• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMUNIKASI MANAJEMEN. Oleh : Elisabeth Herwanti

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KOMUNIKASI MANAJEMEN. Oleh : Elisabeth Herwanti"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

KOMUNIKASI MANAJEMEN

(2)

Tujuan Umum

Mahasiswa memiliki pengetahuan dan

ketrampilan dasar yang relevan dengan

kegiatan komunikasi manajemen

(3)

Tujuan Khusus

Mahasiswa mampu memahami perbedaan

masing-masing tahap dari model komunikasi

Mahasiswa mampu memahami model

komunikasi

Mahasiswa mampu memahami beberapa

prinsip komunikasi manajer keperawatan

Mahasiswa mampu memahami Strategi

komunikasi dalam praktik keperawatan

Mahasiswa mampu memahami Aplikasi

komunikasi dalam asuhan keperawatan

(4)

Tahapan Model Komunikasi

Komunikasi bukan hanya terdiri dari

seseorang berbicara dan yang lainnya

mendengarkan.

Komunikasi manusia merupakan proses

sangat kompleks yang melibatkan

(5)

Isu utamanya adalah:

Siapa mengatakan apa kepada siapa

dengan akibat apa?

Bila seluruh bagian dapat selaras,

komunikasi akan terjadi dengan lancar

dan mudah

(6)

PROSES KOMUNIKASI

Masukan :Pengirim pesan bermaksud untuk

melakukan

komunikasi dengan

seseorang, dia harus menyusun isi

pesan.

Pengirim :Pengirim menyusun/mengkode isi

pesan (gagasan), sehingga pesan

terstruktur dan ekspresif.

Saluran : Pesan dikirim/ditransmisikan melalui

saluran, sesuai jenis komunikasinya;

saluran dapat berupa udara 

komunikasi lisan, kertas  komunikasi

dengan tulisan, dan lain-lain.

(7)

Penerima :Penerima

menguraikan/mengkode-ulang/dekode pesan yang masuk,

menterjemahkan menjadi keluaran.

Keluaran :Berupa isi pesan yang sudah

diuraikan/di-dekode oleh penerima.

Kode :

Dalam proses komunikasi, relevansi

kode nampak jelas; pengirim dan penerima

harus memiliki persamaan pemahaman

terhadap kode secara umum sehingga

komunikasi bisa terjadi.

(8)

Fungsi utama pengirim

Berhadapan Perhatian Maksud

(9)

Fungsi utama pengirim

Berhadapan : Pesan dan penerima pesan;

yang dimaksud dengan berhadapan disini

adalah siap menghadapi seseorang, tugas,

sesuatu atau situasi.

Perhatian :

Sadar akan pesan yang akan

dikirim dalam rangka menggugah penerima

untuk menerima pesan.

Maksud :

Memahami dengan jelas apa

yang menjadi tujuan, cara yang akan

digunakan untuk mengirim pesan dan respon

apa yang diharapkan dari penerima.

(10)

Fungsi utama penerima

Menirukan Memahami Menanggapi

(11)

Fungsi utama penerima

Menirukan :Merekapitulasi pesan, menyalin pesan

apa adanya.

Memahami :Membuat penafsiran (menurut diri

sendiri) terhadap salinan pesan; salinan dan/atau penafsiran yang salah akan menimbulkan kesalah pahaman dan terhentinya komunikasi.

Menanggapi :Menunjukkan bahwa penerima

mendengarkan, menerima dan memahami pesan dari pengirim. Tanggapan terhadap pesan merupakan

proses berkesinambungan, yang menunjukkan bahwa penerima memperhatikan orang yang berbicara

(12)

Beberapa jenis tanggapan

terhadap pesan

Tanggapan parsial: dengan sebuah anggukan, jawaban

singkat “hmm”, dan sebagainya, yang berarti “saya mendengarmu”. Respon ini mempunyai maksud agar pembicara meneruskan pembicaraan.

Tanggapan penuh: menyatakan dengan kata-kata

sendiri apa yang pengirim pesan katakan,

mengucapkan terima kasih dan lain-lain, merupakan cara lain untuk mengambil alih dan mempersiapkan respon.

Tanggapan prematur: muncul sebelum pengirim

pesan melengkapi pesannya, ini berarti menyela penyampaian pesan dengan tujuan memotong atau mengakhiri pembicaraan.

(13)

Pelaku komunikasi selalu menjadi

pengirim dan penerima pada saat yang

bersamaan

Gangguan komunikasi dapat muncul

pada setiap bagian proses komunikasi.

Kita perlu mengetahui bagian-bagian

komunikasi serta berbagai kemungkinan

gangguan dan kegagalan komunikasi,

(14)

Ide-ide Perasaan Pemikiran memahami menanggapi mengirim mengkode menyalin PENGIRIM PENERIMA

(15)

Model Komunikasi

Komunikasi verbal/ langsung

Komunikasi secara non verbal

Komunikasi tertulis

(16)

Komunikasi verbal/ langsung

 Manajer selalu mengadakan komunikasi verbal

kepada atasan dan bawahan baik secara formal maupun informal.

 Manajer juga mengadakan komunikasi secara verbal

pada pertemuan formal, baik kepada individu dalam kelompok dan presentasi secara formal. Tujuan komunikasi verbal adalah assertivness. Perilaku

asertif adalah suatu cara komunikasi yang

memberikan kesempatan individu untuk

mengekspresikan perasaannya secara langsung, jujur dan cara yang sesuai tanpa menyinggung perasaan orang lain yang diajak komunikasi. Komunikasi yang harus dihindari adalah komunikasi agresif dan pasif.

(17)

Komunikasi non verbal

 Parameter komunikasi verbal selain isi pesan adalah

lagu/logat, gaps (jeda/berhenti antar kata/kalimat), nada suara dan volume suara mempengaruhi

efektivitas komunikasi.

 Komunikasi verbal dapat diperkuat atau dilemahkan

oleh beberapa parameter non-verbal seperti

 Ekspresi wajah (acuh tak acuh, marah, antusias,

susah)

 Kontak visual (menatap mata).

 Isyarat (gerakan tangan)

 Sikap badan (menyilangkan kaki atau tangan, gaya

duduk, jalan berkeliling ketika sedang bicara dan lain-lain).

(18)

Komunikasi non verbal dapat

berupa

Melengkapi (complementing): memberikan informasi

tambahan terhadap pesan verbal

Kontradiksi (contradicting): menyampaikan pesan yang berbeda dengan yang diucapkan.

Penggantian (substituting): mengganti pesan verbal

Penekanan (accenting): menekankan poin-poin tertentu pada pesan verbal

Pengaturan( regulating): mengkoordinasikan dialog

Pengulangan (repeating): mengulang apa yang sudah diungkapkan secara verbal

(19)

Komunikasi tertulis

Komunikasi tertulis adalah bagian yang

penting dalam organisasi.

Setiap organisasi telah mengembangkan

metode penulisan dalam

mengkomunikasikan pelaksanaan

pengelolaan, misalnya

pendokumentasian asuhan

(20)

Komunikasi via telepon

Pada era milenium ini manajer sangat

tergantung melakukan komunikasi

dengan menggunakan telepon.

Dengan kemudahan sarana

komunikasi tersebut memungkinkan

manajer untuk merespon setiap

perkembangan dan masalah dalam

organisasi.

(21)

Prinsip Komunikasi Manajer

Keperawatan

Manajer harus tahu struktur organisasi

termasuk pemahaman tentang siapa yang

akan terkena dampak dari pengambilan

keputusan.

Jaringan komunikasi formal dan informal

perlu dibangun antara manajer dan staf.

Manajer harus konsultasi tentang isi

komunikasi dan meminta umpan balik dari

orang yang kompeten sebelum melakukan

suatu perubahan atau tindakan.

(22)

Komunikasi harus jelas, sederhana & tepat.

Manajer harus meminta umpan balik apakah

komunikasi dapat diterima secara akurat

dengan bertanya kepada penerima pesan

untuk mengulangi pesan atau instruksi yang

disampaikan.

Menjadi pendengar yang baik dengan

menunjukkan rasa menghargai dan ingin

tahu terhadap pesan yang disampaikan.

(23)

Strategi komunikasi dalam praktik

keperawatan di RS

Tiga komponen yang perlu mendapat perhatian dalam komunikasi yaitu:

 Struktur: komunikasi yang bertujuan untuk dapat

diterapkan oleh kelompok kerja untuk meningkatkan ketrampilan dan penyelesaian masalah organisasi.

 Budaya: budaya dalam suatu organisasi bukan

sesuatu yang mudah dirubah tetapi merupakan aspek yang penting pada proses perubahan yang efektif.

 Teknologi: teknologi elektronik dalam melakukan

komunikasi interpersonal maupun secara organisasi sangat bermanfaat pada masa akan datang untuk memantau dan mengevaluasi setiap tahapan proses perubahan.

(24)

Aplikasi Komunikasi dalam Asuhan

Keperawatan

 Komunikasi saat timbang terima

Pada saat timbang terima diperlukan suatu

komunikasi yang jelas tentang kebutuhan klien

terhadap apa yang sudah dilakukan intervensi dan yang belum, serta bagaimana respon pasien

tersebut.

 Interview/ anamnesa

 Komunikasi melalui komputer:

Sebagai alat komunikasi cepat dan akurat,

mempermudah memberikan intervensi yang akurat dan memungkinkan informasi terbaru melalui

internet bila perawat mengalami kesulitan dalam menangani masalah pasien.

(25)

Komunikasi tentang kerahasiaan

Komunikasi melalui sentuhan

Dokumen sebagai alat komunikasi

Komunikasi perawat dan tim kesehatan

lainnya

(26)

Daftar Pustaka

Amri, M. Ngatia ( 1993). A guide For Training

Teachers of Health Workers: Review of the

Process of Communication, AMREF.

Nursalam (2002). Manajemen Keperawatan:

Aplikasi dalam praktik keperawatan

professional, Salemba Medika : akarta

White, George (1995). Communication The

Basis of Good Practice Management,

Journal of the Dental Associationof South

Africa.

(27)
(28)

KOMUNIKASI ASERTIF

Pengertian:

Komunikasi asertif adalah komunikasi

terbuka (memungkinkan orang lain

mengetahui perasaan) yang membantu

atau meningkatkan komunikasi efektif,

terdapat pemahaman dan atau

kedekatan (Percel, 1977 dalam

Swansburg, 2000).

(29)

Perilaku asertif adalah suatu cara

komunikasi yang memberikan

kesempatan individu untuk

mengekspresikan perasaannya secara

langsung, jujur dan cara yang sesuai

tanpa menyinggung perasaan orang lain

yang diajak komunikasi.

(30)

Unsur Komunikasi Asertif

Verbal dengan bicara langsung, jujur,

pernyataan positif.

menyatakan tidak atau menyatakan sikap

meminta pertolongan

mengungkapkan perasaan (marah dan

kasih sayang).

Non verbal meliputi kontak mata, suara

tegas, ungkapan wajah dan tubuh.

(31)

Penggunaan sikap asertif.

Asertif terhadap atasan: menghargai,

sikap hati-hati, memahami peran dan

tanggung jawab atasan.

Asertif terhadap bawahan:

memperlakukan bawahan sebagai orang

dewasa

(32)

Keuntungan berkomunikasi asertif

Dapat berhubungan dengan orang lain

dg konflik, kekhawatiran & penolakan yg

lebih sedikit

Membuat kita lebih rileks

Membantu kita focus pd kondisi saat ini

Meningkatkan

keyakinan

diri

dg

mengurangi godaan utk menyesuaikan

diri dg standar orang lain & keinginan

mendapatkan persetujuan mereka

(33)

Cara melatih komunikasi asertif

Buat keputusan bahwa anda mau

bersikap asertif

Yakinlah akan pilihan anda

Jika anda harus memberikan penjelasan

(34)

Cara melatih komunikasi asertif

Sesuai bahasa tubuh anda dengan

pernyataan yang anda sampaikan

Anda tidak perlu meminta maaf atas

penolakan yang anda sampaikan

(karena nada berpikir hal ini akan

menyakiti atau tidak mengenakan bagi

orang lain).

(35)

Memantau Sikap Asertif diri

Mekanisme umpan balik internal: tidak

asertif menyebabkan tubuh terasa

tegang di lambung, dada, tenggorok,

leher.

Mekanisme umpan balik eksternal:

reaksi dari penerima terhadap pengirim

pesan yang agresif maupun tidak

(36)

Beberapa cara untuk berkomunikasi

atau bersikap asertif di tempat kerja

Bedakan dengan jelas apa yang

menjadi hak anda dan apa yang bukan

hak anda

Berani mengungkapkan sesuatu

Tunjukan image yang positif

(37)

Bersikap asertif di tempat kerja

Jika ingin mengungkapkan sesuatu

pastikan suasana dan kondisinya dalam

keadan tenang dan tidak dalam keadan

yang penuh emosi

Pada intinya dengan sikap asertif akan

mempermudah

anda

dalam

membangun hubungan kerja yang lebih

komunikatif sekaligus kondusif

(38)

Referensi

Dokumen terkait

 Melalui saluran (channel) seperti radio, televisi, OHP, film, pesan diterima oleh si penerima pesan melalui indera (mata dan telinga) untuk diolah, sehingga pesan yang

terdiri dari (1) pengirim mempunyai ide/gagasan; (2) ide diubah menjadi pesan; (3) pesan disampaikan; (4) penerima mendpt pesan; (5).. penerima bereaksi dan mengirim

Sebelum proses penyampaian pesan komunikasi dapat dilakukan pengirim pesan harus menyiapkan ide atau gagasan yang ingin disampaikan kepada pihak lain atau pendengar. Idea

Komunikasi tidak akan efektif Komunikasi tidak akan efektif bila pesan bila pesan disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata menjadi disampaikan

Komunikasi mimbar artinya seorang pengkhotbah menyampaikan pesan atau gagasan kepada para pendengar dengan cara yang efektif supaya pesan atau berita yang disampaikan bisa

A.. Dengan komunikasi,maka orang yang semula tidak tahu menjadi tahu.Agar orang lain tahu atau pesan yang disampaikan dapat diterima orang lain sesuai dengan maksud si pengirim

1 (2021) 56-85 Kiyai memberikan kesempatan kepada santri untuk bertanya dengan harapan agar kyai sendiri tahu apakah pesan yang disampaikan diterima secara baik atau

Komunikasi interaktif yang dimaksud adalah proses penyampaikan pesan yang berisi materi dakwah yang disampaikan oleh narasumber sebagai komunikator kepada pendengar