• Tidak ada hasil yang ditemukan

T1 152010029 BAB III

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T1 152010029 BAB III"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Bentuk dan Strategi Penelitian

Mengacu pada permasalahan yang dirumuskan, maka skripsi yang berjudul

Peran Kyai Ibrahim Tunggul Wulung Dalam Penyebaran Agama Kristen Di Desa

Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati merupakan penelitian kualitatif

dengan menggunakan bentuk penelitian diskritif-naratif. Bentuk penelitian ini

akan menghasilkan sebuah tulisan hasil dari data yang telah dihimpun, kemudian

diidentifikasi, serta dibandingkan dengan sumber yang lain setelah itu ditafsirkan

serta dianalisis sehingga didapatkan hasil deskriptif-naratif yang valid dan relevan

dengan obyek penelitian.

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis yaitu

prosedur pemecahan masalah dengan menggunakan data masa lalu atau

peninggalan-peninggalan baik untuk memahami kejadian atau suatu keadaan yang

berlangsung pada masa lalu terlepas dari keadaan masa sekarang maupun untuk

memahami kejadian atau keadaan masa lalu, selanjutnya kerap kali juga hasilnya

digunakan untuk meramalkan kejadian atau keadaan masa yang akan datang

(2)

Adapun urutan yang harus dilakukan oleh penulis dalam metode

penelitian sejarah, antara lain:

1. Heuristik

Sebagai langkah awal adalah heuristik atau dalam bahasa Jerman

Quellenkundee, yaitu sebuah kegiatan mencari sumber-sumber untuk

mendapatkan data-data, atau materi sejarah. Penulis dalam penelitian ini untuk

menemukan sumber-sumber sejarah menggunakan teknik studi pustaka dan

wawancara dengan narasumber. Dalam perpustakaan bisa ditemukan arsip,

buku, majalah dan surat kabar yang ada hubungannya dengan masalah yang

diteliti.

2. Kritik

Kritik dilakukan setelah data-data sejarah terkumpul dengan tujuan untuk

menguji mengenai kebenaran atau ketepatan sumber (verifikasi) yang terkait

dengan penelitian. Dalam penelitian ini dilakukan melalui kritik sumber,

yaitu:

a. Kritik Ekstern

Fungsi dari kritik ekstern adalah memeriksa sumber sejarah dari

suatu penelitian untuk mendapatkan informasi yang mungkin, dan

mengetahui keaslian (authenticity) sumber. Penulis dalam melakukan

kritik ekstern dengan cara melihat tanggal, bulan, tahun serta siapa

pengarang sumber tersebut dengan mengidentifikasi sikap serta latar

(3)

b. Kritik intern

Kritik intern dalam penelitian ini dilakukan dengan cara

membandingkan sumber yang satu dengan sumber yang lain sehingga

didapatkan fakta sejarah yang benar-benar relevan dengan tema

penelitian.

3. Interpretasi

Dalam penelitian ini dilakukan dengan menafsirkan dan menetapkan

makna serta hubungan dari fakta-fakta yang ada. Fakta-fakta yang telah

diseleksi tersebut dihubungkan satu sama lain sehingga muncul fakta yang

relevan yang akan menjadi suatu kisah sejarah.

4. Historiografi

Langkah terakhir ini merupakan langkah menulis jejak-jejak sejarah

berdasarkan data yang telah dikumpulkan, dianalisis, dan ditafsirkan sehingga

tersusun sebuah karya sejarah

C. Jenis Penelitian

Berdasarkan permasalahan yang sudah dirumuskan, maka skripsi yang

berjudul Peran Kyai Ibrahim Tunggul Wulung Dalam Penyebaran Agama Kristen

Di Desa Banyutowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati merupakan jenis

penelitian sejarah Intelektual. Sejarah intelektual yakni sejarah yang mempelajari

mengenai etos kerja, jiwa, ide, dan nilai-nilai yang mempengaruhi kehidupan

manusia dan masyarakat, bangsa, dan negara dari dulu hingga sekarang sehingga

(4)

masyarakat, bangsa, dan negara. Tujuannya adalah ingin memperoleh gambaran

dan wawasan luas yang bersifat intelektual (Leo Agung, 1:2013). Sejarah intelektual mencoba mengungkapkan latar belakang sosio-kultural para pemikir,

agar dapat mengekstrapolasikan faktor-faktor sosio-kultural yang

mempengaruhinya. Aspek yang sangat menarik dari sejarah intelektual ialah

dialektik yang terjadi antara ideologi dan penghayatan oleh penganutnya

Sebagai tokoh Agama Kristen yang berpengaruh di Jawa, Kyai Ibrahim

Tunggul Wulung tahu benar bahwa suatu ide dan gagasan sangat dibutuhkan

dalam membentuk suatu komunitas, oleh sebab itu Kyai Ibrahim Tunggul

Wulung menawarkan pengajaran yang baru yang menunjukkan jati diri para

pengikutnya. Ide dan gagasan yang baru akan menimbulkan kegoncangan pada

suatu ide dan gagasan lama, suatu hal yang sangat dipahami oleh Kyai Ibrahim

Tunggul Wulung tetapi pada akhirnya pemahaman tersebut menghasilkan suatu

tatanan baru yang berupa Desa Kristen Banyutowo.

D. Data dan Sumber Data

Sumber data penelitian yaitu sumber subjek dari tempat mana data bisa

didapatkan. Dalam penelitian ini ada dua sumber data yang dimanfaatkan yaitu

informan dan sumber pustaka. Pengertian informan adalah orang yang

memberikan sejumlah informasi yang dibutuhkan. Informan yang dimaksud

adalah orang-orang yang mengetahui sejarah tentang peranan Kyai Ibrahim

(5)

hal ini Informan dapat diperoleh dari keturunannya maupun masyarakat sekitar

salah satunya adalah Bapak Drie S. Brotosudarmo sebagai keturunan dari Kyai

Ibrahim Tunggul Wulung maupun penduduk setempat serta tokoh-tokoh gereja.

Sedangkan sumber lainnya dapat diperoleh dengan cara memanfaatkan

sumber pustaka. Sumber pustaka dalam penelitian ini dapat diperoleh melalui

koleksi buku Perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana dan perpustakaan

pribadi Drie S. Brotosudarmo.

E. Teknik Pengumpulan Data

Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan 3 cara, yaitu studi

dokumen, wawancara, studi pustaka

1. Tehnik Studi dokumen

Dokumen merupakan sumber tertulis bagi informasi sejarah

sebagai kebalikan daripada kesaksian lisan, artefak,

peninggalan-peninggalan terlukis dan petilasan-petilasan arkeologi (Louis Gottschalk,

1975:38). Dokumen dalam penelitian ini dapat diperoleh dengan cara

mendokumentasikan peninggalan-peninggalan serta tempat-tempat yang

berkaitan dengan penelitian lewat media kamera berupa gambar foto.

2. Tehnik Wawancara

Dalam suatu penelitian, banyak sekali permasalahan yang tidak

tertangkap dalam dokumen-dokumen. Dokumen hanya menjadi saksi dari

kejadian-kejadian penting menurut kepentingan pembuat dokumen dan

(6)

unik yang dialami seseorang atau segolongan orang. Minat dan perhatian

sejarawan akan berbeda dengan minat dan perhatian pembuat dokumen,

sehingga sejarawan harus mencari sendiri cara untuk mendapatkan

keterangan. Dengan teknik wawancara yang benar, keabsahan

keterangan-keterangan lisan pun dapat dipertanggungjawabkan (Kuntowijoyo,

1994:22).

Tehnik penelitian ini untuk memastikan antara dokumen dengan

informan mempunyai kevalidan yang sama. Sumber-sumber buku dan

dokumen yang diperoleh akan dilakukan perbandingan dengan informan,

maka hanya sumber-sumber yang berguna bagi penelitian sajalah yang

akan diambil sebagai sumber penelitian. Wawancara dilakukan dengan

Bapak Drie Brotosudarmo sebagai keturunan Kyai Ibrahim Tunggul

Wulung, perangkat gereja baik jemaat ataupun Pendeta yang mengetahui

tema penelitian tentang Peran Kyai Tunggul Wulung dalam penyebaran

Agama Kristen di Banyutowo.

Langkah-langkah yang digunakan penulis dalam tehnik wawancara

tersebut adalah:

a. Membuat daftar pertanyaan wawancara

b. Menentukan informan yang berkompetensi menjawab

pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan penelitian

c. Membuat jadwal wawancara

(7)

3. Tehnik Studi Pustaka.

Studi kepustakaan adalah segala usaha yang dilakukan oleh

peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau

masalah yang akan atau sedang diteliti. Dalam usaha mengumpulkan data

melalui teknik studi pustaka, peneliti melakukan pencatatan isi atau

memfotocopy data yang akan diperoleh yaitu arsip, buku-buku yang

memuat tentang permasalahan yang diteliti sehingga data yang dibutuhkan

dapat terkumpul. Sekiranya data sekunder berupa buku yang relevan dari

perpustakaan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga diambil

dan dijadikan sumber pustaka.

F. Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data sejarah. Teknik analisis

data sejarah adalah analisis data yang mengutamakan ketajaman dalam

melakukan intepretasi data sejarah. Dari data yang terkumpul kemudian

dibandingkan antara sumber data yang satu dengan sumber data yang lain

sehingga menghasilkan fakta sejarah, kemudian dari fakta tersebut diseleksi,

diklarifikasi, kemudian ditafsirkan sehingga menghasilkan historiografi.

G. Validitas Data

Untuk menguji tingkat kepercayaan kebenaran data yang diperoleh bisa

menggunakan tehnik Trianggulasi Sumber. Trianggulasi adalah tehnik

(8)

untuk keperluan perbandingan (Lexy. J. Moleong, 1994:178). Siklus Trianggulasi

data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Sumber Data

(9)

H. Kerangka Berpikir

Penelitian dengan judul Peran Kyai Ibrahim Tunggul Wulung Dalam

Penyebaran Agama Kristen Di Banyutowo Pati dapat dilihat dalam skema

kerangka berpikir sebagai berikut:

Kyai Ibrahim Tunggul Wulung

Penyebaran Agama Kristen

Doktrin Pola Interaksi dan Pendidikan Media

Agama Kristen Komunitas Kristen Banyutowo Budaya Jawa

Rumah Jawa

Tembang Jawa

Rapal Ngaji

(10)

Penjelasan Singkat:

 Biografi Kyai Ibrahim Tunggul Wulung serta perjalanan hidup Kyai Ibrahim

Tunggul Wulung dalam proses mengenal kekristenan

 Kyai Ibrahim Tunggul Wulung menjadi salah satu tokoh yang melakukan

penginjilan di daerah sekitar Muria.

 Ajaran kekristenan Kyai Ibrahim Tunggul Wulung didasari dari kebutuhan

batin masyarakat Jawa untuk memahami kekristenan secara sederhana. Dari

pemahamannya tentang kekristenan Kyai Ibrahim Tunggul Wulung

mendirikan Desa Banyutowo sebagai eksistensi Kyai Ibrahim Tunggul

Wulung dalam panggilannya mengabarkan Injil, selanjutnya dari Desa

Banyutowo Kyai Ibrahim Tunggul mengakomodasi setiap jemaatnya untuk

bertumbuh dalam iman Kristen serta mendidik jemaat dalam upaya

menciptakan generasi baru yang siap untuk menjadi penginjil.

 Media yang digunakan Kyai Ibrahim Tunggul Wulung untuk penginjilan

antara lain: Jagongan, Padepokan, Rapal, Rumah Jawa, Tembang Jawa,

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

“Pemahaman-pemahaman baru digambarkan sebagai setiap upaya untuk melangkah lebih jauh dari dua model umum yang telah mendominasi sikap-sikap Kristen terhadap

Pengaruh peran serta suami terhadap tingkat kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan di desa jepat lor kecamatan tayu kabupaten pati..

kerja pada Karyawan di KSPS Mubarok Abadi, Dukuhseti, Pati.. Lokasi dan

Mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi petani dalam usahatani kelapa kopyor di Desa Ngagel Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati. Bagi petani, sebagai

Sanggar Satrio Tunggul Wulung Di Desa Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri berdiri sejak tahun 1992 yang didirikan oleh Bambang Sutrisno. Tujuan penelitian ini

Implementasinya di Desa Alasdowo Kecamatan Dukuhseti Kabupaten Pati bahwa praktek yang dilakukan adalah Para Nelayan yang meminjam uang kepada pengepul maka

Menurut pak sutresno (tokoh agama kristen) Pendapat-pendapat tokoh agama lain itu benar semua.. tentang agama dan toleransi. Dari kepala desa juga memberikan

Peran Kyai dalam Pengembangan Pendidikan Agama Islam di Pesantren Lirboyo Kediri.. Pps UIN Maulana Malik