda, spesifik
VVM mempunyai karakteristik yang berbeda, spesifik
untuk tiap jenis vaksin. VVM untuk vaksin Polio tidak
untuk tiap jenis vaksin. VVM untuk vaksin Polio tidak
dapat digunakan untuk vaksin HB, begitu juga
dapat digunakan untuk vaksin HB, begitu juga
sebaliknya.
sebaliknya.
•
Bagaimana Cara Kerja
Bagaimana Cara Kerja
VVM
VVM
?
?
••
Mengikuti rumus Arrhenius (reaksi kimia: monomer
Mengikuti rumus Arrhenius (reaksi kimia: monomer
menjadi polimer).
menjadi polimer).
••
W
W
arna indikator bertambah
arna indikator bertambah
gelap dengan berlalunya
gelap dengan berlalunya
waktu dan paparan panas secara kumulatif.
waktu dan paparan panas secara kumulatif.
••
Perubahan warna menetap.
Perubahan warna menetap.
**
Perubahan warna indikator bertambah cepat dengan peningkatanPerubahan warna indikator bertambah cepat dengan peningkatan suhu.MANFAAT PENGGUNAAN
MANFAAT PENGGUNAAN VVM
VVM
•
•
Memberikan peringatan pada petugas
Memberikan peringatan pada petugas kapan
kapan
harus menolak atau tidak menggunakan vaksin.
harus menolak atau tidak menggunakan vaksin.
•
•
Memungkinkan vaksin disimpan / dipakai diluar rantai
Memungkinkan vaksin disimpan / dipakai diluar rantai
dingin.
dingin.
•
•
Memberikan petunjuk vaksin mana harus lebih dahulu
Memberikan petunjuk vaksin mana harus lebih dahulu
disalurkan / dipakai.
disalurkan / dipakai.
•
•
Memungkinkan pemantauan kualitas rantai dingin pada
Memungkinkan pemantauan kualitas rantai dingin pada
berbagai tingkat penyaluran dan penyimpanan
Tipe
Tipe –
–
tipe
tipe
VVM
VVM
1
1
.
.
V
V
V
V
M
M
– –30, tahan > 30 hari pada 37
30, tahan > 30 hari pada 37
°°C
C
( High stability vaccines seperti
( High stability vaccines seperti
Hep. B, TT )
Hep. B, TT )
2. VVM
2. VVM
– –14, tahan > 14 hari pada 37
14, tahan > 14 hari pada 37
°°C
C
( Medium stability vaccines seperti DPT )
( Medium stability vaccines seperti DPT )
3
3
.
.
V
V
V
V
M
M
– –7, tahan > 7 hari pada 37
7, tahan > 7 hari pada 37
°°C
C
( Moderate stability vaccines )
( Moderate stability vaccines )
4
4
.
.
V
V
V
V
M
M
– –2, tahan > 2 hari pada 37
2, tahan > 2 hari pada 37
°°C
C
( Least stable vaccines seperti Polio )
( Least stable vaccines seperti Polio )
Pemantau suhu panas ( VVM )
Pemantau suhu panas ( VVM )
Segi empat lebih terang dari lingkaran. Segi empat lebih terang dari lingkaran. Gunakan vaksin bila belum kedaluarsa. Gunakan vaksin bila belum kedaluarsa. Segi empat berubah gelap tapi lebih terang Segi empat berubah gelap tapi lebih terang dari lingkaran.dari lingkaran.
Gunakan vaksin lebih dahulu bila belum Gunakan vaksin lebih dahulu bila belum kedaluarsa.
kedaluarsa.
Batas untuk tidak digunakan lagi: Batas untuk tidak digunakan lagi: Segi empat berwarna sama dengan Segi empat berwarna sama dengan lingkaran.
lingkaran.
JANGAN GUNAKAN VAKSIN JANGAN GUNAKAN VAKSIN Melewati Batas Buang:
Melewati Batas Buang:
Segi empat lebih gelap dari lingkaran. Segi empat lebih gelap dari lingkaran. JANGAN GUNAKAN VAKSIN JANGAN GUNAKAN VAKSIN
A
A
B
B
C
C
D
D
x
x
x
x
√
√
√
√
RCW 42 EK
RCW 42 EK
suhu dekat evaporator bisa < 0°C
suhu dekat evaporator bisa < 0°C
Jauh dari evaporator suhu +2°C
Jauh dari evaporator suhu +2°C
– –+8°C
+8°C
PE
PENA
NAT
TAA
AAN
N V
VAK
AKSI
SIN
N
Jarak antar vaksin miniman 1- 2 cm
RCW 50 EK
RCW 50 EK
kompartmen kanan dan kiri suhu +2°C
kompartmen kanan dan kiri suhu +2°C – – +8°C +8°C
bagian tengah freezer
bagian tengah freezer
PE
PENA
NAT
TAA
AAN
N V
VAK
AKSI
SIN
N
Jarak antar vaksin miniman 1- 2 cm
Lemari es RCW 50 EK
Lemari es RCW 50 EK
tingkat Puskesmas.
tingkat Puskesmas.
Grap
Grapikik kartukartu suhsuhu.u.
Freeze watch. Freeze watch. Freeze Tag. Freeze Tag. C Cooool l ppaacckk. . CCoolld d ppaacckk.. Atau. Atau. Atau. Atau. Volume untuk Volume untuk vak
vaksinsin = 24 = 24 Lt.Lt. Thermostat.
Thermostat. Thermometer Thermometer
Hept. B Hept. B Hept B Hept B DPT DPT DPT DPT Campak Campak Campak Campak BCG BCG BCG BCG Polio Polio Polio Polio Polio Polio BCG BCG DT DT DT DT TT TT TT TT Vaksin freeze Se
Vaksin freeze Sensns itive.itive. Harus selalu berjauhan Harus selalu berjauhan
dengan evaporator dengan evaporator ..
Vaksin Heat Sensitive. Vaksin Heat Sensitive. Harus selalu berdekatan Harus selalu berdekatan
dengan evaporator. dengan evaporator.
PEN
PEN
A
A
T
T
AA
AA
N
N
V
V
AK
AK
SIN
SIN
Jarak antar vaksin minimal 1- 2 cm
Jarak antar vaksin minimal 1- 2 cm atau 1 jari tanganatau 1 jari tangan
LE domestik
SPARE PART LEMARI ES
SPARE PART LEMARI ES
Termostat & Termometer
Termostat & Termometer Wick 32Wick 32
Electrical Heater
Electrical Heater TermostatTermostat Glass FlueGlass Flue BurnerBurner
Salah satu contoh spare part lemari es
MASA SIMPAN VAKSIN
MASA SIMPAN VAKSIN
JENIS VAKSIN
JENIS VAKSIN SUHU SUHU PENYIMPPENYIMPANANANAN UMUR VAKSINUMUR VAKSIN BCG BCG + 2+ 2 OOC s/d + 8C s/d + 8 OOCC 1 TAHUN1 TAHUN - 15 - 15 OOC s/d - 25C s/d - 25 OOCC 1 TAHUN1 TAHUN DPT DPT + 2+ 2 OOC s/d + 8C s/d + 8 OOCC 2 TAHUN2 TAHUN HEPATITIS B
HEPATITIS B + 2+ 2 OOC s/d + 8C s/d + 8 OOCC 26 BULAN26 BULAN
TT
TT + 2+ 2 OOC s/d + 8C s/d + 8 OOCC 2 TAHUN2 TAHUN
DT
DT + 2+ 2 OOC s/d + 8C s/d + 8 OOCC 2 TAHUN2 TAHUN
POLIO
POLIO + 2+ 2 OOC s/d + 8C s/d + 8 OOCC 6 BULAN6 BULAN
- 15
- 15 OOC s/d - 25C s/d - 25 OOCC 2 TAHUN2 TAHUN
CAMPAK
CAMPAK + 2+ 2 OOC s/d + 8C s/d + 8 OOCC 2 TAHUN2 TAHUN
- 15
- 15 OOC s/d - 25C s/d - 25 OOCC 2 TAHUN2 TAHUN
DPT-HB
DPT-HB + 2+ 2 OOC s/d + 8C s/d + 8 OOCC 2 TAHUN2 TAHUN
Pelarut BCG
Pelarut BCG SUHU KAMARSUHU KAMAR 5 TAHUN5 TAHUN
Pelarut Campak
SUHU VAKSIN
SUHU VAKSIN
••
Suhu
Suhu
antara
antara
+2°
+2°
C
C
dan
dan
+8°C
+8°C
situasi
situasi
normal
normal
•
•
Suhu pada atau di bawah
Suhu pada atau di bawah
0°C:
0°C:
VAKSIN BERISIKO
VAKSIN BERISIKO
Periksa
Periksa
vaksin
vaksin
FS
FS
uji
uji
kocok
kocok
/
/
shake
shake
test
test
bila beku padat langsung dibuang
bila beku padat langsung dibuang
perbaiki suhu yang rendah
perbaiki suhu yang rendah
•
•
Suhu antara +8°C and +10°C
Suhu antara +8°C and +10°C
t tidak perlu tindakan
idak perlu tindakan
•
•
Suhu di atas +10°C:
Suhu di atas +10°C:
VAKSIN BERISIKO
VAKSIN BERISIKO
Periksa VVM dan buat laporan
Periksa VVM dan buat laporan
Ref: Guideline for establishing or improving primary and
SUHU PELARUT
SUHU PELARUT
•
•
Pelarut
Pelarut
disimpan
disimpan pada
pada suhu
suhu ruang,
ruang, kecuali
kecuali
pelarut dikemas bersama vaksin keduanya
pelarut dikemas bersama vaksin keduanya
harus disimpan pada suhu +2
harus disimpan pada suhu +2
ooC - +8
C - +8
ooC.
C.
••
Pelarut disimpan pada suhu +2
Pelarut disimpan pada suhu +2
ooC - +8
C - +8
ooC satu
C satu
hari sebelum melakukan
hari sebelum melakukan
penyuntikan
penyuntikan
•
•
Pelarut tidak boleh
Pelarut tidak boleh
dibekukan, mencegah
dibekukan, mencegah
“thermal shock”
0 0 10 10 20 20 30 30 40 40 -10 -10 -20 -20
Evidence of exposure to freezing
Evidence of exposure to freezing
temperatures
temperatures
Shake test
Shake test
CONTINUOUS MONITORING
CONTINUOUS MONITORING
SHAKE TEST
SHAKE TEST
•
•
Dilakukan terhadap vaksin FS yang dicurigai
Dilakukan terhadap vaksin FS yang dicurigai
beku
beku
–
–
Suhu thermometer < 0
Suhu thermometer < 0
ooC
C
–
–
Freeze
Freeze
tag : T
tag : T
anda
anda
X
X
•
•
Dibandingkan dengan jenis vaksin yang sama
Dibandingkan dengan jenis vaksin yang sama
yg sengaja dibekukan.
yg sengaja dibekukan.
Frozen vial
DTP
DTP
Non-homogeneous
Non-homogeneous
Sub-zero temperature effect
Sub-zero temperature effect
??
??
√
Penanganan Vaksin Rusak,
Penanganan Vaksin Rusak,
Kadaluarsa dan Vaksin Sisa
Kadaluarsa dan Vaksin Sisa
–
–
Pisahkan vaksin
Pisahkan vaksin
–
–
Buat berita acara penghapusan
Buat berita acara penghapusan
–
PENANGA
PENANGA
NAN
NAN
V
V
AKSIN
AKSIN
PENERIMAAN DAN PENGAMBILAN VAKSINPENERIMAAN DAN PENGAMBILAN VAKSIN
•
• Pengambilan Pengambilan Menggunakan Menggunakan peralatan peralatan rantai rantai vaksin vaksin yang yang sudahsudah
ditentukan.
ditentukan. Misalnya Misalnya Cold box Cold box atau atau vaccine cariervaccine carier
•
• Jenis Jenis peralatan peralatan pembawa pembawa vaksin vaksin disesuaikan disesuaikan dengan dengan jumlahjumlah
vaksin yang akan diambil
vaksin yang akan diambil
•
• Sebelum Sebelum memasukkan memasukkan vaksin kedalam vaksin kedalam alat pembawa, alat pembawa, periksaperiksa indikator vaksin (VVM) kecuali
indikator vaksin (VVM) kecuali BCG. VBCG. Vaksin yang boleh aksin yang boleh digunakandigunakan hanya bila
hanya bila Indikator Indikator VVM VVM tingkat tingkat A A atau Batau B. Sedangkan . Sedangkan bila VVMbila VVM pada tingkat C atau D tidak usah diterima karena tidak dapat
pada tingkat C atau D tidak usah diterima karena tidak dapat digunakan lagi.
digunakan lagi.
•
• Masukan kotak Masukan kotak cair dingin (coocair dingin (cool pack) l pack) kedalam alat kedalam alat dan dan dibagiandibagian tengah
tengah diletakkan diletakkan termometer termometer mullermuller, , untuk untuk jarak jarak jauh jauh bila bila freezefreeze tag/watch
tag/watch tersedia tersedia dapat dapat dimasukkan kedalam dimasukkan kedalam alat alat pembawa.pembawa.
•
• Alat pembawa vaksin Alat pembawa vaksin yang sudah berisi yang sudah berisi vaksin, selama perjavaksin, selama perjalananlanan
dari Kabupaten /Kota ke Puskesmas tidak boleh
dari Kabupaten /Kota ke Puskesmas tidak boleh kena sinar mataharikena sinar matahari
langsung
PENGGUNAAN VAKSIN DI UNIT
PENGGUNAAN VAKSIN DI UNIT
PELAYANAN
PELAYANAN
a.
a. Di
Di pu
pusk
skes
esma
mas d
s dan
an un
unit
it pe
pela
laya
yana
nan s
n sta
tati
tis
s
lainnya (RS, Klinik Bersalin, Praktek Swasta).
lainnya (RS, Klinik Bersalin, Praktek Swasta).
b.
a. Di puskesmas dan
a. Di puskesmas dan unit pelayanan statis lainnya (RS,
unit pelayanan statis lainnya (RS,
Klinik Bersalin, Praktek Swasta).
Klinik Bersalin, Praktek Swasta).
•
• Jumlah vaksin yang diperlukan disesuaikanJumlah vaksin yang diperlukan disesuaikan
dengan pengalaman pemakaian rata- rata
dengan pengalaman pemakaian rata- rata
setiap hari pelayanan.
setiap hari pelayanan.
•
• Vaksin disimpan dalam vaksin carier yangVaksin disimpan dalam vaksin carier yang
diberi kotak dingin cair.
diberi kotak dingin cair.
•
• Letakkan vLetakkan vaksin carier aksin carier di meja di meja yang tidakyang tidak
terkena sinar matahari langsung.
terkena sinar matahari langsung.
•
• Dalam penggunaan, letakkan vaksin diatasDalam penggunaan, letakkan vaksin diatas
spon /
spon / busa yang busa yang berada berada didalam vaksindidalam vaksin
carier.
carier.
•
• Di dalam vaksin carier tidak boleh ada airDi dalam vaksin carier tidak boleh ada air
yang
yang merendam vmerendam vaksin. Ini aksin. Ini untuk untuk mencegahmencegah
kontaminasi vaksin dari bakteri lain.
b. Di Posyandu dan komponen lapangan
b. Di Posyandu dan komponen lapangan
Prinsipnya sama seperti di komponen
Prinsipnya sama seperti di komponen
Statis,
Statis, intinya vintinya vaksin tetap aksin tetap pada pada suhusuhu + + 2C2C
s/d +8, Hal yang perlu di
s/d +8, Hal yang perlu diperhatikan :perhatikan :
•
• Jumlah vaksin yang dibawa perlu ditambahJumlah vaksin yang dibawa perlu ditambah
cadangan secukupnya.
cadangan secukupnya.
•
• Vaksin Vaksin disusudisusun n dalam dalam vaccine vaccine carier.carier.
•
• Sisa vaksin yg belum dibuka diberi tandaSisa vaksin yg belum dibuka diberi tanda
khusus untuk didahulukan penggunaannya
khusus untuk didahulukan penggunaannya
pada jadwal pelayanan berikutnya selama
pada jadwal pelayanan berikutnya selama
VVM masih dalam
VVM masih dalam kondisi A atakondisi A atau B.u B.
•
• Sisa vaksin yang sudah dibuka padaSisa vaksin yang sudah dibuka pada
kegiatan lapangan/pelayanan di luar gedung
kegiatan lapangan/pelayanan di luar gedung
lainnya tidak boleh digunakan lagi.
Masa Pemakaian Vaksin dari Vial yang sudah
Masa Pemakaian Vaksin dari Vial yang sudah
dibuka di Unit Pelayanan Statis
dibuka di Unit Pelayanan Statis
V
V
AKSI
AKSI
N
N
MASA
MASA
PEMA
PEMA
KAIA
KAIA
N
N
Polio
Polio
2 minggu
2 minggu
DPT
DPT
–
–
HB
HB
4 minggu
4 minggu
TT
TT
4 minggu
4 minggu
DT
DT
4 minggu
4 minggu
Hepatitis B
Penggunaan vaksin dari vial yang sudah dibuka pada
Penggunaan vaksin dari vial yang sudah dibuka pada
pelayanan statis
pelayanan statis (PUSK, RS, RB):
(PUSK, RS, RB):DPT-HB,
DPT-HB, DPTDPT, , TT TT : : 4 4 mingguminggu
POLIO
POLIO : : 2 2 mingguminggu
BCG
BCG : : 3 3 jam jam setelah setelah dilarutkandilarutkan
CAMP
CAMPAK AK : : 6 6 jam jam setelah setelah dilarutkandilarutkan
dengan
dengan syarat syarat : : Belum Belum Exp Exp (Kadaluarsa)(Kadaluarsa)
Suhu disimpan dalam +2°C
Suhu disimpan dalam +2°C – – +8°C +8°C
Tidak pernah terendam air
Tidak pernah terendam air
Sterilitas terjaga
Sterilitas terjaga
VVM
VVM A A atau atau BB
Pada botol ditulis tanggal mulai
Pada botol ditulis tanggal mulai dipakaidipakai
OPEN VIAL POLICY
OPEN VIAL POLICY
Pada pelayanan dinamis tidak boleh