• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding SEMNASDAL (Seminar Nasional Sumberdaya Lokal) I ISBN:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Prosiding SEMNASDAL (Seminar Nasional Sumberdaya Lokal) I ISBN:"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KARAKTERISTIK WANITA YANG MENGALAMI DISMENOREA

DI UNIVERSITAS ISLAM MADURA

Layla Imroatu, Yulia Paramita

Prodi Kebidanan Universitas Islam Madura Jl. PP. Miftahul Ulum Bettet, Pamekasan 69351, Madura

Telp. 081937288404 E-mail: [email protected]

ABSTRAK

Menstruasi merupakan siklus yang terjadi pada seluruh wanita setiap bulan. Saat menstruasi ada beberapa wanita nyang mengalami nyeri menstruasi yang biasa disebut dymenorrea. Dymenorea yang yang sering terjadi pada wanita adalah dismenorea primer. Penyebab Dismenorea primer belum

diketahui secara jelas, rahim (uterus) pada wanita yang menglami dismenorea tetap normal. Namun

ada beberapa riwayat yang dapat memicu terjadinya dismenorea antara lain usia pertama kali mentruasi, lama menstruasi, kebiasaan olah raga dan riwayat keluarga (keturunan). Desain Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian yang akan dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal dengan satu karakteristik (satu lokasi). Responden adalah semua wanita yang mengalami menstruasi. Proses analisis penelitian ini bersifat induktif, dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data, seperti observasi, wawancara, dokumentasi, diskusi kelompok terfokus, dan melakukan beragam teknik refleksi bagi pendalaman dan pemantapan data. Semua data dan informasi yang diperoleh dianalisis. Setiap data yang diperoleh akan dikomparasikan, setiap unit atau kelompoknya untuk melihat keterkaitan sesuai dengan tujuan penelitian. Selain itu penelitian juga memperoleh informasi tentang Karakteristik wanita dengan dysmenorea.

Kata Kunci : Pasien, Diabetes mellitus.

PENDAHULUAN

Menstruasi merupakan suatu keadaan yang dialami oleh setiap wanita. Menstruasi biasanya dimulai saat anak mencapai usia pubertas. Menstruasi terjadi akibat peluruhan dinding rahim. Setiap bulannya, tubuh akan membentuk dinding rahim sedemikian rupa agar rahim siap saat terjadi kehamilan. Bila tidak terjadi kehamilan, maka dinding rahim ini akan luruh dan keluar sebagai menstruasi. Menstruasi pertama biasanya terjadi saat anak berumur 12 tahun, tetapi pada beberapa anak menstruasi terjadi lebih cepat atau lebih lambat daripada usia 12 tahun tersebut. Biasanya menstruasi pertama terjadi dalam waktu 2 tahun setelah buah dada mulai membesar dan rambut kemaluan mulai tumbuh.

Pada awalnya, menstruasi yang terjadi tidak teratur, dibutuhkan waktu sekitar 2 tahun agar menstruasi menjadi lebih teratur karena peningkatan kadar hormon yang belum stabil. Perlu diingat bahwa walaupun menstruasi anda tidak teratur, anda masih tetap dapat hamil. Sebagian besar anak perempuan memulai menstruasinya di usia yang hampir sama dengan ibu mereka. Jika anda atau anak anda belum mendapat menstruasi sampai usia 16 tahun, segera hubungi dokter anda.

Nyeri atau kram perut saat menstruasi dapat terjadi saat rahim anda berkontraksi untuk mengeluarkan dinding rahim yang telah luruh dari dalam tubuh anda. Tidak semua perempuan mengalami nyeri atau kram perut. Nyeri yang dirasakan terkadang bisa cukup parah dan menyebar hingga ke punggung dan paha, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Rasa nyeri ini bisa berlangsung selama dua hingga tiga hari Nyeri haid disebabkan

(2)

oleh dinding otot rahim yang berkontraksi sehingga menekan pembuluh darah di sekitarnya. Akibatnya, pasokan oksigen ke dalam rahim terhambat dan memicu munculnya rasa nyeri di bagian bawah perut.

Sembilan dari sepuluh wanita akan mengalami nyeri haid dan rasa tidak nyaman saat mengalami menstruasi. Kondisi ini sangat umum terjadi. Rasa sakit atau nyeri yang muncul memiliki pengaruh berbeda-beda pada tiap wanita. Dymenorea yang yang sering

terjadi pada wanita adalah dismenorea primer. Penyebab Dismenorea primer belum

diketahui secara jelas, rahim (uterus) pada wanita yang menglami dismenorea tetap normal.

Namun ada beberapa riwayat yang dapat memicu terjadinya dismenorea antara lain usia pertama kali mentruasi, lama menstruasi, kebiasaan olah raga dan riwayat keluarga (keturunan).

METODE PENELITIAN Lokasi Penelitian

Kegiatan Penelitian dilakukan di Universitas Islam Madura dengan berbagai karakteristik yang berbeda. Universitas Islam Madura memilik 7Fakultas dengan 16 program studi yang memiliki kebiasaan mahasiswi yang beragam.

Bahan dan Metode Penelitian

Desain Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian yang akan dilakukan dalam bentuk studi kasus tunggal dengan satu karakteristik (satu lokasi). Responden yang digunakan adalah mahasiswi yang mengalami dismenorea di Universitas Islam Madura. Adapun karakteristik respoden Yaitu 1. Usia pertama kali menstruasi (menarche), 2. Lama menstruasi, 3. Kebiasaan olahraga, dan 4. Riwayat keluarga atau keturunan.

Pelaksanaan Penelitian

Mengukur intensitas nyeri dysmenorea, dengan mnggunakan Visual Analogue Scala (VAS). Responden yang mengalami dysmenorea wajib menjawab pertanyakan yang diajukan oleh peneliti.

Metode Analisis Data

Proses analisis penelitian ini bersifat induktif, dilakukan bersamaan dengan proses pengumpulan data, seperti observasi, wawancara, dokumentasi, diskusi kelompok terfokus, dan melakukan beragam teknik refleksi bagi pendalaman dan pemantapan data. Semua data dan informasi yang diperoleh dianalisis. Setiap data yang diperoleh akan dikomparasikan, setiap unit atau kelompoknya untuk melihat keterkaitan sesuai dengan tujuan penelitian.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Survey / pengamatan langsung yang dilakukan terhadap seluruh responden yang mengalami dismenorea sejumlah 100 orang, diperoleh hasil bahwa karakteristik responden beraneka ragam. Karakteristik Responden berdasarkan Usia pertama kali menstruasi (menarche)

(3)

Tabel 1. Distribusi frekuensi berdasarkan usia pertama kali responden mengalami menstruasi di Prodi DIII Kebidanan UIM

Usia Frekuensi Persentase %

<12 60 60,0

12-13 22 22,0

>13 18 18,0

Total 100 100

Berdasarkan tabel 1 diatas dapat diketahui bahwa dari 100 responden mengalami menarche 60 (60,0%) responden saat berusia < 12 tahun, 22 (22,0%) responden saat berusia antara 12-13 tahun, 18 (18,0%) responden saat berusia > 13 tahun.

Umur menarche responden yang paling banyak berumur <12 tahun (60,0%) dan yang paling sedikit berumur > 13 tahun (18,0%). Umur menarche < 12 tahun kemungkinan seorang wanita akan menderita dismenore primer. Ternyata responden yang umur menarkhenya < 12 tahun sebanyak 60,0%, sehingga dapat dikatakan umur menarche responden kemungkinan akan menderita dismenore primer.

Tabel 2. Distribusi frekuensi berdasarkan jenis kelamin responden di Prodi DIII Kebidanan UIM

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase %

< 3 hari 4 4,0

3-7 hari 24 24,0

> 7 hari 72 72,0

Total 100 100

Berdasarkan tabel 2 diatas dapat diketahui bahwa dari 100 responden 4 (4,0%) responden mengalami menstruasi selama < 3hari, 24 (24,0%) responden mengalami menstruasi selama 3-7 hari, 72 (72,0%) responden mengalami mentruasi >7 hari. Lama menstruasi responden sebagian besar > 7 hari yaitu 72,0% dan sebagian kecil < 3 hari (4,0%). Lama menstruasi merupakan salah satu faktor risiko seorang wanita menderita dismenore primer. Lama menstruasi yang normal adalah 3–7 hari, jika lebih dari itu maka dikatakan mengalami dismenore primer lebih berat.

Tabel 3. Distribusi frekuensi berdasarkan pekerjaan responden di Prodi DIII Kebidanan UIM Pekerjaan Frekuensi Persentase %

Ya 21 42,0

Tidak 29 58,0

Total 30 100

Berdasarkan Tabel 3 diatas dapat diketahui Kebiasaan olahraga responden yaitu 42,0% melakukan olahraga setiap minggunya dan 58,0% tidak melakukan olahraga setiap minggunya. Kebiasaan tidak olahraga merupakan salah satu faktor risiko seorang wanita untuk menderita dismenore primer. Sedangkan dari tabel 3 diketahui sebagian besar responden tidak mempunyai kebiasaan olahraga, jadi responden kemungkinan akan mengalami dismenore primer.

(4)

Tabel 4. Distribusi frekuensi berdasarkan riwayat keluarga di Prodi DIII Kebidanan UIM Riwayat Keluarga Frekuensi Persentase %

Ya 28 56,0

Tidak 22 44,0

Total 50 100

Berdasarkan tabel 4 diatas dapat diketahui bahwa dari 100 responden 56 (56,0%) responden memiliki riwayat keluarga mengalami dismenorea, sedangkan yang tidak memiliki riwayat keluarga tidak mengalami dismenorea sebanyak 44 (44,00%) responden.

PENUTUP

Karakteristik responden yang mempengaruhi terjadinya terjadinya dysmenorea adalah usia pertama kali menstruasi (menarche), karena semkin muda usia maka akan cenderung menderita dymenorea, lama menstruasi juga mempengaruhi, normalnya menstruasi berkisar 3-7hari semakin lama mentruasi makan akan lebih cenderung mengalami dysmenorea. Responden yang sering melakukan olah raga kejadian dysmenorea akan berkurang. Demikian pula dengan riwayat keluarga. Semakin banyak kluarga yang mengalami dysmenorea maka akan semakin beresiko terjadi dymenorea.diabetes sangat beragam dimulai dari usia yang paling dominan menderita diabetes berkisar antara 41-50 tahun. Selanjutnya jenis kelamin yang juga sangat berpengaruh khususnya perempuan lebih rentan terjadi diabetes yang dipengaruhi oleh gaya hidup terutama pola makan. Pekerjaan juga sangat berpengaruh terhadap terjangkitnya penyakit diabetes, seseorang yang bekerja dengan aktivitas fisik sangt rendah cenderung menderita diabetes, karena gula dalam darah tidak dibakar menjadi energi melainkan berubah menjadi lemak. Tipe diabetes yang menyerang masyarakat desa jarin termasuk klasifikasi diabetes tipe 2, dimana penyebab utamanya adalah gaya hidup dan pola makan.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian (Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT RINEKA CIPTA.

Friskila, Linda, 2013. Ekstraksi Zat Warna Alami Dari Kulit Buah Naga (Hylocereus

polyhizus) Untuk Pembuatan Agar-agar. diunduh 20 Mei 2017.

Glasier, Anna. 2005. Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta : EGC Hidayat, Aziz Alimul. 2009. Metode Penelitian & Teknik Analisis Data. Jakarta : Salemba

Medika.

Kartono, Kartini. 2006. Psikologi Wanita 1 (Mengenal Gadis Remaja & Wanita dewasa). Bandung : Mandar Maju

Lleweyn, Derek, Jones. 2009. Setiap Wanita. Jakarta : Delapratasa Publishing

Manuaba, Chandranita. dkk. 2008. Gawat-Darurat Ginekologi &

(5)

Maryanti, Dwi & Mjestika Septikasari. 2009. Kesehatan Reproduksi (Teori dan Praktikum). Yogjakarta : Nuha Medika

Maulana, Mirza. 2009. Seluk Beluk Reproduksi dan Kehamilan. Yogyakarta : Garailmu Noor, Ilham. Dkk. 2016. Identifikasi Kandungan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah

Menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) dan Fitokimia. Aceh. Journal of

Aceh Physics Society Vol. 5 No. 1 pp. 14-16 2016

Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat(Ilmu & Seni). Jakarta : PT Rineka Cipta

Pinem, Saroha. 2009. Kesehatan Reproduksi & Kontrasepsi. Jakarta : Trans Info Medika (TIM).

Prawirohadjo, Sarwono. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka. Sitiatava, R.P, Buah Naga ; Tidak Cuma Enak, tetapi juga Sarat Obat-obatan

Cespleng ( Jogjakarta : Laksana, 2011 )

Saryono & Sejati Waluyo. 2009. Sindrom Premenstruasi. Yogyakarta : Nuha Medika

Wahyuni, R. 2011. Pemanfaatan Kulit Buah Naga Super Merah. Pasuruan. Jurnal Teknologi Pangan Vol. 2 No. 1

Referensi

Dokumen terkait

(2013), menunjukkan bahwa karakteristik keluarga baik di perdesaan maupun di perkotaan pada ketiga kelompok usia yang diteliti (anak usia dini, anak usia sekolah, dan anak usia

Beberapa data yang harus kita peroleh dari riwayat menstruasi antara lain yaitu menarche (usia pertama kali mengalami menstruasi yang pada umumnya

Waktu belajar anak yang di dapat dari penelitian ini adalah anak cenderung belajar 1-3 jam sehari dapat dilihat pada gambar 4.3(a), cocok diterapkan dalam keadaan pandemi saat

Beberapa faktor tersebut diantaranya yaitu usia pertama kali menstruasi (menarche), menurut Reitz wanita yang terlambat mendapatkan menstruasi pada usia 16 atau 17 tahun,

Hasil analisis diperoleh bahwa umur responden dan anggota keluarga, tingkat pendidikan dan jumlah anggota keluarga memiliki karakteristik yang cukup beragam dan

Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan beratnya gejala dismenore adalah usia yang lebih muda saat terjadinya menarche, periode menstruasi yang lebih lama,

Data umum dimuat karakteristik responden berdasarkan sosiodemografi usia, usia menarche, lama menstruasi, mulai nyeri, lama nyeri, dan tindakan yang diberikan sedangkan data khusus

terlihat bahwa di minggu 1 konversi itik hibrida yang terendah ada diperlakuan P3 dimana diperlakuan ini diberi tambahan daun sukun sebanyak 12%, dimana dengan pemberian daun sukun 12%