• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS KAPITA SELECTA SOSANTROP2011.doc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SILABUS KAPITA SELECTA SOSANTROP2011.doc"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

SILABUS

Mata Kuliah : Kapita Selekta Sosiologi-Antropologi Kode Mata Kuliah : SEJ 404

SKS : 2 (dua)

Semester : Genap

Kelompok Mata Kuliah : Program Studi

Status Mata Kuliah : Mata Kuliah Pilihan Pengganti Skripsi

Prasyarat :

Dosen : Dra. Leli Yulifar M.Pd. Drs. Syarif Moeis

TUJUAN MATA KULIAH :

Melalui perkuliahan ini Mahasiswa dapat :

1. Memahami dan menjelaskan pengertian dasar tentang Antropologi 2. Memahami dan menjelaskan timbulnya Antropologi sebagai suatu ilmu

3. Memahami dan menjelaskan Antropologi dalam dua pembagian besar, yaitu Antropologi fisik dan Antropologi Budaya

4. Membedakan Antropologi dengan ilmu sosial lain yang juga mempelajari tentang manusia, tentang fenomena kehidupan manusia

5. Membedakan Antropologi dengan Sosiologi, sebagai ilmu yang sama-sama mempelajari masyareakat dan kebudayaan

6. Menentukan kontribusi dan kedudukan Antropologi terhadap ilmu sosial lainnya, terutama dengan Sejarah, dan demikian sebaliknya

7. Memahami dan menjelaskan sejarah dan perkembangan kebudayaan dalam kehidupan manusia

DESKRIPSI MATA KULIAH

Kebudayaan sebagai bentuk yang komprehensif, melibatkan hubungan dari berbagai wujud nilai, aktivitas, dan material dengan unsur kebudayaan universal, dimana hampir dari seluruh aktivitas dan produktivitas manusia tersebut berorientasi pada suatu sistem nilai budaya yang bersumber dari nilai-nilai keagamaan, filsafat, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan seni.

(2)

Terdapat dua teori besar tentang perkembangan kebudayaan dalam masyarakat; Teori Evolusi, sebagai teori lama, menekankan bahwa kebudayaan itu berkembang dengan sendirinya secara internal, keadaan-keadaan dari dalam masyarakatlah yang mendorong timbulnya seperangkat nilai yang menjadi acun hidup dari anggota masyarakat tersebut; pada sisi lain teori difusi – akulturasi menyatakan bahawa keberadaan suatu masyarakat dan kebudayaan tidak bisa terlepas dari keberadaan masyarakat lain, karena dari berbagai kasus, ternyata masing-masing kebudayaan itu saling mempengaruhi, Keterhubungan antara berbagai kebudayaan ternyata banyak menimbulkan perubahan mendasar pada masing-masing kebudayaan.

Pada bahasan lain, mata kuliah ini juga mencoba menggambarkan perbedaan prinsipil kebudayaan dari beberapa bentuk masyarakat dan bagian dari masyarakat seperti masyarakat tradisional-transisional-modern, masyarakat kota-desa, masyarakat pantai-pedalaman, pribumi-pendatang dan sebagainya.

Akhirnya, sebagai suatu kajian spesifik dari disiplin Antropologi, maka dalam hal ini unsur kajian organisasi sosial khususnya unsur kekerabatan dan unsur kepercayaan menjadi substansi penting untuk disampaikan sebagai bentuk kelengkapan dan keutuhan studi Antropologi (holistik).

PENDEKATAN PEMBELAJARAN 1. Tatap muka di kelas / Ceramah

2. Menyediakan situs internet sebagai media pengayaan komunikasi 3. Pencarian sumber melalui media internet

4. Memberikan tugas individual dan kelompok 5. Melakukan kegiatan praktikum :

Merancang kegiatan, membuat instrumen, melakukan penelitian, membuat laporan 6. Diskusi kelompok

EVALUASI

1. Ujian Tengah Semester (UTS) 2. Ujian Akhir Semester (UAS) 3. Tugas Individual

4. Tugas Kelompok 5. Aktivitas Kelas :

Kehadiran, Disiplin, Diskusi

RINCIAN MATERI PERKULIAHAN TIAP PERTEMUAN Pertemuan 1 : Pengantar

Orientasi materi umum pembelajaran Mata kuliah, maksud dan tujuan pembelajaran, isi pembelajaran, mekanisme, dan evaluasi pembelajaran

(3)

Pertemuan 3 : Spesialisasi dalam Antropologi

Pertemuan 4 : Dinamika Kebudayaan

Pertemuan 5 : Lingkungan alam dan kebudayaan

Pertemuan 6 : Teori Evolusi (perubahan dari dalam masyarakat)

Pertemuan 7 : Teori Difusi dan akulturasi (perubahan dari luar masyarakat)

Pertemuan 8 : UJIAN TENGAH SEMESTER

Pertemuan 9 : Fenomena kebudayaan :

Pluralisme kebudayaan

kebudayaan super dan kebudayaan sub

Pertemuan 10 : Budaya pantai budaya pedalaman

Budaya global, budaya Nasional, dan budaya lokal

Pertemuan 11 : Perspektif kebudayaan menurut dimensi bentuk masyarakat Tradisional, transisional, dan modern

Pertemuan 12 : Perspektif kebudayaan menurut kajian orientasi sistem nilai budaya

Pertemuan 13 : Antropologi dan kolonialisme

Pertemuan 14 : Sistem Kekerabatan

Pertemuan 15 : Sistem kepercayaan

Pertemuan 16 : UJIAN AKHIR SEMESTER

Bahan-bahan kajian :

Rujukan Utama :

Bakker, SJ.,J.W.M. (1984). Filsafat Kebudayaan, Sebuah Pengantar., Yogyakarta : Penerbit Yayasan Kanisius – BPK Gunung Mulia.

Bachtiar- G Tan-Sadli-Sumardi (1988). Masyarakat dan Kebudayaan, Kumpulan Karangan Untuk Prof.Dr. Selo Soemardjan. Jakarta : Penerbit Djambatan.

Ihromi, T.O. ed. (1980). Pokok-Pokok Antropologi Budaya; Jakarta: PT Gramedia.

(4)

Koentjaraningrat. (1990). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: PT. Dian Rakyat Koentjaraningrat. (1990). Sejarah Teori Antropologi, jilid 1-2, Jakarta: Penerbit

Universitas Indonesia.

Kuper, Adam (1996). Pokok dan Tokoh Antropologi; Jakarta : Penerbit Bhatara

Laurer, Robert H. (1993). Perspektif Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Rineka Cipta. Melalatoa, Junus M. ed. (1997). Sistem Budaya Indonesia, Jakarta: Kerjasama FISIP

Universitas Indonesia dengan PT. Pamator

Peurseun, Van C.A. (1984). Strategi Kebudayaan, (terj.), Yogyakarta: Penerbit Kanisisus.

Rujukan Pengayaan :

Alfian., Tan, Melly G., Soemardjan, Selo. (1980). Kemiskinan Struktural : Suatu Bunga Rampai. Jakarta: Pulsar.

Adimihardja, Kusnaka. (1983). Kerangka Studi Antropologi Sosial, Bandung: Penerbit Trsito.

Ankersmit. (1987). Perspektif Tentang Sejarah, Pendapat-Pendapat Modern Tentang Filsafat Sejarah (terj.);Jakarta: PT Gramedia.

Boelaars, Y. (1984). Kepribadian Indonesia Modern, Suatu Peelitian Antropologi Budaya. Jakarta: PT Gramedia

Foster, M George. (1962). Traditional Culture: And The Impact of Technological Change. California: University Od California at Barkeley.

Geertz, Hildred. (1981). Aneka Budaya Dan Komunitas Di Indonesia (terj.), Jakarta: Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial & FS UI.

Grusky, David B.ed. (1994). Social Strtification, Class, Race And Gender; Boulder-San Fransisco-Oxford: Westview Press.

Haferkamp, Hans-Smelser, Neil J. (1992). Social Change And Modernity; Berkeley-Los Angeles: University Of California Press – Oxford: University Of California, Ltd. Harsoyo. (1999). Pengantar Antropologi; Bandung: Penerbit Putra A Bardin

Kartodirdjo,Sartono. (1984). Melihat Sejarah Dari Segi Baru dlm. Frederick,W.H-Soeroto,S. ed. (1984). Pemahaman Sejarah Indonesia Sebelum Dan Sesudah Revolusi; Jakarta: LP3ES.

Koentjaraningrat. (1984). Kebudayaan, Mentalitet dan Pembangunan, Jakarta: Penerbit PT Gramedia.

Koentjaraningrat. (1993). Masalah Kesukubangsaan Dan Integrasi Nasional, Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia (UI-Press)

Koentjaraningrat. (1996). Pengantar Antropologi I - II; Jakarta: Rineka Cipta.

Meno, S-Alwi, Mustamin. (1994). Antropologi perkotaan, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada

Redfield, Robert (1982). Masyarakat Petani Dan Kebudayaan, (terj.), Jakarta: CV Rajawali.

Scott, C James. (1985). Moral Ekonomi Petani, (terj.), Jakarta: LP3ES.

Referensi

Dokumen terkait

Konsep kurikulum berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan praktik pendidikan,jugabervariasi sesuai dengan aliran tau teori pendidikan yang dianut.Menurut pandangan

Dalam menganalisis dampak ketergantungan yang besar pada ekspor sumber daya alam terhadap ciri hubungan negara-masyarakat, penting untuk menekankan bahwa terdapat dua fokus

Evolusi Kultural Manusia menunjukkan suatu perkembangan kebudayaan dan masyarakat dari tingkat yang sederhana menuju tingkat yang kompleks dan tingkat-tingkat yang tetap

Ciri teori modernisasi lama yang memandang permasalahan muncul dari dalam masyarakat sendiri, tergambar pula pada teori-teori komunikasi pembangunan di sini yang lebih

modernisasi, terutama banyak diilhami oleh asumsi-asumsi dasar teori evolusi yang memandang bahwa sejarah perkembangan manusia dan masyarakat berjalan linier dari

Teori evolusi menjelaskan bahwa perubahan sosial terjadi secara lambat untuk waktu yang lama di dalam sistem masyarakat. Menurut teori ini, perubahan sosial terjadi

oleh masyarakat, bahwa kebudayaan lama belum tentu tidak sesuai dengan perkembangan peradaban manusia itu sendiri. Salah satu unsur kebudayaan yang mengalami

Mempelajari tentang proses perkembangan fisik manusia evolusi fisik, proses keanekaragaman fisik manusia, tahapan kebudayaan dan peradaban manusia serta sistem sosial budaya