KOMUNIKASI MANAJEMEN
Tujuan Umum
Mahasiswa memiliki pengetahuan dan
ketrampilan dasar yang relevan dengan
kegiatan komunikasi manajemen
Tujuan Khusus
Mahasiswa mampu memahami perbedaan
masing-masing tahap dari model komunikasi
Mahasiswa mampu memahami model
komunikasi
Mahasiswa mampu memahami beberapa
prinsip komunikasi manajer keperawatan
Mahasiswa mampu memahami Strategi
komunikasi dalam praktik keperawatan
Mahasiswa mampu memahami Aplikasi
komunikasi dalam asuhan keperawatan
Tahapan Model Komunikasi
Komunikasi bukan hanya terdiri dari
seseorang berbicara dan yang lainnya
mendengarkan.
Komunikasi manusia merupakan proses
sangat kompleks yang melibatkan
Isu utamanya adalah:
Siapa mengatakan apa kepada siapa
dengan akibat apa?
Bila seluruh bagian dapat selaras,
komunikasi akan terjadi dengan lancar
dan mudah
PROSES KOMUNIKASI
Masukan :Pengirim pesan bermaksud untuk
melakukan
komunikasi dengan
seseorang, dia harus menyusun isi
pesan.
Pengirim :Pengirim menyusun/mengkode isi
pesan (gagasan), sehingga pesan
terstruktur dan ekspresif.
Saluran : Pesan dikirim/ditransmisikan melalui
saluran, sesuai jenis komunikasinya;
saluran dapat berupa udara
komunikasi lisan, kertas komunikasi
dengan tulisan, dan lain-lain.
Penerima :Penerima
menguraikan/mengkode-ulang/dekode pesan yang masuk,
menterjemahkan menjadi keluaran.
Keluaran :Berupa isi pesan yang sudah
diuraikan/di-dekode oleh penerima.
Kode :
Dalam proses komunikasi, relevansi
kode nampak jelas; pengirim dan penerima
harus memiliki persamaan pemahaman
terhadap kode secara umum sehingga
komunikasi bisa terjadi.
Fungsi utama pengirim
Berhadapan Perhatian Maksud
Fungsi utama pengirim
Berhadapan : Pesan dan penerima pesan;
yang dimaksud dengan berhadapan disini
adalah siap menghadapi seseorang, tugas,
sesuatu atau situasi.
Perhatian :
Sadar akan pesan yang akan
dikirim dalam rangka menggugah penerima
untuk menerima pesan.
Maksud :
Memahami dengan jelas apa
yang menjadi tujuan, cara yang akan
digunakan untuk mengirim pesan dan respon
apa yang diharapkan dari penerima.
Fungsi utama penerima
Menirukan Memahami Menanggapi
Fungsi utama penerima
Menirukan :Merekapitulasi pesan, menyalin pesan
apa adanya.
Memahami :Membuat penafsiran (menurut diri
sendiri) terhadap salinan pesan; salinan dan/atau penafsiran yang salah akan menimbulkan kesalah pahaman dan terhentinya komunikasi.
Menanggapi :Menunjukkan bahwa penerima
mendengarkan, menerima dan memahami pesan dari pengirim. Tanggapan terhadap pesan merupakan
proses berkesinambungan, yang menunjukkan bahwa penerima memperhatikan orang yang berbicara
Beberapa jenis tanggapan
terhadap pesan
Tanggapan parsial: dengan sebuah anggukan, jawaban
singkat “hmm”, dan sebagainya, yang berarti “saya mendengarmu”. Respon ini mempunyai maksud agar pembicara meneruskan pembicaraan.
Tanggapan penuh: menyatakan dengan kata-kata
sendiri apa yang pengirim pesan katakan,
mengucapkan terima kasih dan lain-lain, merupakan cara lain untuk mengambil alih dan mempersiapkan respon.
Tanggapan prematur: muncul sebelum pengirim
pesan melengkapi pesannya, ini berarti menyela penyampaian pesan dengan tujuan memotong atau mengakhiri pembicaraan.
Pelaku komunikasi selalu menjadi
pengirim dan penerima pada saat yang
bersamaan
Gangguan komunikasi dapat muncul
pada setiap bagian proses komunikasi.
Kita perlu mengetahui bagian-bagian
komunikasi serta berbagai kemungkinan
gangguan dan kegagalan komunikasi,
Ide-ide Perasaan Pemikiran memahami menanggapi mengirim mengkode menyalin PENGIRIM PENERIMA
Model Komunikasi
Komunikasi verbal/ langsung
Komunikasi secara non verbal
Komunikasi tertulis
Komunikasi verbal/ langsung
Manajer selalu mengadakan komunikasi verbal
kepada atasan dan bawahan baik secara formal maupun informal.
Manajer juga mengadakan komunikasi secara verbal
pada pertemuan formal, baik kepada individu dalam kelompok dan presentasi secara formal. Tujuan komunikasi verbal adalah assertivness. Perilaku
asertif adalah suatu cara komunikasi yang
memberikan kesempatan individu untuk
mengekspresikan perasaannya secara langsung, jujur dan cara yang sesuai tanpa menyinggung perasaan orang lain yang diajak komunikasi. Komunikasi yang harus dihindari adalah komunikasi agresif dan pasif.
Komunikasi non verbal
Parameter komunikasi verbal selain isi pesan adalah
lagu/logat, gaps (jeda/berhenti antar kata/kalimat), nada suara dan volume suara mempengaruhi
efektivitas komunikasi.
Komunikasi verbal dapat diperkuat atau dilemahkan
oleh beberapa parameter non-verbal seperti
Ekspresi wajah (acuh tak acuh, marah, antusias,
susah)
Kontak visual (menatap mata).
Isyarat (gerakan tangan)
Sikap badan (menyilangkan kaki atau tangan, gaya
duduk, jalan berkeliling ketika sedang bicara dan lain-lain).
Komunikasi non verbal dapat
berupa
Melengkapi (complementing): memberikan informasi
tambahan terhadap pesan verbal
Kontradiksi (contradicting): menyampaikan pesan yang berbeda dengan yang diucapkan.
Penggantian (substituting): mengganti pesan verbal
Penekanan (accenting): menekankan poin-poin tertentu pada pesan verbal
Pengaturan( regulating): mengkoordinasikan dialog
Pengulangan (repeating): mengulang apa yang sudah diungkapkan secara verbal
Komunikasi tertulis
Komunikasi tertulis adalah bagian yang
penting dalam organisasi.
Setiap organisasi telah mengembangkan
metode penulisan dalam
mengkomunikasikan pelaksanaan
pengelolaan, misalnya
pendokumentasian asuhan
Komunikasi via telepon
Pada era milenium ini manajer sangat
tergantung melakukan komunikasi
dengan menggunakan telepon.
Dengan kemudahan sarana
komunikasi tersebut memungkinkan
manajer untuk merespon setiap
perkembangan dan masalah dalam
organisasi.
Prinsip Komunikasi Manajer
Keperawatan
Manajer harus tahu struktur organisasi
termasuk pemahaman tentang siapa yang
akan terkena dampak dari pengambilan
keputusan.
Jaringan komunikasi formal dan informal
perlu dibangun antara manajer dan staf.
Manajer harus konsultasi tentang isi
komunikasi dan meminta umpan balik dari
orang yang kompeten sebelum melakukan
suatu perubahan atau tindakan.
Komunikasi harus jelas, sederhana & tepat.
Manajer harus meminta umpan balik apakah
komunikasi dapat diterima secara akurat
dengan bertanya kepada penerima pesan
untuk mengulangi pesan atau instruksi yang
disampaikan.
Menjadi pendengar yang baik dengan
menunjukkan rasa menghargai dan ingin
tahu terhadap pesan yang disampaikan.
Strategi komunikasi dalam praktik
keperawatan di RS
Tiga komponen yang perlu mendapat perhatian dalam komunikasi yaitu:
Struktur: komunikasi yang bertujuan untuk dapat
diterapkan oleh kelompok kerja untuk meningkatkan ketrampilan dan penyelesaian masalah organisasi.
Budaya: budaya dalam suatu organisasi bukan
sesuatu yang mudah dirubah tetapi merupakan aspek yang penting pada proses perubahan yang efektif.
Teknologi: teknologi elektronik dalam melakukan
komunikasi interpersonal maupun secara organisasi sangat bermanfaat pada masa akan datang untuk memantau dan mengevaluasi setiap tahapan proses perubahan.
Aplikasi Komunikasi dalam Asuhan
Keperawatan
Komunikasi saat timbang terima
Pada saat timbang terima diperlukan suatu
komunikasi yang jelas tentang kebutuhan klien
terhadap apa yang sudah dilakukan intervensi dan yang belum, serta bagaimana respon pasien
tersebut.
Interview/ anamnesa
Komunikasi melalui komputer:
Sebagai alat komunikasi cepat dan akurat,
mempermudah memberikan intervensi yang akurat dan memungkinkan informasi terbaru melalui
internet bila perawat mengalami kesulitan dalam menangani masalah pasien.
Komunikasi tentang kerahasiaan
Komunikasi melalui sentuhan
Dokumen sebagai alat komunikasi
Komunikasi perawat dan tim kesehatan
lainnya
Daftar Pustaka
Amri, M. Ngatia ( 1993). A guide For Training
Teachers of Health Workers: Review of the
Process of Communication, AMREF.
Nursalam (2002). Manajemen Keperawatan:
Aplikasi dalam praktik keperawatan
professional, Salemba Medika : akarta
White, George (1995). Communication The
Basis of Good Practice Management,
Journal of the Dental Associationof South
Africa.
KOMUNIKASI ASERTIF
Pengertian:
Komunikasi asertif adalah komunikasi
terbuka (memungkinkan orang lain
mengetahui perasaan) yang membantu
atau meningkatkan komunikasi efektif,
terdapat pemahaman dan atau
kedekatan (Percel, 1977 dalam
Swansburg, 2000).
Perilaku asertif adalah suatu cara
komunikasi yang memberikan
kesempatan individu untuk
mengekspresikan perasaannya secara
langsung, jujur dan cara yang sesuai
tanpa menyinggung perasaan orang lain
yang diajak komunikasi.
Unsur Komunikasi Asertif
Verbal dengan bicara langsung, jujur,
pernyataan positif.
menyatakan tidak atau menyatakan sikap
meminta pertolongan