BAB III
METODELOGI PENELITIAN
A.
Waktu Dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dimulai dari awal September - November 2015. Penulis memilih tempat penelitian yang berlokasi di PT. Astra Credit Companies (ACC) cabang Kwitang yang beralamat di Jl. Kwitang Raya No. 10 Kel. Kwitang Kec. Senen Jakarta Pusat 10420.
B.
Desain Penelitian
Desain penelitian ini dalam suatu penelitian kausal, oleh karena itu desain yang digunakan menganalisis adalah “Desain Kausal” yaitu desain ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya, sifat hubungan yang mungkin terjadi variabel-variabel itu ada tiga kemungkinan,yaitu : a. Hubungan simetris apabila sebuah variabel berhubungan dengan vaiabel
lainnya, tetapi adanya variabel tersebut bukan disebabkanyang lain.
b. Hubungan asimetris, sejenis hubungan antara variabel dimana satu variavel atau lebih mempengaruhi variabel lainnya, tetapi hubungan tersebut timnal balik.
c. Hubungan timbal balik, jika ada dua variabel X dan Y yang berhubungan, maka hubungan anatar X dan Y terebut mempunyai hubungan timbal balik dan hubungan mempunyai dua arah.
C.
Devinisi Data Operasional Variabel
Suatu konsep yang digambarkan dalam definisi konsep tentu saja tidak akan dapat diobservasi atau diukur gejalanya di perusahaan. Untuk dapat diobservasi atau diukur, maka suatu konsep harus didefinisikan secara operasional. Definisi operasional variabel berisikan indikator-indikator dari suatu variabel, yang memungkinkan peneliti mengumpulkan data yang relevan untuk variabel tersebut. Dalam penelitian ini definisi operasional variabel adalah sebagai berikut:
1. Beban kerja variabel bebas (X1)
Dari variabel beban kerja(x1) meliputi fisik kerja dan fisik mental, variabel ini diukur dengan menggunakan 5 poin skala Likert, responden diminta untuk memberikan konfirmasi atas pernyataan-pernyataan yang diberikan dalam skala 1 (sangat tidak setuju) sampai dengan 5 (sangat setuju)
2. Stres Kerja variabel bebas (X2)
Variabel stres kerja (x2) meliputi beberapa pandangan dari segi tuntutan tugas, tuntutan peran dan tuntutan pribadi. Stres kerja diukur dengan menggunakan 5 poin skala Likert, responden diminta untuk memberikan konfirmasi atas pernyataan-pernyataan yang diberikan dalam skala 1 (sangat tidak setuju) sampai dengan 5 (sangat setuju).
3. Produktivitas Karyawan sebagai variable terkait (Y)
Adapun indikator dari produktifitas karyawan diukur melalui: lingkungan, waktu kedisiplinan, fasilitas, dan tekanan. Variabel produktifitas karyawan diukur
dengan menggunakan 5 poin skala Likert dari tingkat 1 (sangat tidak setuju) hingga 5 (sangat setuju). Masing-masing indikator dijabarkan ke dalam beberapa pertanyaan yang dituliskan dalam kuesioner.
Tabel 3.1
OPERASIONAL VARIABEL
Variabel Definisi/Dimensi Indikator Skala
Beban Kerja (X1) Sumber : Utomo (2008) -Faktor Eksternal -Faktor Internal -Tugas -Organisasi Kerja -Lingkungan kerja -Kondisi Kesehatan -Kondisi Psikis Ordinal Stres Kerja (X2) Sumber : Robbins (2007)
Kondisi yang dinamis dimana seseorang dikonfrontasikan dengan kesempatan,hambatan,
atau tuntutan yang
berhubungan dengan apa yang diinginkan.
-Tugas -Pekerjaan
-Di Luar Pekerjaanc
Ordinal
Produktivitas Kerja Karyawan ( Y ) Sumber : Nasution (2010)
Rasio antara hasil kegiatan
outpout (keluaran)
mewujudkan hasil input
(masukan ) -Kualitatif Kerja -Kuantitatif Kerja -Waktu/Kedisiplinan -Inisiatif -Lingkungan Kerja -Fasilitas Kerja -Tekanan -Tingkat Penghasilan Ordinal
Sumber : Jurnal beban,stress terhadap produktifitas kerja karyawan
D. Populasi Dan Sampel Penelitian
Agar pembahasan lebih terarah dan sistematis sesuai dengan tujuan penelitian, maka penelitian berusaha semaksimal mungkin untuk menguraikan
hal-hal yang berkaitan dengan metode penelitian ini adalah populasi dan sampel. Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian Arikunto (2010). Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan ACC cabang kwitang dari tahun 2010 sampai dengan saat ini tidak ada berubahan dan sangat tidak stabil. Dengan jumlah populasi penelitian ini pada tahun 2014 sebesar 80%.
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut menurut (Sugiyono, 2011) “ Bila dikehendaki sampl dipercaya 100% mewakili populasi, maka jumlah anggota sampel sama dengan jumlah anggota populasi. Bila tingkat kepercayaan 95% maka jumlah anggota sampel akan lebih kecil dari jumlah populasi. Sampel yang baik adalah sampel yang representatif yang mewakili dari populasi. Jumlah anggota sampel yang digunakan sebagai sumber data tergantung pada tingkat kepercayaan yang dikehendaki.
Penelitian ini menggunakan sampel berjenis kuisioner tertutup dan membagikan kuisioner tersebut kepada 100 karyawan di satu perusahaan, dimana kuisioner tertutup adalah kuisioner yang jawabannya telah disediakan, responden tinggal memilih jawaban yang sesuai, Berdasarkan judul diatas, maka saya mempunyai tiga variable bebas (X 1-X2) dan satu variable terikat (Y ).
X1 : Pengaruh besar pada beban kerja yang dilakukan
X2 : Stres kerja yang dialami karyawan
E. Tehnik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dalam bentuk angket, didasarkan atas alasan-alasan sebagai berikut : (a) angket dapat digunakan untuk mengumpulkan data atau informasi dari banyak responden dalam waktu yang relative bersamaan; (b) setiap responden menghadapi susunan dan cara pengisian yang sama atas pernyataan-pernyataan yang diajukan; (c) responden memiliki waktu yang cukup untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, sehingga dimungkinkan data yang diperoleh akan lebih akurat; dan (d) responden mempunyai kebebasan memberikan jawaban. Sedangkan dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data sedangkan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak memberikan data kepada pengumpul data Sugiyono (2009). Adapun sumber data terbagi 2 (dua) jenis yaitu :
1. Sumber Data
a. Data Primer data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti dan didapat langsung dari responden pada saat penelitian berlangsung. Data ini di peroleh berdasarkan pernyatan dalam bentuk kuisioner yang diisi leh responden yaitu seluruh karyawan ACC cabang Kwitang
b. Data Sekunder data yang diperoleh daari sumber lain selain responden. Data sekunder digunakan sebagai data penunjang dan data pelengkap dari data
primer yang ada relevansinya dengan keperluan penelitian. Data sekunder dalam penelitian ini diambil diluar dari seluruh karyawan ACC.
2. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian ini yaitu menggunakan kuesioner. Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti gambaran tentang pribadinya, atau hal-hal yang di ketahui Arikunto (2010).
F.
Metode Analisis Data
Analisis data adalah cara mengelolah data yang terkumpul kemudian dapat memberikan interprestasi. Hasil pengelolah data ini digunakan untuk menunjukan masalah yang telah di rumuskan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji validitas dan uji reliabilitas. Instrument (kuesioner) yang baik harus memenuhi dua persyaratan yaitu valid dan reliabel Arikunto (2006).
Penuh dibedakan antara hasil penelitian yang valid dan reliabel dengan instrument yang valid dan reliabel. Hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti. Sedangkan hasil penelitian yang reliabel bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda.
1. Uji Validitas dilakukan untuk masing-masing pertanyaan dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan valid kalau pertanyaan pada suatu kuesioner mampu
mengungkapakan sesuatu yang akan diukur dengan kuesioner tersebut. Uji validitas dilakukan dengan mengisi kuesioner yang terdiri dari 20 pertanyaan dengan jumlah 30 responden. Untuk mengetahui validitas suatu instrument (dalam hal ini kuesioner) dilakukan dengan cara melakukan korelasi antar skor masing-masing variabel dengan skor totalnya. Suatu variable (pertanyaan) dikatakan valid bila skor tersebut berkorelasi secara signifikan dengan skor totalnya.
2. Uji Reliabilitas ini adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur dipercaya atau dapat diandalkan. Bila suatu alat ukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat ukur tersebut reliabel. Atau dengan kata lain, reliabilitas menunjukkan konsistensi suatu alat ukur di dalam mengukur gejala yang sama.
3. Uji Instrument itu merupakan alat yang digunakan untuk melakukan sesuatu. Sedangkan penelitian memiliki arti pemeriksaan, penyelidikan, kegiatan pengumpulan data, pengolahan, analiss dan penyajian data secara sistematis dan objektif.
4. Uji Normalitas Data ini digunakan untuk menguji tingkat kenormalan dirtribusi residual. Uji normalitas data dapat dilakukan dengan uji Histrogram, uji normal P Plot, uji Chi Square, Skewness dan Kurtosis atau uji Kolmogorov
Smirnov. Tidak ada metode yang paling baik atau paling tepat. Pengujian dengan metode grafik sering menimbulkan perbedaan persepsi di antara beberapa pengamat, sehingga penggunaan uji normalitas dengan uji statistic bebas dari keragu-raguan, meskipun tidak ada jaminan bahwa pengujian dengan uji statistik lebih baik dari pada pengujian dengan metode grafik. Adapun tingkat kenormalan ini dapat dilihat memalui P-P Plot. Bila Plot terletak atau tersebar didekat garis linear, maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi secara normal. Selain menggunakan analisis grafik, pengujian normalitas dapat dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov. Hipotesis pengujian ini
Hipotesis Uji :
Ho : Residual mengikuti fungsi distribusi normal Ha : Residual tidak mengikuti fungi distribusi normal
Kriteria Uji :
Kriteria penerimaan hipotesisi adalah jika nilai p > 0,05 maka hipotesis nol akan diterima, dan jika nilai p < 0,05. Maka hipotesis nol akan di tolak, Supranto dan Limakrisna (2013).
5. Uji Heteroskedastisitas ini digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik, yaitu ketidak samaan varian dari residual untuk semua pengamatan model regresi, Supranto dan Limakrisna (2013). Metode heterokedastisitas yang digunakan dalan dalam penelitian ini adalah metode grafik yang terdiri pola plot. Jika plot menyebardi atas dan bahwa angka 0 pada sumbu
y serta dikiri dan kanan angka 0 pada sumbu x, maka tidak terjadi heterokedastisitas.
6. Uji Multikolinearitas ini digunakan untuk menganalisis apakah variabel independen saling berhubungan atau tidak, Supranto dan Limakrisna (2013). Adapun yang harus dipenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas. Ada beberapa metode pengujian yang bisa digunakan diantaranya yaitu dapat dilihiat dari nilai Variance Inflation Factor. Jika nili VIF dibawah angka 10 atau memiliki toleransi diatas 0,1 , maka dapat dikatakan tidak terjadi masalah multikolinearitas.
G.
Uji Regresi Berganda
Analisis ini berhubungan secara linear antara dua atau lebih variabel independen (X1, X2, …Xn) dengan variabel dependen (Y). Analisis ini untuk mengetahui arah hubungan anatar variavel independen dengan variabel dependen berhubungan positif atau negative untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai independen mengalami kenaikan atau penurunan. Adapun contoh persamaan regresi berganda sebagai berikut :
Y=a+b1X1+b2X2+e Dimana :
Y : Produktifitas kerja karyawan ACC X1 : Beban kerja
a : Bilangan Konstanta e : Residual
A. Uji F
Uji F ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variael bebas secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel terikat. Signifikan berarti hubungan terjadi dapat berlaku untuk populasi. Penggunaan tingkat signifikannya beragam, tergantung keinginan penelitian, yaitu 0,01 (1%) ; 0,05 (5%) ; dan 0,10 (10%). Hasil uji F dilihat dalam table ANOVA dalam kolom signifikan. Sebagai contoh, kita menggunakan taraf signifikansi 5% (0,05), jika nilai probabilitas < 0,05 maka dapat dikatakan terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Namun, jika nilai signifikansi >0,05 maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama antara variabel bebas terhadap variabel terikat.
B. Uji t
Uji t digunakan untuk menguji secara parsial masing-masing variabel. Hasil uji t dapat dilihat table coefficients pada kolom significance. Jika probabilitas nilai t atau signifikansi <0,05, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial. Namun, jika probabilitas nilai t atau signifikansi >0,05, maka dapat dikatan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara masing-masing variabel bebas terhadap variabel terkait.