• Tidak ada hasil yang ditemukan

24 herman dwi surjono Pembelajaran dg elearning mei2011sm

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "24 herman dwi surjono Pembelajaran dg elearning mei2011sm"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

5/23/12

1

Herman Dwi Surjono, Ph.D.

Dosen FT dan PPs UNY Kepala Puskom UNY

[email protected] http://blog.uny.ac.id/hermansurjono

http://herman.elearning-jogja.org http://www.facebook.com/hermands

P

Pe

em

mb

be

ella

ajja

arra

an

n

M

Me

en

ng

gg

gu

un

na

ak

ka

an

n

E

E--lle

ea

arrn

niin

ng

g

1 Pelatihan E-learning di SMK N 2 Tarakan Kaltim

13 - 14 Mei 2011

P Pootteennssii

T TIIKK Perluasan

Akses

Efisiensi

Pembelajaran

Pengajaran Peningkatan

Skill Belajar

Terus menerus Perencanaan & Manajemen

Hubungan Komunitas

Potensi TIK dalam Pendidikan

2

Pembelajaran berbasis TI

 Pembelajaran berbasis komputer (CBL)  CD pembelajaran

 Multimedia pembelajaran

 Aplikasi tutorial

 Games, dll

 Pembelajaran berbasis web (WBL)  E-learning

 Virtual lab

 Website (situs pembelajaran, personal, blog, facebook, dll)

3

Perkembangan

4 1990

2000

2010

CD Pembelajaran, CBL, CBT

Audio dan Video untuk pembelajaran Web Pembelajaran

LMS

Adaptive elearning m-Learning

E-classroom

Berbagai contoh

5

Pengertian E-learning

 Elearning adalah pembelajaran yang memanfaatkan dukungan teknologi informasi  Internet

 Melalui elearning materi pembelajaran dapat diakses dari mana saja dan kapan saja.

 Istilah elearning populer semenjak teknologi internet memasyarakat.

(2)

5/23/12

2

Komponen e-Learning

1.  e-Learning System

  Learning Portal

  Learning Management System (LMS) 2.  e-Learning Content

  Multimedia-based Content

  Text-based Content 3.  e-Learning Infrastructure

  Server and Client

  Network

  Teleconference

Eth

ic

a

l

Insti tutio

nal

R es

ourc

e Su

pp

ort

On-line and off-line resources & support

Management

e-Learning

Pedagogical

Eval uatio

n Te

ch no

lo gic

al

In

te

rfa

c

e

D

e

s

ig

n

Learning and teaching issues Infrastructure, hardware and software Physical layout and navigation Content development and maintenance Academic, administrative & student services Ethical considerations in e-learning Assessment of learner, evaluation of learning environment

Implementasi E-learning

 Implementasi e-learning sangat bervariasi mulai dari yang sederhana hingga yang terpadu

 Flexible dan distributed

 Asynchronous (any time, any place), synchronous (real time, any place), blended/hybrid (campuran)

 Trend E-learning saat ini sering diimplementasikan dengan paradigma pembelajaran on-line terpadu dengan menggunakan LMS.

LMS

(Learning Management Systems

 Adalah paket perangkat lunak untuk:  menyampaikan materi perkuliahan dan

resources on-line (berbasis web)  mengelola kegiatan pembelajaran serta

hasil-hasilnya

 menilai, memonitor, melacak, menyimpan,

dan administrasi

 memfasilitasi interaksi, komunikasi, kerjasama antar guru dan siswa

LMS yang ada di dunia?

 LMS Komersial (Licensed)  WebCT

 Blackboard, dll.

 LMS Open Source  Moodle

 Claroline

 Manhattan

 Atutor

 Dll.

(3)

5/23/12

3

Halaman Mata kuliah

Perlu kita ketahui

 Mengajar melalui web tidak sekedar menaruh file dari buku ke web atau sekedar membuat web dengan berbagai ilustrasi yang colorful.

 Web pembelajaran atau e-learning perlu dibuat dengan memperhatikan dan mengakomodasi rancangan instruksional dan web design.

Rancangan Instruksional

 Menganalisis kebutuhan siswa  Menilai lingkungan pengajaran

 Memperhatikan gap kondisi siswa saat ini dan kondisi ideal:

 pengetahuan, sikap, ketrampilan

 Menentukan skenario pembelajaran:  Kompetensi lulusan, SK-KD

 Tujuan

 Materi pembelajaran

 Indikator

 Soal tes

 Aktivitas pembelajaran

Prinsip web design (1)

 Konsistensi layout, navigasi, teks,

background

 Indikator halaman (identitas, progress,

header)

 Teks: ringkas/padat, bullets, font jelas, warna

kontras, garis bawah hanya untuk links

 Gambar: relevan, caption dekat, resolusi dan

ukuran proposional

 Audio/video/animasi: meaningful, relevant,

simple, short segments

 Modifikasi presentasi dari buku atau

hardcopy

Prinsip web design (2)

 Pemanfaatan Multimedia, Hyperlinks, dan Online Communication dengan tepat

 Multimedia merujuk pada penggunaan berbagai format media secara simultan seperti teks, gambar, suara, animasi, video

 Hyperlinks menghubungkan satu file/lokasi ke

file/lokasi yang lain

 Online Comunications: forum diskusi, ruang

chat, email, video conference

Menyiapkan Materi

> Semua bahan ajar harus dibuat dalam format digital.

> Bahan ajar yang besar (mis: satu diktat) perlu dibagi-bagi menjadi per topik.

> Dokumen dapat berupa: html, txt, doc, pdf, ppt, xls, jpg, swf, zip, mp3, mpeg, mov, wmv, dll.

> Ukuran file dianjurkan tidak terlalu besar (maksimum 5 MB)  dikompres

> File-file ini perlu diorganisir sehingga mudah ditemukan dan digunakan.

(4)

5/23/12

4

No Topik Dokumen Gambar/Animasi Audio/Video Tes/Quiz/Tugas WaktuLink: URL Metode

Mata Pelajaran    :

Kelas/Semester    : 

Guru      :

Standar Kompetensi  :

Kompetensi Dasar  :

Tujuan Pembelajaran  : 

Program Mapping

19

Kesimpulan

 Elearning dapat dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas.

 Sekolah dan guru dapat memanfaatkan berbagai fasilitas gratis untuk membuat elearning.

 Perlu dukungan pimpinan dan staff guru agar elearning dapat berjalan sesuai harapan.

20

Terima kasih

Referensi

Dokumen terkait

   Perlu dukungan pimpinan dan staff guru agar elearning dapat berjalan sesuai harapan (mulai dari pengembangan bahan ajar on-line, pengembangan e-Learning, dan penggunaan

   Web pembelajaran perlu dibuat dengan memperhatikan instruksional design dan web design serta mengakomodasi active

   Tombol bisa berupa teks, icon, atau gambar    Bila berupa icon/gambar harus yg lazim.    Konsisten dalam hal bentuk/tampilan, fungsi, posisi    Ukuran tombol

Penelitian ini berawal dari masalah kurangnya bahan ajar yang digunakan guru, dimana guru hanya megandalkan buku paket dalam proses pembelajaran dan belum dapat mendorong peserta didik berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Guna meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran seni budaya, perlu dikembangkan berbagai model pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) oleh Borg & Gall dimana dari sepuluh langkah penelitian, peneliti membatasi penelitian ini sampai dengan langkah ketiga yaitu pencaria informasi perencanaan dan perancangan dikarenakan artikel ini hanya memuat untuk rancangan penelitian