• Tidak ada hasil yang ditemukan

Press Release LKPD Kab LBG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Press Release LKPD Kab LBG"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PRESS RELEASE

BPK PERWAKILAN PROVINSI BENGKULU

PENYERAHAN HASIL PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

KABUPATEN LEBONG TAHUN ANGGARAN 2015

Pasal 31 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 menyatakan bahwa Laporan Keuangan yang telah diperiksa BPK merupakan pertanggungjawaban Kepala Daerah yang disampaikan dalam bentuk rancangan peraturan daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD. Atas pengelolaan keuangan tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Bengkulu telah melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah se-Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2015 yang dilaksanakan dalam bulan April s.d. Mei 2016. Pemeriksaan ditujukan untuk menilai dan memberikan opini atas Kewajaran Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2015 berdasarkan ketentuan yang ditetapkan.

Opini atas laporan keuangan pemerintah daerah melalui penilaian yang dilakukan oleh BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah sesuai dengan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam Laporan Keuangan yang didasarkan pada :

a. kesesuaian laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan; b. kecukupan informasi laporan keuangan;

c. efektifitas Sistem Pengendalian Intern; dan

d. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan.

Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas LKPD TA 2015 pada Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong dilaksanakan pada Jumat, 3 Juni 2016 kepada Ketua DPRD dan Bupati. Hasil pemeriksaan atas LKPD TA 2015 Pemerintah Kabupaten Lebong mengacu ketentuan diatas, serta dibarengi dengan proses kajian yang cukup panjang, dan pembahasan oleh Tim Reviu BPK Perwakilan. Hasil kajian dan pembahasan memutuskan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebong memperoleh predikat opini Wajar Dengan Pengecualian.

Permasalahan yang perlu mendapat perhatian; Temuan pemeriksaan atas Sistem Pengendalian Intern, antara lain: 1)Penyusunan RKA-SKPD tidak didasarkan kepada Analisis

Standar Belanja (ASB) dan Pemerintah Kabupaten Lebong belum menetapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM),2)Perencanaan Belanja Barang/Jasa dan Modal TA 2015 Pemkab

Lebong tidak didasarkan kepada Daftar Kebutuhan Pemeliharaan Barang Milik Daerah, 3)

Penatausahaan Keuangan SKPD, Penyusunan Laporan Pertanggungjawaban Pengeluaran dan Kualitas Informasi Keuangan SKPD belum memadai; dan Temuan pemeriksaan atas Kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan, antara lain: 1) Pertanggungjawaban

Belanja Makan Minum Keperluan Rumah Tangga Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah belum didukung bukti yang lengkap, 2) Realisasi Belanja Penyediaan Jasa Pemeliharaan dan

Perizinan Kendaraan Dinas di Sekretariat DPRD belum didukung bukti yang lengkap, 3)

Pelaksanaan Pekerjaan Jalan Dengan Konstruksi Hotmix dan Lapen, Pekerjaan Irigasi, dan Pekerjaan Gedung Bangunan Oleh Dinas Pekerjaan Umum Tidak Sesuai Spesifikasi.

Harapan BPK kepada Pemerintah Kabupaten Lebong dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerja pengelolaan keuangannya, dan entitas yang belum memperoleh opini WTP agar meningkatkan tata kelola keuangannnya secara lebih optimal sehingga dimasa yang akan datang dapat memperoleh opini yang lebih baik.

Referensi

Dokumen terkait

(b) melakukan pemetaan kompetensi dasar pada mata pelajaran yang diampu; (c) menentukan kompetensi dasar yang sesuai dengan potensi lokal yang dipilih untuk

Anak usia di bawah lima tahun (balita) merupakan kelompok usia yang rentan terhadap gizi dan kesehatan.Pada masa ini daya tahan tubuh anakmasih belum kuat, sehingga risiko

dikumpulkan oleh jro kubayan guwang 9 Dengan pengertian seperti itu, maka arti dari dasa aksara ini adalah orang yang.. mempunyai tingkah laku dan pikiran (idep)

Hasil pencitraan kanker otak (glioma) menggunakan senyawa pengkontras Gd-DTPA-PAMAM G4- nimotuzumab yang dilakukan pada tikus model (tikus yang pada otaknya

Karakterisasi hasil sintesis konjugat yang dilakukan dengan sistem HPLC menggunakan kolom size exclusion (SE) dan detektor UV-Visible menunjukkan adanya serapan konjugat pada t R

Sedangkan belajar menurut (Slamento: 2010, 18) belajar merupakan suatu proses yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku secara

IHSG menunjukkan peluang kenaikan dalam range baru 5.200-5.600, didukung Stochastic Overbought, Fase Akumulasi, closed di atas 5-Day MA, candle Bearish Harami, trend Volume

Berdasarkan perbedaan tersebut, maka dapat dilihat bahwa perbedaan strain N, b, dan tx hanya pada 1 sifat saja (satu sifat beda) sehingga diperoleh persilangan